SUTRIAMAN : “PENGUSAHA HARUS MELENGKAPI PERIJINAN DULU”

PARIGI - Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran sudah sejak tahun 2016 selalu aktif mengontrol usaha penggemukan sapi yang ada di Desa Sukamaju, Kecamatan Mangunjaya yang kini ramai jadi perbincangan di masyarakat dikarenakan dampak limbah yang mencemari lingkungan di area sekitar tempat usaha tersebut, dan ditenggerai usaha milik H. Nurhafy tersebut sampai sekarang belum mengantongi ijin yang jelas dari pemerintahan.

Demikian disampaikan Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, drh. Idham.

Dikatakan Idham, ia sudah pernah melakukan pengontrolan tahun 2016 lalu, namun memang tidak ada tanggapan dari pemilik usaha tersebut.

Menurut Idham, saat pihaknya mendatangi ke kandang penggemukan sapi itu, pemilik usaha tidak merespon kedatangannya, karena menurut keterangan yang diperoleh Idham, penggemukan sapi tersebut  sudah bekerjasama dengan UPTD peternakan dan perikanan yang berada di Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis.

“Padahal jelas-jelas lokasi usaha itu ada di wilayah Kabupaten Pangandaran," ungkapnya.(4/2)

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Sutriaman, mengatakan, pihaknya sangat mendukung bila memang ada usaha bidang peternakan di kabupaten Pangandaran, asal segala perijinannya harus ditempuh dulu baik dari Dinas Lingkungan Hidup maupun dari Dinas Perijinan, agar tidak terjadi polemik seperti sekarang ini.

"Pemkab Pangandran melalui dinas pertanian sangat merespon usaha tersebut tapi harus melalui mekanisme dan aturan yang berlaku disini, seperti urus dulu  UPL dan UKL dari dinas LH, termasuk ijin usaha dari dinas terkait, " jelasnya.

Disoal usaha penggemukan sapi yang ada di Kecamatan Mangunjaya, Sutriaman berharap agar pihak perusahaan bisa melengkapi ijin dan persaratan lainnya.

“Saya yakin usaha ini akan memberi dampak positif bagi masyarakat yang ada di sekitar perusahaan penggemukan sapi itu. “imbuh Sutriaman. (AGE)

SEBAGIAN SISWA SMPN SATU ATAP SIDAMULIH BERASAL DARI KABUPATEN CIAMIS

SIDAMULIH-Kebijakan pemerinah di dunia pendidikan dengan mendirikan sekolah satu atap sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena selama ini jarak tempuh menuju tempat siswa menuntut ilmu dirasakan menjadi salah satu penyebab kurang minatnya masyarakat meneruskan pendidikan anaknya pada jenjang yang lebih tinggi.

 Salah satunya, SMPN Satu Sidamulih yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Pangandaran dan Ciamis, tepatnya di Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih.

“Kami hadir disini atas nama pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat. “kata Kepala Sekolah SMPN Satu Atap Sidamulih, Imat Rudi Priatna, S.Pd, M,Pd, beberapa waktu lalu.

Dengan jumlah siswa 198 yang dikelola 4 orang pengajar PNS dan 13 non PNS termasuk tenaga Tata Usaha (TU), kata Imat, mampu memberikan pilihan alternatif pada masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya ke SMP reguler yang selain jaraknya jauh medannya pun sangat berat.   

Seperti diketahui, SMP satu atap Sidamulih, merupakan SMP satu atap dengan jumlah siswa terbanyak dibanding sekolah satu atap lainnya yang ada di Kabupaten Pangandaran. Karena selain menampung peserta didik yang berasal dari Kecamatan Sidamulih, di sekolah ini pun banyak siswa berasal dari Kabupaten Ciamis.

“Sekitar 50 % dari jumlah siswa berasal dari Desa Pasawahan Kecamatan Banjarsari, sehingga keanggotaan komite sekolah pun sebagian berasal dari Banjarsari. “terang Imat.

Selama ini selain dengan Dinas Pendidikan, masih kata Imat, pihaknya pun selalu melakukan kordinasi dengan pemerintahan Desa Kalijati untuk kepentingan sekolahnya. Seperti tahun ini rencananya akan membangun lapang basket persis di depan sekolah yang dibiaya APBDesa Kalijati.

Imat juga mengatakan, seiring perkembangan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pangandaran, jalan menuju sekolah pun kini sudah semakin baik, sehingga perjalanan baik siswa atau pun guru pun sudah tidak terkendala lagi.

“Minat masyarakat disini untuk menyekolahkan anak-anaknya sangat tinggi, apalagi dengan program pemda Pangandaran yang menggratiskan seluruh biaya pendidikan, saya optimis pendidikan di daerah pinggiran seperti disini akan terus berkembang. “pungkasnya. (PNews)


PESONA PANTAI KARANGTAWULAN DESTINASI WISATA UNGGULAN KAB. TASIKMALAYA

TASIK NEWS-Tidak kalah dengan destinasi yang ada di kabuaten-kota lain, di Kabupaten Tasikmalaya ada tujuan wisata pantai dengan pemandangan laut yang indah, Pantai Karangtawulan yang berlokasi di Kecamatan Cipatujah menjanjikan pesona alam yang setiap saat bisa dinikmati wisatawan.

Menurut Ketua Kompepar, Nana, meski dalam segi penataan Karangtawulan tidak banyak perubahan, namun sajian alam yang ada di pantai Karangtawulan, Sindangkerta, Pamayang dan Cipatujah, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

“Kebetulan lokasi ketiga destinasi tersebut berada dalam satu arah. “terng Nana.(3/2)

Dikatakan Nana, seluruh obyek wisata ini mempunyai karakteristik yang berbeda dengan obyek wisata yang ada di daerah lain, Karena ombaknya yang relatif tenang hingga bebas untuk berenang.

Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Karang Tawulandi sore hari, kata Nana, akan disuguhi pemandangan cantik berupa kawanan burung camar yang pulang ke Nusa Manuk, pulau kecil di tengah pantai yang menjadi rumah bagi kawanan burung.

“Sunset di pantai ini pun terlihat cantik dengan cahaya jingga dan sinar merah matahari akan mewarnai karang-karang di tepi pantai. “ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwista Kabupaten Tasikmalaya, H. Asep SB, mengatakan, pemkab terus melakukan pembenahan wisata pantai Karangtawulan agar kunjungan baik wisata lokal atau pun mancanegara semakin setiap tahun terus meningkat.

“Pantai karangtawualan dan pantai lainnya yang ada di wilayah Tasik selatan bebas dari sampah, sehingga alamnya bersih, nyaman, indah  dan tentunya menjadi kebangangan kita semua. “ungkapnya. (ANWAR W)


TERTIB PARKIR MASIH TETAP MENJADI MASALAH DI KOTA TASIK

TASIK NEWS-Bisa jadi karena ketidak tersediaan area parkir atau ulah pengemudi kendaraan yang kurang mematuhi aturan, sehingga terkesan bebas untuk memarkirkan kendaraan di sembarang tempat. Padahal, dengan memarkirkan kendaraan bukan di tempat parkir bisa membahaykan baik untuk dirinya mau pun orang lain.

Seperti yang dilakukan pengendara dengan memarkirkan mobilnya di belokan jalan HZ. Mustofa arah ke Jalan Garawangi, persis di belokan arah memutar. Sebenarnya ini akan mengganggu lalu-lintas dan mungkin saja membahayakan pengguna jalan lainnya.

Menurut salah seorang pengendara, sebaiknya petugas sigap dan bisa menindak tegas pada para pengguna jalan yang tidak mau mematuhi aturan.

“Selain terkesan semerawut masalah parkir, bisa saja ini menjadi penyebab kecelakaan. “ungkapnya.(31/1)

Ia berharap, mudah-mudahan Pemkot Tasikmalaya tidak hanya menarik retribusinya saja, tapi masalah kenyamanan pengendaran untuk memarkirkan kendaraannya pun bisa lebih ditertibkan lagi.

“Dan tentunya masalah parkir ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi kesadaran masyarakat pun ikut dituntut untuk bisa memarkirkan kendaraannya tidak di sembarang tempat. “imbuhnya. (ANWAR W)


BELUM KANTONGI IJIN DARI PEMKAB PANGANDARAN, NUSADANAS TERUS BEROPERASI

PARIGI – Obyek wisata Nusadanas salah satu tempat rekreasi di wilayah Desa Bojong, Kkecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran ternyata belum mempunya ijin, padahal tempat rekreasi tersebut sudah beroperasi sekitar satu tahun yang lalu dengan rata rata pengunjung yang datang relatif banyak terutama di hari libur nasional dengan tarif masuk sebesar Rp.5 ribu, tanpa tiket.

Saat ditemui P-News, pemilik usaha tersebut, Dodi (45), membenarkan, bahkan menurut Dodi, masalah perijinan baru akan diurus secepatnya ke Pemkab Pangandaran.

"Baik ijin SIUP, TDP juga ijin dari Dinas Lingkungan Hidup, Insyaalloh minggu-minggu ini akan segera diurus, termasuk ijin dari pemerintahan Dsa Bojong", jelasnya. (02/02)

Dikatakannya, di Nusadanas ini selain menyediakan tempat berenang yang airnya bersumber langsung dari mata air pegunungan juga ada terapi ikan dengan pemandangan alam sekeliling lokasi yang membuat pengunjung bisa nyaman.

“Saat ini memang tempat wisata ini sudah mulai banyak dikunjungi masyarakat terutama anak-anak sekolah. “kata Dodi lagi.

Sementara menurut salah satu warga Desa Bojong, yang enggan disebutkan namanya memaparkan, tempat wisata ini hingga saat ini memang belum mempunyai ijin, tapi kenapa bisa tetap beroperasi. Ia pun khawatir jika suatu saat terjadi kecelakaan, siapa nanti yang akan bertanggung jawab.

“Itu kan perusahaan pribadi, seharusnya mentaati peraturan yang berlaku diwilayah Kabupaten Pangandaran", tandasnya. (AGE)

15 TAHUN BEKERJA DI TOKO BAN, ACA DAN AROY TIDAK MASUK BPJS

TASIK NEWS-2 orang dari 20 karyawan Toko ban Jakarta Jaya di jalan HZ. Mustofa Kota Tasikmalaya, Aca dan Aroy  sudah bekerja 15 tahun bekerja dengan upah yang mereka terima Rp. 50 ribu per hari ditambah uang makan Rp. 10 ribu.

Mereka menyayangkan, karena hingga saat ini pihak perusahaan tidak mendaptarkan seluruh karyawannya ke BPJS ketenagakerjaan.

“Saya hanya bisa diam, karena mau mengadu pun bingung harus kepada siapa. “ungkapnya.(1/2)

Sebenarnya menurut mereka, perusahaan tempatnya bekerja cukup besar dengan puluhan karyawan yang setiap hari siap melayani konsumen.

“Saya kurang paham apa saja hak kayawan yang bisa kami terima selain gaji, mudah-mudahan ada yang bisa membantu kami. “ungkpanya lagi. (ANWAR  W )

TEMPAT PENGGEMUKAN SAPI CEMARI LINGKUNGAN, PENGUSAHA TIDAK KOOPERATIF ?

MANGUNJAYA-Usaha penggemukan sapi ini RT 5 RW 8 Dusun Sukamaju Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, mendapat protes keras warga. Pasalnya, penggemukan sapi yang sudah berjalan 7 tahun ini mengabaikan masalah limbah yang dihasilkan dari kotoran sapi.

Dua orang pegawai, Seno dan Decky, membenarkan, limbah kotoran sapi, masalah amdal dan ipalnya memang harus segera dibenahi, karena antara jumlah sapi dengan pengaturan limbah tidak seimbang, sehingga menimbulkan bau menyengat dan banyak lalat.

“Ini mungkin urusan bos saya. “katanya singkat.

Saat dikonfirmasi ke lingkungan, menurut Kepala Dusun Sukamaju, karena desakan masyarakat, hal ini pun sudah dilaporkan ke Sat Pol PP Pangandaran.

“Dan nanti tanggal 8 pebruari Sat Pol PP pun menurut informasi akan datang ke lokasi. “terang kepala dusun.(30/1))

Ia menambahkan, Tuntutan masyarakat tentang pencemaran itu hal yang wajar, namun disisi lain, pengusaha pun tetap merupakan asset daerah yang mempunyai hak dan harus dilindungi.

“Tapi saratnya pengusaha pun tetap harus taat pada kaedah lingkungan alam dan sekitarnya serta urusan  amdal dan ipalnya. “imbuhnya.

Ia menambahkan, usaha ratusan penggemukan sapi yang ad di lingkungannya ini punya potensi besar untuk PAD, dan dalam waktu dekat, lanjut Kadus, Desa Sukamaju akan membuat Peraturan Desa (persdes) tentang usaha ini.

Ini penting untuk mengatur kontribusi ke desa seperti apa, karena melihat usaha ini keuntungannya sangat besar. Dari satu ekor sapi kecil selama 6 bulan proses penggemukan, ternyata untungnya bisa puluhan juta.

 Sementara pemilik penggemukan sapi tersebut, H. Nurhafy, melalui pegawainya, wecky, pihaknya meminta waktu sampai bulan maret.

Tapi menurut salah seorang warga, Darsa, selama ini pemiliknya memang susah dihungi dan tidak kooperatif.

“Urusannya sangat ribet jika masyarakat ingin bertemu pemiliknya. “tegas Darsa. (ANTON AS)

PANGANDARAN CREATIVE SPACE, JADI TEMPAT FAVORIT BUPATI DAN WAKIL BUPATI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) atau taman kota di beberapa sudut Kecamatan Pangandaran kerap menjadi perhatian Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata-H. Adang Hadari.

Menurut bupati, ia sering mendatangi tempat-tempat tersebut, seperti taman Pangandaran sunset, sepanjang jalan tol, taman lapang merdeka, taman depan pasar pananjung, tugu marlin, taman Pangandaran Creative Space (PCS) di bekas gedung Puskesmas Pangandaran.

“Saya dengan Pa Wabup sering mampir sekedar minum kopi sambil menikmati hijaunya pohon-pohon atau setiap minggu pagi main basket di PCS “ungkapnya.(31/1)

Menurut bupati, kebijakannya untuk “menyulap” kawasan di sekitar area menjelang masuk toll gate wisata Pangandaran menjadi taman atau ruang terbuka hijau, agar saat wisatawan yang akan berkunjung mendapat kesan indah dan asri.

“Jadi taman-taman tersebut berfungsi sebagai etalase yang akan pertama pengunjung lihat saat memasuki Pangandaran. “terang bupati, saat ditemui di tempat kuliner depan taman burung,  didampingi wakil bupati dan Kabag Humas Setda Pangandaran, H Wawan Kustaman.

Bupati menghimbau, sebaiknya tempat parkir di depan area taman harus tertata agar kesan rapih dan tertata tetap terjaga, sehingga pengunjung yang datang pun bisa benar-benar puas.

Kepada rekan media, bupati juga mengatakan, pada bulan agustus tahun 2017  wisatawan yang masuk tercatat 1.877.145.

“Dan ini berbeda jauh pada di bulan yang sama tahun 2018, tercatat ada 3,120 juta wisatawan yang datang ke Pangandaran. “pungkasnya. (PNews)

BUPATI PANGANDARAN DAN BOYOLALI JADI NARA SUMBER GELAR CAPACITY BUILDING WIJ BANK INDONESIA

PANGANDARAN-Pangandaran merupakan daerah baru, sehingga respon serta keinginan masyarakat pada pemerintah daerah sangat besar. Semuanya ingin ditingkatkan, seperti saran infra struktur, pelayanan kesehatan dan ain-lain, namun anggaran masih terbatas. Sehingga tentu saja pemerintah daerah memberi skala perioritas dan fokus untuk sementara pada empat sektor, diantaranya, infrastruktru, kesehatan, pendidikan dan penataan wisata.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat menjadi nara sumber pada acara capacity building west java incorporated (WJI) yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI), di Hotel Arnawa Pangandaran.(31/1)

"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Pangandaran saya mengucapkan terimakasih kepada Bank Indonesia yang telah mengadakan kegiata WJI disini, hal ini tentunya akan memberikan entry point  yang sangat strategis dalam pengembangan Pangandaran menjadi wisata kelas dunia karena ini akan berdampak pada net working, promosi dan informasi yang sangat penting" ujar Bupati.

Dalam acara yang dihadiri Bupati Boyoali, Seno Samodro, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Doni P. Joewono, Dewan Eksekutif Tim Akselerasi Pembangunan Jawa Barat, Ridwansyah Yusuf, Country Representative of Indonesia, Asian Venture Philanthropy Network, Ibu Dani Indrawati Septian, Fasilitssi Promosi Daerah BKPM RI Andi Bardiansyah serta diikuti 27 Kepala DPMPTSP dan BAPEDA se Provinsi Jawa Barat, bupati juga mengatakan, saat ini Pemkab Pangandaran sudah bisa menggratiskan biaya pendidikan muai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga SLTA dan membantu 50 % biaya kuliah di Unpad yang kampusnya ada di Pangandaran serta mahasiswa yang kuliah di STIT NU Al Farabi.

“Begitu juga bidang kesehatan, kami sudah membangun puskesmas-puskesmas setara hotel bintang tiga, membangun RSU serta menggratiskan biaya pengobatan rawat inap dan ambulan. “imbuh bupati.

Bupati menambahkan, bidang infrastruktur pun pemerintah terus membangun ruas jalan yang menghubungkan antar kecamatan.

Sementara di bidang pariwisata, kata bupati, pemda juga terus melakukan penataan di sana-sini, seperti tahun ini pentaan akan dilakukan di sepnajang pantai barat dan timur Pangandaran, destinasi wisata Pantai Karapyak yang ada di Kecamatan Kalipucang dan Pantai Batuhiu di Kecamatan Parigi.

"Dan di tahun ini juga pembangunan  Pelabuhan Cikidang Pangandaran, PIAMARI, Politeknik perikanan, UNPAD Pangandaran penataan kawasan wisata pantai akan selesai. “kata bupati lagi.

Bupati juga mengatakan, beberapa potensi komoditas unggulan, seperti gula kelapa, perikanan laut dan lainnya bersama-sama WIJ sangat berpeluang untuk bisa lebih dikembangkan.

Sementara dalam paparannya, Bupati Boyolali, Seno Samodro, mengatakan, dalam pembangunan daerah, menurutnya, langkah pertama untuk pembenahan investasi harus dibuat dulu Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW). Ini menjadi penting, karena nyawa investasi ada pada RT RW.

“Dan yang tidak kalah penting, para pegawai pun di harapkan bisa kreatif sehingga hasil kinerja akan keluar dari hati nurani, dan untuk itu tentunya itu dibutuhkan keberanian seorang pimpinan. “ungkap Seno.

Pada akhir kegiatan, Bank Indonesia pun berkenan memberikan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PBSI)  penanggulangan bencana pada Forum Kesiapsiagaan Dini Masyarakat (FKDM) Kab Pangandaran, bérupa Perahu Search And Redcue. (Pnews)

BUPATI PANGANDARAN PIMPIN RAKOR BAHAS PERSIAPAN OPRASIONAL RSUD

PARIGI-Empat skala prioritas kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, perbaikan infrastruktur, pendidikan, penataan pariwisata dan kesehatan terus dilakukan terbosan-terobosan. Seperi di bidang kesehatan, pembangunan  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dibangun dengan anggaran multi years yang dimulai tahun 2017 dengan target pembangunan selesai pada bulan juli tahun 2019.

Tidak hanya fisik bangunannya saja, pada rapat kordinasi (rakor) yang dipimpin langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, di Ruang Kerja Bupati (30/1) yang dihadiri Wakil Bupati, H Adang Hadari, Sekretaris Derah, Mahmud SH.MH, Asisten I, II, III, Kepala Dinas Kesehatan, dan SKPD lainya, Pemkab Pangandaran pun terus membahas rencana oprasional RSUD ini.

Di hadapan peserta rapat yang hadir, Bupati Pangandaran, menyampaikan, semua rencana kegiatan RSUD diharapkan dapat berjalan lancar dan baik.

"Dan berkat komitmen bersama serta dengan bekerja fokus dan maksimal ini, Alamdulillah  kita dapat WTP dan penghargaan LAKIP dengan peredikat nilai B. “ungkap bupati.

Bupati menambahkan, untuk itu perlu adanya koordinasi antara lintas dinas yang sifatnya teknis untuk mempertajam lagi mana yang sudah fokus mana yang belum serta melihat persoalnya apa, dimana dan harus apa.

“Untuk semua itu diperlukan koordinasi teknis yang baik" katanya

Dikatakan bupati, nantinya kelembagaan di RSUD harus diisi orang- orang yang berkompeten pada bidangnya, dan untuk pengisan tersebut diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berspesifikasi dalam bidangnya.

Pada rapat tersebut bupati juga membahas berbagai persiapan menjelang dimulainya oprasional RSUD, seperti, kelembagaan, pembentukan pokja,  oprasional dan lainnya.

Di tempat yang sama, sekda Pangandaran, Mahmud, mengatakan, untuk pengisian kelembagaan tersebut harus sesegera karena hanya tinggal beberapa bulan lagi RSU tersebut dibuka.

"Dengan efisiensi dan efektipitas pengisian pegawai secepatnya harus segera diisi, paling tidak untuk kelembagannya. " kata Mahmud.

Sementara menurut Asisten Bidang Administrasi umum, Drs Suheryana, RSU Pangandaran untuk sementara arahnya pada rumah sakit tipe C dulu, dan setelah itu ke depannya akan diarahkan ke rumah sakit Pendidikan

Keuntungan RSU Pendidikan, kata Suheryana, diantaranya dapat bekerjasama dengan universitas pengembangan pelayanan publik dan universitas pun dapat  menempatkan tenaga kesehatan serta dapat berpartisipasi dalam hal anggaran.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, Drg. Yani Achmad Marzuki, MM.Kes, mengatakan, pihaknya akan segera membentuk tiga pokja, seperti pokja pelayanan, pendidikan-SDM dan pokja sarana-prasarana. (PNews)

BAZNAS PADAHERANG HARUS BISA SALURKAN ZAKAT UNTUK MUSTAHIQ DAERAH LAIN

PADAHERANG-Badan Amil Zakat Kabupaten Pangandaran melalui UPZ Padaherang salurkan bantuan  terhadap182 orang pakir miskin dan sabilillah di kecamatan Padaherang.(23/1)

Menurut Ketua Bazna Kecamatan Padaherang, KH. Makbulaeni, program ini tentunya di salurkan berjenjang selama 6 bulan sekali.

Dikatakan Makbulaeni, pihaknya merupakan kepanjangan dari Baznas di tingkat kabupaten yang memegang amanah Pemkab Pangandaran untuk mendistribusikan zakat fitrah, mal, infaq dan sodakoh.

Kegiatan ini, kata  Makbulaeni, diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan UPZ Padaherang, meningkatkan muzaki serta bisa mengurangi mustahiq.

“Dan dengan penyaluran zakat ini juga diharapkan mampu menekan kemiskinan, khususnya di Kecamatan Padaherang. “katanya.

 Ke depan, menurut Makbulaeni, pihaknya berharap tidak ada lagi mustahik, karena yang sekarang menerima zakat ini akan menjadi muzaki atau wajib zakat.

"Sehingga ke depannya dari hasil pengumpulan zakat di Kecamatan Padaherang ini akan disalurkan kepada mustahik yang ada di kecamatan lain bahkan kabupaten dan kota lainnya," ujarnya. (Tn)




SUDAH DUA TAHUN KONDISI MTS BABAKAN JAMANIS PARIGI TERBENGKALAI

PARIGI-Madrasah Tsanawiyah (MTs) Babakan Jamanis yang berlokasi di jalan raya Cijulang no 161 Desa Karangbenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, sudah 2 tahun ini kondisi bangunanya terbengkalai, sehingga siswa pun terpaksa harus belajar secara bergiliran menunggu siswa satu dan lainnya mengikuti proses belajar mengajar.

Menurut beberapa warga, Mts yang terakreditasi B ini seharusnya sudah mendapatkan bantuan ntuk memperbaiki keadaan ruang kelas yang kondisinya sudah mengkhawatirkan.

“Diharapkan ini menjadi perhatian pemerintah, karena dari snilah kader-kader penerus bangsa bisa dilahirkan. “ungkapnya.(28/1)

 Semnetra saat diminta tanggapannya, Kepala Seksi Madarasah di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, Ahmad, mengatakan, pada data yang ada di pihaknya ada 2 ruang kelas madrasah yang ambruk, MI yang di Karangpucung Kecamatan  kalipucang dan MTS Jamanis.

Menurut Ahmad, pada tahun 2018 pihaknya terlambat meng-up date data kedua sekolah ini untuk dikirimkan Kementrian Agama, sehingga tidak masuk pada daptar madrasah yang mendapat bantuan dibangun. Dan ini, lanjut Ahmad, murni bukan kesalahan pusat, tapi sematankarena keterlambatan Kemenag Pangandaran mengirimkan data kedua madrasah tersebut.

Insaalloh tahun 2019 ini keduanya sudah kami usulkan, mudah-mudahan bisa terealisasi. “ungkap Ahmad.(28/1)

Ahmad menambahkan, ia pun akan berkonsultasi dengan Disdikpora Pangandaran agar permasalahan sekolah dengan kondisi bangunannya yang rusak bisa didapat solusinya.

“Kami sangat apresiasi Pemkab Pangandaran yang sudah banyak membantu, dan kami juga berharap agar pemkab Pangandaran bisa membantu pada anggaran rehab dan RKB (ruang kelas baru-red) 20 % yang ada di Kemenag Pangandaran. “pungkasnya. (ANTON AS)



MUI KECAMATAN PANGANDARAN GELAR SILATURAHMI PERKUAT UKHUWAH

PANGANDARAN-Betempat di rumah makan Karya Bahari Desa Babakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Kecamatan Pangandaran yang melibatkan seluruh pengurus MUI desa di kecamatan Pangandaran, gelar silaturahmi. (29/1) Selain dihadiri Ketua umum MUI Kabupaten Pangandaran, KH. Otong Aminudin juga acara tersebut pun dihadiri Ketua Baznas, Drs. Hedrik.

Di hadapan pengurus MUI, Otong, menyampaikan,  selama ini MUI dirasa kurang silaturahminya, maka perlu ditingkatkanserta mengevaluasi diri.

"Sudah lama kita tidak saling bertemu, saat ini anggaplah sebagai silaturahmi sambil mengevaluasi diri, karena kita perlu banyak meminta pada hati nurani, betapa selama ini kita banyak mempunyai kesalahan," tukasnya.

Dalam rangka menjaga hati dan ukhuwah ini, kata Otong, MUI harus saling menjaga janganlah sampai mengungkap kesalahan sesama atau pun organisasi.

"Kita harus saling memberi nasihat, saling menjaga dan saling menutupi kekurangan yang ada diantara kita," tambahnya. (HARIS F)


HEBAT, BURUKNYA KONDISI JALAN TAK MENYURUTKAN NIAT BELAJAR SISWA SDN CIRANCA

TASIK NEWS-Buruknya kondisi jalan menuju tempat belajar ternyata tidak pernah menyurutkan niat para siswa SD Negeri Ciranca Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya untuk menuntut ilmu. Mereka terpaksa harus melewati jalan berlumpur dan becek mirip kubangan kerbau, sehingga siswa pun harus melepas sepatu dan dipakai kembali saat akan memasuki kelas.

Menurut salah seorang guru honorer, Lia, kondisi ini seakan sudah terbiasa bagi peserta didik saat berangkat ke sekolah.

Kondisi jalan seperti ini ternyata tidak mengurangi minat belajar siswa, karena yang selain jalannya becek berlumpur, kata Lia, siswa pun harus menempuh perjalanan yang relatif jauh.

“Tidak jarang saya pun harus masuk ke ruangan kelas dengan baju penuh lumpur merah karena saat dalam perjalanan terjatuh dari motor yang saya kendarai. “ungkapnya.(28/1)

Lia mengatakan, walau bagaimana pun kondisi jalan menuju tempat selama  ini ia mengabdi, namun Lia tetap harus tepat waktu tiba di sekolah, karena kedatangannya benar-benar dibutuhkan anak-anak didiknya.

“Walau berat medan yang harus ditempuh, saya tetap harus datang tepat waktu karena sudah ditunggu anak-anak. “ungkapnya. (ANWAR W)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN