WALAU HIDUP DI DAERAH RAWAN BENCANA WARGA PANGANDARAN HARUS CIPTAKAN HIDUP NYAMAN DAN AMAN

SIDAMULIH-Dalam kunjungan kerjan Menteri Sosial Republik Indonesia, Idrus Marham yang diwakili oleh Direktur Jenderal Perlindungan Jaminan Sosial, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Harry Hikmat melantik Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menjadi Pembina Tagana dan sekaligus Ketua Kampung Siaga di wilayah Kabupaten Pangandaran di Kampung Siaga Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran (31/7) yang merupakan daerah terjadinya bencana longsor yang menelan tiga korban meningggal, tahun 2017 lalu.
Dalam acara tersebut selain Dirjen Linjamsos, hadir juga beberapa Staf Khusus Kementerian Sosial, antara lain, Ismail Cawidu dan Husen. Sementara dari Kabupaten Pangandaran, selain buopati yang didampingi Wakil Buopati,H. Adang Hadarai, juga hadir Sekda, Mahmud, SH, MH dan jajarannya, forum komunikasi kecamatan, forum komunikasi daerah serta ratusan warga.

Dalam sambutannya, Harry Hikmat menyampaikan, yang dilantik hari ini tidak hanya Bupati saja ibu bupati pun harus menjadi ibunya para anggota Tagana di Kab Pangandaran
Dikatakan Hari, bukan kebetulan jika kampung siaga didirkan di Desa kalijati, karena desa ini merupakan pilihan bupati yang merupakan daerah bencana longsor. Dan tentunya kampung siaga ini merupakan percontohan bagi daerah lainnya, karena harus bisa meliputi beberapa desa karena di sekitarnya unjtuki melihat karakteristik teritorial

“Mudah-mudahan setelah dibentuknya Kampung Siaga di Desa Kalijati bisa menjadi contoh serta bisa memberi manfaat bagi daerah yang lainnya. “kata Hari.

Hari menambahkan, seperti yang dilihat di wilayah disini merupakan daerah perbukitan dan lembah yang menjadi perkampungan warga, tentunya ini resikonya sangat tinggi. Dan ini harus  menjadi perhatian semua, untuk itu dengan komitmen bersama-sama warga dibentuk Kampung Siaga dengan salahsatu keterianya, ada Taruna Siaga Bencana (TAGANA).

Kabupaten Pangandaran pada indek nasional merupakan peringkat ke 16 dan peringkat ke 5 tingkat Provinsi Jawa Barat sebagai daerah rawan bencana. Tapi walau pun termasuk daerah rawan bencana yang tinggi, ini tidak menjadi penghalang untuk bisa hidup tenang, aman dan nyaman.
“Maka untuk antisipasi semua ini dibutuhkan kesiapsiagaan kita semua," ucapnya.

Hari juga mengtakan, berkat komunikasi yang baik Pemkab Pangandaran dan Kementerian Sosial, tahun ini bantuan tahun ini sebesar Rp. 5,6 milyar sudah turun.

Selain meresmikan kampung bencanan dan melantik Pembina Tagana, dalam kunjungan tersebut, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Harry Hikmat  berkesempatan menyerahkan stimulan bantuan kepada Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata senikai Rp. 4.611.590.000 untuk pembuatan kampung siaga bencana, pembuatan lumbung padi siaga dan bantuan stimulan berupa bahan bangunan untuk 351 rumah yang terkena bencana serta penyerahan bantuan kepada korban bencana yang diserahkan secara simbolis.

semnetara dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, sebenarnya untuk penetapan Kampung Siaga Bencana di Pangandaran itu banyak, salahsatunya di Desa Kalijati ini.

Jeje mengatakan, Pemkab Pangandaran menargetkan hingga 2019, Kecamatan Pangandaran menjadi daerah siaga bencana karena terdapat dua daratan, daratan tinggi dan rendah di sepnajang pantai.

"Mungkin kita ada gelombang pasang, banjir dan longsor.  Dan saat ini kita sedang inventarisir dan menargetkan 2019 Pangandaran menjadi daerah siaga bencana," pungkasnya. (ANTON AS)

SDN 2 MEKARSARI CIMERAK, KEPALA SEKOLAH BARU SERTA SEMANGAT BARU

CIMERAK-Beberapa bulan yang lalu Kabupaten Pangandaran telah melantik beberapa Pejabat Struktural dan Fungsional termasuk para Kepala Sekolah salah satunya Maman,SPd.SD yang ditugaskan di SDN 2 Mekarsari Kecamatan Cimerak.
Maman yang berasal dari Masawah ini termasuk salah seorang kepala sekolah yang disiplin tentu saja bersama 4 orang guru PNS, 3 non PNS dan 1 orang penjaga bahu membahu membenahi serta berusaha melakukan yang terbaik agar sekolah tempatnya mengajar semakin bersih, nyaman dan aman.

SDN 2 Mekarsari yang didirikan tahun 1982 di atas laghan seluas 4832 m2 ini terakreditasi dengan nilai B yang sertifikatnya ditandatangani langsung Prof DR.Djaman Satori,MPd pada tahun 2014 sendiri sekitar 22 km dari ibu kota kecamatan, tepatnya di Dusun Sukasari Desa Mekarsari Kecamatan Cimerak, berada di daerah paling barat Kabupaten Pangandaran.

Dengan jumlah peserta didik 129 siswa serta fasilitas penunjang belajar, seperti taman, sarana  kesehatan, wc, kamar mandi dan tempat cuci tangan yang terurus rapih serta disiplin dalam berpakian rapih baik guru mau pun siswa, tentunya membawa nilai positif pada lingkungan pada tempat anak-anak menuntut ilmu.

Dari segi prestasi, SDN 2 Mekarsari pun tidak ketinggalan, banyak kejuaraan-kejuaraan, antara lain,  juara 3 putra dalam rangka invitasi bola voly SMPN 3 Cimerak, juara 3 matematika dalam pada  OSN, juara Tarian Daerah pada FLS2N tahun lalu dan juara permainan lembur pada KKM Unpad yang lalu.

“Bahkan untuk pembinaan karakter para siswa kami selalu dilaksanakan juga solat berjamaah dan rutin membaca Al Qur’an’. “ ungkap salah seorang guru,  Dedi Suryadi,SPd.(31/7)

Dedi menambahkan, ia sangat setuju dengan kebijakan yang diterapkan kepala sekolah terkait  keuangan sekolah betul-betul harus digunakan untuk kesejahteraan siswa dan kemajuan sekolah secara positif, kepala sekolah tidak memegang keuangan karena semuanya telah didelegasikan pada guru-gurunya.

“Dan tentunya penggunaannya pun akan transparan jika fungsi bendahara dan lainnya berjalan dengan semestinya. “kata Maman.

Dedi dan warga sekolah lainnya pun berharap, dengan pergantian kepala sekolah yang baru ini tentunya akan memberi inspirasi yang baru, semangat baru dan inovasi-inovas yang baru dan segar agar sekolah ini dapat menjadi unggulan di masa yang akan datang.

“Dan kami sangat optimis karena Pa Maman selain mempunyai semangat yang tinggi juga punya komitmen yang terukur pada dunia pendidikan. “pungkas Dedi.  (RASIMUN-Pnews)

CAMAT CIGUGUR LAKUKAN CONTROL PEMBANGUNAN REHAB SEKOLAH DI WILAYAHNYA

CIGUGUR – Agar bisa memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat di Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran khususnya dibidang pendidikan terkait rehab sekolah pasca gempa 2017 lalu, camat Cigugur, DR. Erik Krishna Yuda, ikut mengontrol jalannya pembangunan sekolah sekolah yang mendapatkan bantuan rehab dari kementrian pendidikan diwilayah kecamatan Cigugur sebanyak lima bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri.

Erik mengatakan, ia sebagai camat wajib ikut mengontrol proses serta jalannya pembangunan sarana pendidikan yang ada diwilayahnya agar bisa berjalan dengan baik dan sesuai aturan.

"Dengan kapasitas sebagai kepanjangan tangan bupati saya wajib mengetahui apa pun yang ada di Kecamatan Cigugur, dan kegiatan yang saya lakukan ini merupakan bentuk pengawasan atau controlling pemerintah terhadap proses pembangunan infrastruktur maupun sarana pendidikan. “jelasnya. (25/07)

Dikatakan Erik, bantuan yang diberikan langsung dari Kementrian Pendidikan ini bertujuan untuk terciptanya rasa nyaman pada kelangsungan kegiatan belajar mengajar siswa. Artinya,  dengan adanya bantuan ini masyarakat juga harus ikut mengawasi proses kegiatan rehab sekolah ini agar bantuan tersebut bisa digunakan dengan baik.

“Mudah-mudahan dengan kondisi sekolah yang sudah bagus nantinya semangat belajar anak-anak didik akan semakin tumbuh, kalau tempat belajarnya nyaman sudah pasti bisa mendukung peningkatan kualitas pendidikan. " imbuhnya. (AGE)

DESA MASAWAH AKAN TETAP PERTAHANKAN PANTAI INDAH MADASARI

CIMERAK - Pantai Madasari atau orang setempat menyebutnya dengan nama sebutan “Bulben” (Bulak Benda) berada di wilayah Desa Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, di lokasi ini bisa dinikmati panorama alam indah yang masih alami. Madasari memang masih asli, belum banyak sentuhan.

Saat ini obyek wisata ini masih dikelola masyarakat setempat dan pemerintahan desa, biasanya banyaj pengunjung datang pada hari sabtu dan Minggu atau hari libur lainnya. Walau pun belum banyak dikenal wisatawan dan belum seramai destinasi wisata lainnya di Kabupaten Pangandaran, tapi dari hari ke hari trendnya terus menunjukan peningkatan.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Masawah, Ukan Suganda, ia akan tetap mempertahankan wisata pantai Madasari agar tetap dikelola desa.

"Kami tetap mempertahankan dan tidak akan menyerahkan bila wisata yang ada didesa kami akan diambil alih  pemerintah daerah", ungkapnya. (25/07)

Menurutnya, wisata yang ada di desanya tetap akan dijadikan aset desa untuk PADes, jadi kalau saja Pemda Pangandaran akan mengambil alih harus ada MOU dulu.

Ukan juga mengatakan, tapi hingga sampai saat ini pemda melalui Dinas Pariwisata belum pernah didatangi utusan dari pemda untuk membicarakan pengelolaan atau melakukan pembangunan wisata pantai Madasari, walaupun hanya sekedar melihat kondisi mandasari saat ini.

"Dan kalau pun dulu saat kepala dinasnya Pak Mukhlis sering datang ke desa kami, itu hanya sebatas membicarakan keadaan wisata Madasari, “pungkasnya. (AGE)

ENTAH KENAPA, PAPAN KEGIATAN TIDAK DIPASANG PADA PEMBANGUNAN RKB SDN 3-4 CIJULANG

CIJULANG-Entah kenapa, papan nama kegiatan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN 3 dan 4 di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran tidak dipasang sebagaimana mestinya. Hal ini penting, pasalnya masyarakjat juga ingin mengetahui proses pembangunan yang sedang berlangsung di sekolah tersebut.

Saat hal ini dutanyakan pada beberapa guru pengajar, dengan serempak mereka mengatakan, tidak tahu menahu tentang urusan ini, karena ini urusan kepala sekolah dan komuite.

“Sejkarang kepala sekolahnya sedang ke Bandung, dan papoan RAB ini segera akan kami pasang. :”ujarnya singkat.(25/7)
Salah seorang pekerja bangunan, Kuplik, menambahkan, memang biasanya papan kegiatan itu harus dipasang sebelum pekerjaan dimulai, seperti yang dilaksanakannya di sekolah-sekolah lainnya.

“lerbih jelasnya saya kurang tahu alasan kenapa tidak dipasang, saya hanya kuli bangunan saja. ”ungkap Kuplik.

Hal senada dikatakan Nana, seorang kuli bangunan di SDN 4, ia juga tidak tahu menahu urusan papan nama atau yang terkait dengan RAB.

“Saya hanya bersukur bisa ikut kerja disini, hal-hal lain silahkan tanyakan pada kepala sekolah dan komite. “kata Nana. (ANTON AS)

DPKPB PANGANDARAN JADI RUJUKAN EDUKASI PENANGANAN BENCANA DAERAH LAIN

Walau dengan segala keterbatasan bukan berarti program kegiatan harus terhenti, paling tidak ada skala perioritas bisa dikerjakan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran,  DR. Drs. H. Nana Ruhena, MM, saat membuka obrolannya dengan PNews.

“Paling tidak ada usaha kita untuk mencari solusi di luar APBD. “ungkapnya.(18/7)

Menurutnya ia tak malu, jika upaya yang dilakukan selama ini baik ke pemprov, pusat bahkan bila perlu ke pihakke tiga, jika itu kebaikan dan peningkatan kinerja dinasnya.

Seperti belum lama ini DPKPB Pangandaran mendapat bantuan mobil ambulan sumbangan dari BUMN Pertamina Jakarta yang langsung diterima di kantor PT. Pertamnia MOR III Tasikmalaya.

Nana pun bersyukur, di usianya yang masih relatif muda DPKPB Pangandaran terus bisa eksis baik secara IT mau pun kerja di lapangan.

Ini terbukti, lajut Nana, beberapa kali DPKPB Pangandaran jadi rujukan daerah lain dalam edukasi penanganan bencana di daerah lain. Seperti belum lama ini BPBD propinsi Bali malah mendapat rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk datang ke Pangandaran, termasuk BPBD Banjarnegara Jawa Tengah yang belum lama ini tertimpa musibah tanah longsong pun datang kesini.

“Saya katakan pada mereka, bahwa edukasi penanganan bencanan di Pangandaran menyasar langsung dari masyarakat, kita harus sadar bahwa kita hidup di daerah rawan bencana dan bagaimana agar masyarakat sadar bencana, hidup harmoni dengan bencana. “papar Nana.

Nana menambahkan, bagaimana pula cara merekrut relawan mulai dari masyarakat, pelajar, tokoh dan seluruh elemen masyarakat, dan itu bisa dilakukan tanpa anggaran besar.

Nana juga mengatakan, memang sebaiknya sarana vital penanggulangan bencanan, seperti mobil pamadam kebakaran, idealnya se-kabupaten itu ada lima. 1 unit untuk Kecamatan Mangunjaya, Padaherang dan Kalipucang, 1 unit Kecamatan Pangandaran dan Sidamulih, 1 unit stanby di kantor dan Kecamatabn Parigi, 1 unit Kecamatan Cijulang dan Cimerak dan 1 unit lagi untuk Kecamatan Langkaplancar dan Cigugur.

Nana juga mengatakan, Kabupaten Pangandaran masuk 16 besar daerah bencana di Indonesia dengan skor 215,2.
“Dan tugas kami, di RPJMD tahun 2019 skor tersebut harus turun hingga 150,64. “pungkas Nana. (PNews)

WARGA CIGUGUR KECEWA, MENTERI PENDIDIKAN TAK TEPATI JANJI

CIGUGUR-Masyarakat Pagerbumi Desa Harumandala Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran merasa kecewa pasalnya pembangunan rehab sekolah akibat terjadi gempa beberap bulan lalu yang saat itu mendapat kunjungan langsung dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, dan saat itu juga Muhajir menjanjikan bantuan pada seluruh Sekolah Dasar (SD) yang rusak akibat gempa di seluruh Kabupaten Pangandaran.

Tapi sayang, ternyata tidak seluruh bangunan yang rusak tidak mendapat bantuan rehab, seperti rumah dinas kepala sekolah yang berdampingan dengan sekolah yang direhab luput dari perbaikan, padahal kondisinya sudah rusak dan terlihat kumuh. Padahal dalam kunjungan waktu itu, menteri Pendidikan sempat berseloroh bahwa bangunan rumah dinas kepala sekolah tersebut lebih layak jika disebut kandang ayam.

“Dan saat itu juga Pa Menteri berjanji akan memberikan bantuan untuk merehabnya. “ujar salah seorang warga.(18/7)

Warga  menambahkan, seluruh masyarakat dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari yang saat hadir dalam kunjungan menteri, pasti mendengar apa yang dijanjikan menteri pendidikan dalam sambutannya, malah saat itu juga Muhajir langsung memerintahkan ajudannya untuk mencatatnya.

“Tapi sekarang kenyataannya kok tidak sesuai dengan yang dijanjikan Pa Menteri..”kata warga heran. (ANTON AS)

UNTUK MENINGKATKAN SDM, PERANGKAT DESA MEKARLAKSANA IKUTI PELATIHAN KERJA

TASIK NEWS-Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), Desa Mekarlaksana Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya baru-baru ini menggelar pelatihan kerja bagi perangkatnya dengan nara sumber dari Dinas kearsiaoan dan Perpoustakaan Kabupaten Tasikmalaya.


Pelatihan yang dihadiri seluruh perangkat juga dihadiri Ketua BPD, LPM dan pemerintah Kecamatan Culamega, menurut kepala Desa Mekarlaksana, bertujuan seklain menambah wawasan juga untuk meningkatkan kualitas perangkatnya agar dalam melaksanakan tugas sehari-hari dan sistim administrasi desa semakin baik dan terukur.


“Selain perangkat bertambah cerdas, tentunya ini juga akan berdampak baik pada pelayanan terhadap warga. “kata kades.(17/7)


Ia pun berharap, hasil pelatihan ini bisa membawa manfaat positif khususnya untuk perangkat dan umumnya seluruh warga desa. (ANWAR WALUYO-PNews)

SEPANJANG LIBUR LEBARAN OMSET PEDAGANG IKAN ASIN PANGANDARAN MENINGKAT TAJAM

Hari libur lebaran yang beru berlalu ternyata membuahkan berkah bagi para pedagang yang ikut mengais rejeki dari membludaknya wisatawan yang datang ke Pangandaran, salah satu pedagang ikan asin.

Seperti yang diungkapkan salah seorang pedagang, Yadi Apandi, selama liburan nyaris ia kehabisan stok, pasalnya pengunjung yang berdatangan tiap hari ke tempatnya tetap memilih ikas asin jadui oleh-oleh paforit khas Pangandaran.

"Kami sangat bersyukur,  karena hasil jualan kami bisa menunjang ekonomi keluarga. :”ungkapnya.(17/7)  
Yadi menambahkan, kebanyakan wisatawan yang datang ke warungnya memilih asin jambal roti, karena memang selain enak juga memiliki kekhasan sendiri.

Jambal roti itu sendiri, kata Yadi, ada tiga kelas dan yang paling dicari konsumen jam ar roti dari ikan kadukang, dan memang jenis ini yang sangat digemari konsumen.

Sebagai putra asli daerah ini, sudah lebih dari 12 tahun Yadi berjualan asin dengan menempati kiosnya di jalan Kidang Pananjung.

“Sebelum  berjualan dulu saya nelayan. “imbuhnya. (HARIS F)

UNTUK KEMAJUAN PENDIDIKAN WARGA, DESA SIRNAJAYA TAHUN INI BANGUN MADRASAH

TASIK NEWS-Masyarakat Kampung Patra Desa Sirnajaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya menyambut gembira karena tahun ini mulai dilaksanakan pembangunan dua lokal madrasah sumbangan dari pemerintah pusat (APBN).
Menurut ketua Tim Pelaksana Kerja (TPK), dalam pelaksanaan pembangunan madrasah ini TPK berssikap transparan dalam menggunaan anggaran pembangunan.

Ia menuturkan, keberadaan madrasah ini sangat penting untuk meningkatkan dunia pendidikan yang akan berdampak pada kemajuan desa.

“Ini untuk kepentingan pembangunan yang ada di desa sehingga ke depan masyarakat desa pun bisa menikmati hasil dari pembangunan ini. ”ungkapnya.  (ANWAR WALUYO-PNews)

HOREEE..! PEMPROP JABAR KEMBALI BEBASKAN DENDA PAJAK KENDARAAN BERMOTOR

PANGANDARAN-Kabar gembira bagi pemilik kendaraan bermotor, kini bisa menikmati kembali program Bebas BBNKB ke-2 dan Denda PKB saat pembayaran pajak di Kantor Samsat mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2018 mendatang.

Program ini menindaklanjuti keputusan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan nomer: 973/154-Bapenda tanggal 31 mei 2018, tentang pemberian pembebasan pokok dan sanksi administrasi berupa denda Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) atas Penyerahan Kedua dan Seterusnya, serta Pembebasan Sanksi Administratif berupa Denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Menurut Kepala CPPDP wilayah Pangandaran, Achmad Antony, melalui Kepala Seksi Penerimaan Penagihan Kantor samsat Pangandaran, Nanang Sulaeman, pihak saat ini sedang gencar-gencarnya mensosialisasi program ini di tiap-tiap kecamatan se-Kabupaten Pangandaran.

“Kami berharap dalam sosialisasi tersebut seluruh kepala desa, kepala dusun, karang taruna, ketua MUI, serta pengusaha yang ada di tiap-tiap kecamatan bisa hadir  ke tempat kami sosialisasi. “ungkap Nanang.(17/7)

Nanang yang ditemui PNews di ruang kerjanya, juga menegaskan, yang digratiskan itu bukan pajak kendaraannya, tapi denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan denda biaya balik nama saja,  dan ini semata untuk bisa mempermudah dan meringankan masyarakat terkait pajak kendaraannya.

Ada pun sarat-sarat dan tata caranya, lanjut Nanang, masyarakat datang langsunbg ke kantor samsat dengan membawa;
1. BPKB (asli dan fotokopi)
2. STNK (asli dan fotokopi)
3. Cek fisik Kendaraan (bisa dilakukan cek fisik bantuan di kantor Samsat terdekat)
4. Kuitansi jual beli (materai Rp 6.000)
5. KTP pemilik daerah yang akan dituju (asli dan fotokopi)
6. (Untuk badan hukum): salinan akte pendirian + 1 lembar fotokopi, keterangan domisili, surat kuasa bermaterai cukup dan  ditandatangani pimpinan serta dibubuhi cap badan hukum yang bersangkutan.
Untuk intansi pemerintah (termasuk BUMN & BUMD): surat tugas atau surat kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani pimpinan serta dibubuhi cap intansi yang bersangkutan.
Tata cara:
1. Kendaraan dihadirkan ke Samsat Induk tempat kendaraan terdaftar untuk melakukan cek fisik (gesek nomor rangka dan mesin).
2. Menuju gudang arsip untuk mengambil berkas kendaraan.
3. Menuju bagian loket mutasi (menyerahkan BPKB dan KTP daerah yang dituju beserta fotokopi).
4. Menunggu berkas keluar dengan waktu tertentu (mendapat surat jalan sementara).
5. Ke bagian fiskal. Mendapatkan berkas mutasi keluar.
6. Setelah berkas keluar, lapor ke Samsat daerah tujuan (menyerahkan berkas-berkas yang diterima ke bagian mutasi).
7. Kendaraan dihadirkan ke Samsat Induk tujuan untuk melakukan cek fisik (gesek nomor rangka dan mesin).
8. Kembali ke Samsat daerah tujuan (menyerahkan berkas-berkas dan mendapat surat jalan sementara).
9. Menunggu STNK dan pelat nomor.
10. Kembali ke Samsat Induk tujuan untuk mengambil STNK dan  pelat nomor baru.
11. Menunggu BPKB yang diperbarui dengan waktu tertentu.
12. Mengambil BPKB yang telah dperbarui.

Disoal berapa target pajak yang dihasilkan dari program ini, Nanang mengatakan, kantor Samsat pangandara target pendapatan dari program ke 2 ini, Rp. 1,2 milyar.

“Alhamdulillah, sampai dengan 17 juli ini sudah mencapai 27 %. “jelasnya. (HIEK)

ROLIS SIREGAR: “GASIBU MACAN PUTIH HARUS PEKA DAN PEDULI PADA ASPIRASI MASYARAKAT”

Tasik-News-Untuk menepis opini miring yanbg selama ini berkembang di publik  dan menjadi stigma negative terkait keberadaan Ormas ( Organisasi Masyarakat), Ketua DPD Gasibu Macan Putih Kota/ Kabupaten Tasikmalaya, Rolis Siregar, menekankan kepada seluruh anggota dan pengurus untuk dapat menjawab tatangan publik dengan keberadaan Ormas. Rolis berharap semua yang tergabung dalam ormas Gasibu ( Gabungan Anak Siliwangi Barisan Utama) Macan Putih untuk bisa menjawab tantangan itu dengan sebuah karya nyata di masyarakat.

"Saya sudah intruksikan pada seluruh pengurus dan anggita agar sesuai Tupoksi sertas harus mampu  menjawab opini publik dengan karya nyata di masyarakat," tandas Rolis dihubungi via Hp.(13/7)

Adapun bentuk karya nyata tersebut, sambung Rolis, kegiatan yang langsung bisa di rasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti bakti sosial di tiap DPC dan menjembatani aspirasi kelompok tani yang membutuhkan bantuan.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gasibu Macan Putih yang sudah terbentuk, lanjut Rolis, baru di 6 kecamatan, diantaranya Kecamatan Sukaraja, Jatiwaras, Salopa, Cikatomas, Sodonghilir dan Cipatujah.

"Rencana kedepan Gasibu akan melebarkan sayap dengan membentuk DPC di 39 Kabupaten/ Kota Tasikmalaya," pungkas Rolis.

Rolis juga mengatakan, kegiatan pada acara halal balal yang di gelar di sekretariat Gasibu Macan Putih di  Kampung Cibenda Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja beberapa hari lalu (14/6) berkenan hadir Caleg DPRD Provinsi dari PPP, Asep Rosadi Permana. (UDI RUSWANDI-PNews )

DESA CINTAJAYA AGENDAKAN TIAP TAHUN BERI SANTUNAN ANAK YATIM DAN PANTI JOMPO

TASIK NEWS-Pemberian santunan terhadap anak yatim piatu dan orang jompo yang di gelar di Kampung Pasar Senen Desa Cintajaya Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya, rencananya akan menjadi  agenda rutin tahunan yang akan dilaksanakan pada momen halal bihal.

Demikian dikatakan Kepala Desa Cintajaya, Agus Wijaya, saat ditemui PNews di tempat kerjanya. (14/6)

Dikatrakan Agus, pemberian santunan terhadap 40 anak yatim piatu dan orang jompo ini merupakan wujud kepedulian Desa Cintajaya terhdap warganya.

Agus menambahkan, kegiatan sosial pemberian santunan pada anak yatim dan orang jompo ini bisa terus berlanjut dan menjadi jembatan bagi warganya untuk lebih menumbuhkan kembali rasa saling berbagi dan rasa tolong menolong sesama warga.

"Mudah-mudahan ini akan menjadi agenda tahunan Desa Cintajaya, " pungkas Agus. (Hermansyah-PNews)

LEGENDA SITU SANGHYANG, TEMPAT PERNIKAHAN PARA RAJA

Ketua kompepar, Mumung Suryaman ( berkaca mata) dan Maslikan ( kanan)
TASIKNEWS-Pemberian nama pada sebuah daerah atau tempat  sejarah tak lepas dari sebuah peristiwa atau kejadian pada masa itu. Perjalanan kejadian dan para pelaku sejarah itu sendiri menyimpannya dalam bingkai cerita atau sebuah legenda, dimana di dalamanya ada sebuah hikmah untuk dijadikan contoh di masa sekarang. Semisal, obyek wisata Situ Sanghyang yang berlokasi di dua desa, Desa Cibalanarik dan Cilolohan Kecamatan Tanjungjaya, yang merupakan kebanggaan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya, karena danau tersebut menawarkan panorama yang eksotis dan romantis berbalut cerita mistik.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, konon di danau tersebut tersiar kabar adanya fenomena yang dikaitkan dengan dunia mistik, sering terlihat berpindahnya rimbunan pohon kiray yang maju dengan sendirinya ke tengah danau, tentunya fenomena ini dijadikan warga sebagai totonden ( pertanda) bakal adanya sebuah kejadian.

Legendanya Situ Sanghyang versi masyarakat setempat yang diadopsi Dinas Pariwisata, seperti yang dikisahkan anggota Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar), Maslikan (46), sebelum terjadinya nama situ didahului dengan muncul nama sanghyang, karena menurut sejarah situ yang asli ada di Kampung Parunggolong Desa Cilolohan, berupa leuwi (sungai) bernama leuwi Sanghyang.

Dikisahkan juga, konon pada masa Kerajaan Sukakerta Parunggolong merupakan tempat sakral karena pada masa itu di daerah tersebut dijadikan sering dijadikan tempat digelarnya pesta pernikahan para raja. Situ Sanghyang sendiri merupakan gabungan dua tempat bersejarah antara situ yang berada di Kampung Parunggolong dan Sanghyang di Obyek wisata. Sementara nama sanghyang itu sendiri terjadi dari sebuah peristiwa sejarah yakni riuhnya suara yang saling bersahutan.

Konon, dulu ada seorang pangeran menculik seorang wanita cantik jelita, isteri  seorang resi dari Kebataraan Galunggung. Saat sang resi pulang dari laku tirakat, tapa bratanya, isterinya sudah dibawa kabur sang pangeran. Sang resi pun kemudian mencarinya hingga ke sebuah daerah yang dikenal dengan nama Saung Gantang. Ditempat itu ternyata tengah berlangsung pesta besar-besaran selama 7 hari 7 malam, yang ternyata isterinya sendiri yang menjadi mempelai wanitanya.

Saat itu berulang kali sang resi pun berteriak namun tidak ada yang menanggapinya dikarenakan riuhnya suara pesta, sehingga resi pun menjelma menjadi Budak Buncir (bocah gendut),  kemudian memanggil segerombolan anjing untuk mengacaukan pesta tersebut. Suara gonggongan anjing diluar pun kemudian beradu dengan suara riuhnya pesta, hingga lama kelamaan suaranya seperti ngahiang (berdengung)

"Jadi nama sanghyang itu tercipta dari riuhnya dua suara yang beradu, dan nama sang sendiri merupakan mrnunjukan pada sang pelaku, sang resi dan sang pangeran", papar Maslikan.(13/7)

Adapun terjadinya situ, lanjut Maslikan, saat itu dikarenakan sang pangeran merasa terganggu dengan suara-suara di luar dan merasa terpancing dengan tantangan si buncir.

Diceritakan, sang resi bersumpah akan berguru jika seandainya sang pangeran dan para punggawanya bisa mencabut 7 batang lidi yang berjejer. Tapi karena tidak ada yang sanggup mencabut lidi, dengan kesaktiannya sang resi pun mencabut lidi-lidi, anehnya dari lubang batang lidi yang di cabut keluar air yang tidak terbendung hingga membentuk sebuah situ  (danau). Saat itu Resi pun langsung mengeluarkan kutukan, semua yang ikut bersama pangeran tenggelam dan menjelma menjadi ikan. Sejak itulah di lokasi situ menjadi angker, seperti burung yang melintas di danau dan yang meminum air tiba-tiba hilang tak berbekas hingga warga pun enggan untuk memanfaatkan air dari situ sanghiyang.

Saat itu keangkeran Situ Sanghyang rupanya terdengar hingga ke Kesultanan Cirebon, sehingga  mengutus Prabu Linggawastu ditemani Lokananta dan Lokananti untuk menetralisir air situ tersebut untuk dipergunakan keperluan warga. Prabu Linggawastu merupakan keturunan Mataram anak dari Raden Kamandaka, salah satu saudara Prabu Linggawastu, Mundingwangi yang bergelar Prabu Siliwangi. Prabu Linggawastu dimakamkan di seputar Situ Sanghyang bersama Lokananta dan Lokananti.

Di balik legenda Situ Sanghyang ternyata sejarah tersebut berkaitan dengan Kepemerintahan Kabupatian Sukapura yang pada waktu itu dipegang Raden Aggadipa (Dalem Sawidak), dan  sejarah munculnya nama sawidak sendiri beragam versi. Pengertian nama Sawidak di kalangan warga Sukapura diartikan keturunan yang berjumlah 60 Orang.

sementara versi kontempelasi (kontak batin) dari ahli spiritual, Maslikan, yang juga keturunan Kasultanan Demak generasi ke- 16 menceritakan,  jauh sebelum terbentuknya situ, di daerah Saung Gantang konon masih berbentuk hutan belantara, dulu ada seorang raja sakti mandraguna ( tidak ditemukan jejak dari kerajaan mana) ingin menguasai seluruh kerajaan tatar sunda dan menantang seluruh raja dan kesatrianya.

Kabar tersebut terdengar oleh Bupati Sukapura, Raden Anggadipa, yang kemudian mengumpulkan para ksatria berilmu tinggi sebanyak 60 orang. Para ksatria tersebut diperintahkan untuk mengepungnya diberbagai tempat agar raja yang sombong tersebut tidak bisa melarikan diri. Tapi rencana tersebut terdengar sang Resi dari Kebataraaan Galunggung. Dan untuk mengantisipasi pertumpahan darah, sang resi pun menantang raja sombong tersebut  untuk mencabut sebatang lidi yang tertancap ditanah. Dan saat lidi dicabut dari lubang bekas lidi yang dicabut sang Resi, keluarlah air yang tidak bisa dibendung yang akhirnya raja tersebut tenggelam dan menjelma menjadi seekor ikan yang diberi nama Silayung.**** ( Rusdianto PNews )

BUPATI BERHARAP PANGANDARAN INTERNATIONAL KITE FESTIVAL TERUS DIEVALUASI

Sejak pukul 8 pagi nampak ribuan layang-layang mewarnai langit biru di kawasan Lapang Doyong Pantai Timur Pangandaran yang rencananya akan digelar dua hari, sabtu ini (14/7) dan besok minggu.

Hari pertama Pangandaran International Kite Festival (PIKF) 2018 yang diikuti 6 negara, malaysia, China, Makao, Singapura, dan India dan tuan rumah nampak meriah. Sedangkan peserta dari daerah lainnya, seperti Bandung, Bekasi, Depok, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah dan Kabupaten Tulungagung Jawa Timur tidak ketinggalan untuk ikut memamerkan aneka warna dan jenis layang-layang dengan cirri khas masing-masing yang tentunya menjadi tontonan menarik sebagian wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran.

Pangandaran International Kite Festival (PIKF) 2018 yang dibuka langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata didampingi Wakil Bupati, H Adang Hadari serta dihadiri Kapolres ciamis, Dandim 0613 ciamis, para kepala SKPD lingkup Pemkab Pangandaran, mendapat sambutan positif dari  ribuan masyarakat yang turut menyaksikan agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabuoaten Pangandaran ini.

Dalam sambutannya bupatimenyampaikan, kegiatan ini bertujuan sebagai peromosi daerah
terakit upaya Kabupaten Pangandaran dalam menata diri serta mewujudkan visi-misi, Pangandaran menjadi daerah tujuan wisata berkelas dunia.
“Tentu saja beberapa kebijakan, diantaranya pengembangan dan penataan wisata, salah satunya dengan penyelenggaraan Pangandaran Kite Festival 2018 sebagaui salah satu  pelengkap promisi wisata "kata bupati.

Bupati menambahkan, agar kegiatan PIKF dari bahun ke tahun terus diminati dan semakin menarik wisatawan, tentunya ini harus terus dievaluasi kedepanya tentu saja kegiatan ini harus terus di evaluasi.

Sementara menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs. H. Undang Sobirin, agenda hari ini layang-layang yang diterbangkan terdiri dari peserta instansi pemerintah daerah, BUMN dan BUMD yang ada di Kabupaten Pangandaran.

"Di arena festival layang-layang ini kami juga menyediakan stand-stand yang menjajakan aneka hasil produksi ekonomi kreatif warga dan tentunya juga ada panggung hiburan yang akan diisi berbagai akstrasi hiburan berbagai kesenian dan budaya daerah. "terang Undang.

Di sisi lain, penyelenggaraan PIKF 2018 juga jadi berkah tersendiri bagi warga yang memanfaatkan untuk berjualan di sekitar kawasan lokasi.

“Setiap tahun saya selalu memanfaatkan kesempatan ini untuk jualan, lumayan bisa nambah-nambah penghasilan. “kata Agus, salah seorang pedagang es kelapa. (HARIS F)

WARGA KELUHKAN SEKITAR STADION DADAHA GELAP GULITA

TASIKNEWS-Dahulu di tempat megah ini lahir beberapa atlit-atlit berprestasi, tempat yang dulu menjadi kebanggaan warga Tasikmalaya.

Stadion Dadaha yang berada di Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, kini sebagian warga memanfaatkannya untuk arena jogging atau bersantai bersama keluarga.

Seiring berjalannya waktu, kini keberadaan stadion Dadaha hampir dilupakan orang, karena selain terkesan kumuh dengan ilalang yang tumbuh di sekitar stadion, Dadaha pun nampak seram jika di malam hari karena gelap nyaris tanpa lampu penerangan.

“Ini akan menjadi rawan kejahatan atau malah diopakai tempat maksiat sebagian pengunjung yang datang kesini. “ungkap salah seorang warga.(10/7)

Warga berharap adanya perhatian pemerintah agar keberadaan Stadion Dadaha kembali ke fungsi semula dan tentunya bisa kembali menjadi kebanggaan warga Tasik. (ANWAR WALUYO-PNews)

MENTERI BUMN RINI SOEMARNO BERIKAN LISTRIK GRATIS KE WARGA CIKUPA


TASIKINEWS-Masyarakat Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya merasa senang, pasalnya kedatangan menteri BUMN RI, Rini Soemarno, sudah memberikan perubahan geliat pembangunan yang ada di desa.
Demikian disampaikan Kepala Desa Cikupa, Yuda, usai menyambut kunjungan orang nomer satu di kementerian BUMN ke desanya.

Menurut Yuda, banyak sekali bantuan yang dikucurkan menteri, seperti listrik gratis untuk masyarakat tidak mampu dan bantuan berbagai kegiatan yang ada di desa.

“Ini merupakan berkah bagi kami warga Desa Cikupa. “kata Yuda.(12/7)

Menurut Yuda, yang dikenal sebagai kepala desa yang dekat dengan warganya, tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada jajaran pemerintahan baik yang ada di kabupaten atau pun kecamatan atas segala dukungannya.

“Mudah-mudahan desa kami semakin maju dan warganya pun semakin sejahtera, “imbuhnya. (ANWAR WALUYO-PNews)

MOCHAMAD FADLI ALGHIFARI SANG JUARA DARI LEGOKJAWA

Walau berperawakan kecil serta berasal dari keluarga pendidik, Mochamad Fadli Alghifari dengan usianya baru  9 tahun tapi sudah bisa menggoreskan prestasi di tingkat kabupaten.

Berkat ketekunannya dalam berlatih serta dukungan guru dan orangtuanya, Algy, begitu biasa ia dipanggil, berhasil menjadi atlit bulutangkis yang berhasil menyabet predikat juara pada beberapa even pertandingan.

Anak ke empat dari pasangan Maman Sutarman,SPd.MPd dan Maemunah Spdi, Algy yang kini baru duduk di bangku kelas IV SDN 1 Legokjawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran tentunya sudah bisa menjadi kebanggaan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Berkat kegigihannya dan tentunya hasil tempaan pelatihnya, Dede dan Eko, sudah banyak prestasi yang diraih Algy di berbagai pertandingan, seperti, juara ke 1 Tunggal Putra usia dini pada sirkuit frienship tahun 2017, juara ke 3 Tunggal Putra O2SN 2016 putra SD tingkat kabupaten, juara ke 2 Tunggal Putra O2 SN 2017 tingkat kabupaten, juara ke 2 tunggal putra piala PBSI HUT Kota Banjar ke 15 tahun  2018 dan juara ke 3 tunggal Putra usia anak HUT kota Banjar tahun  2018.

Di sekolah pun Algy termasuk anak yang rajin dan pandai, ia selalu masuk lima besar ranking di kelasnya. Walau hampir setiap hari sibuk latihan Fadli tidak ketinggalan mengikuti semua pelajaran di sekolahnya.

“Saya ingin menjadi juara dunia seperti Taufik Hidayat. “ungkap Algy. (12/7)

Fadly yang tinggal bersama orangtuanya di Rt 01 Rw 01 Dusun Sindangsari Desa Legokjawa kecamatan Cimerak, mempunyai bakat berbeda dengan kedua orangtuanya, ayahnya yang dikenal sebagai pemain kecapi dan tembang-tembang sunda ternyata tidak menurun pada Fadly.

“Tapi kami tetap bangga dan terus mendorong prestasi yang dipilih anak saya. “kata Maman.

Setiap kali Fadli berlatih, menurut Maman, ia selalu rutin mempersiapkan jadwal latihan dan persiapan makanan-makanan sebagai asupan nutrisi anaknya.

Masih kata maman, walau dengan kesibukannya menjadi guru, ia selalu ada waktu untuk mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk latihan anaknya.

Maman pun berharap, suatu saat kelak anaknya bisa lebih berprestasi baik di tingkat nasional atau internasional danj bisa membawa nama harum Pangandaran. Obsesinya, dari tanah Legokjawa yang berada paling selatan kabupaten Pangandaran, suatu saat akan lahir sang juara Bulu Tangkis kelas dunia bernama Mochamad Fadli Alghifari. (RASIMUN-PNews)

MENGUAK LEGENDA BUMI RONGSOK PAPAYAN TASIKMALAYA

"..........Ngudag guligahna hate mapay-mapay wahangan ciwulan dina nyungsi carita teu betus titingal karuhun.. rumasa ati cidra ngahieuman panenjo jadi hahalang, balukar ngentabna seuneu nu geus nyaliara dina dada ulah rajawisuna.  tomada, seja unjuk salam. wakcana ati, seja bubumen nanceubkeun tohagana kai jati nu waras, pikeun memeres wangunan rusak.  pamundut, seja nyuprih piwuruk sepuh, cukang lantaran hiji rusiah nu dipendem dina ngaran jeung tempat sajarah Bumi rongsok…..”
 
Ada yang menarik dari Desa Papayan, sebuah hutan kecil bernama Bumi Rongsok yang berada persis ditengah pemukiman, berjarak sekitar 100 meter dari Kantor Desa Papayan. Hutan dengan luas area 500 m2 ini terlihat masih sangat alami dan warga setempat pun betul-betul menjaga kelestariannya serta sangat menghormati budaya dan adat istiadatnya. Di hutan tersebut masih ada pohon berusia ratusan tahun dengan aneka satwa, seperi, monyet dan lutung.

Memasuki kawasan tersebut, dari jalan raya nampak Gapura  Bumi Rongsok terlihat jelas, sementara sejarah Bumi Rongsok situsnya terletak di Kampung Demung Landung Desa Papayan Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya. Berada di dalam sebuah hutan kecil dengan aliran air kolam yang muncul dari balik sela rerimbunan dedaunan pohon berusia ratusan tahun. Sebuah altar ( peninggalan ) Bumi Rongsok menjadi saksi bisu munculnya riwayat jaman dahulu, saat nama dan tempat tersebut memiliki relevansi yang kuat dari sebuah rahasia dan perjalanan tokoh yang tersembunyi dibalik nama dan tempat sejarah Bumi Rongsok.

Kini Bumi rongsok selain merupakan sarana wisata religi juga merupakan suaka alam dan marga satwa. Sementara peninggalan lain yang bisa disaksikan disana, Batu/Menhir yang konon dulu berfungsi sebagai tempat penampungan air sementara batu panjang merupakan tempat ibadah sholat.
Dulu disana juga terdapat berbagai senjata pusaka yakni, seperti tumbak, pedang, keris, pisau, golok dan bokor, namun sayang pada tahun 1982 terjadi kebakaran di ibu kota desa ( sekarang  Desa kolot) mengakibatkan seluruh benda pusaka musnah terbakar.

Menurut legenda, yang memberi nama nama Bumi Rongsok sendiri adalah Eyang Bagus Jayadimantri, bumi artinya tempat tinggal dan rongsok artinya subur, ada juga yang mengartikan Bumi Rongsok yakni Gapura masuk tanah subur.

Dulunya Bumi Rongsok merupakan tempat tinggal para Eyang Dalem dan merupakan pusat penyebaran agama Islam pada abad 1700 M, karena di daerah itu sebelumnya masyarakatnya  penganut agama Hindu-Budha, dan konon, landung merupakan bekas perkampungan agama budha.

Adapun para tokoh penyebar Islam diantaranya, Eyang Dalem Bagus Jayadimantri, seorang ulama besar dari Banten, Eyang Sumapati dari Garut dan Eyang Raksabaya yang merupakan keturunan dari Sultan Mataram. Mereka masing-masing mendapat tugas menjadi penjaga keamanan di Bumi Rongsok. Dalam melakukan syiar Islam, Eyang Dalem Jayadimantri dibantu pengikut yang setia, Sumapatra, Sumanegara dan satu - satunya seorang wanita, Siti Saroh. Selain dibantu para pengawalnya, Eyang Dalem pun mendapat bantuan dari beberapa  pribumi, seperti, Embah Naya, Eyang Atna, Embah Rangga dan Uing Enok.

Asal muasal munculnya nama daerah Papayan, menurut cerita yang tersebar, diambil dari perjalanan sejarah seorang ulama dari Garut, Eyang Sumapati, yang terdampar di Landung.

Konon, saat pesantrennya hancur di terjang banjir besar, ia pun mencari tempat bermukim dengan cara apay- apayan ( menyusuri) sungai Ciwulan. Dengan menaiki sintung (tangkai buah kelapa) hingga berlabuh di Landung ( sekarang menjadi Demung Landung) dan bergabung dengan ulama lainnya untuk ikut menyebarkan Agama Islam  hingga akhir hayatnya.

Sementara menurut versi lainnya, munculnya nama Papayan berasal dari sebuah cerita  tenggelamnya beberapa santri penduduk seberang kali ciwulan yang hendak belajar mengaji. Saat itu Eyang Sumapati apay-apayan menyusuri sungai Ciwulan berusaha mencari jasad para santrinya, dan hingga kini nama tersebut berubah menjadi nama daerah, Papayan.

Seperti diketahui, hingga saat ini warga setempat masih setia menjaga serta ngamumule leuweung (hutan) Bumi Rongsok serta sampai saat ini pun dipercaya masyarakat disana masih memegang tatali karuhun, pengkuh pada bahasa pamali (tabu).  Seperti, saat ada warga yang akan melaksanakan hajatan (kenduri), tidak boleh menabuh alat musik goong. (TIM TASIK NEWS)

PGRI CIMERAK GELAR HALAL BIL HALAL DAN PERPISAHAN GURU PURNABAKTI

Bertempat di aula Tunas, PGRI kecamatan Cimerak Kabupaten mengadakan acara halal bil halal yang dihadiri Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Cimerak, Hj Onasih,SPd MM, Ketua PGRI, Drs Juandi MM, Ketua K3S,  Kasbollah, Kasubag Suhman,SPd, Pengawas, Pendais, Kepala sekolah dan guru baik yang masih aktif ataupun yang purnabakti.

Dalam sambutannya, ketua PGRI, Juandi, menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh pengurus dan anggota PGRI yang selama kepemimpinannya mungkin ada kesalahan dan kekeliruan dalam kebijakan memimpin PGRI Cimerak.

“Khususnya, kepada 12 orang guru yang saat ini memasuki persiapan masa purnabakti juga 3 orang guru yang insaalloh tahun ini akan melaksanakan ibadah haji, mudah-mudahan semuanya selalu dalam lindunganNya. “kata Juandi.(12/7)

Sementara dalam kesempatan sambutannya, Kepala UPTD Dikpora, Hj Onasih, mengatakan, atas nama seluruh pegawai, dalam kesempatan yang masih bernuansa Idul Fitri ini, meminta maaf jika pelayan terhadap seluruh anggota PGRI kurang memuaskan.

Dalam kesempatan yang sama, Onasih juga mengucapkan selamat berpisah kepada guru-guru yang sudah purnabakti, diantaranya, E.Kusnadi,SPd Kepala SDN 3 Mekarsari,D.Suryatna K,SPd SD Guru SDN 1 Ciparanti,Endang Wahyudin,SPd SD Kepala SDN  2 Legokjawa,Hj Mimin Mukoronah,SPd SD,Kepala sdn 2 Cimerak,Abdul Ajid,SPd SD guru SDN 1 Sindangsari,Ahmad Bakri Sutan SPd SD,guruSDN 3 Kertamukti,Jeje Jaenudin SPd SD guru SDN 4 Kertamukti,Masdi SPd SD guru SDN 3 Limusgede,Wahyudin SPd,MPd guru SMPN 2 Cimerak,Sudrajat SPd.MPd kepala SDN 1 Mekarsari,Markodin,SPd Kepala SDN 2 Mekarsari dan H.Djojo Sudrajat,SPd,MPd kepala SMPN 2 Cimerak.Juga 3 warga PGRI Cimerak yang akan berangkat ke Tanah Suci yaitu; Apit Nurjanah SPd SD Kepala SDN 3 Masawah,Tarhudin,SPd guru SDN 4 Mekarsari dan Dedi Supriadi,SPd MPd guru SMPN 2 Cimerak.

“Selain menjadi ajang silaturahmi, halal bihalal ini juga menjadi acara perpisahan kita dengan sodara-sodara kita yang memasuki masa purnabakti. “kata Onasih. 

Acara halal bihalal pun akhirnya ditutup dengan pemaparan keagamaan ((tasyiah) Ustdaz Ade dari Cigugur. (RASIMUN)

RAIH PREDIKAT TERBAIK SE-KABUPATEN PANGANDARAN, KUA PADAHERANG IKUTI PENILAIAN TINGKAT PROPINSI

Mendapat predikat kantor terbaik se-Kabupaten Pangandaran, kini Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Padaherang terus berbenah untuk persiapan lomba KUA di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Seperti dikatakan kepala KUA Padaherang, H Drs Mamuri, didampingi Penyuluh Agama, H Drs Dudung dan dihadiri stap KUA, para Penyuluh Agama Desa di Rumah Makan Pasir Ipis Padaherang, hasil dari penilaian Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, KUA Padaherang akan dikutsertakan pada lomba KUA tingkat provisi mewakili KUA se-Kabupaten Pangandaran.

“Dalam penilaian ini yang harus diperhatikan adalah masalah administrasi dan sumber daya manusianya. “ungkap Mamuri. (11/7)

Selain penilaian tersebut, lanjut Danuri, pihaknya pun akan mendata ulang mesjid dan mushala yang ada di Kecamatan Padaherang dengan melakukan kalibrasi arah kiblat.

“Baik mesjid dan mushala yang ada di lingkungan masyarakat, kantor-kantor, sekolah bahkan yang ada di rumah makan. ”jelas Mamuri.

Ia pun berharap adanya sinergitas antara petugas yang ada di KUA dan para penyuluh agama yang ada di desa-desa dengan meningkatkan kinerja pada porsinya masing-masing.

Insaalloh seleksi penilaian untuk tingkat provinsi akan dilaksanakan bulan agustus yang akan datang. “imbuhnya. (NANA HOERUMAN)

BUPATI PANGANDARAN : “PEMINDAHAN TMP KE PARIGI MERUPAKAN BENTUK KEHORMATAN PEMDA PADA PAHLAWANNYA”

Rencana Pemda memindahkan Taman Makam Pahlawan (TMP) yang terletak sebelah kiri jalan pintu menuju obyek wisata Pangandaran, ditentang beberapa orang yang tergabung dalam Forum Peduli Bangsa Kabupaten Pangandaran (FPBKP) dengan melakukan doa’ hari bersama (kamis malam, 12/7) sebagai bentuk keprihatinnya.

Menurut kordinator FPBKP, Andriana Mulya, dengan tegas menolak rencana pemda Pangandaran yang akan memindahkan TMP yang ada di Kecamatan Pangandaran ke Kecamatan Parigi karena di lokasi tersebut akan dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Bukan kami tidak setuju dengan niat pemerintah yang akan melakukan penataan kota, tapi kalau harus memindahkan TMP, jelas kami menolak. “ungkapnya.

Dikatakan Andriana, TMP layak dipertahankan keberadaanya karena memiliki nilai sejarah yang harus dipelihara bersama.
“Kita semua sebagai generasi muda dengan fasilitas yang kita nikmati sekarang ini tidak bisa lepas dari jasa-jasa para pahlawan yang jasadnya terkubur di TMP Bahagia ini. “ungkapnya lagi.

Hal senada dikatakan salah seorang warga Rt 02 Rw 06 Dusun Pangandaran Barat Desa/Kecamatan Pangandaran, Usnadi Suardja (68), salah seorang ahli waris dari almarhum Nana Permana yang dimakamkan di TMP tahun 1953, merasa prihatin dengan rencana pemda yang akan memindahkan TMP ke Parigi.

Menurutnya, TMP itu bukan hanya merupakan tumpukan batu, tapi ia sudah menjadi situs yang menyimpan nilai sejarah kepahlawanan. Memindahkan makam bisa jadi itu hal yang biasa, karena hanya sekedar memindahkan batu nisan.

“Tapi yang dipindahkan ini makam para pahlawan, tentunya ini akan menghilangkan nilai-nilai sejarah karena tidak dapat tergantikan. “kata Usnadi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, dengan memindahkan TMP yang sekarang ada di Kecamatan Pangandaran ke Parigi, justru ini merupakan penghargaaan dan apresiasi pemda pada para pahlawannya.

“Kita akan bangun TMP yang representatif, lebih baik dan kluas dari lokasi yang sekarang. “terang bupati.

Dengan menempatkannya pada tempat yang layak, lanjut bupati, ini merupakan bentuk kehormatan serta memberi pembelajaran pada generasi muda tentang kecintaannya pada tanah air dan para pahlawannya. 
 
Dikatakan Jeje, selama ini ia merasa prihatin melihat kondisi tempat peristirahatan terakhir para pahlawan Pangandaran di lokasi yang sempit, kumuh bahkan kurang dikenali masyarakat jika itu TMP.

“Tidak semua harus setuju, ini merupakan dinamika dari proses sebuah kebijakan. ” kata Jeje lagi.

Jeje menambahkan, tapi apa pun aspirasi itu sepanjang punya niatan baik, tentunya pemerintah pun akan mendengar dan menindaklanjuti.

Masih kata Jeje, sekarang rakyat sudah cerdas, mana yang benar, jujur dan mana yang neko-neko  tentunya sejarah jugalah yang akan mencatatnya.

“Sekarang kami hanya fokus untuk bekerja dan berkarya untuk Pangandaran lebih hebat lagi. “tegasnya.

Sementara menurut Asisten Daerah II (asda II), Apip Winayadi, rencana pemda memindahkan TMP tersebut semata ingin ngamumule para pahlawannya dengan membangun tempat yang lebih bagus dan luas.

“Sekarang saatnya kita bicara dengan konteks kabupaten bukan per kecamatan lagi. “ujarnya.

Di TMP yang baru nanti, lanjut Apip, Pemda Pangandaran merencanakan akan dimakamkan pahlawan-pahlawan yang ada di Kecamatan Parigi, Cigugur, Cijulang atau kecamatan lainnya yang selama ini keberadaanya kurang dikenal masyarakat luas, dan para suhada ini akan dijadikan pahlawan level kabupaten yang tentunya tempatnya pun ada di TMP kabupaten, tidak di masing-masing kecamatan.

“Kita ini sudah jadi kabupaten, tentunya kebijakannya pun sudah tidak lagi bicara di level kecamatan tapi tapi sudah di level kabupaten. “jelas Apip. (PNews)  

AKIBAT STATUS KEPEMILIKAN YANG BELUM TENTU 80 % KREDIT PNS DI BKPD PANGANDARAN, MACET.

Akibat kepemilikan yang sampai saat ini masih simpang siur, kini nasib PD BPR BKPD Pangandaran semakin terpuruk. Pasalnya, dari sejumlah debitur dengan katagori macet, hampir 80 % merupakan PNS di lingkup Pemda Pangandaran.

Seperti diungkapkan salah seorang pagawai BKPD, menurut Otorits Jasa Keuangan (OJK), untuk mengatasai hal ini pemilik harus segera turun tangan agar permasalahan kredit PNS ini tidak semakin buruk berpengaruh pada kesehatan bank.

“Tapi masalahnya BKPD Pangandaran sampai saat ini masih merupakan BUMD milik Pemda Ciamis, sedangkan yang macet PNS Pemda Pangandaran. “tuturnya, saat dihubungi lewat telepon celullernya.(11/7)

Dan mungkin saja, masih kata pegawai tersebut, pimpinan pejabat Pemda Pangandaran tidak serius membantu penyelesaian sejumlah kredit macet anak buahnya. Karena hingga saat ini BPR BKPD Pangandaran masih memberikan PADnya ke Pemda Ciamis.

Jika hal ini terus berlarut-larut, sambungnya lagi, dikhawatirkan saat di kemudian hari BPR BKPD Pangandaran diserahkan menjadi asset Pemkab Pangandaran dalam keadaan tidak sehat atau kolep, dan tentunya beban ini nantinya akan ditanggung pemilik baru, Pemda Pangandaran. (PNews)

DISPARBUD GAET EO HARMONI MERIAHKAN PANGANDARAN INTERNATIONAL KITE FESTIVAL 2018

Dipastikan even tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (disparbud) Kabupaten Pangandaran akan diselenggarakan tanggal 14 dan 15 juli 2018.

Ada lima negara, seperti China, India, Macau, Singapura dan Malaysia akan datang dan ikut menyemarakan Pangandaran International Kite Festival (PIKF) 2018 yang akan dilaksanakan di lapang Katapang Doyong pantai timur.

Menurut Kabid Ekonomi Kreatif disparbud Pangandaran, Megi Parlumi, penyelenggaraannya sendiri akan dikelola Even Organizer (EO) Harmoni dari Jogjakarta.

“Kami PIKF tahun ini bertepatan juga dengan acara Polda Jabar dalam memperingati hari bhayangkara ke 72 yang akan mendatangkan sekitar 3000 orang yang tergabung dalam komunitas moibil dan motor. “jelas Megi.(10/7)

Dalam acara Perss Conference di gedung Touris Information Center (TIC) Pangandaran, Megi juga mengatakan, dengan mengangkat tema The Beauty of Harmony, PIKF tahun ini akan memperlihatkan aneka keindahan layang-layang dalam dua jenis pertunjukan. Diantaranya, flying competition akan dilaksanakan malam hari yang dihiasi lampu warna-warni dan flying ekshibition, sebagai ajang unjuk kebolehan dan keindahan dari masing-masing peserta.

“Untuk mensukseskan PIKF tahun ini kami juga akan menggelar pesta budaya, food bazzar, stan UMKM binaan pemkab Pangandaran dan berbagai atraksi hiburan lainnya. “imbuh Megi. (ANTON-TONI)

MENJELANG BERAKHIR LIBUR SEKOLAH PANTAI PANGANDARAN MASIH DIPADATI WISATAWAN

Hingga menjelang berakhirnya masa liburan sekolah, tanggal 16 juli mendatang, obyek wisata pantai Pangandaran masih tetap ramai dikunungi wisatawan.

Seperti diungkapkan wisatawa asal tasikmalayan, Iip, sengaja ia dan keluarganya berlibur ke Pangandaran setelah libur lebaran, hal tersebut untuk menghindari kemacetan sepanjang arus menuju Pangandaran.

“Dan terbukti selama perjalanan kami tidak terjebak macet. “ungkapnya. (8/7)

Ia dan keluarganya, kata Iip, sangat sering berlibur ke Pangandaran, selain mudah dijangkau juga karena keindahan alam dan lautnya tidak kalah dibanding tempat-tempat wisata pantai lainnya, hingga tidak heran wisatawan ke Pangandaran tidak pernah sepi.

“Sebenarnya kabupaten kami pun mempunyai pantai, tapi sayang pariwisatanya belum terkelola dengan baik seperti Pangandaran. ”ujarnya lagi. (HARIS F)

PENGELOLAAN PASAR PANANJUNG PANGANDARAN MASIH TUMPANG TINDIH

Entah sejak kapan Pasar pemda di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran pengelolaan masih simpang siur. Padahal pasar pemda yang sudah menjadi ikon menjadi pasar tradisional ini mempunyai omzet perekonomian sangat besar. Jika di daerah lain, saat marema itu terjadi menjelang hari raya Idul Fitri saja, yang unik dari pasar pananjung ini ternyata setelah hari raya pun lonjakan pembeli tak bedanya seperti menjelang lebaran. Tapi sayang pasar yang sudah menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Kecamatan Pangandaran ini pengelolaanya tidak profesional.

Misalnya, pengelolaan parkir, sampah dan retribusi pasar dilakukan oleh Himpunan Pedagang Pasar Pananjung (HP2P). Padahal menurut Kabag Hukum Setda Kabupaten Pangandaran, Jajat Supriadi, SH.,M.Si, sesuai Perda Nomer 36 tahun 2016, setiap lahan parkir milik pemerintah harus dipungut oleh pemerintah.

“Termasuk retribusi sampah dan masalah keamanannya pun harus dikelola pemerintah, karena HP2P ini hanya sebuah paguyuban warga pedagang pasar Pananjung saja. “ungkap Jajat.(4/7).

Sementara di tempat terpisah, salah seorang pedagang, H. Rusman, yang ditemui PNews di tempat jualannya mengatakan, sebenarnya persoalan siapa pun yang manarik retribusi dari pedagang yang ada di Pasar Pananjung, hendaknya bisa memberikan pelayanan dan  pengelolaan pasar dengan baik.

Menurutnya, jika memang aturannya retribusi ini harus oleh pemda, sebenarnya HP2P sama sekali tidak merasa keberatan. Karena selama ini  pun dari retribusi tersebut sama sekali tidak ada yang diperuntukan ke pengurus HP2P.

“Dalam satu bulan kami tidak kurang mengeluarkan sekitar Rp. 20 juta untuk biaya keamanan,  petugas kebersihan dan lainnya. “jelas Rusman.(9/7)

Jika selama ini pemerintah mengatakan kewajiban seluruh retribusi yang diperoleh dari pasar Pananjung harus oleh pemerintah, maka, lanjut Rusman, hendaknya pemerintah pun bisa memberikan pelayanan yang baik atas retribusi itu.
Seperti terkait masalah keamanan, karena tidak jarang ada toko yang dibobol  maling hingga menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi warga pasar. Dan juga masalah kebersihan, karena selama ini petugas dari dinas kebersihan hanya mengambil sampah yang sudah ada di pinggir jalan.

“Sementara sampah itu diangkut dari dalam pasar ke pinggir jalan masih dilakukan oleh HP2P.”terang Rusman.

Rusman berharap  kepada Pemkab Pangandaran melalui Dinas Perdagangan, perhubungan dan kebersihan, hendaknya bisa duduk bersama untuk kepentingan pengelolaan pasar Pananjung, karena apa pun nantinya yang menjadi keputusan pemerintah, tentunya ada 1.203 pedagang yang terdiri dari 649 penghuni kios, 81 los dan 373 PKL yang selama ini menggantunkan hidupnya di Pasar Pananjung pun akan mendukungnya.

“Dan tentunya jika ke depan pasar Pananjung sudah sepenuhnya dikelola pemda, tentunya kami pun akan lebih konsentrasi pada usaha kami. “pungkas Rusman. (PNews)

PERERAT KEBERSAMAAN, ORARI PANGANDARAN GELAR HALAL BIL HALAL

Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI) Kabupaten Pangandaran hari ini menggelar acara halal bi halal yang dihadiri seluruh pengurus dan anggota, bertempat di pelabuhan Cikidang Babakan Pangandaran (8/7)

Dengan tema, mempereurat tali persaudaraan dan kebersamaan antar anggota, acara pun nampak meriah penuh rasa persodaraan dengan siraman rohani keagamaan yang dilanjutkan acara  fox hunting.

Dalam sambutannya, ketua ORARI Pangandaran, Anwar Said menyampaikan, selaras dengan tema kegiatan, dengan halal bihalal ini  sesame anggota bisa saling mempererat lagi persaudaraan serta memupuk rasa kebersamaan dalam keberagaman.

“Keluarga besar ORARI  yang ada di Kabupaten Pangandaran memang sudah bersama tetapi perlu keteguhan, agar kebersamaan kita tetap selalu terjaga dalam waktu yang lama, kalau perlu selama-lamanya. “ungkapnya.

Anwar juga berharap, dengan kegiatan ini bisa menjadi contoh kebersamaan bagi organisasi-orgainsasi lainnya. (PNews)

DANA KEROHIMAN PEMBONGKARAN MESJID UJUNGTOL BERBUNTUT PANJANG

Dana kerohiman sebesar Rp. 150 juta untuk pembongkaran mesjid Al-Hikmah yang berloksi di ujung tol pantai barata Pangandaran beberapa tahun lalu kini berbuntut panjang. Pasalnya,  keberadaan uang tersebut hingga kini tidak banyak diketahui pihak MUI baik Desa atau pun  kecamatan termasuk warga sekitar, saat hal ditanyakan ke Camat Pangandaran, ia mengaku  tidak tahu menahu.

Sepeti dituturkan ketua RT setempat sekaligus yang dulu menjadi  pengurus mesjid, pembangunan mesjid itu dulu murni dibiayai dari hasil pemberian DDI Jakarta. Tapi kemudian karena mesjid tersebut berdiri di atas tanah pribadi akhirnya dipindahkan, dan saat itu dari pemilik tanah dengan suka rela memberikan dana kerohiman.

"Saat itu dana tersebut diterima oleh DMI (Dewan Mesjid Indonesia-red) yang di wakili Bapak wazid, tapi hingga kini kami tidak tahu menahu dana tersebut ada di dimana. “ungkapnya.

Setelah mesjid Al-Hikmah tersebut bongkar, warga pun membangun mesjid baru yang lahan dan biaya pembangunannya sepenuhnya diperoleh dari pengusaha Grand Pangandaran, dan tidak serupiah pun menggunakan uang yang berasal dari dana kerohiman.

Setelah diklarifikasi ke pihak DMI, menurut ketuanya, Mazid, uang kerohiman tersebut sebagian digunakan untuk biaya pembongkaran dan hingga sekarang masih tersisa sebesar Rp. 82 juta. Namun karena kurangnya keterbukaan dari semua pihak, akhirnya banyak berita simpang siur di masyarakat terkait uang tersebut.

"Hal ini karena kurangnya keterbukaan dari semua pihak sehingga yang terjadi informasi yang simpang siur di nmasayarakat. “kata Camat Pangandaran, Drs, Yadi.

Untuk menindaklanjuti hal ini, Yadi pun akan memediasisasi beberapa pihak yang dianggap mengetahui persoalan ini.

“Mudah-mudahan setelah duduk bersama persoalannya akan jelas dan masyarakat pun tidak bertanya-tanya lagi tentang uang dari dana kerohiman tersebut. “kata Yadi lagi. (PNews)

AKIBAT MINIM FASILITAS DAN WAKTU, BANYAK WISATAWAN URUNG KE GREEN CANYON

CIJULANG- Obyek wisata Green Canyon salah satu tempat wisata unggulan di Kabupaten Pangandaran hingga saat ini masih menyimpan daya tarik dengan keindahan alamnya yang masih asli. Namun sangat disayangkan dengan minimnya sarana fasilitas di lokasi wisata dan keterbatasan waktu beroperasi yang hanya sampai jam empat sore, banyak wisatawan yang mengurungkan niatnya untuk berwisata kesana, hal ini tentunya akan mengurangi pendapatan daerah.

Hal tersebut dibenarkan sekertaris Kompepar Green Canyon, Ari Krishna. Ia berharap adanya penambahan fasilitas lainnya agar wisatawan yang datang pun bisa menikmati wisata lainnya.

"Kami berharap selain menikmati wisata alam, pengunjung pun disediakan sarana permainan anak atau lainnya agar turis lebih tertarik datang kesini. “ungkapnya.(7/7)

Seperti I daerah lain, imbuh Ari, contohnya Karang Resik Tasikmalaya, wisatawan bisa menikmati fasilitas wisata lainnya walau itu cuma fasilitas bermain untuk anak.

Ari juga mengatakan, pernah ada rombongan 7 bis besar tadinya berniat berwisata ke Green Canyon, tapi berhubung saat itu hari sudah sore, pengunjung tersebut pun mengurungkan diri karena tidak seluruh rombongan bisa pergi ke lokasi Green Canyon.

“Mungkin kalau ada fasilitas lainnya, bisa saja sebagian mengunjungi Green Canyon dan yang lainnya menikmati fasilitas wisata yang tersedia. “kata Ari. (AGE)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN