DARI 93 DESA DI KABUPATEN PANGANDARAN, TAHUN INI BARU 7 DESA YANG SUDAH LUNASI PBB

CIJULANG - jika pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) melebihi dari tanggal 30 September 2019, maka wajib pajak akan terkena denda. Oleh karena itu Kepala desa dan camat di kabupaten Pangandaran harus proaktif untuk segera menarik dan melunasi PBB tahun 2019.

Demikian dikatakan Kepala BPKAD kabupaten Pangandaran, Drs. Hendar Suhendar, S, MM,  ketika diwawancarai PNews di ruang kerjanya.(20/8)

Pendapatan pajak bumi dan bangunan, kata Hendar, merupakan sumber keuangan pertama untuk pembangunan di desa melalui BANKEU bagi hasil Alokasi Dana Desa (ADD). Dan jika pembayaran PBB lancar dan maximal, pasti pencairan hak untuk desa akan lancar

“Sampai tanggal 12 Agustus lalu, dari 93 desa yang ada di Pangandaran tercatat baru 7 desa yang sudah melunasi pembayaran PBB, "jelasnya.

Hendar mengatakan, pembayaran PBB tahun ini baru mencapai 63 % dari target sebesar Rp. 16 milyar.

Hendar juga menyebutkan desa mana saja yang sudah melunasi PBB tahun 2019 ini, diantaranya, Desa Kertayasa, Kondangjajar, Parakanmanggu, Bojongsari, Cimindi dan desa pagerbumi.

“Bagi desa-desa yang belumlunas, camat dan kepala desa harus segera melakukan penarikan dan melunasi PBB seceaptnya karena batas waktunya hampir habis, “tegasnya. (ANTON AS).

RATUSAN SISWA DAN PEMUDA SE-KECAMATAN CIMERAK IKUTI JALAN SANTAI HUT RI KE 74

CIMERAK-Sudah jadi agendar rutin setiap menjelang peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan, masyarakat di seluruh pelosok negeri mengadakan berbagai kegiatan. Mulai dari tua, muda bahkan anak-anak pun tidak ketinggalan.

Seperti kegiatan yang dilaksanakan Korwil Pendidikan Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, pada tanggal 8 Agustus 2019  lalu mengadakan jalan santai yang diikuti para siswa perwakilan dari berbagai sekolah. Kegiatan ini yang diprakarsai PGRI, K3S dan pemerintah kecamatan, selain  diikuti para siswa SD, SMPN, MTS dan SLA juga diikuti seluruh pegawai dari berbagai intansi dan pemuda se-Kecamatan Cimerak.

Dengan garis start dimulai dari Kantor Kecamatan Cimerak menuju jalan Cilele dan kembali ke finish di Kantor kecamatan.

“ Kegiatan seperti ini hampir setiap tahun dalam rangka ikut memeriahkan hari kemerdekaan, rutin dilaksanakan, “ujar salah seorang panitia.

Dan tentunya, katanya lagi, kegiatan ini tidak mengganggu kegiatan belajar secara langsung karena karena tidak semua siswa diwajibkan mengikuti tapi sekolah cukup dengan mengirimkan tim perwakilan tiap-tiap sekolah.

Ia menambahkan, seluruh peserta jalan santai ini nampak sangat gembira mengikutinya, karena selain ada hadiah yang diperebutkan juga disemarakan dengan hiburan musik dari irgan tunggal.

Setiap peserta jalan santai, setiap regunya mendapatkan satu kupon hadiah yang nantinya akan diundi setelah kegiatan selesai sehingga hadiah ini menjadi daya tarik untuk para peserta.

“Jadi sambil berolahraga mereka yang beruntung akan mendapat hadiah yang menarik, “terangnya.

Salah seorang guru SDN 2 Mekarsari, Holis, mengatakan, walau pun 20 siswanya yang mewakili sekolahnya tidak beruntung mendapat hadiah, tapi para siswa nampaknya sangat antusias dan senang untuk ikut menjadi perserta.

“Walau tahun ini tidak mendapat hadiah, tapi kegiatan jalan santai ini selain menjadi kegiatan olahraga juga bisa dijadikan ajang silaturahmi siswa antar sekolah. “imbuhnya. (RASIMUN)

DIDUGA SETELAH MENYANTAP MAKANAN PADA HAJATAN, SEJUMLAH WARGA SINDANGJAYA ALAMI KERACUNAN

MANGUNJAYA-Sekitar 30 orang lebih warga Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, alami keracunan.  Beberapa warga mengalami muntah-muntah dan (maaf) mencret-mencret bahkan harus dibawa ke Puskesmas Mangunjaya atau klinik terdekat.

Menurut sala seorang warga, Pawit, ini bermula saat korban keracunan tersebut menyantap makanan pada acara hajatan khitanan salah seorang warga di Rt 40 Rw 09.

Saat dikonfirmasi ke pihak puskesmas, menurut salah seorang petugas, pihaknya belum bisa memastikan, apakah warga yang muntah-muntah tersebut akibat keracunan makanan atau bukan.

“Kami belum bisa pastikan itu karena harus melalui uji labolatorium dulu, “terangnya.(20/8)

Sementara Kepala Desa Sindangjaya, Dadan, membenarkan sebagian warga Rt 35, 36 dan Rt 40 mengalami muntah-muntah setelah menghadiri acara khitanan tetangganya. Namun saat disoal penyebab keracunan, Dadan juga belum bisa memastikn penyebabnya.

“Ini harus dibuktikan dulu secara medis melalui uji lab, “ungkapnya.

Sebagian korban yang dirujuk baik ke Puskesmas Mangunjaya dan klinik, diantaranya, 1. Saryanto,  Pawit, Paiman, Tusiran, H.  Ujang, Tukiman,  Imin, Sarimin, Irin dan Emuh. (Tn)

SYARMADANI: " DI PANGANDARAN PERLU ADANYA PENGUATAN KETAHANAN EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA”

PANGANDARAN-Ditengah-tengah gencarnya isyu perpecahan dan disintregasi bangsa serta maraknya berita hoaks yang beredar, hingga muncul kerusuhan di beberapa daerah termasuk yang paling aktual di Manoukwari Papua, semua kondisi itu tentunya bukan tanpa sebab. Banyak kasus-kasus yang menjadi penyebabkan retaknya ras, suku dan golongan atau malah memudarnya nilai-nilai kesadaran terhadap perekonomian, sosial budaya dan kearipan lokal, maka perlu adanya pemahaman untuk hal itu.

Demikian dikatakan Direktur Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya Kementrian Dalam Negeri,  Syarmadani M.Si,  dalam uraiannya pada acara Komunikasi Sosial dan Pembahasan Isu-isu Strategis Bidang Ekonomi dan Bidaya di Hotel Aquarium Pangandaran.(20/8)


“Di pangandaran ini juga ketahanan ekonomi perlu ditingkatkan agar terus meningkat, “ungkapnya.

Selain itu, lanjut Syarmadani, banyaknya tindak korupsi, peredaran narkoba dan masalah sosial lainnya di masyarakat secara umum yang juga dapat memicu lemahnya ketahanan dan persatuan bangsa.

“Dari sektor ketahanan unit terkecil, keluarga,  juga perlu diperhatikan dan jangan sampai anak terlibat dengan narkoba dan tindak buruk lainnya. “tutur Syarmadani.

Acara yang dihadiri beberapa utusan Kesbangpol dari beberapa Kabupaten di Jawa Barat, antara lain,  Kabupaten Cirebon, Ciamis, Pangandaran dan Kota Banjar, ditutup dengan beberapa saran dan nasehat dari Syarmadani, agar semua yang dikerjakan jadi ladang ibadah.

“Bantulah pemerintah dengan masukan yang positif serta jangan dibiarkan bila ada yang salah karena kebijakan yang tidak tepat akan merugikan semua, “imbunya.

Sementara menurut salah seorang peserta, perlunya kebijakan yang arif dalam perokonomian agar tidak terjadi kesenjangan yang mencolok. Baik pengusaha atau pedagang kecil perlu mendapatkan tempat yang layak karena ini bentuk sosial yang berorientasi ekonomi kerakyatan. (HARIS F)

WARGA ANTUSIAS SAKSIKAN KEMERIAHAN PERINGATAN KEMERDEKAAN KE 74 DESA MEKARSARI

CIMERAK-Bertempat di lapangan sepak bola, Desa Mekarsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran laksanakan kegiatan memperingatan Hari UlangTahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 74. Kegiatan Hari Proklamasi ini berlangsung meriah dengan berbagai macam kreasi warga yang ditampilkan dari masing-masing dusun.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Kepala Desa Mekarsai, dengan pemimpin Upacara, salah seorang stap pemerintahan Desa Mekarsari, Ujang.

Upacara pengibaran bendera 17 Agustus 2019 yang diikuti perangkat desa,BPD, MUI, Kader Pos Yandu dan PKK, Karang Taruna, Guru PNS dan Non PNS serta siswa sekolah yang ada di Desa Mekarsari. Sementara beberapa siswa SMPN 3 Cimerak menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dibantu tim Obade siswa-siswi dari MTS Al Hikmah.

Bukan saja peserta upacara, masyarakat desa pun menyambut antusias dengan mendatangi lokasi upacara ingin menyaksikan keseruan aneka tampilan kreasi tiap-tiap dusun yang diarak di tengah lapangan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Mekarsari, Rohimat, menyampaikan, kegiatan ini merupakan yang terakhir menjadi insfektur upacara pada peingatan HUT Kemerdekaan. Pasalnya, ia sebentar lagi akan habis masa tugasnya sebagai kepala desa.

“Saya ucapkan terimakasih pada semua yang terlibat dalam kegiatan 17 agustus ini, juga kepada seluruh warga yang sudah penuh semangat mengikuti acara ini, “kata Rohimat.(17/8)

Rohimat mengatakan, kemajuan dari tahun ke tahun selama jadi kepala desa ini merupakan sinergitas antara pemerintahan desa dan warga yang diwujudkan dalam kerja gotong-royong dan kebersamaan.

Tentunya saya tidak punya arti apa-apa tanpa dukungan dari seluruh elemen masarak Mekarsari, “imbuhnya.

Sepeti diketahui, Desa Mekarsari merupakan desa yang letaknya paling barat di Kabupaten Pangandaran, berbatasan dengan Kabupaten Tasiklamaya. Tapi walau lokasinya jauh terpencil,  pembangunannya sangat pesat karena kerja pemerintahan dan warga desa. (RASIMUN)



PENAMPILAN KREASI SISWA SEMARAKAN KENAIKAN DAN PELEPASAN SISWA SDN 2 MEKARSARI

CIMERAK-Dengan memanfaatkan halaman sekolah yang luas dan rindang serta menampilkan kreasi para siswa yang dipandu guru pembimbing, SDN2 Mekarsari Desa Mekarsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, laksanakan kenaikan dan pelepasan siswa kelas VI. (19/8)
Selaian dihadiri keluarga besar SDN 2 Mekarsari, acara yang dimulai sekitar jam 8.00 dihadiri semua orang tua siswa, Pengawas dari Korwil Pendidikan Kecamatan Cimerak, Kepala Desa Mekarsari dan ,Ketua Komite.

Pada kesemptan sambutannya, Kepala Desa Mekarsari, Rohimat, mengajak warganya yang mempunyai anak usia sekolah agar terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

”Dengan cara mendatangi ke stiap rumah, kami himbau agar anak-anak Desa Mekarsari untuk bersekolah, “kata Rohimat.

Rohimat juga menyampaikat pentingnya menanamkan rasa disiplin pada anak ini harus dimulai sejak dini, sehingga anak pun bisa menjadi generasi yang cerdas dan santun.

Sementara Kepala SDN 2 Mekarsari Maman, SPd, meyampaikan permohonan maaf pada seluruh orang tua siswa atas segala kekurangannya pihak sekolah dalam mengajar dan mendidik putra putinya, serta menyarankan agar selepas lulus dari Sekolah dasar ini anak-anak bisa terus melanjutkan ke tingkat SLTP, SLTA dan seterusnya.

Menurut Maman, dengan melengkapi fasilitas sekolah yang dibutuhkan siswa, seperti Gedung Perpustakaan lengkap dengan  ratusan buku-buku, lapang voly, basket, sepak bola, alat musik, tempat parkir, tempat cuci tangan, WC, halaman yang luas,  sehingga membuat betah dan nyaman siswa dan guru pun mengikuti proses belajar mengajar. Dan semua sarana dan prsarana ini tentunya bantuan dari pemerintah melalui program Bos dan Pangandaran Hebat (Pahe).

“SDN 2 Mekarsari dengan jumlah siswa sebanyak 121 dengan tenaga pengajar 4 Guru PNS 3 non PNS dan ditambah 1 penjaga sekolah, “terang Maman. (RASIMUN)












HUT RI KE 74 POLSEK PADAHERANG GELAR ISTIGHOSAH DAN YASINAN

Add caption
PADAHERANG-Dalam rangkaian acara penyambutan Hari Kemerdekaan ke 74, beberapa hari lalu Polsek Padaherang melaksanakan istigosah dan yasinan yang dipimpin langsung Kapolsek, AKP. Edih Permana, serta dihadiri seluruh anggota polsek dan masyarakat di sekeliling kantormapolsek Padaherang. (15/8)

Pembacaan doa’ dan dzikir serta pembacaan surat yassin, yang dipimpin Penyuluh Agama Islam(PAI) Padaherang, Ustadz Nana, berjalan hidmat dengan penuh rasa sukur.

 “Selain untuk mendoa’kan para pahlawan, kegiatan istigosah ini untuk memohon barokah, khususnya untuk seluruh masyarakat Padaherang, “ungkap Edih.

Edih berharap, kegiatan doa dan dzikir bersama bisa terus dilakukan pada momen-momen lainnya, karena ini merupakan kegiatan keagamaan yang sangat positif dan bermanfaat.

“Mudah-mudah ini semua bisa menjadi ladang amal kebaikan kita semua, amin. “pungkasnya. (NANA HOERUMAN)

KREASI PAKAIN ADAT SUNDA MERIAHKAN HUT KEMERDEKAAN KE 74 DESA SINDANGSARI

CIMERAK-Upacara Peringatan Hari Proklamasi 17 Agustus 2019  di Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran di pusatkan di lapangan  utama sepak bola.(17/8)

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Camat Kecamatan Cimerak, Atang Kuncara, S.Ip, dengan dikuti peserta upacara, diantaranya, Kepala dan stap Pemerintahan Desa Sindangsari, BPD, MUI desa, Kader  Pos Yandu, Ibu-ibu PKK, Ormas, Karang Taruna dan  RT RW se-Desa Sindangsari.

Usai upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 74 ini juga dilanjutkan dengan berbagai tontonan hasil kreasi masyarakat dari 6 dusun, seperti, upacara adat,membawa dongdang, replika kapalan, robot, kelompok tani dengan hasil pertaniannya, perang-perangan dan kreasi lainnya. Tentu saja kemeriahan ini menjadi hiburan dan tontonan masyarakat yang dengan antusias mengikutinya hingga akhir acara.

Seperti yang ditampilkan Dusun Mekarjaya dengan iring-iringan ibu-ibu memakai pakaian adat daerah hasil karya kepala Dusun, Dani Adiwijaya dan istrinya Ratih.

“Kami bekerja sama dengan seluruh warga dusun, karena tanpa kebersamaan semua ini tidak akan terwujud, “ungkao Dani.

Sementara penampil lain, siswa-siswi SMPN 3 Cimerak, tidak mau ketinggalan untuk menampilkan kreasi pakaian pengantin yang dipergakan dua orang siswa, Neng Rissa Affira Dewi dan Yudi, yang lengkap diiringi dayang-dayangnya dan para ponggawa bak di sebuah kerajaan.

“Ke depan, kami kami akan menampilkan kreasi-kreasi sunda lainnya yang lebih hebat, “ungkap salah seorang tokoh budaya Dusun Mekrarsari, Juseng. (RASIMUN)




PASKIBRA SMKN KARANGJAYA SUKSES BERTUGAS PADA HUT RI KE 74 2019

TASIK NEWS-Hasil panitia seleksi akhirnya memutuskan sejumlah siswa SMK Negeri Karangjaya terpilih mejadi Pasuka Pengibar Bendera (Paskibra) dan korp musik Drum Band pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2019, Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Kepala SMK Karangjaya, Jujun Nugraha S.Pd,MM, ini berkat keseriusan dan kerja keras sehingga bisa sukses bertugas pada hut ri ke 74 tahun 2019.
.
“Tentunya kami sangat bahagia karena ini merupakan sebuah prestasi yang sangat membagakan kami, “ ungkapnya.(17/8)

Jujun yang ditemui usai mengikuti upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 74, di Kecamatan Karangjaya, mengatakan, dibawah bimbingan guru pembina Abdul Ajiz dan Diki  Anwar serta dengan dukungan semua pihak menjadi penentu keberhasilan ini.

“Dari mulai baris-berbaris hingga pengibaran bendera, anak-anak sangat baik dan disiplin. “kata Jujun.

Begitu juga dengan korp musik drum band, menurut Jujun, semuanya berjalan rapi tanpa sedikit pun kesalahan mengiringi jalannya rangkaian upacara.

Jujun juga mengatakan, selama kurang lebih 2 minggu siswa yang terpilih masuk paskibra ini mendapat latihan dari para senior dan pelatihnya, sehingga dalam pelaksanaannya pun bisa sukses dan berjalan baik.

“Selain bisa menjadi kebanggaan sekolah, semoga ini juga dapat memotivasi siswa yang lainnya di kemudian hari, “imbuhnya. (ANWARWALUYO)


KODIM 0613 CIAMIS TURUNKAN PULUHAN PERSONIL UNTUK UPACARA HUT RI KE 74 KAB. PANGANDARAN

Letkol Arm Tri Arto Subagio
PARIGI-Ditemui secara terpisah usai mengikuti upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 74 Kabupaten Pangandaran di alun-alun Parigi, saat diminta komentarnya, Komandan Kodim 0613 Ciamis Letkol Arm Tri Arto Subagio, kepada awak media, mengatakan, untuk upacara peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini,  kodim 0613 ciamis diberikan kehormatan untuk menjadi tim 45.

“Tahun lalu dari Polres Ciamis, jadi kami bergiliran, “terangnya.(17/8)

Tri mengatakan, tim 45 serta sepuluh orang pelatih yang diambil dari kodim dan anggota koramil di wilayah Kabupaten Pangandaran dengan komadan kompinya dari Danramil Parigi, bersama pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Pangandaran, selama seminggu lebih menggelar latihan dan persiapan untuk upacara bendera ini.

“Dan Alhamdulillah semuanya berjalan baik dan lancar, “kata Tri.

Lebih jauh Tri, mengatakan, dengan hikmah peringatan Hari kemerdekaan ini, diharapkan Kabupaten Pangandaran sebagai kabupaten termuda di Jawa Barat, semakin maju dengan terus menggali berbagai potensi yang ada di daerah.

“Terutama potensi wisata bisa menjadi destinasi wisata dunia, “pungkasnya. (PNews)

DESA CIKUPA LAKSANAKAN UPACARA PERINGATAN 17 AGUSTUS DI TINGKAT DESA

TASIK NEWS-Dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan ke 74 tahun 2019 ini, diharapkan bisa mengingatkan semua pada jasa-jasa pahlawan yang telah berjuang matian-matian untuk merebut kemerdekaan.

Demikian disampaikan Kepala Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Yudha Heryadhi, dalam sambtannya pada upacara peringatan hari kemerdekaan ke 74 yang digelar di  lapangan sepak bola Cikupa.(17/8)

"Setiap tahun kita peringati hari kemerdekaan ini agar tetap bisa mengenang dan menghargai jasa-jasa pahlawan kita. “ungkapnya.

Selain dihadiri masyarakat, upacara 17 agustus ini juga turut dihadiri unsur pemerintah desa, Lembaga Desa, BPD, Karangtaruna, Babinsa, Babinmas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Sekolah TK, PAUD, SD, SMP, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan yang digelar di tingkat desa ini, ditunjuk beberapa pelajar asal Desa Cikupa untuk menjadi petugas pasukan Pengibaran Bendera (Paskibra).
*ANWARWALUYO*

PIMPINAN UPACARA HUT KEMERDEKAAN RI KE 74, BUPATI PANGANDARAN AJAK MASYARAKAT TAULADANI PAHLAWAN

PARIGI-Bertindak menjadi insfektur upacara, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, pimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 74, yang dilaksanakan di alun-alun Parigi.(17/8)

Upacara 17 agustus ini diikuti ratusan peserta upacara, antara lain, Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, Wak Polres Ciamis Kompol Lalu Wira Sutriana K, Komandan Kodim 0613 Ciamis Letkol Arm Tri Arto Subagio, Kejaksaan Ciamis, Pimpinan dan anggota DPRD Pangandaran, Sekda dan ASN lingkup Pemkab Pangandaran, MUI, tokoh masyarakat dan peserta lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, semua harus mengikuti semangat para pahlawan yang telah rela berkoban dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Dan sekarang menjadi tanggungjawab semua untuk mengukir sejarah dalam peradaban baru untuk maju tanpa mengorbankan harga diri dan jati diri.

“Api semangat dalam diri kita tidak boleh padam, karena ini merupakan jati diri sejati kita sebagai bangsa yang tidak pernah gentar dan surut ke belakang, “tegas bupati.

Pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 74 ini, kata bupati, dengan tema Pangandaran Hebat menjuju SDM unggul Indonesia Maju, diperlukan kerja hebat yang penuh dengan keikhlasan untuk memajukan Pangandaran, merupakan kerja nyata dan penghormatan bagi perjuangan para pahlawan.

“Saya dan wakil bupati sudah 3 tahun 6 bulan bersama-sama stake holder dan seluruh masyarakat, kita berjalan on the track menuju Pangandaran hebat dan menjadikan Kabupaten Pangandaran sebagai wisata berkelas dunia. “imbuh bupati.

Bupati juga mengatakan, walau beberapa keberhasilan yang telah diraih tapi ada PR besar yang masih tetap harus dikerjakan, seperti masalah pendidikan, kesehatan, kemiskinan, perbaikan infrastruktur dan persoalan lainnya. Dan ini tentunya menjadi tantangan untuk bekerja lebih keras lagi, karena penanganan semua ini harus berkelanjutan.

Bupati menambahkan, ia merasa bersukur karena rasa persatuan, kebersamaan dan kerja keras warga Pangandaran sangat luar biasa, sehingga hasilnya pun, seperti pertumbuhan ekonomi, masuknya infestai dan sektor positif lainnya berkembang secara masif.

Di akhir sambuatannya, bupati juga berkesempatan mengutip pidato proklamator Bung Karno, yang diucapkan pada peringatan Hari Pahlawan tahun 1961, Apabila di dalam seseorng masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat kebaikan, maka jaminan orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkahpun.  (PNews)

ADA PERBAIKAN JEMBATAN CIKIDANG, BUPATI PANGANDARAN MINTA MAAF PADA MASYARAKAT PENGGUNA JALAN

PARIGI-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, memohon maaf kepada masyarakat pengguna jalan raya, karena untuk beberapa waktu terganggu dengan proses pengerjaan jembatan Cikidang di Dusun Bojongsari Desa Babakan Kecamatan Pangandaran.

Sebenarnya beberapa antisipasi, kata bupati, sudah dilakukan, dantaranya dengan meminta kepada pihak kontraktor untuk memasang 2 jembatan sementara.

“Tapi kalau dipasang dua jembatan balley, Pmkab Pangandaran harus mengeluarkan anggaran sekitar Rp. 500 juta untuk pembebasan lahan karena pemerintah pusat tidak menyediakan anggaran pembebasan tanah, “terang bupati.(15/8)

Jembatan Cikidang yang di bangun sekitar tahun 1973 ini, kata bupati, memang sudah saatnya diperbaiki, karena selain usianya sudah tua juga untuk antisipasi banjir jika air sungai Cikidang meluap.

Tidak hanya itu, lanjut bupati, turunnya anggaran dari pemerintah pusat untuk perbaikan dua jembatan, jembatan rel kereta api yang ada di Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang dan jembatan Cikidang ini, sayang jika tidak dimanfaatkan.

“Jika hal ini terjadi, maka anggaran pun akan kembali lagi dan tentunya akan sulit dimohon kembali. “jelasnya lagi.

Kepada awak media di ruang kerjanya, bupati juga mengatakan, untuk antisipasi kemacetan panjang, khususnya pada hari-hari di akhir pekan. Kepada Dinas Perhubungan (dishub), bupati menyarankan agar hari jumat dan sabtu durasi waktu antri lebih lama untuk arus masuk, sedang hari minggu, waktu antri lebih lama untuk arus arah keluar Pangandaran.

Sementara alternatif lain, lanjutnya, tadinya lalu-lintas akan diarahkan ke jalan Desa Sukahurip lalu ke Desa Purbahayu. Tapi karena ada ruas jalan tersebut sekarang sedang dalam pengerjaan perbaikan, maka dikhawatirkan proses perbaikannya akan terganggu, apalagi jika dilewati kendaraan bertonase berat.

“Sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat pengguna jalan karena sudah terganggu kenyamanan, Insaalloh dalam 2 bulan ini perbaikan jembatan Cikidang ini akan selesai. “pungkasnya. (PNews)

SAMBUT HUT KEMERDEKAAN KE 74, WARGA TENJOSARI BAHU MEMBAHU KEMBANGKAN KREATIVITAS

TASIK NEWS-Seperti desa-desa lainnya, Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya pun tidak mau ketinggalan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kenerdekaan RI ke 74 tahun 2019 ini.

Berbagai kreasi dan inovasi seperti yang dilakukan warga RT 03 Kapunduhan Tenjosari, yang dipimpin Unung dan Jajang, dengan membuat replika menara eifel Paris.

Menurut Unung dan Jajang, sebenarnya inovasi bisa dilakukan dengan mudah asalkan berbagai pihak saling mendukung. Karena pada dasarnya kreatif dan inovatif merupakan suatu hal bagaimana caranya anda bisa mengembangkan gagasan atau ide, dan kemudian membuatnya menjadi hal yang bermanfaat dan menarik untuk dilihat orang lain.

Berpikir kreatif dan inovatif dalam membangun desa, ujar mereka berdua, tentunya setiap orang memiliki kemampuan untuk itu, karena kreatifitas dan inovatifasi merupakan karakteristik personal yang sudah terpatri kuat di dalam jiwa kreativitas yang dimilikinya.

“Ketika seseorang memiliki jiwa kreativitas, maka ia telah memiliki kemampuan berpikir ide gagasan  melakukan sebuah kreasi, “ujar mereka.(16/8)

Sementara Kepala Desa Cikukulu, Ateng Hidayat, saat dijumpai PNews, mengatakan, kreatifitas yang ada di masyarakat Cikukulu, bisa menjadi kebanggaan warga desa.

“Saya atas nama pemerintahan desa merasa bersukur dengan ide-ide kreatif yang ada di masyarakat, dan tentunya saya pun sangat berterimakasih, khususnya warga Tenjosari yang sudah bisa ikut berpartisipasi langsung pada pembangunan yang ada di Desa Cikukulu, “kata Ateng. (ANWARWALUYO)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN