Tingkatkan Keterampilan Warga, Disnaker Ciamis Adakan Pelatihan Tata Boga Di Desa Sukahurip

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Untuk meningkatkan keterampilan dan bakat masyarakat, Desa Sukahurip Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis bekerja sama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ciamis mengadakan Pelatihan Tata Boga bertempat di aula desa.(06/06)

Dalam pelatihan yang dihadiri anggota PKK Desa Sukahurip, diajarkan bagaimana cara  pembuatan berbagai makanan ringan mulai dari bahan, alat, dan proses pembuatannya.

Seperti disampaikan Ketua PKK Des Sukahurip, Lilis Sukastri, dengan pelatihan ini diharapakan warga mampu memproduksi sendiri serta mendirikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan.

"Dalam pelatihan yang dilaksanakan 13 hari ini pesertanya dibatasi hanya 25 orang dengan  batasan usia 18 sampai 35 tahun," ungkap Lilis.

Ia berharap dengan pelatihan ini warga bisa lebih produktif untuk menghasilkan sesuatu yang bisa berdampak positip pada perekomian keluarga, sehingga ekonomi keluarga pun dapat terbantu.

Atas nama seluruh pengurus dan anggota PKK Desa Sukahurip Lilis juga menyampaikan terimakasih kepada Disnaker Kabupaten Ciamis yang telah memberikan arahan dan pelatihan di desanya.

Sementara Menurut salah seorang peserta pelatihanTeti, ia mengaku senang mengikuti program pelatihan tata boga ini untuk menambah pengetahuan dan keterampilan diri.

"Setelah mengikuti pelatihan ini kami pun bisa membuat sendiri aneka makanan, seperti bolu dan kue lainnya yang nantinya selain bisa dikonsumsi juga bisa dijual ke warung-warung," ucapnya. (anwarwaluyo)

Situs Batu Kalde Di Kawasan BKSDA Resort Pangandaran Masuk Aset Pemda

PANGANDARANNEWS.COM - Hanya ada satu Cagar Budaya yang saat ini sudah ditetapkan dan mendapat Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, Situs Batu Kalde yang berada di kawasan Cagar Alam BKSDA Resort Pangandaran.

Demikian disampaikan Kabid Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Sugeng Yudistira saat mengunjungi situs tersebut yang didampingi Polisi Khusus Cagar Budaya, Haris Bugis.(05/07)

Saat ini, kata Sugeng, ada 166 cagar budaya di Kabupaten Pangandaran dan 40 diantaranya sedang didaptarkan ke data pokok provinsi.

" 3 situs sedang diproses untuk dijadikan cagar yaitu terowongan kereta api Wilhelmina, Julian dan Henrich dan satu yang sudah terdaftar di Oemkab Panndaran, yaitu situs Batu Kalde yang ada di kawasan BKSDA resort Pangandaran," ucapnya. 

Situs Batu Kalde
Seperti diketahui, menurut Sugeng, untuk menetapkan cagar budaya diperlukan penelitian serta kajian arkeolog, dan pengumpulan kelengkapan dokumen sejarah.

"Anggaran untuk penelitian Cagar Budaya tersebut memang cukup mahal karena harus memfasilitasi para arkeologi dan melibatkan beberapa tim untuk penelitian ini," terangnya.

Sementara Polisi Khusus Cagar Budaya Haris Bugis mengatakan, situs Batu Kalde ini merupakan sarana umat Hindu Zaman dulu yang merupakan nandi atau patung sapi dan altar lingga yoni.

"Namun posisinya sekarang sudah bergeser, mungkin disebabkan kondisi alam dan beberapa hal," katanya.

Atau bisa saja digeser kejadian alam seperti Tsunami atau tangan manusia, saat zaman penjajahan jepang dulu.(hiek)

Duduki Hasil Sirvey Tertinggi, Ujang Endin Semakin Mantap Maju Di Pilkada Pangandaran

Ujang Endin Indrawan
PANGANDARANNEWS.COM - Saat diminta komentarnya usai mengetahui hasil survey yang dikeluarkan Lembaga Riset Kebijakan Publik terkait Popularitas bakal calon (bacalon) Bupati Pangandaran 2024 yang menyatakan Ujang Endin Indrawan menempati urutan tertinggi, ia mengaku semakin percaya diri untuk terus melangkah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pangandaran.

Seperti diketahui, hasil Survey yang dikeluarkan Lembaga Riset Kebijakan Publik yang dilaksanakan tanggal 5-10 Mei 2024 Ujang Endin atau yang lebih akrab dipanggil Ue unggul 54,5 persen disusul Ino Darsono 46,2 persen dan Dadang Okta 43,8 persen.

Kepada sejumlah awak media yang mewawancarai usai membuka kegiatan Sosialisai Pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Kabupaten Pangandaran di Krisna Beach Hotel, Ujang Endin menyampaikan hasil survey ini menambah rasa percaya diri terutama untuk mendapatkan rekomendasi dari partai politik calon pengusungnya.

Selain menjadi lebih percaya diri, kata Ujang Endin, tentu hasil survey elektabilitas ini juga bisa menjadi modal awal untuk meyakinkan partai politik yang nanti akan mengusungnya.

"Karena untuk maju dalam pencalonan ini paling tidak harus mempunyai popularitas, elektabilitas dan isi tas," ucapnya.(04/06)

Namun menurut hasil survey terbaru itu tetap tidak bisa jadi ukuran sepenuhnya, karena ia mengaku baru bergerak beberapa bulan saja.

"Prosesnya masih panjang, artinya saya pun belum bekerja secara masif," akunya.

Namun ia juga tidak menampik jika hasil survey ini menjadi spirit dan modal besar untuk terus bergerak maju di Pilkada 2024. Dan ia pun mengaku semakin yakin karena baru bergerak beberapa waktu saja bisa membuat hasil survey menempatkan dirinya menjadi tertinggi.

"Apalagi kalau saya nanti sudah bergerak lebih masif dan intens," imbuhnya.

Disoal siapa yang menjadi pendampingnya nanti, Ujang Endin menyebut siapapun masih berpeluang termasuk dengan Dadang Okta.

"Yang saya kenal, selain seorang mantan birokrat Dadang Okta juga merupakan tokoh masyarakat dan termasuk yang hasil surveynya tinggi," ungkapnya.(hiek)

Siapa Sangka, Ternyata Kualitas Tembakau Pangandaran Terbaik Se-Indonesia

PANGANDARANNEWS.COM - Tak hanya dikenal sebagai daerah tujuan wisata, Kabupaten Pangandaran pun kini menjadi salah satu daerah penghasil tembakau di Jawa Barat.

Tak main-main, tembakau yang dihasilkan para petani Pangandaran ini berkualitas tinggi dibanding tembakau yang dihasilkan daerah lain di Indonesia.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida, salah satu indikatornya tembakau yang dihasilkan para petani tembakau di Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya ini dipatok dengan harga Rp25 ribu per kilo gram.

"Sementara harga tembakau dari daerah lain dijual dengan harga Rp5-7 ribu per kilo gram nya," kata Tedi, usai mengikuti
Sosialisai Pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Kabupaten Pangandaran, bertempat di Krisna Beach Hotel Pangandaran.(04/06)

Saat ini kata Tedi, ada sekitar 300 petani tembakau yang di Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya yang mampu menghasilkan 200 ton tembakau setiap tahunnya.

"Dengan luas lahan 28 hektar," jelas Tedi.

Tedi mengatakan, saat ini yang menjadi tantangan untuk memfasilitasi para petani tembakau ini terkait belum adanya sentra atau gedung untuk menampung dan menyimpan hasil para petani.

Disoal pemasaran, Tedi mengatakan, tidak ada kendala karena pembeli dari luar daerah akan datang langsung ke lokasi.

Walau pun harga tembakau Pangandaran jauh di atas tembakau dari daerah lain, namun, kata Tedi, para petani tidak kekurangan pembeli.
Dan biasanya petani pun akan memanen tembakau ini disesuai dengan jumlah pesanan, sehingga tidak akan terjadi over produksi.

"Daripada panen banyak tapi tidak habis, lebih baik disesuikan dengan jumlah permintaan," ucap Tedi.

Tedi berharap pihaknya bisa segera membangun fasilitas untuk penunjang para petani tembakau ini, salah satunya dengan membangun sentra atau gedung yang bisa dijadikan gudang tempat menyimpan hasil panen petani.

"Dan ternyata di Jawa Barat ini belum ada kabupaten-kota yang mempunyai sentra tembakau," imbuhnya.

Sementara Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan saat diminta komentarnya mengatakan, cukai dari tembaku ini telah berkontribusi lebih dari 10.persen pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) serta membuka ratusan ribu lapangan kerja.

Untuk di Jawa Barat, kata wabup, luas untuk pertanian tembakau ini ada sekitar 12 ribu hektar, sedangkan untuk kebutuhan pasar, dibutuhkan 38 ribu hektar lahan.

"Artinya ini, di Jawa Barat saja perranian tembakau ini masih berpeluang besar," kata wabup.

Wabup mengatakan, setidaknya ada dua hal yang menjadi sukses negara dalam mengembangkan penghasil industri tembakau. Pertama, industri tembakau dibangun secara alami. Artinya industri tembakau dibangun dekat dengan perkebunan tembakau, misalnya di Kecamatan Padaherang atau Mangunjaya harus dijadikan sentra industri tembakau karena disana terdapat lahan perkebunan tembakau yang luas.

Kedua, harus ada kerjasama antara industri besar dan kecil. Dan saat ini kendala terbesar yang masih dihadapi industri kecil ini, adanya perusahaan besar yang masih bermain di sektor industri kecil sehingga menimbulkan daya saing yang tidak seimbang.

"Mudah-mudahan dengan akan dibangunnya sentra industri hasil tembakau ini, paling tidak industri tembakau Kabupaten Pangandaran akan mampu bersaing dengan daerah lain," ungkap wabup.(hiek)

Pasca Galunggung Meletus Dan Tsunami, Terumbu Karang di Cagar Alam Pangandaran Tersisa 20-40 Persen

Hadiat Kelsaba
PANGANDARANNEWS.COM - Kondisi terumbu karang di perairan Pantai Pangandaran saat ini dinilai cukup memprihatinkan, pasalnya dari beberapa terumbu karang yersebut banyak yang sudah mati.

Seperti disampaikan salah seorang petugas BKSDA Resort Pangandaran, Hadiat Kelsaba atau akrab dipanggil Encek, keberadaan terumbu karang ini sekarang diperkirakan hanya tersisa di Cagar Laut Pangandaran, Pangelek Batukaras dan Batupayung Batukaras.

"Sementara yang ada mulai dari pqntai Karapyak, Karangnini hingga ke pantai yang  perbatasan Kabupaten Tasik, sudah jadi karang gosong atau karang mati," ungkapnya.(02/06)

Terumbu karang yang ada di Cagar Alam Pangandaran ini ia menyebut hanya tersisa 20 sampai 40 persen saja, diantaranya Batu Karang yang identik tidak berkembang biak dan Terumbu karang yang masih bisa tumbuh dan berkembang biak.

Setelah diinventarisir, menurutnya saat ini ada sekitar 16 jenis terumbu karang ditambah jenis-jenis ikan yang suka berlindung ada 68 jenis mulai dari jenis ikan konsumsi, ikan hias sampai ikan beracun.

Ia mengatakan, awal mula kerusakan terumbu karang ini terjadi saat gunung Galunggung meletus di tahun 1982, karena saat itu ketika air laut sedang surut abu vulkanik langsung mengubur terumbu karang.

"Ditambah aktivitas pengunjung serta perahu nelayan dan pesiar menjadi penyebab kerusakan terumbu karang di cagar alam," imbuhnya.

Tak hanya itu, saat terjadi Tsunami di tahun 2006 terumbu karang ikut kena imbasnya khususnya jenis karang tepi sehingga saat ini yang tumbuh karang-karang keras.

Untuk melestarikan terumbu karang ini, sejumlah aktivis dan pecinta lingkungan pun rajin melakukan transplantasi terumbu karang walau ia mengaku hingga saat ini belum ada penelitian yang bisa mematikan berapa centimeter terumbu karang bisa tumbuh setiap tahunya.

Encek juga mengaku, kerusakan terumbu karang di khususnya yang ada di cagar laut Pangandaran ini sempat diperparah dengan adanya kapal viking yang diledakan beberapa tahun lalu di kawasan yang nota bene tempat tumbuh karang, padah terumbu karang ini selain berfungsi sebagai fish apartement juga menjadi tempat berkembang biak biota laut. Terumbu karang ini secara tidak langsung berfungsi  menjadi penahan abrasi sebagai penahan ombak sebelum sampai ke pesisir.

"Selain itu, aktifitas perahu nelayan yang secara tidak langsung bersentuhan dengan terumbu karang terutama saat air laut surut, ini juga tentu mengancam keberlangsungan terumbu karang," pungkasnya.(hiek)


Belum Punya Tempat Penyimpanan, Sejumlah Temuan Arkeologi Di Pangandaran Belum Tertata

PANGANDARANNEWS.COM - Sudah Banyak yang diperkirakan fosil dan artefak ditemukan di sejumlah wilayah di Kabupaten Pangandaran, namun saat ini Pemkab Pangandaran sehingga penemuan arkeologi tersebut belum bisa disimpan dengan baik.

Seperti Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Sugeng Yudistira, saat ini sebagia temuan arkeologi atau fosil atau artefak ini untuk sementara disimpang di kantor Disparbud.

"Yang disimpan disini merupakan fosil dan artefak tulang manusia purba dan juga gerabah," terang Sugeng kepada PNews di kantornya.(03/07)

Sugeng menyebut, saat ini masih ada beberapa temuan arkeologi yang belum diambil dari lokasi penemuannya, seperti batu meja di Desa Babakan Pangandaran, batu gimbal di Kecamatan dan yang terbaru penemuan fosil Gastropoda (siput) purba di Kecamatan Cimerak.

"Lokasi yang diperkirakan banyak ditemukan fosil ada di Desa Selasari Kecamatan Parigi yang ada di gua Sutraregregan," katanya.

Sugeng berharap pihaknya segera mempunyai tempat atau gedung khusus untuk menyimpan beberapa temuan arkeologi ini, sehingga temuan yang bernilai sejarah ini bisa terdata dan tersimpan aman. 

"Selain menjadi koleksi arkeologi, temuan fosil dan artefak ini juga kan bisa untuk wisata edukasi," imbuhnya.(hiek)

DPC PDIP Pangandaran Usulkan Citra Pitriyami dan Ino Darsono Maju Di Pilkada 2024

Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM - Saat diwawancara usai melantik 547 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hasil seleksi tahun 2023 di aula SMP Negeri 1 Pangandaran, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan bahwa PDIP saat ini sudah memiliki nama pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada 2024, Citra Pitriyani dan Ino Darsono

"Mekanisme penjaringan sedang dilakukan dan saya mengusulkan dua nama tersebut," jelasnya.(31/05)

Jeje mengatakan, Citra Pitriyani  merupakan sosok kader PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran sementara Ino Darsono mantan Ketua DPC PAN Pangandaran sekaligus mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran.

Setelah mengamati dan mencermati sesuai dengan ketentuan di internal partai, maka, kata Jeje, kedua sosok tersebut pantas untuk diusulkan dan saat ini sedang diproses di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan di Jakarta.

Selain nama Citra dan H Ino, lanjut dia, nama-nama lain yang ikut mendaftar beberapa waktu lalu juga sedang diproses namun pihaknya mengusulkan kedua nama tadi.

"Citra sebagai Bakal Calon Bupati dan Ino Darsono sebagai Bakal Calon Wakil Bupati," imbuhnya.

Jeje menyebut banyak variabel dan faktor yang menjadi alasan untuk mengusulkam Citra dan Ino Darsono ini, apakah itu subyektif atau objektif ia yakin mereka sudah mempersiapkan sebaik-baiknya.

"Dan tentu pihak DPD pun akan memperdalam kedua sosok yang diusulkan tersebut, baik itu sisi kuantitas maupun kualitasnya," ungkapnya.(hiek)

Lautan Warga Kota Tasik Penuhi Jalan Rayakan Kemenangan Persib

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Usai menyaksikan laga final liga 1 antara Persib Bandung versus Madura United yang dimenangkan Persib Bandung dengan skor 3-1, ribuan warga Kota Tasikmalaya dengan membawa aneka atribut bendera, alat musik tabuh dan lainnya memenuhi hampir seluruh jalanan kota untuk merayakan kemenangan tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini.

Dari pantauan langsung PNews di lapangan, teriakan serta yel-yel penuh suka cita bercampur dengan suara kendaraan pun terdengar memenuhi hampir di seluruh sudut kota sehingga suasana malam pun terasa bergemuruh.

Para pendukung yang lebih dikenal dengan sebutan Bobotoh Persib Maung Bandung ini tampak menyemut hampir di setiap sudut Kota Tasik, hampir semua umur baik pria atau pun wanita merasakan atmosfir kemenangan.

Kata mereka, sengaja datang untuk nonton bareng (nobar) serta memberi dukungan kepada Persib, selain itu ingin ikut merayakan kemenangan kerena Persib punya kans besar untuk juara mengingat sudah unggul agregat 3 gol.

Menurut salah seorang remaja, Riki (16), yang ikut bergabung bersama teman-temannya di kawasan Jalan Padayungan, mengaku sangat puas dengan penampilan squad Maung Bandung yang tampil baik serta bisa memenangkan laga melawan Tim Madura United.

"Kami pun merayakannya dengan mengelilingi jalan HZ Mustofa dan Nagarawangi dengan perasaan suka cita," ungkapnya.(31/05)

Tak ayal kemacetan pun terjadi hampir di seluruh jalan Kota Tasik, tampak satu unit mobil pemadam kebakaran terjebak macet di tengah-tengah lautan warga.(anwarwaluyo)


  

Setelah Tertunda Beberapa Bulan, 547 P3K Kabupaten Pangandaran Dilantik Hari Ini

PANGANDARANNEWS.COM - Bertempat di aula SMP Negeri 1 Pangandaran Bupati Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata melantik 547 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hasil seleksi tahun 2023.(31/05)

Seperti diketahui, P3K ini sempat menunggu cukup lama untuk dilantik, sempat tertunda selama satu bulan lebih pasalnya terbentur regulasi.

Seperti disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran Wawan Kustaman, dari 547 PPPK yang dilantik hari ini diantaranya 365 tenaga pendidikan dan 182 lagi dari tenaga kesehatan.

Ia mengakui, pelantikan ini sempat ditunda hampir 1 bulan lebih karena harus menunggu  izin Kementerian Dalam Negeri (kemendagri) yang baru diterima pada tanggal 23 Mei 2024.

"Setelah izin turun maka kita langsung melaksanakan pelantikan," ucapnya usai mengikuti acara pelantikan di SMPN 1 Pangandaran.

Ia menjelaskan, dari 547 PPPK yang dilantik ada satu orang yang usianya sudah menginjak 57 tahun atas nama Zaenal Mutaqin, sehingga yang bersangkutan hanya bisa menikmati 3 tahun sebagai ASN sebelum memasuki masa pensiun.

"Saat ini ia bertugas mengajar di SMP 3 Langkaplancar," jelasnya.

Sementara Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, P3K yang dilantik ini sudah mengabdi diatas 5 tahun sehingga ada yang berusia 40 dan 50 tahun.

"Yang dilantik hari ini tidak ada yang dibawah 5 tahun mengabdinya," ungkap bupati.

Bupati berharap P3K yang dilantik ini bisa mengisi kekurangan pegawai fungsional pendidikan dan juga tenaga kesehatan.(hiek)

Geliat Pembangunan Desa Ciandum Buah Manis Sinergitas Pemdes Dan Warga

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Melalui anggaran Dana Desa (DD) tahap I tahun 2024, mengalokasi anggaran tersebut untuk pembangun jalan  usaha tani, pembangunan posyandu,  pembukaan jalan baru serta pengecoran jalan sepanjang 289 meter.

Seperti disampaikan Kepala Desa Ciandum, Rhomlan, dalam pelaksanaan pembangunan ini tentu dengan pemberdayan masyarakat secara padat karya.

Sesuai perencanaan awal dan hasil kesepakatan dalam musyawarah desa pemdes dan semua lembaga yang ada di Desa Ciandum, DD tahap pertama tahun ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur Jalan Usaha Tani (JUT) dengan tujuan membantu para petani dalam menunjang percepatan perekonomian masyarakat.

Rhomlan mengaku bersukur karena proses pelaksanaan pembangunan berjalan lancar tanpa adanya rintangan ataupun permasalahan saat pengerjaannya, karena sebelum pelaksanaan dilakukan musyawarah bersama dengan masyarakat terutama masyarakat yang ada disekitar lokasi JUT.

"Dengan melibatkan masyarakat setempat, Alhamdulillah semuanya lancar," ungkap Rhomli, kepada PNews di ruang kerjanya.(29/05)

Selain Pembangunan JUT, kata Rhomli, DD tahun juga dialokasikan untuk pembangunan posyandu.

Ia menambahkan, dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat desa khususnya dalam bidang pertanian tentunya harus ada faktor penunjang yang memadai, salah satunya pembangunan akses jalan yang dapat menyentuh langsung ke lahan pertanian sehingga memudahkan para petani dalam mengakomodasi hasil pertanian dengan biaya transportasi yang lebih ringan.

Pada awalnya sebagian jalan tersebut kondisinya sempit dan buntu, namun setelah melalui musyawarah desa dan berdasarkan kebutuhan kini jalan tersebut dibuka dan di sedikit perlebar.

"Sehingga sekarang jalan untuk menuju ke area pertanian pun lebih mudah dan diharapkan ekonomi masyarakat bidang pertanian bisa lebih meningkat," imbuhnya.

Warga pun menyambut senang karena selain bagus kondisi Jalan Usaha Tani yang semula rusak dan becek saat musim penghujan, kini sudah bagus dan sedikit lebar.

Menurut salah seorang warga, kini masyarakat pun bisa lebih nyaman saat mengangkut hasil pertaniannya dari sawah atau kebun mereka.

"Ini berkat sinergitas pemerintah desa, BPD, LPM dan peran serta tokoh masyarakat," ungkapnya.

Sementara menurut Ketua BPD Ciandum Charli Suharli, ia mengaku bersyukur dan bangga atas kepimpinan Kepala Desa sekarang, karena setiap ada pembangunan selalu musyawarah bersama tokoh masyarakat dan lembaga yang ada di desa seperti BPD dan LPM.

"Alhamdulillah pembangunan di Desa Ciamdum berjalan lancar dan BPD selalu bersinergi," ucapnya.(anwarwaluyo)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN