SAMBUT TAHUN BARU ISLAM 1441 H WARGA DESA SINDANGJAYA GELAR PAWAI OBOR

MANGUNJAYA-Ribuan warga dan pelajar di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, berkeliling melakukan pawai obor dalam rangka memperingati tahun baru islam 1441 H.  Pawai yng dimulai usai shalat isya ini diikuti warga perwakilan dari tiap-tiap dusun.

Dengan pakaian muslim, baik wanita atau pria membawa obor yang terbuat dari bambu dengan bahan bakar minyak tanah.

Menurut Ketua Panitia, Drs. KH. Abdurosid, pawai obor ini sudah menjadi kegiatan rutin masyarakat di Mangunjaya pada setiap pergantian tahun baru islam dengan menggelar pawai obor.

“Karena ini memang identik dengan konsep tradisional di daerah kami, “ungkapnya.(31/8)

Sambil mengumandang shalawat dan lagu-lagu religi, kata Abdurosid, peserta pawai akan berkeliling pada rute jalan yang sudah ditentukan panitia.

Abdurosid pun berharap, kegiatan tahun ini bisa lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Dan mudah-mudahan dengan kegiatan ini kegiatan keagamaan di desa kami semakin hidup dan semarak, “imbuhnya. (Tn)

PEMBANGUNAN P3 –TGAI MAMPU TINGKATKAN HASIL PERTANIAN DESA NAGROG

TASIK NEWS-Peningkatan sarana untuk meningkatkan sektor pertanian di pedesaan harus menjadi perioritas pemerintah, karena masyarakat pedesaan mayoritas hidup pada sektor ini. Sektor pertanian yang berperan jadi penyangga bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat, serta mengingat semakin terus bertambahnya kebutuhan akan pangan, maka dalam upaya menanggulangi kemiskinan penting kiranya memberdayakan masyarakat petani, sehingga penunjang pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) pun menjadi penting.

Seperti yang dilaksanakan di Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, dengan merealisasikan program percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3 -TGAI), akan memberikan sebanyak-banyaknya manfaat bagi petani.

Menurut Kepala Desa Nagrog, Enji, pihaknya mengucapkan terimakasih pada pemerintah pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang sudah mendukung serta mengembangkan kawasan pedesaan dalam program membangun infrastruktur di sektor Sumber Daya Air (SDA) di Desa Nagrog.

“Dengan adanya P3-TGAI, petani di Desa Nagrorg sangat terbantu sehingga hasil pemberdayaan pertanian di desa pun jadi meningkat, “ujarnya. (26/8)

Potensi dari sektor pertanian, kata Enji, bisa jadi penyangga perekonomian masyarakat pedesaan, sehingga dalam pengelolaanya pun harus ditunjang dengan sarana-sarana yang dibutuhkan para petani.

Enji menambahkan, atas nama warga pihaknya mengucapkan terimakasih pada anggota DPR RI, H. Subarna dan anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Haris, yang sudah menyampaikan aspirasi warga petani ke pemerintah, sehingga pembangunan P3-TGAI bisa terealisasi di Desa Nagrog.

“Atas nama warga saya menyampaikan apresiasi karena keinginan petani untuk mempunyai sistim pengaira pun dapat terpenuhi, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)

EMPAT TAHUN BELUM ADA PERBAIKAN, KONDISI SDN 1 CIBATU SANGAT MENGKHAWATIRKAN

TASIK NEWS-Adanya program perbaikan (rehab) beberapa sekolah di Kabupaten Tasikmalaya, dirasakan kurang tepat sasaran. Anggran untuk memperbaiki bangunan sekolah dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 yang diterima tiap-tiap sekolah tersebut, terkesan tanpa kordinasi dengan pihak sekolah, dan Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan pun tidak melakukan cross cek dulu ke lapangan untuk menentukan sekolah mana yang benar-benar perlu perbaikan.

Demikian diungkapkan Kepala SD Negeri 1 Cibatu Kecamatan Karangnunggal, Ujang Setiawan, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(27/8)

“Seperti sekolah kami, dengan kondisi kerusakan atap jebol, kusen lapuk dan beberapa kaca jendela pecah, sudah sekitar empat tahun belum diperbaiki, “ungkapnya.

Menurut Ujang, SD Ngeri 1 Cibatu juga hingga saat ini belum memiliki ruang perpustakaan, padahal ini penting untuk meningkatkan kapasitas belajar dan minat baca peserta didik. Dan untuk lebih meningkatkan lagi proses kegiatan belajar mengajar (KBM), Ujang berharap segera turun program perbaikan untuk sekolahnya.

“Kami sudah beberapa kali mengajukan proposal ke dinas, tapi hingga saat ini belum ada realisasinya. “tegas Ujang. (ANWARWALUYO)

UNTUK PENINGKATKAN FUNGSI, FK BPD PADAHERANG GELAR LATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS

PADAHERANG-Dalam rangka peningkatan kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD), beberapa hari lalu (22/8), digelar kegiatan pelatihan untuk peningkatan kapasitas BPD se-Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Da’wah Kecamatan Padaherang ini diikuti 104 anggota BPD dari 14 desa.

Seperti dikatakan Ketua Forum Komunikas BPD (FK BPD), Asep Fitri, tujuan kegiatan ini untuk peningkatan kapasitas kinerja BPD serta membangun harmonisasi melalui kordinasi yang baik antara BPD dan pemerintahan desa.

“Dan anggaran kegiatan ini diambil dari masing-masing desa yang dikordinir oleh FK BPD, “terang Asep.

Kegiatan ini juga, kata Asep, dalam rangka untuk mengoptimalkan fungsi BPD, antara lain, legislasi, penganggaran dan pengawasan.

“Ini murni inisiatif BPD. “imbuhnya. (Tn)

DESA WISATA KAMPUNG BAMBU KALAPACIUNG CIKUPA JADI PUSAT PENGEMBANGAN KREATIVITAS

TASIK NEWS-Pohon bambu merupakan salah satu jenis pohon yang sangat mudah ditemui di pedesaan, karena disamping mudah cara menanamnya serta punya nilai ekonomis, bambu juga merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai materi bernilai artistik.

Berawal dari pemikiran itu, Kepala Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Yudha Heryadi, mempunyai gagasan untuk mempersiapkan program inovasi desa wisata Kampung Bambu Kalapaciung di desanya.

“Mudah-mudahan Kampung Bambu Kalapaciung bisa menjadi ikon desa wisata kami serta menjadi pusat pengembangan kreativitas dan inovasi khususnya dalam pengolahan bambu, “ungkap Yudha.

Karena, lanjut Yudha, baik pemerintahan desa atau masyarakat dituntut untuk dinamis dan selalu berpikir kreatif dalam mencari peluang dari pengembagan gagasan dengan bahan-bahan dari komoditas yang ada di sekitar.

Sebab kreatif dan inovatif, kata Yudha, bias diartikan bagaimana bisa mengembangkan ide maupun gagasan lalu membuatnya menjadi sebuah karya yang menarik serta memiliki manfaat untuk orang lain. Apalagi hidup dalam lingkungan yang begitu dinamis yang menuntut sebuah kreativitas untuk selalu adaptif serta mencari terobosan baru.

Kreatif dan inovatif, menurut Yudha, sebenarnya bisa diterapkan secara sederhana, dan kuncinya kepekaan dalam mencium peluang serta kemampuan dalam pengembangan diri, begitupun juga ketika mengembangkan desa, untuk mewujudkan sebuah desa yang mandiri.

“Dan kami sedang lakukan ini bersama  Bumdes Raksakjaya Cikupa. “tegas Yudha. (ANWARWALUYO)

PRAKTEK KEWIRAUSAHAAN SMA 1 PANGANDARAN UNTUK BEKAL SISWA SETELAH LULUS

KOSASIH
PANGANDARAN – Walauterhitung mulai tahun 2017 SMA dan SMK menjadi hak kelola pemerintah provinsi, tapi Pemkab Pangandaran tetap berkomitmen untuk menyalurkan bantuan pendidikan, hingga Wajib Belajar (wajar) 12 tahun pun bisa dilaksanakan dengan gratis.

Seperti dikatakan Kepala SMAN 1 Pangandaran, Kosasih, komitment Pemkab Pangandaran tetap mengambil alih yang selama ini mendi beban dan menjadi tanggung jawab orang tua wali murid dalam pembiayaan pendidikan, baik SD, SMP/MTs hingga SMA/SMK.

Kepada PNews, saat ditemui di ruang kerjanya, Kosasih juga mengatakan, tahapan bantuan biaya pendidikan untuk SMA/SMK, antara lain, Dinas Keuangan Kabupaten Pangandaran menyampaikan ke kas daerah  provinsi dan dari kas daerah terus disalurkan dan diinput masing masing sekolah.

“Jadi tidak bisa langsung dari dinas keuangan kabupaten Pangandaran ke sekolah, tetapi bantuan ini masuk melalui  kas pemprov dulu. "terangnya. (23/8)

Kosasih menambahkan, kalau bantuan berupa barang itu bisa langsung ke tiap-tiap sekolah, tapi nantinya itu akan tercatat menjadi aset dinas pendidikan dan olahraga Kabupaten Pangandaran.

“Biasanya yang paling mudah dengan mekanisme pinjam pakai, artinya jika sekolah membutuhkan sifatnya hanya pinjam kepada dinas pendidikan. “terang Kosasih lagi.

Sementara untuk bantuan permodalan pada kelompok siswa, lebih mudahnya dari Pemkab bisa saja langsung ke rekening siswa seperti PIP atau bisa berupa hibah ke komite sekolah. Dan kata Kosasih, nanti ini akan disampaikan secara rinci teknis kepada siswa,

Disoal bantuan kewirausahaan siswa, kosasih, menyampaikan, program pendidikan kewirausahaan itu merupakan programnya dari direktorat pembinaan SMA Kementrian Pendidikan. Tapi karena ada keterbatasan anggaran dibanding jumlah sekolah penerima secara nasional, sehingga per sekolah pun dapat bantuan Rp.100 juta.


Dikatakan Kosasih, ia pun mengundang Kepala Dinas Parawisata Pangandaran dan alumni telah menjadi pengusaha sukses untuk memberikan pemaparan  agar nantinya siswa memiliki wawasan tentang prospek bussines dan menentukan prospek bussinesny yang ada di Pangandaran.

“Dan tujuan kahir dari program ini agar ke depan mereka bisa lebih terbuka lagi untuk memiliki spirit, kemauan dan semangat untuk berwirsusaha. " Pungkasnya.  (ANTON AS)

WARGA DESA CIKUKULU SEMARAKAN PERINGATAN 1 MUHARAM GELAR LOMBA PIDATO

TASIK NEWS-Tradisi menyambut tanggal 1 Muharam 1441 H masyarakat Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, selain dimeriahkan dengan pawai obor mengililingi jalan desa juga dengan kegiatan lomba pidato, yang digelar di halaman kantor desa.(21/8)

Menurut Ketua Panitia, Ustad Cecep , dalam lomba pidato yang diikuti remaja ini kriteria penilaian lebih ditekankan pada peningkatan kualitas pedagogig, penggunaan bahasa yang baik dan benar dan retorika dalam paparan materi pidato.

“Alhamdulillah, ratusan peserta yang didominasi para siswa pun antusias mengikuti acara ini, “ungkap Cecep.

Nampak para peserta pun berlaga di atas podium gayanya bak seorang pengkhotbah atau diplomat senior dalam menyampaikan pidatonya.

“Sebenarnya rangkaian acara menyambut muharam ini sangat meriah, hingga malam puncaknya tanggal 1 disematakan dengan pawai obor yang diikuti warga desa, “imbuh Cecep. (ANWARWALUYO)

KAPOLSEK KARANGNUNGGAL:”ANDESTO DAN GATURAY, DUA TIM TERBAIK TASELA”

TASIK NEWS-Walau tahun ini tampil menjadi runer up pada laga turnamen bola voli Bhayangkara Cup, Tim Gaturay Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, merupakan tim yang solid dengan materi seluruh pemain yang bagus dan disiplin.

Kalah dari lawannya, Andesto di babak final dengan skor 3-2, Gaturay tetap bisa menampilkan permainan terbaiknya.

“Kami sudah berusaha menampilkan kemapuan kami, tapi inilah pertandingan, harus ada yang kalah dan yang menang, “ungkap pelatih Gaturay, pelatih Miptah Ega  dan Uus.(21/8)

Miptah dan Uus pun mengakui andesto bermain sangat bagus, sehingga anak-anak asuhannya pun bisa dikalahkan.

Di tempat terpisah, Kapolsek Karangnunggal, AKP. H. Asep Ishak S.Ip, mengatakan, kedua tim sebenarnya mempunyai kekuatan yang relatif sama, baik materi atau teknik bermainnya pun bagus.

“Kedua tim memang layak menjadi tim terbaik asal Tasikmalaya selatan, “ungkap Asep. (ANWARWALUYO)

ANDESTO BERHASIL TAKLUKAN GATURAY PADA LAGA FINAL VOLI BALL BHAYANGKARA CUP 2019

TASIK NEWS-Tim voli bal putri Andesto Desa Tobongjaya Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya tampil menjuarai ajang Bhayangkara Cup 2019, setelah menalukkan rivalnya, Gaturay Desa Cikukulu di Lapangan Voli Komplek Mapolsek Karangnunggal dengan skor 3-2, sehingga berhasil menyabet tropy kejuaraan dan uang pembinaan yang diserahkan langsung Kapolsek Karangnunggal AKP H Asep Ishak S.Ip (21/8)

Menurut pelatih Andesto, Diki Yulandi, timnya memang pantas memenangkan laga pamungkas melawan Gatruray, karena seluruh pemain asuhannya bermain penuh semangat dan kompak.

“Soliditas dan semangat seluruh pamain meruakankunci kemenangan ini, “ungkapnya.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Tobongjaya, H. Dedi, kemenangan Andesto ini selain bisa mengharumkan nama desa juga bisa menjadi penyemangat tim bola voli lainnya yang ada di Desa Tobongjaya.

“Atas nama warga dan pemerintahan desa, saya mengucapkan terimasih pada seluruh pemain, pelatih dan pengurus Andesto yang sudah berhasil menjuarai turnamen voli bal Bhayangkara Cup tahun ini dan berhasil menerima trophy dan uang pembinaan sebesar Rp. 4 juta, “kata Dedi, saat dihubungi PNews lewat telepon celullernya.

Sementara menurut Ketua Panitia, Usup Supyadi, pihaknya merasa sangat puas dengan penampilan seluruh tim dari masing-masing desa, mulai dari babak penyisihan hingga penampilan dua tim terbaik Tasela pada laga pamungkas, Andesto dan Gaturay.

“Semua tim bermain sangat bagus dan penuh semangat, sehingga seluruh pertandingan mulai dari babak penyisihan hingga laga final pun selalu dipadati penonton.”katanya. (ANWARWALUYO)

DANI HAMDANI:”ATURAN PILKADES DIBUAT HARUS KESEPAKATAN CALON DAN PANITIA”

PARIGI-Pemilihan kepala desa serentak di kabupaten Pangandaran akan diselenggarakan pada tanggal 30 November 2019.

Menurut Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD) Kabupaten Pangandaran, H. Dani Hamdani, S.Sos, MM, kepala desa itu bukan jabatan politis, artinya dilarang berafiliasi dengan partai politik, walau secara detail tata tertib Pilkades ini belum diatur dan belum ada payung hukumnya.
Jadi untuk tata tertib dan lamanya waktu kampanye, tidak boleh money politik, tidak boleh berafiliasi dengan partai politik dan sanksi pelanggaran Pilkades, kata Dani, semua harus disepakati antara bakal calon kades dengan panitia.

“Termasuk untuk penerapan sanksinya bila pada saatnya ditemukan pelanggaran, “ucap Dani.(22/8)

Dani menambahkan, pembuatan kesepakatan bersama itu harus dituangkan dalam berita acara, contohnya, lama waktu kampanye 60 hari terhitung dari tgl 5 sampai dengan tanggal berapa, calon hanya boleh memberi uang Rp 10.000 untuk uang bensin ketika hadir diundangkan kampanye, bila terbukti memberi lebih, itu masuk katagori money politic, si calon kades  siap didiskualifikasi,calon pemilih yang datang ke TPS lebih dari jam 2.00 siang ditolak karena TPS sudah ditutup, dan lain-lainnya itu harus dituangkan kedalam pernyataan kesepakatan bersama.

"Jadi aturannya dibuat berdasarkan kesepakatan dan ditandatangani bersama, antara calon  dan panitia pilkades dan diketahui muspika. "jelas Dani.

Dani menambahkan, saat ada temuan pelanggaran, karena sudah dibuat fakta integritasnya  (kesepakatan bersama), otomatis disitu sanksinya bisa dikenakan.

Tentunya surat kesepakatan ini, lanjut Dani,  tidak mesti sama desa yang satu dengan desa lainnya, karena kearifan lokalnya masing-masing desa belum tentu sama.

“Kalau harus sama dan diseragamkan itu artinya memang ada payung hukumnya. "jelasnya lagi.  (ANTON AS)

DARI 93 DESA DI KABUPATEN PANGANDARAN, TAHUN INI BARU 7 DESA YANG SUDAH LUNASI PBB

CIJULANG - jika pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) melebihi dari tanggal 30 September 2019, maka wajib pajak akan terkena denda. Oleh karena itu Kepala desa dan camat di kabupaten Pangandaran harus proaktif untuk segera menarik dan melunasi PBB tahun 2019.

Demikian dikatakan Kepala BPKAD kabupaten Pangandaran, Drs. Hendar Suhendar, S, MM,  ketika diwawancarai PNews di ruang kerjanya.(20/8)

Pendapatan pajak bumi dan bangunan, kata Hendar, merupakan sumber keuangan pertama untuk pembangunan di desa melalui BANKEU bagi hasil Alokasi Dana Desa (ADD). Dan jika pembayaran PBB lancar dan maximal, pasti pencairan hak untuk desa akan lancar

“Sampai tanggal 12 Agustus lalu, dari 93 desa yang ada di Pangandaran tercatat baru 7 desa yang sudah melunasi pembayaran PBB, "jelasnya.

Hendar mengatakan, pembayaran PBB tahun ini baru mencapai 63 % dari target sebesar Rp. 16 milyar.

Hendar juga menyebutkan desa mana saja yang sudah melunasi PBB tahun 2019 ini, diantaranya, Desa Kertayasa, Kondangjajar, Parakanmanggu, Bojongsari, Cimindi dan desa pagerbumi.

“Bagi desa-desa yang belumlunas, camat dan kepala desa harus segera melakukan penarikan dan melunasi PBB seceaptnya karena batas waktunya hampir habis, “tegasnya. (ANTON AS).

RATUSAN SISWA DAN PEMUDA SE-KECAMATAN CIMERAK IKUTI JALAN SANTAI HUT RI KE 74

CIMERAK-Sudah jadi agendar rutin setiap menjelang peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan, masyarakat di seluruh pelosok negeri mengadakan berbagai kegiatan. Mulai dari tua, muda bahkan anak-anak pun tidak ketinggalan.

Seperti kegiatan yang dilaksanakan Korwil Pendidikan Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, pada tanggal 8 Agustus 2019  lalu mengadakan jalan santai yang diikuti para siswa perwakilan dari berbagai sekolah. Kegiatan ini yang diprakarsai PGRI, K3S dan pemerintah kecamatan, selain  diikuti para siswa SD, SMPN, MTS dan SLA juga diikuti seluruh pegawai dari berbagai intansi dan pemuda se-Kecamatan Cimerak.

Dengan garis start dimulai dari Kantor Kecamatan Cimerak menuju jalan Cilele dan kembali ke finish di Kantor kecamatan.

“ Kegiatan seperti ini hampir setiap tahun dalam rangka ikut memeriahkan hari kemerdekaan, rutin dilaksanakan, “ujar salah seorang panitia.

Dan tentunya, katanya lagi, kegiatan ini tidak mengganggu kegiatan belajar secara langsung karena karena tidak semua siswa diwajibkan mengikuti tapi sekolah cukup dengan mengirimkan tim perwakilan tiap-tiap sekolah.

Ia menambahkan, seluruh peserta jalan santai ini nampak sangat gembira mengikutinya, karena selain ada hadiah yang diperebutkan juga disemarakan dengan hiburan musik dari irgan tunggal.

Setiap peserta jalan santai, setiap regunya mendapatkan satu kupon hadiah yang nantinya akan diundi setelah kegiatan selesai sehingga hadiah ini menjadi daya tarik untuk para peserta.

“Jadi sambil berolahraga mereka yang beruntung akan mendapat hadiah yang menarik, “terangnya.

Salah seorang guru SDN 2 Mekarsari, Holis, mengatakan, walau pun 20 siswanya yang mewakili sekolahnya tidak beruntung mendapat hadiah, tapi para siswa nampaknya sangat antusias dan senang untuk ikut menjadi perserta.

“Walau tahun ini tidak mendapat hadiah, tapi kegiatan jalan santai ini selain menjadi kegiatan olahraga juga bisa dijadikan ajang silaturahmi siswa antar sekolah. “imbuhnya. (RASIMUN)

DIDUGA SETELAH MENYANTAP MAKANAN PADA HAJATAN, SEJUMLAH WARGA SINDANGJAYA ALAMI KERACUNAN

MANGUNJAYA-Sekitar 30 orang lebih warga Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, alami keracunan.  Beberapa warga mengalami muntah-muntah dan (maaf) mencret-mencret bahkan harus dibawa ke Puskesmas Mangunjaya atau klinik terdekat.

Menurut sala seorang warga, Pawit, ini bermula saat korban keracunan tersebut menyantap makanan pada acara hajatan khitanan salah seorang warga di Rt 40 Rw 09.

Saat dikonfirmasi ke pihak puskesmas, menurut salah seorang petugas, pihaknya belum bisa memastikan, apakah warga yang muntah-muntah tersebut akibat keracunan makanan atau bukan.

“Kami belum bisa pastikan itu karena harus melalui uji labolatorium dulu, “terangnya.(20/8)

Sementara Kepala Desa Sindangjaya, Dadan, membenarkan sebagian warga Rt 35, 36 dan Rt 40 mengalami muntah-muntah setelah menghadiri acara khitanan tetangganya. Namun saat disoal penyebab keracunan, Dadan juga belum bisa memastikn penyebabnya.

“Ini harus dibuktikan dulu secara medis melalui uji lab, “ungkapnya.

Sebagian korban yang dirujuk baik ke Puskesmas Mangunjaya dan klinik, diantaranya, 1. Saryanto,  Pawit, Paiman, Tusiran, H.  Ujang, Tukiman,  Imin, Sarimin, Irin dan Emuh. (Tn)

SYARMADANI: " DI PANGANDARAN PERLU ADANYA PENGUATAN KETAHANAN EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA”

PANGANDARAN-Ditengah-tengah gencarnya isyu perpecahan dan disintregasi bangsa serta maraknya berita hoaks yang beredar, hingga muncul kerusuhan di beberapa daerah termasuk yang paling aktual di Manoukwari Papua, semua kondisi itu tentunya bukan tanpa sebab. Banyak kasus-kasus yang menjadi penyebabkan retaknya ras, suku dan golongan atau malah memudarnya nilai-nilai kesadaran terhadap perekonomian, sosial budaya dan kearipan lokal, maka perlu adanya pemahaman untuk hal itu.

Demikian dikatakan Direktur Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya Kementrian Dalam Negeri,  Syarmadani M.Si,  dalam uraiannya pada acara Komunikasi Sosial dan Pembahasan Isu-isu Strategis Bidang Ekonomi dan Bidaya di Hotel Aquarium Pangandaran.(20/8)


“Di pangandaran ini juga ketahanan ekonomi perlu ditingkatkan agar terus meningkat, “ungkapnya.

Selain itu, lanjut Syarmadani, banyaknya tindak korupsi, peredaran narkoba dan masalah sosial lainnya di masyarakat secara umum yang juga dapat memicu lemahnya ketahanan dan persatuan bangsa.

“Dari sektor ketahanan unit terkecil, keluarga,  juga perlu diperhatikan dan jangan sampai anak terlibat dengan narkoba dan tindak buruk lainnya. “tutur Syarmadani.

Acara yang dihadiri beberapa utusan Kesbangpol dari beberapa Kabupaten di Jawa Barat, antara lain,  Kabupaten Cirebon, Ciamis, Pangandaran dan Kota Banjar, ditutup dengan beberapa saran dan nasehat dari Syarmadani, agar semua yang dikerjakan jadi ladang ibadah.

“Bantulah pemerintah dengan masukan yang positif serta jangan dibiarkan bila ada yang salah karena kebijakan yang tidak tepat akan merugikan semua, “imbunya.

Sementara menurut salah seorang peserta, perlunya kebijakan yang arif dalam perokonomian agar tidak terjadi kesenjangan yang mencolok. Baik pengusaha atau pedagang kecil perlu mendapatkan tempat yang layak karena ini bentuk sosial yang berorientasi ekonomi kerakyatan. (HARIS F)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN