NENEK INING PEMBUAT SAPU LIDI, BERHARAP MENDAPAT BANTUAN PEMERINTAH

 PARIGI- Kehidupan ini kadang terasa indah bila hati ikhlas dan bisa bersyukur dengan segala nikmat yang telah diberikan Sang Pencipta. Seperti halnya dengan kehidupan Nenek Ining ( 62 ), warga Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Untuk menafkahi hidupnya sehari-hari, Nek Ining mengais rejeki dengan membuat sapu lidi, itu pun jika ada daun kelapa kering yang jatuh tergelatak di tanah di sekitar rumahnya dekat obyek wisata Citumang.

“Sudah 10 tahun lebih saya geluti pekerjaaan ini, dan sekarang dibantu cucu saya yang masih sekolah SD, “ungkapnya. (14/9)

Menurut nek Ining, dari pekerjaannya ini ia bisa mendapatkan hasil sekitar Rp. 40 ribu per minggu, itu juga kalau banyak daun kelapa kering yang jatuh. Dan untuk menambah penghasilannya, ining pun kerja serabutan, seperti menjadi buruh tani.

Selama ini, terangnya, ia belum pernah menerima bantuan dari pemerintah seperti halnya warga lain yang mendapat PKH (Program Keluarga Harapan) atau pun bantuan lainnya, padahal, menurutnya, ia pu termasuk masyarakat  kurang mampu.

"Mudah-mudahan tahun depan ada bantuan bisa saya terima sehingga bisa membantu beban kebutuhan sehari-hari. “pungkasnya. (AGE)

HARI INI BATAS WAKTU PENERIMAAN BERKAS LAMARAN KE RSUD PANGANDARAN

PANGANDARAN-Paling tidak ada dua tempat di Kabupaten Pangandaran bagi pelamar kerja yang bisa ikut mendaptar, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di jalan Merdeka dan Piamari di komplek Pelabuhan Cikidang Desa Babakan Kecamatan Pangandaran.

Ribuan warga, yang didominasi usia remaja pun terlihat memadati kantor polsek, Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Dinas Tenaga Kerja, untuk melengkapi dokumen persaratan.

Menurut salah seorang calon pelamar, Siti Aini, warga Dusun Karangsari Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran, dengan bekal ijazah SMK ia pun bersama rekan-rekannya mencoba keberuntungannya ikut mendaptar diri.

“Saya kebetulan dengan tante saya daptar ke RSUD, “ungkapnya, di sebuah toko photo copy.(19/9)

Ditemui secara terpisah, Kepala Bagian Tata Usaha UPTD RSUD Pangandadaran, Sarlan, membenarkan, sudah ratusan pendaptar yang memasukan berkas lamaran untuk bisa diterima di RSUD.

Dalam mengisi kekosongan pegawai, kata Sarlan, pihak RSUD dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) handal karena harus bisa memberikan pelayanan kesehatan yang prima pada masyarakat.
Sarlan juga menerangkan prosedur pelamaran, surat lamaran harus menyebutkan jabatan yang akan dilamar, semua kelengkapan persyaratan disusun rapi sesuai dengan urutan di atas dimasukan dalam amplop besar.

“Pada bagian belakang amplop harus ditulis nama lengkap, alamat sesuai KTO dan KK,  pendidikan, jabatan yang dilamar dan nomor telepon atau handphone pelamar. “terangnya.

Ia menambahkan, lamaran dikirim ke Tim Seleksi Pegawai RSUD Kabupaten Pangandaran, dengan Alamat Kantor RSUD Kabupaten Pangandaran Jl. Karangsari RT. 06 RW. 03 Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran Kode Pos 46396, melalui Pos paling lambat stempel/cap pos tanggal 20 September 2019.

Selanjutnya pelamar dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya apabila dinyatakan lulus seleksi administrasi oleh Panitia Seleksi Daerah, sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

"Pengumuman kelulusan seleksi administrasi dapat dilihat dilaman wwwasnpangandarankab.id pada tanggal 01 Oktober 2019. “terangnya.

Sementara untuk lowongan di Piamari, disayangkan saat dikonfirmasi hingga saat ini Kementerian Kelautan Dan Perikanan RI belum mengeluarkan informasi terkait penerimaan lowongan kerja ini. (PNews)

KUSDIANA: “DEWAN PENDIDIKAN MEMPUNYAI FUNGSI PENTING DAN STRATEGIS”

SEKDA PANGANDARAN, KUSDIANA
Sejatinya pendidikan harus menjadi tanggungjawab seluruh elemen, baik pemerintah atau masyarakat harus mempunyai tanggungjawab terkait maju dan mundurunya pendidikan. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomer 17 tahun 2010, pasal 188 (2), dikatakan, masyarakat menjadi sumber, pelaksana, dan pengguna hasil pendidikan, sehingga masyarakat mempunyai peran dalam penyediaan sumber daya pendidikan, penyelenggaraan satuan pendidikan, penggunaan hasil pendidikan, pengawasan penyelenggaraan pendidikan, pengawasan pengelolaan pendidikan, pemberian pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada pemangku kepentingan pendidikan pada umumnya serta pemberian bantuan atau fasilitas kepada satuan pendidikan dalam menjalankan fungsinya.

Peran serta masyarakat tersebut dapat disalurkan melalui dewan pendidikan baik di tingkat nasional,  provinsi dan tingkat kabupaten/kota, komite sekolah dan stake holder lainya.

Secara jelas di pasal 192 (2) PP nomer 17, Dewan Pendidikan berfungsi dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana serta pengawasan.

Sementara menurut Sekda Kabupaten Pangandaran, Kusdiana, saat ditemui usai mengikuti pelantikan Pimpinan DPRD (16/9), mengakui, hingga saat ini di Kabupaten Pangandaran belum terbentuk Dewan Pendidikan. Padahal, kata Iyang, sapaan akrabnya, Dewan Pendidikan mempunyai peran penting dan strategis.

“Kami segera akan melakukan kordinasi dengan Dinas Pendidikan dan seluruh stakholder pendidikan , “ucapnya.

Selain harus diisi orang-orang yang berkomitment tinggi pada dunia pendidikan, kata Kusdiana, Dewan Pendidikan pun harus menjadi mediator pemerintah dan masyarakat serta mempunyai akses baik ke pemprop atau pun ke pemerintahan pusat.

Kusdiana menambahkan, dewan pendidikan dan komite sekolah mempunyai fungsi yang sama, memiliki data dan informasi yang digunakan untuk memberikan pertimbangan.

“Dewan pendidikan nantinya bertugas memberikan pertimbangan, keluhan, saran, kritik, dan aspirasi masyarakat kepada birokrasi pendidikan dan bupati. “imbuhnya. (PNews-net)

TIGA BALON KADES RAKSAJAYA SIAP BERSAING SEHAT DI PILKADES

TASIKNEWS-Tiga Bakal Calon (balon) Kepala Desa Raksajaya Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Darmawan, Imabudi Rahayu dan Asep Ridwan, sepakat dan siap untuk menciptakan suasana kondusif, bersaing secara sehat dan menjaga keharmonisan di pesta demokrasi saat Pemilihan Kepala Desa (pilkades) nanti.

Seperti dikatakan Cecep Darmawan, saat dihubungi lewat telepon celullernya, persaingan yang sehat merupakan seni politik yang baik, karena dari invidu calon itu sendiri yang akan terlihat cara  menyampaikan kemampuan visi-misi yang akan menjadi bahan pertimbangan masyarakat sebagai pemilih nanti.

“Marilah kita bersaing dengan sehat, biarkan masyarakat yang menentukan sendiri pilihannya, “ungkapnya.(17/9)

hal senada dikatakan Imabudi Rahayu, bersaing sehat mengutamakan keharmonisan dan memberikan rasa nyaman, kondusifitas di masyarakat, itu jauh lebih penting dan bermanfaat untuk semua.

Insya Alloh simpati datang ketika kita mampu menempatkan diri dengan baik, ilmiah, iman, amalilah, kecerdasan emosional dan spiritual. Dan itu semua di butuhkan agar nanti kepala desa tersebut bisa melaksanakan tugasnya dengan baik," terangnya.

Begitu juga dikatakan Asep Ridwan, menurutnya, seni politik bukan merebut kekuasaan tapi adu gagasan, ide dan visi-misi, karena langkah yang dilaksanakan calon kades itu harus bertujuan menjadi pelayanan masyarakat, mau bicara dan turun langsung untuk bersosialisasi dengan masyarakat.

“Intinya, mau mendengar aspirasi dan suara sekecil apa pun dari warga, “ucapnya.

Sementara saat diminta komentarnya, salah seorang warga, M. Rahmat, mengatakan, hematnya apabila ketiga calon berkomitmen, siap bersaing sehat dengan gagasan dan ide untuk mengabdi, tentunyaitu sangat baik.

Tetap menjaga suasana keakraban antara satu calon dengan yang lainnya, kata Rahmat, itu sangat penting agar tidak terjadi perpecahan.

Jika hal ini sudah menjadi komitmen bersama, lanjutnya, menurut Rahmat ia tentunya  sangat mengapresiasi karena hal seperti itu bisa menjadi contoh baik bagi desa lain yang tahun ini melaksanakan Pilkades.

“Pemerintah kecamatan Sodonghilir, media, Ormas dan seluruh masyarakat tentunya berharap suasana kondusif hendaknya tetap terjaga hingga pilkades selesai. “tegas Rahmat.

Di tempat terpisah, Ketua  BPD Raksajaya, Deni, berharap tidak ada sedikitpun hal yang bisa menyebabkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat. Persatuan dan kesatuan masyarakat merupakan tujuan utama.

Nantinya, imbuh Deni, kepala desa terpilih tentunya harus bisa melaksanakan tugas dengan baik serta profesional, aman, tentram  dan nyaman. Dan siapa pun yang nanti terpilih, dia akan menjadi mitra kerja BPD dalam menjalankan roda pemerintahan di Desa Raksajaya.

“Seluruh proses dan tahapan Pilkades ini harus turut dan mau mengikuti aturan yang telah di tentukan, dan kami di BPD bersikap netral dalam pilkades ini. " pungkasnya. (MAMAT R)


KISAH MISTERI HANTU WANITA PENUMPANG BIS DI ALUN ALUN CIJULANG

CIJULANG - Percaya atau tidak, penampakan mahluk halus membuat kernet salah satu bis jurusan Cijulang - Tasikmalaya kaget bukan kepalang, pasalnya seorang wanita berpakaian merah berpayung kecil yang menumpang di dalam bisnya tiba-tiba menghilang.

Seperti dituturkan kernet bis tersebut, Usep (52), ia setiap hari berangkat dari terminal Cijulang paling awal, sekitar jam 03,00 dini hari.

“Saat itu saya yang nyetir karena supirnya sekalian lewat biasa naik di Desa Margacinta, “terangnya.(17/9)

Sesampainya di alun-alun, tepatnya di depan kantor Desa Cijulang bis pun berhenti sebentar sambil menunggu kalau-kalau ada penumpang. Tidak lama berselang, dari kaca spion Usep melihat seorang wanita bergaun merah dengan menggunakan payung kecil yang biasa dipakai anak-anak nampak naik ke dalam bisnya.

“Saat itu saya tidak punya prasangka apa-apa karena saya anggap itu penumpang biasa yang mau bepergian, “terangnya lagi.

Menurut Usep, wanita itu berwajah cantik dengan kulit putih dan rambut diikat ekor kuda seperti dandanan noni-noni belanda dulu.

Ketika ditanya tujuannya mau kemana, kata Usep, wanita tersebut hanya mengangguk dan tersenyum kecil. Dan selang beberapa menit bis pun berangkat lagi dengan kecepatan rendah, maksudnya kalau-kalau ada penumpang yang menyetop sehingga bisa ketahuan.

Tapi selang beberapa ratus meter, tepatnya di depan SPBU Cijulang, saat melihat dari kaca spion di atas kepala, Usep kaget, karena penumpang yang hanya satu orang itu sudah tidak ada lagi di dalam bisnya. Ia pun sempat memberhentikan kendaraanya untuk memastikan, apakah penumpang berbaju merah itu terjatuh atau turun karena sudah sampai di tempat tujuannya.

“Tapi setelah saya cek untuk memastikan, ternyata wanita bergaun merah yang duduk di jok belakang itu memang sudah tidak ada, “jelasnya.

Bis pun melaju kembali dan berhenti lagi di depan kantor Pos untuk menaikan penumpang, si ibu  langganan yang setiap subuh naik bisnya untuk belanja ke pasar Parigi.
Saat naik, sambil melirik penumpang yang duduk di jok belakang, si ibu sempat berkata, tumben malam ini berangkat dari terminal hanya membawa satu penumpang saja.

Usep pun langsung menjawab, sekarang memang sedang masa-masanya sepi penumpang, sehingga sejak berangkat dari terminal tadi tidak ada seorang pun dan penumpang, dan Usep mengatakan, di bisnya hanya ada ibu saja.

“Kan tidak hanya ibu, itu ada si eneng di jok belakang, “kata si ibu, sambil menoleh ke arah belakang.

Tapi betapa kagetnya, ternyata setelah ditengok perempuan yang tadi sempat ia lihat di jejeran jok belakang sudah tidak ada. Dan karena perasaan takut, si ibu pun lalu pindah tempat duduk ke jok di sebelah supir.

Usep lebih kaget lagi, karena perempuan berbaju merah yang naik di alun-alun lalu sempat menghilang di depan SPBU dan sempat dilihat lagi si ibu yang naik di depan kantor Pos, tapi sekarang menghilang lagi.

“Percaya atau tidak, kejadian ini benar-benarsaya alami, “ungkapnya. (AGE)


TAHUN INI DESA PARAKANHONJE ANGGARAN PERBAIKAN KANTOR BUMDES DAN JALAN

TASIKNEWS-Geliat pembangunan di Desa Parakanhonje Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, dari tahun ke tahun terus dipacu. Hal ini selaras dengan keinginan dan harapan masyarakat yang mendambakan pembangunan yang ada di desanya terus berkembang.

Seperti dikatakan Kepala Desa Parakanhonje, Yayat Supriatna, dengan 3 kedusunan yang mayoritas warganya dengan bermatapecarian dari pertanian, tahun ini ada dua kegiatan pembangunan yang dilaksanakan, antara lain perbaikan kantor bumdes dan infrastruktur jalan Cibarengkok di  Dusun Ciomas.

Alhamdulillah sekarang kami sudah mempunyai kantor bumdes yang lebih representatif dan lebih nyaman, “ungkapnya.(16/9)

Dikatakan Yaya, dengan penampilan kantor yang semakin menarik diharapkan pelayanan terhadap masyarakat pun semakin meningkat.

Begitu juga dengan pembangunan jalan, kata Yayat, warga pun sangat senang karena dari seluruh kegiatan pembangunan yang ada di desa ini sepenuhnya berujung pada peningkatan pelayanan dan kebutuhan warga. (ANWARWALUYO)

PENGADAAN AMBULAN DESA SUKAMAJU TINGKATKAN PELAYANAN DI BIDANG KESEHATAN

TASIKNEWS-Untuk mendukung serta meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan Pemerintahan Desa Sukamaju, anggaran Dana Desa (DD) tahap II tahun 2019 untuk pengadaan mobil ambulan.

Seperti dituturkan Kepala Desa Sukamaju Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, Ade Supriatna,  ini untuk memenuhi tuntutan masyarakat di bidang pelayanan kesehatan, sehingga warga pun nantinya tidak merasa kesulitan dan terkendala lagi saat membutuhkan alat transportasi untuk pergi ke rumah sakit atau puskesmas yang jauh dari tempat tinggalnya.

Ade saat ditemui di ruang kerjanya (16/9), juga mengatakan, pengadaan ambulan ini pun menjadi skala perioritas penggunaan anggaran DD tahun ini, sehingga program desa sehat pun bisa terealisasi.

“Tidak hanya menjadi sarana kesehatan saja, karena ambulan ini pun bisa digunakan untuk kegiatan sosial lainnya. “imbuhnya. (ANWARWALUYO)

TIGA PIMPINAN DPRD PANGANDARAN, HARI INI DILANTIK

PARIGI-Melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat nomer 170, akhirnya ketiga pimpinan DPRD Kabupaten Pangandaran resmi dilantik, antara lain, Ketua, Asep Noordin H.M.M. (PDI Perjuangan), Wakil Ketua I, Muhamad Taufiq, S.IP., M.Si. (Partai Golkar) dan Ketua II, Jalaludin, S.Ag. (PKB).

Pelaksanaan pelantikan tersebut, selain dihadiri bupati dan wakil bupati pangandaran, juga turut dihadiri sekda serta pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran, tokoh masyarakat, kepala desa, unsur TNI-POLRI dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan selamat atas dilantikan pimpinan DPRD Pangandarn perode tahun 2019-2024,

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Pangandaran, saya mengucapkan selamat atas dilantiknya pimpinan DPRD Pangandaran, “ucapnya. (16/9)

Dan secara utuh, kata Jeje, nantinya DPRD pun segera akan membentuk alat kelengkatpan dan tata tertib lainnya sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Kata Jeje, DPRD itu bersipat kolektif, dan saktinya DPRD itu terletak pada palu, apa pun keputusannya pasti melalui ketok palu. Artinya, keputusan DPRD tidak bersipat personal, apa yang diputuskan pimpinan merupakan keputusan bersama.

Pengaruh dan warna kebijakan pimpinan, lanjut Jeje, nantinya akan sangat menentukan pola-pola kebijakan DPRD. Sekolektif apa pun tentunya pimpinan mempunyai kesempatan yang lebih hebat, mulai dari mengarahkan, mengendalikan dan memenej DPRD.

“Yang saya ingin sampaikan, jagalah kehormatan ini dengan baik karena ini merupakan kehormatan masyarakat Pangandaran, “ungkap Jeje.

Hari ini sejak dilantik pimpinan DPRD, lanjut Jeje, masyarakat akan menanti kinerja wakilnya serta sejarah pun akan mencatat, apakah akan tertoreh catatan dengan tinta emas atau sebaliknya semua terpulang pada waktu dan kiprah anggot dan pimpinan DPRD.

Jeje menambahkan, yang paling aktual di seluruh Indonesia, biasanya terkait “pokir” (pokok-poko pikiran).  Apabila 4 tahun yang lalu dengan satu keikhlasan serta komitmen yang kuat untuk fokus pada hal-hal yang pokok tentang kebijakan pemerintah Pangandaran, apa yang bisa didapatkan sekarang, ternyata masyarakat merasa senang karena mempunyai saran jalan yang bagus, sekolah gratis, sarana kesehatan yang memadai dan hal lainnya, dan itu merupakan hasil fokus kebersamaan,

"Selamat bekerja, selamat menjalankan tugas, rakyat menanti karya terbaik anda”tegas Jeje.

Sementara, Ketua DPRD, Asep Noordin H.M.M, kepada awak media, mengatakan, ia bersukur karena  pimpinan DPRD Kabupaten Pangandaran sekarang sudah depinitif.

“Tentunya ini merupakan tahapan yang harus dilaksanakan sesuai perundng-undangan, “ungkap Asep.

Dan tapan ini, kata Asep, akan dilanjutkan dengan pembentukan Panitia Khusus Tata Tertib (pansus tatib) dan segera diparipurnakan. Lalu dilanjutkan dengan pembentukan komisi dan alat kelengkapan DPRD (AKD) lainnya.

Dari tahapan itu tentunya kita akan dilanjutkan pada pembahasan anggaran, seperti yang disampaikan Pa bupati terkait mepetnya waktu yang ada untuk membahas KUA PPAS dan RAPBD perubahan, karena ini harus segera ditetapkan pada tanggal 30 september mendatang..

“Walau dengan waktu yang singkat tetapi kami tetap berkomitmen agar  tahapan ini bisa berjalan lancar. “kata Asep.

Disoal perbaikan apa yang akan dilakukan pada DPRD dibanding periode sebelumnya, Asep mengatakan, ia tidak dalam kontek membanding-bandingkan antara periode lalu dan sekarang. Tetapi ini menjadi komitmen bersama untuk bekerja lebih baik, walau diakuinya, tidak mungkin DPRD yang sekarang tanpa ada DPRD lalu.

Menurutnya, ia merupakan yang sangat menghargai sejarah, tentu DPRD yang lalu merupakan pembuka yang tentunya mempunyai beban kerja dan dalam kondisi yang berat karena pada tahun 2014lalu merupakan DPRD pertama di Kabupaten Pangandaran.

“Seperti dikatakan bupati, intinya dengan kebersamaan pemerintah dan DPRD serta stakeholder lainnya bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat, “ucap Asep. (PNews)






PEMBANGUNAN POSYANDU DI DESA CIKAPINIS UNTUK PROGRAM KELUARGA BAHAGIA

TASIKNEWS-Untuk lebih mengefektifkan lagi kegiatan yang dilaksanakan kader Keluarga Berencanan (KB), tahun ini anggaran Dana Desa (DD) Cikapinis Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, memproyeksikan salah satu programnya dengan pembangunan posyandu. Gedung yang terletak di Rt 06 Rw 03 Dusun Cipanawar ini nantinya berfungsi menjadi pusat pemeriksaan kesehatan ibu dan bayi.

“Ini merupakan bukti nyata bentuk perhatian pemerintah desa pada warganya, “ungkap Ketua Rw 03, Ela.(14/9)

Sementara menurut Kaur Perencanaan Desa Cikapinis, desa merupakan miniatur negara, artinya jika desanya maju negara pun akan maju.

Ia menambahkan, pemerintah desa dan warga bersama–sama mendukung, melaksanakan, memanfaaftkan dan melestarikan pembangunan yang yang ada di desa.

“Dan pembangunan posyndu ini juga merupakan hasil musyawarah desa dan masyarakat, “imbuhnya. (ANWARWALUYO)
 

SMK SWASTA BOJONGASIH TERAKREDITASI B DAN MAMPU CETAK TENAGA KERJA HANDAL

TASIKNEWS-Walau dengan fasilitas dan bangunan tempat proses kegiatan belajar mengajar siswa masih jauh dari memadai, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Bojongasih di Desa Girijaya Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya, sudah terakreditasi B.

Demikian diungkapkan salah seorang pengajar, Asep Reja Suryadi, kepada PNews saat diwawancara di ruang kerjanya. (13/9)

“Artinya, secara kualitas SMK kami sudah bisa memberi pelayanan pendidikan dengan secara baik terhadap peserta didik, “ungkapnya.

Asep mengatakan, dengan jurusan sesuai minat belajar siswa di SMK Swasta Bojongasih, antara lain, Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran, hingga saat ini sudah ada 90 siswa yang berhasil terserap di lapangan kerja, bahkan diantaranya menjadi pengajar disini.

Sementara untuk masuk menjadi peserta didik baru (PDB), meskipun bukan sekolah negeri, tapi, kata Asep, SMK Bojongasih tidak membebani calon siswa dengan biaya pendaptaran dan biaya pembangunan, sehingga baik para siswa atau orangtua siswa tidak perlu khawatir terkait biaya pendidikan. Dan sudah pasti ini sangat membantu masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya karena biaya pendidikan di SMK Bojongasih bisa terjangkau semua kalangan.

“Walau begitu tapi kami tetap utamakan pendidikan berkualitas hingga para siswa pun bisa menjadi insan berahlakul karimah, cerdas, teramil dan unggul dalam pengetahuan teknologi, “tegas Asep.

Pada kesempatan lain, Asep pun berharap, agar Pemkab Tasikmalaya bisa lebih memperhatikan keberadaan SMK Bojongasih, karena sementara ini terkesan hanya sekolah negeri saja yang menjadi perioritas pemerintah daerah.  Padahal tugas lembaga pendidikan atau sekolah baik negeri atau bukan, sama-sama untuk mencerdaskan bangsa dan mencetak generasi unggul dalam ilmu pengetahuan.

“Di sekolah kami banyak siswa anak yatim piatu dan dari keluarga kurang mampu, seharusnya pemerintah lebih peka, sehingga sekolah pun bisa berbagi beban dengan pemerintah, “kata Asep lagi. (ANWARWALUYO)






GELIAT PEMBANGUNA DI DESA CIKUKULU TINGKATKAN KESEJAHTERAAN WARGA

TASIKNEWS-Beberapa kegiatan pembangunan baik yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) mau un Dana Desa (DD) Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, terus dipacu.

Menurut Pjs. Kepala Desa Cikukulu, Ateng Hidayat S IP, tahun 2019 ini ada beberapa titik pembangunan, antara lain, pembangunan sarana dan prasarana olahraga berupa lapang dengan luas 60 x 100 meter yang menelan biaya Rp. 150 juta, pembangunan Madrash Ibtidaiyah (MI), pembangunan tahap II Posyandu di Dusun Sirnasari dan penambahan modal Bumdes.

“Pelaksanaan pembangunan ini ada di beberapa dusun, “terang Ateng.(10/9)

Kepada PNews, Ateng juga mengatakan, semua pembangunan ini bertujuan untuk mempecnatik desa dan kemajuan masyarakat. Mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan dan olahraga khususnya untuk generasi muda.

Ateng menambahkan, seluruh proses pembangunan dilaksanakan dengan sistim transparansi dan keterbukaan, sehingga seluruh kegiatan pun bisa diawasi langsung masyarakat sebagi penerima azas manfaat pembangunan.

“Karena seperti yang diketahui bersama, pembangunan yang ada di Desa Cikukulu pada intinya untuk kemaslahatan dan meningkatkan masyarakat desa, “kata Ateng lagi.

Hal senada dikatakan Ketua TPK, Iwan Kartiwan, menurutnya kepercayaan warga pada TPK sebagai pelaksana pembangunan tentunya tidak boleh menyimpang dari keinginan masyarakat.

“Baik spek bangunan atau penggunaan anggaran yang ada di Desa Cikukulu harus sejalan dengan apa yang dikehendaki seluruh warga desa. “ungkapnya. (ANWARWALUYO)

SUDAH BEBERAPA HARI TUMPUKAN SAMPAH DI JL.H. JUANDA TASIK MENGGUNUNG

TASIKNEWS-Lambatnya penanganan petugas dari Dinas Kebersihan Kota Tasikmalaya, beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadi tumpukan sampah di jalan Ir. H. Juanda, samping Kantor Samsat.

“Sudah empat hari ini sampah rumahtangga ini menumpuk di hingga menimbulkan pemandangan dan bau tidak sedap, “ungkap salah seorang pengguna jalan.(13/9)

Ia menambahkan, gunungan sampah tersebut meluber hingga ke bahu bahkan badan jalan, padahal sampah dari perumahan warga tiap hari semakin bertambah.

“Seharusnya ini jadi perhatian serius pemkot sehingga citra Tasik kota resik pun tidak tercoreng, “imbuhnya. (ANWARWALUYO)

SAAT BERMAIN DI SUNGAI SEORANG ANAK KELAS 5 SD MATI TENGGELAM

PARIGI-Nanda, seorang anak perempuan warga RT 02 RW 05 Dusun  Kalenceuri Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, Nanda, meninggal akibat tenggelam ke dalam sungai.(12/9)

Menurut salah seorang warga, Kinkin, sekitar jam 12. 00, ketika mesin huler tempatnya bekerja dimatikan, dari seberang sungai sekitar 20 meter mendengar teriakan dan tawaria anak-anak sedang bermain di sungai, tepat di bawah jodang (alat menangkap ikan).

“Waktu itu Saya mendekati mereka, nampak ada 5 orang anak dengan usia sebaya, saat itu saya tegor agar jangan main di sungai karena berbahaya, “tutur Kinkin.

Tapi saat itu karena mereka sedang asik bermain cuci- cucian baju sambil saling mencipratkan air ke wajah, kata Kinkin, tegurannya pun tidak dihiraukan, sehingga Kinkin pun pergi.

Karena waktu itu istirahat kerja, lanjut Kinkin, kemudian ia pun pergi meninggalkan mereka kemudian pergi untuk istirahat dan minum kopi di bangunan seberang huler.

Tapi selang satu jam, lanjutnya, iakaget karena di sekitar sungai tempat anak=ank berenang tadi sudah banyak orang.

Setelah didekati, beberapa warga mengatakan ada anak tenggelam persis di tempat anak-anak tadi bermain. Dan tidak lama kemudian, beberapa orang warga menyelam berusaha mencari anak yang tenggelam itu

“Sekitar setengah jam kemudian diketemukan tubuh anak pun ditemukan dengan kondisi sudah tidak bernyawa dan langsung dibawa ke puskesmas untuk diberikan pertolongan pertama, " kata Kinkin.
( ANTON AS )

EMHA AINUN NAZIB: “JANGAN MALU MENJADI ORANG DESA...”

MANGUNJAYA-Ada yang beda dengan kegiatan pengajian desa yang rutin diselenggarakan di Desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran kali ini, pasalnya pengajian yang digelar di lapang Dusun Sindangjaya kali ini dihadiri ribuan warga.

Menurut Kepala Desa Mangunjaya, Furqonudin, pengajian kali ini berbarengan dengan menyambut tahun baru islam, pihaknya sengaja menghadirkan penceramah sekaligus budayawan kondang, Emha Ainun Najib (Cak Nun) dan Kiayi Kanjeng.

“Kenapa kami namakan pengajian desa, karena ini merupakan kegiatan rutin bidang agama di Desa Mangunjaya, “jelasnya.(11/9)

Tujuannya, lanjut Furqon, dengan segala kesibukan pembangunan yang ada di desa sejatinya harus dilandasi dengan akhlakul karimah, sehingga momen seperti ini bisa menjadi penggalian potensi desa dengan norma-norma islami.

“Seperti tadi dikatakan Cak Nun, jangan pernah malu menjadi orang desa karena kesempatan sukses akan datang pada siapa saja, “ungkapnya. (Tn)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN