LAHAN EKS PEMBALAKAN LIAR KEMBALI DIHIJAUKAN Bupati Pangandaran :”Mudah-mudahan ini bukan gerakan simbolik saja”

PANGANDARAN NEWS-Bupati Pangandaran, H.  Jeje Wiradinata, memberikan apresiasi pada jajaran Kodim 0613 Ciamis, Polres Ciamis, Perhutani dan masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan penamanan pohon untuk mendukung penghijauan di Pangandaran.

Dalam kegiatan penanaman pohon yang juga dihadiri Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Ketua DPRD Pangandaran, Adm Perhutani Ciamis, para Kepala SKPD dan staf, relawan, pelaku wisata hingga masyarakat setempat,  sebanyak 1.088 pohon, seperti pohon durian, ketik, mangga, jengkol dan petai ditanam di lahan seluas 13,6 Ha (136.000 m2).

Hal ini dimaksudkan untuk menggantikan tanaman yang rusak akibat pembalakan liar di blok Kitambaga petak 7A RPH Cisaladah BKPH Pangandaran, di Dusun Banjarsari Desa Selasari, Kecamatan Parigi.

Di sela-sela penanaman pohon, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, ada sekitar 4.500 bibit pohon, seperti Kiara, Salam dan Kosambi dan Trembesi, juga ditanam.

Semua bibit yang ditanam ini, seperti Jeruk, Mangga, Pete dan Durian, kata Jeje, merupakan jenis tanaman yang akan meberikan manfaat untuk masyarakat.

“Saya berharap semua pihak menjaga dan merawatnya agar dapat tumbuh dengan baik, sehingga program penghijauan ini pun berhasil, “ucapnya. (16/1)

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan kegiatan pembalakan liar serta
bisa menjaga hutan, karena seperti apa yang sudah ditanam hari ini tentunya kelak akan bisa menikmati hasilnya.

Bupati yakin, bencana kekeringan, banjir dan longsor, itu lebih banyak karena akibat perbuatan manusia yang hanya mencari keuntungan sesaat dengan melakukan pembalakan liar tanpa memikirkan kerusakan ekositem yang bisa mengaibatkan bencana alam.

“Dan sebagai salah satu bentuk upaya untuk menjaga hutan kita, kami akan membentuk Satgas Jaga Leuweung, yang anggotanya dari warga desa, “kata bupati.

Dikatakan bupati, jumlah anggota satgas ini sebanyak 150 orang, yang nantinya akan dilatih serta diberi pengetahuan agar bisa lebih memahami hutan, manfaat hutan, bagaimana akibatnya jika hutan rusak dan pengetahuan lainnya, sehingga satgas pun nantinya dapat mensosialisasikan ilmu yang didapatnya tersebut kepada warga lainnya.

“Jika ada masyarakat yang ingin memanfaatkan lahan, saya himbau agar melakukan koordinasi terlebih dahulu, karena memang masih ada lahan-lahan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, “kata bupati lagi.

bupati juga mengatakan, mudah-mudahan kegiatan hari ini menjadi sebuah momentum untuk menjaga keletestarian hutan sebagaimana fungsinya dan bukan merupakan kegiatan simbolik saja, karena seperti diketahui, lahan yang menjadi lokasi kegiatan penanaman bibit pohon ini merupakan 
hulu sungai yang mengalir ke Citumang, Green Canyon dan sungai-sungai lainnya.

“Tentunya aliran sungai ini juga bermanfaat bagi petani di wilayah Parigi, Cijulang, Cimerak dan wilayah lainnya. “pungkasnya. (PNews)

PEMDES BERHARAP PKK SARIMANGGU TETAP KOMPAK DAN OPTIMALKAN KINERJA KADER

TASIKNEWS-Peran PKK tentunya diharapkan bisa ikut mendorong pembangunan yang ada di desa, sehingga sinergitas para kaum perempuan ini pun bisa ikut mewarnai peningkatan kualitas kerja pemerintahan desa.

Demikian disampaikan Kepala Desa Sarimanggu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Indra Nuryana, S.I.P, saat mengikuti kegiatan rutin PKK tingkat desa yang dihadiri Ketua PKK DesaSarimanggu, Rita Farida, S.P dan seluruh kader PKK.

Indra yang didampingi sekretaris desa, Saepul Khairi, mengatakan, pertemuannya dengan Tim Penggerak PKK Desa Sarimanggu ini merupakan yang pertama di tahun 2020, setelah ia dilantik menjadi kepala desa.

Indra berharap, bisa terus terjalin kerjasama yang baik antara pemdes dan PKK, sehingga bisa berkontribusi untuk meningkatkan desa yang berkualitas.

“Dengan semangat tahun baru, mudah-mudahan PKK juga bisa berperan pada setiap sektor pembangunan yang ada di DesaSarimanggu, “ungkapnya.(14/1)

Sementara Sekdes Sarimanggu, Saepul Khair, dalam arahannya menyampaikan beberapa tugas yang harus dikerjakan masing-masing  Pokja I sampai IV,  sehingga seluruh kader PKK Sarimanggu pun bisa lebih baik dan semakin kompak.

“Kita harus senantiasa menjaga soliditas agar PKK Sarimanggu bisa ikut berkiprah dalam roda pemerintahan desa, “kata Saepul. (ANWARWALUYO-ENDAH)



PADA PILKADA TAHUN 2020 KPUD PANGANDARAN ANGGARKAN UNTUK TIGA PASANGAN CALON

PANGANDARANNEWS- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran, menandatangani adendum Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk pembiayaan Pilkada Pangandaran tahun 2020, di Aula Setda Kabupaten Pangandaran, Rabu (15/01)

Pada NPHD, disebutkan, KPU kabupaten  Pangandaran merima hibah anggaran sebesar Rp 30 Milyar dari pemkab untuk persiapan Pilkada serentak 2020, yang diserahkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan diterima langsung Ketua KPU, Muhtadin, dengan disaksikan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin beserta anggota DPRD, Dandim 0613 Ciamis beserta anggotanya, Kapolres Ciamis dan Anggota kepolisian Kejari kabupaten Ciamis, para SKPD, para Camat, Panwas, Para kepala Desa, APDESI dan tokoh masyarakat di lingkup Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya, Bupati Pangandaran. H Jeje Wiradinata, menyampaikan, kebutuhan KPU dalam menjalankan kegiatan Pilkada yang akan dilaksanakan tahun ini  membutuhkan anggaran sekitar Rp 60 milyar,dan  hal ini pun sudah disetujui Menteri Keuangan. Dan kebutuhan tersebut, diantaranya untuk kegiatan KPUtermasuk untuk biaya pengamanan.

“Diharapkan dengan hubah ini bisa dimanfaatkan sesuai dengan system dan prosedur sehingga  tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, “kata bupati.

Dikatakan bupati, semua pihak tentunya berharap agar pilkada di Kabupaten Pangandaran menjadi yang terbaik, sehingga bisa menghasilkan pimpinan yang terbaik juga nantinya.

Artinya, lanjut bupati, ini sesuai dengan keinginan masyarakat Pangandaran untuk bisa  mendapatkam kepala daerah yang bisa memajukan Kabupaten Pangandaran agar lebih hebat.
Sementara dikatakan Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, dengan ditandatanganinya adendum NPHD ini pihaknya mendapat tambahan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar, sehingga total anggaran yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran sebesar Rp 30,3 miliar

Muhtadin juga menjelaskan, anggaran sebesar itu akan digunakan untuk semua keperluan dengan berbagai kegiatan proses pilkada tahun 2020, termasuk untuk honor badan Ad Hoc KPU serta untuk pembentukan KPPS di setiap TPS.

Muhtadin menambahkan, dalam pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, KPU menganggarkan untuk tiga pasangan calon saja, tapi jika pada waktunya lebih dari tiga pasangan calon, itu lain lagi ceritanya.

“ Yang pasti dengan anggaran yang sekarang ada, KPU hanya menganggarkan untuk tiga pasangan calon saja,” jelas Muhtadin. (AGE)

IRONIS, SAAT WARGA DATANG UNTUK AUDENS, KEPALA DESA NEGLASARI INSTRUKSIKAN APARATNYA LIBUR

TASIKNEWS-Untuk yang kedua kalinya masyarakat  yang mengatas namakan Forum Masyarakat Neglasari (FMN) dengan membawa sejumlah spanduk dan pamplet, kembali mendatangi kantor halaman kantor Desa Neglasari Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya, untuk menyampaikan tuntutannya terkait transparansi anggaran desa.

“Ini kedatangan kami yang kedua kalinya setelah kami melakukan halyang sama pada tanggal 6 januari lalu, “ungkap salah searang warga.(15/1)

Namun sayang saat warga menyampaikan aspirasinya, Kepala Desa Neglasari, Wowon Gunawan, tidak ada di tempat tanpa alasan yang jelas. Ironisnya, saat warga datang untuk menyampaikan aspirasinya, kepala desa tersebut mengintruksikan agar kantor desa diliburkan.

Seperti diungkapkan Krodinator Lapnagan (korlap) aksi, Sani Junen, aksi damai dengan tema "Cintaku dan Dana Desa Kandas", warga hanya ingin duduk bersama untuk membahas beberapa  permasalahan yang ada di Desa Neglasari, sepeti membedah realisasi program serta penerapannya di lapangan.

“Kami ingin adanya  keterbukaan mengenai realisasi sejumlah program desa, karena  selama 4 Tahun kebelakang warga menemukan beberapa keganjilan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, “ungkap Sani.

Sani mengatakan, beberapa kejanggalan, seperti papan proyek kegiatan muncul sesudah pembangunan selesai, banyak material yang tercantum pada Rencana Anggaran Belanja (RAB) tapi tidak sesuai realisasi  di lapangan dan perbedaan jumlah anggaran saat sosialisasi dan yang tercantum dalam papan proyek.

“Sudah dua kali kami melayangkan surat permohonan audiens untuk meminta kejelasan hal tersebut tapi tidak pernah mendapat tanggapan dari pihak pemdes, “imbuh Sani.

Karena selama ini tidak ada keterangan dari pemdes, menurut Sani, warga pun meminta agar Pemkab Tasikmalaya melalui insfektorat segera memeriksa baik secara administrasi atau langsung  ke lapangan untuk memeriksa hasil pembangunan dengan mengikutsertakan masyarakat, sehingga persoalan yang ada di Desa Neglasari pun bisa clear, karena hal itu merupakan inti dari keinginan masyarakat.

Sani menambahkan, harapan dari awal sebenarnya masalah ini bisa diselesaikan secara musyawarah, namun hingga kedatangan warga untuk yang kedua kalinya ini  pun tidak mendapat tanggapan pihak desa, malah kepala desa menginstruksikan aparat desa lainnya untuk libur.

“Setelah ini kami berencana untuk segera melayang surat ke pemda agar inspektorat segera memeriksa Desa Neglasari, dan kita akan tunggu temuan-temuan insfektorat untuk kita serahkan ke pihak berwajib",tandasnya.  (RUSDIANTO)

HASIL MONEV PENGGUNAAN DD TAHAP III TAHUN 2019 DESA SARIMANGGU, BERJALAN BAIK

TASIKNEWS-Untuk mengawal pembangunan di Desa Sarimanggu, Tim Monitoring dan Evaluasi Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, turun ke lapangan untuk mengecek hasil pelaksanaan pembangunan Dana Desa (DD) tahap III tahun anggaran 2019. (13/1)

Tim Monev dipimpin langsung Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, STP, dan didampingi Kasi PMDE, Ateng Hidayat, S.I.P, Kasi Trantibun Dadang Priatna ,S.I.P, Danramil Karangnunggal Mayor  Inf Kurniadi, Babinsa Serma  Hermanto, Kapolsek Karangnunggal, Kompol H. Asep Ishak, S. IP,  Babinkamtibmas Bripka Ade Nurhusna S, Ps. Panit II Intelkam Asep Cahyana, S.H, Kades Sarimanggu, Indra Nuryana, S.I.P, P3MD, para pendamping serta ketua BPD, Eli Romli S.Pd.M.MPD  dan anggota BPD lainnya.

Menurut Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana, penggunaan yang menggunakan DD sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, sehingga diharapkan Sarimanggu pun ke depan akan menjadi desa mandiri dengan terus meningkatkan pembangunan di segala sektor.

Selain untuk meningkatkan infrastruktur, kata Indra, pemdes pun terus meningkatkan sektor lain , seperti perekonomian masyarakat, pendidikan, kesehatan dan kegiatan keagamaan.

“Alhamdulillah pelaksanaan monev di desa kami pun bisa berjalan lancar, itu artinya proses pembangunan dan penggunaan DD di Desa Sarimanggu memang tidak ada masalah, “imbuh Indra.(ANWARWALUYO)

KESENIAN CALUNG SUNDA BISA JADI KHASANAH WISATA BUDAYA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS –Sejumlah seniman sunda merasa prihatin, pasalnya seni sunda calung saat ini mulai kurang diminati dan jarang terlihat tampil di pentas kesenian.

Seperi diungkapkan salah seorang seniman sunda, Jajang (65), menurutnya, Pemkab Pangandaran pun sudah beberapa tahun ini sangat jarang mengundang atau memberi perhatian pada seniman sunda yang ada di Pangandaran.

“Padahal calung merupakan kesenian asli milik kebudayaan orang sunda yang harus terus dikembangkan agar bisa tetap ada dan lestari, “ungkapnya.(12/1)

Seni calung, kata Jajang, mempunyai ciri khas tersendiri, para seniman calung kerap dapat menghibur masyarakat dengan suguhan tembang sunda serta banyolan yang bisa membuat gelak tawa penonton.

Mang Jajang yang kini bermukim di Desa Margacinta Kecamatan Cijulang,berharap ada dukungan pemerintah untuk dia dan rekan rekannya agar bisa tetap hidup dengan setia menggeluti budaya warisan sunda, sehingga bisa terjaga dari kepunahan. Karena dengan mudaya asli yang masih tetap terjaga ini, bisa ikut melengkapi kepariwisataan Pangandaran.

"Kami ingin seni calung bangkit dan berharap pemerintah pun ikut ngamumule seni sunda ini, “ ucapnya. (AGE)

KAPOLSEK SODONGHILIR PIMPIN NORMALISASI JALAN PASCA BENCANA LONGSOR

TASIKNEWS-Saat ditemui PNews di ruang kerjanya, Kapolsek Sodonghilir, AKP Mochamad Sapar, menyampaikan, normalisasi sarana infrastruktur jalan harus segera mendapat penanganan secepatnya, pasalnya jalan merupakan sarana vital yang sangat dibutuhkan mayarakat.

“Ini menjadi tanggungjawab kami untuk memberikan pelayanan terbaik pada warga, “ungkapnya.(11/1)

Seperti diketahui, dalam penanganan pasca bencana, Sapar terjun untuk memimpin langsung ke lapangan, membersihkan gundukan material longsoran yang menutupi sebagian jalan yang menghubungkan Desa Sukabakti, Parumasan dan  Desa sodonghilir Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Sapar, bukan hanya anggota Polsek Sodonghilir saja, pengerjaan normalisasi jalan tersebut juga dibantu beberapa pihak, seperti, anggota Koramil, Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, relawan dari tiap-tiap desa se-Kecamatan Sodonghilir serta seluruh masyarakat, yang terus bahu membahu dengan cara manual dan alat seadanya, seperti cangkul dan mesin penyemprot air, berupaya untuk mengalirkan tanah dan lumpur yang menimbun jalan sepanjang kurang lebih 30 meter dengan kondisijalan menanjak dan ketebalan lumpur sekitar 60 centi meter untuk dialirkan ke sungai.

“Dan Alhamdulillah, sekarang jalan sudah norml kmbali dan sudah bisa digunakan lagi sepetti sebekumny terjadi longsor, “imbuhnya.

Sapar juga mengucapkan terimakasih pada seluruh pihak yang sudah ikut berpartisipasi, sehingga pembersihan jalan dari material longsoran pun berjalan lancar dan aman.

“Marilah kita lebih mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa, mudah- mudahan kita semua terhindar dari bencana dan marabahaya, "pungkasnya. (MAMAT R)

PANWASCAM MANGUNJAYA LAKUKAN KORDINASI DENGAN FORUM KECAMATAN

PANGANDARANNEWS-Pasca dilantik beberapa waktu lalu , Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Mangunjaya beberapa hari lalu melakukan koordinasi dengan forum kecamatan (Tripika) untuk persiapan Pilkada Kabupaten Pangandaran 2020 mendatang.

Ketua Komisioner Panwascam angunjaya, Toni Taufiq yang didampingi dua anggotanya, Tatang Hermawan dan Aan Jojar Ma, pun langsung datang ke Kantor Kecamatan Mangunjaya.

Dalam pertemuan dengan Camat Mangunjaya, Oos Koswara, S.IP, selain memperkenalkan anggota Panwascam, Toni juga membahas koordinasi antara panwascam dan kecamatan untuk persiapan menghadapi Pilkada serta membahas tentang netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN)  yang sudah dinatur dalam Undang-undang nomer 10 tahun 2016 dan Surat Edaran (SE) Mendagri., berpesan

“Selain membahas itu semua, kami juga berpesan kepada seluruh ASN, khususnya yang ada di lingkup tugas Panwascam Mangunjaya untuk tetap bisa menjaga netralitasnya, “tutur Toni.(25/12-19)

Hal senada dikatakan Camat Mangunjaya, Oos Koswara, S.IP, pihaknya menyambut baik apa yang dilaksanakan Panwascam, sehingga ke depan kedua institusi ini bisa lebih menjalin koordinas dan saling bertukar informasi.

"Koordinasi ini menjadi penting untuk menjaga kondusifitas wilayah menjelang Pilkada yang sebentar lagi dimulai,"kata Oos. 

Oos juga mengatakan, pihaknya sangat terbuka serta siap membantu tugas-tugas yang ada di Panwascam bila diperlukan, salahsatunya dengan menempatkan  satu orang stafnya di sekretariat Panwascam.

“Mudah-mudahan ini bisa membantu tugas Panwascam, apalagi PNS yang saya tugaskan ini sebelumnya juga pernah bertugas di Panwascam, “kata Oos lagi.

Toni juga menambahkan, selain dengan kecamatan, selanjutnya Panwascam Mangunjaya pun melaksanakan hal yang sama ke Kantor Polsek dan Koramil Padaherang. (Tn)



POLSEK DAN KORAMIL SODONGHILIR GELAR GERAKAN PENANAMAN SERIBU POHON

TASIKNEWS-Untuk ikut berpartisipasi dalam program penghijauan sekaligus untuk melaksanakan program yang di canangkan Kapolri, beberapa hari lalu (9/1) Polsek Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, gelar penanaman seribu pohon di lahan belakang kantor polsek.

Perwakilan Kapolsek, IPDA Dadang Kadarusman dan Danramil Sodonghilir, Letnan Satu Infantri Mirhamdi Siregar pun langsung memimpin apel gabungan yang diikuti 21 anggota Polsek dan Koramil Sodonghilir, bertempat di halaman kantor polsek.

Di tempat terpisah, saat Pnews menghubungi Kanit Intel Polsek Sodonghilir, Bripka Davit Andriawan, Menjelaskan, ada beberapa jenis pohon yang akan ditanam, seperti  pohon Durian, Manggis, cengkeh dan pala  yang didatangkan dari UPTD Pertanian Sodonghilir.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat, khusunya warga Kecamatan Sodonghilir, “tutur Andriawan. (MAMAT R)

PASCA BENCANA LONGSOR, WARGA SODONGHILIR DIBANTU PETUGAS BERSIHKAN MATERIAL LONGSORAN

TASIKNEWS-Pasca bencana longsor yang terjadi di sejumlah lokasi di Desa Sukabakti Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, Kepala bersama perangkat Desa Sukabakti, BPBD kecamatan dan kabupaten, relawan serta masyarakat yang dibantu anggota Polsek dan Koramil Sodonghilir, sibuk melaksanakan kegiatan untuk membersihkan sejumlah material longsoran, baik yang menimpa beberapa rumah warga atau yang menutupi badan jalan.

Sebelum kegiatan bersih-bersih dilaksanakan, Kapolsek Sodonghilir, AKP Mochmad Sapar pun nampak memimpin langsung apel gabungan di halaman kantor polsek , sekaligus untuk mengecek alat kelengkapan yang akan digunakan. (11/1)

Dalam sambutannya, Kapolsek Sodonghili, AKP Mochmad Sapar, menghimbau agar semua elemen bisa ikut melaksnakan kegiatan ini dengan ikhlas dan sungguh sungguh serta jangan lupa selalu memperhatikan keselamatan.

“Walau dengan alat seadanya tapi tidak mengurangi semangat kita untuk tetap bisa merawat tempat tinggal kita, “ungkapnya.

Berkat kesigapan seluruh elemen, material longsor sudah selesai di bersihkan dan jalan menuju ke Desa Sukabakti pun kini sudah bisa dilewati seperti biasanya, serta telah di pasang papan peringatan agar berhati-hati karena kondisi jalan masih licin. (MAMAT R)





AKIBAT DIGUYUR HUJAN, TERJADI LONGSOR DI KECAMATAN SODONGHILIR

TASIKNEWS-Akibat hujan lebat yang turun beberapa jam pada hari kamis (09/1), telah mengakibatkan tanah longsor di beberapa titik di wilayah Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya.

Bencana longsor tersebut terjadi, antara lain di Desa Sukabakti, di sawah milik warga Dusun Cigugur, hingga sebagian tanah longsorannya menutup akses jalan utama menuju ke Desa Sukabakti serta
longsor di Kp.Nangewer lonsor juga menimpa rumah bagian belakang milik Hari Haryadi (38) yang mengakibatkan kerusakan pada atap dapur.

Di Desa Cukanjayaguna, kejadian longsor terjadi di Dusun Binong menimpa rumah milik Dede Badri (35) di  Rt 031 Rw 014,  hingga mengakibatkan kerusakan pada bagian atap dan tembok belakang.

Bencaa longsor juga terjadi di Desa Cikalong, menimpa rumah Ade supyana (35) mengaikbatkan  kerusakan pada atap dan dinding pada bagian belakang rumah.

Tanah longsor juga menimpa rumah berukuran 5 x 7 meter milik Ihah (40) di Dusus milik Ihah(40)  dan rumah keluarga Jaliah, di Dusun Taringgul Rt 001 Rw 015 Desa Sepatnunggal.

Sementara di Desa Sodonghilir longsor terjadi hingga menutup jalan di Dusun Manjata Desa Sodonghilir.

Menurut Kapolsek Sodonghilir, Akp Mochamad Sapar, saat ditemui di lokasi bencana, walau tidak ada korban jiwa tapi kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta.

Dikatakan Sapar, pihaknya bersama koramil, perangkat desa dan masyarakat, melakukan langkah-langkah atisipatit, seperti membersihkan material longsoran di rumah-rumah warga yang tertimpa bencana serta infratruktur jalan.

Sapar juga menghimbau kepada seluruh warga agar tetap waspada, terutama yang lokasi rumahnya dekat dengan titik longsoran.

“Sebaiknya untuk sementara agar mengungsi dulu ke rumah saudara atay tempat yang lebih aman, “ujarnya.

Sapar menambahkan, longsor yang terjadi di beberapa titik lebih diakibatkan karena tanahyang longor tersebut mengalami keretakan sehingga pada saat musim penghujan air pun langsung meresap ke dalam rekahan tanah sehingga tanh pun menjadi labil.

Untuk mengatisipasi longsor susulan dari tebing persawahan milik warga , untuk sementar pemdes telah memberi tanda dilarang melintas di titik jalan yang mengalami longsor akses jalan menuju Desa Sukabakti, sambil terus membersihkan sisa-sisa longsoran dengan dibantu anggota polsek, koramil dan masyarakat. (MAMAT R)

GEMPA SKALA 4.8 SR TADI PAGI ROBOHKAN RUMAH SUPRIATI DI SODONGHILIR

TASIKNEWS-Dampak gempa bermagnitudo 4,8 yang terjdi sekitar 05.00 dini hari tadi (9/1) di wilayah Tasikmalaya telah mengakibatkan sebuah rumah milik Supriati (45) di Dusun Simpang Gunung Bubut RT 017 RW 009 Desa Pakalongan Kecamatan Sodonghilir ambruk.

Menurut Kanit Intel Polsek Sodonghilir, Bripka Davit Andriawan, Desa Pakalongan, akibat kerusakan rumah tersebut diperkiraka korban mengalamikerugian pulahan juta.

“Namun beruntung tidak ada korban jiwa karena pada saat kejadian korban sedang berada di rumah sodaranya,“ungkapnya.(9/1)

Sementara Kepala Desa Pakalongan, Nunung, dengan sigap melakukan tanggap bencana dengan memberikan beberapa kebutuhan sembako.

“Kami bersama warga dengan dbantu anggota polsek dan koramil pun segera membersihkan puing-puing di lokasi rumah korban, “ucap kades.

Sementara menurut data yang dirilis BMKG, gempabumi tektonik magnitudo 4.8 yang mengguncang wilayah Tasikmalaya dan daerah sekitarnya ini pada hari kamis (9/1), tidak berpotensi tsunami.

Dari hasil analisis BMKG menunjukkan, gempabumi berkekuatan M4.8 berpusat pada koordinat 8.10 LS 107.95 BT, tepatnya pusat gempa berada di laut pada jarak 54 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya dengan kedalaman 11 Kilometer.

Ditinjau dari lokasi pusat gempa (epicenter) dan kedalaman hiposenternya, merupakan gempabumi dangkal akibat aktivitas zona subduksi Iempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Iempeng Eurasia.

Dari laporan peta tingkat guncangan (Shakemap) serta laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan hingga ke wilayah Tasikmalaya dan Ciamis dengan Skala Intensitas III MMI, Garut dan Cianjur II-III MMI.  (RUSDIYANTO-MAMAT R).

UNTUK ANTISIPASI BANJIR, WARGA JANGRAGA RAMAI-RAMAI BERSIHKAN BENDUNGAN CIKASO

PANGANDARAN NEWS-Tingkat kesadaran masyarakat terkait lingkungan hidup ternyata masih rendah, karena hampir setiap hari sampah-sampah plastik dan sampah lainnya dibuang begitu saja tanpa memikirkn dampka yang akan ditimbulkan dari tumpukan sampah tersebut.

Bukan hanya lingkungan sekitar rumah, ternyata sampah pun bertumpuk di sungai sehingga mengakibatkan tersendatnya aliran air.

Seperti diungkapkan petugas Bendungan Cikaso di Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, Aceng Casminto, menurutnya, ia sangat kewalahan setiap hari membersihkan sampah yang datang dari hulu membuat arus air di bendungan menjadi tersendat.

“Beruntung pihak Desa Jangraga sigap menyikapi hal ini, dengan mengerahkan masyarakat untuk bersama-sama membersihkan sampah yang bertumpuk di bendungan, “ungkapnya.(9/1)

Aceng mengatakan, pihaknya sudah berusaha maksimal mengupayakan dan serta berkordinasi dengan masyarakat, namun masyarakat pun seharusnya lebih disiplin kemana harus membuang samaph.

“Mudah-mudahan pemda segera merealisasikan normalisasi sungai Cikaso dari bendungan dan ke arah hulu, “imbuhnya.

Hal ini dibenarkan Kepala Desa Jangraga, Agus, karena menunggu datangnya petugas kebersihan belum bisa dipastikan kapan datang, sehingga ia pun berinisiatif untuk gotong-royong bersama warga desa.

Menjaga bendungan bukan hanya pekerjaan petugas saja, tapi, kata Agus, merupakan tanggungjawab bersama untuk menjaga lingkungan agar bisa tetap terjaga.

“Kami pun dengan alat alakadarnya bersama-sama membersihkan sampah yang bertumpuk di sungai, pada awal musim hujan saja sudah seperti ini apalagi jika pada puncaknya, kami khawatir terjadi banjir, “kata Agus lagi. (Tn)

BUPATI LATIK 7 ORANG PIMPINAN TINGGI PRATAMA DI LINKUP PEMKAB PANGANDARAN

PANGANDARAN NEWS-Bertempat di aula setda, Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata, sekitar jam 21.00  melantik 7 orang pimpinan tinggi pratama lingkup Pemkab Pangandaran. (7/1)

Ketujuh pejabat tersebut, diantaranya, Rida Nirwana Kristiana, SOS, MM, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (jabatan asal, Kepala Dinas  Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan), Untung Saeful Rokhman, SOS., M.S, menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (jabatan asal, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan Daerah), Drs. Trisno, dilantik menjadi Kepala Dinas Perhubungan (jabatan asal, Skretaris Dinas PU, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman), Tonton Guntari, S.H, menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (jabatan asal, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan), Drs. Heri Gustari, M.Si Dilantik menjadi Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Pedindungan Anak, (jabatan asal, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Pedindungan Anak),  Drs. Dedih Rakhmat, M.Si, sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (jabatan asal, Kepala Bagian Umum setda) dan H. Wawan  Kustaman, S.Pd., MM menjadi Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (jabatan asal, Kepala Bagian Humas setda).
Pada pelantikan yang dihadiri Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, pimpinan dan anggota DPRD, Sekda Pangandara, Drs H Kusdiana MM dan kepala OPD lingkup pemda, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, dalam sambutannya, mengatakan, ia tidak gegabah serta sangat  memperhatikan sekali dalam menentukan seseorang menduduki suatu jabatan.

“Sebelumnya kita teliti, kupas satu persatu, serta dipelajari dulu seluruh pejabat yang akan dilantik malam ini, "ungkapnya

Menurut bupati, pejabat yang dilantik malam ini merupakan hasil open bidding yang sudah dilaksanakan tim melalui beberapa tahapan, seperti assesment, membuat makalah, pemapararan,  wawancara, mempeetimbangkan rekam jejak, uji gagasan yang kesemuanya di nilai tim yang independen, sehingga diharapkan semua proses itu bisa menghasilkan pejabat-pejabat yang mempunyai kompetensi dan profesionalisme yang tinggi.

"Kami juga meminta insfektorat untuk melihat rekam jejak pegawai apakah ia pernah mempunyai masalah dengan langsung melihat pengalaman kerjanya di lapangan, "imbuhnya.

Dikatakan bupati, ada dua pertimbangan saat akan melakukan mutasi, rotasi dan promosi, pertama apakah rotasi mutasi itu menunjukan suatu proses yang objektif dan bisa dipertanggung jawabkan, apakah mampu menghasilkan pejabat yang mempunyai integritas baik dan yang ketiga, mampu memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat.

" Hal ini menjadi penting karena beberapa kewenangan yang dimiliki bupati dan wakil bupati diserahkan kepada kepala SKPD, “imbuhnya.

Bupati juga mengatakan, ia akan terus  memantau kinerja pejabat yang sekarang dilantik, apakah  betul betul mampu menjalankan tupoksinya.
“Saya tekankan, karena kita ini membangun Pangandaran ini bukan karena keinginan tapi kebutuhan. tegasnya. (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN