Sate Daging Sapi Muda Jadi Menu Paforit Di Lesehan Saung Ranggon Maya Emplak


PANGANDARANNEWS.COM
- Ingin mencicipi aneka makanan sate dari olahan daging sapi muda dengan cita rasa yang berbeda, tempatnya ada di Rumah makan lesehan Saung Ranggon Maya yang berlokasi di rest area bunderan Desa Emplak Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran.

Selain rasanya yang lezat, dagingnya juga empuk ditambah aneka bumbunya yang komplit serta dipadukan sayuran yang masih segar dengan sambal sebagai ciri khasnya membuat selera makan pun akan bertambah.

Rumah makan lesehan Saung Ranggon Maya, dengan bangunan unik menggunakn serba kayu terletak di simpang tiga tepatnya arah ke obyek wisata Pantai Karapyak menjadi tempat strategis untuk pengunjung menikmati kudapan sate ditambah lagi ada temat untuk bersewa poto dilokasi tersebut.

Menurut salah seorang pengunjung asal Bandung, ia mengaku sering berkunjung ke Lesehan Saung Ranggon maya saat akan liburan ke pantai Pangandaran.

"Biasanya kalau berlibur ke Pangandaran pasti saya dan keluarga mampir ke Lesehan ini Saung Ranggon Maya, " Ungkap Wawan pada PNews.(12/02)


Selain tempat parkirnya luas kata wawan, bangunannya juga bagus buat selfie bersama keluarga.

Masih kata Wawan, Lesehan Saung Ranggon Maya memiliki berbagai menu makanan  namun ia memilih sate sapi muda menjadi menu favoritnya karenan selain rasanya enak dagingnya juga empuk dibalut bumbunya yang banyak.

"Harganya pun sangat terjangkau sehingga pas untuk makan bersama rekan dan keluarganya, "imbuh Wawan.

Samentara pemilik Lesehan Saung Ranggon Maya, membenarkan olahan sate daging sapi muda merupakan menu andalan di tempatnya, pasalnya di Pangandaran masih jarang menemukan sate dengan daging sapi masih muda.

"biasanya pengunjung yang mampir kesini rata-rata memesan sate sapi muda, sebab menurut mereka rasanya beda dengan sate di tempat lain, "paparnya.(bill)

Ketua DPRD Pangandaran: "Pers Bisa Jadi Alat Informasi dan Promosi"


PANGANDARANNEWS.COM
- Di depan puluhan awak media saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN), Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin menyampaikan, informasi publik yang di sampaikan pers harus mampuh menyuguhkan sebuah kebenaran yang bisa mengedukasi masyarakat.

Pers juga, kata Asep, harus bisa memberikan informasi yang aktual dan jujur sehingga sampai kepada masyarakat secara utuh.

"Selain itu pers juga harus bisa menjadi alat informasi promosi  untuk Kabupaten Pangandaran, "ujar Asep, dalam percakapan dengan sejumlah wartawan di kawasan pantai timur.(11/02)

Ia juga mengatakan, atas nama DPRD Kabupaten Pangandaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional yang tahun 2023, semoga insan pers semakin solid dan terus semangat berkarya dalam menyajikan berita-berita yang aktual dan berimbang.

"Pada Hari Pers Nasional ini saya berharap menjadi momentum bagi para insan pers, baik jurnalis dan perusahaan media untuk terus menjaga kuliatas kerja-kerja jurnalistik di era digital saat ini, "tuturnya. (TnT)

KKN 68 Unpad Di Ponpes Bani Husen Pangandaran Cetuskan Program Peningkatan Kualitas Kesehatan Pondok Pesantren


PANGANDARANNEWS.COM
- Berawal dari permasalahan  yang ada di Pondok Pesantren, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 68 Unpad bersama Pondok Pesantren Bani Husen berhasil temukan sejumlah solusi untuk mengatasi problem-problem yang ada di pondok pesantren.

Demikian disampaikan pimpinan tertinggi lembaga eksekutif mahasiswa yang ada di PSDKU Unpad, Muhammad Fauzan Nabil, saat dijumpai di Pondok Pesantren Bani Husen - Kabupaten Pangandaran.(09/02)

Menurut Muhamad Fauzan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan sebuah program yang berisi penerapan keilmuan tertentu yang dipelajari mahasiswa untuk diaplikasikan kepada masyarakat sekaligus memberikan kontribusi dalam mencari solusi atas permasalahan tertentu yang terjadi pada masyarakat.
KKN juga imbuhnya, merupakan ajang bagi para mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas mereka sambil mengenal kehidupan sosial di dalam masyarakat dan tidak sekedar bagaimana menyampaikan keilmuan mereka kepada masyarakat, mahasiswa juga dituntut supaya dapat berkolaborasi bersama masyarakat setempat untuk menciptakan terobosan baru didalam kehidupan masyarakat setempat.

Dan hal tersebutlah yang dilakukan tim KKN 68 dari Universitas Padjadjaran dengan mengusung tema “Penyuluhan dan Pelatihan Kader Pesantren Peduli Penyakit Kulit (Scabies) di Pondok Pesantren Bani Husen - Kabupaten Pangandaran.

"Kelompok KKN ini bekerja sama dengan Pondok Pesantren Bani Husen untuk melakukan berbagai terobosan dalam mengatasi permasalahan kesehatan di pondok pesantren, "kata Muhamad Fauzan.

Tidak sekedar menyampaikan informasi dalam bentuk penyuluhan yang bersifat satu arah, namun kata Fauzan, mereka justru melakukan kerjasama bersama pondok pesantren untuk menciptakan berbagai program baru sebagai terobosan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada bahkan siap menjadikan Pondok Pesantren Bani Husen sebagai percontohan bagi pesantren lainnya yang ada di Jawa Barat.

Fauzan menambahkan, program kolaborasi yang dilakukan kelompok KKN 68 Unpad bersama dengan Pondok Pesantren Bani Husen ini antara lain, pemeriksaan kesehatan pada santri, pembentukan dokter kecil, pembentukan sistem lingkungan pesantren berbasis PHBS, penyuluhan kesehatan yang dikolaborasikan dengan budaya pondok pesantren, gerak sehat bersama santri, hingga terlibat dalam perayaan hari besar pondok pesantren. Berbagai program yang dilakukan merupakan hasil dari observasi mendalam yang kemudian hasil observasi tersebut dirumuskan dengan berbagai metode mulai dari metode Design Thinking, SWOT, dan SCAMPER yang kemudian diolah kembali dengan memasukan berbagai teori di dalamnya yang berasal dari basis keilmuan berbeda, mulai dari Medical Complex, Saintek, hingga Soshum.

Bahkan berkat dukungan penuh pihak Pondok Pesantren Bani Husen, kelompok KKN ini mampu mengkolaborasikan pencegahan dan penanganan terhadap Scabies dan penyakit lainnya yang mungkin terjadi di ondok pesantren dengan menggabungkan sudut pandang keilmuan modern seperi kedokteran dengan sudut pandang keagamaan dalam perihal menjaga kebersihan dan kesehatan.

Fauzan mengatakan, kelompok KKN ini didampingi oleh dr. Budi Sujatmiko M.Epid selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) yang berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Beranggotakan 16 orang dari berbagai jurusan dan asal daerah, kelompok KKN ini dipimpin oleh Muhammad Fauzan Nabil yang juga merupakan pimpinan tertinggi pada lembaga eksekutif mahasiswa yang ada di PSDKU Unpad. Empat orang dari Fakultas Kedokteran yaitu Belgia Basyirasaniyanti, Putri Aulia Nur Ichsian, M. Zidan Anandika, dan M. Farrel Ridho. Empat orang dari Fakultas Ilmu Budaya yaitu: Ismi Yasmin, Rizki Isnan, Maulida Ratna Dewi, dan Riendani Rizkya Putri. Satu orang dari Fakultas Farmasi yaitu: Lena Wensa Lumban. Dua orang dari Fakultas Peternakan yaitu: M. Adika Febriansyah dan Musthofa Ridlo. Satu orang dari Fakultas Hukum yaitu: Raka Firman Sonjaya. Satu orang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik yaitu: Difa Ghissani. Satu orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yaitu: Syahla Schiffer Shekila.

"Dan sua orang dari Kampus PSDKU Pangandaran yaitu saya sendiri dan Syarifudin, "ucapnya.


Kata Fauzan, kegiatan ini berlangsung mulai dari tanggal 6 Januari 2023 hingga 6 Februari 2023 dan pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi beberapa tahapan yang dimulai dari pembentukan tim khusus berdasarkan keilmuan pada pekan pertama yang kemudian dilakukan tahap observasi dan berbagai kegiatan lainnya hingga akhirnya ditutup oleh tahap intervensi lapangan serta penetapan tim dokter kecil secara simbolis.

Sementara pengurus Pondok Pesantren Bani Husen, Misbahudin, S.Pd.Si menuturkan, selama kegiatan KKN ini berlangsung ia selalu mendampingi dan memberikan pengarahan mengenai tindakan apa yang efektif untuk diterapkan di lingkungan Pondok Pesantren Bani Husen.

Menurut pria yang akrab disapa Mas Saepul ini, ia pun tidak jarang menyempatkan waktunya di sela-sela kesibukan untuk bercengkrama dan berdiskusi bersama rekan-rekan mahasiswa sambil bercerita bagaimana kehidupan setelah selesai dari bangku perkuliahan.

"Dalam beberapa pernyataannya bahwa menjadi penting bagi mahasiswa untuk menerapkan keilmuan yang dipelajari tersebut kepada masyarakat semisal melalui kegiatan seperti KKN kali ini, "ujar Saeful.

Menurut Saeful pihaknya tidak sekedar mendukung kegiatan KKN ini, namun ia juga berharap ada kegiatan kolaboratif sejenis kedepan yang dapat diadakan di lingkungan masyarakat manapun sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Atas nama Pondok Pesantren Bani Husen, ia juga mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang sudah berkolaborasi bersama kami dalam menciptakan lingkungan pondok pesantren ini menjadi lebih nyaman.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Pondok Pesantrwn Bani Husen, Maskuri Sudrajat, S.Pd.I. atau yang akrab disapa Kang Maskuri, mengatakan, ia mendukung penuh segala kegiatan yang dilakukan rekan-rekan mahasiswa ini yang tidak sekedar membawa teori, tapi juga melakukan penerapan keilmuan secara maksimal.

Maskuri menyebut, program kerja yang mereka laksanakan didasari oleh hasil observasi yang dikolaborasikan dengan teori serta masukan maupun saran dari pengurus pondok pesantren sehingga Pondok Pesantren Bani Husen pun mendukung penuh program ini. Sebab selama kegiatan ini dilaksanakan.

Pondok Pesantren Bani Husen juga kata Maskuri, memberikan dukungan SDM untuk membantu kelompok KKN dalam melakukan terobosan di lingkungan Pondok Pesantren. Bahkan dalam beberapa kali kesempatan ia pun terjun kelapangan untuk mendampingi rekan-rekan KKN mahasiswa.

“Program KKN ini merupakan sebuah terobosan bersama, dan ini bukan soal siapa atau pihak mana yang bergerak lebih besar namun ini tentang bagaimana sinergitas mahasiswa dan masyarakat mampu berkolaborasi menciptakan solusi dalam menyelesaikan masalah serta terobosan lainnya dalam menghadapi kehidupan, "tegasnya.

KKN ini menurutnya memang hanya berlangsung selama satu bulan namun ia yakin dan percaya bahwa kolaborasi ini akan menimbulkan implikasi yang berkelanjutan pada lingkungan yang ditinggalkan.

Maskuri juga berharap, semoga apa yang dilakukan Kelompok KKN 68 Unpad yang berkolaborasi dengan Pondok Pesantren Bani Husen ini dapat menjadi contoh bagi khalayak banyak untuk saling berlomba dalam kebaikan. Karenan jika bukan mahasiswa yang terjun ke masyarakat, kepada siapa masyarakat akan berharap perubahan.

Maskuri juga mengatakan, dari kegiatan KKN ini telah berhasil mencetak beberapa kader kesehatan di Pondok Pesantren Bani Husen yang siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman untuk seluruh warga Pondok Pesantren Bani Husen. (TnT)

KPU Pangandaran Lakukan Verfak Untuk Syarat Dukungan Calon DPD RI


PANGANDARANNEWS.COM
-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran bersama PPK dan PPS melakukan verifikasi faktual (verfak) syarat untuk dukungan perseorangan bagi bakal calon anggota DPD RIPemilu 2024.

Kepada sejumlah wartawan Ketua KPU Pangandaran Muhtadin yang didampingi Kadiv Teknis Andis Dedi Supriadi mengatakan, berdasarkan ketentuan pasal 106 PKPU No. 10 Tahun 2022, KPU Pangandaran dengan melibatkan PPK dan PPS saat ini melakukan verifikasi faktual syarat dukungan bagi calon DPD setelah sebelumnya melewati tahapan verifikasi administrasi.

Tahapan verifikasi administrasi perbaikan telah selesai, dan  selanjutnya kata Muhtadin,  dilakukan verfak untuk memastikan dukungan masyarakat kepada masing-masing bakal calon.


Muhtadin menjelaskan, ada 56 calon DPD di Jawa Barat yang memasuki tahapan Verfak, dan ada 13 calon DPD dengan 803 data sampling muncul sebagai sampel dukungan di Kabupaten Pangandaran yang saat ini akan dilakukan verfak ke lapangan.

"Jadwal pelaksanaan tahapan verifikasi faktual ini dilaksanakan mulai tanggal 6 sampai 26 Februari 2023 untuk memastikan alamat domisili warga sesuai e-KTP yang sudah diverifikasi sebelumnya, "jelas Muhtadin.(09/02)

Sementara Kadiv Teknis, Andis Dedi Supriadi menambahkan, mekanisme verifikasi faktual ini dilakukan dengan metode door to door.

Andis mengatakan, pihaknya langsung turun ke lapangan secara door to door menemui satu persatu warga yang menjadi pendukung calon DPD sesuai alamat domisili e-KTP  untuk memastikan kebenarannya,.

"Tahapan ini dilakukan mengacu pada Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2022 tentang pencalonan perseorangan peserta pemilihan umum anggota dewan perwakilan rakyat, "ucap Andis. (PNews)

Tingkat Melanjutkan Pendidikan Masyarakat Pangandaran Ke Perguruan Tinggi Saat Ini Masih Rendah


PANGANDARANNEWS.COM
- Tingkat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi masyarakat di Kabupaten Pangandaran terhitung masih sedikit, dari data yang ada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangandaran masyarakat Pangandaran yang tamatan SD dan sederajat mencapai 166.725  orang, lulusan SMP sederajat sebanyak 67.777 orang dan lulusan SMA sederajat sebanyak 46.599 ribu orang, lulusan diploma I dan II 1.641  orang, lulusan diploma III 2.539 orang dan lulusan strata I (S1) sebanyak 10.436  orang.

Sementara yang melanjutkan pendidikan hingga S2,  651 orang dan S3 sebanyak 29 orang.

Seperti disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kabupaten Pangandaran, Andi Purnomo, jumlah warga yang belum sekolah sebanyak 108.898 orang.

"San untuk yang belum tamat sebanyak 27.796 orang," jelas Andi. (8/2).

Andi menambahkan, data tersebut diterbitkan pada semester I tahun 2022 lalu. dan yang melanjutkan kuliah atau diplima IV hanya sekitar 10  orang.

Dari jumlah penduduk Kabupaten Pangandaran 433.091 jiwa, kata Andi, jumlah laki-laki sebanyak 216.900 orang dan perempuan  216.191 orang.(PNews)

Dari Rumahnya, Seorang Pengrajin Kayu Asal Padaherang Hasilkan Cuan Puluhan Juta


PANGANDARANNEWS.COM
- Saking, seorang pengrajin kayu di Rt 05/02 Dusun Nagrak Desa Karangsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, dari produksi yang dikerjakan di rumahnya bisa menghasilkan omzet puluhan juta rupiah dalam waktu satu minggu.

Ia yang mengawali usahanya sejak tahun 1993 mangaku sebelumnya pernah merantau ke kepulaun Mentawai Provinsi Sumatera Barat untuk mencari modal serta untuk membeli peralatan mesin kayu, hinggae, dan stelah berhasil mengumpulkan modal ia pun pulang ke kampung halamannya membuka usaha sendiri hingga usahanya ini dibanjiri pesanan. 

Dari produk kayu yang dihasilkannya ini menurut Saking membandrol mulai dari harga Rp 14 juta untuk per-rumah hingga senilai Rp 50 juta.

"Harga ini m tergantung jenis dan kualitas kayu yang dipesan konsumen, "jelasnya pada PNews, saat ditemui di bengkel kerjanya.(08/02)

Dengan dibantu tiga orang karyawan, dan dari hasil produksinya ini, kata Saking, sudah menyebar ke beberapa wilayah di Pangandaran bahkan sampai keluar provinsi.

Saking mengatakan, untuk  daerah sekitat tempat tinggalnya sudah hampir semua memakai jasanya.

"Tak hanya di Pangndaran saja, saya juga memasarkan produk saya ini ke Subang, Bandung dan kota lainnya, "imbuhnya. 

Jenis pesanan konsumen sangat bervariasi, mulai jendela, kusen, pintu dan lain-lain yang terpenting menurutnya berbahan kayu. Dan sekarang yang lagi ramai, konsumen memilih dari kayu laban.

"Selain waktu pekerjaan tepat waktu saya juga selalu mengutamakan kualitas, itu yang membuat konsumen puas menggunakan produk saya, "ucanya. (bill)

Di Kecamatan Padaherang Pupuk Bersubsidi Dijual Di Atas HET ?


PANGANDARANNEWS.COM
- Toko Rasih yang berlokasi di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran diduga menjual pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), dan toko tersebut ternyata tidak memiliki izin usaha.

Seperti disampaikan pemilik toko, Rasih, ia mengaku toko miliknya yang menjual pupuk bersubsidi tidak memiliki izin resmi saat melayani ke tiga Kelompok Tani Sri Rahayu.

"Saya kebetulan hanya melayani kelompok tani saja, "kata Rasih. (07/02)

Rasih juga mengaku mendapatkan pupuk bersubsidi yang ia jual siperoleh dari H. Tasdi pemilik kios resmi yang berlokasi di Dusun Cihideung Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang.

Dia mengatakan per-satu musim panen toko miliknya memerlukan 1ton pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan kelompok tani  dan menjualnya diatas harga eceran.

"Kalau masalah harga mah saya lihat harga padi soalnya kan dihutangkan ke petani jadi dibayar setelah panen, " ungkapnya.

Rasih menjelaskan, ia membeli pupuk urea dengan harga Rp 120 ribu/per karung dan menjual ke kelompok dengan harga Rp125 Ribu.

Saat ditemui terpisah, pemilik kios resmi H Tasdi yang menjual pupuk pada Rasih, tidak ada di tempat, hanya ada anaknya, Anggi yang dipercaya mengelola usaha ayahnya.

Kepada PNews, Anggi membenarkan Rasih memang  mengambil pupuk dari kiosnya miliknya dengan harga sesuai HET, namun Anngi juga mengetahui jika Rasih menjual di atas HET.

"Kalau beli dari saya  sesuai HET, namun Ibu Rasih menjual ke petani dengan selisih Rp 5 ribu, itu mungkin untuk ongkos kirim saja soalnya saya bilang k jangan terlalu tinggi menjual ke perani, " terang Anggi.

Anggi juga menympaikan agar hal tersebut tidak menyalahi aturan dan ada kesepakatan antara penjual dan pembeli dan yang penting tidak ada yang dirugikan karena pembayaran dari petani pun dibayar setelah panen (6 bulan). Hal ini juga sepengetahuan Balai Pelatihan Pertanian (BPP), namun sayang BPP tidak pernah mengarahkan untuk membuat surat perizinan atau surat rekomendasi dari BPP terkait menjual pupuk bersubsidi.

Sementara dikonfirmas melelui telelon cullernya penyuluh di BPP Jecamatan Padaherang, Kurniadi, A.Md mengaku ia  tidak mengetahui Kelompok Tani Sri Rahayu, bahkan kelompok tersebut tidak terdapatar di simluhtan begitu juga dengan toko Rasih yang tengah menjual pupuk bersubsidi, tidak ada koordinasi dengan BPP.

Dulu, kata Kurniadi memng sempat beroprasi tapi sekarang  sudah berhenti pas diberlakulan kartu tani.

"Nah untuk yang sekarang mah saya tidak tahu, " ungkapnya.

Kurniadi juga mengaku tidak mengetahui kios resmi milik H Tasdi yanh membuat ranting karena tidak ada koordinasi dengan BPP.

"Mungkin kalau ada koordinasi dari awal akan kami beri arahan, "imbuhnya.(bill)

Komisi II DPRD Pangandaran Pastikan Pembangunan Irigasi di Kecamatan Mangunjaya Sesuai Perencanaan


PANGANDARANNEWS.COM
-Irigasi mempunyai peran sangat penting dalam upaya peningkatan produksi pertanian untuk swasembada beras ke arah peningkatan ketahanan pangan, sehingga nantinya bisa  tercapai kedaulatan pangan. 

Untuk mengoptimalkan lahan-lahan sawah khususnya penataan fungsi tata kelola air di lahan sawah tadah hujan, seperti wilayah Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran yang mayoritas penduduknya bertani padi.

Dengan kondisi lahan sawah yang mengandalkan curah hujan tentunya pihak pemerintah bisa memberikan solusi untuk membantu dengan berbagai program pertanian, dengan harapan hasil produtifitasnya akan meningkat.

Tak hanya pemerintah, DPRD pun bisa hadir untuk terus mengawal program-program dalam rangka peningkatan  pertanian tersebut.

Seperti yang dilakukn Pimpinan Komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran Endang Ahmad Hidayat bersama anggotanya Nia Sumiasari melakukan kunjungan kerja bersama Kepala Seksi Pembenihan dan Perlindungan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Pangandaran, Restu Gumilas SP
serta didampingi Kepala Desa Jangraga Fery Keftina, Ketua Kelompok Mulya Jaya 2 H Adang beserta anggotanya, melihat langsung saluran air irigasi yang pengerjaannya sudah dilaksanakan pembangunannya pada bulan ini.


Program pembangunan irigasi senilai Ro 71.250 yang bersumber dari (Dana Alokasi Khusus (DAK) ini sudah selesai dan sudah bisa di lmanfaatkan oleh para petani yang ada di Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya.

Kepada PNews, Ketua Komisi II DPRD Pangandaran Endang Menjelaskan, kegiatan ini untuk mengevaluasi progran yang ada di Dinas Pertanian sesuai dengan anggaran anggaran yang ada di APBD.

Endang mengatakan, pihaknya langsung turun ke lapangan bersama anggota untuk mengawasi dalam penggunaan APBD, apakah sudah sesuai atau tidak.

"Saat ini kami melihat langsung irigasi yang sudah dikerjakan oleh Dinas Pertanian dan alhamdulillah hasilnya bagus serta manfaatnya pun sudah bisa dirasakan masyarakat, khususnya petani, "ucap Endang.(06/02) *TnT*

Persiapan Jelang Pemilu, DPD PKB Pangandaran Gelar PKP


PANGANDARANNEWS.COM
- Bertempat di Hotel Jeng Ratu, Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Pangandaran gelar Pendidikan Kader Pertama (PKP) Kader Loyalis.(5/02)

Kegiatan ini juga turut dihadiri Wakil Sekretaris DPW PKB Jabar Jajang Jalaludin, Ketua Dewan Suro DPC PKB Pangandaran H. Ahmad Irfan Awami, Sekretaris Dewan Suro Jalaludin, Ketua DPC Otang Tarlian, Wakil Ketua DPC Subaryo, Sekretaris DPC Encep Najmudin, Bendahara DPC Haer Serta 60 Peserta Pendidikan Kader Pertama (PKP).

Seperti yang disampaikan ketua DPC PKB Kabupaten Pangandaran Otang Tarlian, agenda PKP ini sudah ditentukan oleh DPP terkait  kader Loyalis yang memiliki tugas menjadi mesin penggerak pemenangan di setiap wilayah, sehingga target-target seperti pileg, pilpres dan sebagainya maampu dicapai dan usahakan.

Selain itu, ujar Otang, dalam kegiatan tersebut juga ditanamkan misi ideologi yang akan dijadikan dasar pergerakan PKB. 

"Sehingga kader Loyalis ini akan menjadi caleg atau pemimpin di masa depan, "ucap Otang. 

"Dan dia lanjut otang, tidak hanya memimpin tapi dia (kader) juga punya tujuan, punya ideologi dan punya dasar, sehingga diharapkan peserta PKP ini bisa menyelesaikan pendidikannya dalam waktu satu hari satu malam dengan hasil maksimal,  karena seperti diketahui tahu ini merupakan tahun politik.

Otang menyebut PKB menargetkan 100% dari yang telah dicapai pada hari ini oleh PKB dengan 5 kursi dan targetnya adalah 10 kursi atau paling tidak bisa mendapatkan 8 kursi karena asumsi PKB bisa mengusung calon bupati dan wakilnya yang mengharuskan minimal 8 kursi.

Ia menilai keinginan tersebut sangat logis karena per-Dapilnya kini sudah mendapatkan satu kursi dan ia ingin menambah satu kursi lagi. 

"Sejauh ini kami terkendala dengan bacaleg gender, salah satunya terkait izin suami, "terangnya.

Di tempat yang sama Wakil Sekertaris DPW PKB jabar, Jajang Jamaludin menuturkan, kegiatan ini sangat bagus dan ia berharap dengan kegiatan tersebut bisa memiliki kader yang militan dan loyal terhadap partai. (bill)

Panwaslu Kecamatan Mangunjaya Hari Ini Lantik Sejumlah Pengawas Desa


PANGANDARANNEWS.COM
- Bertempat di aula Desa Mangunjaya, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslu) Mangunjaya siang tadi melaksana pengambilan sumpah jabatan dan pembekalan untuk Panwaslu yang akan bertugas di desa pada pemilih umum tahun 2024 Se-Kecamatan Mangunjaya.(05/03)

Selain dihadiri Ketua Panwaslu, kegiatan tersebut juga dihadiri Doramil Padaherang, Polsek Padaherang dan Ketua PPK Kecamatan Mangunjaya.

Kepada PNews ketua Panwaslu Kecamatan Mangunjaya Aan johar Ma'mun mengatakan, pelantikan yang dilaksanakan hari ini sudah melalui beberapa tahapan.

"pada tanggal 14 januari kita mulai membuka pendaftaran untuk rekrutmen dan ditetapkan yang terpilih pada tanggal 4 januari, dan hari ini dilksankan pelantikannnya, "ungkap Aan.


Aan mengatakan, di Kecamatan Mangunjaya terdapat 5 desa,  Desa Sindang jaya, mangunjaya, Jangraga, Sukamaju dan Sesa Kertajaya. Dan jumlah pengawas desa (PKD) ada 5 orang, karena satu pengawas untuk satu desa.

Tugas PKD ini, jelas Aan, mengacu pada undang-undang No 7 tahun 2017 yang di dalamnya terdapat tugas Panwaslu kelurahan atau desa.

"Insya Alloh orang-orang terpilih ini hasil dari penilaian kita di tahapan-tahapan wawancara karena tidak ada penilaian di CAT, "jelasnya.

Aan menilai respon dari masyarakat Kecamatan Mangunjaya sangat bagus dan antusias masyarakat sangat tinggi, ini dibukrikan dengan jumlah pendaptar ada tiga orang per desanya.

Aan juga berharapkan kepada pengawasan yang terpilih supaya bisa menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh.

"tentunya dengan tetap berpegang teguh dengan aturan-aturan yang berlaku, " katanya.(bill)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN