PESONA PANTAI KARAPYAK, JADI SALAH SATU PILIHAN DESTINASI WISATA PANGANDARAN

KALIPUCANG –Walau namanya tak sebesar obyek wisata pantai Pangandaran dan Green Canyon, namun pantai Karapyak yang terletak di Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu pantai yang cukup eksotik.

Tak hanya Karapyak, di Sekitarnya juga  terdapat pantai lain yang tak kalah mempesona, seperti Pantai Majingklak, Palatar Agung dan Pantai Karangnini, menjadi batas timur bentangan 91 km panjang keseluruhan Pantai di Kabupaten Pangandaran.

Dari pantai Majingklak yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap Provinsi Jateng melewati Pulau Nusakambangan, mungkin bisa jadi alternative rangkaian wisata pantai hingga ke  Pantai Keusik Luhur di Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak, berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya Jabar.

Seperti dituturkan Kasi Promosi wisata di Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Pangandaran, Asep Kartiwa, tidak ada salahnya wisatawan mencoba berkunjung ke tempat-tempat tersebut agar tahu, destinasi wisata Pangandaran bukan hanya pantai Pangandaran, Green Canyon, Batuhiu atau Pantai batukaras saja, yang selama ini memang sudah akrab dengan wisatawan, akses menuju semua wisata itu pun sudah mulus dan tidak jauh dari jalan utama.

“Seperti Karapyak, hanya 1,5 jam perjalanan dari Kota Banjar, tepatnya sekitar 12 kilo meter sebelum masuk Pangandaran dan hanya beberapa menit saja dari jalan utama menuju lokasi. “terang Asep. (6/4)

Salah satu keindahan yang bisa ditawarkan Pantai Karapyak, ada fenomena alam menjadi pesona tersendiri saat air Sungai Cintaduy dengan arus besar menuju laut, seketika air laut pun berubah warna menjadi merah kecoklatan, sementara warna luat di sekitarnya tetap biru.

Sarana akomodasi pun tersedia, bahkan bagi remaja yang punya hobi kemping, ada Karapyak Glamping yang menyediakan peralatan berkemah dengan fasilitas jaman now.

“Perbedaan warna tersebut sangat kontras sehingga menjadi pemandangan yang mempesona,  untuk melihat penomena tersebut tidak perlu jauh-jauh ke eropa, karena di Karapyak juga ada. “ ungkapnya.

Masih di Karapyak, lanjut Asep lagi, hamparan pasir putih terbentang bak permadani dengan kolam-kolam kecil di pinggir pantai seperti aquarium alam tempat biota laut berkembang biak, merupakan pemandangan alam yang mejadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk bermain di sepanjang pantai.

"Tapi pengunjung harus tetap hati hati, jangan sampai merusak biota lautnya dan jika anda ingin tahu Pulau Nusakambangan yang fenomenal juga tenyata cukup dari Pantai Karapyak", imbuh Asep

Pada pengunjung yang punya hobi memancing, menurut Asep, Pantai Karapyak juga bisa dijadikan salah satu reperensi. Banyak spot pemancing, baik dengan menyewa perahu atau cukup sekedar di pantai dan  Sungai.

“Para nelayan disana pun banyak menyediakan umpan serta siap memenuhi selera strike para angler. “imbuh Asep. (AGE)

DPRD PANGANDARAN BERI APRESIASI PADA RIBUAN MASSA MPPP

PARIGI-Ribuan massa yang yang menamakan dirinya, Masyarakat Peduli Pembangunan Pangandaran (MPPP), datang ke gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasinya pada wakil rakyat. (5/4)

Menurut Ketua MPPP, Adnan, kedatangannya dengan DPRD untuk memberikan dukungan pada program pembangunan Pemkab Pangandaran terkait penataan objek wisata.

"Kami semua berharap, pembangunan yang sudah direalisasikan bisa menjadi salah satu penunjang visi-misi Kabupaten Pangandaran menjadi wisata mendunia,"ungkapnya.

Adnan juga mengatakan, massa aksi yang hadir pun siap menjadi garda terdepan mendukung program pembangunan dan penataan wisata.

Menurutnya, pihaknya siap meperhatikan kepentingan yang lebih besar dan masa depan Pangandaran sebagai kawasan wisata terbaik se Jawa Barat dengan dukungan seluruh masyarakat yang terdiri dari pedagang, pelaku wisata, nelayan dan masyarakat umum lainnya.

“Kami ikhlas dan sadar menerima penataan kawasan wisata dan relokasi pedagang objek wisata Pantai Pangandaran. “tegasnya.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Iwan M Ridwan mengatakan, di hadapan ribuan massa , menyampaikan, secara kelembagaan DPRD mengapresiasi aksi yang dilakukan MPPP, dan tentunya segala bentuk aspirasi dan dukungan masyarakat ini akan disampaikan pada pemerintah daerah.

“Atas nama DPRD Pangandaran, saya mengucapkan terima kasih terhadap kepedulian masyarakat yang telah mendukung program pemerintah, dan secara lembaga DPRD Pangandaran pun akan menindaklanjuti aksi dukungan ini secara tertulis. “kata Iwan. (ANTON AS)

SETELAH PENYESUAIAN NJOP, PBB-P2 TAHUN 2018 KABUPATEN PANGANDARAN MENINGKAT 76.33%

PARIGI- Semakin besar porsi PAD yang diperoleh melalui sektor pajak daerah, maka semakin tinggi kemandirian fiskal suatu daerah untuk leluasa melakukan pembangunan dan perbaikan pelayanan publik bagi masyarakatnya.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Drs. Hendar Suhendar S, MM, dalam acara Launching Pendistribuasian SPPT PBS-P2 Tahun Pajak 2018, yang berlangsung di Aula Setda Kabupaten Pangandaran. (4/4)

Dikatakan Hendar,  Pemerintah Kabupaten Pangandaran melakukan evaluasi dan pembenahan, khususnya sektor PBB-P2 dan saat ini telah diterbitkan  SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) PBB-P2 tahun 2018 kepada wajib pajak dengan melakukan penyesuaian nilai jual objek Pajak (NJOP).

"Hal ini dilakukan karena sejak tahun 2003 pengenalan pajak daerah berupa PBB-P2 NJOP belum pernah dilakukan penyesuaian,"Ujar Hendar Suhendar.

Masih kata Hendar, saat ini telah diterbitkan SPPT PBB Perkotaan sebanyak 29.303 dengan ketetapan Rp. 3.499.152.904 dan SPPT PBB Perdesaan sebanyak 427.900  dengan ketetapan Rp. 13.211.462.314, dengan total 455.481 dengan ketetapan Rp 16.710.615.218,-

Ketetapan PBB-P2 tahun pajak 2018 ini meningkat signifikan menjadi Rp. 16.710.615.218.- (76.33%) dari ketetapan PBB-P2 tahun lalu sebesar Rp. 9.474.357.747,-.

Hendar menambahkan, untuk SPPT PBB Perkotaan: 29.312, ketetapan : Rp. 2.135 020.895.
dan SPPT PBB Perdesaan 426.169. ketetapan : Rp. 7 339.336.852. Total Jumlah 455.481 dengan ketetapan  Rp. 9.474.357.747,-.

Pada data Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, desa dengan ketetapan PBB terendah, Desa Mekarwangi Kecamatan Langkaplancar, Rp. 38.404.865 dan desa dengan ketetapan PBB tertinggi, Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran, Rp. 1.839.656.095,.

Menurutnya, tujuan dilakukan penyesuain NJOP bumi dan bangunan, untuk menjaga nilai bumi dan bangunan yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, agar tindakan penguasaan, pemilikan dan penggarapan atas bumi dan bangunan dapat dilakukan sebijaksana mungkin dan bertanggungawab atas produktifitas penggunaan lahan sehingga nilai jual objek pajak tidak bernilai rendah bahkan seakan tidak ada harganya sama sekali.

"Semoga momentum ini dapat dijadikan wahana untuk membangun kebersamaan dalam moningkatkan kesadaran membayar PBB-P2. demi terwujudnya percepatan Pembangunan di Kabupaten Pangandaran,"ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran mengatakan, langkah ini memberikan pengaruh yang signifikan bagi penerimaan PAD agar dapat membangun lebih baik dan lebih berkualitas dari tahun-tahun sebelumnya.

Di mana secara kapasitas, menurut bupati, Pemkab Pangandaran saat ini sudah bergerak melangkah dan berlari dengan beragam inovasi seiring seirama mencari pijakan-pijakan yang kokoh agar dapat melompat lebih jauh dan lebih mantap, dan dengan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, bersama-sama mewujudkan Pangandaran hebat.

bupati juga berharap, mudah-mudahan kemandirian fiskal Kabupaten Pangandaran sesuai dengan cita-cita bersama agar dapat segera terwujud memenuhi sebagian besar pembangunan dan pelayanan publik yang diharapkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Saya juga berharap Penyesuaian NJOP ini disosialisasikan dengan baik. “tegasnya. (AGE)

KABUPATEN PANGANDARAN RAIH SKOR TERTINGGI DIANTARA 18 DOB

PARIGI- Kunjungan kerja tim evaluasi Daerah Otonomi Baru (DOB) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam rangka menilai DOB Kabupaten Pangandaran, berhasil atau tidaknya dalam melaksanakan pemerintahan sebagai DOB. (04/04)

Menurut Direktorat Penataan Daerah, Otonomi Khusus dan DPOD, Dr.Drs. Yusharto H, M.Pd, dalam penilaian tersebut, ada 10 aspek yang di lakukan tim evaluasi/

Ke sepuluh aspek tersebut, lanjut Yusharto, antara lain, embentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), penataan dan pengisian porsonil OPD, pengisian DPRD, penyelenggaran wajib dan pilihan, pembiayaan dan alokasi, pengalihan asset, batas wilayah, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sarana dan prasarana dan proses pengalihan ibu kota (pengecualian).

10 aspek tersebut, lanjutnya, sudah dilakukan evaluasi setiap tahunnya, sejauh mana perkembangan DOB tersebut, mulai dari usia nol sampai 1 tahun. Lalu dari usia 1 tahun sampai 2 tahun sudah sejauh mana perkembangannya dan seterusnya.

“Kami juga akan menilai terkait tambahan tiga bidang lagi, seperti  pendidikan, kesehatan dan tata ruang.“ ungkap Yusharto, saat ditemui usai rapat dengan Pemda Pangandaran di aula Setda.
Yusharto menambahkan, pada evaluasi tahun 2017 di 18 DOB, Kabupaten Pangandaran mendapat skor tertinggi, dengan skor 84,50. Sehingga dinominasikan untuk menerima penghargaan pada hari otda tahun 2018.

“Adapun temuan yang masih harus dibenahi, ada dua hal, antara lain, masih terdapat kekurangan personalia ASN, baik kuantitas maupun kualitas dan kedua, pembahasan penyusunan raperda RTRW. “ungkap Yusharto.

Sementara Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata berharap, Pangandaran bisa mendapat nilai tertinggi dan menjadi daerah otonomi depinitif.

“Sementara untuk RTRW, aat ini sudah pada tahap pembahasan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang. “terang Jeje. (AGE)

KONDISI SUMUR KERAMAT PENINGGALAN SUKAPURA KINI SEMAKIN TERLANTAR

TASIKNEWS-Kendati dalam buku sejarah tentang Sukapura tidak tertulis ( atau bisa jadi karena minimnya informasi yang didapat penulis),  namun menjadi sebuah pertanyaan yang besar, apakah Kerajaan Sukakerta pernah bubumen ( bermukim) di wilayah Sukapura (Kecamatan Sukaraja sekarang).

Jika menilik sejarah awal sebelum terbentuk Kabupatian Sukapura yang berpusat pemerintahannya di Kecamatan Sukaraja berasal dari kerajaan kecil bernama Sukakerta,  dan mungkin itu bisa saja terjadi mengingat ada fakta sejarah dengan peninggalan berupa pancuran ( pemandian) bernama Sukakerta.

Adapun kini Sukakerta sendiri diabadikan menjadi nama sebuah desa di Kecamatan Jatiwaras (dulu Salopa), dimana di daerah tersebut tercatat perjalanan sejarah pembentukan Kabupaten Tasikmalaya sekarang ini.

Lokasi keberadaan Pancuran Sukakerta tempo dulu berada di Kampung Empang Desa Sukapura  Kecamatan Sukaraja. Lokasi pancuran tersebut sendiri tidak banyak diketahui masyarakat karena tempat itu kini hanya berupa lahan kosong.

Beberapa ratus meter dari lokasi pancuran ada peninggalan yang sama dalam sejarah Sukapura, sebuah Sumur Sukapura berlokasi di Kampung Sukapura. (pada masa Kabupatian Sukapura sumur tersebut sangat disakralkan).

Konon, air sumur itu sering dipergunakan untuk prosesi pemandian bupati yang meninggal, bahkan saat ada yang  akan menunai kan ibadah haji, terlebih dulu harus mandi air sumur Sukapura.

Sampai saat ini pun sumur kahuripan masih didatangi para peziarah, namun ironisnya keberadaan altar (peningalan) sejarah Sukapura kini kondisinya sangat memprihatinkan. Di bawah rimbunan pohon Kitahi dengan debet air yang keluar dari rembesan akar kini kian menyusut, dan terlihat kotor, dan seiring waktu bangunan yang dulunya dibuat konsep mirip gua pun hancur termakan usia, terkadang banyak dedaunan yang masuk ke sumber mata air dari atap bangunan yang sudah hancur, kondisinya pun kini matak sareukseuk.

Begitu juga akses jalan menuju kesana perlu ada pembenahan, perlu adanya pembuatan jalan baru yang representatif.

Menurut salah seorang warga yang mengaku keturunan Sukapura, Eeng Hendriyana, saat ditemui di lokasi Sumur Keramat Sukapura, menuturkan, asal muasal sumur ini ditemukan seorang wali, konon saat itu, dari hasil wangsit yang diperolehnya wali tersebut harus mencari sumber mata air di tatar Sukapura.

Begitu menemukan lokasi yang diperolehnya dari wangsit, teteken (tongkat) kemudian di ketukan ke tanah, dan dari dalam tanah seketika menyembur air, sedangkan tongkatnya sendiri lalu ditancapkan di sumber mata air yang kini berubah menjadi pohon Kitahi.
“Jadi menurut cerita pohon Kitahi yang ada  disana itu merupakan teteken Sang Wali,” paparnya.(1/4)

Dengan maksud untuk melestarikan peninggalan situs tersebut, lanjut Eeng, ia bersama keturunan Sukapura lain yang peduli pada sejarahnya berinisiatif akan berupaya membuka akses jalan menuju sumur Sukapura.

“Bahkan rencananya akan dibangun tempat peristirahatan bagi peziarah yang datang ke Sumur Sukapura, namun samapi sekarang belum bisa terwujud karena terkendala biaya,”pungkasnya.     ***.(Rusdianto/ PNews)

UNTUK BAHAS SISTER CITY, WALIKOTA VILLAGE OF OGIMI JEPANG AKAN BERKUNJUNG KE PANGANDARAN

Untuk rencana kunjungannya ke Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, Mr. Norimitsu Miyagi Walikota Village of Ogimi, salah satu kota di jepang melakukan pertemuan dengan staff Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang.

Dalam pertemuan tersebut disimpulkan, Mr. Norimitsu miyagi beserta Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan beberapa dinas terkait  lainnya di Village of Ogimi, sepakat akan melakukan kunjungan ke Kabupaten Pangandaran dan akan bertemu langsung dengan Bupati Pangandaran, H jeje wiradinata untuk membahas kerjasama di beberapa bidang usaha, dan kemungkinan tindak lanjutannya untuk membuat perjanjian kerjasama hubumgan Sister City antara Kabupaten Pangandaran dengan Kota Ogimi di Jepang

Permohonan kunjungan tersebut pun telah dilayangkan ke Pemkab Pangandaran melalui WhatsApp tertanggal 28 maret 2018, dan diterima langsung sekpri bupati untuk diagendakan.

Dalam surat tersebut, Mr Norimitsu miyagi beserta rombongan direncanakan akan hadir di Pangandaran pada tanggal 27 - 30 - April 2018.

Menurut salah seorang staff KBRI di Jepang, Andry, tahap awal sesuai hasil survey  dengan tenaga ahli dari jepang, terkait  hasil survey di lapangan dua bulan lalu, tentang pengembangbiakan glassill (anak sidat), baru akan bisa di tangkap nelayan sekitar bulan April.

“Jadi karena yang pertama kali dilakukan survey di Pangandaran tentang sidat, kemungkinan budidaya sidat yang akan menjadi prioritas awal bahasan. “ungkap Andry.

Seperti diketahui, saat ini jepang membutuhkan pasokan sidat (Unagi) sekitar 150.000 ton per tahun, tentunya Ini kesempatan untuk warga pangandaran untuk melakukan budidaya sidat, karena ini merupakan peluang di sektor perikanan.

Andry menambahkan, budidaya sidat ini akan dibimbing dan dipasilitasi langsung tenaga ahli dari Jepang, dan termasuk hasil budidayanya pun nantinya akan langsung dibeli pengusaha Jepang setelah sebelumnya diolah menjadi makanan kaleng yang akan dikerjakan di Pangandaran.

Dan jika saja ke depan program sister city ini berjalan dengan baik, menurut Andry, ini akan melibatkan ribuan tenaga kerja masyarakat Pangandaran.

“Sementara tentang rencana kerjasama antar kabupaten dalam program sister city sendiri, itu tergantung pihak Pemerintahan Kabupaten Pangandaran. “imbuh Andry. (ANTON AS)

ADA KESALAHAN KONSULTAN DAN PENDATAAN ? FDK PANGANDARAN LAKUKAN AUDENS KE DPRD

PARIGI - Puluhan orang yang mengatasnamakan Forum Pedagang Kreatif (FDK) Pangandaran, Senin, (02/04) melakukan audens dengan wakil rakyat diruang komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran dengan mendapat kawalan polisi. Dalam audens tersebut mereka mengadukan nasibnya terkait bangunan tempat mereka berjualan pasca relokasi yang dirasakan kurang menguntungkan karena sepi pembeli.

Seperti dituturkan ketua FDK, Adi Fitriadi, ia sangat menyayangkan bangunan relokasi yang tidak layak untuk tempat berjualan, dan sangat jauh dari harapan akan bisa lebih mensejahterakan masyarakat pedagang.

Dalam dengar pendapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II, Ruspandi Noer, serta dihadiri Sekda Mahmud, SH, MH,  Asda II, Apip Winayadi, para kabag dari dinas terkait, intinya FDK menuntut bisa dilakukan penataan ulang agar bisa memberikan solusi bagi seluruh pedagang.

"Kami minta relokasi para pedagang bisa ditempatkan pada bangunan yang kontruksinya jangan asal-asalan, aman, bebas untuk berjualan layaknya pedagang yang penuh harapan dan kepastian", kata Adi.

Sekda Pangandaran, Mahmud, SH, MH pada kesempatan itu menjelaskan, untuk membangun relokasi pemda sudah menggelontorkan uang sebesar Rp. 60 milyar ditambah biaya untuk sewa tanah ke PJKA Rp. 1 milyar / tahun.

“Jika memang dirasakan ada masalah tentang kurang layaknya lokasi dan pembangunan fasilitas tersebut pemerintah daerah akan coba menganalisa lagi", katanya.

Ditambahkan Mahmud, sebenarnya dari awal pemda sudah menunjuk konsultan perencana dalam proses pembangunannya pada pihak ke tiga.

“Dan untuk  kepentingan ini tentunya kami pun akan pertanyakan masalah ini pada konsultan perencana tersebut. “kata Mahmud lagi.

Ditempat yang sama, Asda II, Apip Winayadi menambahkan, pemerintah Daerah akan terus menganalisa dari penataan sampai ke pendataan ulang para pedagang, karena dari data tersebut masih belum valid, yang awal sekitar 833 pedagang yang direlokasi namun kenyataannya saat ini menjadi sekitar 1200an.

“Kami akan mendata ulang, mana pedagang yang memang benar-benar ingin berdagang" ungkap Apip.  (AGE)

BUPATI PANGANDARAN PENUHI UNDANGAN PANWASLU UNTUK KLARIFIKASI

Hari ini Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata datang ke Kantor Sekretariat Panwaslu di Desa Cibenda Kecamatan Parigi untuk memenuhi undangan terkait adanya indikasi pelanggaran pemilu yang dilakukan bupati saat acara silaturahmi dengan keluarga besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kecamatan Cimerak beberapa waktu lalu.

Kepada awak media, Jeje membenarkan, kedatangnnya ke sekretariat Panwaslu Kabupaten Pangandaran untuk memnuhi undangan serta memberikan keterangan terkait ucapannya dalam sambutan pada acara MUI tersebut.

Menurut Jeje, sebagai warga negara atau kafasitasnya sebagai pejabat negara, ia merasa harus hadir memenuhi surat undangan dari Panwaslu.

“Ini sebuah pembelajaran politik yang baik bagi kita semua, walau jabatan saya sebagai bupati kepala daerah, tapi tetap harus patuh pada aturan dan undang-undang yang berlaku. “kata Jeje.(2/4)  

Terkait ucapannnya beberapa hari lalu dalam acara dengan keluarga besar MUI, Jeje menjelaskan, kedatangnya ke panwaslu saat ini untuk memberikan keterangan sesuai yang terjadi saat itu kepada panwaslu. Dan tentang adanya indikasi pelanggaran atau tidak, lanjutnya, itu sepenuhnya kewenangan panwaslu.

“Tadi saya sudah memberikan klarifikasi dihadapan panwaslu dan gakumdu. “kata Jeje. 

Ditambahkan Jeje, ada beberapa ucapannya yang mungkin itu terindikasi merupakan pelanggaran pemilu terkait pilkada gubernur Jawa Barat, walau kata-kata tersebut memang tidak spesifik menjadi slogan kampanye atau ajakan untuk memilih salah satu kontestan  peserta pilkada.

“Intinya, kedatangan saya ini untuk memenuhi undangan panwaslu dalam rangka memberikan keterangan atau klarifikasi ucapan saya pada acara MUI di Cimerak  beberapa waktu lalu. “imbuhnya.

Ketua Panwaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan, membenarkan, kedatangan bupati ke kantornya untuk memenuhi undangannya terkait adanya indikasi pelanggaran pemilu yang dilakukan pejabat negara.

“Dan untuk sementara sampai saat ini kami belum bisa memastikan, apakah itu merupakan pelanggaran atau bukan, karena ini harus melalui rapat pleno kami. “terang Iwan.

Dikatakan Iwan, bukan hanya bupati saja yang diundang, panwas pun mengundang MUI untuk dimintai keterangan serta klarifikasi terkait masalah yang sama, karena kepentingan panwas untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyak dari seluruh elemen.

“Kami juga berharap masyarakat bisa berperan langsung untuk ikut mengwasi, agar proses pemilu bisa berjalan lancar dan aman. “imbuhnya.

Sementara saat berita ini diturunkan, proses pembahasan masih berlangsung untuk memastikan apakah yang dilakukan bupati termasuk  katagori pelanggaran atau bukan.

“Ini akan kami bahas maksimal sampai jam 00.00 malam ini. “ungkap salah seorang anggota  gakumdu. (hiek)

GAME MOBILE LEGEND, TREND ANAK-ANAK JAMAN NOW

PANGANDARAN-Di era milenial ini apa pun bisa didapat, baik itu kebutuhan hidup primer  atau pun hanya sekedar sarana bermain anak. Dengan hanya mengutak-ngatik android di tangan, semua bisa langsung hadir di depan mata, lewat dunia maya segalanya bisa didapat dari rumah.

Seperti permainan anak, bagi usia remaja yang gemar bermain game hanya tinggal "klik" aplikasi playstore pada androidnya, permainan apa pun langsung bisa dinikmati.

Seperti yang dilakukan remaja-remaja tanggung di Desa Pananjung kecamatan Pangandaran, tepatnya di Jalan Statsiun. Puluhan anak sedang keranjingan game Mobile Legend, dari mulai anak usia PAUD hingga yang sudah berkeluarga banyak yang hilang waktunya hanya sekedar main games.

Menurut seorang anak, permainan game Mobile Legend bisa dilakukan bersama-sama menyerupai sebuah perlombaan.

“Kebetulan saya dan rekan-rekan penggemar Mobile Legend sekarang sedang mengadakan turnamen byang diikiuti sekitar 50 peserta. “ungkapnya.(1/4) 

Ia mkenambahkan, dengan membayar uang pendaptaran Rp. 25 ribu per grup, peserta langsung mendapat bonus 1bungkus rokok dan minuman ringan.

“Rencananya untuk juaranya nanti akan mendapat trofi dan piagam. “imbuhnya.

Entah ini bisa berdampak positif atau negatif pada perkembangan anak, yang pasti waktu yang idealnya digunakan untuk belajar, mengaji dan kegiatan lainnya, kini tersita hanya untuk bermain, yang konon katanya untuk “melatih ketangkasan”. (HARIS F)

GUBERNUR JABAR SAKSIKAN PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN PSDKU UNPAD DI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan menyaksikan langsung penyerahan hibah tanah dari Pemda Kabupaten Pangandaran kepada pihak Universitas Padjadjaran sebidang tanah di, Blok Pasir Kadu, Dusun Gunung Tilu Desa Cintaratu Kecamatan Parigi, seluas 33 hektar, sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Pangandaran. (31/3)

Berdasarkan masterplan dan Detail Engineering Design (DED) yang sudah ada, area kampus PSDKU Unpad Pangandaran, nantinya akan dibangun dengan mengelilingi ceruk batu yang telah ditetapkan sebagai zona hijau kampus, ini terdiri dari zona akademik dan zona penunjang akademik.

Beberapa bangunan, seperti gedung akademik, ruang praktikum, pusat kegiatan mahasiswa, masjid, asrama mahasiswa, area olahraga, asrama dosen, serta tempat penginapan untuk umum, akan dibangun pada dataran tinggi ditambah berbagai fasilitas ruang terbuka, seperti taman, jalur telusur hutan (forest walk) dan gardu pandang.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad mengatakan, bangunan kampus ini, akan berciri khas menjadi “kampus pantai” dengan memanfaatkan ruang-ruang terbuka hijau.

“Untuk tahap pertama rencananya akan dibangun satu gedung kuliah, laboratorium, satu gedung pusat administrasi, satu gedung asrama dan satu gedung multi fungsi.”terang Tri.

Tri menambahkan, selain menjadi area kampus, wilayah ini juga akan dijadikan tempat konservasi dengan tetap konsisten dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP).

Adapun program studi yang dibuka di PSDKU Unpad Pangandaran, lanjut Tri, jenjang Sarjana Administrasi Bisnis (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Peternakan (Fakultas Peternakan), Ilmu Komunikasi (Fakultas Ilmu Komunikasi), Keperawatan (Fakultas Keperawatan), dan Perikanan (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan).

“Kelima program studi ini merupakan prodi yang memiliki peminat tinggi untuk SNMPTN dan SBMPTN yang proses pembelajarannya dilakukan di Pangandaran. “jelas Tri.

Sementara dalam sambutannya Bupati pangandaran , H. Jeje Wiradinata, berharap dengan dibangunya kampus PSDKU Unpad di Desa Cintaratu ini, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan pelayanan pendidikan yang lebih baik. Begitu juga dengan pembangunan Unpad Pangandaran yang didesain dengan sentuhan arsitektur modern didukung lokasi yang berada di wilayah pegunungan yang masih alami.

“Saya yakin dengan adanya Unpad di pangandaran akan mampu menjadi sebuah perguruan tinggi yang berkualitas serta menghasilkan lulusan yang berkualitas pula. “kata Jeje.

Masih di tempat yang sama, Gubernur Jawa barat, H. Ahmad Heryawan mengatakan, pendirian PSDKU untuk unpad dan ITB di Jawa Barat serentak bisa dilaksanakan lebih cepat dibanding daerah lainnya

Heryawan mengatakan, kampus ini akan menjadi kampus yang unik dan megah karena akan di desain sebagai kampus pantai dengan pendidikan merupakan unsur yang paling utama dalam mengembangkan sumber daya manusia.

“Saya meminta kepada semua pihak untuk bersama-sama mendukung agar pembangunan PSDKU Unpad Pangandaran ini bisa berjalan lancar.

“Karena dengan terwujudnya pembangunan Unpad Pangandaran ini nantinya bisa meningkatkan sumber daya manusia, khususnya generasi penerus putra putri pangandaran. “ungkap Heryawan. (Tn)

IWAN M RIDWAN KECEWA PT.NARAGITA DK TOLAK UNDANGAN DPRD PANGANDARAN

PARIGI - Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H.Iwan M Ridwan, S,Pd, M,Pd, merasa kecewa dengasn ulah perusahaan PT. NARAGITA DK, pemilik tower yang ada di Dusun Cikembulan, Rt 05 Rw 01 Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih. Pasalnya, pihak perusahaan sudah menolak hadir saat diundang DPRD untuk membicarakan tower  yang sudah mengabaikan faktor keselamatan warga di sekitar lokasi tempat berdirinya tower tersebut dengan kondisi besi yang sudah lapuk dan juga ijinnya sudah berakhir.

Menurut Iwan saat ditemui usai menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan kampus UNPAD, di Desa Cintaratu Kecamkatan Parigi, pihak DPRD tidak mengerti dengan ulah pihak PT. NARAGITA DK yang tidak bersedia hadir saat diundang untuk bisa duduk bersama dengan dinas terkait dan warga sekitar tower.

Menurut Iwan, ia sebagai wakil rakyat tentunya sangat peduli saat ada pengaduan dari warga yang meminta bantuan terkait keselamatannya karena khawatir kindisi tower yang sudah keropos suastu saat bisa mencelakai warga.

“Dan saat kami undang, pihak perusahaan tidak bisa hadir dengan alasan tidak ada keterkaitan masalah tersebut dengan pihak DPRD, ini aneh kan?", ungkapnya.(31/3)

Dikatakan Iwan, sebenarnya warga juga bisa melakukan tuntutan kelalaian pihak perusahaan yang dibiarkan keselamatan warga.

Dan saat masyarakat di sekitar tower minta bantuan tersebut pada DPRD, maka, kata Iwan,  DPRD pun harus siap membantu masyarakat.

“Jika saja saat itu perusahaan provider tersebut mau datang saat diundang DPRD, mungkin kami bisa menyelesaikan secara kekeluargaan", tandasnya. (AGE)

SLAMET SOEBJAKTO: “ KJA OFFSHORE, FULLY TECHNOLOGY…”

PANGANDARAN-Apa itu Keramba Jaring Apung (KJA) Offshore, mungkin masyarakat belum bahkan tidak ada yang tahu, karena KJA Offshore saat ini memang pertama ada di Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto, KJA Offshore sangat berbeda dengan KJA yang ada di pantai, KJA Offshore berada sejauh 2 mil dari lepas pantai dengan kedalaman sekitar 50 meter.

Belajar dari Norwegia, budidaya di pantai tidak bisa menghasilkan produksi banyak beda dengan di laut lepas, berapa pun keinginan produksi yang dihasilkan, bisa.

Dan kalau melihat KJA di pantai yang sudah ada, lanjut Slamet, ini sangat rentan sekali terkontaminasi polusi yang datang dari daratan, seperti limbah rumahtangga, wisata, limbah sungai, kadar garam, begitu juga dengan kondisi arus air laut yang ada di pantai. Dengan lokasi 2 mil dari pantai, dan jika ada kotoran seperti sisa pakan atau lainnya tentunya dengan arus air besar akan bisa mentralisir sendiri.

“Ada  satu pembaruan teknologi baru yang akan diterapkan disini. “kata Slamet.(30/3)

Dalam wawancaranya dengan sejumlah media di sebuah rumah makan di obyek wisata Pantai Pangandaran, lebih jauh Slamet menuturkan, teknologi KJA ini mengadopsi dari Norwegia, karena negara tersebut merupakan yang paling maju di budidaya offshorenya, khususnya pemeliharaan ikan salmon.

“Tahun ini KKP membuat KJA offshore di tiga tempat, antara lain di Kabupaten Pangandaran Jawa barat, Karimunjawa Jawa Tengah dan di Sabang. “terang Slamet.

Masing-masing KJA mempunyai 8 unit “kolam” berdiameter 15 dengan kafasitas satu kolamnya, 120 ribu hingga 150 ribu ekor dengan masa pemeliharaan (pembesaran) sekitar 8 bulan untuk mencapai size 8 ons up.

Dikatakan Slamet, KJA ini merupakan salah satu kegiatan pemanfaatan laut sebagai sumber kehidupan dan sumber ekonomi seperti yang dicanang Presiden Jokowi.

Untuk system penoperasiannya pun, semuanya menggunakan dan dikerjakan dengan teknologi tinggi. Kalau KJA yang ada di pantai, dalam pemberian pakannya dilakukan dengan cara manual sangat beda jauh dengan offshore yang menggunakan mesin (automotic fidder).

 Dan feed barge (tongkang pakan) tidak hanya berfungsi menjadi tempat tinggal pekerja saja, tapi di tempat itu juga dipasang alat untuk memonitor secara otomatis untuk melihat pergerakan ikan, apakah pakan dimakan atau tidak, melihat kondisi kesehatan ikan termasuk memeriksa parameter kualitas airnya sepeti suhunya, kadar amoniaknya, Phnya dan sebagainya itu semua ada di monitor system.

Untuk pembersih jaring dari ganguan teritip atau lainnya itu juga menggunakan mesin begitu juga untuk ganguan burung atau ikan loncat keluar, nanti di atas kolam itu dipasang net (jaring) di atasnya.

Disoal jenis ikan apa saja yang nantinya akan dibudidayakan, menurut Slamet, hanya ikan kakap putih saja, karena ikan jenis ini secara teknologi sudah sangat dikuasai dari mulai pembenihannya, pendederannya sampai pembesarannya.

“Selain itu market kakap putih lebih terbuka export dan dia tidak selalu harus dijual hidup beda dengan kerapu dan marketnya pun hanya ke Cina dan Hongkong saja, tapi kalau kakap bisa ke Amerika, Eropa, Jepang, Cina bahkan kemana saja. “imbuh Slamet. (hiek)

TIGA PROGRAM KKP BERNILAI Rp. 74 MILYAR ADA DI KABUPATEN PANGANDARAN

Slamet Soebjakto
PANGANDARAN-Ada tiga kegiatan program Kemeterian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2018 ini di Kabupaten Pangandaran, antara lain Keramba Jaring Apung (KJA) offshore, pembangunan pabrik pakan ikan dan pembuatan embung (danau penampung air) seluas 4 hektar yang seluruhnya akan menelan anggaran sebesar Rp 74 milyar, dengan perincian untuk KJA offshore sebesar Rp. 44 milyar, pabrik pakan ikan Rp.16 milyar dan untuk pembangunan embung sebesar Rp. 14 milyar.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, kepada awak media di sebuah rumah makan di kawasan taman sunset pantai barat Pangandaran.(30/3)

“Ketiga program ini sangat strategis karena akan bisa berdampak positif bagi masyarakat Pangandaran. “ungkapnya.

Keterlibatan masyarakat, menurut Slamet, khususnya pada program KJA offshore yang akan dibudidayakan jenis ikan kakap putih, nantinya masyarakat bisa terlibat langsung pada pendederan yang bisa menggunakan tambak-tambak eks tambak udang seperti yang ada di Desa Margacinta Kecamatan Cijulang, dengan masa pendederan sekitar 4 bulan mencapai size 100 gram untuk dibesarkan di KJA offshore.

“Karena kalau sekiranya itu bisa menguntungkan masyarakat, tentunya ini akan memberdayakan masyarakat langsung. “ungkapnya lagi.

Ketiga program ini, masih kata Slamet, sudah mulai dilaksanakan pada bulan maret-april ini, malah untuk KJA yang ada di Pangandaran ini sudah hampir 97 % dan jauh meninggalkan pembangunan dua KJA lainnya yang ada di Karimun Jawa dan di Sabang.

“Sementara untuk pabrik pakan ikan dan pembuatan embung, pembangunannya saya kira pembangunannya bisa mulai bulan april ini, sehingga diharapkan bisa selesai dan dapat beroperasi sekitar bulan oktober mendatang. “terangnya.

Selain keterlibatan masyarakat, lanjut Slamet, program ini pun ke depan akan kerjasama dengan KUD dan BUMN, dan untuk sekarang masih dikerjakan balai di KKP.

Slamet juga mengatakan, selain ketiga program tersebut, untuk Kabupaten Pangandaran, KKP pun memberikan bantuan berupa beberapa unit eskapator dan pembangunan irigasi  (hiek)

PERINGATI ISRA MI'RAJ, SDN 5 PANGANDARAN GELAR KEGIATAN RELIGI

PANGANDARAN-Dalam rangka memperingati Isra Mi'raj, 14 Rojab 1439 H, SDN 5 Pangandaran gelar berbagai kegiatan keagamaan, salasatunya pentas rebana. Suara rebana yang ditampilkan anak anak kelas 5 dan 6 SD membuat suasana ramai dan ceria.

Dalam acara inti tersebut, sekolah pun berkesempatan menghadirkan ustadz yang juga aktif dalam program AMS (Ajengan Masuk Sekolah) utnuk mengisi siraman rohani kaitan dengan hikmah Isra Mi'raj.

Dalam pemaparan tentang Isra Mi'raj,  ustadz menyampaikan intisari nilai-nilai Isra Mi'raj yang bertujuan memberikan pengaruh positif dalam pembentukan karakter anak didik. Karenanya dari peristiwa agung tersebut terkandung banyak nilai-nilai serta keyakinan dan kepatuhan  kepada Sang Pencipta.

“Ketika seseorang memiliki keyakinan dan berserah diri kepada Allah SWT, maka akan melahirkan kepribadian yang kuat pula, dari ini tentunya akan  berdampak pada perilaku sehari hari. “Jelasnya. (31/3)

Dipaparkan ustadz, dalam keadaan bingung dan bersedih hati menyaksikan masyarakat yang begitu susah bahkan menentang dalam menerima seruan iman, maka Allah menghibur Rosululloh SAW agar dengan cara diisrami'rajkan. Dalam perjalanan Isra Mi'raj, Rosul pun bertemu dengan para rasul dan nabi pendahulunya yang mereka pun pernah mengalami kondisi yang sama.

“Dan dalam kisah itu pun kemudian ada kewajiban shalat lima waktu," paparnya. (HARIS F)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN