PANGANDARANNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran siang tadi menggelar menggelar Workshop Tahsin Al-Guran bagi para imam masjid, bertempat di Islamic Center Parigi. (09/02/26)
Kegiatan yang diikuti imam mesjid di Kabupaten Pangandaran ini bertujuan untuk melakukan standarisasi dan perbaikan kualitas bacaan AlOuran, khususnya pada surat Al-Fatihah yang menjadi rukun sahnya ibadah shalat.
Seperti disampaikan Ketua MUI Pangandaran KH Harun Al Aziz, fokus utama pelatihan ini adalah tahsinul gira'atul Fatihah agar sesuai dengan kaidah tajwid dan sifatul huruf.
"Sebanyak 155 imam dari seluruh wilayah kabupaten mengikuti kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan secara terintegrasi dengan pemerintah ini," terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya posisi imam dalam shalat berjamaah, Al-Fatihah adalah rukun gauli (ucapan) yang wajib dilafalkan dengan benar karena menentukan sah atau tidaknya ibadah tersebut.
Shalat itu merupakan ummul ibadah (induk ibadah), diterima atau tidaknya amal yang lain sangat tergantung pada shalatnya.
"Jika shalatnya tidak benar dan tidak sah, bagaimana dengan amal lainnya," ungkapnya.
la juga menyoroti fenomena pelaksanaan shalat di tengah masyarakat, terutama saat Tarawih Ramadhan. Seringkali dalam pelaksanaannya bacaan dan gerakannya dianggap biasa saja, sehingga dilakukan terburu-buru seperti anak-anak.
Melalui workshop ini, kata Harun, MUI ingin para imam meningkatkan kualitas figih dan praktiknya agar benar menurut agama.
Ia berharap, melalui kegiatan ini para imam mampu mentransfer ilmu yang didapat kepada jamaah di wilayah masingmasing.
"Kami juga berencana mengembangkan program serupa hingga ke tingkat kecamatan sebagai bentuk pembinaan dakwah yang berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran," imbuhnya.
Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pangandaran Nana Sutisna menyampaikan, pemerintah daerah sangat mengapresiasi inisiatif MUI ini.
Pemda Kabupaten Pangandaran melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah, menurutnya, berperan dalam memfasilitasi anggaran dan koordinasi agar gagasan tersebut dapat terwujud secara maksimal.
"Kami akan menindaklanjuti proposal dari MUI karena ini menyangkut keinginan kuat untuk memperbaiki kualitas bacaan imam masjid di Pangandaran sesuai kaidah tajwid,” ujarnya.(hiek)
