MA SANI, POTRET BURAM KEHIDUPAN WARGA DI PELOSOK DESA

TASIKNEWS-Miris, mungkin itu kata yang tepat  untuk mengungkapkan keadaan rumah yang dihuni ibu tua di Dusun Gandamekar Rt 04 Rw 01 Desa Cikapinis Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Ma Sani.

Rumah, mungkin lebih tepatnya gubug dengan ukuran 2 x 3 meter ini sudah puluhan tahun ditempati Ma Sani, kini hampir posisinya sudah miring dengan kondisi dinding bilik bambu dan kayu-kayu penyangganya hampir seluruhnya keropos karena dimakan usia.

Entah siapa yang mau peduli, karena program perbaikan untuk Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari pemerintah pun belum pernah Ma Sani terima. Sedangkan, jangankan untuk memperbaiki kondisi rumahnya, untuk keperluan makan dan biaya sehari-hari pun Ma Sani merasa kesulitan.

“Mungkin  ini sudah nasib Ema seperti ini, “ungkapnya.(7/11)

Ternyata di tengah-tengah geliat pembangunan yang digelorakan pemerintah daerah tak mampu menutup simbol-simbol kemiskinan rakyat yang ada di pelosok, karena kondisi yang dialami Ma Sani nyaris tak pernah tersentuh laju roda pembangunan yang selama  ini jadi kebanggaan pemerintah.

Bukan saja menjadi pemandangan hitam putih yang kontras, karena pada satu sisi anggaran milyaran rupiah pemerintah menjadi tembok kokohdan tiang oancang gedung-gedung pemerinta, tapi di sisi lain potret kehidupan masyarakat pedesaan seperi Ma Saninyaris luput dari perhatian semua.

Mungkin benar apa yang dikatakan Ma Sani, semuanya sudah menjadi nasibnya. Tapi Ma Sani tak pernah mengeluh dan tak pernah minta dikasihani, karena yang ia harap hanya rasa keadilan, itu pun jika masih ada. (ANWARWALUYO)




PROGRAM WIFI GRATIS DI DESA CIKUPA UNTUK MENUJU DESA DIGITAL

TASIKNEWS-Serah terima program wifi gratis dari kominfo hasil kerjasama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), merupakan salah satu program Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, terkait pembangunan literasi digital 4.0, dengan cara memberikan fasilitas dan akses kemudahan kepada warganya untuk berselancar di dunia maya atau internet.

Melalui jaringan wireless fidelity (WiFi) gratis, masyarakat secara bebas bisa mengakses informasi internet sesuai kebutuhan.

Demikian disampaikan Pandu Desa Cikupa, Iman, pada acara serah-terima wifi gratis dari kominfo ke pemerintahan desa.(5/11)

Menurut Iman, Desa Cikupa sendiri termasuk 4 dari 351 desa di Kabupaten Tasikmalaya yang mendapatkan program wifi gratis dari pemerintah.

“Jadi selain di Cikupa,  wifi gratis dari kominfo ada di Desa Cipaingeun, Kawungsari dan Desa Singasari, “terangnya.

Lebih jauh Iman menuturkan, Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Kominfo telah melakukan pemasangan jaringan wifi di Desa Cikupa, dan program ini hasil kerja sama antara BAKTI, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dengan tujuan untuk menyediakan akses internet di desa yang sebelumnya tidak memiliki konektivitas sama sekali agar masyarakat yang ada di pelosok desa pun bisa melek internet  sehingga nantinya bisa tercipta desa digital.

“Atas nama masyarakat, saya ucapkan terimakasih kepada BAKTI, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, BP2DK,  Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Diskominfi Tasikmalaya serta rekanan yang telah melaksanakan pemasangan wifi di desa kami,”kata Iman.

Tujuan dari pemasangan wifi gratis ini, kata Iman lagi, untuk memudahkan masyarakat khususnya anak sekolah dalam mengakses data dan guru dalam mencari materi bahan ajar, sehingga siswa pun nantinya bisa benar-benar menggunakan internet secara bijak sesuai dengan kebutuhan.

Dengan hadirnya wifi gratis ini, lanjut Iman, roda perekonomian di wilayahnya bisa meningkat, karena ke depan akan semakin terbuka ekspose potensi-potensi yang ada di desa. Seperti penjualan melalui online meningkat dan menjadi media konten kreatif bagi kreator anak muda dimasa yang akan mendatang.

“jika dipergunakan dengan baik, internet itu bisa membuka jendela dunia untuk meningkatnya roda perekonomian,”pungkas Iman. (ANWARWALUYO)

INI BENTUK SOLIDARITAS, PARA KADES DI TASIKMALAYA KEMBALIKAN MOBIL OPERASIONALNYA

TASIKNEWS-Setelah beberpa hari lalu mendatangi gedung DPRD, kembali ratusan kepala desa di Kabupaten Tasikmalaya berunjuk rasa. Dan kali ini mereka ramai-ramai mendatangi Pemkab Tasikmalaya sambil serempak mengembalikan kendaraan operasional mobil jenis suzuki carry yang selama ini digunakan utnuk operasional desa, di area parkir halaman kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya.(7/11)

Aksi yang dilakukan ini tujuan sama, sebagai bentuk solidaritas pada Kepala Desa Cipakat Kecamatan Singaparna, AG, yang ditahan kejaksaan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Menurut peserta aksi, dugaan kasus hukum yang menimpa AG terkesan dipaksakan dengan tuduhan AG sudah  menyelewengkan Dana Desa (DD) untuk pengadaan alat polindes warga karena mengalihkannya untuk membayar pajak bumi dan bangunan warga, dan berdasarkan hasil audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), kerugian negara ditaksir lebih dari Rp 129 juta.

Para kepala desa beranggapan, perbuatan AG tidak memperkaya diri, karena yang ia lakukan untuk kepentingan warga desa menunggak pajak, dan tak hanya itu AG juga sudah menyelesaikan kewajibannya membangun fasilitas publik untuk masyarakat.

Menurut Ketua Apdesi Kabupaten Tasikmalaya, Pandji Permana, aksi kali ini pun sama sebagai  bentuk solidaritas sesama kepala desa pada AG yang saat ini ditahan kejaksaan.

Dikatakan Panji, kasus Kepala Desa Cipakat ini terkesan dipaksakan, sehingga pihaknya  minta penegak hukum jeli karena jika seperti ini bisa-bisa kepala desa lainya pun hanya tinggal menunggu waktu bernasib sama seperti rekan AG.

“Atas nama seluruh kepala desa, kami berharap dalam menjalankan tugas serta pelayanan pada masyarakat agar bisa bekerja aman dan terjamin dari persoalan hukum. “imbuhnya.

Dan Apdesi berharap, masih kata Panji, dalam kasus yang menimpa Kepala Desa Cipakat agar ada pendampingan, bimbingan teknis dan bantuan hukum dari pemda.

“Selain itu kami juga menuntut pencairan Dana Desa tahap III dan Alokasi Dana Desa siltAp, karena sejumlah desa sudah menyerahkan laporan administrasi, namun hingga sekarang pencairan tidak kunjung dilakukan. “kata Panji lagi.

Saat dihubungi terpisah, Kabag Pemdes Setda Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin, mengatakan, untuk pencairan DD, ADD tahap III dan Banprov, sebagian sudah menerimanya.

“Kalau tidak salah sebagian sudah, tapi kemungkinan yang belum cair akan menerima pada minggu depan,” katanya.

Sementara disoal Kades Cipakat yang terjerat hukum, Kepala Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Alfian mengaku, pihaknya akan mendengar tuntutan kepala desa terkait kasus hukum yang mendera sejumlah kades.

“Kami mendengar apa yang menjadi tuntutan para kades ini, semoga ke depan tidak ada lagi kades terjerat hukum,” ujar Alfian.

Sementara itu, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Iin Aminudin, saat diminta komentarnya terkait pengembalian mobil operasional desa, ia mengatakan, meski sekarang dikembalikan tapi pada pinsipnya kendaraan tersebut memang untuk operasional kades.

“Jadikalau sekarang dikumpulkan disini, sayabkira ini hanya bentuk solidaritas mereka, pada prinsipnya mobil ini dititipkan, begitu. “kata sekda.  (ANWARWALUYO-UDI RUSTANDI)






PARA KADER PKK SE-KABUPATEN PANGANDARAN IKUTI KEGIATAN DINAS KESEHATAN

PANGANDARAN-Untuk lebih mengoptimalkan lagi perannya serta meningkatkan kegiatan-kegiatan di bidang kesehatan, khususnya di bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), yang berkaitan dengan ibu-ibu PKK dan ibu-ibu kader Posyandu

Seperti yang di katakan Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran,Sobirin, prestasi -restasi yang sudah didapat  para kader tentunya tidak terlepas dari peran ibu-ibu kader posyandu dan ibu-ibu PKK. Seperti salah satu prestasi yang sudah dicapai, Pangandaran menjadi  kabupaten Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terbaik di provinsi Jawa Barat.

“Mudah- mudahan dengan diraihnya PHBS ini kita ikut jadi bagian di dalamnya, “ungkapnya.

Dan tentunya predikat PHBS yang sudah diraih ini, kata Sobirin, tidak lepas dari kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan para kader, karena kegiatan ini juga sejalan dengan regulasi yang sudah dicanang Pemkab Pangandaran.

Dikatakan Sobirin, melalui Peraturan Bupati (perbup) pemkab juga sudah menintruksikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan PHBS.

Semua gerakan untuk berperilaku hidup sehat ini, menurut Sobirin, harus dilakukan atas kesadaran, sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.

“Para kader diberikan pemaham serta pembinaan secara rutin yang dilaksanakan melalui petugas dari puskesmas, sehingga bisa peningkatan kapasitas kader posyandu pun semakin baik dan ikut membantu melaksanakan program- program dari pemerintah,”tegasnya. (Tn)

SUDAH 30 TAHUN KONDISI JALAN RUSAK, WARGA PARUMASAN TAGIH JANJI WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT

TASIKNEWS-Hasil pembangunan pemerintahan lalu, saat dipimpin Bupati  Uu Ruzhanul Ulum yang saat ini menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat, dinilai masyarakat Kabupaten Tasikmalaya sangat memprihatinan.

Seperti diungkapkan salah seorang warga Dusu Parumasan RT 09 RW 25 Desa Parumasan Kecamatan Sodonghilir, Adin, kondisi sejumlah jalan rusak parah, apa lagi jika musim hujan  tiba ruas jalan  berlumpur dan genangan air. Selama 30 tahun jalan yang ada di  Parumasan sepanjang 20 kilo meter belum diperbaiki termasuk selama dua periode  kepemimpin bupati  Uu Ruzhanul Ulum.

“Dan masalah ini selalu menjadi bahan perbincaraan masyarakat di sini, “ungkapnya.(06/11)

Saat kampanye dalam pencalonannya menuju kursi wakil gubernur Jawa Barat beberapa waktu lalu, kata Adin, Uu pernah menjanjikan akan memperioritaskan perbaikan jalan di Parumasan yang tembus ke Kecamatan Pamijahan, tapi sayang hingga sekarang janji tersebut belum ada realisasinya.

“Mudah-mudahan dengan jabatan Wakil Gubernur yang sekarang, Pa Uu bisa memenuhi harapan warga karena itu termasuk janjinya saat kampanye dulu. “imbuhnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

YANI AHMAD MARZUKI: “MASYARAKAT DAN PEMERINTAH HARUS BERSAMA-SAMA SOSIALISASIKAN PHBS”

PANGANDARAN-Kesadaran masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ternyata masih minim, karenanya itu  perlu ditingkatkan sinergitas semua unsur masyarakat.
Hal ini ia sampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Drg. Yani Ahmad Marzuki dalam sambutannya pada acara Pertemuan Advokasi untuk Mendorong Kebijakan PHBS di hotel Arnawa Pangandaran.(5/11)

Sesuai Peraturan Bupati (perbup) Pangandaran nomor 47 tahun 2018, tentang penyelenggaraan perilaku hidup bersih dan sehat, ia sangat berharap  perlunya sosialisasi dari seluruh komponen masyarakat.

"Yang terpenting bersama-bersama berusaha memberikan kesadaran, betapa pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat di bermasyarakat, “ungkapnya.

Selain faktor itu, lanjutnya, ada beberapa permasalahan kesehatan lainnya yang perlu dipahami dan disadari masyarakat, misalnya kaitan dengan kematian anak dan ibu. Dan pohaknya bersukur, karena pada dua tahun terakhir ini dapat ditekan.

Yani menambahkan, kesehatan lingkungan sudah seharusnya bisa diatasi semua pihak, dan Pemkab Pangandaran telah menekan dan terus berusaha meminimalisir, baik dengan penyediaan sarana pra sarana kesehatan atau dengan memfasilitasi lingkungan yang bersih dan sehat dan lainnya.

“Intinya, masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama gencar mensosialisasikan pentingnya PHBS ini, “pungkasnya. (HARIS FIRDAUS)


UNTUK KETIGA KALINYA, COKLAT KITA GAWE BARENG PEMKAB PANGANDARAN GELAR NAPAK JAGAT PASUNDAN

PANGANDARAN-Untuk yang ketiga kalinya Coklat Kita, sebuah perusahaan rokok kretek, menggelar acara Napak Jagat Pasundan di Pangandaran. (3/11)

Napak Jagat Pasundan, sebuah pagelaran aneka kesenian sunda yang dikemas secara apik dan penyajian yang terkonsep baik membuat ribuan masyarakat tidak beranjak hingga pertunjukan usai.

Menurut Giwa Rahman, Perwakilan Coklat Deputy Marketing Manager Kita DSO Banjar, di tahun 2109 ini Napak Jagat Pasundan sudah tampil di tiga lokasi, antara lain, Kabupaten Subang, Garut dan Bandung Barat.

Dan sebenarnya, kata Giwa,  agenda ini sudah selesai hanya di tiga tempat tersebut. Tapi karena kecintaannya Coklat Kita pada masyarakat Pangandaran, sehingga memutuskan untuk kembali digelar.
“Kami ingin masyarakat ikut merasakan kegembiraannya di Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke 7 ini, “ungkapnya.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, di usianya yang ke 7, masih banyak harapan dan keinginan masyarakat yang belum terealisasika. Tapi dengan dilandasi membangun kebersamaan, Pemkab Pangandaran terus berupaya meningkatkan seluruh pelayanan publik serta berbenah pada sektor pariwisata agar Pangandaran menjadi tujuan wisata dunia bisa segera terwujud.

“Jika infrastruktur sekarang sudah bagus, itu bukan hasil Bupati Jeje dan Wakil Bupati Adang Hadari, tapi ini merupakan karya nyata seluruh warga masyarakat, “tegas Jeje.

Dan malam ini, lanjutnya, untuk ketiga kalinya Coklat Kita bekerjasama dengan Pemkab Pangandaran menggelar Napak Jagat Pasundan yang akan menampilkan karya-karya terbaik pelaku seni di bumi parahyangan, termasuk para budayawan Pangandaran.

Jeje juga mengucapkan terimakasih, karena selain penampil yang sudah terkenal, seperti Ega Roboth Ethnic Percussion, Jimbot and Friend, Dodi Kiwari, Calung NJP yang berkolaborasi dengan Ohang, dan Abiel Jatnika, Coklat Kita juga memberi kesempatan pada talent-talent budaya yang tampil di pagelaran Napak Jagat Pasundan ini dari sanggar seni dan paguron yang adia Kabupaten Pangandaran. Diantaranya, Lingkung Seni Jembar Mustika yang menampilkan kesenian Lebon, Celempung dan Kecapi biola dari Padepokan Dangiang Mustika Sari, Sanggar Angklung Mang Koko , Sanggar Agia dan Sanggar Putra Rengganis yang menampilkan tarian Ethnic kolaborasi, Sanggar Ligar Munggaran dengan penampilan Reog dan Gondang, Padepokan seni Janggala manik yang menampilkan Kecapi Rajah Tunggal dan Kendangers Pangandaran dengan rampak gendangnya.

“Sekali lagi, terimakasih untuk coklat kita dan kepada seluruh masyarakat yang hadir malam ini, ayo bergembira dan kita meriahkan dengan penuh suka-cita Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke 7 ini, “imbuh Jeje. (PNews)

HELARAN FESTIVAL BUDAYA SEMARAKAN HARI JADI KABUPATEN PANGANDARAN KE 7

PANGANDARAN-Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati sepanjang jalan kawasan pantai barat, antusias  ingin menyaksikan karnaval budaya dalam acara Helaran Festival Budaya, dalam rangkaIan  Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 7 tahun 2019. (3/11)

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari dan Ketua DPRD, Asep Noordin, berkesempatan melakukan penabuhan gong untuk membuka acara yang turut juga dihadiri Sekda Pangandaran, Kusdiana, pimpinan dan anggota DPRD Pangandaran, pejabat di lingkup Pemerintahan Kabupaten Pangandaran dan ribuan masyarakat.

Iring-iringan peserta karnaval yang datang dari beberapa desa, 10 kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah, BUMN, BUMD, Akademi Marinir Cirebon dan Perwakila dari Kabupaten Purwakarta ini menampilkan beberapa kesenian daerah, kreasi pakaian serta hiasan wajah , kendaraan hias dan hasil pertanian dari masing-masing daerah, dimulai sejak pukul 14.00 dan berakhir sekitar jam 16.30 Wib.

Salah satu peseta perwakilan yang datang dari Kabupaten Purwakarta yang menampilkan kendaraan hias dan tarian Nyi Pohaci, lambang dewi kesuburan, pun sempat menjadi perhatian  penonton yang memadadati sekitar panggung.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, tujuh tahun usia Kabupaten Pangandaran, dengan segala dinamikanya terus bergulir.

“Dan hari ini kita berkumpul untuk bergembira bersama-sama memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke 7, “ungkap bupati.

Bupati juga mengatakan, pencapaian-pencapaian yang sudah diraih pemerintah daerah  bersama-sama seluruh masyarakat menjadi bukti dalam membangun kebersamaan untuk menyatukan cita-cita dan tujuan menjadi Pangandaran hebat.

Bupati juga menyampaikan permohonan maafnya, karena di usia Pemkab Pangandaran yang ke 7 ini masih banyak keinginan masyarakat yang belum terpenuhi.

“Saya dan pa wakil bupati serta seluruh jajaran pemerintahan berharap agar kebersamaan masyarakat dan pemerintah ini terus terbangun, sehingga tantangan seberat apa pun bisa kita lewati bersama, “kata bupati. (PNews)

UPT PENDIDIKAN KARANGNUNGGAL JADI BAROMETER PAS

TASIKNEWS-Kecamatan Karangnunggal menjadi barometer untuk UPT yang lain DI Kabupaten Tasikmalaya, terkait soal Penilaian Akhir Semester (PAS). Karena disamping jumlah sekolahnya paling banyak, juga karena ketua asosiasinya pun dari Karangnunggal.

Hal ini disampaikan Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Acep, S.Pd. MM.Pd, dalam rapat pembahasan soal PAS, di Aula UPT Karangnunggal. (30/10)

Acepjuga berharap, semua unsur bisa berkerja sama karena teknis pembuatan soal tersebut tiap gugus punya tugas menyelesaikan satu master soal, apabila soal itu dinilai memenuhi, maka akan menjadi master soal di Kabupaten.

Selain itu, Acep juga mengapresiasi ke-13 kepala sekolah yang telah menjalankan Penguatan di Bandung dengan hasil memuaskan beberapa waktu lalu.

“Selamat, kepada Bambang Sulistio Nugroho selaku kepala SDN 1 Karangnunggal yang sudah meraih predikat peserta terbaik, semoga ini menjadi motivasi untuk kita semua dan tentunya akan membawa harum lingkungan UPT Pendidikan Karangnunggal,”tegasnya. 

 (ANWARWALUYO-UDI RUSTANDI)

BERHARAP DAPAT BANTUAN PROGRAM RUTILAHU, 30 TAHUN KELUARGA HASANAH TEMPATI GUBUG REYOT

TASIKNEWS-Sudah puluhan tahun keluarga Hasanah tinggal di rumah tidak layak huni, malah hampir abruk karena seluruh tiang penyangga rumahnya sudah keropos dan atapnya pun sering bocor jika musim hujan tiba, sehingga seluruh ruangan pun basah.

Hasanah yang tinggal di Dusun Negla Rt 03 Rw 06 Desa Pamijahan Kecamatan Bantarkalong  Kabupaten Tasikmalaya, dengan pekerjaan serabutan kadang menjadi buruh tani hingga saat ini hanya bisa berharap ada bantuan pemerintah untuk memperbaiki tempat tinggalnya. Jangankan untuk memperbaiki tempat tinggalnya, untuk makan tiap hari pun kadang-kadang tidak mencukupi.

“Dengan penghasilan yang pas-pasan saya tidak akan mampu untuk memperbaiki kondisi rumah yang saya tempati bersama keluarga, “ungkapnya. (31/10)

Hasanah juga mengatakan, sudah sering pemerintah desa datang dan mengamil gambar rumahnya, tapi  hingga sekarang bantuan tak kunjung ia terima.

“Sekarang saya hanya bisa berharap, tahun ini mundaha-mudahan mendapat bantuan untuk rumah tidak layak huni, “ungkapnya lagi. (ANWARWALUYO-JAJANG)




TRI ARTO SUBAGIO: “TERIMAKASIH PADA SELURUH MASYARAKAT SUDAH MENSUKSESKAN TMMD”

PARIGI-Pada penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, seusai rapat sosialisasi TMMD di aula Setda Pangandaran, Dandim 0613 Ciamis, Letkol Arm Tri Arto Subagio, M.Int.Rel, M.M.D.S, kepada PNews, menyampaikan, TMMD merupakan program kerjasama terpadu dan berkelanjutan antara TNI, POLRI, kementrian/lembaga pemerintah, non kementrian (LPNK) yang mensinergikan program MSG2 instansi untuk membantu meningkatkan percepatan pembangunan di daerah sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat dengan kriteria sasaran berupa daerah pedesaan khususnya daerah tertinggal, tetisolasi/terpencil, daerah perbatasan dan daerah kumuh perkotaan, serta daerah lain yang terkena akibat bencana alam.

“Melalui TMMD kita tingkatkan kebersamaan TNI dan rakyat serta semangat gotong royong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan ketahanan nasional "tegas Tri.(31/10)

Tri mengatakan, TMMD Koramil 1321 Parigi dan Kodim 0613 Ciamis tahun ini dilaksanakan di Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, dengan rangkaian kegiatan, Pra TMMD dilaksanakan pada tanggal 07 Agustus 2019 dan dilanjutkan dengan pembukaannya tanggal 01 oktober 2019, hingga nanti penutupannya tanggal 31 Oktober 2019.
Sementara sasaran pokok fisik, kata Tri,  antara lain, lanjutan rabat beton jalan Gintung Cipatat sepanjang 370 meter dengan lebar 2,5 meter, jalan Darma Caang-Reruk Ragi, 500 meter, jalan Cikang Leungsir, 240 meter, jalan Genteng Eyep, 477 meter, jalan Puteran kadongdong, 511 meter, pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Desa Parakanmanggu, 18 X 11,7 meter serta rehab rumah tidak layak huni (RTLH) milik  ibu Sutijem dan ibu sajem.

“Untuk sasaran non fisik, sudah dilakukan penyuluhan tentang pentingnya hidup sehat, manfaat beras KB, kesadaran hukum, bahaya narkoba, sadar berbangsa dan bernegara, perlunya ketahanan pangan, budidaya ternak dan sunatan madal. “jelas Tri.

Tri juga mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang sudah membantu kelancaran program TMMD tahun 2019 ini, sehingga mulai dari awal hingga akhir kegiatan bisa berjalan sukses tanpa kendala apa pun.

“Atas nama Kodim 0613 Ciamis dan seluruh jajaran, khususnya kepada seluruh masyarakat Desa Parankanmanggu, saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. pungkas Tri. (ANTON AS)

WARGA SENANG BISA NIKMATI HASIL PEMERATAAN PEMBANGUNAN

CIJULANG - Proyek peningkatan jalan rabat beton ruas jalur Desa Cibanten-Ciakar Kecamatan Cijulang dan Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, dengan sumber anggaran dari APBD tahun 2019 sebesar Rp1,6 milyar, dinilai masyarakat sangat positif karena seluruh  pengerjaan jalan tersebut sesuai dengan spesifikasi dan tentunya memuaskan masyarakat sebagai penerima azas manfaat pembangunan.

Seperti dikatakan salah seorang warga Cibanten,  Dede ( 40 ), menurut perbaikan jalan yang dikerjakan CV. Giri Mande Kontruksindo, sudah sesuai perencanaan awal.

Ia menambahkan, dari hasil pengerjaan menunjukan kontraktor pemenang tender sudah sesuai melaksanakan kewajibannya dengan mengedapankan kwalitas hasil pengerjaan.

“Saya dan warga lainnya bersukur kini bisa menikmati jalan hasil pemerataan pembangunan Pemkab Pangandaran, “ungkapnya. (AGE)

TAK HANYA TANGGUNGJAWAB PENYELENGGARA, PILKADA 2020 MENJADI TANGGUNGJAWAB BERSAMA

PARIGI-Suksesnya Pilkada tahun 2020 bukan hanya tanggungjawab pihak penyelenggaran (KPU dan Bawaslu-red), tapi ancar dan amannya hajat demokrasi pemilihan kepala daerah ini  menjadi tanggungjawab  seluruh elemen.

Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Ydiawan, S. Ag, di sekretariat bawaslu di Desa Cibenda Kecamatan Parigi.(01/11)

“Masyarakat atau siapa saja bisa ikut mengawasi seluruh proses pilkda ini isecara porposional, “kata Iwan.

Pada Rapat Dalam Kantor (RDK) ini, kata Iwan, bawaslu sengaja mengundang pemerintah daerah melalui Bagian Humas Setda dan Dinas Kominfo agar bisa bersinergis sesuai kafasitasnya masing-masing.

Dan bawaslu juga, lanjut Iwan, tentunya menganggap sangat penting peran media dalam seluruh tahapan-tahapan pelaksanaan pilkada ini, karena media bisa menjadi alat kontrol sekaligus fungsi publikasi pada masyarakat.

“Dan tentunya kami juga terus melakukan kordinasi baik itu dengan DPRD, TNI dn Polri, “imbuhnya.

Pada kesempatan lain, Dinas Kominfo yang diwakili Kepala Bagian KPS, Tatik Ika Mustika, S.Ip, M.Si, mengatakan, peran Kominfo dinilai besar dalam menjalankan program layanan publik, karena hal ini untuk memberikan informasi sehingga peayanan publik pun bisa berjalan baik.
Menurut Tatik, ada perbedaan peran serta fungsi antara humas dan Dinas Kominfo, antara lain, peran humas lebih cenderung menjadi juru bicara kepala daerah.

“Sedangkan Dinas Kominfo berfungsi menyampaikan informasi sekaligus mensosialisasikan seluruh kegiatan yang ada di pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah, “jelasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Bagian Humas Setda, H. Wawan Kustaman, S.Pd, MM,  ke depan fungsi humas sesuai Peraturan Pemerintah yang baru, akan berkurang. Karena pada PP tersebut humas hanya menyampaikan apa yang disampaikan bupati dan wakil bupati saja dan tugas keprotokolan.

“Mungkin ke depan media pun akan lebih sering berhubungan denga dinas kominfo untuk mendapatkan informasi daerah dan SKPD, “kata Wawan. (PNews)

BERHARAP DAPAT UNTUNG, DUA TAHUN BERMAIN JUDI ONLINE KEHIDUPAN GUNAWAN MALAH HANCUR

PARIGI-Maraknya situs judi online saat ini membuat setiap orang cenderung untuk mencoba keberuntungan, padahal pada kenyataan semua itu hanya tipu muslihat belaka. Dengan hadiah yang diming-imingkan begitu menggiurkan, membuat orang semakin tertarik untuk spekulasi mengadu untung berharap mendapat jutaan rupaiah. Padahal judi online hanya membuat keasyikkan sehingga menjadi ketagihan yang pada akhirnya akan mengganggu kegiatan sehari-hari.

Seperti dituturkan mantan penjudi online dan saat ini sudah tak lagi melakukan kegiatan yang sudah menyita waktunya, Gunawan (nama samaran-red), sejak awal tahun 2017 lalu ia  mulai mengenal judi online lewat situs yang didapat di internet.

“Awalnya saya hanya coba-coba karenakan memang persyaratannya sangat mudah,  punya rekening bank lalu daftar ke situs tersebut, "ujarnya.

Gunawan mengungkapkan, awalnya ia memang pernah menag dengan mendapatkan uang  cukup lumayan besar, hingga sejak saat itu ia pun ketagihan terus bermain tanpa ingat waktu dan mulai melupakan pekerjaan yang biasa digeluti sebagai marketing disalah satu perusahaan.

“Saya pernah diperingati atasan saya karena tidak masuk kerja hinga sampai akhirnya saya dikeluarkan dari perusahaan yang telah menghidupi saya sekeluarga ,"paparnya.

Suatu saat di tahun 2018 lalu, tepatnya bulan juni, Gunawan pun mulai merasakan kehidupannya benar-benar terpuruk saat mengalami kekalahan besar, ditambah uang yang ia gunakan bermain judi tersebut hasil pinjaman dari temannya. Akibatnya, kehiduapan rumahtangganya pun terganggu, dengan isterinya sering bertengkar gara-gara banyak hutang sehingga seringnya orang nagih ke rumah. Sejak saat itu Gunawan pun merasakan semuanya hancur, hubungan dengan keluarga pun mulai renggang, sehingga perlahan ia pun mulai merasakan penyesalan.

Akhir Gunawan pun sadar, ternyata bermain judi baik melalui on line atau judi lainnya ternyata tidak merubah kehidupannya, malah yang ada sebaliknya, sehingga sejak awal 2019 lalu Gunawan pun sudah melepaskan kebiasaan buruknya itu dan sekarang sedang merintis mulai menggeluti usaha baru dan sudah mampu melunasi utang-utangnya walau dengan cara dicicil

"Alhamdulillah saat ini saya benar-benar sudah menyadari kesalahan saya, dan kalau boleh saya berpesan, jangan pernah mencoba untuk bermain judi online akibatnya akan fatal baik pada kehidupan, pikiran serta keberlangsungan keluarga, "ungkapnya lagi. (AGE)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN