MEMASUKI MINGGU KE III RAMADHAN, HARGA-HARGA DI PASAR PANANJUNG MASIH STABIL

PANGANDARAN-Diperkiraka harga-harga sembilan bahan pokok (sembako) dalam transaksi jual-beli di Pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangadaran, hingga 2 minggu ke depan bahkan menjelang Hari Raya Idul Fitri  relatif akan stabil.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, saat melakukan kunjungan ke pasar tersebut didampingi Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, Tedi Garnida.(20/5)

Menurut Adang, meski ada beberapa jenis komoditi yang mengalamai kenaikan, seperti buah-buahan karena permintaannya mengalami peningkatan.

“Diharapkan kondisi ini bisa bertahan hingga H min 3 sampai H plus 7 setelah lebaran. “ungkapnya.

Dikatakan Adang, sebaran harga sembako ini memang tidak sama terjadi di seluruh pasar tradisional yang ada di Kabupaten Pangandaran. Contohnya, harga sebuah komoditi tertentu di pasar Cijulang tentunya tidak sama dengan di Pasar Kalipucang.

“Hal tersebut bisa terjadi karena mungkin  untuk jenis barang tersebut Pasar Kalipucang lebih dekat jaraknya ke daerah penyuplay, sehingga kost untuk transportasi pun bisa berkurang. “jelas Adang.

Sementara untuk harga beras, kata Adang lagi, hingga saat ini tidak ada kenaikan, karena perbedaan harga lebih disebabkan ada sekitar 13 jenis beras tentunya dengan harga berbeda pula yang beredar di pasaran.

Malah, lanjut Adang, berdasarkan rekapitulasi beberapa harga kebutuhan terjadi penurunan dibanding pada tanggal 16 mei lalu, seperti bawang putih yang tadinya Rp. 58 ribu per kilo menjadi Rp. 35 ribu per kilonya, cabai merah, turun dari Rp 49 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram, cabai keriting juga mengalami penurunan, dari Rp 28 ribu per kilogram menjadi Rp 25 ribu.


Begitu juga harga gula pasir yang tadinya Rp. 12 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilogramnya, sementara untuk komoditas lainnya seperti minyak goreng, daging ayam, telur, bawang merah dan beras, relatif stabil.

"Mudah-mudahan harga-harga tersebut terus stabil hingga nanti pasca idul fitri. “

Sementara menurut seorang pedagang buah-buahan, Ujang (36), harga berbagai jenis buah hampir semuanya mengalami kenaikan. Diantaranya, buah naga harga sebelum bulan puasa Rp 7.500 per kilogram, sekarang terjadi kenaikan beberapa kali lipat, mmenjadi Rp 28 ribu per kg.

Begitu juga dengan harga buah-buhan lainnya, kata Ujang, seperti Jeruk jenis kino, yang tadinya Rp 20 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 40 ribu, mangga jenis cengkir,  semula harganya Rp 18 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

“Selain jenis buah-buahan tersebut, terjadi juga kenaikan pada makanan khas takjil seperti kolang-kaling dan ubi manis, karena minat pembelinya  memang sangat tinggi, sehingga kemungkinan harga ini bisa bertahan  sampai lebaran,"kata Ujang. (PNews)

AKIBAT HUJAN DERAS DAN ANGIN KENCANG, 1 RUANG KELAS SD CILUMBA 1 AMBRUK

TASIK NEWS-Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi minggu lalu mengakibatkan sebuah ruang kelas SD Cilumba 1 di Desa Gunungsari Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya ambruk.

Menurut Kepala SD Cilumba 1, Iip Saripudi, SP,d, bangunan tembok ruang kelas tersebut diperkirakan tidak kuat menahan derasnya air hujan dan kencangnya tiupan angin, sehingga mengakibatkan roboh.

“Kami pun sudah melakukan langkah-langkah kordinasi dengan BPBD. “ungkap Iip.(15/5)
Dikatakan Iip, sebenarnya tahun ini ada rencana rehab untuk 2 ruang kelas yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), tapi sayang keburu ambruk.

“Sebenarnya ada 5 ruangan kelas yang tahun ini harus sudah direhab karena kondisinya sudh sangat mengkhawatirkan. “imbuh Iip.

Kalau dilihat kondisi bangunan sekarang, kata Iip, seharusnya 5 ruang kelas di SD Cilumba 1 ini bukan lagi harus direhab, tapi harusnya dibangun total kembali Ruang Kelas Baru (RKB). Karena jika hanya sebagian ruangan saja yang direhab, dikhawatirkan kondisi bangunan lainnya pun akan mengalami kejadian seperti sekarang.

“Sebaiknya jangan menunggu roboh dulu baru diperbaiki, “kata Iip lagi.

Iip pun berharap Pemda Tasikmalaya melalaui Dinas Pendidikan secepatnya bisa memberi perhatian dan segera menyalurkan bantuan ke SD Cilumba 1.

“Karena semua ini untuk kemajuan pendidikan anak-anak, khususnya yang ada di disini. “pungkasnya. (ANWAR W-JAJANG)

DIKHAWATIRKAN ROBOH, SDN CINTAJAYA PANCATENGAH MOHON SEGERA ADA PERBAIKAN

TASIK NEWS-Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) 9 tahun yang dicanangkan pemerintah pusat seharusnya direspon positif di setiap pemerintah daerah, karena dalam undang-undang pun tersirat, negara menjamin mencerdaskan kehidupan warganya.

Sekolah, sebuah lembaga yang dipercaya pemerintah menjadi tempat proses kegiatan belajar mengajar (KGB) seharusnya bisa memeberikan rasa aman, nyaman dan menyenangkan bagi seluruh keluarga besar pendidikan.

Ironis, bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri Cintajaya yang ada di Desa Cogreg Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, sebagai salah sarana proses pendidikan para siswa kondisinya sangat memprihatinkan karena hampir seluruh bangunan mengalami kerusakan parah dan dikhawatirkan jika sewaktu-waktu bangunan tersebut ambruk.

Nampak kerusakan terjadi diantaranya di ruang guru dan perpustakaan dengan kondisi plapon yang sudah pecah serta dinding tembok yang lapuk dan  pecah-pecah hingga menimbulkan kotoran debu. Kedua ruangan tersebut kerap bocor setiap turun hujan dan tidak bisa digunakan, bahkan salah satu ruangan kelas beberapa waktu lalu sudah ambruk.

Menurut Kepala SDN Cintajaya, Etik Aisyah, saat ditemui PNews di ruang kerjanya, mengatakan, pihaknya berharap kondisi ini bisa menjadi Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan.
“Beberapa waktu lalu sekolah kami memang sudah dikontrol, tapi hingga tahun ini belum ada realisasi kapan mau diperbaiki. “ungkap Etik.(13/5)

Etik mengatakan, bagaimana para siswa dan guru akan nyaman mengikuti proses belajar-mengajar jika keadaan ruangan kelas sudah tidak layak dan tidak bisa memberikan rasa aman.

“Sekali lagi saya berharap, mudah-mudahan pemda secepatnya menurunkan bantuan perbaikan sekolah kami. “imbuhnya. (ANWAR WALUYO)

SISWA KELAS 12 SMA MUHAMMADIYAH PANGANDARAN TAHUN INI 100 % LULUS

PANGANDARAN-Seluruh siswa sebanyak  81 orang kelas III IPA/IPS SMA Muhamadiyah Pangandaran  dipastikan seluruhnya lulus, kecuali satu orang murid karena pernah mengikuti kegiatan sekolah dan ujian.

Demikian disampaikan Wakil Kepala Sekolah dan Kesiswaan, H. Dadang,  S. Pd., M. Pd, saat di depan para orangtua wali murid,  dalam acara kelulusan kelas 12, di kampus SMA Muhamdiyah di jalan Merdeka.(13/5)

“Ada beberapa siswa yang berprestasi, diantaranya bahkan ada 4 siswa diterima di perguruan tinggi negeri. “ungkap Dadang.

Dadang berharap, para siswa lulusan ini bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Dan Dadang juga berharap, para orangtua yang sekarang mempunyai anak yang duduk di bangku kelas 9 dapat melanjutkan pendidikan sekolah lanjutan atas (SLA) ke SMA Muhamdiyah Pangandaran, karena selain sekolah dengan biaya gratis pihak sekolah pun akan memberikan kelengkapan alat sekolah, seperti tas.

“Dalam kelulusan ini pihak sekolah hanya akan memberikan surat kelulusan bagi siswa yang menandatangani pernyataan integritas yang berisi, setelah kelulusan tidak akan mengadakan konvoi kendaraan dan mencoret-coret pakaian. “tegas Dadang. (HARIS F)

AKIBAT PT AGRO MANDIRI INGKAR JANJI MASYARAKAT SUKAMAJU AKAN LAKUKAN UPAYA HUKUM

MANGUNJAYA-Akibat dibohongi berulang-ulang oleh perusahaan penggemukan sapi PT Agro Mandiri milik H. Nurhafi, Kini masyarakat melakukan upaya hukum dengan meminta bantuan pengacara, karena upaya-upaya sebelumnya tidak membuahkan hasil.

Perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran dengan statusnya kepemilikan tanahnya milik negara, menurut beberapa warga, dulu saat masyarakat diminta membubuhkan tandatangan sebagai kelengkapan perijinan, saat itu masyarakat pun pernah dijanjikan akan dibuatkan relokasi dan konpensasi tapi ternyata sampai hari ini tidak ada realisasinya. Dan akibatnya, pembuatan Ijin Membuat Bangunan (IMB) yang ke dua dan ke tiga masyarakat pun tidak ada lagi yang menandatangani untuk menyetujui.

“Sekarang warga masyarakat satu RW menolak perusahaan tersebut. “ujar salah seorang warga.(11/5)

Tidak hanya itu, masyarakat Dusun Sukamaju Desa Sukamaju RT 05 RW 08 beramai-ramai mendatangi rumah Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd,  untuk menyampaikan aspirasi terkait keberadaan PT Agro Mandiri yang ada di wilayahnya.

kepada Ketua DPRD, warga menyampaikan, sampai saat ini belum ada penyelesaian beberapa keberatan warga terhadap pihak perusahaan, terutama limbah yang sudah mengotori lingkungan. Ini yang kesekian kalinya masyarakat melakukan aksinya setelah beberapa kali di mediasi pihak kecamatan, bahkan oleh pemkab namun tak kunjung mendapatkan titik temu, sehingga sekarang masyarakat yang merasa dirugikan pun memunculkan kembali hal ini dan mendesak agar pemerintah menutup perusahaan tersebut.

Menurut salah seorang warga yang diwawancarai PNews, ditenggarai masalah pengurusan ijin, pihak perusahaan ada main dengan pemerintah daerah.
 
Saat diminta tanggapannya, Ketua DPRD, H. Iwan M Ridwan, mengatakan, ia akan  menampung seluruh keluhan masyarakat terkait hal tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah mungkin kecolongan terkait perizinan, karena di kantor perizinan ditulis status kepemilikan tanah PT Agro Mandiri tersebut adalah tanah milik pribadi, padahal nyata-nyata perusahaan tersebut berdiri di  tanah negara.

“Yang terpenting perusahaan tersebut harus taat dan patuh terhadap perundang-undangan, termasuk urusan limbah kotoran sapi yang mencemari lingkungan. “ucap Iwan.

Menurut Iwan, ini ada kelalaian pihak pemerintah, dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangandaran, pasalnya menurut pihak perusahaan ia sudah mengeluarkan retribusi pajak senilai Rp. 250 juta, dan itu, kata Iwan,  patut di telusuri.

Masih kata Iwan, pada bulan maret 2019  dinas tersebut masih mengeluarkan IMB, padahal pada bulan Nopember  2018 seluruh warga satu RW sebanyak 4 RT, blok Subang Dusun Sukamaju Desa Sukamju sudah mengajukan dan menandatangani surat keberatan dengan adanya peternakan sapi di lingkungannya.

“Kelalaian selanjutnya dari pihak dinas tidak pernah memeriksa terkait status kepemilikan tanah. “tegas Iwan.

Pada tahun 2018, lanjut Iwan, hal ini pernah dilakukan musyawarah dengan beberapa ketentuan yang harus di penuhi perusahaan, namun sampai saat ini pihak perusahaan   Penggemukan sapi milik H.  Nurhafi tersebut belum memenuhi ketentuan-ketentuan yang sesuai dengan perundang-undangan.

“Termasuk salah satunya masalah amdal. “tegas Iwan lagi. (Tn)





PEMKOT TASIK PERLU KAJI KEMBALI PENATAAN DI KAWASAN HZ ?

TASIK NEWS-Warga Tasikmalaya sering menyebutnya cukup dengan sebutan Hz, dan orang pun sudah lantas tau, dimana lokasi Hz tersebut.

Hz atau lengkapnya Jalan H. Zenal Mustofa merupakan nama jalan di jantung kota Tasik dan pusat pergerakan ekonomi masyarakat, hampir setiap hari di jalur pusat pertokoan ini jadi buruan warga untuk berbelanja. Apalagi di saat bulan ramadhan seperti sekarang, bukan hanya warga kota saja, masyarakat dari Kabupaten Tasik atau daerah-daerah sekitarnya pun ramai mengunjungi mall atau tempat belanja yang ada di hampir sepanjang jalan HZ. Mustofa.

Tapi sayang, kesemerawutan di jalur tersebut sudah menjadi pemandangan sehari-hari yang tidak bisa dihindari. Sepanjang trotoar tempat pejalan kaki pun sudah dipenuhi pedagang kaki lima, sehingga pejalan kaki pun terpaksa harus turun ke jalan berebut dengan area parkir. Belum lagi sejumlah kendaraan ekspedisi yang sibuk bongkar muat barang, hingga lengkaplah kesemerawuan kawasan tersebut.

Menurut salah seorang pengunjung asal Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya, Ujang Dahlan (56), keadaan seperti ini seharusnya sudah teratasi, sebab persoalan ini buka baru muncul beberapa buan atau tahun lalu.

“Entah sudah berapa tahun, sepanjang yang saya tau memang kondisi di Hz sudah seperti ini. “ungkapnya.(10/5)

Menjadi salah satu pusat perekonomian di wilayah priangan timur, katanya, seharusnya Pemkot Tasik terus menata serta membenahi kawasan ini. Buat regulasi, laksanakan ketegasan di lapangan dengan sanksi sebagai konsekwensi pada pelanggar aturan.

“Saya perkirakan milyaran rupiah dari transaksi perdagangan yang beredar setiap harinya di kawasan Hz ini. “ujarnya. (ANWAR WALUYO)

DADAHA JADI TEMPAT FAPORIT NGABUBURIT WARGA TASIK

TASIK NEWS-Lapang sarana olahraga Dadaha menjadi salah satu tempat ngabuburit untuk menunggu adzan magrib di bulan ramadhan, dari berbagai kalangan dan usia warga Kota Tasikmalaya, dan biasanya Dadaha mulai ramai didatangi masyarakat sejak jam 16.00 wib.

Berbagai kegiatan untuk menunggu bedug maghrib bisa dilakukan, seperti jalan-jalan, duduk sambil mendengar musik dari telepon celuller bahkan ada juga yang hanya sekedar ngobrol ramai-ramai bersama teman-teman.

Dan pada bulan ramadhan tahun ini lapangan Dadaha menjadi lebih ramai, karena Dadaha menjadi tempat diselenggarakannya kegiatan Bazar Ramadhan, sehingga sejak hari pertama puasa pengunjung yang datang pun membludak.

Menurut salah seorang pengunjung, Ramdan (21),  ia merasa senang ada tempat ngabuburit sekaligus bisa juga mecari makanan takjil pembuka puasa. Dalam satu tempat.

“Sambutan warga ternyata sangat antusias, terbukti pada hari pertama puasa pun banyak pengunjung datang ke temat ini. “ungkapnya. (6/5)

Menurutnya, Dadaha merupakan taman kota yang menjadi ruang terbuka hijau yang bisa dinikmati siapa saja dan kapan pun. Apalagi saat ramadhan tiba, Dadaha sudah menjadi salah satu tempat terfaporit yang banyak diserbu warga untuk arena ngabuburit.

“Ditambah disini pun ada disediakan berbagai hiburan di arena bazar, sehingga menunggu adzan maghrib pun semakin tidak terasa. “kata Ramdan lagi. (ANWAR WALUYO)

TARLING MENJADI AGENDA RUTIN DESA RAKSAJAYA DI BULAN RAMADHAN

TASIK NEWS-Taraweh Keliling (tarling) sudah menjadi agenda rutin pemerintahan desa, dan ini bisa dijadikan kesempatan untuk pendekatan yang lebih efektif dan efisien agar bisa lebih mengenal daerah dan lingkungan terutama kedekatan antara warga, tokoh masyarakat dengan pejabat pemerintah desa, khusus kepala desa nya.

Demikian dikatakan Kepala Desa Raksajaya Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Darmawan, kepada PNews di ruang kerjanya.(6/5)

Dan ini, kata Cecep, merupakan pembinaan kepala desa, tokoh masyarakat, MUI desa dan unsur lainya.

“Kegiatan tarling ini di jadwal kan sesuai jumlah mesjid  yang berjumlah 16 DKM yang ada di Desa Raksajaya. “terang Cecep.

Dikatakan Cecep, momentum ini cukup strategis untuk sosialisasi dan sharing informasi terkait perkembangan yang ada di lingkungan dan berharap pemdes pun bisa memantau kehidupan keagamaan warga serta kepatuhan pada nasihat para ulama dan umaro, sehingga suasana masyarakat desa tetap sejuk, aman dan kondusif.

“Pada kesempatan tarling saya pun menyempatkan menyampaikan kultum (kuliah tujuh menit-red) sebagai siraman rohani untuk kita semua. “imbuhnya.

Selain untuk meningkatkan amal ibadah, menurut Cecep, dalam tarling yang dilakukan setiap bulan ramadhan ini juga bisa dijadikan media untuk menyampaikan berbagai persoalan yang ada di masyarakat, seperti masalah pendidikan, kesehatan, kondisi sosial masyarakat, pembangunan di setiap lingkungan dan sekaligus dapt juga melihat langsung fasilitas sarana prasarana mesjid yang dikunjungi.

Insaalloh kegiatan tarling ini akan dimulai saat memasuki hari ke 5 ramadhan. “pungkasnya. (MAMAT R)

TRADISI NYEKAR KE MAKAM MENJELANG RAMADHAN, BAWA BERKAH BAGI PENJUAL BUNGA MUSIMAN

TASIK NEWS-Kebiasaan melakukan nyekar atau ziarah ke makam keluarga sudah menjadi tradisi selalu dilakukan masyarakat sebelum bulan ramadhan tiba, sehingga tidak heran di berbagai tempat pemakaman umum (TPU) terlihat masyarakat berduyun-duyun dan berdoa’ di depan makam keluarganya. Selain mendoakan keluarga mereka yang telah tiada, tradisi nyekar juga dimanfaatkan untuk merawat dan membersihkan makam serta menaburkan bunga.

Seperti pemandangan yang terlihat di area TPU Cinehel Kota Tasikmalaya, banyaknya warga yang datang untuk berziarah membuat kunjungan ke TPU tersebut meningkat beberapa kali lipat. Jika pada hari biasanya tempat pemakaman umum tampak sepi dari peziarah, kini justru padat oleh peziarah yang datang tidak hanya dari dalam kota namun juga dari luar kota.

Dan kondisi ini juga dimanfaatkan beberapa warga sekitar pemakaman untuk meraih keuntungan selama musim nyekar ini dengan berjualan bunga di depan gerbang. Bunga yang biasa digunakan untuk ditaburkan di atas makam tersebut dijual dengan harga bervariasi, dari hasil berjualan bunga tabur tersebut, seorang pedagang bahkan bisa meraup keuntungan hingga ratusan ribu Rupiah perhari.

Seperti diungkapkan salah seorang pedagang, Enah (49), baginya saat seperti ini merupakan berkah karena bisa meraih untuk Rp. 200 hingga Rp. 300 ribu per harinya.

“Biasanya saya berjualan saat menjelang bulan puasa dan hari raya lebaran. “ungkapnya. (5/5)

Enah yang kesehariannya bertugas menyapu di TPU Cinehel ini, juga mengatakan, hasil penjualan bunganya bisa menambah penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Daripada tinggal di rumah, ini kan kesempatan datang hanya 2 kali dalam setahun. ”imbuhnya. (ANWAR WALUYO)

PANTAI KARAPYAK PANGANDARAN JADI PILIHAN ACARA MUNGGAHAN KELUARGA

KALIPUCANG-Menjelang bulan ramadhan objek wisata Pantai Karapyak di Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran, dipenuhi masyarakat yang ingin memanfaatkan moment munggahan.

Ribuan masyarakat baik yang menggunakan roda empat atau pun dua, sangat terkesan menikmati tiupan udara laut smbil menikmati acara botram dengan bakar ikan yang dibeli dari pedagang yang ada di sekitar pantai.

Menurut salah seorang wisatawan asal Tasikmalaya, Pantai Karapyak dengan pemandangan pantainya yang eksotik memang sangat cocok untuk acara piknik keluarga.

Ia mengatakan, sudah menjadi tradisi keluarga setiap menjelang bulan ramadhan bersama keluraga selalu menyempatkan diri wisata ke Karapyak untuk mengisi acara munggahannya.

“Kami sengaja datang sekeluarga pada acara munggahan tahun ini ke pantai karapyak karena memang disini sangat cocok untuk acara keluraga. “ungkanya. (4/5)

Tidak hanya dari luar kota, masyarakat Pangandaran pun banyak yang memilih Pantai Karapyak menjadi tempat acara munggahannya. Selain hemat, menurutnya, Pantai Karapyak sangat cocok karena udaranya segar dikelilingi pohon-pohon rindang yang banyak tumbuh di pinggir pantai.

“Bakar ikan sambil menikmati panorama laut merupakan sensasi tersendiri bagi keluarga. “ungkapnya. (ANWAR WALUYO)

IWAN M RIDWAN: ”MASYARAKAT PANGANDARAN MENUNGGU KETEGASAN BAWASLU"

Tanggal 17 April 2019 bangsa Indonesia kembali melakukan pemilihan umum (pemilu), tapi pemilu kali ini ada perbedaan dalam pelaksanaannya karena dalam pemilih melakukan pemilihan serentak untuk presiden, DPR RI, DPRD tingkat provinsi, DPRD kabupaten-kota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  secara bersamaan. Sehingga tidak sedikit masyarakat merasa bingung dan kesulitan saat membuka surat suara yang relatif lebar lalu mencoblos dan melipatnya kembali.

Hasil pantauan PNews di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS), waktu yang diperlukan seorang untuk melakukan pencobolosan hingga memasukan ke kotak suara, sekitar 4-10 menit.

Seperti yang diungkapkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat melaksanakan hak politiknya di TPS sekitar tempat tinggalnya, ia mengaku sedikit kesulitan saat membuka, mencoblos hingga melipat kembali 5 lembar surat suaranya.

“Saya bisa memaklumi jika warga yang sudah usia lanjut melakukan pencoblosannya dengan waktu yang relatif lama. “Ungkapnya saat itu.

Selain relatif sulit Pemilu tahun ini, khususnya di Kabupaten Pangandaran juga ternyata menyisakan beberapa catatan tersendiri, baik dari penyelenggara (KPU), pengawas (bawaslu) hingga  para peserta pemilu. Isyu kecurangan dan politik uang pun sering terdengar jadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat, sehingga beberapa indikator penilaian terhadap integritas pemilu tidak hanya berfokus pada profesionalitas penyelenggara, melainkan juga menyoroti perilaku para calon dalam berkompetisi.

Seperti diungkapkan salah seorang staf divisi penindakan dan pelanggaran Bawaslu Kabupaten Pangandaran,  Dedi Kurnia, sejak -7 hingga +7  ada 58 dugaan pelanggaran yang masuk ke bawaslu, diantaranya 8 pelanggaran tersebut masuk ke ranah pidana yang langsung ditangani penegakan terpadu (gakumdu). Dan terkait apakah memenuhi unsur pelanggaran yang tercantum pada Undang-Undang nomer  7 tahun 2017 atau tidak, kata Dedi, tinggal menunggu saja hasilnya nanti.

“Prosesnya selama 14 hari sejak pengaduan pelanggaran pemilu tersebut diregistrasi di bawaslu,  "jelas Dedi. (3/2)

Sementara saat diminta tanggapannya, melalui telepon celullernya, Ketua DPRD Pangandaran, H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, mengatakan, ia berharap penyelenggara pemilu bisa memberikan ketegasan sesuai peraturan dan perundang-undangan, sehingga tidak ada kesan pilih-pilih orang, karena semua sama di mata hukum.

Kenapa hukum harus ditegakkan, menurut Iwan, agar ada efek jera baik penyelenggara, peserta pemilu bahkan masyarakat sendiri, khususnya dalam kasus politik uang yang sangat mencedarai demokrasi.

“Akan bagaimana kedepannya kalau money politic terus berlanjut, apalagi kita sekarang akan menghadapi pemilukada di tahun 2020 mendatang. “kata Iwan.(5/5)

Iwan mengatakan, jangan sampai ada kesan bila ingin menjadi calon legoslatif (caleg) harus punya banyak unag agar bisa menang, sehingga incumbent yang sudah nyata-nyata terbukti kerjanya bagus tidak berarti apa-apa jika tidak punya uang saat akan mencalonkan kembali.

Iwan juga menegaskan, penyelenggara dan pengawas pemilu harus bisa tegas dalam melakukan tindakan kecurangan sehingga kondusifitas dan kepercayaan masyakat pada kedua institusi tersebut tetap terjaga.

Pada pasal 504 dan 504 UU no 7 tahun 2017, lanjutnya, semua pelanggaran harus bisa ditindaklanjuti termasuk penyelenggara pemilu apabila benar-benar terbukti melakukan kecurangan.

Seperti salah satu contoh yang terjadi di Kecamatan Padaherang, menurut Iwan, terkesan ada kesalahan yang terstruktur, sistematis dan masif seolah-olah ada konsfirasi antara PPK dan Panwascam, sehingga dampaknya masyarakat menjadi kurang percaya pada independesi dan kredibilitas kedua institusi yang fungsinya ditugasi pemerintah untuk menyelenggarakan serta mengawasi pemilu.

“Saya berharap bawaslu Kabupaten Pangandaran bisa menindaklanjuti kejadian yang sudah diketahui masyarakat banyak ini. “teagsnya lagi. (PNews)





IWAN M RIDWAN: “DPRD PANGANDARAN MENJADI TERBAIK KE 2 SE-INDONESIA”

PANGANDARAN-Ramadhan merupakan bulan suci sejatinya bisa mewarnai hati setiap manusia dari 11 bulan yang tentunya tak terhitung dosa dan kesalahan tertoreh dalam hati.

Seperti diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Iwan M Ridwan S.Pd, M.Pd, saat menghadiri acara munggahan dengan awak media di sebuah rumah makan sea food di kawasan pantai pamugaran. Menurutnya, betapa perlunya diantara sesama selalu menjalin silaturahmi untuk tetap kompak dan solid.

Silaturahmi ini, kata Iwan, mudah-mudahan diridhoi Allah, sehingga agenda-agenda yang harus segera diselesaikan beberapa hari ke depan, baik laporan pertanggungjawaban pemerintahan maupun laporan lainnya yang akan dimusyawarahkan bersama, selain beberapa catatan penting yang lerlu ada perbaikan.

“Termasuk pencapaian kinerja dan penggunaan keuangan daerah tahun anggaran 2018," katanya. (3/5)

Iwan bersukur, karena selama ia menjadi ketua DPRD tidak ada persoalan yang signifikan, yang bisa mengganggu laju pemerinatahan.

Pada kesempatan tersebut Iwan yang mewakili pimpinan juga seluruh anggota DPRD, menyampaikan, semuanya selalu mengutamakan kepentingan bersama, tidak ada sekat baik dari PAN, PKS, PDIP, Golkar, PPP dan lainnya, selalu bersama-sama dalam berbagi tugas dan fungsi.

“Dan Alhamdulillah, DPRD Kabupaten Pangandaran menjadi terbaik kedua seindonesia. “ungkapnya.

Disoal proses pemilu tahun ini, Iwan menyampaikan, bagi calon pemimpin ke depan baik dewan maupun bupati dan wakilnya hendaknya mempersiapkan dana yang cukup besar.

“Karena sangat disayangkan ternyata mental masyarakat Pangandaran masih seperti itu." (HARIS F).

PETANI CIKUPA MAJU BERSAMA GAPOKTAN PADASETIA

TASIK NEWS-Untuk penguatan kelompok tani (poktan) dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani, telah demikian banyak dibentuk, namun cukup sulit saat ini untuk menemukan kelompok tani yang bisa terus aktif dan produktip.

Demikian dikatakan ketua Gapoktan Padasetia Dusun Cikaret  Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, H. Karwan, dalam acara penyerahan bantuan benih dan laporan keuangan kelompoknya.(2/5)

Dengan bantuan benih seberat 625 kg yang diterima 37 anggota poktan Padasetia, kata Karwan, diharapkan perekonomian masyarakat pedesaan, khususnya petani Desa Cikupa  mampu tumbuh dan berkembang.

Dikatakan Karwan, dengan bantuan ini juga diharapkan seluruh anggota bisa meningkatkan usaha tani, sehingga tujuan poktan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani pun bisa tercapai.

“Dalam pengelolaan aset kelompok pun kami lakukan secara transpan.”ungkap Karwan.

Karwan menambahkan, petani memiliki peran dan fungsi yang penting dalam menggerakkan pembangunan pertanian, dan penguatan kelembagaan perlu dilakukan melalui beberapa upaya, antara lain; mendorong dan membimbing petani agar mampu bekerjasama di bidang ekonomi secara berkelompok, menumbuhkembangkan kelompok tani melalui peningkatan fasilitasi bantuan dan akses permodalan, peningkatan posisi tawar, peningkatan fasilitasi, pembinaan kepada organisasi kelompok dan peningkatan efisiensi serta efektivitas usaha tani.

Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) petani pun yang dilakukan melalui berbagai kegiatan pendampingan dan latihan, kata Karwan, harus dirancang secara khusus bagi seluruh pengurus dan anggota kelompok.

“Secara teknis upaya penguatan kelompok tani ini dilakukan oleh Penyuluh Pertanian, namun meskipun demikian pendampingan pembinaan kelompok tani lainnya yang dipandang mampu juga harus dilibatkan dalam penguatan poktan. “tegasnya lagi. (ANWAR WALUYO)

SDN CILITUNG PARUNGBONTENG BERHARAP ADA BANTUAN REHAB

TASIK NEWS-Sekolah sejatinya merupakan tempat menuntut ilmu dengan suasana penuh rasa nyaman bagi peserta didik, sehingga diharapkan bisa melahirkan prestasi baik di bidang edukasi, seni atau pun lainnya.

Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan keberadaan SD Negeri Ciintung Kecamatan Parungbonteng Kabupaten Tasikmalaya, karena selain kondisi bangunan sudah sangat mengkhawatirkan juga tampak tak terawat dengan bangunan sekolah masih jaman dulu.

Di sebagian dinding bangunannya pun tampak terlihat sudah penuh dengan tambalan semen serta kondisi atap ruangan pun memprihatinakan, karena disana-sini penuh lubang sehingga dipastikan jika turun hujan maka air pun akan bocor ke ruang kelas.

Menurut Kepala SDN Cilitung, Suparlan, S.Pd, bangunan tempatnya mengajar memang masih terlihat jaman dulu serta kondisinya pun sudah harus diperbaiki.

Pihak sekolah dan para siswa, kata Suparlan, mengaku sudah sangat tidak nyaman dengan kondisi bangunan sekarang yang sudah tidak layak lagi.

“Kami berharap secepatnya ada bantuan rehab, sebab di pihak sekolah pun sudah mengajukan permohonan ke Pemda Tssikmalaya melalui Dinas Pendidikan. “ungkap Suparlan.(2/5)

Suparlan juga mengatakan, kondisi seperti ini sudah berlangsung cukup lama, padahal dari  dinas pendidikan sudah mengetahui keadaan bangunan SDN Cilitung, tapi hingga sekarang  belum ada realisasinya. (ANWAR WALUYO)

 







 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN