Diduga Terbawa Arus Deras, Seorang Pemandu Wisata Bodyrafting di Pangandaran Tenggelam

PANGANDARANNEWS.COM – Seorang pemandu wisata bodyrafting Abdul Rohman (35) warga Dusun Cikining RT 29/06 Desa Sindangsari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran hanyut terbawa arus air sungai. Insiden ini terjadi pada hari selasa tanggal 6 september 2022 lalu saat korban memandu rombongan mahasiswa yang sedang KKN berlibur ke wisata bodyrafting di Blok Pasir Sereh, Desa Sukajaya, Kecamatan Cimerak. 

Saat dikonfirmasi Kepala Satuan Polisi Air Polres Pangandaran AKP Sugianto membenarkan, korban saat kejadian sedang memandu rombongan KKN mahasiswa dari Tasikmalaya, sekitar pukul 15.30 WIB  saat perjalanan bodyrafting korban diketahui terpisah dan dinyatakan hanyut terbawa arus air jalur sungai.

“Saat ini di hari ketiga, kami terus melakukan upaya pencarian jasad korban, “terang Sugianto.(8/9)

Sugianto mengatakan, setelah mendengar kejadian tersebut pihknya pun mengerahkan seluruh tim dari berbagai unsur dan relawan termasuk TNI, namun pencarian yang dilakukan belum juga membuahkan hasil dan pencarian korban sempat terhenti lantaran cuaca tidak mendukung. 

“Upaya pencarian kami lakukan di sekitar tepi sungai hinggga 2 kilometer dari lokasi kejadian, “kata Sugianto.

Sementara menurut Kasat Reskrim Pangandaran AKP Luhut Sitorus, menjelaskan, sekitar pukul 15.30 WIB saat itu korban sedang memandu rombongan KKN Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Tasikmalaya sebanyak 14 orang. saat melewati terjunan air, korban yang berada di posisi paling depan sempat memegang batu namun terlepas dan hilang.

Rombongan mahasiswa peserta body rafting sat itu melihat korban berada di posisi terjunan air yang ke 3 dengan posisi korban sedang memegang batu namun tidak begitu lama hanya beberapa detik tidak lama korban langsung hilang diduga tenggelam, setelah itu para mahasiswa mengetahui korban sudah tidak terlihat segera melaporkan kejadian tersebut.

"Rombongan mahasiswa tersebut kemudian melapor ke warga setempat dan ke pihak kepolisian, pada hari selasa (6/9) malam tim SAR pun langsung melakukan pencarian, namun sampai hari ini tanggal 8 september belum ada tanda-tanda korban, “ ujar Luhut. (PNews)


Kepala Desa Sarimukti Pimpin Aksi Protes Terkait Kejelasan Perbaikan Jalan Sindangreret -Cidadap

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dipimpin langsung Kepala Desa Sarimukti, Edi Laksana (Abah Barjah), ratusan warga Desa Sarimukti Kecamatan Karangunggal Kabupaten Tasikmalaya datang dari berbagai pelosok untuk melakukan aksi protes terkait kejelasan perbaikan ruas jalan Sindangreret - Cidadap sepanjang 5 kilo meter yang sudah beredar akan di bangun. Dalam aksi tersebut warga bersama kades berharap adanya kejelasan dari Pemkab Tasikmalaya terkait program peningkatan ruas jalan tersebut, dari mana titik awal dan akhir peningkatan ruas jalan tersebut.  

Kepada sejumlah media Kepala Desa Sarimukti, Edi Laksana menyampaikan, pihaknya sengaja melakukan aksi dijalan tanjakan Cibungur Desa Sarimukti ini sebagai bentuk protes karena ada isu bahwa perbaikan jalan antara jalan Desa Sarimukti, Desa Kujang dan Desa Cidadap, yang merupakan akses vital yang menghubungkan 5 desa hingga tembus ke pusat Pemerintahan Kecamatan Karangnunggal.

“Jalan ini juga merupakan jalur selatan yang tembus ke beberapa kecamatan diantaranya, Kecamatan Cikalong, Cipatujah bahkan sampai perbatasan Kabupaten Pangandaran, “terang Edi. (07/09)

Namun kata Edi, kondisi jalan tersebut sudah puluhan tahun belum ada perhatian dari Pemkab Tasikmalaya, dan tujuan aksi ini untuk memastikan apakah dari keterangan peningkatan ruas jalan Sindangreret - Cidadap tersebut Desa Sarimukti termasuk atau tidak. Sebab seperti diketahui kondisi terparah ada di Desa Sarimukti yaitu tanjakan dan jembatan Cibungur, denga kondisi jalan rawan longsor, tikungan tajam yang kini tinggal tanah dan batu di tepi jalan.

Edi menambahkan tidak logis ketika akses vital pengerjaannya dimulai ditengah yaitu di Desa Kujang, sementara kebanyakan akses menuju pusat pemerintahan adalah melalui Desa Sarimukti.

“Jadi yang ingin kami ketahui, darimana titik dan akhir pengerjaan yang akan dilaksanakan di tahun ini, “tegasnya.

Hal tersebut senada disampaikan beberapa tokoh kelembagaan yang ada di Desa Sarimukti, menurut mereka pemerintah harus peka jangan menunggu aksi dulu dan tolong kesampingkan kepentingan-kepentingan politik namun nomer satukan kesejahteraan masyarakat.

“Setelah ini kami akan kembali menggelar aksi mungkin lebih besar, apabila hal tersebut belum ada kejelasan, bahkan kami siap audiensi dengan pihak-pihak terkait, “ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.

Dari pantauan di lapnagan, sambungnya, memang jalan Cibungur merupakan jalan rawan yang sangat menanjak, belum lagi tikungan tajam dan jalan tinggal tanah serta dipinggir tebing-tebing batu yang dikhawatrikan terjadinya longsor.

Selain kondisi jalan yang rusak parah, katanya lagi, jembatan yang ada pun sudah lapuk dan besi sudah mulai keropos dan tidak menutup kemungkinan jembatan tersebut roboh sehingga bisa mencelakakan pengguna jalan. Dan ewarga dari Desa Sarimukti, Kujang dan Cidadap akan memutar melalui jalan raya Cipatujah, artinya itu akan menempuh jarak yang sangat jauh untuk menuju pusat pemerintahan Kecamatan Karangnunggal.

“Jika jalan bagus tentu pertumbuhan ekonomi masyarakat desa pun akan semakin meningkat, kami atas nama masyarakat Desa Sarimukti berharap jalan mulus karena selama ini tidak pernah ada perbaikan, “ucapnya. (anwarwaluyo)


Melalui Aplikasi Live Streaming, Aan Suhendar Mampu Mengangkat Potensi Seni Di Daerah

Aan Suhendar bersama Dede Koharudin
PANGANDARANNEWS.COM – Di era digital sekarang pengembangan talent (bakat) bukan lagi sesuatu yang sulit dilakukan, dengan berbagai apilkasi live streaming yang ada di dunia maya mampu menjangkau kemana saja  tanpa terhalang ruang dan waktu.

Seperti yang dilakukan Aan Suhendar (35) warga Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, ia berhasil meraih sukses melalui penggunaan aplikasi StreamKar.

Melalui aplikasi StreamKar, Aan mampu memberikan ruang, fasilitas dan kesempatan kepada para musisi-musisi muda usia dari berbagai daerah untuk bisa lebih mengembangkan bakat yang dimilikinya, khsusnya bakat menyanyi.

Saat ditemui PNews di studio spotlight Indonesia PT. Reza Putra Persada miliknya, Aan mengatakan, kini melalui studio spotlight pihaknya membantu para musisi pencipta lagu pop atau melayu dalam segi label musik, recording, publishing dan aggregator.

Kata Aan, siapa saja silahkan datang langsung ke studionya untuk merekam lagu hasil karya sendiri yang nantinya akan dipublikasikan melalui spotlight Superstar Indonesia sehingga karya tersebut bisa dikenal luas.

“Jadi kalau selama ini untuk recording lagu hasil karya sendiri lantas publishing harus ada biaya, maka sekarang tidak lagi bahkan hasil karya tersebut kami bayar, “ungkapnya.(05/09) 

Aan juga mengatakan, semakin banyak talent-talen yang bisa berkrya tentu ini sangat baik untuk perkembangan seni di daerah. Bahkan menurutnya diharapkan ini bisa menjadi ajang promosi pariwisata yang ada di Kabupaten Pangandaran, karena selama ini talen-talen yang datang ke studionya berasal dari berbagai daerah, seperti Bandung, Kalimantan, Lampung, Aceh dan daerah lainnya.

“Dari 20 talent yang ada di kami, 6 berasal dari Kabupaten Pangandaran dan selebihnya dari luar daerah, “terang Aan. 

Aan sangat berharap kiprahnya ini mampu membawa nama harum daerah, apalagi Pangandaran merupakan daerah tujuan wisata tentu ini bisa saling bersinergi. Karena sejatinya seni akan bisa memberikan warna pada dunia pariwisata baik secara kultur atau seni modern, hingga pada ujungnya potensi wisata daerah bisa terangkat dan potensi seni pun akan mampu tereksplore.

Sekarang, kata Aan, sudah saatnya semua tidak lagi terbelenggu dengan berharap bantuan baik itu dari pribadi orang lain atau pemerintah. Karena dengan pengembangan potensi yang ada dalam diri masing-masing, asal bisa mengolahnya tentu ini bisa lebih dikembangkan dan menghasilkan sesuatu.

“Mudah-mudahan segala kiprah saya ini bisa sedikit bisa memberi warna serta berkontribusi pada tempat dimana saya dilahirkan, Kabupaten Pangandaran, “ucapnya.

Sementara menurut seorang pelaku dan tokoh seni Pangandaran, Dede Koharudin, yang berkesempatan berkunjung ke studio spotlight Indonesia PT. Reza Putra Persada di Kecamatan Mangunjaya, mengatakan, ini merupakan sebuah kreasi untuk menggali potensi khususnya para remaja untuk bisa lebih mengembangkan bakat nyanyinya.  

Walau pun berada di pelosok desa terpencil, namun kata Dede, studio milik Aan ini nantinya akan mampu mencetak artis-artis daerah. 

“Saya yakin di tangan seorang Aan, potensi seni para remaja yang ada di Pangandaran akan terangkat dan terkenal, “ujar Dede.

Dede juga memuji, karena Aan yang nota bene tinggal di desa telah mampu menangkap peluang untuk pengembangan bakat seni yang ada di daerah, bahkan bisa menghasilkan finansial.

“Saya sangat mengapresiasi, apalagi saat berkeliling melihat 3 studio milik Aan yang cukup representatif, “imbuh Dede. (TnT)


UPTD Parkir Dishub Kota Tasik Gandeng Pol PP dan Polri Tertibkan Petugas Parkir Liar di Jalanan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pemeritah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan bekerja sama dengan pihak Kepolisian untuk menertibkan parkir liar yang selama ini tersebar hamnpir di selkuruh ruas jalan. Apabila diketahui petugas parkir tersebut tak mengantongi Surat Perintah (SP) dari UPTD Parkir Dinas Pehubungan Pemkot Tasikmalaya, maka petugas parkir tersebut dianggap liar dan akan diganti oleh petugas parkir yang sudah tercatat di UPTD Parkir.

Seperti disampaikan Kepala UPT Parkir Dishub Kota Tasikmalaya, Uhen, wilayah yang akan menjadi sasaran operasi ini difokuskan sekitar Jalan HZ Mustofa dan wilayah kota jalur hijau lainnya, yang akan digelar mulai dari jam 6.00 hingga pukul 10.00 WIB.

“Kami akan menindak tegas jika masih ada petugas parkir liar atau yang tidak mempunyai SP, “tegas Uhen, Kepada PNews di ruang kerjanya.(05/09) 

Selain arahan dan tuntutan dari wali kota dan DPRD Kota Tasikmalaya, penertiban parkir ini juga diharapkan nantinya bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir. 

“Hingga saat ini petugas parkir resmi yang tercatat di UPTD ada 400 petugas, “terangnya.

Penertiban ini untuk kenyaman masyarakat, dan PAD yang didapatkan dari parkir ini tentunya bisa berkontribusi pada pembangunan daerah. (anwarwaluyo)  


Anggota Polsek Dan Koramil Sukaraja Amankan Pelaku Penganiyaan di Desa Margalaksana

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Pelaku Dugaan Penganiyaan yang terjadi di Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmayala yang sempat kabur, berhasil ditangkap polisi sekitar 19.30 WIB di Kampung Bojongparangparang. (02/09)

Pelaku berinisial AR (28) diduga melakukan tindakpidana penganiyaan terhadap AFB (27) yang terjadi pada hari kamis tanggal 1 September 20222, sekitar pukul 01.30 Wib dengan Tempat kejadian perkara (TKP) di Kampung Cijolang Rt/Rw 008/003 Desa Margalaksana.    

Kapolsek Sukaraja IPTU Puryono membenarkan, diduga telah terjadi tindak pidana yang dilakukan AR sehingga korban AFB mengalami luka serius ditangan kananya, kaki kananya dan kepala.

Puryono menjelaskan, kini pelaku telah ditangkap oleh Unit Resum Polres Tasikmalaya beserta anggota polsek Sukaraja dan anggota Koramil 1214 Sukaraja AIPTU Kiki Setiawan dan kemudian pelaku dibawa ke Polres Tasikmalaya untuk dilakukan pengamanan dan penyidikan lebih lanjut.

“Sementara kondisi korban sekarang masih mendapat perawatan Intensif di RSUD dr Sukarjo Kota Tasikmalaya dan dilakukan operasi urat nadi tangan kananya serta kaki kananya, “terang Puyono.

Purono menambahkan, pasca terjadinya penganiyaan tersebut kedua belah pihak keluarga melakukan komunikasi dan mengaggap kejadian penganiyaan ini merupakan musibah.

“Atas perkara ini kedua belah pihak pun menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib, “ucap Puryono. (amirsaripudin)


Dengan Tata Ruang Artisitik, Amore Coffee & Space Pangandaran Kini Hadir Dan Siap Manjakan Para Penikmati Kopi

PANGANDARANNEWS.COM – Maraknya tempat-tempat nongkrong sambil minum kopi saat ini menjamur hampir di mana-mana, mungkin ini menjadi tren baru dunia usaha saat ini di tengah kelesuan perekonomian secara umum.

Seperti disampaikan Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran, Ujang Endin Indrawan saat hadir dalam pembukaan Amore Coffee & Space di Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih.(3/9)

Menurut wabup, banyak sekali peluang usaha yang bisa dilakukan masyarakat, karena Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata tentu akan bisa memberikan multi efek pada pada dunia usaha.

"Tinggal masyarakatnya sendiri mampu tidak menangkap peluang ini, "ucap wabup.

Dan peluang usaha ini, imbuh wabup, salah satunya yang dilakukan Amore Coffee & Sface ini dengan sajian kopi yang diramu tenaga-tenaga trampil dan profesional, segelas kopi bisa disajikan dengan varian berbeda walau pun bahan dasarnya sama, kopi, akan menjadi sektor usaha yang menjanjikan.


Dengan penataan ruang dan tempat yang tertata nyaman dan artisitik, wabup meyakini Amore Coffee & Space akan mampu menjadi tujuan segala usia untuk bersantai sambil menikmati sajian kopi dengan aneka rasa. Malah menurutnya, Amore Coffee & Space sangat mewah untuk sebuah café atau tempat minum kopi. 

"Saya yakin dan ikut mendorong Amore Amore Coffee & Space ini bisa disukai masyarakat khususnya para penikmat kopi, "kata wabup.

Sementara menurut pemilik Amore Coffee Sface sekaligus Restoran Baralak, H Prof. DR. Dudung Indra Ariska, SH, MH, sebenarnya ia tidak punya basic untuk menjadi pengusaha, namun setelah melihat teman-teman sesama birokrat yang sudah purna tugas dan tidak mempunyai pekerjaan terkesan bingung dan gampang sakit sehingga setelah melihat ada peluang usaha ini ia pun mencoba untuk menggelutinya.


Disoal setelah mempunyai usaha restoran lantas sekarang menambah usaha minuman kopi, menurutnya ia melihat usaha sejenis ini perkembangannya baik di daerah atau pun di kota terus meningkat.

“Usaha seperti ini ternyata banyak dilakukan masyarakat baik itu di rumah, café atau lainnya dan sangat disukai pengunjung terutama para penikmat minuman kopi, “terangnya.

Dudung juga mengatakan, jenis sajian kopi ini dikema dengan berbagai cita rasa, seperti kopi signature, O’namore, Nati Toulouse, Candyluk dan Senur.

Tak hanya minuman kopi dengan aneka rasa, Dudung jug menyebut di Amore Coffee Sface ada sajain aneka soft drink seperti Ice Cream, Lumiere, Saint Tiento dan Affogato.

“Kami juga menyajikan pizza dengan varian Tomato Pie, New York, Pepperoni, Mexican dan Blonde, “terangnya.

Dudung juga mengatakan usahanya ini tentu ke depannya bisa menggunakan kopi lokal asli yang di tanam di Pangandaran. (hiek)


 

Rencana Akan Dijadikan Terminal Tipe A, Sejumlah Warga Kondangjajar Terima Uang Ganti Rugi Dari Pemkab Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari lalu Bupati Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata menyerahkan uang pengganti tanah tegakan kepada puluhan warga di Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang yang terimbas rencana pembangunan Terminal Tipe A.

Usai menyerahkan uang pengganti, kepada masyarakat Jeje mengatakan ada sekitar 4 hektar lahan di Desa Kondangjajar yang akan dijadikan terminal Tipe A sehingga Pemkab Pangandaran harus mengeluarkan anggaran untuk ganti rugi karena ada beberapa bangunan rumah milik warga di lokasi tersebut.

“Total uang pengganti yang dikeluarkan Pemda sebesar Rp 429 juta, yang diberikan kepada 24 orang warga, bersumbernya dari APBD Kabupaten Pangandaran," jelas Jeje.

Jeje menjelaskan, penentuan nilai tanah tegakan itu sesuai dengan pengkajian tim appraisal dan mengacu pada kepres Nomor 86 tahun 2021.

Dan renacananya pembangunan terminal Tipe A ini, kata Jeje, dilaksankan oleh pemerintah pusat, dengan sarata Pemda harus membereskan dulu pembebasan lahanya.

Jeje mengatakan pembangunan Terminal  Tipe A itu, mengacu pada tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jabar bagian selatan.

Disoal kapan mulai pembangunannya, Jeje menyebut, pihaknya belum bisa memastikan tapi ia berharap mudah-mudahan di 2023 sudah mulai dirancang.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran Irwansyah mengatakan, untuk penggantian tanah tegakan dengan bangunan ke warga pemilim dengan luas 1.457, 18 meter persegi, saat ini semuanya sudah clear.

Irwansyah juga menjelaskan, eks bangunan terminal tipe B yang sekarang di Pangandaran rencananya  akan digunakan untuk perluasan pasar Pananjung.

"Tapi bongkar muat barang masih bisa dilakukan disana," jelasnya. (PNews)


PMII Padjajaran Pangandaran Tegas Menolak Rencana Kenaikan BBM

Ketua Komisariat PMII Padjajaran, Ahyarul Fitriadin
PANGANDARANNEWS.COM – Pemerintah seharusnya saat in memikirkan jalan keluar dari krisis ekonomi serta kesehatan rakyat bukan malah menekan dengan lonjakan harga yang melambung, dan rakyat perlu bangkit dari keterpurukan krisis ekonomi yang terjadi sejak tahun 2018 sampai hari ini karena perekonomian dianggap masih belum pulih dan stabil.

Demikian disampaikan Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Padjajaran, Ahyarul Fitriadin, kepada PNews aat ditemui di sekretariat PMII Pajaran, di Kecamatan Parigi. (30/08)

Ahyarul mengatakan, kondisi ekonomi tahun 2021 masih berdampak sampai hari ini tahun 2022 ditambah lagi sekarang masih dalam tahap pemulihan pasca wabah virus Covid-19 yang masih dianggap menjadi hambatan yang secara jelas sudah harus ditangani. Ditambah lagi dengan bertambahnya jumlah pengangguran akibat PHK karena tempatnya bekerja juga terdampak pandemi.

“Dan sekarang diperparah lagi dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tentu ini sangat berpengaruh terhadap barang pokok yang masyarakat gunakan hal ini sangat menyengsarakan rakyat, “ungkap Ahyarul.

Jika keadaan ini diteruskan, maka, kata Ahyarul, inflasi akan semakin merebak dan tentu masyarakat yang dirugikan dengan keadaan yang semakin sulit ini karena harga bahan pokok yang menjadi konsumsi keseharian untuk bertahan hidup di masyarakat menjadi sulit didapatkan akibat kenaikan harga. 

Dikatakan Ahyarul, pemerintah seharusnya saat ini memikirkan dampak dari keputusan menaikan harga BBM ini dari sudut pandang rakyat dan bukan hanya dari sudut pandang pasar. Saat ini pemerintah ada wacana untuk menaikan harga BBM, dengan kisaran Rp. 2.000 sampai Rp. 3.000  per liternya. 

“Jika pemerintah banear-benar akan melaksanakan wacana kenaikan harga BBM tersebut, kami dari PMII Padjadjaran dengan tegas menolak kenaikan tersebut, “tegasnya. 

Ahyarul juga mengatakan, mengingat akan adanya inflasi yang menjadi kesenjangan ekonomi di masyarakat, nantinya bukan hanya masyrakat menengah ke atas saja yang hanya diperhatikan namun masyarakat kebawah yang merasakan dampak secara langsung dan tentu pemerintah harus adil dalam melaksanakan kebijakan kepada rakyat ini secara utuh. (yusupsidik)


Lagi Curanmor Terjadi, Kali Ini Motor Milik Ketua MUI Desa Pajaten Jadi Sasaran

Ketua MUI Desa Pajaten

PANGANDARANNEWS.COM- Tak dinyana, pencuri motor tak pandang bulu. Motor inpentaris MUI Desa Pajaten dari Pemkab Pangandaran Yamaha Vega warna merah dengan nopol Z 2212 V, raib disikat maling. Padahal motor tersebut belum lama diisi pajaknya. Tidak hanya itu, motor Honda Beat dengan nopol F 4968 JC milik ketua MUI desa Pejaten ini ikut raib pula. Kedua motor tersebut hilang bersamaan.

Menurut korban curanmor, kendaraan hilang diketahui pukul 04.00 dini hari. Pencuri nekad dengan membobol jendela rumah. Pemilik rumah tidak sadar sama sekali rumahnya dibobol maling. Sadar ketika kedua motor sudah lenyap.

Rumah yang terletak di dusun Pajaten rt 02 rw 01 desa Pajaten kecamatan Sidomulih, sontak menjadi perbincangan warga.

Bahkan warga merasa belakangan ini banyaknya pencurian motor sangat meresahkan. 

Salah seorang warga meminta pihak berwajib untuk mengusut curanmor ini.

"Saya merasa prihatin atas kejadian ini dan berharap pihak berwajib bisa mengusut curanmor ini. Sebab warga merasa resah dengan banyaknya pencurian ini," jelas warga yang tidak disebut namanya.

Hingga kini korban sudah melaporkannya ke Polsek terdekat. (harisfirdaus).

Sejumlah Obyek Wisata di Pangandaran Terjadi Banjir Rob


PANGANDARANNEWS.COM - Banjir rob yang terjadi di sejumlah pantai dengan ketinggian ombak sekitar 3 meter terjadi di obyek wisata Pantai Batuhiu Kabupaten Pangandaran.(30/08)

Menurut kesaksian beberapa warga, rob terjadi sekitar jam 9.00 WIB dan air laut sempat menggenangi jalan dan warung-warung yang berada sekitar 20 meter dari bibir pantai.

Salah seorang warga, Rangga, menuturkan, kejadian rob ini biasanya terjadi dalam waktu 3 hari.

"Warga disini sudah pada tahu karena rob pasang ini biasa terjadi setiap tahu, kalau warga disini menyebutnya musim pancaroba, "ungkapnya.

Sementara untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diingin Pemkab Pangandaran melalui BPBD, Pol PP, Dinas Pariwisata, Kesbangpol dibantu petugas TNI-Polri, berjaga-jaga di sepanjang pantai dan pusat keramaian obyek wisata

Saat ditemui di lokasi Kapolsek Parigi, Iptu Ade Suherman Menghimbau agar masyarakat tetap waspada.

"Dan Alahmadulillah pada saat terjadi rob tadi pagi tidak ada masyarakat yang terdampak langsung, "terang Ade.(PNews)


Disiplin Lakukan Pengawasan UTTP, Pemkab Pangandaran Diganjar Penghargaan Daerah Tertib Ukur

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam rangka melaksanakan pengawasan terhadap Alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) serta Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) dan Satuan Ukuran (SU), Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM terus melakukan pemeriksaaan dan pengujian terhadap kebenaran ukuran UTTP dan tanda tera.

Tak hanya itu, petugas di lapangan pun membuat salinan dan mengambil gambar pada dokumen-dokumen, kartu identitas, serta meminta keterangan-keterangan serta melakukan pengamatan kasat mata terhadap penggunaan dan penulisan satuan serta lambang satuan yang tercantum pada UTTP, 

baik secara berkala mau pun Metrolgi Pelayanan Keliling (mepeling), salah satu program di Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Pangandaran.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, selain UTTP petugas di pemeriksa pun melakukan pengamanan memakai Segel Metrologi, Garis Metrologi (Metrology Line) atau label barang dalam pengamanan terhadap barang yang patut diduga dapat digunakan sebagai alat untuk melaksanakan pelanggaran tindak pidana metrologi legal. Juga 

melakukan pemutusan Segci Metrologi, Garis Metrologi (Metrology Line), dan label barang dalam pengamanan.

Apabila ditemukan adanya dugaan tindak pidana Undang Undang Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal, menurut Tedi, petugas metrologi pun akan membuat berita acara, melaporkan dan menyerahkan kepada direktur metrology dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

“Petugas dapat menindaklanjuti hasil pengawasan apabila diduga terjadi tindak pidana melalui proses penyidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, “terang Tedi.

Tak hanya alat UTTP di pelaku usaha kecil, kata Tedi, pihaknya juga rutin melakukan pemeriksaan di sejumlah usaha besar, seperti Stasiun Pengisian Bahan bakar Elpiji (SPBE), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) toko swalayan dan lainnya.

Sementara untuk pengujian timbangan yang ada di masysarakat yang sebelumnya biasanya dilaksanakan di tiap-tiap kecamatan, Tedi menuturkan, untuk tahun ini hanya bisa dilaksanakan di beberapa kecamatan saja walau pun saat ini petugasnya tak lagi dari daerah lain karena Kabupaten Pangandaran sudah mempunyai Pengawas Kemetrologian sendiri yang ada di Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM.

“Tapi juga mempunyai petugas metrology pelayanan keliling atau mepeling yang secara jemput bola datang ke masyarakat, “jelas Tedi lagi.

Tedi yang didampingi petugas penera Ari Ridwan, juga menyampaikan, pihaknya bersyukur karena tahun ini Pemkab Pangandaran dianugerahi penghargaan Daerah Tertib Ukur dan Pasar Tertib Ukur dari Kementerian Perdagangan. Selain Pangandaran penghargaan ini juga diberikan kepada 17 daerah dan 3 daerah di Jawa Barat.

“Dan Kabupaten Pangandaran termasuk yang menerima penghargaan ini bersama Kabupaten Purwakarta dan Cirebon, “ungkap Tadi. Tedi juga menghimbau kepada masyarakat saat melakukan tera ulang alat timbang baik saat petugas datang ke tempat atau pun masyarakat datang ke tempat yang telah ditentukan, agar membayar retribusi  sesuai yang ada dalam Peraturan Daerah )Perda) Kabupaten Pangandaran nomer 3 tahun 2020.

Berikut Daptar Retribusi Pelayanan Tera 

(PNews)


Cycling de Jabar 2022, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Ikuti Sejumlah Kegiatan Di Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM  – Makanan khas Pindang Gunung bisa menjadi ikon kuliner nusantara, karena makan berbahan dasar ikan laut segar dengan bumbu rempah asli ini selain rasanya yang khas juga sarat dengan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat,Uu Ruzhanul Ulum, mengiktui rangkaian Kegiatan Cycling de Jabar 2022 yang dimeriahkan Festival Pindang Gunung, di Kabupaten Pangandaran. (28/08)

"Aroma dan rasa pindang gunung ini bikin ketagihan, “ungkapnya.

Selain menikmati berbagai sajian kuliner Pangandaran, dalam Kegiatan yang didampingi Jabar quick respon, Uu juga berkesempatan mengunjungi serta memberikan bantuan kemanusiaan gubernur Jawa barat senilai Rp 10 juta kepada seorang Pemuda yatim Muhamad Kholik (18) warga Dusun Sindangsari Desa Sindangwangi Kecamatan Padaherang, yang mempunyai hobi dan karya di bidang kesenian tradisional kuda lumping.

Uu mengatakan dirinya mewakili Gubernur Jabar Ridwan Kami untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berkarya dan berjasa dalam bidang apa pun.

“Mudah-mudahan Mas Kholik bisa terus berkarya untuk menjadi ahli kesenian kuda lumping dan ketika sudah bisa dia mengajarkan pada orang lain, ”kata Uu.

Masih dalam kesempatan rangkaian kegiatan Cycling de Jabar 2022 Wakil Gubernur Jawa Barat asal Tasikmalaya ini pun melakukan penanaman bibit udang vaname yang bertujuan untuk pengembangbiakan dan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bertani ikan khususnya udang vaname, Karena selain harganya mahal, pengembanganbiakan udang vaname ini relatif mudah.

Uu berharap usaha pembesaran udang vaname ini menjadi sumber ekonomi khususnya masyarakat Kabupaten Pangandaran, sehingga perekonomiannya dan kesejahteraannya meningkat.

"Ini merupakan salah satu bentuk tanggungjawab kami sebagai pemimpin, dan penenaman udang vaname ini merupakan salah satu inovasi pak Gubernur, ”terangnya.

Bukan tanpa alasan, kata Uu, Kabupaten Pangandaran dengan panjang garis pantai 91 km ini sangat luar biasa dan bisa menghasilkan ratusan juta rupiah per bulannya.

"Kami berhap masyarakat Pangandaran usaha ikan itu tidak hanya diperoleh dari laut saja, tetapi bisa memanfaatkan tambak-tambak yang ada di pinggir pantai, " pungkasnya. (PNews)


Pansus II DPRD Pangandaran Gelar Rapat Bahas Raperda BPD dan Fasilitas Penyelenggaraan Pesantren

PANGANDARANNEWS.COM  – Beberapa hari lalu Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Pangandaran menggelar rapat untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Badan Permusyawaratan Desa dan Fasilitas Penyelenggaraan Pesantren, bertempat di ruang rapat paripurna gedung DPRD.(21/08)

Adapun hasil pembahasan rapat tersebut dihasilkan sejumlah rancangan, antara lain 

A. Rancangan Peraturan Daerah DPRD Tentang Perubahan atas Perda Nomor 9 tahun 2028 Tentang Badan Permusyawaratan Desa, hasil pembahasan Pansus II melalui tahapan pembahasan, termasuk harmonisasi ke Kanwil Kemenhum Ham, serta konsultasi dan kordinasi dengan Pemerintah Daerah.

Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan atas Perda Nomor 9 tahun 2018, tentang BPD masih perlu adanya kajian lebih lanjut, terlebih berkaitan dengan besaran tunjangan BPD, Pansus II mengajukan permohonan penoanjangan waktu pembahasan untuk dapat mengkaji Raperda Perubahan atas Perda nomor 9 tahun 2018 tentang BPD dengan lebih Konoregensif dan cermat.

B. Rancangan Perda tentang fasilitas penyelenggaraan pesantren. Terdapat beberapa penyempurnaan dan perubahan sebagai berikut.

1). Dilakukan penyesuaian terhadap ketentuan, menimbang dan mengingat serta barang tubuh perbaikan legal drafing.

2). Pada dasar hukum mengingat ditambahkan 2 (dua) dasar hukum yang berkaitan dengan fasilitas penyelenggaraab pesantren yakni : a) Peraturan presiden nomor 82 tahun 2021 tentang pendanaan penyelenggaraan pesantren, ; b). Peraturan daerah provinsi Jawa Barat nomor 1tahun 2021 tentang fasilitas penyelenggaraan pesantren.

3). Terdapat penambahan 1 (satu) poin baru pada pasal 1 mengenai Ketentuan Umum dengan bunyi sebagai berikut : 5.Unit kerja yang membidangi kesejahteraan rakyat yang selanjutnya disebut Unit Kerja adalah Unit kerja pada sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran yang membidangi kesejahteraan Rakyat dan Instansi lain.

4). Pada pasal 4 terdapat tambahan ayat baru yakni pada ayat (2) yang berbunyi “(2) Penyelenggaraab pesantren wajib mengembangkan nilai islam wasathitah melalui pengembangan prinsif-prinsif Tawasuth, tawazum, ta’adul dan tasamuh”

5). Ketentuan pada pasal 20 ayat (1) Hurup A. Mengenai rekognisi pesantren terdapat penambahan kata “Pesantren” Sehingga bunyi ayat tersebut menjadi : A. Pemberian akses dan pengakuan segala sumber daya pesantren terhadap sumber daya daerah sesuai dengan kapasitas santri dan pesantren.

6). Ketentuan pada pasal 21 mengenai afirmasi pesantren terdapat perubahan dan penambahan ayat sehingga menjadi : (2). Afirmasi pesantren sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh : a). Unit kerja, dan b). Perangkat daerah dan instansi terkait lainnya. (3). Perangkat daerah dan instansi terkait lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf B diatur lebih lanjut dalam peraturan bupati.

7). Terdapat penambahan kalimat kependidijan pesantren pada ketentuan pasal 22 ayat +2) huruf E, sehingga menjadi Fasilitas perlindungan Kepada Tenaga Pendidik pesantren dan pendidikan pesantren.

8). Terdapat penambahan pasal pada Bab XI mengenai ketentuan penutup berkaitan dengan pencabutan ketentuan mengenai pesntren oada Perda nomor 7 tahun 2015 Tentang Pendidikan Diniyah dan pesantren, adapun bunyi pasal tersebut sebagai berikut : Pasal 33 Pada saat peraturan daerah ini dimulai berlaku, keseluruhan ketentuan mengenai pesantren yang terdapat pada peraturan daerah nomor 7 tahun 2015 tentang pendidikan Diniyah.

Dari hasil pembahasan tersebut, selain mengusulkan untuk menerima laporan terhadap Raperda tentang perubahan atas Perda Nomor 9 tahun 2018 tentang BPD dan Raperda tentang Fasilitas Penyelenggaraan Pesantren Pansus II juga mengusulkan agar Raperda tentang fasilitas Penyelenggaraan Pesantren ini untuk ditetapkan menjadi Perda. (PNews)


Berternak Madu Tuweul di Pekarangan Rumah, Kiat Usaha Rumahan Paryati di Desa Sukaresik

PANGANDARANNEWS.COM – Sudah bukan rahasia lagi jika banyak sekali khasiat yang bisa diambil dari madu Teuweul, dengan rasa manis asem seger madu ini berkhasiat baik untuk kesehatan atau pun kecantikan,  antara lain untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan peredaran darah, mengatasi kelelahan otot dan syaraf serta menghasilkan tenaga baru.

Madu yang dihasilkan dari teuweul ini biasa diternak di pekarangan atau belakang rumah dengan sarang berupa kotak kayu atau bambu yang menjadi sarang sekaligus tempat untuk menghasilkan madu.

Menurut salah seorang peternak madu Teuweul di Rt 01 Rw 01 Dususn Ciheras Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, Dra. Paryati (60), dari sekitar 250 kotak sarang Teuweul yang ia pelihara dalam waktu 3-5 bulan bisa menghasilkan sekitar 4 liter.

“Madu ini saya kemas dalam botol yang berisi 620 gram dengan harga jual Rp 300 ribu, “terang Paryati. (27/08)

Tak hanya madu Teuweul, kata Paryati, di rumahnya ia juga memproduksi jahe merah yang sudah dihaluskan dan dikemas dalam beberapa kemasan, Gula semut aren, madu tawon, madu odeng dan emping melinjo.

Seperti diketahui, minuman berbahan jahe merah ini merupakan minuman menyehatkan dengan rasa dan aroma yang bisa menghangatkan tubuh.

“Ini semua asli produk rumahan saya, dengan menggunakan merek Mulia, “terangnya.

Paryati juga mengatakan jika usahanya ini menjadi salah satu produk unggulan dari kelompok Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) Kabupaten Pangandaran, dan ia pun mengaku sering mendapat pelatihan baik dari pemda atau pihak pelatihan lainnya. 

“Kami jamin semua produksi saya ini tidak menggunakan bahan pengawet atau bahan kimia lainnya, jika berminat silahkan datang langsung ke rumah produksi saya di Desa Sukaresik, “jelasnya.(PNews)

SEJUMLAH PRODUK RUMAHAN IBU PARYATI 











 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN