PSSI KIRIM PANGANDARAN FC IKUTI PIALA SURATIN U-16-17

BEKASI-PSSI Kabupaten Pangandaran melalui Tim Pangandaran FC beberapa hari lalu  mengirimkan squad U 16-17  untuk mengikuti Piala Suratin tahun 2016 yang digelar di Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi.

Tim sepakbola Pangandaran FC berada di grup G bersama Persikasi Bekasi Kota, Persipasi Kabupoaten Cirebon dan Binaputra FC Cirebon.

Hasil pertandingan, tim Pangandaran mengalami  kekalahan 1-2 saat menghadapi tim Perkasi Kota Bekasi. Sementara pada pertandingan melawan Cirebon Pangandaran FC mengalami kekalahan telak 1-11 saat bertanding dengan 8 pemain saja karena pemain banyak yang cedera.

Menurut salah seorang pengurus Pangandaran FC, Yedi, dipastikan timnya tidak akan lolos di grup G dan sudah pasti tidak bisa melaju ke babak selanjutnya.

“Hari ini tinggal menyisakan 1 pertandingan melawan Persipasi Kabupaten Cirebon jam 14.00 sore. “Terang Yedi saat dihubungi lewat telephon celullernya.(26/10).

Ditambahkan Yedi, even  ini kita jadikan ajang ini sebuah pembelajaran dunia sepakbola Kabupaten Pangandaran untuk bisa lebih eksis dengan segala persiapan baik skil dan teknik pemain, pelatih dan seluruh elemen pencinta sepakbola.

“Jelas kita masih tertinggal jauh dengan tim-tim dari daerah lain, usia kita kan baru 4 tahun…”ungkap Yedi.

Menurut Yedi, pihaknya tetap bersyukur bisa tampil di Piala Suratin ini walau tidak disertai raihan prestasi.

“Kita masih harus terus membenahi dunia persepakbolaan Kabupaten Pangandaran. “pungkasnya. (Isis Koswara).

4 TAHUN PANGANDARAN DALAM BINGKAI DINAMIKA DEMOKRASI TAMANSARI

CIJULANG-Kebersamaan merupakan modal utama untuk menentukan keberhasilan proses pembangunan dan penyelenggaraan pemerintah Kabupaten Pangandaran sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) yang baru berusia 4 tahun. Kebersamaan sebuah keniscayaan dan semangat kebersamaan bekal pertama untuk menjaga suasana yang kondusif sebagai persyaratan utama agar proses pembangunan dapat berjalan berjalan dengan baik dan sukses.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya dihadapan sidang paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 4 yang dihadiri seluruh pimpinan dan anggota DPRD Pangandaran, Bupati dan ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Depok, Brebes, Cirebon, Tasikmalaya, Sumedang, Sukabumi, Banyumas, Kota Tasikmalaya dan Banjar.

“Dengan tema nyambungkeun tali silaturahmi piken ngarumat pangandaran, kita bersatu padu seluruh komponen masyarakat untuk bahu membahu membangun pangandaran tercinta. “ungkap Jeje.(25/10).

Menurut Jeje, dinamika yang dibangunnya adalah dinamika demokrasi tamansari, biarlah semua warna-warni bunga tumbuh mengiasi tamansari. Karena dengan aneka warna bunga yang menghiasi, tamansari itu semakin indah.

“Keindahan tamansari itu karena indahnya warna-warni bunga yang tumbuh disana. “lanjutnya.

Usia pemerintahan belum genap 9 bulan dibawah kepemimpinan Jeje Wiradinata-Adang Hadari, menurut Jeje, saatnya menjawab harapan masyarakat Pangandaran. Bukan hanya mengumbar janji pemanis dan retorika politik, pemerintah harus bisa hadir di tengah harapan rakyat.

“Kami konsolidasi dulu di internal pemerintahan, DPRD dan komponen masyarakat untuk menyamakan visi dan langkah yang akan ditempuh. “imbuh Jeje.

Lebih jauh Jeje, menyampaikan, Kebijakan makro, konsolidasi fiskal baik secara horizontal atau vertikal, merupakan agenda selama kurun waktu 8 bulan pemerintahan berjalan. Aparatur pemerintahan harus kerja keras, hilangkan ego sektoral dan bekerja penuh tanggungjawab.  Mmembangun soliditas antara pemerintah dan masyarakat untuk menata kebijakan yang ujungnya mengkerucut pada tujuan utama, untuk kesejahteraan rakyat.

Komitmen yang dibangun dengan legislatif harus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Langkah strategis sistematis dan pembahasan arah kebijakan makro lima tahun kedepan, lanjut Jeje, sudah teruang pada RPJMD 2016-2017 dan RPJP Daerah 1 tahun kedepan serta sudah dibuat program studi penjabaran 1 tahun dalam bentuk RKPD 2017.

Diakui Jeje, DOB Kabupaten Pangandaran dalam usianya ke 4, tentunya masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan 26 kabupaten/kota lain di Jawa Barat.

“Kami tetap bersyukur, pangandaran dengan anugerah Tuhan diberi kekayaan serta potensi alam yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat. “lanjut Jeje

Pada kesempatan lain, Jeje pun mengucapkan terimaksih kepada seluruh pejuang pemekaran Kabupaten Pangandaran, pada pejabat Bupati H. Endjang Naffandi dan H. Daud Achmad yang sudah mengawali meletakan fondasi pemerintahan.

“Mudahan-mudahan Alloh senantiasa memberikan kesehatan, amien. “ungkapnya lagi. (hiek)

27 SMK IKUTI EPITECH 2016 JAWA BARAT DI PANGANDARAN


PANGANDARAN-Pameran Pendidikan Kejuruan Epitech-XI Jawa Barat tahun 2016 SMK dan bursa kerja yang diselenggarakan di kabupaten Pangandaran, resmi dibuka, selasa (25/10). Kegiatan yang diikuti perwakilan SMK 27 kabupeten/kota di Jawa Barat serta jaringan perusahaan nasional dan multinasional ini akan berlangsung hingga 27 Oktober di Lapangan Boulevard, Pangandaran.

Pembukaan Epitech XI yang dihadiri Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah 4 Jawa Barat, Deddy Gurnadi, kepala Dinas Pendidikan jabar, Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari dan seluruh peserta, walau dalam guyuran hujan, tapi acara tetap berjalan meriah.

Dalam sambutannya atas nama gubernur, Kepala BKPPB, Deddy Gurnadi mewakili Gubernur, menyampaikan, pemprop jabar punya perhatian dan sangat memperioritaskan pengembangan sekolah kejuruan (SMK), karena seluruh lulusannya diharapkan bisa membantu mengembangkan dan  punya daya saing tinggi  bidang perekonomian.

“Ini sangat penting, apalagi sejak diberlakukan MEA, persainganusaha usaha semakin ketat. “ungkap Deddy.

Ditambahkan Deddy, lulusan SMK sekarang sangat dibutuhkan dunia industri, hingga tak heran, minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMK setiap tahun terus meningkat.

Sementara, usai melihat stan peserta pameran, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada wartawan, mengaku merasa senang karena acara Epitech tahun 2016 diselenggarakan di pangandaran. Menurut Jeje, Ini kesempatan pangandaran untuk mengejar ketertinggalan yang ada di SMK kabupaten/kota lain.

“Momen ini bisa dijadikan ajang belajar untuk seluruh SMK yang ada di pangandaran. “Kata Jeje.

Pangandaran, lanjut Jeje, punya potensi ekonomi tinggi tentu nantinya akan membutuhkan tenaga kerja lulusan SMK. Jadi lulusan SMK Pangandaran tidak usah mencari pekerjaan ke luar daerah, sebab banyak hal yang bisa dikembangkan dan menjadi peluang usaha di kampung sendiri.

“Sebagai daerah tujuan wisata, itu merupakan salah satu potensi yang kita miliki dan bisa menjadi peluang. Sementara untuk sektor industri, kita belum berpikir kea rah sana. “imbuh Jeje.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Pangandaran, DR. H. Sobirin, S.Pd, M.Pd mengatakan, Pameran Pendidikan Kejuruan Epitech-XI Jawa Barat tahun 2016 SMK  ini selain menjadi ajang  visualisasi hasil pendidikan SMK se-Jawa Barat, juga menjadi job fair (bursa kerja) karena kegiatan ini juga dihadiri 25 perusahaan yang menawarkan kerja bagi luilusan SMK unggulan di seluruh kabupaten/kota.

“Untuk pangandaran sendiri, pada acara ini mengikut sertakan 14 SMK. “Terang Sobirin. (hiek)

IING SYAM ARIFIN: "MASALAH BPR BKPD SUDAH ADA KESEPAKATAN BERSAMA.”


CIJULANG-Peralihan asset BUMD Kabupaten Ciamis, PDAM dan BPR BKPD Pangandaran dan Cijulang
ke Pemkab Pangandaran, hingga sekarang masih dalam proses pengalihan.

Demikian dikatakan Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin kepada sejumlah media usai menghadiri rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandarn ke 4 di gedung Da’wah Cijulang.

“Kita tunngu saja, tapi PDAM tadi sudah kami tawarkan ke pangandaran, besok juga kalau mau diambil, silahkan.”Kata Iing.(25/10).

Tapi menurut Iing, Pemkab Pangandaran belum siap karena menejmennya memang belum siap, jika dipaksakan, dikhawatirkan nanti akan rugi karena beban biaya besar tapi jumlah konsumennya sedikit.

“Makanya kami terus melakukan sharing.  “terang Iing.

Dan masalah BPR BKPD Pangandaran dan Cijulang, lanjut Iing, setelah ada kesepakatan dan MOU tertulis dengan Pemkab Pangandaran akan dikerjasakmakan.

“Antara Pemkab Ciamis dan Pangandaran, waktu lalu sudah dibuat surat kesepakatan bersama yang ditandatangani kedua pemkab. “terangnya lagi.

Sementara untuk masalah perhutani, masih kata Iing, harus dikonsultasikan dulu ke pusat, sebab banyak konsep-konsep yang diraskan merugikan ciamis. (AGE)

MAHMUD, SH, MH: “INI KETERLALUAN DAN HARUS DIBERI PERINGATAN…”


PARIGI-Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH, MH merasa kecewa dan marah, saat melihat beberapa poto PNS dengan seragam korpri sedang berteduh di bawah pohon dan malah ada yang duduk di warung pinggir lapang disaat upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 4 masih berlangsung.

“Ini keterlaluan, nanti saya akan beri peringatan. “Tegas Mahmud.(24/10).

Bukan hanya sekda sebagai jendralnya para PNS di lingkup Pemmkab Pangandaran, sejumlah masyarakat yang datang untuk menyaksikan upacara hari jadi tersebut dan kebetulan melihat pun merasa heran, ada abdi negara memilih tempat yang teduh saat upacara kenegaraan masih berjalan.

“Apa mereka tidak malu dengan seragam yang mereka pakai ..?”Tanya salah seorang warga.

Dan komentar masyarakat pun beragam, saat melihat poto-poto PNS tersebut terpangpang di media sosial. (hiek)

AGUN GUNANDJAR SUDARSA : “CIAMIS HARUS SEGERA SERAHKAN BPR BKPD..”


PARIGI-Dalam Undang-undang nomnor 21 tahun 2012, pasal 14 (3), penyerahan aset dan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lambat 3 (tiga) tahun sejak pelantikan Penjabat Bupati Pangandaran. Artinya, seluruh asset Kabupaten Ciamis yang ada di wilayah 10 kecamatan yang sekarang menjadi wilayah Kabupaten Pangandaran harus sudah jadi milik Pemkab Pangandaran.

Demikian dikatakan anggota DPR RI, H. Agun Gunandjar Sudarsa saat ditemui dalam acara penyerahan anugerah Anubhawa Dharma Ekapada pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 4 di aula Kantor Bupati Pangandaran minggu malam.(23/10).

“Pemkab Pangandaran harus segera mendesak serta melakukan komunikasi dengan Kabupaten Ciamis. “Kata Agun.

Kalau tidak, lanjut Agun, Pemkab Pangandaran harus segera kordinasi dengan pemerintah di atasnya, Pemerintah Propinsi Jawa Barat.

“Dan pemprop jabar segera mengambil tindakan mengambil langkah-langkah penyelesaiaanya. “Sambung Agun.
Disoal sudah 4 tahun Pemekaran Kabupaten Pangandaran, tapi belum juga diserahkan BUMD BPR BKPD ke Pangandaran, menurut Agun, jelas, itu melanggar aturan yang diamanatkan Undang-undang nomer 21 tahun 2012.

“Jika ada pelanggaran, otomatis ada sanksinya. “imbuhnya.

Seperti diketahui, Agun Gunanjar Sudarsa, saat UU nomer 21 tahun 2012 dibuat, ia menjadi  Ketua komisi II DPR RI yang salah satu tugasnya membidangi pemekaran.

“Saya tahu persis UU 21 tersebut, karena waktu itu saya yang menandatangani UU itu saat menjadi ketua komisi II DPR RI. “tegas Agun. (hiek)

H. YOS ROSBI BACAKAN SEJARAH DOB PANGANDARAN


PARIGI-Upacara memperingati hari jadi Kabupaten Pangandaran ke 4 yang dilaksanakan di lapangan parigi, begitu semarak karena dihadiri para pahlawan pemekaran, seperti Agun Gunanjar Sudarsa,anggota DPR RI, Eka Santosa dan Presidium  Pemekaran Kabupaten Pangandaran.
Sementara dari lingkup Pemkab Pangandaran, hadir seluruh SKPD, Camat 10 kecamatan, 93 Desa, ormas, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelajar di Kecamatan Parigi dan masyarakat tumpah ruah di lapang Parigi.

Dalam pemaparan sejarah pemekaran Kabupaten Pangandaran yang dibacakan H. Yos Rosbi, atas nama presidium, memaparkan, pada 24 pebruari 2007, dibentuk panitia kecil dengan susunan personalia H. Supratman, (ketua), Drs. Tudi Hermanto (sekretaris), Alm. Moch. Sonny Agustiana s. (wakil sekretaris), H. Yos Rosbi (bendahara), dan H. Adang Hadari (wakil bendahara).

Saat itu, tugas utama panitia kecil adalah membuat rancangan pembentukan Kabupaten Pangandaran sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) yang harus dilakukan secara prosedural dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Panitia kecil saat itu, masih paparan H. Iyos, melakukan komunikasi politik dengan pemerintah dan DPRD Kabupaten Ciamis, serta melakukan konsultasi kepada LPPM Universitas Padjadjaran.

“Langkah tersebut sejalan dengan pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Jeje Wiradinata yang mengatakan bahwa secara konstitusional pembentukan Kabupaten Pangandaran terbuka untuk dilakukan, tetapi harus dilakukan secara prosedural. sebagai bentuk dukungan,waktu DPRD Ciamis memasukkan rencana melakukan kajian akademik pada tahun anggaran 2008, “papar H. Yos.(24/10).

Selanjutnya, pada tanggal 10 juli 2007 Presidium pemekaran Kabupaten Pangandaran terbentuk.   Saat itu, ketua Presidium, H. Supratman, dihadapan ribuan masyarakat dari 10 kecamatan di wislayah Ciamis Selatan Pangandaran mebacakan deklarasi pembentukan DOB Pangandaran.

Berkas usulan pembentukan Kabupaten Pangandaran kemudian disampaikan kepada H. Engkon Komara, saat itu buoati Ciamis. Dan etelah dilakukan kajian akademik tentang kelayakan pembentukan Kabupaten Pangandaran, kemudian diteruskan oleh Bupati Ciamis ke DPRD Kabupaten Ciamis untuk dibahas dan mendapat persetujuan.

DPRD Ciamis yang dimotori oleh ketuanya, Jeje Wiradinata, ikut memperjuangkan pembentukan DOB Pangandaran dengan melakukan lobi-lobi politik agar aspirasi tersebut diterima oleh anggota DPRD lainnya. Dan tanpa melalui voting, pada tanggal 6 februari 2010, DPRD Kabupaten Ciamis pun menyetujui usulan  pembentukan Kabupaten Pangandaran yang meliputi sepuluh kecamatan, yakni Kecamatan Padaherang, Mangunjaya, Kalipucang, Pangandaran, Sidamulih, Parigi, Cigugur, Cijulang, Cimerak, dan Kdecamatan langkaplancar.
Kabuoaten ada di Kecamatan Parigi.
“Saat itu juga disetujui, untuk ibuk ota dengan rencana ibu kota di Kecamatan Parigi. “tutur H. Yos.

Setelah mendapatkan persetujuan DPRD Kabupaten Ciamis, kemudian diajukan oleh pemda  Ciamis ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat itu, gubernur jabar, Ahmad heryawan mernyampaikan kepada DPRD Provinsi Jawa Barat untuk dibahas dan mendapat persetujuan.

“Tepat tanggal 28 agustus 2010, DPRD Provinsi Jawa Barat yang diketuai Ir. Irfan Suryanegara,  dengan suara bulat menyetujui rencana pembentukan pangandaran sebagai Daerah Otonom Baru. “ lanjut H. Yos.

Persetujuan tersebut lalu  diteruskan ke pemerintah pusat. Dan di tingkat pusat, proses politik yang terjadi di DPR RI kembali berjalan alot karena berbagai kepentingan, sehingga DPR RI periode 2004-2009 harus menunda pembahasan rencana pembentukan Kabupaten Pangandaran.

Pada awal tahun 2011, rencana pembentukan Kabupaten Pangandaran masuk ke dalam rencana kerja komisi II DPR RI. akan tetapi, realisasinya terhambat dengan adanya kebijakan moratorium DOB yang dikeluarkan oleh presiden.

Hingga pada tahun 2012, wacana pembentukan Kabupaten Pangandaran kembali meramaikan situasi politik di indonesia.

Agun Gunandjar Sudarsa saat itu menjadi Ketua komsisi II, komisi yang membidangi pemekaran, menegaskan, DPR RI memastikan pada tahun 2012 pangandaran akan menjadi DOB karena komisi II DPR RI harus menjalankan amanat konsitusi sehubungan dengan undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2007 tentang Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Daerah belum dicabut.

Dan akhirnya, setelah melalui proses yang cukup panjang, pada tanggal 25 oktober 2012, dalam rapat paripurna DPR RI yang diketuai DR. H. Marzuki Ali dengan pemerintah menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Pembentukan Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat menjadi Undang-Undang (UU).

Pada tanggal 16 november 2012 presiden H. Susilo Nambang Yudhoyono mengesahkan UU nomor 21 tahun 2012 tentang Pembentukan Kabupaten Pangandaran yang diundangkan pada tanggal 17 november 2012, “imbuh H. Yos.

Sementara, masih dalam upacara peringatan Hari jadi Kabupaten Pangandaran ke 4, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyampaikan, para pahlawan pemekaran pangandaran akan diperlakukan khusus dan diikutkan dalam setiap kegiatan Pemkab Pangandaran, mendapat  fasilitas BPJS, juga apabila meninggal dunia akan dilakukan upacara kehormatan sesuai dengan peraturan perundangan.

“Semuanya akan kami tuangkan dalam perbup." tandasnya. (AGE).

RIBUAN MASYARAKAT SAKSIKAN KARNAVAL BUDAYA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Acara karnaval budaya yang digelar masih dalam memperingati hari jadi Pangandaran Ke-4 dipusatkan di Lapangan Bulaklaut Pantai Barat Pangandaran, (23/10) berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat Pangandaran.

Karnaval yang menyuguhkan berbagai penampilan menarik serta kreasi seni dan budaya khas sunda semarak dan sangat meriah disaksikan ribuan pasang mata yang sengaja datang memadati pinggir jakan sepanjang jalur karnaval.

Peserta karnaval dari utusan SKPD di linggkuop pemkab Pangandaran, sekolah, puluhan komunitas, budayawan dan seniman serta kelompok seni yang ada di Kabupaten Pangandaran ikut memeriahkan karnaval sebagai salah satu benbtuk pesta budaya daerah.

Para wisatawan asing pun tidak mau ketinggalan untuk turut serta menyaksikan barisan kendaraan yang sudah dirias dengan kreasi budaya dan pakaian adat dan terlihat puas dengan suguhan pemandangan sepqanjang jaklan yang dilalui peserta karnaval.

Masyarakat mengaku senang bisa menyaksikan gelaran kegiatan ini karena selain menampilkan suguhan menarik juga sangat menghibur dengan mengabadikan moment tersebut menggunakan kamera handpone.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata sangat mengapresiasi kegiatan ini untuk ikut memeriahkan milangkala ke 4 hari Jadi  Kabupaten Pangandaran.

“Ini sangat sinergis, meningkatkan rasa kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya daerah, serta menunjang kepariwisataan Pangandaran,”ungkap Jeje
.
Jeje pun berharap, kegiatan ini bisa menambah wawasan pada seni budaya terutama kalangan generasi muda, sehingga budaya dan seni para leluhur bisa tetap lestari.  (AGE)

SEPTIAN, KORBAN TENGGELAM CIRAPUAN PAGI INI BERHASIL DITEMUKAN

MANGUNJAYA-Korban tenggelam di Sungai Cirapuan, Septian (5) putra Lukman (50)  warga Rt 39 Rw 09 Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran tadi pagi sekitar jam 8.00 (minggu, 23/10) berhasil ditemukan.

Korban yang ditemukan 500 meter dari lokasi kejadian dan berhasil diangkat dengan menggunakan jaring oleh tim SAR dan warga yang terus bergotong-royong melakukan pencarian sejak korban terpeleset dan tenggelam sedkitar jam 1.00 siang kemarin.

“Setelah semalaman kami melakukan pencarian, Alhamdulillah tadi jam 8 pagi korban berhasil dievakuasi. “Kata Ketua  Tim SAR Kabuoaten Ciamis, Rafiq.(23/10).

Korban pun langsung dibawa ke rumah orangtuanya, dan menurut informasi, korban akan dikebumikan hari ini. (TONI T).

20 HARI LAGI JEMBATAN DARURAT CIPUTRAPINGGAN BISA DIGUNAKAN

PANGANDARAN-Pengerjaan jembatan darurat Ciputrapinggan terus dikebut, pasalnya, jembatan tersebut sangat vital sebagai jalur sosial dan ekonomi warga Kabupaten pangandaran.

Seperti diketahui, pasca amblasnya jembatan Ciputrapinggan beberpa minggu lalu, sangat berdampak pada perekonomian daerah. Selain komoditas mengalami keterlambatan dan naiknya ongkos kirim, harga-harga kebutuhan pokok pun terus merambat naik.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata pun terus  pemantauan pengerjaan jembatan tersebut untuk memastikan pengerjaan dua jembatan darurat tersebut bisa tepat waktu.

“Saya tongkrongin terus tiap hari, kadang sampai malam disini. “ungkap Jeje, saat ditemui di lokasi jembatan. (22/10).

Hasil laporan di lapangan, menurut Jeje, pengerjaan dua jembatan darurat tersebut sudah mencapai 30 %, yakni, pembuatan kontruksi abutmen dan bantalan hingga proses pengerjaan pilar.

“Mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu dan tidak ada halangan apa pun. “Kata Jeje.

Sementara Kasi Jalan, Dinas Puhubkominfo Kabupaten Pangandaran, Nanang Heryanto, ST, mengatakan, dua jembatan dengan lebar  masing-masing 3,75 meter dan bentang 50 meter progress pengerjaannya sampai hari ini (22/10) pada tahap pembuatan pilar.

“Jembatan yang dari zipur dibangun 2 pilar, sementara yang dari kementerian PU 1 pilar. “Terang Nanang.

Ditambahkan Nanang, pemasangan kontruksi jembatan, hingga jembatan darurat yang bisa menahan beban  10-15 ton  ini bisa digunakan, diperkirakan waktu seluruh pengerjaanya sekitar 40 hari.

“Mudah-mudahan, setelah pemasangan bronjong batu dan pilar, 20 hari dari sekarang dua jembatan darurat ciputrapinggan ini bisa digunakan. “jelas Nanang. (hiek)






 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN