pusing

Laman

26/04/18

PRAKERIN FPIPS UPI BANDUNG BAHAS AKOMODASI, AKTIFITAS DAN AKTRASI PARIWISATA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Kegiatan prakerin merupakan tugas latihan melaksanakan suatu proses kerja nyata perseorangan atau kelompok yang dilakukan mahasiswa baik di lapangan maupun di laboratorium yang ada hubungannya langsung dengan bidang keilmuan sesuai jurusan atau fakultas mahasiswa itu sendiri.

Demikian halnya yang dilaksanakan beberapa mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial (FPIPS), beberapa waktu lalu di Pangandaran.(7-9/4)

Menurut salah seorang Dosen pembimbing, Ahmad Hudaiby Galihkusumah,S.ST, MM, dalam kegiatan prakerin yang dilaksanakan selama 2 hari itu ada 3 materi yang difokuskan, antara lain, tentang akomodasi, aktifitas dan aktrasi pariwisata.

“Seluruhnya ada 67 mahasiswa yang kami bagi menjadi tiga kelompok dengan masing-masing satu materi yang difokuskan. “jelasnya.(9/4)

Hudaiby menambahkan, misalnya untuk kelompok yang membidangi akomodasi, ia harus menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang keberadaan hotel-hotel di Pangandaran. Seperti, kapan berdirinya, bagaimana perkembangannya hingga bagaimana marketing yang dilakukan pengusaha hotel baik secara on line atau pun off line.

“Untuk kepentingan tersebut, para mahasiswa pun langsung mendatangi pihak hotel untuk memperoleh informasi yang akurat. “kata Hudaiby.

Sementara hasil dari penelitian kelompok yang membahas aktivitas, masih kata Hudaiby, yang dilakukan wisatawan, ternyata obyek wisata Pangandaran sendiri hanya dijadikan tempat untuk menginap, karena siangnya wisatawan tersebar ke beberapa destinasi wisata yang ada di sekitar pangandaran, seperti Green Canyon, santirah, Pantai Batukaras, Citumang dan tempat-tempat wisata lainnya.

Lebih jauh Hudaiby mengatakan, sebagai dosen pembimbing, ia menuntut para mahasiswanya untuk berpikir akademik, analitik serta bisa komprehensif dan bekerjasama dengan pemerintah, khususnya dinas terkait.

Hudaiby juga menuturkan, salah satu yang muncul dilapangan saat di wawancara, ternyata  ada pro-kontra dari pedagang terkait relokasi. Jika dari segi keumuman destinasi wisata di dunia, pedagang di pinggir pantai itu memang tidak umum karena pantai itu benar-benar harus tertata yang akan dikomersilkan menjadi sebuah tujuan wisata, tapi proses edukasi ini harus terus berlangsung dan pemerintah. Dan menurut Hudaiby, proses penentangan ini akan berlangsung dua sampai lima tahun hingga para pedagang ini menemukan kenyamanan yang baru dalam usahanya.

“Hasil prakerin mahasiswa UPI ini nantinya akan kita seminarkan di Bandung tanggal 9 mei mendatang di Bandung. “pungkas Hudaiby. (hiek)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar