Portal Berita Resmi Pangandaran
PangandaranNews
PANGANDARANNEWS
TERKINI
Selamat Datang di PangandaranNews - Jendela Informasi Terpercaya dari Priangan Timur...
Sinkronisasi Berita HD...

Laporan Berita

Catat, Ini Edukasi Medis RSUD Pandega Pangandaran Terkait Pentingnya Deteksi Dini dan Manajemen Gaya Hidup bagi Penderita Hipertensi.

PANGANDARANNEWS.COM- Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi “silent killer” yang kerap diabaikan masyarakat, banyak orang maupun penderita baru menyadari penyakit ini setelah muncul keluhan serius. Padahal, hipertensi bisa dicegah dan dikendalikan sejak dini.

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding pembuluh arteri berada di atas batas normal, dan secara medis seseorang dikatakan mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya mencapai lebih dari 140/90 mmHg. Kondisi ini, tentu tergolong sangat berbahaya bila tekanan darah sudah menyentuh angka 180/120 mmHg.

Demikian disampaikan Dokter Umum RSUD Pandega Pangandaran, dr. Fikri Dian Dinu Azizah, di akun resmi RSUD Pandega. Menurutnya, hipertensi dibagi menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

“Hipertensi primer berkembang secara perlahan tanpa penyebab yang jelas. Sementara hipertensi sekunder muncul lebih cepat dan biasanya dipicu oleh kondisi medis tertentu, sehingga bisa menjadi lebih parah,” jelasnya. (03/02/26).

Ia menjelaskan, penderita hipertensi wajib tahu faktor risiko yang sering tak disadari. Menurutnya, faktor penyebab hipertensi sangat beragam., salah satu yang paling berpengaruh adalah faktor genetik atau keturunan. Risiko ini tidak dapat diubah, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi.

Selain itu, usia juga menjadi faktor penting. Seiring bertambahnya usia fungsi organ tubuh, terutama ginjal dapat menurun. Kondisi ini memengaruhi keseimbangan cairan dan garam dalam tubuh, sehingga tekanan darah cenderung meningkat. 

Namun, Fikri menegaskan, sebagian besar kasus hipertensi justru dipicu oleh faktor yang bisa dikendalikan terutama pola hidup tidak sehat.

“Seperti kebiasaan merokok, konsumsi makanan tinggi garam dan gula, kurang aktivitas fisik, serta jarang berolahraga adalah penyebab hipertensi yang paling sering ditemui,” terangnya.

Tak hanya itu, kata Fikri, beberapa kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal juga dapat memicu terjadinya hipertensi dan membuat tekanan darah sulit dikontrol.

Sementara untuk penanganannya, Fikri menyarankan pengobatan hipertensi disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan sang penderita atau pasien. Umumnya, dokter akan merekomendasikan kombinasi perubahan gaya hidup dan penggunaan obat penurun tekanan darah.

Langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi. Antara lain dengan mengurangi konsumsi garam, berhenti merokok, rutin berolahraga, mengelola stres, menghindari alkohol. Selain itu juga dengan menjaga pola makan seimbang, mempertahankan berat badan ideal, serta mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Ia juuga tidak lupa mengingatkan, pencegahan tetap menjadi kunci utama. Meski penderita hipertensi bisa tenang dengan adanya obat, namun perubahan gaya hidup sehat jauh lebih efektif untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

“Hipertensi sebaiknya dicegah sejak dini. Jika sudah terlanjur mengalami tekanan darah tinggi, segera konsultasikan ke dokter, agar kondisinya bisa dikontrol dan tidak menimbulkan komplikasi,” ucapnya.***


adv

wisata minat khusus

wisata minat khusus
citumang body rafting