JELANG RAMADHAN, PANTAI KARAPYAK DIPENUHI WARGA UNTUK MUNGGAHAN

Sudah tepat jika masyarakat memilih Obyek Wisata (OW) Pantai Karapyak untuk acara munggahan (tradisi masyarakat dalam menyambut datangnya bulan ramadhan). Pasalnya, selain pemandangan alam lautnya yang indah, suasananya pun sangat mendukung untuk kumpul dan makan bersma  keluarga di bawah rindangnya pepohonan serta pemandangan di depan mata hamparan laut dengan gulungan ombak kecil yang saling berkejaran.

Pantai Karapyak yang berlokasi di Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran, tepatnya sekitar 12 km sebelum OW Pantai Pangandaran dari arah Kota Banjar, sudah lama sering menjadi pilihan wisatawan yang datang bersama keluarga.    

Dengan latar belakang Pulau Nusakambangan, di Karapyak pun wisatawan bisa melihat warna kecoklatan air sungai Citanduy yang masuk melalaui muara Sagaraanakan bercampur dengan birunya air laut, sebuah sajian alam eksotik anugerah Yang Maha Esa.

Satu lagi, saat air laut sedang surut, nampak terlihat karang-karang  yang membentuk kolam-kolam kecil dengan aneka ikan hias di dalamnya bak akuarium alam yang siap memanjakan mata pengunjung yang datang kesana.
Tidak hanya wisatawan asal luar kota, ternyata Pantai karapyak pun masih menjadi idola warga sekitar untuk sekedar menggelar acara munggahan. Seperti yang dilakukan rombongan KUA Padaherang yang datang bersama KUA Mangunjaya dan Kalipucang, seluruh amil, penyuluh dan stap.

Menurut Kepala KUA Padaherang, Drs H Mamuri, selain dekat dan tentunya biayanya murah, pilihan Pantai Karapyak untuk acara munggahan tahun ini karena memang keadaan alamnya sangat cocok.

“Selain cocok menjadi tempat tadabur alam, di bawah rimbunnya pohon kami juga bisa santai dan makan bersama dalam suasana santai. “ungkap Mamuri.(10/5)

Mamuri menambahkan, dan momen ini memang menjadi sangat penting untuk menjalin rasa kekeluargaan diantara sesamaa, khususnya di lingkup keluarga besar KUA. (NANA HOERUMAN)

H. ADANG HADARI: “STOK DAN HARGA SEMBAKO DI KABUPATEN PANGANDARAN MASIH TERKENDALI”

PANGANDARAN-Menjelang bulan suci Ramadlan tiba, harga-harga sembako mulai ada peningkatan, seperti harga daging sapi, kini mencapai Rp.120 ribu per kg, ayam sayur masih pada kisaran Rp.36 ribu’kg, harga telur yang sebelumnya Rp. 24 ribu kini merangkak menjadi Rp. 27 ribu/kg, sementara beras belum ada kenaikan signifikan.

Untuk memantau ketersediaan barang dan harga tersebut, Wakil Bupati Pangandaran H. Adang Hadiri, melakukan kunjungan langsung ke pasar-pasar, diantaranya pasar Pananjung Pangandaran, yang merupakan pasar terbesar di Kabupaten Pangandaran. (16/5)

Kepada awak media, Wakil Bupati, mengatakan, hal ini dilakukan karena tanpa adanya pengawasan dari pemerintah dikhawatirkan ketersediaan barang-barang yang menjadi kebutuhan pokok masayarakat dan harganya tidak terkontrol.

“Ini merupakan tanggungjawab pemerintah agar masyarakat tetap tenang menghadapi ramadhan ini. “ungkap Adang.

Sementara menurut Ketua Pengurus Harian Pasar Pananjung (PH2P) H. Aripin, kehadiran wakil bupati  yang langsung mendatangi pasar ini sedikit banyak memberikan pengaruh positif baik bagi para pedagang atau pun mayarakat konsumen, karena secara langsung pemerintah bisa mengetahui stok barang-barang kebutuhan pokok menjelang ramadhan sekaligus harga yang berlaku di pasar.

Selain itu, menurut Aripin, pemerintah daerah juga sangat serius memperhatikan kondisi pasar ke depan, dan diharapkan pada tahun 2020 nanti pasar Pananjung Pangandaran ini dipindahkan ke tempat yang lebih kondusif karena jika lokasi pasar masih disini khawatir berhadapan dengan toko-toko modern yang jaraknya sangat berdekatan.

“Yang jelas pasar Pananjung bisa lebih tertata dan lebih baik lagi, " jelasnya. (HARIS F)

H. OTONG AMINUDIN: “PANGANDARAN HARUS PUNYA MUI-MART”

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran, H.  Otong Aminudin, saat ditemui PNews usai mengikuti pelantikan pengurus MUI di Wonoharjo, berharap di Kabupaten Pangandaran ini ada MUI-Mart untuk sosialisasi garapan kerja bidang ekonomi MUI.

“Misaklnya, membuat mini market, café halal atau bidang usaha lainnya. “jelas Otong.(14/5)

Menurut Otong, keinginan dan niat itu pernah ia sampaikan ke Presiden, Jokowi, saat berkunjung ke Pangandaran beberapa waktu lalu.

"Dan saat itu Bapak Presiden balik bertanya, mau usaha apa MUI, dan saya jawab waktu, ya semisal MUI-Mart atau sejenisnya. “jelas otong. (HARIS F)

UNTUK MENANGKAL PAHAM RADIKALISME, PEMERINTAH, ULAMA DAN MASYARAKAT HARUS BERSATU


Belakangan ini aksi terorisme mencuat kembali di Surabaya dan Sidoarjo Jawa Timur dengan korban belasan jiwa dan puluhan lainnya luka-luka. 


Kejadian seperti itu tidak akan terjadi di Kabupaten Pangandaran jika unsur pemerintah, ulama dan masyarakat bersatu pada menjaga hubungan baik antar sesama.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, pada acara pelantikan dan ta'aruf DPD Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran bertempat di pesantren Bani Husen Wonoharjo Pangandaran. (14/5)

"Pangandaran merupakan daerah multy kultur dan Daerah Ototnomi Baru, tentunya tugas pemerintah daerah bukan saja menyatukan ukhuwah antara ulama dan umaro, tentu saja sebagai daerah wisata wisatawan. “ungkap bupati.

Menurut bupati, bulan ini saja kunjungan turis baik dari manca negara atau domestik ada sekitar 140 ribu orang, secara ekonomis tentu ini akan memajukan geliat perkonomian masyarakat dan penghasilan daerah yang signifikan, walau secara asfek sosial tentunya akan terjadi gesekan di masyarakat.

Untuk itu, kata bupati, pemerintah bersama-sama MUI berupaya mengantisipasi hal itu seperti, seperti dengan program Pangandaran mengaji, Ajengan Masuk Sekolah (AMS) dan gerakan keagamaan lainnya yang pada intinya itu semua wujud kerjasama pemerintah dengan MUI sebagai mitra.

Dan dengan program-program keagamaan tersebut, pemerintah daerah berharap peran MUI lebih aktif lagi.

"Jika ulama, pemerintahan dan masyarakat bersatu kejadian musibah seperti di Surabaya Insaalloh tidak akan terjadi di Kabupaten Pangandaran.," tegasnya. (HARIS F)

PANTAI BATUKARAS MASIH MENJADI PAFORIT MUNGGAHAN

Di saat menjelang datangnya bulan suci ramadhan, masarakat lajim menyebutnya munggahan, Pantai Batu Karas masih tetap menjadi objek wisata paforit masyarakat.

Mungkin sudah menjadi tradisi tahunan, warga Pangandaran dan kota-kota lainnya setiap kali kedatangan bulan yang penuh rahmat ini dijadikan momen makan bersama (botram) dengan mengunjungi tempat-tempat wisata terdekat, salah satunya Pantai Batukaras di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. (12/5)

Seperti yang lakukan anak-anak SDN 5 Pangandaran, walaupun setiap hari bersentuhan dengan alam laut dan hiruk pikuk wisatawan, tetapi kerinduan untuk menikmati makan bersama di tengah alam terbuka atau pantai, menjadi sat yang ditunggu-tunggu.

"Kami sudah biasa menghibur anak anak menjelang ramadhan tiba dengan mengajak berwisata ke tempat yang tidak jauh dari sekolah, dan pantai batuKaras ini merupakan salah satu tempat wisata paporit anak anak, tahun yang lalu juga kesini," jelas kepala sekolah SDN 5 Pangandaran. (HARIS F)

DIDUGA LANGGAR NETRALITAS ASN, PANWASCAM LANGKAPLANCAR PANGGIL SEORANG PERAWAT

Diduga melanggar netralitas ASN, seorang perawat Puskesmas di Pangandaran dipangil Panwascam Langkaplancar untuk dimintai diklarifikasi terkait foto yang bersangkutan bersama dengan calon gubernur nomor urut 4, Dedi Mizwar yang diupload di media sosial (facebook) dan dijadikan  poto profinya atas nama Ali Mahmud Rosadi.

Ketua Panwaslu Kecamatan Langkaplancar, Oteng Dakik Solehudin membenarkan pihaknya telah mengundang ASN tersebut untuk dipintai keterangannya dan klarifikasi yang dijawalkan hari ini (sabtu, 12/5) di Sekretariat Panwaslu Kecamatan Langkaplancar.

“Selain yang bersangkutan kami juga memanggil seorang saksi yang dianggap memang perlu diminta kesaksiannya. “ujar Oteng.(11/5)

Kang Oteng sapaan akrab Ketua Panwascam Lankaplancar ini juga mengatakan, ASN tersebut diduga telah melanggar Peratutan Pemerintah (PP) nomer 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korp Pegawai Negeri Sipil.

Namun walau demikian, kata Oteng, panwascam juga patut menghormati prinsif praduga tak bersalah, yang paling penting pihaknya tidak akan membiarkan setiap dugaan pelanggaran yang terjadi diwilayah kerjanya.

“Yang pasti hasilnya nanti akan kita ketahui setelah yang bersangkutan kami klarifikasi. “pungkas Oteng. (Tn)

SUDAH SAATNYA DI PANGANDARAN ADA MINI MARKET SYARIAH

Bertempat di gedung Islamic center jalan merdeka Pangandaran, beberapa tokoh warga Kecamatan Pangandaran menggagas terkait perlunya dibangun sebuah lahan ekonomi keumatan di Kabupaten Pangandaran. Gagasan ini lahir mengingat selama ini umat Islam dalam perekonomian dari mulai mikro hingga makro mayoritas hanya menjadi objek.

Seperti disampaikan salah seorang nara sumber asal Bogor, Ir. Agus, hal ini bisa dilihat yang terjadi di lapangan. Adanya alfamart, indomart dan yang sejenisnya dapat menghasilkan keuntungan mencapai 3 ratus miliar dalam  sehari, dan itu tidak bisa disangkal yang menjadi konsumennya mayoritas umat Islam.

“Gagasan perlunya dibangun ekonomi syariah sudah sangat mendesak mengingat potensi ekonomi masyarakat Pangandaran ini cukup menjanjikan. “ujarnya.(11/5)

Menurut Agus, masyarakat paling tidak harus memiliki kemauan berpikir positif dan optimis, dan  jika tidak mulai dari sekarang lalu mau kapan lagi. Karena Alfa dan Indo saja itu gagasannya lahir 29 tahun yang lalu, wajar saja jika hari ini mini market tersebut dapat meraup laba bersih yang besar.

"Perlu diketahui, di kjota-kota besar sekarang telah banyak bermunculan ekonomi berbasis syariah, dan Alhamdulillah sampai hari ini terus berkembang," imbuhnya.

Seperti diketahui, acara bertajuk membangun ekonomi umat bersyariah yang dihadiri lebih dari 50 peserta para tokoh dan masyarakat ini mendapat tanggapan positif, walau dalam tataran praktek nampaknya masih belum kesepakatan. (HARIS F)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEBERSIHAN GELAR PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH

Bertemapat di taman Pesona depan Pasar Pananjung Pangandaran, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran mengadakan pelatihan pengelolaan limbah sampah yang diikuti 204 tenaga kontrol kebersihan dari beberapa kecamatan di Kabupaten Pangandaran. Sampah-sampah yang tadinya tidak berguna pun kini bisa dikelola menjadi karya seni yang menarik seperti tas, tikar dan lainnya.

Seperti disampaikan Kepala Seksi Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Abay Bayanullah selaku intstruktur kegiatanm, kegiatan ini merupakan program pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan, bertujuan agar limbah sampah terutama sampah non organik seperti bekas bungkus kopi dan sejenisnya dapat dimanfaakan menjadi sebuah hasil seni yang berguna dan serta bernilai ekonomis.

"Kegiatan ini merupakan salah satu solusi bagaimana mengurai limbah sampah yang berserakan menjadi barang yang berguna. "  katanya. (8/5)

Abay menambahkan, untuk target mengurangi limbah sampah yang semakin hari semakin menumpuk, pihaknya berupaya melibatkan beberapa tenaga kerja kontrak agar selain tugas utamanya menjadi petugas kebersihan, juga memiliki keterampilan mengolah limbah.

"Kami berharap latihan keterampilan ini bisa bermanfaat dan berhasil guna. “imbuhnya.

Di soal dana kegiatan, Abay menjelaskan, tidak ada dana untuk kegiatan ini karena ini ada dala kegiatan  semesteran di dinasnya.

“Untuk rencana ke depannya juga akan dilaksanakan lagi dengan tema yang lain, seperti pengelolaan pupuk atau lainnya," Pungkasnya. (HARIS F)

BUPATI LOUNCING PENCANANGAN GISA DI KABUPATEN PANGANDARAN

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat di bidang administrasi kependudukan dan pemerintahan yang efektif, efisien berdaya saing, Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil ( Disdukcapil), baru-baru ini Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, meresmikan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) Kependudukan bertempat di lapangan Parigi. (2/5)

Dalam sambutannya, bupati meminta agar masyarakat di Kabupaten Pangandaran dapat melaksanakan tertib administrasi kependudukan (adminduk). Diantaranya, segera melaksanakan perekaman data e-KTP, membuat Kartu Keluarga (KK) dan akte kelahiran.

“Dan terkait pelaksanaan pilkada serentak tahun 2018 yang akan dilaksanakan pada bulan juni mendatang, kami pun terus melakukan upaya agar warga yang sudah punya hak pilih bisa masuk pada DPT (Daptar Pemilih Tetap-red). “kata bupati.

Dikatakan bupati, dari 312.324 wajib KTP di Kabupaten Pangandaran, hingga sekarang ada sekitar 49 % belum memilki e-KTP.

Selepas meresmikan GISA, Bupati Jeje juga berkesempatan menyerahkan dokumen kependudukan berupa Akte Kematian kepada ahli waris dan Akte Kelahiran pada warga,  Sekaligus menyerahkan kue ulang tahun pada salah saeorang pelajar yang kebetulan saat itu berulang tahun langsung di tempat upacara dilaksanakan.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Tantan Roesnandar, menuturkan, melalui Intruksi Kemendagri nomor 470/837/SJ yang ditandatangi Menteri Tjahjo Kumolo, tanggal 07 Februari 2018 tentang GISA, merupakan langkah strategis Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil yang bertujuan agar para gubernur dan bupati/walikota dapat menciptakan ekosistem penyelenggaraan pemerintahan yang mendukung suksesnya GISA.

“Dengan dasar itulah Kabupaten Pangandaran meresmikan gerakan GISA. “terang Tantan.

Tantan menambahkan, sejak diterbitkannya intruksi tersebut, maka gubernur, bupati dan walikota pun harus segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas pokok, fungsi, dan kewenangan masing-masing.
GISA dijalankan berdasarkan empat program pokok yang harus dijalankan oleh gubernur dan bupati/walikota.

“Jadi GISA merupakan program terkait kesadaran masyarakat akan pentingnya kepemilikan dokumen dan pemutakhiran data kependudukan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, masih kata Tantan, Disdukcapil Pangandaran pun sebelumnya terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat. seperti, melaksanakan terobosan pelayanan terkait Lahir Anak Dapat Akta Kelahiran (Landak) dan Jemput Pelayanan Keliling (Jempling).

“Semua itu merupakan terobosan-terobosan yang dilakukan Disukcapil agar masyarakat bisa bahagia, tidak merasa sulit mengurus administrasi kependudukannya. ”ujar Tantan lagi.

Disoal rencana kemendagri yang akan mengeluarkan Peratutan Menteri (permen) terkait layanan e-KTP selesai 1 jam, menurut Tantan, ada atau tidak permen tersebut pihaknya selama ini berusaha untuk tetap bisa membahagiakan masyarakat dengan pelayanan maksimal terkait semua kebutuhan adiminstrasi kependudukan dan pencatan sipil masyarakat.

“Jempling dan Landak itu kami laksanakan jauh sebelum rencana kemendagri akan mengeluarkan permen. “kata Tantan.

Lebih jauh Tantan menyampaikan, memang ada beberapa kendala teknis, seperti sarana dan prasarana yang sekarang masih digunakan untuk pencetakan e-KTP yang ada di kecamatan-kecamatan hingga sekarang masih menggunakan alat cetak dari anggaran tahun 2011 lalu dengan kapasitas hasil cetak 75 KTP per kecamatan, itu juga jika tidak ada ganguan jaringan dan alat panas. Operator yang ada di tiap kecamatan pun karena hanya 1 orang harus siap berganti pekerjaan antara merekam data dan mencetak KTP.

“Dan jika alat cetak mengalami kerusakan, maka butuh 7-10 hari untuk memperbaikinya karena harus dibawa ke Jakarta atau gangguan jaringan dan cuaca hujan petir, semua itu diluar kemampuan kami. “terang Tantan. (hiek)

RAKERDA BAZNAS KABUPATEN PANGANDARAN 2018 JEJE WIRADINATA:” PAKIR MISKIN, KESEHATAN DAN PENDIDIKAN ITU URUSAN PEMDA”

Bukan main, potensi jakat Kabupaten Pangandaran pada tahun 2017 lalu mencapai Rp. 700 juta, yang seluruh hasil tersebut sudah disalurkan pada 1500 pakir miskin dengan rata-rata menerima Rp 300 ribu per orang, untuk membantu biaya kesehatan, biaya pendidikan 400 siswa miskin pada berbagai jenjang.

Demikian disampaikan Kepala Kantor kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, Drs. Hendri Suganda pada acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tahun 2018 di kantor MUI Pangandaran. (9/5)

“Kami juga sedang menggalakan perioritas untuk menumbuhkan zakat produktif untuk membentuk 2 kelompok produktif di pesantren yang ada di Kabupaten Pangandaran. “ungkap Hendri.

Dikatakan Hendri, pengelolaan Baznas ini diharapkan bisa lebih baik lagi karena potensi zakat di Pangandaran luar biasa. Untuk optimalisasi zakat di bidang perhotelan, rumah makan dan lainnya dalam prosesnya dan untuk mempermudah kerja pengurus baznas, selain dilandasi undang-undang yang berlaku, juga nanti perlu ada Peraturan Bupati (perbub) untuk Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang ada di tiap-tisp kecamatan agar nantinya ada kewenangan untuk mengelola zakat.

Dan juga, lanjut Hendri, perlu kiranya ada upaya bagaimana adanya pemetaan pengelolaan kaitannya dengan nelayan sehingga mereka menjadi muzakki.
“Semua bisa bekerja sama dengan Baznas dalam proses mengembangkan potensi zakat ini, bahkan Kemenag sendiri harus  bisa meberikan contoh menjadi muzakki yang aktif. "imbuhnya.

sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya, menyampaikan, acara Rakerda ini sederhana tetapi luar biasa. Dan menurut Jeje, pada setiap kesempatan ia pun  selalu mengatakan baznas ini harus menjadi skala prioritas dan menjadi pokus bersama.

“Masyarakat harus diberikan pemahaman apa itu zakal mal, karena selama masyarakat seolah-olah zakat itu hanya zakat fitrah saja. “kata bupati.

Kehadiran pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan pada prosesnya terkadang hanya terpaku pada program yang sipatnya sementara, sementara esensinya kurang diperhatikan.

Jeje menambahkan, pemerintah wajib mengurangi kemiskinan, sektor pendidikan, kesehatan. 

Menurut Jeje, 7 % masyarakat Kabupaten Pangandaran masih ada pada garis miskin, dan pemerintah pun sekarang  tengah memperioritaskan APBD ke sana.

Sementara untuk urusan kesehatan, lanjut Jeje, pemerintah sudah mengeluarkan KIS dan kartu waluya, sehingga diharapkan Baznas tidak masuk ke wilayah ini karena porsi tersebut sudah ditangani pemerintah.

“Termasuk urusan bedah rumah membantu rumah yang sudah tidak layak guna, kami ingin Baznas masuk memprioritaskan usaha produktif. “ (HARIS F)

RATUSAN ORMAS TUNTUT AKSELERASI E-KTP KE DPRD PANGANDARAN

PARIGI – Ratusan massa dari gabungan organisasi Masyarakat (ormas) dan LSM yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Pakidulan ( KMSP ) mendatangi gedung DPRD Kabupaten Pangandaran untuk menyampaikan aspirasi yang selama ini kurang mendapat tanggapan dari para wakil rakyat serta dirasakan begitu banyak kekurangan dalam menjalankan fungsinya selama tiga tahun menjabat.

Setelah melakukan orasi di halaman gedung DPRD, akhirnya 40 orang aktivis dipersilahkan masuk ke aula untuk melakukan audiens dengan anggoita komisi I DPRD,  Asep Noordin dan Jalaludin, S.Ag , yang juga dihadiri Sekda Pangandaran, Mahmud, SH.MH, kepala Diunas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Drs. Tatntan Roesnandar dan  ketua KPUD kabupaten Pangandaran, Wiyono Budi Santosa. (9/5)

Menurut krdinator lapangan, Anton, ia merasa prihatin dengan kenyataan saat ini, karena proses pembuatan e-KTP, partisipasi masyarakat yang menjadi aset daerah dan lambatnya penetapan RT/RW yang hingga kini baru dibentuk pansus.

"Untuk hal tersbut pemerintah sekama ini terkesan kurang begitu memperhatikan hak masyarakat sebagai warga negara, apalagi saat ini akan melaksanakan pilkada tentunya sangat diperlukan kepemilikan e-KTp sebagai salah satu sarat untuk para pemilih", katanya.

Dikatakan Anton, pihaknya juga menemukan adanya penahanan e-KTP yang sudah jadi dalam pendistribusian di salah satu kecamatan, hingga ia dan rekan-rekannya pernah datang ke salah satu kecamatan dan menyuruh untuk segera membagikan e-KTP yang sudah jadi itu,

Ditempat yang sama, peserta audens lainnya, Kunkun menambahkan, ia berharap agar Pemda Pangandaran bisa menganggarkan untuk membeli mesin cetak e-KTP jangan cuma menunggu bantuan dari pemerintah pusat.

Kunkun berharap agar pemda memperhatikan dan perioritaskan sarana dan prasarana pembuatan e-KTP, karena sangat penting untuk kelangsungan hidup masyarakat.

“Dan kepada anggoita legislatif, tolong yang terbaik buat masyarakat terkait adiminstrasi kependudukan ini.", tandasnya. (AGE)

1 BULAN PERMINTAAN AUDENS TAK DITANGGAPI, PULUHAN GP ANSHOR SEGEL PINTU MASUK DPRD PANGANDARAN

PARIGI-Puluhan masyarakat muslim yang tergabung dalam keluarga besar NU, GP Anshor, IPNU dan PMII, tadi siang menggelar demo di halaman gedung DPRD Kabupaten Pangandaran. Dalam orasinya, ketua GP Anshor, Encep Najmudin, menyampaikan keinginannya untuk menggelar audens dengan anggota wakil rakyat.(8/5)
Menurut Encep, sudah satu bulan pihaknya melayangkan surat permintaan auedns tersebut, tapi sampai hari ini tidak ada tanggapan apa pun dari pihak DPRD.

Rencananya dalam audens tersebut, kata Encep, pihaknya akan menyampaikan agar pemerintahan Pangandaran membuat drapt raperda tentang narkoba, miras, perjudian dan hiburan malam.

“Kami juga meminta agar pemda merehabiitasi pengidap penyakit LGBT yang memang sudah marak di Pangandaran. “ungkapnya.

Sebenarnya, menurut Encep, pihaknya tidak menuntut banyak waktu dari para wakil rakyat, tapi sayang, sudah satu bulan surat permohonan untuk audens dikirim, sampai hari ini belum ada jawaban.

“Masa tidak ada waktu sedikit pun untuk menerima kami. “ungkapnya lagi.

Jika sudah begini, masih kata Encep, seluruh masyarakat Pangandaran tentunya akan mempunyai persepsi yang sama, DPRD sudah mengabaikan keinginan masyarakat bahkan fungsi sebagi penyerap aspirasi masyarakat kini sudah tidak berfungsi lagi, maka ia beserta rekan-rekannya sepakat untuk menyampaikan hal ini pada para kiayi, karena memang rencana audens pun merupakan petisi yang sudah ditandatanagi para kiayi.  

“Dan sekarang kami menunggu apa yang akan diperintahkan para kiayi selanjutnya, jika harus perang kami pun siap untuk berperang. “tegasnya.

Saat hal ini dikonfirmasi ke pihak DPRD, menurut salah seorang pegawai Sekretaria DPRD (setwan), sebenarnya ketua DPRD, H. Iwan M Ridwan, sedang di luar kota dan sudah mendelegasikan hal ini ke komisi I, dan langsung ditanggapi ketua komisi I untuk segera mempersilahkan para peserta audens untuk masuk ke ruangan.

“Tapi saat kami ke depan bermaksud untuk menemui, mereka sudah tidak ada katanya sedang ke mesjid untuk melaksanakan shalat dhuhur. “terang Kasubag Humas DPRD, Aang. (hiek)

LUAR BIASA, ACARA SILATURAHMI DAN PENTAS SENI IKPM GONTOR DI HADIRI BUPATI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Ratusan santri tingkat SMA dan SMP dari keluarga Konsulat Priangan Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur yang bekerjasama dengan Ikatan keluarga Pondok ModernGontor (IKPM) Cabang Tasikmalaya Korwil Pangandaran, tadi malam  menggelar acara Silaturhami Akbar dan Pagelaran Seni “Aksara Parhiyangan”, bertempat di Taman Merdeka Pangandaran.(7/5)

Dengan tatanan pangung serta sound yang megah, berbagai akstraksi, seperti Arabic and English speech, acoustic, drama cabaret, incredible action, matrial art aerobic, nusantara dance dan lain-lain tersajikan apik dalam balutan nuansa seni islami dihiasi gemerlap cahaya warna-warni dalam kemasan dekorasi sebuah pementasan akbar. Tak ayal, penonton pun dibuat kagum melihat beberapa santri yang unjuk kebolehannya membuat penonton yang didominasi keluarga para santri pun terpukau dan berdecak kagum.

Selain penampilan seni, dalam acara yang dihadiri Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata berserta jajarannya serta para wali santri, IKPM korwil Bandung, Ciamis, Tasikmalaya, Banjar dan Kabupaten Pangandaran, merupakan acara perpulangan akhir tahun keluarga besar konsulat priangan santri Gontor ke daerah asal masing-masing di Jawa Barat yang dipusatkan di Pangandaran.

Menurut Ketua Panitia, IKPM asal Pangandaran, Nendi Subagja, acara ini diadakan setiap setahun sekali di setiap daerah secara bergiliran dan untuk kesempatan kali ini di Pangandaran merupakan yang paling meriah dan akbar.

“Jika dibandingkan acara serupa di kota-kota lain, mungkin hanya di Pangandaran yang bupatinya bisa hadir. “ungkap Nendi.

Nendi menambahkan, hingga sekarang ini anak-anak Pangandaran yang belajar di Pondok Moderen Gontor baru sekitar 40-50 orang saja.  Dan dengan acara seperti ini diharapkan masyarakat mengetahui bahwa pesantren Darussalam ini besar dan memiliki 22 cabang baik putra maupun putri di seluruh Indonesia, dengan berbagai kegiatan unggulan dan  penguasaan bahasa.

Pada kesempatan lain, Nendi berpesan pada seluruh IKPM, jika ingin menjadi orang besar, tidak selalu harus ada di kota besar atau menjadi pejabat dan orang terkenal, walau berdiam di sebuah surau kecil di desa terpencil, tapi ia bisa memberikan manfaat pada diri sendiri dan  pada kehidupan di sekeliling, itu merupakan cerminan orang besar.

Sementara dalam sambutannya Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan di Pangandaran ini bisa menjadi spirit serta memberi ruang pada masyarakat untuk lebih mengenal lagi tentang Pesantren Moderen Gontor.

Karena, lanjut bupati, ada dua alasan kenapa warga Pangandaran selama ini kurang minat belajar di Gontor. Pertama, mungkin ada kesan di masyarakat, daptar ke Gontor sangat sulit karena tingkat kompetisinya begitu ketat sehingga harus bersaing dengan anak-anak dari seluruh Indonesia dan luar negeri, atau mungkin karena selama ini masyarakat kurang mengenal jauh tentang keberadaan Pondok Moderen Gontor.

“Kami bisa memfasilitasi pihak Gontor untuk datang ke sekolah-sekolah memperkenalkan lebih dekat lagi tentang pesantren Gontor pada para siswa. “tutur bupati.

Bupati juga mengatakan, Pangandaran menjadi salah satu daerah tujuan wisata, sehingga orang-orang yang datang pun dengan kultur dan karakter yang beragam. Tinggal nantinya, pemerintah daerah membuat regulasi untuk mengimbangi agar wisata tetap terdepan dan moral kehidupan bermasyarakat tetap terjaga, salah satunya dengan menerapkan penididkan berkarakter pada siswa-siswa di sekolah.

“Dan kami membuka pintu selebar-lebarnya kepada seluruh alumni untuk ikut berbakti serta mengamalkan ilmu yang didapat dari pondok pesantren modern Gontor untuk kemaslahatan Pangandaran. “pungkas bupati. (NA2 HOERUMAN/HARIS F)





20 KADER ANSHOR MANGUNJAYA IKUTI PKD

MANGUNJAYA-Jelang puasa ramadhan 1439 H, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Mangunjaya, Pangandaran, mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD).(5-6/5)

Selain dihadiri anggota Anshor dan tamu undangan lainnya , yang unik dalam kegiatan ini saat upacara pembukaan PKD, diikuti juga para santri cilik DTA Walisongo yang berbaris rapi di jajaran depan. Dan dengan antusias pula para santri tersebut penuh semangat saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Ansor dan Yahlal Wathon.

Dikatakan Ketua PAC Mangunjaya, Rohmat Nurhidayat, kegiatan ini merupakan PKD angkatan kedua, sebelumnya pernah dilaksanakan kegiatan yang sama pada bulan Oktober 2017.

“Ada 20 peserta kegiatan dari Kecamatan Mangunjaya dan sekitarnya. “terang Rohmat.(6/5)

Sementara menurut ketua panitia, Muhammad 'Asim, pengenalan Anshor harus dilakukan sejak dini. Pasalnya, beberapa tahun ke depan merekalah yang akan meneruskan tongkat estafet keberlangsungan organisasi.

Hal senada disampaikan Ketua PC Ansor Pangandaran, Encep Najmudin, apa pun yang terjadi, kaderisasi tak boleh berhenti, walaupun hanya diikuti satu peserta.

“Dan kader-kader yang mengikuti kegiatan ini diharapkan kelak akan menjadi kader militan serta bisa menularkan semangat kepada para pemuda untuk berkhidmat pada ulama dan negeri. “tegas Encep. (Tn)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN