TAHUN 2019 PEMPROP JABAR FOKUS MENATA WISATA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Pemerintahan Provinsi Jawa Barat saat ini sedang fokus untuk perioritaskan penataan pariwisata Pangandaran, termasuk penataan obyek-obyek wisata lainnya, seperti Geopark Ciletuh, Situ Ciburuy, Waduk Darma di Kab Kuningan, Gunung Padang di Cianjur, penataan Gedung Sate sampai monumen di Bandung, dan Kalimalang di Bekasi.

Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Mentri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti yang didampingi Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, di kediaman Menteri Susi di Jalan Merdeka Pangandaran.(18/11)

Gubernur yang didampingi isterinya, Atalia Praratya, juga mengatakan, saat ini Pemprov Jabar  sedang membahas untuk rencana penataan obyek wisata pantai Pangandaran yang akan dimulai tahun 2019 mendatang.

“Pokoknya  bisa ngabret sama Kang Emil mah…”ujar Ridwan Kamil dengan logat sundanya.

Sementara Menteri Susi dalam pertemuan tersebut kepada gubernur jabar menyampaikan beberapa hal, seperti, harus ada penambahan pembatas pantai atau break water yang sebelumnya sudah dibangun Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP).

Karena, jika  ditambah break water, menurut Susi, maka  pantai barat akan aman dari gelombang pasang. 

“Jadi kita buat seperti kolam, sebab  Pangandaran ini sudah jadi tinggal memoles dan menata  saja,"jelas Susi. 

Saat diminta komentar, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata membenarkan dalam dialog antara Menteri Susi dan Ridwan Kamil di rumah Ibu Menteri, ada beberapa hal yang dibahas terkait pengembangan dan penataan wisata Pangandaran. Antara lain, rencana pembangunan pembatas pantai barat untuk pelindung gelombang dan penataan pantai barat dan timur termasuk mitigasi kebencanaan Pangandaran.

“Kita berharap mudah-mudahan semuanya bisa lancar sesuai rencana. “ungkap Jeje. (PNews)

UNTUK MENGGALI POTENSI, ISSI PANGANDARAN GELAR BUPATI CUP KE 3

PANGANDARAN-Untuk mempersiapkan atlit pada cabang olahraga (cabor) balap sepeda, Ikatan Speda Sport Indonesia (ISSI) Kabupaten gelar Bupati Cup ke 3 yang diselenggarakan di kawasan Grand Pangandaran (17/11) dan disaksikan langsung Bupati pangandaran, H. Jeje Wiradinata.

Pada ajang yang diikuti sekitar 270 atlit dari berbagai daerah, seperti  Karawang, Kuningan, Garut, Sumedang, Purwakarta,  Cilacap, Semarang,  Banyumas dan tegal Jawa Tengah ini perlombakan beberapa kelas balapan, diantaranya, pra youth (12-13 tahun), youth (15-16 tahun), dan kelas elit.

Menurut Ketua Penyelenggara, Dede Koharudin, kegiatan yang diikuti pembalap mulai usia dini hingga yunior ini sudah menjadi kelender kegiatan ISSI Pangandaran yang diselenggarakan pada bulan oktober-nopember setiap tahunnya.

“Dan Alhamdulillah pada penyelenggaraan kali ini banyak peserta yang ikut berpartisipasi dari luar daerah. “ungkapnya.

Dede menambahkan, ajang Bupati Cup ini diharapkan bisa menjadi motivasi, menggali dan membina pelajar yang memiliki hobi dan bakat balap sepeda serta membiasakan terutama anak sekolah untuk menjadikan sepeda menjadi alat transportasi ramah lingkungan dan tanpa menggunakan BBM.

“Dan tentunya kegiatan ini juga diharapkan bisa menunjang dunia pariwisata yang ada di Pangandaran. “kata Dede lagi.

Sementara saat diminta tanggapannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyampaikan, kegiatan ini menjadi penting karena bisa menggali potensi khususnya para atlit balap sepeda sejak usia anak, sebab pembinaan pun akan optimal jika dimulai dari usia dini.

“Dan saya gembira ternyata masyarakat sangat antusias sekali, terutama anak usia sekolah yang tentunya ini bisa menjadi kegiatan yang positif bagi si anak. “ungkap Jeje.

Menurut Jeje, ia sangat barharap atlit-atlit Pangandaran bisa terus mengukir prestasi baik pada even nasional atau internasional, seperti yang sudah dilakukan para seniornya.

“Dan salah satu bukti, dari ajang porda tahun ini hanya dari cabor balap sepeda yang bisa menyumbangkan dua medali emas untuk kontingen Pangandaran. “tegas Jeje.

Masih di tempat yang sama, pembalap sepeda senior yang sudah malang melintang baik di tingkat nasional atau pun internasinal, Tonton Suprapto, mengatakan, di Pangandaran sangat banyak potensi pembalap yang bisa dikebangkan.
Menurut Tonton, ia yang ditugasi menjadi Pembina di Kabupaten Pangandaran oleh komda jabar untuk mempersiapkan atlit balap sepeda untuk bisa masuk pelatda dalam persiapan PON di Papua tahun 2020.

“Mudah-mudahan prestasi yang sudah dicaopai saya dan rekan-rekan yang lainnya bisa menjadi motivasi. “Tutur Tonton.

Tonton berharap, kegiatan seperti bupati cup ini bisa diselenggarakan dua kali dalam satu tahun, serta ada penambahan sarana dan prasarana yang bisa lebih memicu atlit sejak usia anak.

“Selain hal tersebut, dukungan para orang tua anak pun sangat menentukan prestasi anak dalam cabior balap sepeda. “pungkasnya. (PNews)

WASPADA PENYAKIT DIABETES

CIAMIS-Dalam rangka Hari Diabetes Internasional yang jatuh pada tanggal 14 November, RSUD Ciamis menggelar edukasi pencegahan dan perawatan penderita diabetes.

"Kami sudah mengadakan edukasi ke anak -anak remaja usia SMA agar menjaga gaya hidup sehat. Diabetes selain faktor keturunan juga akibat gaya hidup yang tidak sehat, " ujar Direktur RSUD Ciamis, dr H Aceng Solahudin, kepada Pangandarannews. com, Sabtu (17/11/20018).

Menurut Aceng, edukasi ditujukan kepada penderita agar menjaga konsumsi makanan, pola hidup, dan rajin kontrol ke dokter.

"Kami rutin merawat pasien diabetes, yang bahaya bukan penyakit tapi dampak komplikasi dari diabetes," kata Aceng.

Menurut Aceng, selain preventif juga wajib mengonsumsi obat gula. Komplikasi terjadi karena pasien tidak disiplin dalam mengonsumsi obat.

"Jaga berat badan dan diet yang rutin agar obat efektif, " tambah Aceng.

Berdasarkan catatan, penderita diabetes jumlahnya meningkat tiap tahunnya.

"Bagi yang belum terkena diabetes sebaiknya jaga diri. Ingat gaya hidup sangat menentukan, biasakanlah pola hidup sehat, " ujar Aceng. (Mukhlis)**

ANTISIPASI BENCANA BANJIR, WARGA DESA MANGUNJAYA GOTONG-ROYONG BANGUN TANGGUL SUNGAI CISEEL

MANGUNJAYA-Untuk upaya antisipasi banjir dari luapan aliran sungai, warga masyarakat Desa Mmangunjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran melakukan kerjabakti membendung tanggul yang hampir jebol terbawa arus sungai ciseel, ini dilakukan sebagai upaya prefentif sebelum terjadi bencana yang lebih besar.(17/11).

Kepala Desa Mangunjaya, Furqonudin, mengatakan, upaya ini juga dilakukan karena setelah beberapa kali diajukan ke pihak BBWS tiga tahun tidak mendapat tanggapan.

“Sehingga saya pun mengambil inisiatif mengintruksikan kepada seluruh warga untuk bergotong-royong dalam rangka persiapan dini dan antisipasi sebelum terjadi bencana yang lebih besar. “ungkapnya.

Ia menjelaskan, pihaknya sangat menyayangkan karena pihak BBWS beranggapan tanggul yang jebol ini tidak membahayakan.

Karena jika tanggung yang ada di desanya jebol, kata Furqonudin, ada sekitar 4 dusun yang akan terdampak, bahkan beberapa dusun yang ada di luar Desa Mangunjaya.

Furqonudin juga mengatakan, ia tidak mau kejadian bencana yang menimpa Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang beberapa waktu lalu langsung mendapat perhatian semua pihak setelah musibah menimpa.

Atas nama warga Desa Mangunjaya, Furqonudin juga mengucapkan terimakasih kepada Tagana BNPB yang telah membantu menyediakan karung untuk diisi pasir yang akan dijadikan tanggul.

“Kami berharap, pihak pemerintah dapat memperhatikan dan segera menanggulangi sebelum bencana terjadi menimpa kami. “pungkasnya. (Tn)

DPRD PANGANDARAN TETAPKAN DUA RAPERDA MENJADI PERDA

PARIGI - Sidang paripurna DPRD Kabupaten Pangandaran yang dilaksanakan kamis (15/11) yang dihadiri Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Sekda, pimpinan dan anggota DPRD, camat serta unsur pemerintahan di lingkup Pemkab Pangandaran, berjalan lancar walaupun pelaksanaannya agak sedikit mundur dari waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

Dua Raperda yang akan ditetapkan menjadi Perda sebagai awal pembahasan dalam sidang tersebut meliputi Raperda Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) dan Raperda  Antar Kerjasama Daerah. 

Dalam sambutannya wakil bupati Pangandaran, H. Adang hadari sangat mengapresiasi kinerja anggota legislatif, karena selain sebagai lembaga perwakilan rakyat yang resmi, juga bisa menjadi mitra kerja eksekutif dalam merumuskan rancangan pembangunan dan peraturan daerah.

Menurut Adang, tidak akan lama lagi akan segera ditetapkan dua raperda menjadi  peraturan daerah (perda) terkait BPD yang di antara lain merumuskan masa bakti 2019 - 2025 serta ketua BPD nantinya akan mendapat kenaikan gaji dari Rp 700 ribu menjadi Rp 1,5 juta.

“Hal ini bertujuan agar kinerja yang ada di tataran pemerintahan desa dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat bisa terus ditingkatkan," katanya.

Dikatakan Adang, sementara dalam penetapan raperda Kerjasama Antar Daerah, akan mengatur suatu kerangka hubungan kerja yang dilakukan oleh dua daerah atau lebih, dalam posisi yang setingkat dan seimbang untuk mencapai tujuan bersama, meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Selama ini keterbatasan kemampuan, kapasitas dan sumber daya yang berbeda-beda antar daerah menimbulkan adanya disparitas wilayah dan kemiskinan (kesenjangan sosial).

“Melalui perda ini diharapkan terjadi peningkatan kapasitas daerah dalam penggunaan sumber daya secara lebih optimal dan pengembangan ekonomi lokal, dalam rangka menekan angka kemiskinan dan mengurangi disparitas wilayah masing-masing," tandasnya. (AGE)

TEMBOK PENAHAN TANAH BENDUNGAN DI DESA JANGRAGA AMBRUK

MANGUNJAYA-Sebuah bendungan yang yang berada di Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, hari jumat kemarin (16/11) sekitar tembok penahan di sisi sebelah kanan roboh. Padahal jembatan tersebut baru saja selesai dikerjakan dari anggaran Pemprop Jabar tahun 2018 senilai Rp. 1,5 Milayar lebih.

Menurut petugas penjaga pintu air, Hendrik, kejadiannya sekitar jam 12.30 tidak lama saat masyarakat pulang dari mesjid setelah shalat jum’at.

Dari kesaksian beberapa warga, pada saat kejadian mendengar suara seperti benda yang terjatuh keras sekali sehingga warga pun langsung berdatangan melihat ke lokasi.

Salah seorang warga yang enggan ditulis namanya, menuturkan, mungkin saja ini akibat  dari kwalitas pengerjaan yang buruk.

“Pasalnya saat kejadian debet air sedang surut dan tidak sedang turun hujan. “ungkapnya. (Tn)

KARENA GAGAL PARIPURNA, MPP RENCANA DUDUKI DPRD PANGANDARAN

Jika rapat paripurna yang nota bene salah penentu arah kebijakan pemerintah daerah selalu terkendala dengan  alasan tidak kuorum dan sebagainya, maka roda pemerintahan pun pastinya akan terhambat.

Demikian disampaikan ketua Masarakat Peduli Pangandaran (MPP), Nanang Kartu, saat dikonfirmasi terkait rencananya untuk menduduki DPRD.

Kata Nanang, seperti hari ini dan kemarin karena alasan tidak kuorum, maka rapat paripurna pun gagal dilaksanakan.

"Itu satu preseden dan pendidikan politik yang buruk untuk masyarakat. "kata Nanang.(15/10)

Jika ada persoalan, lanjut Nanang, sebaiknya itu disampaikan saja dalam rapat, kalau perlu hujani dengan interupsi atau walk out.

"Sebagai masyarakat jelas saya sangat kecewa dengan sikap yang dipertontonkan para anggota DPRD. "imbuhnya.

Disoal kebenaran rencana untuk menduduki DPRD, menurut Nanang, pihaknya dengan seluruh elemen masyarakat memang berencana melakukan itu.

"Insaalloh kami dengan masyarakat bahkan mahasiswa akan pasang tenda di halaman gedung DPRD."kata Nanang lagi. (PNews)

SETELAH DUA HARI PENCARIAN, KORBAN PEMOTOR DI EMPLAK DITEMUKAN TIM GABUNGAN

KALIPUCANG-Setelah dua hari pencarian akhirnya korban arus banjir di Dusun Cibadak Desa Emplak Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran (12/11), kemarin sore sekitar jam 15.30 (14/11) ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa oleh tim gabungan SAR, Polri, TNI, Relawan beserta masyarakat di sungai tepatnya di bawah jembatan Cimandala Rt 02 Rw 01 Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang, sekitar 5 km dari tempat korban dengan sepeda motornya terseret air bah.

Korban yang diketahui bernama Reni Hernawati (22) karyawan PT Permodalan Nasional Madani Pangandaran, warga Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran langsung dibawa ke puskesmas Pangandaran untuk dilakukan visum untuk selanjutnya diserahkan pada keluarganya.

Upaya pencarian Reni Hermawati (22) karyawan PT Permodalan Nasional Madani Pangandaran membuahkan hasil. Di hari keduanya proses pencarian, tim gabungan berhasil menemukan Reni di sungai Cimandala, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Rabu (14/11/2018) sekitar pukul 15.17 WIB dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.

“Alhamdulillah setelah dua hari upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil, korban bisa kita temukan. “Kata Komandan Pos TNI Angkatan Laut Pangandaran Dayat.

Dayat menuturkan, kondisi medan yang curam dengan menyusuri hutan diantara lereng bukit terjal dan dua buah curug (air terjun), sedikit menyulitkan usaha pencarian.

“Apalagi saat memasuki curug ketiga dengan ketinggian sekitar 50 meter, kami pun harus ekstra hati-hati. “imbuhnya.
Seperti diketahui, korban saat kejadian berusaha menerobos derasnya guyuran hujan yang jatuh dari bukit ke jalan raya, karena aliran air cukup deras korban dengan speda motornya pun ikut terbawa arus.

Seperti dituturkan salah seorang saksi mata, Ari (30) warga Desa Emplak Kecamatan Kalipucang, menurutnya, sekitar jam 20.00 WIB saat itu kondisi hujan lebat ia melihat korban yang sedang melintas langsung terbawa arus air bah yang jatuh dari lereng setinggi 10 meter.

Sebenarnya, menurut Ari, ia suda menghimbau korban agar menunggu atau mengurungkan perjalanan karena saat itu sudah malam dan ketinggian air di tengah jalan pun setinggi lutu orang dewasa.

“Namun himbauan saya tidak didengar. “ungkapnya.

Ari menambahkan, saat itu keadaan lalu-lintas sedikit macet karena banyak juga kendaraan yang memilih untuk berhenti melihat kondisi jalan yang sudah tertutup derasnya aliran air dari bukit. Tapi saat itu korban memaksa menerobos sehingga di tengah genangan air motornya  pun mati dan terpaksa menuntunnya.

“Tidak berselang lama korban terlepas dari motor yang dituntunnya dan korban pun terseret air ke jurang disusul dengan motornya pun yang ikut hanyut. “tutur Arui. (PNews)






MENCOBA MEMETIK REJEKI DI TENGAH MUSIBAH BANJIR

water plang
Bagi kebanyakan orang, banjir dan longsong merupakan musibah yang harus dihindari walau ada sebagian orang justru mendapat rejeki dari arus deras aliran sungai yang meluap banjir.
Mungkin sudah sering dilakukan masyarakat saat hujan turun dengan deras dan terjadi hingga beberapa hari, maka banjir pun terjadi hampir di setiap tempat, tidak terkecuali kolam ikan milik warga pun ikut meluap. Dan warga lainnya pun siap-siap dengan alat yang dia punya untuk beramai-ramai menangkapi ikan di tempat-tempat yang tergenangi banjir.

lain lagi cerita yang dituturkan salah seorang warga Dusun Karangsari Desa-Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, Daday (24). Ia bersama tiga rekannya bisa meraup jutaan dari musibah banjir yang terjadi di sungai sekitar tempat tinggalnya.

Daday yang tinggal di sekitar water plang (sebutan untuk bendungan sungai cikembulan) yang ada di Kecamatan Sidamulih, menuturkan, jika mendegar berita ada hujan besar dan terjadi banjir di wilayah Kalijati, dipastikan luapan air besar sungai Cikembulan akan membawa material, baik itu sampah atau pun pohon-pohon yang tumbang.

"Kayu-kayu yang terbawa arus tersebut biasanya akan menumpuk sebelum sampai ke water pang dan kami pun mengambil batang-batang pohon tersebut. "terang Dadan.(10/11)

Dadan menambahkan, saat banjir tahun lalu juga ia dan rekan-rekannya berhasil mengumpulkan kayu-kayu tersebut hingga satu truk (sekitar 5-6 M3).

"Kebanyakan hanya kayu albasia yang kami ambil. "katanya.

Masih kata Dadan, bukan hanya kayu saja jika ia mau mengambil yang terbawa arus sungai, ratusan butir kelapa pun berserakan mengambang bisa dipunguti untuk dijual.

"Lumayan dari hasil penjualan kayu tersebut kami bagi berempat. "imbuhnya. (PNews)






TANPA BANTUAN PEMDA, WARGA CIRANCA GOTONGROYONG EVAKUASI KORBAN LONGSOR

TASIK NEWS-Masyrakat Kampung Cipangadungan Dusun  Ciranca  Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah  Kabupaten Tasikmalaya bahu membahu untuk bergotong-royong membantu warga lainnya yang tertimpa bencana saat hujan deras yang mengguyur beberapa hari lalu.

Walau dengan alat seadanya evakuasi yang dilakukan masyarakat pun cukup efektip untuk mebersihkan sisa-sisa lumpur yang menimbun sebagian rumah korban.

“Kami mengerjakannya bersama-sama, dan ini murni dari panggilan rasa solidaritas dan kebersamaan warga. “ungkap salah seorang warga,Agus.(12/11)

Sebenarnya, kata Agus, pekerjaan ini akan lebih cepat jika menggunakan alat berat, karena lumpur yang menutupi rumah cukup tebal.

“Tapi entah kenapa pemda terkesan mengabaikan musibah yang menimpa warga di kampung ini. “kata Agus. (ANWAR WALUYO)

AKIBAT TERUS DIGUYUR HUJAN JALAN DI DESA KERTAYASA AMBLAS DAN TERJADI PERGESERAN TANAH

CIJULANG - Akibat diguyur hujan semalaman jalan didusun Tenjolaya Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran hancur terbelah. Akibatnya ada lima rumah di bawah jalan tersebut terkena dampaknya juga terjadi ada pergeseran tanah disekitar tempat tinggal warga.

Seperti diungkapkan kepala desa Kertayasa, Abdul Rohman saat ditemui PNews di ruang kerjnya. Menurutnya, kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar jam 04.00 dini hari.

"Malah menurut warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, mereka merasakan adanya pergerakan tanah sejak pukul 02.00 hiungga warga pun merasa cemas dan ketakutan. "ungkapnya. 13/11/2018.

Rohman menuturkan, akibat dari pergeseran tanah tersebut akses jalan desa pun tersendat, sehingga ia pun berinisiatif mengurug jalan yang amblas tersebut dengan tanah cabluk untuk  kelancaran lalu lintas jalan.

"Mudah-mudahan dengan kejadian ini Pemda Pangandaran segera menurunkan bantuan untuk membantu penanggulangannya. “ tandasnya. (AGE)

SEORANG PEMOTOR TADI MALAM HILANG TERBAWA ARUS SUNGAI CURUG

KALIPUCANG-Seorang pengendara motor sekitar jam 19.30 WIB (12/11) menjadi korban arus deras di Rt 014 Rw 004 Dusun Cibadak Desa Emplak Kecamatan kalipucang Kabupaten Pangandaran, saat memaksa menerobos arus air di jalan arah Kalipucang-Pangandaran.

Menurut beberapa saksi mata, korban memaksa memacu motornya saat hujan turun deras  hingga terjebak arus air yang jatuh dari lereng hingga mengakibatkan ia dan motornya pun hanyut dan jatuh terbawa arus ke sungai curug 2.

Korban yang diduga seorang wanita ini, hingga berita ini diturunkan masih belum diketemukan, sedang sepeda motor milik korban jenis Honda Revo warna hitam tanpa plat nomer berhasil diketemukan warga sekitar 200 meter dari tempat kejadian.

Salah seorang anggota Pol Air Pangandaran, Tasikun, yang kebetulan melintas di tempat kejadian saat menuju ke Polres Ciamis, menuturkan, kejadian ini sudah ditangani Polsek kalipucang.

“Sementara hingga saat ini petugas dengan dibantu masyarakat pun terus melakukan pencarian korban. “terangnya.(13/11)  **PNews**

PENGURUS TAEKWONDO KAB. PANGANDARAN GELAR PELATIHAN WASIT DAN JURI

PADAHERANG-Padepokan SMA Ksatria Nusantara Kecamatan Padaherang sabtu kemarin (10/11) dijadikan tempat pelatihan wasit dan juri taekwondo se- Kabupaten Pangandaran, yang dihadiri dihadiri sekitar 100 Peserta.

Menurut Ketua Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia Kabupaten Pangandaran, Cecep Nurhidayat S.PdI, tujuan diadakan pelatihan ini agar seluruh pelatih, wasit dan juri taekwondo lebih profesional.

“Jika seluruh elemen yang terlibat dalam taekwondo sudah professional, diharapkan akan lahir prestasi-prestasi dari para atlit taekwondo Pangandaran. “ucapnya.

Cecep menambahkan, dalam pelatihan ini pengurus taekwondo bekerjasama dengan LPKM (Lembaga Pemberdayaan Kemandirian Masyarakat) Kabupaten Pangandaran serta dibantu Program Kemenpora RI, hingga seluruh rangkaian kegiatan pun berjalan sukses. (NANA HOERUMAN)

ATLET PANGANDARAN PERTAMA IKUTI PEPARDA BERHASIL BOYONG 2 MEDALI PERAK DAN 5 PERUNGGU

PANGANDARAN – Dari 12 cabang olahraga (cabor) ynag dipertandingkan di Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) V Jawa Barat 2018 di Kabupaten Bogor selama 1 minggu ( 4-12/11), Tim Paralimpik Kabupaten hany mengirimkan 6 cabor yang diikuti 13 atlit.

Demikian disampaikan ketua NPCI Pangandaran, Wahyu Hidayah, kepada sejumlah awak media saat diwawancarai.
Wahyu mengatakan, dari 25 kabupaten-kota di Jawa Barata, ada 1.733 atlit yang ikut bertanding pada berbagai lomba untuk merebut 2.510 medali yang dipertandingkan pada even ini.

“Tim dari Pangandaran sendiri tahun ini hanya mengikuti 6 cabor saja, antara lain Tenis meja, Bulutangkis, Renang, Bowling, Catur dan Atletik. “terang Wahyu.(10/11)

Sementara Ketua Kontingen Pangandaran, Agus Teguh, menambahkan, walau baru pertama mengikuti tapi atlit Pangandaran sudah berhasil memperoleh medali, diantaranya dari cabor tenis meja dan bulutangkis berhasil memboyong 7 medali perak dan perunggu.

Agus menambahkan, sementara di cabor catur atlit atas nama Krisna Aji (14) meskipun tidak berhasil meraih medali, namun berhak mewakili Jawa Barat mengikuti Peparnas mendatang di Papua di kelas Junior karena dinilai potensial sebagai pecatur muda.

“Krina yang turun pada nomor catur standar dan catur cepat, dan di nomor catur standar ia hanya mampu mengumpulkan poin 3 dari enam babak yang digelar. “jelas Agus. (PNews)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN