Melalui Workshop Tahsin Al-Guran, MUI Pangandaran Lakukan Standarisasi Imam Mesjid

PANGANDARANNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran siang tadi menggelar menggelar Workshop Tahsin Al-Guran bagi para imam masjid, bertempat di Islamic Center Parigi. (09/02/26)

Kegiatan yang diikuti imam mesjid di Kabupaten Pangandaran ini bertujuan untuk melakukan standarisasi dan perbaikan kualitas bacaan AlOuran, khususnya pada surat Al-Fatihah yang menjadi rukun sahnya ibadah shalat.

Seperti disampaikan Ketua MUI Pangandaran KH Harun Al Aziz, fokus utama pelatihan ini adalah tahsinul gira'atul Fatihah agar sesuai dengan kaidah tajwid dan sifatul huruf.

"Sebanyak 155 imam dari seluruh wilayah kabupaten mengikuti kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan secara terintegrasi dengan pemerintah ini," terangnya.


Ia juga menekankan pentingnya posisi imam dalam shalat berjamaah, Al-Fatihah adalah rukun gauli (ucapan) yang wajib dilafalkan dengan benar karena menentukan sah atau tidaknya ibadah tersebut. 

Shalat itu merupakan ummul ibadah (induk ibadah), diterima atau tidaknya amal yang lain sangat tergantung pada shalatnya.

"Jika shalatnya tidak benar dan tidak sah, bagaimana dengan amal lainnya," ungkapnya.

la juga menyoroti fenomena pelaksanaan shalat di tengah masyarakat, terutama saat Tarawih Ramadhan. Seringkali dalam pelaksanaannya bacaan dan gerakannya dianggap biasa saja, sehingga dilakukan terburu-buru seperti anak-anak. 

Melalui workshop ini, kata Harun, MUI ingin para imam meningkatkan kualitas figih dan praktiknya agar benar menurut agama.

Ia berharap, melalui kegiatan ini para imam mampu mentransfer ilmu yang didapat kepada jamaah di wilayah masingmasing.

"Kami juga berencana mengembangkan program serupa hingga ke tingkat kecamatan sebagai bentuk pembinaan dakwah yang berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran," imbuhnya.

Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pangandaran Nana Sutisna menyampaikan, pemerintah daerah sangat mengapresiasi inisiatif MUI ini. 

Pemda Kabupaten Pangandaran melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah, menurutnya, berperan dalam memfasilitasi anggaran dan koordinasi agar gagasan tersebut dapat terwujud secara maksimal. 

"Kami akan menindaklanjuti proposal dari MUI karena ini menyangkut keinginan kuat untuk memperbaiki kualitas bacaan imam masjid di Pangandaran sesuai kaidah tajwid,” ujarnya.(hiek)

Peringati HPN Ke 78, Forwapi Berikan Santunan Pada Puluhan Anak Yatim

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Wartawan Priangan Timur (Forwapi) mengucapkan selamat Hari Pers Nasional (HPN) Indonesia yqang ke-78 kepada seluruh insan pers di tanah air, peringatan tahun ini dengan tema "Indonesia Sehat, Indonesia Berdaulat" mengusung makna mendalam dengan peran pers sebagai ujung tombak pemberitaan dan pengawal demokrasi.

Selain memberikan ucapan selamat kepada wartawan lapangan, redaktur, dan seluruh elemen yang mendukung kelangsungan profesi pers, Forwapi juga menyelenggarakan kegiatan kepedulian sosial dengan memberikan santunan kepada 20 anak yatim. 

Kegiatan tahunan ini yang juga menjadi bagian dari persiapan menjelang bulan Ramadhan dilakukan sebagai bentuk nyata kepedulian insan pers terhadap masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan.

Ketua Umum DPP Forwapi Halim Saepudin memberikan santunan secara simbolis, didampingi Sekjen Forwapi Ade Kurnia. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan oleh Ketua DPC Banjar dan DPC Ciamis, serta perwakilan dari Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) DPP Forwapi.

"Seorang jurnalis harus peduli terhadap anak yatim, karena rezeki ada hak yatim," ungkap Halim.(09/02/26)

Ia juga mengaskan terkait pentingnya organisasi wartawan sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama wartawan di momen HPN, sehingga selamnya akan terjalin sinergitas yang tinggi.

Menanggapi isu maraknya persekusi terhadap wartawan meskipun telah ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK), Sekjen DPP Forwapi Ade Kurnia mendukung penuh terhadap perlindungan jurnalis sebagaimana yang ditegaskan MK.

"LPutusan MK menyatakan bahwa jurnalis tidak dapat dijerat hukum pidana maupun perdata dalam menjalankan tugas jurnalistiknya serta sengketa pemberitaan, menurutnya, harus diselesaikan melalui mekanisme UU Pers dan Dewan Pers sebagai landasan yang tidak dapat diabaikan.

Kenyataan masih ada oknum yang berusaha memenjarakan wartawan, kata Ade,bini menunjukkan bahwa perlu adanya sosialisasi yang lebih masif terkait putusan MK dan peran penting pers dalam demokrasi serta tindakan tegas terhadap pihak yang sengaja melanggarnya.

Ia menyebut, Forwapi berkomitmen untuk terus memperkuat solidaritas antarwartawan dan meningkatkan kapasitas profesionalisme, serta menjaga integritas jurnalistik sebagai pondasi utama profesi. 

Pihaknya juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk mendukung peran pers yang mandiri, bertanggung jawab, dan beretika.

"Serta bersama-sama menjaga kebebasan dan keamanan wartawan agar dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara, sekaligus tetap menjaga semangat saling berbagi kepada sesama,"tegasnya.(anwarwaluyo)

Wali Kota Tasikmalaya, Dengan Sinergitas Yang Baik Kita Bisa Wujudkan Indonesia Emas 2045

Viman Alfarizi Ramadhana
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhana, menegaskan, sinergitas yang erat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam implementasi program prioritas Presiden untuk mencapai Indonesia Emas 2045. 

Hal ini disampaikan dalam sebuah kesempatan acara publik yang diikuti oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat, seperti dilansir dari akun resmi TikTok Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhana.

Dalam video yang diunggah sekitar 6 jam yang lalu, dengan mengenakan seragam dinas warna cokelat dengan nama "VIMAN" tercetak di bagian dada depan tersebut, menjelaskan, setiap program yang digulirkan oleh pemerintah pusat perlu diadaptasi dengan kondisi lokal agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Kita tidak bisa hanya menjalankan program secara mekanis, harus ada sinkronisasi antara kebijakan pusat dengan potensi dan kebutuhan daerah masing-masing,” ujarnya. (09/02/26)

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Tasikmalaya sendiri telah mulai melakukan berbagai langkah konkrit untuk mendukung program prioritas tersebut. Anntara lain, dengan penguatan sektor ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur dasar, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

Semua upaya ini, katanya, dilakukan dengan terus menjaga komunikasi dan kerja sama erat dengan berbagai instansi pusat.

Indonesia Emas 2045, menurutnya, bukan hanya impian tapi target yang harus kita capai bersama. 

"Setiap daerah memiliki peran pentingnya, dan hanya dengan sinergitas yang baik kita bisa mewujudkannya,” tegasnya.(anwarwaluyo)

Dadaha Kota Tasikmalaya, Mampukah Jadi Pusat Putaran Ekonomi Masyarakat ?

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Selain dikenal sebagai area dengan jalur olahraga dan jogging track serta publik, hampir setiap hari Minggu Lapang Dadaha Kota Tasikmalaya juga bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi yang ramai diikuti oleh masyarakat kota Tasikmalaya.

Di taman yang menjadi kebanggaan warga Tasik ini banyak penjual makanan ringan yang menawarkan beragam camilan khas daerah, pengamen yang menghibur pengunjung dengan suaranya, hingga tukang parkir yang membantu mengatur kendaraan agar tidak terjadi kemacetan. 

Namun sayangnya, potensi ekonomi yang besar ini belum sepenuhnya dimanfaatkan akibat kurangnya pengelolaan yang optimal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya. 

Masyarakat dan pengunjung mengharapkan pihak terkait seperti DPRD Kota dan Pemkot Tasikmalaya dapat mengelola Dadaha dengan lebih baik.

Menurut salah seorang pengunjung Dadaha, Riski, ia mengaku mendukung usulan untuk mengelola Dadaha melalui satu pintu masuk. Sehingga diharapkan tidak hanya membuat area tersebut lebih teratur dan rapi, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi dalam mengelola aktivitas ekonomi yang berjalan.

"Kami menginginkan Dadaha dikelola dengan baik agar area tersebut semakin tertata dan retribusi yang diperoleh dapat masuk ke kas daerah," ujarnya.(08/02/26)

*anwarwaluyo*

Kelompok Budak Angon Desa Nagrog Terus Pertahankan Kerajinan Boboko Dan Asepan Tradisional

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Warga Dusun Cirengrak Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, hingga saat ini terus melestarikan kerajinan tradisional khas daerah melalui produk Asepan dan Boboko yang dibuat oleh kelompok Budak Anggon.

Lokasi pembuatan kerajinan berada di lingkungan yang memiliki suasana nyaman, udara sejuk dan alam yang masih asri. Kerajinan ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang dijaga dan diteruskan dari generasi ke generasi. Dan produk kerajinan ini, biasanya digunakan untuk keperluan sehari-hari atau sebagai oleh-oleh khas daerah

Kepada Pangandaran News, salah seorang anggota kelompok Budak Anggon, Encep, berkesempatan menunjukkan proses pembuatan produk yang telah selesai.

Ia menyampaikan, kedua kerajinan tangan ini merupakan gagasan kelompok Budak Anggon dan pembuatan Boboko khususnya menjadi produk khas kerajinan tangan dari Dusun Cirengrak.

"Kami berharap kerajinan tradisional ini dapat lebih dikenal luas dan menjadi daya tarik ekonomi serta budaya bagi Desa Nagrog," ungkapnya.(07/02/26)
*anwarwaluyo*

RSUD Pandega Pangandaran Imbau, Masyarakat Tetap Waspadai Virus Nipah

PANGANDARANNEWS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman Virus Nipah, penyakit menular dari hewan ke manusia yang memiliki tingkat kematian tinggi meski kasusnya tergolong jarang.

Melalui akun instagram resmi RSUD Pandega @rsud_pangandaran, ditegaskan, Virus Nipah merupakan penyakit nyata dan bukan informasi menyesatkan. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan risiko penularannya serta memahami langkah pencegahan yang tepat.

Virus Nipah diketahui termasuk penyakit zoonosis, yang dapat menular dari hewan ke manusia. Kelelawar buah menjadi reservoir alami virus ini, sementara penularan juga dapat melibatkan hewan ternak seperti babi.

Selain itu, penularan antar manusia dapat terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh, seperti droplet pernapasan, darah, urine, maupun melalui konsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.

Pihak RSUD Pandega menjelaskan, masa inkubasi Virus Nipah umumnya berlangsung antara 4 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, serta keluhan umum lainnya. Dalam beberapa kasus, dapat disertai muntah dan sakit tenggorokan.

Jika infeksi berkembang menjadi lebih berat, virus ini dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan gangguan serius seperti penurunan kesadaran, kejang, hingga radang otak yang berisiko fatal.

Tingkat fatalitas Virus Nipah dilaporkan cukup tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen. Kondisi ini membuat virus tersebut berpotensi membahayakan semua kelompok usia, termasuk anak-anak, sehingga kewaspadaan perlu dibangun secara kolektif.

Hingga saat ini, belum tersedia obat antivirus spesifik maupun vaksin untuk Virus Nipah. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah paling efektif dalam menekan risiko penularan.

Masyarakat diimbau untuk memastikan kebersihan makanan, terutama dengan mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi serta menghindari buah yang menunjukkan bekas gigitan hewan. Konsumsi daging juga harus dipastikan dalam kondisi matang sempurna.

Selain itu, masyarakat disarankan menghindari kontak langsung dengan hewan yang berpotensi membawa virus, seperti kelelawar dan babi.

Penggunaan alat pelindung diri saat berinteraksi dengan hewan serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk mencuci tangan secara rutin, menjadi langkah pencegahan penting.

RSUD Pandega mengajak masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada dan selektif dalam menyikapi informasi terkait Virus Nipah. Edukasi yang benar, kewaspadaan bersama, dan kedisiplinan dalam menerapkan langkah pencegahan dinilai mampu meminimalkan risiko penularan.

Sebagai fasilitas layanan kesehatan, RSUD Pandega Pangandaran menegaskan komitmennya untuk terus menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif, sekaligus mendorong kesadaran publik akan pentingnya deteksi dini dalam menghadapi ancaman penyakit menular berisiko tinggi.***


Catat, Ini Edukasi Medis RSUD Pandega Pangandaran Terkait Gaya Hidup bagi Penderita Hipertensi

PANGANDARANNEWS.COM- Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi “silent killer” yang kerap diabaikan masyarakat, banyak orang maupun penderita baru menyadari penyakit ini setelah muncul keluhan serius. Padahal, hipertensi bisa dicegah dan dikendalikan sejak dini.

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding pembuluh arteri berada di atas batas normal, dan secara medis seseorang dikatakan mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya mencapai lebih dari 140/90 mmHg. Kondisi ini, tentu tergolong sangat berbahaya bila tekanan darah sudah menyentuh angka 180/120 mmHg.

Demikian disampaikan Dokter Umum RSUD Pandega Pangandaran, dr. Fikri Dian Dinu Azizah, di akun resmi RSUD Pandega. Menurutnya, hipertensi dibagi menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

“Hipertensi primer berkembang secara perlahan tanpa penyebab yang jelas. Sementara hipertensi sekunder muncul lebih cepat dan biasanya dipicu oleh kondisi medis tertentu, sehingga bisa menjadi lebih parah,” jelasnya. (03/02/26).

Ia menjelaskan, penderita hipertensi wajib tahu faktor risiko yang sering tak disadari. Menurutnya, faktor penyebab hipertensi sangat beragam., salah satu yang paling berpengaruh adalah faktor genetik atau keturunan. Risiko ini tidak dapat diubah, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi.

Selain itu, usia juga menjadi faktor penting. Seiring bertambahnya usia fungsi organ tubuh, terutama ginjal dapat menurun. Kondisi ini memengaruhi keseimbangan cairan dan garam dalam tubuh, sehingga tekanan darah cenderung meningkat. 

Namun, Fikri menegaskan, sebagian besar kasus hipertensi justru dipicu oleh faktor yang bisa dikendalikan terutama pola hidup tidak sehat.

“Seperti kebiasaan merokok, konsumsi makanan tinggi garam dan gula, kurang aktivitas fisik, serta jarang berolahraga adalah penyebab hipertensi yang paling sering ditemui,” terangnya.

Tak hanya itu, kata Fikri, beberapa kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal juga dapat memicu terjadinya hipertensi dan membuat tekanan darah sulit dikontrol.

Sementara untuk penanganannya, Fikri menyarankan pengobatan hipertensi disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan sang penderita atau pasien. Umumnya, dokter akan merekomendasikan kombinasi perubahan gaya hidup dan penggunaan obat penurun tekanan darah.

Langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi. Antara lain dengan mengurangi konsumsi garam, berhenti merokok, rutin berolahraga, mengelola stres, menghindari alkohol. Selain itu juga dengan menjaga pola makan seimbang, mempertahankan berat badan ideal, serta mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Ia juuga tidak lupa mengingatkan, pencegahan tetap menjadi kunci utama. Meski penderita hipertensi bisa tenang dengan adanya obat, namun perubahan gaya hidup sehat jauh lebih efektif untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

“Hipertensi sebaiknya dicegah sejak dini. Jika sudah terlanjur mengalami tekanan darah tinggi, segera konsultasikan ke dokter, agar kondisinya bisa dikontrol dan tidak menimbulkan komplikasi,” ucapnya.***


Dalam Apel Pagi, Forkopimcam Cihaurbeuti Sepakat Tidak Buang Sampah Sembarangan

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cihaurbeuti, menggelar Apel Pagi Siaga Korve serentak di halaman Kantor Kecamatan Cihaurbeuti yang diikutiberbagai unsur Forkopimcam dan pihak terkait.(06/02/26). 

Dalam sambutannya Camat Cihaurbeuti, Hj. Enok Kursilah, S.Sos, mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Bupati tentang Gelar Apel Siaga Korve Serentak.

"Kabupaten atau kota harus dipastikan bersih, lingkungan harus mampu mengolah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya.

Kegiatan Korve ini, menurut Enok, merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat. 

Masih di tempat yang sama, Kapolsek Cihaurbeuti, Iptu Agus Predi Muharom, S.Ip, menambahkan, sasaran prioritas kegiatan kebersihan adalah tempat umum, jalan nasional, dan tempat ibadah.

Agus juga berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan, karena kebersihan merupakan bagian dari iman.

"Dan kami juga mengajak masyarakat Cihaurbeuti agar senantiasa menjaga keamanan dan kenyamanan jelang bulan Ramadhan," ungkapnya.(anwarwaluyo)

SLBN Bungursari Tasikmalaya Gelar Tasyakur dan Peresmian Revitalisasi serta RKB

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – SLBN Bungursari Kota Tasikmalaya menggelar Tasyakur dan Peresmian Revitalisasi serta Ruang Kelas Baru (RKB) APBD Tahun Anggaran 2025 pada Kamis, 5 Februari 2026. 

Acara ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SLBN Bungursari, Endang Rubiandini, S.Pd., M.Pd., beserta guru, pejabat daerah, dan tamu undangan lainnya.

Kepada Pangandaran News, Endang mengatakan, kegiatan ini sebagai rasa syukur atas rampungnya program pembangunan.

"Alhamdulillah, SLBN Bungursari mendapatkan bantuan Revitalisasi dan RKB dari APBD Provinsi Jawa Barat," ujarnya.

Endang mengatakan, enam bangunan yang telah selesai, diantaranya Kantin, Ruang UKS, Ruang Keterampilan Basah, Perpustakaan, dan RKB. 

"Kami berharap dukungan terus berlanjut agar peserta didik SLBN Bungursari bisa berprestasi," ungkap Endang.

Sementara KCD Wilayah 12, Zhairy Andhryanto, S.Pd., M.Pd.,  menjelaskan, anggaran pembangunan berasal dari APBN dan APBD Provinsi Jawa Barat, dan ini merupakan progres pemerintah dalam pemenuhan pelayanan pendidikan.

"Semoga mutu pendidikan di SLBN Bungursari terus meningkat," ucapnya.(anwarwaluyo)

Warga Cimangprang Karangnunggal Swadaya Perbaiki Jalan Sindanglengo-Tenjosari

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Jalan penghubung antara Dusun Sindanglengo dan Tenjosari di Kampung Cimangprang Desa Cikukulu Kecamatan Karangnungal Kabupaten Tasikmalaya kini tengah diperbaiki melalui upaya swadaya masyarakat, langkah ini menjadi bukti semangat kebersamaan warga dalam membangun kampung halaman.

Dari pantauan Pangandaran News sebelumnya, jalan yang menjadi fokus pembangunan telah lama berada dalam kondisi kurang mendukung sehingga menyebabkan kesulitan dalam transportasi orang dan barang. 

Menurut salah seorang warga, Cecep Ulumudin, kondisi jalan tersebut juga menghambat perkembangan aktivitas ekonomi lokal serta akses warga terhadap pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan.

Cecep sebagai penggagas kegiatan ini mengatakan, biaya pembangunan jalan ini tidak menerima bantuan dari pemerintah namun sepenuhnya dibiayai dan dikerjakan oleh masyarakat sendiri. 

"Warga menunjukkan antusiasme tinggi, diantaranya dengan menyumbang tenaga secara sukarela serta kontribusi material," ungkapnya.(06/02/26)

Cecep menyebut anggaran perbaikan jalan tersebut 100% dari swadaya masyarakat, sehingga pengerjaannya pun dijalankan dengan penuh kesadaran bersama.

Cecep juga berharap, perbaikan jalan ini bisa memberikan dampak positif bagi warga, diantaranya untuk mempermudah mobilitas warga antara Kedusunan Sindanglengo dan Dusun Tenjosari, meningkatkan akses pasar bagi hasil usaha lokal, memudahkan akses pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan dan juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan potensi pariwisata lokal.

Cecep juga berharap agar pembangunan dapat selesai dengan lancar, serta berharap adanya kontribusi dari berbagai pihak – baik dari donatur, pemerintah desa, hingga pemerintah kabupaten Tasikmalaya maupun dinas terkait di Kecamatan Karangnungal.

Saat ditemui di lokasi pekerjaan, kepada Pangandaran News Cecep juga menyampaikan, bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan atau mengetahui perkembangan pembangunan lebih lanjut dapat menghubungi langsung dirinya yang ditunjuk sebagai pegagas pembangunan.

"Atau bisa juga datang langsung ke lokasi di Kampung Cimangprang, Kedusunan Sindanglengo," jelasnya.(anwarwaluyo)

 

Kena Sanksi Administrasi KLH, Pengelolaan Sampah di TPA Purbahayu Pangandaran Masih Open Dumping

PANGANDARANNEWS.COM - Tempat Pengelolaan sampah (TPA) Purbahayu yang ada di Kecamatan Pangandaran, hingga saat ini masih menerapkan sistem open dumping.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pangandaran Irwansyah, pengelolaan sampah di Kabupaten Pangandaran saat ini sudah sangat kritis.

Idealnya, kata Irwansyah, TPA Purbahayu itu sudah menggunakan Sanitary Landfill. 

"Jadi, ada pembuangan limbah, ada pembuangan air lindi, tapi di kita belum maksimal," katanya kepada sejumlah awak media. (05/02/26)

Ia mengatakan, Kabupaten Pangandaran dan beberapa kabupaten-kota lainya saat ini terkena sanksi administrasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) karena menggunakan sistem open dumping.

Sebenarnya TPA Purbahayu di Kabupaten Pangandaran, jelas Irwansyah, sudah harus ditutup. Tapi hanya atas izin bupati, sudah sampaikan permohonan surat perpanjangan sanksi sampai dengan Desember 2026.

"Namun perpanjangan itu tentu saja dengan syarat Kabupaten Pangandaran harus melakukan upaya-upaya untuk penataan kembali pengelolaan sampah," terangnya.

Karena saat ini masih sistem open dumping atau langsung pembuangan sampah tanpa diurus, itu yang menyebabkan pencemaran.

"Nah kita diharuskan untuk melakukan upaya-upaya perbaikan, tentu saja dengan merubah ke sistem Sanitary Landfill," jelasnya lagi.

Ia menambahkan, upaya di ahun ini pihaknya sedang melakukan pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) dan pengadaan satu alat berat baru berupa eksavator.

"Nanti ada proses pengurugan, artinya sampah itu akan diurug tidak boleh terbuka," katanya.

Seperti diketahui, TPA Purbahayu pernah mengalami kebakaran di tahun 2023 lalu. Dan saat itu, memerlukan waktu lebih dari sekitar satu bulan untuk proses pemadamannya.

Kala itu bencana tersebut tentu menjadi pukulan telak bagi Pemkab, pasalnya pengelolaan sampah yang masih menggunakan open dumping membuat upaya pemadaman jadi sulit.(hiek)

Soal Limbah di Pantai Barat, PHRI Sebut Pemda Pangandaran Belum Punya Blueprint

PANGANDARANNEWS.COM - Saat diminta komentarnya terkait limbah di Pantai Barat Pangandaran, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana ataqu yang akrab dipanggil Agus Savana  menegaskan, limbah tersebut bukan berasal dari hotel saja.

Agus mengatakan, permasalahan limbah di kawasan wisata Pantai Pangandaran merupakan masalah lama yang hingga kini belum tertangani secara menyeluruh. Dan celakanya, hotel kerap dijadikan kambing hitam meski hampir seluruh hotel sudah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Padahal kawasan wisata Pangandaran kan bercampur juga dengan rumah penduduk, WC umum, dan berbagai aktivitas lain yang juga menghasilkan limbah,” jelasnya, kepada awak media.(03/02/26).

Ia menambahkan, saat musim liburan atau hight season lonjakan  kunjungan wisatawan memang berpotensi membuat kapasitas IPAL hotel melampaui batas. Namun kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari kontribusi limbah rumah tangga dan fasilitas umum yang masuk ke saluran drainase yang sama, sehingga terkesan itu aliran dari hotel saja.

Agus menyebut, pihaknya sudah melakukan pengecekan di sejumlah saluran air di kawasan wisata Pantai Pangandaran dan ternyata sumber limbah tersebut berasal dari berbagai titik bukan hanya dari area hotel.

Intinya, kata Agus, akar persoalan justru terletak pada buruknya tata kelola drainase di kawasan wisata Pantai Barat Pangandaran.

"Hujan sebentar saja pasti banjir, Ini kan menandakan drainase tidak berjalan dengan baik,” tegasnya.

Padahal secara geografis, menurut Agus, Pangandaran memiliki karakter tanah berpasir yang harusnya mampu menyerap air dengan cepat. Dan selain itu kawasan wisata Pangandaran ini dikelilingi laut dan dilintasi sungai besar yang secara alami menjadi titik pembuangan air sehingga kalau hujan deras 30 menit sampai satu jam saja sudah tergenang itu tidak wajar. 

"Sungai dan laut adalah titik terendah, tapi air hujan tidak terdistribusi dengan baik ke sana,” jelasnya.

Agus menyebut, kondisi ini tentu menguatkan dugaan bahwa sistem drainase di kawasan wisata Pangandaran belum bagus dan tidak berfungsi optimal.

Harusnya, imbuh Agus, ada blueprint yang jelas. Saluran ke mana, titik terendah di mana dan induknya dibuang ke mana. 

"Dan itu yang sampai sekarang belum jelas,” tegasnya lagi.(hiek)

Pastikan Kondisi Di Sejumlah Lokasi Jelang Ramadhan, Sekda Pangandaran Tinjau Sejumlah Titik Strategis

PANGANDARANNEWS.COM
– Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026, Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, Dr.H. Kusdiana, M.M, pimpin langsung saat melakukan peninjauan ke sejumlah titik strategis di wilayah Pangandaran. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan pemerintah daerah dalam menciptakan suasana yang tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan selama bulan Ramadhan. 

Dalam keterangannya di akun resmi Instagram @iyang.kusdiana, ia menyampaikan, pemantauan lapangan ini bertujuan untuk memastikan serta kesiapan di berbagai sektor, mulai dari pelayanan, ketertiban hingga kebersihan lingkungan.

“Jelang bulan suci Ramadhan kami ingin memastikan kondisi di beberapa titik strategis di Kabupaten Pangandaran,” tulisnya.(03/02/26) 

Kegiatan tersebut diawali dengan peninjauan pintu tiket masuk kawasan wisata Cikembulan yang menjadi salah satu akses utama wisatawan, dan dilanjutkan dengan melakukan pemantauan di kawasan Pantai Barat Pangandaran termasuk melihat langsung aktivitas para pedagang serta kondisi lingkungan sekitar kawasan wisata.

Selain ke sejumlah titik lokasi, ia juga berkunjung ke Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memastikan kesiapan personel dalam menjaga ketertiban umum selama bulan Ramadhan. Dan kemudian dilanjutkan dengan mengecek kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Purbahayu, untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal. 

Menurutnya, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadha, sekaligus menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan. 

“Kami berharap melalui persiapan yang matang, pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan dapat berjalan dengan khusyuk serta aktivitas masyarakat dan wisatawan tetap berlangsung secara tertib dan kondusif,”ucapnya.(hiek)

Pangbagea Pangandaran, Alun-Alun Senilai Belasan Milyar Kini Kehilangan Fungsi

PANGANDARANNEWS.COM - Fasilitas publik yang digadang-gadang akan menjadi pusat jajanan dan ruang sosial di Alun-alun Pangbagea di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi tepatnya di depan kantor Sekreatariat Daerah Kabupaten Pangandaran, kini terbengkalai.
Alun-alun yang diresmikan Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil pada tanggal 20 Pebruari tahun 2022 lalu yang diberi nama  “Alun-alun Pangbagea, tadinya diharapkan bisa menjadi pusat keramaian baru itu, naum kini kenyataannya merana tanpa perawatan.

Nama 'Pangbagea' yang bermakna tempat berkumpulnya orang-orang bahagia pun kini tak sesuai dengan tujuan awal, pasalnya  Alun-alun ini sudah mulai ditinggalkan pengunjung sehingga kehilangan fungsinya sebagai ruang publik.

Walau pun terkesan megah namun area UMKM yang terletak di bagian bawah alun-alun tutup total, tidak ada aktivitas perdagangan di sana dan kondisinya pun tampak kumuh dan tak terurus.

Seperti diketahu, pengerjaan proyek Alun-alun Pangbagea dibangun dari anggaran Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat tahun 2021 senilai Rp18 miliar. Fasilitasnya pun meliputi lapangan upacara, area jogging, taman bermain, pusat kreatif, area hijau, hingga food court.

Namun saat ini area food court dan gerobak UMKM mati total, meski sesekali masih ada warga yang sekadar singgah di area taman.

Saat diminta komentarnya, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, membenarkan bahwa aktivitas di lokasi tersebut sudah lama terhenti.

 "Karena suasananya sepi akhirnya pedagang pun tidak ada yang mau berjualan," terang Tedi, (22/01/26)

 Tedi mengatakan, sejumlah gerobak UMKM bantuan salah satu bank daerah atas inisiatif Dinas Koperasi dengan nilai pengadaan di bawah Rp70 jut yang tak terpakai ini pun sudah diserahkan kepada pemerintah desa setempat agar tetap bisa dimanfaatkan masyarakat.

Sementara menurut salah seorang warga yang enggan ditulis namanya, Alun-alun Pangbagea memang tidak strategis untuk berjualan.

“Walaupun lokasinya depan kantor setda Pangandaran tapi jauh dari keramaian, dan warga pun jarang main ke sana," terangnya.(hiek)



Walau Anggaran Dipangkas 70 Persen, Pemdes Cipatujah Tetap Siaga Layani Masyarakat

Kades Cipatujah, Asep
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKMALAYA – Anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Tasikmalaya mengalami pemangkasan hingga 70 persen, hal ini tentu membuat pemerintahan desa menghadapi dilema akibat keterbatasan anggaran. 

Seperti disampaikan Kepala Desa Cipatujah, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Asep, saat wawancara dengan Pangandarannews.com di ruang kerjanya. (26/01/26)

Namun walau demikian, kata Asep, hal tersebut tidak mengurangi komitmen Pemerintah Desa Cipatujah untuk memprioritaskan pelayanan masyarakat. 

"Dana pangkas engga apa apa, cuma ya jadi dilema aja," ucap Asep.

Asep mengatakan, Pemdes Cipatujah juga mungkin saat ini tidak akan fokus pada pembangunan besar-besaran. Prioritas utama diberikan untuk memenuhi harapan dan kebutuhan guru diniyah, kader Posyandu, serta anggota Linmas, termasuk memperhatikan kebutuhan guru dan gaji bagi kader serta Linmas, sesuai yang telah disepakati melalui musyawarah desa.

"Apalagi Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya juga memperhatikan kelompok guru Diniyah, kader Posyandu, dan Linmas," tambah Asep.(anwarwaluyo)

 

 

Kades Sindangasih, Walau Anggaran Dipangkas Pemdes Tetap Utamakan Pelayanan Warga

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Salah satu bentuk kepedulian terhadap warga, Pemerintah Desa (Pemdes) Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya dengan menjenguk warga yang sedang sakit. 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tedi Ruslan, S.S.Pd, beserta istri yang juga menjabat sebagai kader PKK Desa Sindangasih.

Tedi mengatakan, pihaknya selalu peduli dan memberikan perhatian sosial kepada seluruh warga Desa Sindangasih meskipun tahun 2026 terdapat pemangkasan anggaran dana desa.

"Namun kami tetap mengutamakan pelayanan terbaik untuk masyarakat secara keseluruhan," kata Kepala Desa Tedi Ruslan.(25/01/26)

Ia juga berharap, kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi dengan masyarakat dan menunjukkan komitmen sebagai pelayan masyarakat.

"Komitmen kami tetap melaksanakan pelayanan terhadap warga menjadi prioritas Pemdes Sindangkasih," ungkapnya. (anwarwaluyo)

Jalur Cikatomas-Papayan-Cikalong Diperbaiki, Masyarakat Tasik Selatan Bahagia

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Perbaikan jalur Cikatomas-Papayan-Cikalong di wilayah Tasik Selatan, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi kabar gembira bagi masyarakat setelah puluhan tahun dalam kondisi rusak. Proyek ini merupakan bagian dari upaya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam pengembangan infrastruktur.

Dani, salah satu sales yang sering menggunakan jalur tersebut, sangat bersyukur dan menyampaikan, "Jalan mulus, jalan kasep, ngaleser sebentar lagi terwujud. Merdeka! Puluhan tahun menikmati jalan butut gini, udah merdeka."

Masyarakat berharap proyek segera selesai agar akses jalan menjadi lebih baik dan mendukung kemajuan wilayah Tasikmalaya. (anwarwaluyo)

MUI Pangandaran Serukan, Sinergitas Ulama dan Aparat Untuk Kondusifitas Bulan Ramadhan

PANGANDARANNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran, KH. Harun Al Aziz, mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat khususnya para ulama dan aparat kepolisian untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kenyamanan dan keamanan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Seruan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana ibadah yang khusyuk dan kondusif bagi umat Islam, khususnya di Kabupaten Pangandaran.

"Kami titip kepada semua unsur terutama MUI di tingkat kecamatan dan pihak kepolisian agar berperan aktif menciptakan kenyamanan dan keamanan bulan suci Ramadhan mendatang," ungkapnya, dalam rangkaian acara Pelantikan MUI Kecamatan Pangandaran bertempat di hotel Rahayu.(23/01/26)

Masih di tempat yang sama, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran yang baru dilantik, Kiai Subariyo, menegaskan pentingnya kebersamaan dalam membangun daerah. 

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat merupakan mitra strategis yang harus bersinergi demi kemajuan Pangandaran.

“Semua elemen masyarakat adalah mitra, sehingga perlu bersinergi dalam membangun Pangandaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan, Ustadz Dani Ramdani, S.H., mengaku merasa bersyukur dan bangganya atas suksesnya acara tersebut.

Ia menjelaskan, hampir 100 persen undangan dan peserta hadir serta mengikuti prosesi pelantikan dengan penuh kekhidmatan.

Camat Pangandaran, Mahfudz Ghozali, SIP turut mengapresiasi terhadap peran MUI sebagai pembimbing dan benteng umat.

Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar seremonial melainkan wujud nyata sinergitas antara ulama dan umara. 

“Dengan pelantikan ini saya yakin MUI ke depan akan lebih proaktif dalam membangun Kecamatan Pangandaran,” ucapnya.(harisfirdaus)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN