TEMPAT PENGGEMUKAN SAPI CEMARI LINGKUNGAN, PENGUSAHA TIDAK KOOPERATIF ?

MANGUNJAYA-Usaha penggemukan sapi ini RT 5 RW 8 Dusun Sukamaju Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, mendapat protes keras warga. Pasalnya, penggemukan sapi yang sudah berjalan 7 tahun ini mengabaikan masalah limbah yang dihasilkan dari kotoran sapi.

Dua orang pegawai, Seno dan Decky, membenarkan, limbah kotoran sapi, masalah amdal dan ipalnya memang harus segera dibenahi, karena antara jumlah sapi dengan pengaturan limbah tidak seimbang, sehingga menimbulkan bau menyengat dan banyak lalat.

“Ini mungkin urusan bos saya. “katanya singkat.

Saat dikonfirmasi ke lingkungan, menurut Kepala Dusun Sukamaju, karena desakan masyarakat, hal ini pun sudah dilaporkan ke Sat Pol PP Pangandaran.

“Dan nanti tanggal 8 pebruari Sat Pol PP pun menurut informasi akan datang ke lokasi. “terang kepala dusun.(30/1))

Ia menambahkan, Tuntutan masyarakat tentang pencemaran itu hal yang wajar, namun disisi lain, pengusaha pun tetap merupakan asset daerah yang mempunyai hak dan harus dilindungi.

“Tapi saratnya pengusaha pun tetap harus taat pada kaedah lingkungan alam dan sekitarnya serta urusan  amdal dan ipalnya. “imbuhnya.

Ia menambahkan, usaha ratusan penggemukan sapi yang ad di lingkungannya ini punya potensi besar untuk PAD, dan dalam waktu dekat, lanjut Kadus, Desa Sukamaju akan membuat Peraturan Desa (persdes) tentang usaha ini.

Ini penting untuk mengatur kontribusi ke desa seperti apa, karena melihat usaha ini keuntungannya sangat besar. Dari satu ekor sapi kecil selama 6 bulan proses penggemukan, ternyata untungnya bisa puluhan juta.

 Sementara pemilik penggemukan sapi tersebut, H. Nurhafy, melalui pegawainya, wecky, pihaknya meminta waktu sampai bulan maret.

Tapi menurut salah seorang warga, Darsa, selama ini pemiliknya memang susah dihungi dan tidak kooperatif.

“Urusannya sangat ribet jika masyarakat ingin bertemu pemiliknya. “tegas Darsa. (ANTON AS)

PANGANDARAN CREATIVE SPACE, JADI TEMPAT FAVORIT BUPATI DAN WAKIL BUPATI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) atau taman kota di beberapa sudut Kecamatan Pangandaran kerap menjadi perhatian Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata-H. Adang Hadari.

Menurut bupati, ia sering mendatangi tempat-tempat tersebut, seperti taman Pangandaran sunset, sepanjang jalan tol, taman lapang merdeka, taman depan pasar pananjung, tugu marlin, taman Pangandaran Creative Space (PCS) di bekas gedung Puskesmas Pangandaran.

“Saya dengan Pa Wabup sering mampir sekedar minum kopi sambil menikmati hijaunya pohon-pohon atau setiap minggu pagi main basket di PCS “ungkapnya.(31/1)

Menurut bupati, kebijakannya untuk “menyulap” kawasan di sekitar area menjelang masuk toll gate wisata Pangandaran menjadi taman atau ruang terbuka hijau, agar saat wisatawan yang akan berkunjung mendapat kesan indah dan asri.

“Jadi taman-taman tersebut berfungsi sebagai etalase yang akan pertama pengunjung lihat saat memasuki Pangandaran. “terang bupati, saat ditemui di tempat kuliner depan taman burung,  didampingi wakil bupati dan Kabag Humas Setda Pangandaran, H Wawan Kustaman.

Bupati menghimbau, sebaiknya tempat parkir di depan area taman harus tertata agar kesan rapih dan tertata tetap terjaga, sehingga pengunjung yang datang pun bisa benar-benar puas.

Kepada rekan media, bupati juga mengatakan, pada bulan agustus tahun 2017  wisatawan yang masuk tercatat 1.877.145.

“Dan ini berbeda jauh pada di bulan yang sama tahun 2018, tercatat ada 3,120 juta wisatawan yang datang ke Pangandaran. “pungkasnya. (PNews)

BUPATI PANGANDARAN DAN BOYOLALI JADI NARA SUMBER GELAR CAPACITY BUILDING WIJ BANK INDONESIA

PANGANDARAN-Pangandaran merupakan daerah baru, sehingga respon serta keinginan masyarakat pada pemerintah daerah sangat besar. Semuanya ingin ditingkatkan, seperti saran infra struktur, pelayanan kesehatan dan ain-lain, namun anggaran masih terbatas. Sehingga tentu saja pemerintah daerah memberi skala perioritas dan fokus untuk sementara pada empat sektor, diantaranya, infrastruktru, kesehatan, pendidikan dan penataan wisata.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat menjadi nara sumber pada acara capacity building west java incorporated (WJI) yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI), di Hotel Arnawa Pangandaran.(31/1)

"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Pangandaran saya mengucapkan terimakasih kepada Bank Indonesia yang telah mengadakan kegiata WJI disini, hal ini tentunya akan memberikan entry point  yang sangat strategis dalam pengembangan Pangandaran menjadi wisata kelas dunia karena ini akan berdampak pada net working, promosi dan informasi yang sangat penting" ujar Bupati.

Dalam acara yang dihadiri Bupati Boyoali, Seno Samodro, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Doni P. Joewono, Dewan Eksekutif Tim Akselerasi Pembangunan Jawa Barat, Ridwansyah Yusuf, Country Representative of Indonesia, Asian Venture Philanthropy Network, Ibu Dani Indrawati Septian, Fasilitssi Promosi Daerah BKPM RI Andi Bardiansyah serta diikuti 27 Kepala DPMPTSP dan BAPEDA se Provinsi Jawa Barat, bupati juga mengatakan, saat ini Pemkab Pangandaran sudah bisa menggratiskan biaya pendidikan muai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga SLTA dan membantu 50 % biaya kuliah di Unpad yang kampusnya ada di Pangandaran serta mahasiswa yang kuliah di STIT NU Al Farabi.

“Begitu juga bidang kesehatan, kami sudah membangun puskesmas-puskesmas setara hotel bintang tiga, membangun RSU serta menggratiskan biaya pengobatan rawat inap dan ambulan. “imbuh bupati.

Bupati menambahkan, bidang infrastruktur pun pemerintah terus membangun ruas jalan yang menghubungkan antar kecamatan.

Sementara di bidang pariwisata, kata bupati, pemda juga terus melakukan penataan di sana-sini, seperti tahun ini pentaan akan dilakukan di sepnajang pantai barat dan timur Pangandaran, destinasi wisata Pantai Karapyak yang ada di Kecamatan Kalipucang dan Pantai Batuhiu di Kecamatan Parigi.

"Dan di tahun ini juga pembangunan  Pelabuhan Cikidang Pangandaran, PIAMARI, Politeknik perikanan, UNPAD Pangandaran penataan kawasan wisata pantai akan selesai. “kata bupati lagi.

Bupati juga mengatakan, beberapa potensi komoditas unggulan, seperti gula kelapa, perikanan laut dan lainnya bersama-sama WIJ sangat berpeluang untuk bisa lebih dikembangkan.

Sementara dalam paparannya, Bupati Boyolali, Seno Samodro, mengatakan, dalam pembangunan daerah, menurutnya, langkah pertama untuk pembenahan investasi harus dibuat dulu Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW). Ini menjadi penting, karena nyawa investasi ada pada RT RW.

“Dan yang tidak kalah penting, para pegawai pun di harapkan bisa kreatif sehingga hasil kinerja akan keluar dari hati nurani, dan untuk itu tentunya itu dibutuhkan keberanian seorang pimpinan. “ungkap Seno.

Pada akhir kegiatan, Bank Indonesia pun berkenan memberikan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PBSI)  penanggulangan bencana pada Forum Kesiapsiagaan Dini Masyarakat (FKDM) Kab Pangandaran, bérupa Perahu Search And Redcue. (Pnews)

BUPATI PANGANDARAN PIMPIN RAKOR BAHAS PERSIAPAN OPRASIONAL RSUD

PARIGI-Empat skala prioritas kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, perbaikan infrastruktur, pendidikan, penataan pariwisata dan kesehatan terus dilakukan terbosan-terobosan. Seperi di bidang kesehatan, pembangunan  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dibangun dengan anggaran multi years yang dimulai tahun 2017 dengan target pembangunan selesai pada bulan juli tahun 2019.

Tidak hanya fisik bangunannya saja, pada rapat kordinasi (rakor) yang dipimpin langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, di Ruang Kerja Bupati (30/1) yang dihadiri Wakil Bupati, H Adang Hadari, Sekretaris Derah, Mahmud SH.MH, Asisten I, II, III, Kepala Dinas Kesehatan, dan SKPD lainya, Pemkab Pangandaran pun terus membahas rencana oprasional RSUD ini.

Di hadapan peserta rapat yang hadir, Bupati Pangandaran, menyampaikan, semua rencana kegiatan RSUD diharapkan dapat berjalan lancar dan baik.

"Dan berkat komitmen bersama serta dengan bekerja fokus dan maksimal ini, Alamdulillah  kita dapat WTP dan penghargaan LAKIP dengan peredikat nilai B. “ungkap bupati.

Bupati menambahkan, untuk itu perlu adanya koordinasi antara lintas dinas yang sifatnya teknis untuk mempertajam lagi mana yang sudah fokus mana yang belum serta melihat persoalnya apa, dimana dan harus apa.

“Untuk semua itu diperlukan koordinasi teknis yang baik" katanya

Dikatakan bupati, nantinya kelembagaan di RSUD harus diisi orang- orang yang berkompeten pada bidangnya, dan untuk pengisan tersebut diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berspesifikasi dalam bidangnya.

Pada rapat tersebut bupati juga membahas berbagai persiapan menjelang dimulainya oprasional RSUD, seperti, kelembagaan, pembentukan pokja,  oprasional dan lainnya.

Di tempat yang sama, sekda Pangandaran, Mahmud, mengatakan, untuk pengisian kelembagaan tersebut harus sesegera karena hanya tinggal beberapa bulan lagi RSU tersebut dibuka.

"Dengan efisiensi dan efektipitas pengisian pegawai secepatnya harus segera diisi, paling tidak untuk kelembagannya. " kata Mahmud.

Sementara menurut Asisten Bidang Administrasi umum, Drs Suheryana, RSU Pangandaran untuk sementara arahnya pada rumah sakit tipe C dulu, dan setelah itu ke depannya akan diarahkan ke rumah sakit Pendidikan

Keuntungan RSU Pendidikan, kata Suheryana, diantaranya dapat bekerjasama dengan universitas pengembangan pelayanan publik dan universitas pun dapat  menempatkan tenaga kesehatan serta dapat berpartisipasi dalam hal anggaran.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, Drg. Yani Achmad Marzuki, MM.Kes, mengatakan, pihaknya akan segera membentuk tiga pokja, seperti pokja pelayanan, pendidikan-SDM dan pokja sarana-prasarana. (PNews)

BAZNAS PADAHERANG HARUS BISA SALURKAN ZAKAT UNTUK MUSTAHIQ DAERAH LAIN

PADAHERANG-Badan Amil Zakat Kabupaten Pangandaran melalui UPZ Padaherang salurkan bantuan  terhadap182 orang pakir miskin dan sabilillah di kecamatan Padaherang.(23/1)

Menurut Ketua Bazna Kecamatan Padaherang, KH. Makbulaeni, program ini tentunya di salurkan berjenjang selama 6 bulan sekali.

Dikatakan Makbulaeni, pihaknya merupakan kepanjangan dari Baznas di tingkat kabupaten yang memegang amanah Pemkab Pangandaran untuk mendistribusikan zakat fitrah, mal, infaq dan sodakoh.

Kegiatan ini, kata  Makbulaeni, diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan UPZ Padaherang, meningkatkan muzaki serta bisa mengurangi mustahiq.

“Dan dengan penyaluran zakat ini juga diharapkan mampu menekan kemiskinan, khususnya di Kecamatan Padaherang. “katanya.

 Ke depan, menurut Makbulaeni, pihaknya berharap tidak ada lagi mustahik, karena yang sekarang menerima zakat ini akan menjadi muzaki atau wajib zakat.

"Sehingga ke depannya dari hasil pengumpulan zakat di Kecamatan Padaherang ini akan disalurkan kepada mustahik yang ada di kecamatan lain bahkan kabupaten dan kota lainnya," ujarnya. (Tn)




SUDAH DUA TAHUN KONDISI MTS BABAKAN JAMANIS PARIGI TERBENGKALAI

PARIGI-Madrasah Tsanawiyah (MTs) Babakan Jamanis yang berlokasi di jalan raya Cijulang no 161 Desa Karangbenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, sudah 2 tahun ini kondisi bangunanya terbengkalai, sehingga siswa pun terpaksa harus belajar secara bergiliran menunggu siswa satu dan lainnya mengikuti proses belajar mengajar.

Menurut beberapa warga, Mts yang terakreditasi B ini seharusnya sudah mendapatkan bantuan ntuk memperbaiki keadaan ruang kelas yang kondisinya sudah mengkhawatirkan.

“Diharapkan ini menjadi perhatian pemerintah, karena dari snilah kader-kader penerus bangsa bisa dilahirkan. “ungkapnya.(28/1)

 Semnetra saat diminta tanggapannya, Kepala Seksi Madarasah di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, Ahmad, mengatakan, pada data yang ada di pihaknya ada 2 ruang kelas madrasah yang ambruk, MI yang di Karangpucung Kecamatan  kalipucang dan MTS Jamanis.

Menurut Ahmad, pada tahun 2018 pihaknya terlambat meng-up date data kedua sekolah ini untuk dikirimkan Kementrian Agama, sehingga tidak masuk pada daptar madrasah yang mendapat bantuan dibangun. Dan ini, lanjut Ahmad, murni bukan kesalahan pusat, tapi sematankarena keterlambatan Kemenag Pangandaran mengirimkan data kedua madrasah tersebut.

Insaalloh tahun 2019 ini keduanya sudah kami usulkan, mudah-mudahan bisa terealisasi. “ungkap Ahmad.(28/1)

Ahmad menambahkan, ia pun akan berkonsultasi dengan Disdikpora Pangandaran agar permasalahan sekolah dengan kondisi bangunannya yang rusak bisa didapat solusinya.

“Kami sangat apresiasi Pemkab Pangandaran yang sudah banyak membantu, dan kami juga berharap agar pemkab Pangandaran bisa membantu pada anggaran rehab dan RKB (ruang kelas baru-red) 20 % yang ada di Kemenag Pangandaran. “pungkasnya. (ANTON AS)



MUI KECAMATAN PANGANDARAN GELAR SILATURAHMI PERKUAT UKHUWAH

PANGANDARAN-Betempat di rumah makan Karya Bahari Desa Babakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Kecamatan Pangandaran yang melibatkan seluruh pengurus MUI desa di kecamatan Pangandaran, gelar silaturahmi. (29/1) Selain dihadiri Ketua umum MUI Kabupaten Pangandaran, KH. Otong Aminudin juga acara tersebut pun dihadiri Ketua Baznas, Drs. Hedrik.

Di hadapan pengurus MUI, Otong, menyampaikan,  selama ini MUI dirasa kurang silaturahminya, maka perlu ditingkatkanserta mengevaluasi diri.

"Sudah lama kita tidak saling bertemu, saat ini anggaplah sebagai silaturahmi sambil mengevaluasi diri, karena kita perlu banyak meminta pada hati nurani, betapa selama ini kita banyak mempunyai kesalahan," tukasnya.

Dalam rangka menjaga hati dan ukhuwah ini, kata Otong, MUI harus saling menjaga janganlah sampai mengungkap kesalahan sesama atau pun organisasi.

"Kita harus saling memberi nasihat, saling menjaga dan saling menutupi kekurangan yang ada diantara kita," tambahnya. (HARIS F)


HEBAT, BURUKNYA KONDISI JALAN TAK MENYURUTKAN NIAT BELAJAR SISWA SDN CIRANCA

TASIK NEWS-Buruknya kondisi jalan menuju tempat belajar ternyata tidak pernah menyurutkan niat para siswa SD Negeri Ciranca Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya untuk menuntut ilmu. Mereka terpaksa harus melewati jalan berlumpur dan becek mirip kubangan kerbau, sehingga siswa pun harus melepas sepatu dan dipakai kembali saat akan memasuki kelas.

Menurut salah seorang guru honorer, Lia, kondisi ini seakan sudah terbiasa bagi peserta didik saat berangkat ke sekolah.

Kondisi jalan seperti ini ternyata tidak mengurangi minat belajar siswa, karena yang selain jalannya becek berlumpur, kata Lia, siswa pun harus menempuh perjalanan yang relatif jauh.

“Tidak jarang saya pun harus masuk ke ruangan kelas dengan baju penuh lumpur merah karena saat dalam perjalanan terjatuh dari motor yang saya kendarai. “ungkapnya.(28/1)

Lia mengatakan, walau bagaimana pun kondisi jalan menuju tempat selama  ini ia mengabdi, namun Lia tetap harus tepat waktu tiba di sekolah, karena kedatangannya benar-benar dibutuhkan anak-anak didiknya.

“Walau berat medan yang harus ditempuh, saya tetap harus datang tepat waktu karena sudah ditunggu anak-anak. “ungkapnya. (ANWAR W)

DENGAN RP 65 RIBU PER HARI MENJADI PEKERJA TAMAN, WARIS TETAP BERSYUKUR

PANGANDARAN -Waris (37) demikian sapaannya adalah salah seorang dari 9 pekerja taman Grand Pangandaran. Kepada PNews ia menceritakan suka dukanya selama dua tahun menggeleuti profesinya tersebut hingga sekarang sebagai pekerja taman.

Menurutnya, di tempatkerjanya ini sangat disiplin, pagi sebelum jam 8 sudah harus mengisi daftar hadir, demikian pula saat pulang jam empat sore ia dan kawan-kawannya pun diharuskan mengisi daftar hadir lagi.

"Ini semua saya jalani dengan penuh tanggungjawab, dengan upah yang kami terima Rp. 65 ribu per hari saya dan teman lainnya pun tetap menikmati pekerjaan kami." tutur Waris yang sudah punya satu anak. (26/1)

Disoal  pekerjaan aa saja sehari-harinyabyang ia lakukan, Waris mengatakan, diawali bersih-bersih dan memangkas rumput, dan itu dilakukan setiap hari kecuali hari minggu.

"Pekerjaan ini memang bukan pilihan, tapi kebutuhan hidup serta ketersediaan keterampilan yang saya miliki mungkin hanya cocok jadi tkang kebun. “imbuhnya. (HARIS F)



AKIBAT SALURAN IRIGASI RUSAK, WARGA PUN SERING BERTIKAI REBUTKAN AIR

PARIGI-Saluran sekunder yang berlokasi di belakang pesantren Hidayatul Barkah Dusun Sukamanah Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, kini kondisinya sngat memprihatinkan.

Padahal saluran yang dibangun tahun 1980 ini apabila tidak bocor- bocor sebenarnya bisa cukup untuk mengairi sawah di blok Cikujang, Alurwadas, Karangnangka dan Semple di Desa Bojong.
Menrut salah seorang warga Alurwass, Eyang, tidak jarang warga bertikai karena rebutan air.

“Baru saja saya tadi menutup saluran pembagi yang menuju blok Cikujang dan mengalirkan untuk blok Karangnangka dan Semple. “tuturnya.(28/1)

Tapi karena saluran sudah banyak yang rusak, kata Eyang, air yang mengalir kecil ini pun hanya sampai di blok Alurwadas karena di blok Sukamanah belakang pesantren, pada saluran pembagi selokannya belum ditembok.

“Karena selokannya bocor air pun mengalir sia-sia ke selokan dan langsung ke sungai Citonjong. “terang Eyang.

Sebenarnya di blok alurwadas, saluran skunder ini dibangun tahun 2016 lalu, namun sayang hanya sekitar 2000 meteran karena menuju blok Cikujang salurannya masih pakai tanah sehingga bocor-bocor. Sementara di Gurubugan yang berlokasi dekat jembatan Cihaur, salurannya lebih rendah, sehingg di lokasi itulah air langsung mengalir ke sungai.

“Tentunya ini mengakibatkan sawah-sawah di blok lapang  Karangnangka dan Semple tidak kebagian air. “ imbuhnya.

eyang menambahkan, kini masyarakat pemilik sawah di blok Karangnangka dan Semple pun berharap Pemkab Pangandaran bisa segera memperbaiki saluran tersebut, karena ada sekitar 10 hektar sawah terancam gagal penen karena kekurangan air, walau air dari irigasi Citumang cukup melimpah.

“Kami disini sering bertikai berebutan air yang mengakibatkan dengan tetangga sendiri pun kurang harmonis.  “kata Eyang. (ANTON AS)
 

WISATA ALAM CURUG SAWER DESA CIKUKULU DIMINATI WISATAWAN REMAJA

TASIK NEWS-Selain wisatasi pantai, Kabupaten Tasikmalaya pun kaya dengan potensi wisata lainnya. Seperti Curug Sawer yang terletak Dusun Sarakan  Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal.

Obyek ini semakin hari semakin ramai dikunjungi karena menjadi destinasi wisata baru yang menjanjikan keindahan alam untuk bisa memanjakan pengunjung.

Wisatawan yang datang dari Ciamis, Banjar, Garut dan kota-kota lainnya yang didominasi remaja ini mengaku senang dan puas bisa menikmati keindahan curug (air terjun) di tengah rimbunnya alam hutan.

“Bagus untuk lokasi berswapoto. “ujar salah seorang pengunjung asal Ciamis.(28/1)

Sementara menurut Punduh Desa Sarakan, Rahmat Asep Yoni, dengan adanya potensi wisata di wilayahnya, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan serta sarana yang dibutuhkan sebagai penunjang pariwisata.

“Lokasi curug tersebut sebenarnya ada di wilayah dua desa, Desa  Cintawangi dan Cikukulu. Terang Asep.

Dengan sajian panorama alam hijau yang sejuk, menurut Asep, ini akan cocok jadi tempat refreshing  pengunjung untuk sepuas-puasnya menghirup udara segar pegunungan, sehingga rasa penat satu minggu bekerja pun akan pulih.

“Usai menikmati keindahan curug, pengunjung pun bis menyantap hidangan khas nasi liwet dengan aneka menu pedesaan. “imbuhnya.

Di tempat yang sama, Sekdes Cikukulu, Darpan, menambahkan, diharapkan dengan semakin ramainya lokasi wiata Curug Sawer ini bisa memberi nilai tambah perekonomian warga desa.

“Kami optimis, ini akan menjadi nilai abah ada sektor perekonomian warga. “ungkapnya. (ANWAR W)


LAGI, PRESTASI EMAS DIRAIH PEMKAB PANGANDARAN TERIMA NILAI B UNTUK LAKIP 2018

Di usianya yang baru menginjak 6 tahun, Kabupaten Pangandaran selain berhasil menjadi Daerah Otonomi Daerah (DOB) terbaik se-Indonesia, kini Pangandaran pun berhasil mendapat nilai B untuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) tahun 2018, pada penilaian LAKIP Wilayah I yang meliputi Pulau Sumatera, Provinsi Banten dan Jawa Barat hasil pemerikasan yang dilakukan Kementrian PAN dan RB.

Usai menerima penghargaan ini, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, di Hotel Trans Luxury Hotel Bandung, kepada awak media menyampaikan, prestasi ini diraih berkat kebersamaan semua pihak yang terus menerus bekerja lebih baik dan lebih baik lagi.

Jeje mengatakan, penilain ini merupakann amanat Peraturan Pemerintah (PP) nomor 8 tahun 2006, tentang pelaporan keuangan dan kinerja instansi pemerintah dan peraturan presiden nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah .

Alhamdulilah kami semua bersyukur kepada Allah tahun ini LAKIP Kabupaten Pangandaran tahun 2018 naik dua tingkat, dari C tahun 2017 melewati CC langsung ke B,”kata Jeje. (28/01)

Jeje menambahkan, prestasi ini tentunya menunjukan peningkatan akuntabilitas kinerja yang baik Pemkab Pangandaran serta berkat kebersamaan seluruh elemen yang bertekad untuk mewujudkan Pangandaran Hebat.

Jeje juga mengatakan, latar belakang perlunya penyusunan LAKIP, antara lain untuk
lebih meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang lebih berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab.

“Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini menjadi penting untuk perwujudan kewajiban pemerintah serta bisa mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaan misi organisasi untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. “imbunya. (Pnews)

KALIBER, GELIAT PEMUDA DESA CIKUPA DALAM INOVASI KERAJIAN PERAHU

TASIK NEWS-Bertempat di saung bambu tempat pembutan kerajinan perahu yang dikerjakan beberapa pemuda yang tergabung dalam komunitas  “Kaliber” Desa Cikupa Kecamatan Desa Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, proses pembuatan kerajinan dengan berbagai inovasi dan kreativitas terus dikembangkan.

Menurut Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadi, ini semua dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan potensi ekonomi desa.

“Kegiatan ini juga untuk menggali potensi-potensi yang ada di desa kami. “ujarnya.(27/1)
(ANWAR W

JABATAN SEKDA PANGANDARAN AKAN DILELANG ?

PARIGI-Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran, Drs. Muhlis, hal tersebut sepenuhnya kewenangan bupati serta mengacu pada UU Nomor 5 tahun 2014 yang mengatur tantang masa jabatan JPT (jabatan pemimpin tertinggi) eselon II. 

Seperti diketahui, kata Muhlis, pada undang-undang tersebut, jabatan sekda itu 5 tahun dan bisa diperpanjang melalui uji komfetensi.

“Pa mahmud diangkat pertama kali menjadi Sekda Kabupaten Pangandaran berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat tanggal 21 pebruari 2014 dan  masa jabatan yang bersangkutan akan berakhir 21 pebruari 2019. “jelas Muhlis.

Muhlis yang didampingi Kepala Bidang Mutasi dan Pengembangan Karier, Ganjar Nugraha, SE, lebih jauh mengatakan, sebenarnya dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomer 11 tahun 2017, jabatan sekda itu setara dengan jabatan kepala dinas atau kepala badan, karena dalam PP tersebut dinyatakan, hanya ada 3 jabatan, antara lain, jabatan pengawas, administrator dan jabatan pimpinan tinggi (JPT). Artinya, setelah masa jabatan sekda itu habis bisa saja mutasi ke jabatan setaranya, dan di daerah lain ini sudah ada yang melaksanakan.

“Sementara untuk mengikuti open bidding atau lelang jabatan Pa Mahmud sudah tidak bisa karena aturannya saat dilantik harus berusia 56 tahun. “ imbuh Muhlis.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat diminta komentarnya beberapa waktu lalu, mengatakan, ia saat ini tidak mau berkomentar panjang karena sedang menyerap aspirasi masyarakat, tokoh dan dan elemen lainnya.

“Mau di lelang atau bagaimana, nanti saja karena saya juga harus mendengar keinginan masyarakat. “ungkapnya.

Di tempat terpisah, Sekda Pangandaran, Mahmud, SH, MH, saat dimintai tanggapannya tidak mau berkomentar dan hanya mengatakan, no coment.

“Silahkan saja ke BKPSDM, karena yang tahu aturannya ada di sana. “katanya singkat. (PNews)

JAJANG ISMAIL : “OPTIMASLISASI PAUD BISA MENJADI SARANA PENDIDIKAN BERKARAKTER”

H. Jajang Ismail
Harus ada perhatian khusus terkait perkembangan pendidikan anak di daerah tujuan wisata, pasalnya, berbagai kebiasaan serta budaya yang masuk akan mudah diserap jika si anak tidak membentengi diri dengan pendidikan berkarakter yang sarat pembelajaran etika dan agama. Sehingga si anak pun nantinya tidak akan mudah terbawa arus budaya asing yang bisa memberikan dampak negatif dalam tatanan kehidupan serta kearifan lokal di sekelilingnya.

Demikian dikatakan Ketua Komisi I, H. Jajang Ismail, saat bincang-bincang dengan PNews di kediamannya, di Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.(5/1-19)

Menurutnya, agama harus menjadi pondasi utama agar si anak bisa mengontrol diri, karena  agama memegang peranan penting bagi tumbuhkembangnya pendidikan dan perilaku pada  kehidupan sehari-hari. Pendidikan berkarakter merupakan sebuah implementasi dari tingkah laku dan atitude anak juga bisa berperan menjadi salah satu pilar penting yang akan menentukan prestasi dan pencapain murid. Ia pun menjadi penting peranannya pada seseorang untuk menghadapi kehidupan di masa mendatang.

“Oleh karena itu pendidikan berkarakter harus terintegrasi pada semua mata pelajaran sehingga potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan mandiri akan mudah dicapai. “kata Jajang.

Saat berkeliling ke desa-desa untuk melaksanakan fungsinya menjadi wakil rakyat, diakui politisi PPP ini, ia melihat memakmurkan mesjid dengan minat mempelajari ilmu agama masih kurang diminati anak-anak muda, karena bermain gadget tetap masih menjadi dominasi kesehariannya.

Jajang mengatakan, pendidikan karakter sebenarnya bisa lebih dioptimalkan sejak anak, pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), karena platform pendidikan pada usia tersebut sangat dimungkinkan untuk meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik dengan dukungan dan keterlibatan publik yang dilakukan melalui pendidikan jalur formal, non formal dan informal dengan memperhatikan kebiasan dan karakteristik  anak di masing-masing daerah.

Dan pemerintah, kata Jajang lagi, bisa hadir dengan regulasi yang akan mengatur keberadaan PAUD tersebut, termasuk menjadi penyedia sarana dan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga memasukan pendidikan karakter pada anak, bukan hanya domain pemerintah saja, karena masyarakat pun ikut bertanggungjawab untuk memasukan kearifan lokal dan keseharian etika si anak.

“Saya melihat PAUD sangat mengakar di lingkungan masyarakat, jadi sekarang pemerintah daerah tinggal mengoptimalkan lagi dengan pranata yang ada di pemerintahan. “tuturnya.

Jajang juga berharap, Pemkab Pangandaran bisa secepatnya membuat Peraturan Daerah (perda) dan Peraturan Bupati (perbup) yang akan mengatur keberadaan serta optimalisasi fungsi PAUD.

“Jika selama ini PAUD bisa menjadi sarana untuk pendidikan berkarakter, maka sebaiknya harus segera mempunyai payung hukum. “imbuh Jajang. (PNews)

SAAT MELAUT SEORANG NELAYAN PANGANDARAN MENINGGAL TERTUSUK MONCONG CROANG

PANGANDARAN-Seorang nelayan Pangandaran asal Desa Babakan Dusun Kalapatiga RT.4/RW.9 Kecamatan-Kabupaten Pangandaran, Andri (32), harus meregang nyawa akibat bagian lehernya tertusuk moncong ikan croang yang dikenal sangat agresif, pukul 3.00 dini hari tadi. (11/1/19)

Menurut Kepala Dusun Kalapatiga, Jayusman, kejadiannya saat itu korban sedang mencari ikan di laut, ketika sedang di atas perahu tiba-tiba saja seekor ikan croang dengan kecepatan tinggi melompat ke atas perahu dan tepat mengenai leher korban, hingga korban mengalami luka parah karena lehernya terpanggang moncong ikan croang yang panjang dan tajam.

“Mungkin ikan tersebut akan  mengejar cahaya. “terang Jayusman.

Masih kata Jayusman, korban pun langsung dilarikan ke Puskesmas Pangandaran untuk mendapat pertolongan.

“Tapi sayang, mungkin karena lukanya terlalu parah dan korban banyak mengeluarkan darah sehingga nyawanya pun tidak dapat tertolong. “terang Jayusman. (PNews)

WARGA TASIK KELUHKAN HILANGNYA FUNGSI TROTOAR UNTUK PEJALAN KAKI

TASIK NEWS-Dengan mengatasnamakan “masyarakat kecil”, terkadang orang lupa pada kepentingan dan hak orang lainnya. Berjualan di trotoar jalan yang berfungsi untuk pejalan kaki, seakan menjadi hak para pedagang kaki lima untuk menggelar dagangannya, padahal sejatinya trotoar dibangun untuk pejalan kaki.

Sudah menjadi pemandangan sehari-hari hampir di seluruh kota, trotoar tersebut memang sudah beralih fungsi sering dijadikan alternatif bagi pedagang kaki lima untuk berdagang.

Adanya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 45, definisi trotoar adalah salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas. Pada pasal 131 diatur bahwa pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lain, napaknya nampaknya tidak cukup untuk membuat para pedagang takut melanggar pemakaian trotoar. Sedangkan di PP 34 Tahun 2006, pelarangan penggunaan trotoar disebutkan juga dalam pasal 34 ayat (4) yang mengatakan, trotoar hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki. Hampir di sepanjang jalan depan mesjid Agung Kota Tasikmalaya hingga ke jalan H.Z. ustofa yang merupakan pusat perekonomian dan jantung kota, kini trotoar sudah kehilangan fungsi untuk para pejalan kaki, karena seluruhnya sudah dipenuhi lapak-lapak pedagang.

Seperti diungkapkan seorang warga yang enggan ditulis namanya, menurutnya, untuk berjaan di atas trotoar sudah tidak ada ruang, dan berjalan di pinggir jalan pun tidak bisa karena digunakan area parkir sepanjang jalan.

“Walau terkadang riskan, terpaksa saya berjalan hampir di tangah jalan. “ungkapnya.(9/1/19)

Masih menurutnya, mungkin sekarang bukan lagi saatnya untuk saling menyalahkan, karena dari dulu aturannya sudah jelas, tinggal sekarang semua menyadari serta melupakan ego pribadi.

Jika para pedagang tersebut mengatakan, berjualan merupakan hak setiap orang dalam usaha, tapi jangan lupa dalam hak tersebut pedagang juga sudah merampas hak yang lainnya, hak pejalan kaki untuk menikmati fasilitas berjalan. 

“Saya tidak mau suu’dzon, jika sering terdengar dari lapak-lapak pedagang tersebut ada oknum yang diuntungkan, “ungkapnya lagi.

Ia menambahkan, mungkin tidak terlambat jika pemkot segera mengevaluasi kembali penataan kota, agar kesemerawutan ini tidak semakin parah.

“Mungkin pemkot bisa membuat regulasi khusus terkait penataan kota sekaligus untuk memfungsikan kembali trotoar. “pungkasnya. (ANWAR W)

GELIAT DESA CUKUPA LEWAT SEKTOR WISATA DAN PRODUK UNGGULAN KAMPUNG BAMBU

TASIK NEWS-Menggali potensi yang ada di pedesaan mungkin tidak akan pernah habis jika masyarakat dan pemerintahan desa setempat bersama-sama betul-betul bisa memanfaatkan baik sumber daya alam (SDA) atau pun Sunber Daya anusia (SDM) yang ada.

Seperti yang dilakukan masyarakat dan Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. Dengan semangat kebersamaan terus menggenjot baik pada sektor wisata atau ekonomi kreatif warga yang bisa terus dioptimalkan hingga menjadi andalan pendapatan masyarakat. Salah satunya dengan kegiatan Capturing Dalam Program Inovasi Desa sebagai Kampung Bambu.

Menurut Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadi yang didampingi Ketua TPID, Apip, , Pendamping Desa, Suryana, Endah dan sejumlah muda-mudi yang tergabung dalam komunitas Kaliber (Kalapaciung Lingkungan Bersatu). kini pemerintahan desa bersama masyarakat sedang menggenjot potensi wisata yang ada di desa.

“Kami melibatkan langsung masyarakat pada kegiatan ini. “ungkap Yudha.(7/1/19)

Masih kata Yudha, Program Inovasi Desa merupakan pendampingan yang dilakukan untuk mendorong pemanfaatan dana desa lebih berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, dan program ini yang baru berjalan selama dua tahun ini  diinisiasi Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyrakat Desa (PPMD).

Yudha juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setingi-tingginya pada seluruh eleen masayarakat Desa Cikupa yang telah bersinergi baik dengan pemdes untuk memajukan destinasi wisata melalui Kampung Bambu ini sebagai Program Inovasi Desa.

“Capturing Dalam Program Inovasi Desa merupakan salah satu langkah dalam proses penangkapan pengetahuan inovatif untuk menghasilkan dokumen pembelajaran bagi masyarakat. “kata Yudha lagi.

Sementara Ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa Kecamatan Karangnunggal, Apip, berharap dengan adanya Inovasi desa ini kedepannya potensi produk unggulan yang ada di galeri Kampung Bambu ini mendapatkan perhatian dan pemasaran dari Pemda, sehingga pada ujungnya dari semua kegiatan ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.

Kerajinan Bambu Cikupa, kata Apip, bisa menjadi produk andalan dan menjadi salah satu program unggulan inovasi desa serta bisa menjadi motivasi  desa-desa lainnya.

“Mari kita kembangkan potensi  yang ada di Desa Cikupa, sehingga bisa menjadi  desa percontohan. (ANWAR W-UDI R)

SEORANG PENSIUNAN GURU SD MENINGGAL DUNIA SETELAH TERTABRAK SEPEDA MOTOR

TASIK NEWS-Seorang pensiunan guruwarga Parungkadongdong Rt 8 Rw 04 Desa Sirnajaya Kecamatan Sukaraja , Tati Nurhayati (69) nyawanya tidak dapat ditolong, saat sedang menunggu angkutan umum di Jalan raya Parungkadongdong Desa Sirnajaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya (8/1/19), tertabrak sepeda motor yang dikendarai Y yang akan mengurus administrasi kependudukan ke Dunas kependudukan dan Catatan Sipil.

Menurut keluarga korban, Endah Laelani, korban sempat dibawa ke ke Puskesmas Sukaraja untuk mendapatkan pertolongan, tetapi nyawa tak lagi bisa tertolong.

“Korban bermaksud pergi ke Rumah Sakit TMC untuk cek kesehatan dengan menggunakan angkutan umum. “terangnya. (ANWAR W)

KABAR DUKA, PIMPINAN PONDOK PESANTREN RIYADDLUL MUTAFAHHIMIN TELAH WAFAT

TASIK NEWS-Suasana duka terasa masih menyelimuti keluarga besar  Pondok Pesantren Riyaddlul Mutafahhimin di Dusun Cisumur Desa Margalaksana Kecaatan Sukaraja kabupaten Tasikmalaya, pasalnya pimpinan pondok pesantren tersebut, Almukarom KH.Memet Jamaluddin, telah wafat.

Pendiri Pondok Pesantren Riyaddlul Mutafahhimin wafat setelah sebelumnya sakit hingga harus dirawat dan meninggal di Rumah Sakit JasaKartini Kota Tasikmalaya, sekitar pukul 02:30 wib.(6/1-19)

Ucapan turut berbelasungkawa pun datang dari berbagai elemen dan masyarakat luas, baik yang datang langsung ke rumah duka atau melalui account media sosial. Gtidak heran karena semasa hidupnya KH.Memet dikenal sebagai tokoh agama terkemuka yang selalu santun pada setiap orang sehingga menjadi panutan masyarakat dan santrinya.

“Beliau sudah banyak melahirkan ulama dan anak-anak bangsa untuk dididik menjadi untuk penerus perjuangan di jalan Allah. “ungkap salah seorang santrinya. (Tim PNews)

BUPATI PANGANDARAN LETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN GEDUNG PC NU

PARIGI-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata meletakan batu pertama pembangunan gedung PC NU Kabupaten Pangandaran di atas tanah seluas 37 bata dengan ukuran 25 M × 9 M, di Dusun Sucen, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi. (6/1/2019)

Dalam sambutannya, bupati, menyampaikan, nantinya gedung ini merupakan pusat komado dan mempunyai peran yang sangat strategis.

Jikalau dulu PC NU mengalami kesulitan tempat pengurus bekerja, padahal kegiatan yang dilaksanakan sangat banyak, karena kondisi sekretariat belum bagus di sebuah rumah kontrakan, kata bupati, mudah mudahan dengan dibangunnya gedung secretariat ini menjadi tempat yang strategis untuk membina umat dan menjadi pusat komando kendali oprasi NU.

“Sesuai visi-misi Kabupaten Pangandaran menjadi tujuan wisata dunia, diharapkan pola kebijakanpun NU dapat diarahkan salahsatunya pada pembinaan umat. “kata bupati.

Menjadi tujuan wisata dunia, menurut bupati, salah satu kebijakan pemda menmepatan salah satu kebjikan untuk kemaslahatan pembinaan umat, antara lain dengan program Pendidikan Berkarakter, Ajengan Masuk Sekolah, Pangandaran Mengaji serta tetap menjalin kerjasamma yang harminis dengan alim ulama.

Hal ini, masih kata bupati, untuk kepentingan membentengi akhlak masyarakat dari derasnya budaya yang masuk ke pangandaran.

“Untuk itu pemerintah dinggap perlu untuk selalu meningkatkan kerjasamanya dengan alim ulama, salah satunya  dengan memasukan ajengan ke DKM-DKM yang belum ada ustadznya.

Sementara menurut ketua PC NU Pangandaran, sejak PC NU Kabupaten Pangandran dibentuk, memang belum mempunyai kantor sekretariat.

“Sekretariat ini penting, karena selain merupakan simbol organisasi, disamping untuk  urusan seputar dakwah dari sini juga diharapkan akan muncul pembinaan umat. "ujarnya.(PNews)

DESA CIKUPA DIPILIH MAHASISWA UNSIL TASIK JADI LOKASI KKN

TASIK NEWS-Bertempat di aula desa, Pemerintah Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, menyambut sejumlah mahasiswa dari berbagai program study Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, di Aula Kantor Desa, Sabtu, (05/01)

Kehadiran para Mahasiswa ini dalam rangka Melaksanakan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan berlangsung selama kurang lebih 30 hari kedepan atau satu bulan, terhitung dari tanggal 05 Januari sampai dengan tanggal 07 pebruari 2019.

Ketua KKN 41 Unsil Tasikmalaya, Agus Muhidin di hadapan perangkat desa, menyampaikan, mahasiswa yang akan mengikuti KKN sebananyak 18 orang, 6 mahasiswa dan mahasiswi.

“Nantinya kami akan memebrikan pelatihan yang erat kaitannya dengan pendidikan sesuai tema yang kami usung. “ujarnya.

Masih DI tempat yang sama, Sekretaris Desa Cikupa, atas nama warga dan pemerintahan desa, mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa/i yang akan menyelenggarakan KKN yang nantinya akan dijadikan bahan untuk memenuhi salah satu persaratan kuliah sesuai komfetensi dan disiplin ilmu yang dimiliki.

“Terimakasih kepada adik-adik mahasiswa dari Unsil yang telah memberikan kepercayaan pada kami untuk melaksanakan KKN disini, inilah desa kami dengan segala kelebihan dan kekurangnnya, sedkali lagi saya ucapkan terimakasih. “ungkap sekdes. (ANWAR)

WALAU PAD 2018 TERCAPAI 80 %, TAPI JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN KE PANGANDARAN MENINGKAT

PANGANDARAN-Kejadian tsunami selat sunda telah membawa dampak pada kunjungan wisatawan pantai hampir di seluruh Pulau Jawa, tidak terkecuali wisata Pangandaran.

Seperti dikatakan Kepala Dinas pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, H. Undang Sohbarudin, menurutnya, setiap tahun arus wisatawan ke Pangandaran pada masa libur natal dan tahun baru selalu diserbu wisatawan. Pesona dan keindahan pariwisata Pangandaran sudah menjadi magnet bagi pengunjung yang ingin menghabiskan malam penggantian tahun dengan menikmati obyek-obyek wisata yang ada di Pangandaran.

“Hampir bisa dipastikan setiap libur natal dan tahun baru terjadi kemacetan karena banyaknya pengunjung. “ungkap Undang.(5/1-19)

Masih kata Udang saat dihubungi lewat telapon celullernya, dari menurunya kunjungan wisatawan, dengan sendirinya untuk capaian target PAD juga terpengaruh.

“Tahun 2018 ini kami hanya bisa mencapai 80 % dari dari target Rp 25 milyar. “terang Undang.

Tapi walau pun target PAD tidak tercapai, kata Undang, dari jumlah kunjungan wisatawan ada kenaikan, pada tahun 2017 ada 2.919.083 dan pada tahun 2018 sebesar 4.083.474 pengunjung.

Diakui Undang, dampak dari kejadian tsunami selat sunda memang sangat berpengaruh sekali, apalagi kejadiannya berbarengan dengan datangnya musim liburan natal dan tahun baru, dimana pada seson itu biasanya ada penambahan signifikan untuk PAD.  

“Walau pun kami sudah mengatakan, Pangandaran aman untuk dikunjungi, tapi masyarakat tetap merasa takut pergi berwisata ke pantai. “imbunya. (hiek)

PISAH SAMBUT KOMISONER KPUD PANGANDARAN PERIODE 2015-2018 DAN PERIODE 2018-2023

PARIGI - Acara pisah sambut anggota KPUD Kabupaten Pangandaran periode 2015-2018 dan 2018-2023 bertempat di salah satu vila di Kecamatan Parigi, berlangsung hidmat walau tidak dihadiri oleh ketua KPUD Pangandaran  periode tahun 2015-2018,  Wiyono budi santosa yang kebetulan ada kepentingan keluarga.

Hadir pada acara tersebut, seluruh PPK se-Kabupaten Pangandaran, bawaslu dan Kepala Kesbangpolinmas.

Dalam samburannya Ketua KPUD Pangandaran periode 2018-2023, Muhtadin, mengatakan, acara ini merupakan silaturahmi antara anggota KPU yang sudah habis masa tugasnya dengan anggota KPU yang akan segera melaksanakan tugas jelang pemilu 2019 yang akan datang.

"Atas nama pengurus KPU, kami sangat mengapresiasi semua kegiatan yang telah dilaksanakan  KPUD  periode 2015-2018. “kata Muhtadin.(4/1-19)

Menurut Muhatadin, kinerja KPUD sangat luar biasa dan bisa menjadi contoh untuk seluruh oengurus KPUD periode masa bakti 2018-2023.

“Pa Wiyono Budi Santosa dalam melaksanakan seluruh tugas sudah bekerja maksimal, saya berharap walau pun nanti sudah tidak bertugas lagi tapui  jangan putus tali silaturahim, " katanya.

Muhtadin juga berharap, kedepan timnya dapat bekerja dengan baik apalagi dalam menghadapi Pemilu Tahun 2019 yang akan datang.

" Semoga kami bisa melaksanakan tugas ini dengan baik dan lancar menyelenggarakan  emilu legislatif dan pemilihan prsiden dan wakil presiden. " tambahnya. (AGE)

KEBAKARAN HANGUSKAN RUMAH SEORANG WARGA DI JALAN KALANGSARI KOTA TASIK

TASIK NEWS-Sebuah kebakaran terjadi sekitar jam 11.45 di rumah milik alm. Ening yang berlokasi  di Jalan Kalangsari Rt 01 Rw 04 Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya.(4/1-19)

Menurut saksi mata, Abah Eko, belum diketahui pasti sumber kebakaran dari mana, karena saat si jago merah melelap rumah, listrik masih menyala.

“Tidak ada korban jiwa karena pemilik rumah langsung keluar ketika meihat asap hitam di rumahnya. “tutur Abah Eko.

Dan beberapa saat api pun bisa dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran berhasil mengevakuasi kobaran api yang menghabiskan rumah Ening.

“Walau pun jalan menujun lokasi kebakaran terbilang sulit, tapi pasukan pemadam kebakaran bisa sigap dan langsung mamadamkan kobaran api. “terang Abah Eko. (ANWAR W)

PEMDA PANGANDARAN HIBAHKAN TANAH SELUAS 2,4 H KE KEMENAG

PARIGI-Pemerintah Kabupaten Pangandaran menghibahkan tanah seluas 2.4 H untuk pembangunan kantor Kementrian Agama (kemenag) yang diserahkan terimakan langsung Wakil Bupati Pangandaran  H Adang Hadari ke Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran Dr. H. Cece Hidayat, M.Si serta disaksikan  Ketua DPRD Kab Pangandaran H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd dan ketua MUI, usai pelaksanaan Upacara Hari Amal Bhakti ke 73 Kementrian Agama RI, di alun-alun Parigi. (3/1-19)

dalam sambutannya Kepala Kantor Kemenag Pangandaran, Dr. H. Cece Hidayat, menyampaikan, hibah tanah tersebut nantinya akan diperuntukan untuk beberapa bangunan, seperti kantor kemenag, MTs Negeri Pangandaran.

“Sementara eks gedung KUA yang sekarang nantinya akan di gunakan untuk kegiatan agama lainya KUA akan pindah ke lokasi baru sekitar SMA muhamadiyah "terang Cece.

Selain hibah tanah, kata Cece, pihaknya membarikan apresiasi pada pemkab Pangandaran, karena pada tahun anggaran 2018 lalu sekitar sudah mengelontorkan Rp 23 miliar untuk peningkatan pendidikan karakter yang diterima langsung sekolah-sekolah yang ada di lingkup kemenag.

Dana tersebut, kata Cece,  diantaranya dialokasikan pada program Ajengan Masuk Sekolah  (AMS), sebesar Rp 5,2 milyar, Pangandaran Mengaji Rp 8.3 miliar, pesantren kilat Rp 1,5 Miliar, Bantuan pembangunan/ rehabilitas bagi pondok pesantren  masjid dan madrasah sebesar Rp 8 miliar serta roda dua untuk MUI kecamatan se-Kabupaten pangandaran.

“Saya juga berterimakasih karena Pemkab pangandaran juga di tahun 2019 ini akan memberikan insentif pada 650 orang guru madrasah non PNS dengan alokasi dana sekitar Rp. 3,5 miliar. “imbuhnya.

Seperti diketahui, pengembangan pendidikan karakter di pangandaran di gulirkan sejak kepemimpina Bupati-Wakil Bupati Pangandaran depinitif, H Jeje Wiradinata dan H Adang Hadari, dengan tujuan untuk membentengi ahlak para peserta didik Pangandaran dari pengaruh budaya asing. (PNews)

WARGA MUNCANG PERTANYAKAN PEMBANGUNAN TANPA PAPAN INFORMASI

TASIKNEWS- Sejumlah pembangunan yang di danai Dana Desa (DD) tahun 2018 di Desa Muncang Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya menjadi sorotan masyarakat setempat, pasalnya pekerjaan semi Hotmik ke lokasi Susunan Sindangjaya tanpa papan proyek atau papan informasi. Rabu (02-01-2019).

Menurut warga, tak hanya di lokasi tersebut, pembangunan kantor BPD Muncang tak terlihat ada papan keterangan apa pun.

"Seharusnya sesuai aturan, saat akan dimulai pekerjaan papan proyek atau papan informasi harus dipasang agar masyarakat tahu jumlah anggaran sehingga masyarakat pun bisa ikut mengawasi. “ujar salah seorang warga, yang enggan ditulis identitasnya.(02/1-19)

Plang informasi proyek, menurutnya, bertujuan agar pelaksanaan setiap proyek dapat berjan dengan transparan karena pemasangan plang papan proyek tersebut juga tertuang dalam aturan.

“Dan tentunya keterbukaan dan transparansi ini di mulai sejak pelaksana pembangunan mendapat rekomendasi pekerjaan sesuai aturan di pasang di badan jalan. ”imbuhnya. (ANWAR W)

WAKIL BUPATI PANGANDARAN AJAK ASYARAKAT UNTUK TETAP MENJAGA KEBERSAMAAN

PARIGI-Ada enam sasaran strategis program Kementerian Agama telah digariskan, meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, ualitas pelayanan keagamaan, akses layanan pendidikan, mutu pendidikan agama dan keagamaan, dan peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama.

Demikian sambutan Menteri Agama RI yang dibacakan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang hadari pada sambutannya saat memimpin upacara Hari Amal Bhakti Kementrian Agama RI yang ke 73 di alun-alun Parigi.(3/1-19)

Dalam upacara yang dihadiri Ketua DPRD Kab Pangandaran H. Iwan M Ridwan SPd, MPd beserta anggota, Kepala Kemenag Dr. H cece Hidayat MSi, ketua MUI Kabupaten Pangandaran,  Kepala SKPD, camat dan tamu undangan lainnya, adang juga mengatakan, enam sasaran tersebut harus tercermin dalam program kerja pusat dan daerah.

“Di samping itu, pembinaan toleransi dan kerukunan antar-umat beragama, pengembangan moderasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang public. “kata wabup.

Toleransi beragama, kata wabup, dapat dimaknai sebagai sikap menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada.. Sementara moderasi beragama merupakan upaya untuk mewujudkan pemahaman dan pengamalan agama yang moderat, yang terhindar dari bentuk pemahaman dan praktek keagamaan yang berlebih-lebihan dan ekstrem.

Adapun pembangunan akhlak, lanjutnya, merupakan aspek yang sangat fundamental sebagai pilar utama keadaban bangsa, agar tidak tercerabut dari fitrah kemanusiaan. Berdirinya Kementerian Agama berfungsi untuk menjaga dan memelihara, sekaligus mengembangkan kualitas pendidikan keagamaan masyarakat kian naik peringkat, agar tetap dan terus terjaga kerukunan hidup antar umat beragama yang kian rekat yang pada gilirannya kualitas kehidupan keagamaan segenap bangsa makin meningkat

Wabup menambahkan, sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun ini, Jaga Kebersamaan Umat, wabup pun mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama, apalagi di tahun politik sekarang ini, senantiasa menebarkan energi kebersamaan, merawat kerukunan, dan menempatkan diri di atas dan untuk semua kelompok, golongan dan kepentingan.

"Kami juga kepada semua elemen masyarakat, mari jaga kebersamaan, keutuhan sesama anak bangsa serta selalu menjaga segala ujaran, perilaku, dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara, kita hindari dan kita jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, saling menyuburkan penyakit hati, dan saling melukai hati antar sesama anak negeri" ajaknya. (PNews)

HASIL TANGKAPAN NELAYAN PANGANDARAN TAHUN 2018 CAPAI 2,28 TON DENGAN PAD 105 %

CIJULANG-Berbeda dengan sektor pariwisata, produksi ikan tangkapan nelayan pada tahun 2018 ini cukup melimpah, walau tidak jarang seringnya himbauan BMKG terkait gelombang tinggi di laut.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran, Rida Nirwana Kristiana., S.Sos., M.Si, saat ditemui PNews di ruang kerjanya, mengatakan, tahun 2018 tangkapan ikan laut para nelayan Pangandaran cukup memuaskan, lmelebihi dari target.

“Terhitung dari Januari hingga bulan desember 2018, dari 7 koperasi sebagai pengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI-red),dengan total produksi tangkapan sebanyak 2.288,7 ton. “ungkap Rida.(3/1-19)

Dari jumlah tersebut, kata Rida, diantaranya KUD Minasari Pangandaran 1.165.002.40 kg, KUD Minapari Parigi, 378.095.20 kg, KUD Minakarya Nusawiru Cijulang ,87.365.80 kg, KUD Minarasa Batukaras Cijulang, 575.729.99 kg, KUD Mina Bahari Legokjawa-Cimerak,  48.030.30 kg, KUD Purbasari Madasari-Cimerak, 24.835.71 kg dan KUD Mina Lestari Muaragata  Cimerak 9.712.47 kg.

“Sementara untuk realisasi PAD tahun 2018 mencapai Rp 2.530 milyar  melebihi dari target, sebesar Rp 2,4 milyar, “jelas Rida.

Rida juga merinci PAD yang didapat dari masing0masing TPI, antara lain, dari KUD Minasari Pangandaran, Rp 1.399.499.997, KUD Minapari Parigi Rp 415.175.227, KUD Minakarya Nusawiru Rp .129.406.242,  KUD Mina Rasa Batukaras, Rp.439.914.054, KUD Mina Bahari Legokjawa, Rp 70.960.103,  KUD Purbasari Madasari. Rp 40.110.680, KUD Minalestari Muaragata Rp 22.794.765, KUD Mina Taruna Majingklak Kalipucang Rp 5.748.650 dan KUD Mina Palataragung Kalipucang Rp 6.826.000.00

Rida menambahkan, walaupun dalam kenyataan cuaca di laut kadang tidak menentu, namun para nelayan tetap bisa melaut dengan hasil tangkapan yang memuaskan, dan tentunya penjualannya pun tidak bocor keluar, semua di jual melalui TPI di masing-masing daerah tangkapan.

Untuk ke depan, lanjut Rida, Pemkab Pangandaran melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan akan melakukan bagi hasil dari retribusi yang diperoleh TPI ke tiap-tiap desa. Artinya, lanjut Rida, nelayan pun bisa berkontribusi aktif pada pebangunan yang ada di desanya masing-masing.

“Dan tentunya saya terus menghimbau kepada seluruh nelayan agar bisa menjual hasil tangkapannya melalui TPI, karena dijamin aman dan harga jualnya pun tinggi.”imbuhnya.

Hal senada dikatakan salah seorang pengurus KUD Minasari Panganran, Datam Sutarjo, dari seluruh hasil tangkapan nelayan yang dijual ke TPI Pangandaran, bisa menyumbang 56, 15 % dari total tangkapan di seluruh TPI.

“Dan Alhamdulillah, sekarang hampir seluruh nelayan menjual hasil tangkapannya melalui TPI yang ada di tiap-tiap daerah tangkapan. “kata Datam. (ANTON AS)

ADA 6 PERANAN GURU DI DALAM KELAS

Penulis : SITI JUBAEDAH ,S.Pd (Kepala TK Teratai Pangandaran)
Guru merupakan faktor penentu yang sangat dominan dalam pendidikan pada umumnya, karena guru memegang peranan dalam proses pembelajaran, di mana proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan.

Ketika ilmu pengetahuan masih terbatas, ketika penemuan hasil-hasil teknologi belum berkembang hebat pesat seperti sekarang ini, maka fungsi utama guru di sekolah untuk menyampaikan ilmu pengetahuan sebagai warisan kebudayaan masa lalu yang dianggap berguna sehingga harus dilestarikan.

Fungsi guru sebagai pendidik di dalam kelas sangatlah banyak, diantaranya, guru merupakan pendidik yang menjadi tokoh, penelitian dan identifikasi bagi para peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu guru harus mempunyai standar kualitas pribadi tertentu yang mencakup tanggung  jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Guru juga harus memahami nilai-nilai, norma, moral dan sosial serta berusaha berperilaku dan berbuat sesuai dengan nilai dan norma tersebut.

Guru harus bertanggung jawab pada tindakannya di dalam proses pembelajaran di sekolah sebagai pendidik, guru juga harus berani mengambil keputusan secara mandiri berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan kompetensi dan bertindak sesuai dengan kondisi peserta didik dan lingkungan.

Guru juga menjadi pengajar, artinya, guru harus membatu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya serta membentuk kompetensi dan memahami materi standar yang dipelajari.

Sebagai pembimbing, guru dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembangannya dengan jelas memberikan langkah dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Peranan ini harus lebih dipentingkan, karena kehadiran guru di sekolah untuk membimbing anak dituntut menjadi dewasa susila yang cakap. Tanpa bimbingan, anak didik akan mengalami kesulitan dalam menghadapi perkembangan dirinya. Kekurangmampuan anak didik menyebabkan lebih banyak tergantung pada bantuan guru, tetapi semakin dewasa ketergantungan anak didik semakin berkurang. Jadi bagaimana pun juga bimbingan dari guru sangat diperlukan pada saat anak didik belum mampu berdiri sendiri (mandiri).

Guru harus mampu menjadi pelatih, maksudnya, dalam proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. Karena tanpa latihan seorang peserta didik tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar, tidak akan mahir dalam berbagai keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan materi standar, disamping itu guru juga harus mampu memperhatikan perbedaan individu siswa.

Peran guru harus menjadi penasehat bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat. Agar guru menyadari fungsinya sebagai penasehat, maka ia harus memahami psikologi kepribadian dan mental, akan menolong guru untuk menjalankan fungsinya sebagai penasehat.

Terakhir, guru juga harus berperan menjadi pengelola kelas, ia hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik, karena kelas merupakan tempat berhimpun semua anak didik dan guru dalam rangka menerima bahan pelajaran dari guru. Kelas yang dikelola dengan baik akan menunjang jalannya interaksi edukatif, sebaliknya kelas yang tidak dikelola dengan baik akan menghambat kegiatan pengajaran.***

KEMENAG PANGANDARAN TAHUN 2018 DAPAT BANTUAN REHAB DAN RKB SARANA PENDIDIKAN

CIJULANG-Kepala Seksi Pendidika Madrasah MI Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran,  DR H. Ahmad Buhaiti MSI, mengatakan , di tahun 2018 lalu pihaknya dapat bantuan anggaran dari Kementrian Agama untuk membangun  sarana pendidikan, diantaranya, untuk MIS rehab 1 dan 4 untuk Ruang Kelas Baru (RKB), MTs 1 RKB dan Untuk Madrasah Aliyah, rehab 2 dan 3 RKB.

“Semua  bantuan anggaran pembangunan ini dilaksanakan pada akhir tahun 2018 dan sudah selesai dilaksanakan. “kata Ahmad, saat ditemui di ruang kerjanya.(3/1-19)

Pada dasarnya, lanjutnya, ia tidak terlibat langsung dalam pelaksanaannya,  karena semua mekanisme dari awal pembuatan proposal sampai akhir pengerjaan dikerjakan di masing-masing sekolah dengan sistem online langsung ke kantor kementerian pusat.

Ahmad juga menambhakan, ada 2 sekolah yang ambruk, MI Karangpucung  Kecamatan Kalipucang dan MTs Jamanis Desa Karangbenda Kecamatan Parigi.

Ahmad juga berharap, mudah-mudahan kedua sekolah tersebut tahun 2019 bisa dibangun, karena pada tahun 2018 lalu  kedua sekolah ini telat meng-update datanya, sehingga tidak enerima bantuan.
“Ini bukan kesalahan pusat, tapi karena keterlambatan mengirim data  pihak kami. “ungkap Ahmad.

Ahmad juga mengatakan, pihak kemenag sangat mengapresiasi Penkab Pangandaran yang sudah bisa membantu 20 persen dari total anggaran sarana rehab dn RKB sekolah di lingkup Kantor Kemenag Pangandaran.

“Dan dengan segala keterbatasan layanan komunikasi, saya mohon maaf pada pihak media apa bila di lapangan pihak sekolah banyak kekurangan.(ANTON AS)

WARGA GUNUNG HUMA DAN KIJULANG SESALKAN JALAN KIJULANG DIBENTENG

TASIK NEWS-Warga Rt 03 Rw 10 Jalan Kijulang di kelurahan Tuguraja Kecamatan Cihideung Kota Tasik menolak keras rencana pembuatan benteng di lingkungannya. Pasalnya, jika benar-benar jalan tersebut dibenteng dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan beca, warga merasa sangat keberatan.

Seperti diungkapkan salah seorang warga Gunung Huma, Devi atau yang akrab disapa Ubed, sebaiknya warga yang punya lahan jangan mentang-mentang karena merasa kaya dan berkuasa hingga kepentingan masyarakat banyak pun bisa diabaikan.

“Bukan saja warga jalan Kijulang, tapi warga Gunung Huma pun keberatan dengan pembentengan jakan itu. “ungkapnya.(02/1-19)

Ubed juga menyayangkan saat pembangunan benteng tersebut masyarakat sekitar tidak pernah dikasih tahu dan diajak musyawarah. Hingga kini warga pun hanya bisa pasrah karena tidak kuasa melawan.

“Kini warga hanya bisa menyesalkan, padahal dalam hidup bertetangga di masyarakat sudah selayaknya bisa bersosialisasi dengan semua warga.”ucapnya lagi. (ANWAR W)

MASYARAKAT TASIK ASYIK BERJOGED DI ARENA PESTA RAKYAT

TASIK NEWS-PMeski diguyur hujan, hal tersebut tak menyurutkan para pendekar joged  untuk meramai pesta rakyat yang diselenggarakan Pemkot Tasikmalaya.(2/1-19)

Bertempat di lapang Dadaha, para pengunjung yang didominasi remaja penggemar jogged, larut dalam alunan music dangdut yang dilantunkan dari beberapa artis lokal yang ikut menyemarakan acara masih dalam rangka menyambut tahun baru 2019.

Seperti diungkapkan salah seorang pengunjung asal Kecamatan Sukaraja, Entis, ia hampir tiap malam menyempatkan datang ke arena pesta rakyat karena ingin berjoged.

“Sekedar hiburan saja, daripada suntuk diam di rumah terus. “ungkapnya. (ANWAR W)

WARGA DESA MEKARJAYA KINI BISA NIKMATI AIR BERSIH PAMSIMAS

TASIK NEWS-Sejumlah warga di Desa Mekarjaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya kini dapat menikmati pelayanan air minum sehat dan bersih dari  Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada masyarakat yang selama kurang terlayani. Diharapkan dengan PAMSIMAS masyarakat dapat penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Salah satu Pamsimas yang berlokasi di kedusunan Sembahdayun ke depannya akan dikelola Kelompok kesewadayaan masyarakat (KKM) Banyu Kencana, dengan sumber air memanfaatkan Situ Cikondang.

Sepertti diungkapkan Kaur Desa Mekarjaya, Arif Hidayat, antusias masyarakat pada Pamsimas ini cukup tinggi dengan ikut bergotong royong membangunnya.

Dan yang membuat bangga, kata Arif, hasil pemeriksaan pihak yang berkofeten, dari segi fisik Desa Mekarjaya masuk rangking dari 22 Desa penerima pamsimas dengan 7 Kran Umum yang diperuntukan untuk sambungan rumah. “tutur Arif.
“Volume air situ Cikondang sangat melimpah dan sepengetahuan selama musim kemarau pun belum pernah mengering ", ungkap Arif saat ditemui PNews di rumah. (2/01-19)

Untuk sementara, lanjut Arif, karena terkendala medan diperkirakan warga yang bisa menikmati sarana air minum hanya  di RT saja, diantaranya Depok, Ganok, Citalaga dan Rt  Gentong, pasalnya saat ini harus disesuaikan dengan jalur, jatah pipa, medan serta mengukur ketinggian bak penampungan air dan rumah warga.

“Namun dengan melihat volume air dari situ Cikondang yang melimpah saya optimis nantinya seluruh Rt bisa menikmatinya, dan mudah-mudahan target kedepan satu kedusunan bisa menikmati air bersih " pungkas arif. (RUSDIYANTO)

PT KAI (PERSERO) LAUNCHING KA PANGANDARAN, UNTUK RUTE JALUR JAKARTA – BANDUNG – BANJAR

Kabar menggembirakan, khusunya untuk masyarakat Kabupaten Pangandaran, pasalnya kini PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah melaunching kereta api (KA) Pangandaran dengan relasi Stasiun Gambir – Bandung – Banjar (PP) dan Bandung – Banjar ( PP ) di Stasiun Banjar.

Satu rangkaian KA Pangandaran terdiri dari empat unit kereta eksekutif dan empat unit kereta ekonomi premium dengan kapasitas total 520 tempat duduk dan jarak yang ditempuh dari Jakarta – Banjar ataupun sebaliknya berkisar 328,8 kilometer dengan lama waktu tempuh sekitar 8 jam dan rute Bandung – Banjar menempuh jarak 155,8 kilometer dengan waktu 4 jam 30 menit.

Jadwal keberangkatan dan kedatangn KA Pangandaran, selengkapnya, pertama ada KA 12410 Relasi Gambir – Bandung – Banjar, dengan pemberangkatan dari Gambir 07.50 WIB, datang Bandung 11.07 WIB, berangkat Bandung pk. 11.40 dan tiba di Banjar pk.15.56 WIB. Kedua, kata ia ada KA 12379 Relasi Banjar – Bandung, berangkat dari Banjar 16.20 WIB, datang Bandung pk. 20.34 WIB. Ketiga, ada KA 12412 Relasi Bandung – Banjar, berangkat dari Bandung 09.10 WIB, tiba di Banjar 13.03 WIB. Dan terakhir ada KA 12377 Relasi Banjar -Bandung – Gambir, berangkat dari Banjar 13.55 WIB, tiba di Bandung 18.34 WIB, berangkat kembali dari Bandung 19.05 WIB, dan tiba di Gambir 22.34 WIB.

Untuk tarif  saat sekarang masih promo hingga 1 Februari 2019 mendatang dengan harga Gambir-Banjar (pp): Kelas Eksekutif Rp160.000,- dan Kelas Ekonomi Premium Rp110.000,- ini Setara dengan Tarif Argo Parahyangan, Bandung-Gambir (pp). dan untuk selanjutnya akan dikenakan tarif : Eksekutif, Tarif Batas Bawah (TBB) Rp 150.000 dan Tarif Batas Atas (TBA) Rp 520.000 dan Ekonomi Premium, Tarif Batas Bawah (TBB) Rp 100.000 dan Tarif Batas Atas (TBA) Rp 330.000.

Peluncuran perdana KA Pangandaran dilakukan Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro di Stasiun Banjar (2/1-19) dan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Anggota Dewan Komisaris PT KAI, Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Barat, Kadishub Provinsi Jawa Barat, CEO BNI Bandung, Dirpamobvit Polda Jawa Barat, Kapolres Banjar, Dandim 0613 Ciamis, dan Wakapolres Ciamis, serta tamu undangan lainnya.

Menurut Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro, nama kereta api ini sengaja diambil dari nama daerah yang mempunyai potensi wisata yang berbatasan langsung dengan Kota Banjar, yaitu  Pangandaran.

“Yang saya tahu ada beberapa destinasi wisata di wilayah Kabupaten Pangandaran, seperti Pantai Pangandaran, Batu Karas, Karapyak, Mandasari, Batuhiu, Green Canyon, dan lain sebagainya. “kata Edi.

Sementara damlam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, ini merupakan momen sejarah sekaligus mengobati rasa kekecewaan nasyarakat karena pada musimlibur natal tahun baru 2018 sepi pengunjung.

“Alhamdulillah hari ini saya sangat bahagia sekali karena pada hari ini PT KAI melakukan launching perdana untuk kereta api bernama Kereta Pangandaran. “ungkap bupati.

Lebih jauh bupati mengatakan, sengan digunakannya nama Pangandaran pada kereta aipi, tentunya Kabupaten Pangandaran akan semakin dikenal masyarakat luas. Dan setelah adanya kereta ini tentunya wisatawan pun akan semakin banyak datang ke Pangandaran karena sekarang ada penabahan alatv transfortasi massa bernama Kereta Pangandaran.

“Selama ini pengunjung yang datang lebih didominasi dengan menggunakan bis dan kendaraan pribadi, “imbuh bupati.

Dan untuk ke depannya, kata bupati, pihaknya akan berkordinasi dengan otoritas statsiun KA Banjar untuk mempermudah menyediakan fasilitas bagi wisatawan dari Banjar ke Pangandaran.

Bupati juga mengatakan, dengan dicantumkannya nama Pangandaran pada salah satu kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (Persero), tentunya ini merupakan tanda-tanda tidak lama lagi Pangandaran yang saat ini sedang berbenah dan menata diri, akan semakin hebat dan dikenal baik nasional atau pun internasional.

“Dan mungkin ini juga sebagai isarat jika kereta api jurusan Banjar-Pangandaran tidak lama lagi akan segera diaktifkan kermbali. “ucap bupati.

Karena , lanjut bupati, selama ini yang menjadi persoalannya, diantaranya pada aksebilitas, dengan berbagai persoalannya, seperti macet, lama tempuh dan lainnya yang erat kaitannya dengan dunia transportasi.

“Dengan dibukanya alat tranportasi masal seperti kereta api ini, diharapkan persoalan-persoalan tersebut paling tidak bisa dikurangi. “ucap bupati lagi. (PNews)

KOMPONEN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)

oleh: Dra. SURYAMAH ANSHRI.M.Pd (Kepala SDN 3 Wonoharja Pangandaran
)
Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus dilakukan berdasarkan kebutuhan guru yang bersangkutan, kebutuhan untuk mencapai dan/atau meningkatkan kompetensinya di atas standar kompetensi profesi guru. Hal ini nantinya juga sekaligus berimplikasi pada perolehan angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru.

Pada Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, PKB adalah unsur utama yang kegiatannya juga diberikan angka kredit untuk pengembangan karir guru, selain kedua unsur utama lainnya, pendidikan; pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan. Menurut Permennegpan itu telah pula dijelaskan bahwa pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) terdiri dari 3 komponen, pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif.

Pengembangan diri merupakan upaya-upaya  yang dilakukan seorang guru untuk meningkatkan profesionalismenya. Dengan demikian ia akan mempunyai kompetensi sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yang pada akhirnya akan dapat melaksanakan tugas pokok dan kewajibannya dalam pembelajaran/pembimbingan, termasuk dalam melaksanakan tugas-tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.

Kegiatan pengembangan diri terdiri dari dua jenis, diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru,  dimaksudkan agar guru mampu mencapai dan/atau meningkatkan kompetensi profesi guru yang mencakup kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesional sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang dimaksud di atas dalam kaitan dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) diorientasikan pada kegiatan peningkatan kompetensi sesuai dengan tugas-tugas tambahan tersebut (misalnya kompetensi bagi kepala sekolah, kepala laboratorium, kepala perpustakaan dan lainnya.

Diklat fungsional merupakan kegiatan guru dalam mengikuti pendidikan atau latihan yang bertujuan untuk mencapai standar kompetensi profesi yang ditetapkan dan/atau meningkatkan keprofesian untuk memiliki kompetensi di atas standar kompetensi profesi  dalam kurun waktu tertentu, jadi ada batasan waktu. Karena diharapkan guru mampu melaksanakannya minimal sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Kegiatan kolektif guru merupakan kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau kegiatan bersama yang bertujuan untuk mencapai standar atau di atas standar kompetensi profesi yang telah ditetapkan. Kegiatan kolektif guru tersebut mencakup kegiatan lokakarya atau kegiatan kelompok guru untuk penyusunan kelompok kurikulum dan/atau pembelajaran, pembahas atau peserta pada seminar, koloqium, diskusi pannel atau bentuk pertemuan ilmiah yang lain dan kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru.

Kegiatan pengembangan diri yang mencakup diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru tersebut harus mengutamakan kebutuhan guru untuk pencapaian standar dan/atau peningkatan kompetensi profesi khususnya berkaitan dengan melaksanakan layanan pembelajaran. Kebutuhan guru untuk mencapai atau meningkatkan kompetensinya harus mencakup, kompetensi menyelidiki dan memahami konteks di tempat guru mengajar, penguasaan materi dan kurikulum, penguasaan metode mengajar, kompetensi melakukan evaluasi peserta didik dan pembelajaran, penguasaan teknologi informatika dan komputer (TIK), kompetensi menghadapi inovasi dalam sistem pendidikan di Indonesia, kompetensi menghadapi tuntutan teori terkini dan kompetensi lain yang terkait dengan pelaksanaan tugas-tugas tambahan atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.

Sementara Publikasi ilmiah erupakan karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan secara umum. Publikasi ilmiah mencakup 3 kelompok kegiatan, diantaranya, presentasi pada forum ilmiah; sebagai pemrasaran/nara sumber pada seminar,  lokakarya ilmiah, koloqium atau diskusi ilmiah dan publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal

Publikasi ilmiah publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal mencakup, pembuatan karya tulis berupa laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya yang diterbitkan/dipublikasikan dalam bentuk buku yang ber-ISBN dan diedarkan secara nasional atau telah lulus dari penilaian ISBN,  atau diterbitkan/dipublikasikan dalam majalah/jurnal ilmiah tingkat nasional yang terakreditasi, provinsi, dan tingkat kabupaten/kota, diseminarkan di sekolah atau disimpan di perpustakaan., tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikanyang      dimuat di:jurnal tingkat nasional yang terakreditasi; jurnal tingkat nasional yang tidak terakreditasi/tingkat provinsi; jurnal tingkat lokal (kabupaten/kota/sekolah/-madrasah, publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan dan/atau pedoman guru. Publikasi ini mencakup    pembuatan: buku pelajaran per tingkat atau buku pendidikan per judul yang lolos penilaian BSNP, atau dicetak oleh penerbit dan ber-ISBN, atau dicetak oleh penerbit dan belum ber-ISBN, modul/diklat pembelajaran per semester yang digunakan di tingkat: provinsi dengan pengesahan dari   Dinas Pendidikan Provinsi; atau kabupaten/kota dengan pengesahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; atau sekolah/madrasah setempat dan buku dalam bidang pendidikan dicetak oleh penerbit yang ber-ISBN dan/atau tidak ber-ISBN; karya   hasil terjemahan yang dinyatakan oleh kepala sekolah/ madrasah tiap karya; buku pedoman guru.

Sedangkan karya inovatif yang harus dimiliki bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan baru sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan, sains/teknologi, dan seni. Karya inovatif ini, diantaranya penemuan teknologi tepat guna kategori kompleks dan/atau sederhana, penemuan/peciptaan atau pengembangan karya seni kategori kompleks dan/atau sederhana, pembuatan/pemodifikasian alat pelajaran/peraga/-praktikum kategori kompleks dan/ atau sederhana dan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya pada tingkat nasional maupun provinsi. ***
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN