UNJUK RASA APMPGW WARNAI PELANTIKAN 40 ANGGOTA DPRD PANGANDARAN

PARIGI-Acara pelantikan serta pengambilan sumpah dan janji anggota DPRD Kabupaten Pangandaran periode 2019-2024 hasil pemilu legislatif tahun 2018 lalu berlangsung digelar di Gedung Rapat Paripurna DPRD Pangandaran.(5/8)

Saat usai acara pelantikan ke 40 anggota DPRD tersebut, nampak di luar gedung sekelompok massa yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pangandaran Goverment Watch (APMPGW), menggelar unjuk rasa.

Dalam orasinya, koordinator aksi unujuk rasa, Dudung Nurkhotim Sai’id, menyampaikan, agar seluruh anggota DPRD Pangandaran yang baru dilantik bisa melaksanakan janji-janjinya saat  kampanye beberapa waktu lalu.

“Kami menuntut seluruh anggota DPRD yang sekarang dilantik bisa bekerja secara maksimal untuk keentingan rakyat,” tegas Dudung.

Para waki rakyat ini, masih kata Dudung, harus berani menolak segala bentuk intervensi dari pihak  mana pun serta bekerja untuk kepentingan umum dengan tidak mementingkan kepentingan pribadi, kelompok dan golongan, karena seluruh masyarakat berharap melalui anggota DPRD bisa menyampaikan aspirasa terkait pembangunan di Kabupaten Pangandaran.

“Sebagai bukti keseriusan kami terkait tuntutan ini, seluruh anggota DPRD kami tuntut agar menandatangani fakta integritas,” tegasnya.

Sementara Pimpinan Sementara DPRD Pangandaran, Asep Noordin dan M. Taufiq, saat menemui peserta aksi menyampaikan apresiasinya serta menyampaikan, aksi ini pentig dalam rangka mengawal kemajuan Pangandaran ke depan.

 “Sebenarnya semangat dan keinginan anda sama dengan kami, karena memang seluruh anggota DPRD harus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya,” katanya.

Setelah beberapa perwakilan aksi melakukan negosiasi yang disusul penandatanganan  beberapa anggota DPRD Pangandaran pada fakta integritas yang tertera dalam bentangan spanduk, masa aksi akhirnya membubarkan diri. (PNews)

,

PEMBANGUNAN MUSHALA SDN 4 PANGANDARAN BUKTI PERAN SERTA MASARAKAT PADA DUNIA PENDIDIKAN

PANGANDARAN- Masyarakat dan peningkatan mutu sekolah merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan, karena salah satu prinsip yang ada dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) partisipasi/peran serta masyarakat untuk meningkatkan mutu sekolah/pendidikan sangat dibutuhkan.

Dan peran serta masyarakat pada dunia pendidikan tersebut secara nyata ditunjukan warga Dusun Parapat Rw 03 Desa Pangandaran Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, dengan terlibat langsung dalam pembangunan mushala di SD Negeri 4 Pangandaran.


Tempat ibadat berukuran 7 x 7 meter yang diperuntukkan untuk para siswa dan guru ini dibangun murni atas prakarsa sekolah dan warga mengingat keberadaannya sangat dibutuhkan, karena selain nantinya menjadi sarana ibadah juga sebagai sarana edukasi khususnya pendidikan agama.

"Untuk pembangunan musholla ini dengan biaya sekitar Rp. 30 juta lebih ini murni dari alumni dan para donatur lainnya. “terang Kepala SDN 4 Pangandaran, Yayan.(3/8)

Yayan menambahkan, biaya pembangunan ini sama sekali tanpa bantuan dari pemerintah, karena  mungkin tahun ini belum teranggarkan untuk pembangunan musholla.

Dan pembangunan ini, kata Yayan, selain diperoleh dari sumbangan warga, 30 persen bahan bangunan diambil dari  material bekas, seperi kayu dan genting sisa dari rehab beberapa ruang kelas beberapa waktu lalu.

yayan menambahkan, ketika ia memaparkan keinginannya untuk membanguna mushala pada warga, ternyata masyarakat menyambut antusias untuk ikut berpartisipasi.

“Dan warga pun secara sukarela ikut bergotong royong membantu saat pembangunannya. “imbuh Yayan. (HARIS F)


DESA CIKAPINIS TERUS TINGKATKAN FASILITAS DAN PELAYANAN PADA MASYARAKAT

TASIK NEWS-Pemerintahan Desa Cikapinis Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, terus optimalkan sarana bangunan kantor desa. Seperti yang dilakukan tahun ini, dengan anggaran dari bantuan proviinsi (Banprov) Jawa Barat sebesar Rp. 104,2 juta, diproyeksikan untuk penambahan ruangan pemerintahan desa.

Menurut ketua TPK, Asrul Saba, pembangunan ruangan dengan ukuran 3 x 21 meter ini dharapkan akan lebih mengoptimalkan pelayanan desa pada masyarakat.

“Selain peningkatan sarana dan fasilitas lainnya, pemerintahan desa juga harus bisa meningkatkan sumber daya manusianya,”ungkap Asrul.(2/8)

Kegiatan pembangunan di Desa Cikapinis, ata Asrul, dilaksanakan dengan transparan dan pembangunannya juga selalu melibatkan warga.

“Dan saya pun sangat bangga karena warga pun selalu menyambut antusias seluruh kegiatan yang ada di desa, “imbuhnya. (ANWAR WALUYO)

POLISI TANGKAP PELAKU PELEMPARAN BATU DI POS JAGA RUMAH MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN

PANGANDARAN-Pelaku teror pelemparan rumah kediaman Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti di Kabupaten Pangandaran, akhirnya terungkap setelah pihak Polri terus melacak dan berhasil menangkapnya.

Pelaku berinisial AS (38) yang sehari-hari berprofesi sebagai penjaga rental playstation pun pada hari jumat (2/8) sekitar pukul 14.00 berhasil diciduk pihak kepolisian di rumahnya Dusun Karangsari Rt 06 Rw 03 Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran. Menurut Petugas Inavis Polres Ciamis, AS ditangkap setelah aksi ketiga kalinya merusak pos jaga rumah Menteri Susi di jalan Merdeka dengan melakukan pelemparan batu.

warga Dusun Karangsari Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran yang sehari-hari berprofesi sebagai penjaga rental playstation diduga mengalami sakit jiwa dan sering berhalusinasi.
Sementara menurut penuturan ibu pekaku, UM (66), sudah belasan tahun anaknya memang mengalami gangguan jiwa serta sering dirasuki mahluk halus dengan bisikan-bisikan gaib.

“Saya memang pernah membawanya ke orang pintar, namun secara medis anak saya belum pernah diperiksa, “ungkap UM.(2/8)

Sebelum kejadian pelemparan rumah Menteri KKP, UM mengatakan, pelaku juga pernah melempari rumah tetangga di sekitar tempat tinggalnya. Tapi karena tetangganya sudah memaklumi kondisi AS, maka hal tersebut tidak dipersoalkan.

Kaka pelaku, ET (45) menambahkan, halusinasi yang sering merasuki adiknya ini, ia menganggap keluarga dan tetngga yang meninggal disebabkan santet, seperti yang pelaku tulis dalam akun facebook-nya, "Diandra Samudra", AS mennulis Menteri Susi sebagai pelaku santet.

Tapi, lanjut ET, ia tidak tahu dan tidak mengerti kenapa adiknya membenci Ibu Susi. Karena setahu ET adiknya tidak mengenal dekat dan tidak memiliki urusan pribadi dengan Ibu Menteri. “terang ET.
"Mungkin karena pengaruh berita-berita hoaks di internet, karena hampir setiap hari kerja AS hanya minum kopi, merokok dan main HP, “imbuhnya.

Salah seorang tetangga pelaku, Febi, membenarkan, AS memang selama ini dikenal tidak suka bergaul dan pribadinya sangat tertutup dan hanya denga beberapa orang saja sehari-harinya ia bicara.
Sebelum kerja di playstation, lanjut Febi, AS juga pernah kerja di sablon kaos milik saudaranya dan dengan teman satu pekerjaan pun memang AS tidak pernah banyak bicara, kalau waktu kerja selesai ia pun langsung pulang.

“Memang benar AS pernah melempari rumah tetangga, tapi kami pun sudah maklum dengan kondisi kejiwaan pelaku, sehingga kami pun tidak bertindak apa-apa. “terang Febi.

Seperti diketahui, sekitar jam 1 malam terjadi pelemparan batu ke pos jaga PT ASI Pudjiastuti Aviation di rumah kediaman Menteri Kelautan dan Parikanan. Dan menurut keterangan salah seorang petugas keamanan, Hendrawan, lemparan tersebut merusak kaca di pos keamanan.

Pada saat kejadian, kata Hendrawan, ia sedang berada di ruangan resepsionis untuk charger hp karena kebetulan di pos sedang diperbaiki.

Tiba-tiba saja terdengar suara pecahan kaca di depan, dan setelah didekati ia ternyata bunyi pecahan kaca tersebut berpusat di bangunan pos keamanan.

"Saya lihat kaca di pos security sudah pecah, tapi saya sempat melihat ada seorang pengendara motor menggunakan helm tengah melaju pas lampu merah beberapa meter dari pos security yang diduga sebagai pelakunya." ujarnya. (Tn-PNews)




BUPATI PANGANDARAN TUTUP KEGIATAN KKN MAHASISWA POLITEKKES KEMENKES TASIKMALAYA

SIDAMULIH-Dalam penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2019 Politekkes Kemenkes Tasikmalaya, Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dunia pendidikan untuk melaksanakan salah satu tugas akademisinya di Pangandaran.
Dia usianya yang masih muda, kata bupati, Kabupaten Pangandaran sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan.

“Sekarang kami sedang fokus pada empat skala perioritas, “ungkap bupati.(1/8)

Keempat skala perioritas itu, kata bupati, antara lain, perbaikan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan penataan pariwisata.

Dikatakan bupati, hingga tahun ini perbaikan infrastruktur jalan sudah mencapai 83 %, pembangunan 11 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) bertarap hotel bintang dari rencana 15 puskesmas dan tahun ini juga pentaan wisata di awasan pantai timur dan barat Pangandaran, yang  pembangunanya langsung didesain oleh gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sehingga di dua kawasan pantai tersebut nantinya seperti pantai di Hawai.

Bukan hanya itu, kata bupati, Dan Pemkab Pangandaran pun  sudah menggelontorkan Rp. 30 milyar untuk peningkatan sarana dan mutu pendidikan.

“Untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan mulai dari tingat SD hingga SLA kami grtaiskan, sehingga masyarakat kini sudah tidak dibebani oleh biaya kesehatan dan pendidikan putra-putrinya, “kata bupati.

Masih dalam acara penutupan KKN yang dilaksaakan di aula Desa Kersaratu Kecamatan Sidamulih, bupati juga mengatakan, tahun ini pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) yang menelan biaya sebesar Rp.261 milyar dengan 173 tempat rawat inap, diharapkan dapat menjawab persolan terkait pelayanan kesehatan masyarakat yang selama ini harus ke luar daerah.

“Insaalloh, tahun depan kebijakan daerah akan berfokus pada peningkatan sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi, “jelas bupati.

Masih di tempat yang sama, direktur  Politekkes Kemenkes Tasikmalaya, menyampaikan ucapan terimakasihnya karena sekitar 2 minggu, khususnya masyarakat Desa Kersaratu bisa menerima mahasiswa yang sedang menjalankan salah satu tugas kuliahnya, KKN di tegah masyarakat.

“Khususnya dengan keramahan seluruh warga yang telah menerima 114 mahasiswa kami untuk belajar terjun langsung di masyarakat. “ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh mahasiswa sangat terkesan sekaligus bisa menimba ilmu di Desa Kersaratu yang untuk selanjutnya bisa menjadi bahan akademisi yang akan dibawa ke kampus tempat dimana mahasiswa menimba ilmu. (PNews)


SMP NEGERI 3 JATIWARAS TAHUN INI DAPAT KUCURAN DAK UNTUK REHAB LAB IPA

TASIK NEWS-Sarana merupakan salah satu penunjang  maju dan mundurnya pada lembaga pendidikan, terkadang karena kondisi bangunan sekolah sudah tidak layak, tidak jarang menjadi kendala dalam kegiatan proses belajar.

Peningkatan mutu sarana pendidikan baik lewat rehab atan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), tidak jarang menjadi kebutuhan  untuk peningkatan mutu proses belajar siswa.

Demikian halnya dengan SMP Negeri 3 Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya, beruntung tahun ini mendapat kucuran Dana AlokasiKHusus (DAK), sebesar Rp. 18 juta untuk rehab bangunan labalatorium IPA.

“Walau hanya satu ruangan tapi kami sangat senang dan berterimakasih dnga bantuan ini, “ ungkap salah seorang guru, Aan, Sp.d, mewakili kepala sekolah yang sedang mengikuti rapat di Dinas Pendidikan.(31/7)

Dikatakan Aan, diharapkan setelah proses pembangunanya selesai, semangat belajar para siswa pun akan lebih termotivasi. (JAJANG)

WARGA TOBONGJAYA APRESIASI PROGRAM PEMBAGUNAN YANG ADA DI DESA

TASIK NEWS-Geliat pembangunan di Desa Tobongjaya Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, dari tahun ke tahun sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena bukan saja tepat sasaran tapi pengerjaannya pun dilaksanakan dengan trnasparan, sehingga siapa pun dapat mengontrol selama proses pembangunan berjalan.

Seperti dalam pembuatan rabat beton pel sar air  jalan lingkungan Cihaur RT 04/01, dengan volume pekerjaan 370x1meter  yang menghabiskan biaya Rp. 72,150 ribu yang berasal dari anggaran Dana Desa (DD) tahap 2 tahun 2019, sangat diapresiasi warga yang menjadi penerima pembangunan.

Saat ditemui di kantornya, Kepala Desa Tobongjaya H. Dedi, menyampaikan, sebelum melaksanakan program pembangunan yang ada di desa pihaknya selalu malkukan musawarah dengan BPD, tokoh masyarakat dan pihak lainnya, sehingga sasaran pemabangunan pun selalu bisa diterima seluruh warga.

“Ini semua kami lakukan untuk kemakmuran warga desa, “ungkapnya.(24/7)

Bukan hanya diterima, kata Dedi, dalam pelaksanannya warga pun sangat antusias ikut berpartisipasi dengan malukan gotong-royong.

“Selaras dengan visi-misi, kami akan terus melaksanakan seluruh program pembangunan yang ada di desa. “ (ANWAR WALUYO)

WARGA KELUHKAN JALAN DI DESA PARUMASAN SUDAH 38 TAHUN KONDISINYA RUSAK

TASIK NEWS-Beberapa warga Desa Parumasan Kecamatan Sodong Kabupaten Tasikmalaya mengeluhkan buruknya infrastruktur jalan di desanya, pasalnya sudah hampir 38 tahun hingga sekarang belum ada perbaikan.

Seperti diungkapkan salah seorang warga, Ooh, sejak bupati yang dulu hinga menjabat 2 priode pun belum pernah ada perhatian, akibatnya para pengguna jalan pun harus ekstra hati-hati.

“Saya juga kasihan melihat anak-anak sekolah yang pulang dan perginya melewati jalan ini, karena tidak jarang motornya terjatuh akibat menghindari jakan berlubang, :ungkapnya,(1/8) 

 Ooh dan warga lainnya pun mempertanyakan sikap yang ditunjukan Pemkab Tasik yang hingga sekarang masih belum memperbaiki fasilitas umum ini. Karena dampak rusaknya jalan menjadi kendala arus keluar masuk desa, sehingga jalur angkutan komoditas masyarakat pun tersendat.

Menurut Ooh, beberapa media pun sudah sering menulis ini tapi entah kenapa pemkab pun terkesan tak bergeming seolah-olah membiarkan kondisi jalan yang semakin hari semakin rusak.

“Padahal pengguna alur jaan ini terbilang padat dan setiap harinya menjadi sarana transfortasi warga. “kata Ooh. (ANWAR W-MAMAT R)


PONDOK PESANTREN NURUL BAYAN CIMERAK CETAK INSAN BERKARAKTER

CIMERAK-Sejak berdirinya  tahun 1932, Pondok Pesantren Nurul Bayan di Dusun Patrol Desa Sukajaya kecamatan Cimerak kabupaten Pangandaran Jawa barat, berkomitmen untuk ikut berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa.
Pondok Pesantren Nurul Bayan Cimerak-Pangandaran

Di bawah Yayasan Nurul bayan yang dikeluarkan pada tahun 2009 lalu, pesantren ini memiliki lima lembaga pendidikan modern, antara lain, Riyadlatul Athfal, Diniyah Tifatul Awal, pondok pesantren , SMP dan SMA.

Seperti dikatakan Ketua Yayasan Nurul Bayan, Ubad Badrujaman, saat ditemui di  ruang kerjanya, pada tahun 2017 yayasan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa rumah susun sewa  yang dibangun pada tahun 2018 lalu.

Dikatakan Ubad, yayasan telah mendirikan RA, SMP dan tahun 2019 menyusul didirikan SMA, yang dalam proses pendiriannya mendapatkan bantuan dari Pemkab Pangandaran berupa satu ruang guru dan tahun 2018 satu ruang laboratorium. Dan pada tahun 2019 ini kami juga mendapat tiga ruang kelas baru dan dikerjakan secara swakelola oleh panitia lokal sekolah.

“Hingga sekarang untuk SMP mempunyai sekitar 160 siswa, dan SMA 60 siswa, yang mayoritas siswanya berasal dari luar Kabupaten Pangandaran, seperti dari Tasik, Garut, Bandung juga ada yang dari Tanggerang. “trang Ubad.(29/7)

Tujuan didirikannya SMP dan SMA, kata Ubad, untuk membantu proram pemerintah di bidang pendidikan agar nantinya siswa lulusan pondok pesantren ini tidak hanya memiliki daya saing  yang tinggi tapi juga bisa memiiliki karakter yang berahlakul karimah.

Menurut Ubda, lembaganya mewajibkan pada seluruh siswa SMP dan SMA di pondok pesantren Nurul bayan ini diwajibkan untuk tinggal di asrama karena yayasan tidak menerima siswa yang hanya sekolah saja.

“Pendidikan SMP dan SMA di sini tidak dipungut biaya, alias gratis, bahkan khusus untuk jurusan informatika setiap siswa diberi satu perangkat komputer. “imbuhnya.

Ubad juga mengatakan, hingga saat ini lembaga pendidikan yang dipimpinnya baru memiliki 9 ruang belajar, yang digunakan 3 ruang belajar untuk SMP, sehingga masih ada kekurangnya 6 ruang kelas baru.

Sementara untuk SMA, kata Ubad lagi, sekarang masih numpang di pesantren, sedangkan untuk rencana tahun depan untuk SMP dan 5 rumbel lagi, jadi tahun depan masih dibutuhkan 11 ruang kelas baru.

“Dengan kondisi seperti ini, kami berharap Pemkab Pangandaran bisa membantu untuk mempasilitas kebutuhan kami, " pungkasnya. (ANTON AS)


Yayasan Nurul bayan ini baru memiliki   " 9 ruang belajar ".  Yang 3 ruang belajar biasa dipakai SMP, jadi Kami masih kekurangnya 6 ruang kelas baru. Sementara untuk SMA masih numpang di pesantren.

Tapi jika SMP dan SMA tahun depan yang daftar itu untuk 5 rumbel lagi, jadi tahun depan kami membutuhkan 11 ruang kelas baru.

Dengan kondisi seperti ini, saya berharap pihak pemerintahan kabupaten Pangandaran mau membantu untuk mempasilitasi kebutuhan kami, " pungkasnya. (ANTON AS)



DAPAT BANTUAN DAK, TAHUN INI SMP NEGERI 3 CIPATUJAH REHAB 3 RUANG KELAS

TASIK NEWS-Suasana dan semangat belajar di SMP Negeri 3 Cipatujah, ada yang berubah. Pasalnya setelah proses rehab 3 ruang kelas selesai, kondisi sekolah pun menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

Seperti dikatakan Kepala SMPN 3 Cipatujah, Ajum, S.Pd, semangat belajar siswa pun nampak semakin bergairah.

“Dengan rehab 3 ruang kelas yang sudah kami laksanakan, kegiatan belajar mengajar pun semakin giat, ungkapnya.(30/7)

Saat ditemui di ruang kerjanya, Ajum juga mengatakan, bantuan rehab dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 sebesar Rp. 126,32 juta dengan pengerjaan 120 hari kelender kerja ini manfaatnya benar-benar sangat dirasakan seluruh warga sekolah.

Bukan hanya siswa, seluruh stake holder SMPN 3 Cipatujah  merasa bersukur dan berterimakasih, karena ketiga ruang kelas tersebut langsung bisa digunakan dan dapat langsung dirasakan manfaatnya.

“Terlebih siswa yang kebetulan menempati ruang itu, nampaknya anak-anak pun sangat senang dan semangat untuk mengikuti pelajaran.”pungkasnya. (ANWAR W-UDI RUSTANDI)

PERGANTIAN KASI PENMAD DI KEMENAG PANGANDARAN, SARAT KEPENTINGAN ?

PANGANDARAN – Penggantian Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pemad) di Kantor Kementrian Agama Pangandaran terkesan didorong oleh kepentingan-kepentingan pihak tertentu karena Surat Keputusan (SK) Plt Kasi Pemad tertanggal 25 Juli 2019 dari Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat, seperti sarat dengan beberapa kepentingan.

Seperti diungkapkan Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis-Pangandaran, Aos Firdaos, pihaknya mengendus di internal kantor Kemenag Pangandaran ada persaingan jabatan.

“Dan dugaan kami, penggantian Kasi Pemad oleh plt pun karena ada skenario itu, “ungkapnya.(29/7)
Aos mengatakan, saat pihaknya mempertanyakan hal ini ke  Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kemenag Pangandaran, menurutnya Aos, ia tidak mendapat kepastian alasan pergantian itu.
“Saat itu Kasubag hanya mengatakan tidak tahu, “kata Aos.

Sebenarnya, imbuh Aos, kinerja Kasi Pemad yang sekarang posisinya digantikan Plt, sudah membawa angin segar, terbukti ada kemajuan di beberapa madrasah berkat dedikasi dan hasil kerjanya selama ini.

“Dalam waktu yang tidak lama kami segera akan layangkan surat ke Kanwil Kemenag Provinsi jabar agar Kasi Penmad kembali bertugas di Pangandaran,"imbuh Asos.

Sementara saat dihubungi, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Pangandaran, Dadang Solihin membenarkan Kasi Penmad telah di Plt kan dan dijabat Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan dengan SK tanggal 25 Juli 2019.  Namun, menurut Dadang, ia tidak mengetahui alasan dan penyebabnya secara rinci turunnya SK tersebut.

disoal adanya persaingan di internal, Dadang pun mengelak dan memilih diam dan hanya mengatakan ia hanya menjalankan tugas saja.

“Saya benar-benar tidak tahu apa-apa, “jawabnya singkat. (PNews)

SDN TENJOSARI BERHARAP SEGERA DAPAT BANTUAN

TASIK NEWS-Sekolah yang menjadi sarana tempat menuntut ilmu para siswa sudah selayaknya membuat seluruh penghuninya merasa nyaman, sehingga proses belajar mengajar pun bisa berjalan tenang dan tidak merasa was-was.

Bukan sebaliknya seperti yang terjadi dengan kondisi SD Negeri Tenjosari di Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, yang sebagian bangunannya sudah mengkhawatirkan karena bukan tidak mungkin jika sewaktu-waktu sekolah ini ambruk dan menimpa siswa dan guru.

Seperti diungkapkan, Kepala SDN Tenjosari, Lili, S.Pd, M.Pd, ia sangat khawatir dengan keadaan sekolah tempatnya selama ini mengabdi yang sangat memprihatinkan.

“Kami gugu-guru pengajar dan para siswa, selama ini merasa terganggu dengan keadaan sekolah seperti ini, “ungkapnya.(29/7)

SDN  yang berlokasi di Desa Cikukulu ini, kata Lili, sudah lama belum mendapat bantuan baik rehab atau pun Ruang Kelas baru (RKB), sehingga ia pun berharap agar Pemkab Tasikmalaya bisa memberikan perhatian serta merespon kondisi sekolah sekarang.

“Kalau dibiarkan kondisinya seperti sekarang, kami khawatir sewaktu-waktu bangunan ini akan roboh menimpa kami, “imbuhnya. (JAJANG)

TP PKK KARANGNUNGGAL GELAR BINA WILAYAH UNTUK SELURUH PENGURUS DAN KADER

TASIK NEWS-Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, baru-baru ini menggelar kegiatan bina wilayah yang digelar di Desa Cintawangi, yang dihadiri seluruh TP PKK desa dan kader se-Kecamatan Karangnggal.

Menurut ketua TP PKK Kecamatan Karangnunggal, Hj. Yayu, yang mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Tasimalaya, maksud dan tujuan kegiatan ini untuk melaksanakan pembinaan kepada para kader dan tim penggerak PKK yang ada di 14desa, baik dalam hal administrasi, kelembagaan maupun pelaksanaan teknis 10 program pokok PKK yang  harus dilaksanakan sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Pembinaan wilayah ini kami laksanakan satu tahun sekali, “terang Yayu.(26/7)

Semangat dan motivasi ini, kata Yayu, dapat semakin eksis keberadaannya dan benar benar dapat menjadi mitra kerja pemerintah dalam melaksanakan berbagai program pembangunan, dngan cara terus meningkatkan komitmen seluruh pengurus dan kader  untuk bekerja lebih giat lagi dalam memajukan masyarakat.

“Apa pun bisa berubah tapi semangat kita untuk meningkatkan kesejahteraan harus tetap tumbuh, “imbuhnya.

Sementara menurut Camat Karangnunggal, Asep Dahlan, pihaknya sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas kehadiran seluruh pengurus kader PKK, serta dedikasi selama ini untuk kemajuan TP PKK Karangnunggal.

“Baik secara pribadi atau pemerintah, saya sangat bangga dengan sambutan yang sudah ditunjukan warga untuk mengikuti acara bna wilayah ini, “ungkapnya. (ANWAR WALUYO)


TRADISI PAWAI JAMPANA MERIAHKAN HUT KABUPATEN TASIK KE 387

TASIK NEWS-Untuk ikut memeriahkan acara penutupan Tasikmotekar Hari Ulang tahun (HUT) Kabupaten Tasikmalaya ke 387, beberapa waktu lalu warga desa nampak disibukan dengan berbagai persiapan untuk ikut memeriahkan pawai jampana keggiatan tahunan ini.

Jampana yang nantinya akan ditandu itu, biasanya dihiasi dengan berbagai hasil bumi dan hasil pertanian, aneka tumpeng serta makanan lainnya dan kerajinan yang melambangkan kesejahtaraan masyarakat.

Menurut salah seorang panitia, Nono Kurniawan, jampana  merupakan miniatur lambang daerah dengan segala potensinya.

“Makanan yang menghias jampanan tersebut di akhir acara biasanya akan jadi rebutan masyarakat untuk dimakan bersama-sama para peserta pawai lainnya, “ungkapnya.(28/7)

Ia menuturkan, biasanya dalam pawai
berkeliling jampana tersebut ditandu oleh empat orang dengan memakai pakaian adat serta hiasan lainnya dengan diirngi suara tabuhan bedug, angklung dan alat musik sunda lainnya,

Dan kegiatan pawai jampana ini, kata Nono, merupakan acara panutupan seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-387 Tasikmalaya yang nantinya akan mendapatkan penilaian siapa yang paling kreatif dan paling unik.

Kegiatan tradisi yang sudah turun menurun ini tentunya, kata Nono lagi, mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan rencananya ini akan jadi agenda kegiatan tahunan.

“Pawai jampanan ini ternyata disambut antusias masyarakat dari 351 desa di 39 kecamatan.”pungkasnya. (ANWAR W)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN