ISOPLUS PANGANDARAN BEACH RUN BERJALAN DENGAN SUKSES DAN MERIAH

PANGANDARAN - Setelah sukses  penyelenggaraan event ISOPLUS RUN untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bulan Oktober tahun 2017 lalu, ISOPLUS kembali menggelar kegiatan yang sama di Pangandaran.

Pada gelaran " ISOPLUS Pangandaran Beach Run 2018" yang dipusatkan di area parkir Taman Boulevard Pantai Barat Pangandaran (15/4), yang diikuti ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, berlangsung sangat meriah.

Ada beberapa jenis yang dilombakan yang dibagi dalam 3 kategori dan diikuti 570 peserta. Seperti, untuk kategori 21 Km diikuti 50 peserta, kategori 10 Km diikuti 200 peserta dan kategori 5 Km diikuti 320 peserta.

Setelah melalui penilaian juri, berhasil menjadi juara, antara lain, juara Kategori 21 Km putra, Agus Prayogo dari Bandung, Wiryawan dari Bandung dan Jufianto Simbiring dari Jakarta.

Dan di kelompok putri, Verly Marince dari Kaltim, Risa Wijayanti dari Kudus dan
Anjasari Dewi dari Bandung, masing-masing pemenang berhak mendapat hadiah, untuk
putra dan putri, Juara 1 Rp.20 juta, juara 2 Rp.10 juta dan juara 3 Rp 5 juta.

Di katagori 10 Km putra, tampil meraih juara, Jaohari Johan (Palembang), Wahyudi Putra (Jakarta) dan Pandu Sukaria dari Secapa AD. Dan di kelas yang sama untuk putri, Endah Eka, Desti Ningsih dan Rike Febrianti, dengan hadiah masing masing pemenang putra/ putri, juara 1 Rp.7,5 juta, juara 2 Rp.5 juta dan juara 3 Rp 3 juta.

Sementara pada katagori 5 km putra/putri dengan masing-masing hadiah untuk juara 1Rp.2.5 juta, Juara 2 Rp.1.5 juta dan juara 3 Rp1 juta yang diraih untuk putra, Ravi Putra dari Secapa AD, Riki Nababan dari Secapa AD dan Sutarna Nana dari  Brigif 15 serta untuk putri, a.Vega Anggraeni, b.Siva Amalia danWesti Indah.

Menurut koordinator penyelenggara Isoplus Beach Run Pangandaran,  Janet, rencananya kegiatan Isoplus Beach Run ini juga akan diselenggarakan di enam kota lainnya. Antara lain di Jepara, Lombok, Balikpapan dan Manado yang akan berakhir di tahun 2019 mendatang. (AGE)

PANGANDARAN AKAN JALIN KERJASAMA DENGAN VILLAGE OF OGIMI, MELALAUI SISTER CITY


Mr. Norimitsu Miyagi
Kedatangan salah seorang Wali Kota di Jepang (village of ogimi), Mr Norimitsu Miyagi, untuk bertemu Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang direncanakan  tanggal 27 April mendatang dalam rangka mematangkan kerja sama (sister city of Ogimi & Pangandaran), disambut baik Pemerintah derah Kabupaten Pangandaran.

Dalam pertemuan kedua kepala daerah tersebut, diantaranya akan membicarakan kerjasama di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Menurut informasi dari salah seorang staf Kedutaan Indonesia di Jepang, Andri, tidak menutup kemungkinan pembicaraan nanti menyangkut bidang lainnya, seperti pariwisata, pertukaran pelajar dan bidang-bidang lainnya.

“Intinya, semua akan dituangkan dalam bentuk kerjasama sister city. “ungkapnya, melalui pesan WhastApp yang dikirim ke PNews.(12/4)

Sementara, sesuai rencana awal kerjasama di bidang perikanan sidat (unagi), Sekretaris Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (KPKP) Kabupaten Pangandaran, Wawan Kustaman, S.Pd.,MM, mengatakan, setelah potensi perikanan, khususnya budidaya sidat yang sudah disurvey langsung salah seorang pengusaha jepang beberapa bulan lalu, ternyata Balai Benih Ikan (BBI) milik Dinas KPKP yang berlokasi di Kecamatan Cimerak semua sudah memenuhi sarat dan layak menjadi pilot project budidaya sidat.

“Atas nama pemerintah daerah, jelas kami  merasa bangga, apalagi budidaya sidat meruakan salah satu yang akan dibahas dalam program sister city nanti. “ungkapnya.(12/4)

Wawan juga mengatakan, pihaknya merasa bersukur karena rencana pengembangan budidaya sidat akan segera terwujud di Kabupaten Pangandaran, karena masyarakat pun sangat antusias dan berharap pengembangan dan budidaya sidat ini bisa menjadi salah satu usaha masyarakat.

“Para petani sidat yang banyak tersebar di Kecamatan Cimerak sudah lama sekali menunggu kesempatan emas ini. “imbuhnya. (ANTON AS)

MASALAH TERMINAL, PEMKAB PANGANDARAN ABAIKAN SE KEMEDAGRI DAN SK GUBERNUR

Dipastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil alih pengelolaan terminal tipe B yang ada di Pangandaran, ini sesuai regulasi yang dikeluarkan pemerintah pusat, pengelolaan terminal penumpang tipe B merupakan urusan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Provisni, berdasarkan Undang-undang (UU)  nomer 23 tahun 2014, sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan undang-undang nomer 9 tahun 2015 tentang pemerintah daerah.

Dan untuk itu, Gubermnur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan pun telah membuat Surat Keputusan (SK) nomer 550.22/Kep.1197-Dishub/2016, tentang pengalihan pengelolaan 14 terminal (terminal Cikarang, Leuwipanjang, Cileungsi, Pelabuahanratu, Indramayu, Ciledug, Losari, Sumber, Pangandaran, Singaparna, Pameungpeuk, Ledeng, Ciroyom dan terminal St. Hall)

Sementara hasil penelusuran PNews di lapangan, ternyata terminal Pangandaran yang berlokasi di Kecamatan Pangandaran yang tercantum dalam SK Gubernur merupakan terminal penumpang tipe B, sampai hari ini masih dalam pengelolaan Pemkab Pangandaran. Padahal pemindah kelolaan ini harus sudah dilaksanakan, sesuai yang tercantum dalam pasal 404 UU  nomer 23 tahun 2014, serah terima personil, pendanaan, sarab dan prasarana serta dokumen (P3D), paling lama dua tahun terhitung sejak UU ini diundangkan.

Hal ini juga diperkuat dengan Surat Edaran (SE) Kemendagri nomer 120/253/Sj, yang tembusannya disampaikan ke presiden, wakil presiden, para menteri kabinet, para pimpinan lembaga, para ketua DPRD provinsi dan para ketua DPRD Kabupaten./kota, menyatakan, penyelesaian secara seksama infentarisasi P3D paling lambat 31 maret 2016 dan serah terima personil, sarana dan prasarana serta dokumen (P2D) paling lambat 2 oktober 2016.

Masih dalam SE kemdagri tersebut, hasil infentarisasi P3D tersebut menjadi dokumen dan dasar penyusunan RKPD, KUA/PPAS dan Rancangan Peraturan Daerah (raperda) tentang APBD provinsi/Kabupaten-kota tahun anggaran 2017.

Sementara terminal Pangandaran yang seharusnya sudah alih kelola ke pemvrop, hasil penelusuran PNews di lapangan, ternyata retribusi yang menjadi Penghasilan Asli daerah (PAD) sampai hari ini masih masuk ke Dinas perhubungan Kabupaten Pangandaran.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Dinas Perhubungan (dishub) Pangandaran, Drs. Saepuloh, M.Si, mengatakan, pengalihan aset terminal Pangandaran itu menjadi kewenangan bagian aset daerah. karena, lanjut Saepuloh, untuk keperluan tersebut pihaknya sudah menyerahkan daptar infentaris seluruh aset yang ada di terminal Pangandaran.

“Kalau saya yang mengurus pemindahan asetnya, jelas ini bukan kewenangan saya malah nanti dikira pemindahan aset ini keinginan saya. “ungkapnya. (9/4)

Disoal retribusi terminal yang sampai saat ini masih masuk ke dinasnya, Saepuloh mengatakan, karena dalam target PAD terminal yang di dinasnya, hingga tahun 2018 retribusi terminal Pangandaran masih muncul pada DPA Dishub.  

“Jadi jelas sampai hari ini terminal Pangandaran masih merupakan sumber PAD Dishub Pangandaran. “jelasnya.

Di tempat terpisah, menurut pegawai yang ada di Bappeda Pangandaran, ia bersikukuh bahwa terminal Pangandaran bukan tipe B melainkan terminal dengan tipe C, dan sebenarnya terminal Pangandaran baru merupakan ajuan untuk dijadikan tipe B.

“Ini data tata ruang awal tahun 2014, terminal Pangandaran adalah terminal tipe C. “tehasnya.(12/4)

Masih menurutnya, untuk menjadi terminal tipe B, harus memenuhi beberapa bersarata, seperti luas lahan harus 3 hektar, mobilitasnya tinggi dan seterusnya.

Sementara menurut salah seorang petugas Dishub yang kini sudah beralih menjadi pegawai dishub pemvrop jabar, kalau masihb ada anggapan bahwa terminal Pangandaran merupakan tipe C, lalu ia pun mempertanyakan Surat Perintah (SP) yang ditandatangni Kepala Dinas Perhungan propinsi menugaskan dirinya di terminal Pangandaran.

“Kalau terminal Pangandaran ini tipe C, jelas saya pun mungkin tidak ada kepentingan diisini. “ungkapnya.

Ia pun mengatakan, untuk pengelolaan seperti kebersihan, perawatan penerangan lampu dan lainnya, jika ada kerusakan itu sekarang sudah menjadi tanggung jawabnya, sementara retribusinya sendiri masih dikelola dishub pemkab.

“Sementara ini saya bekerja sesuai perintah dishub jabar yang disampaikan petugas dari balai. “jelasnya.(9/4)

Menurut salah seorang warga Desa karangbenda Kecamatan Parigi yang enggan ditulis identitasnya, mengatakan, ini akan menjadi preseden buruk Pemkab Panganbdaran, karena keterlambatan penyerahan asset yang sudah menjadi kewenangan pemvrop bisa saja mempengaruhi penilaian BPK terkait administrasi pemda Pangandaran.

“Tidak menutup kemungkinan, karena hal ini opini BPK pada pemkab pangandaran yang tadinya WTP bisa menjadi WDP (wajar Dengan Pengecualian-red). “ungkapnya.(12/4) 

Dan untuk urusan retribusi, lanjutnya, seharusnya dinas terkait pro aktif datang ke dinas pendapatan untuk menjelaskannya agar tidak muncul pada DPA di tahun berikutnya. (hiek)

ALIANSI MASYARAKAT LANGKAPLANCAR BERSATU LAKUKAN AKSI DAMAI TERKAIT PILKADA LUBERJURDIL

LANGKAPLANCAR-Ratusan masa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Langkaplancar Bersatu lakukan deklarasi dan orasi di depan kantor Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran terkait pentingnya kegiatan Pilkada yang bersih, jujur, adil dan transparan tanpa adanya money politik, pembodohan politik pada masyarakat serta menolak keterlibatan PNS dalam Pilkada mendatang.

Nampak hadir pada aksi tersebut, aparat kepolisian, anggota Panwas dan PPK kecamatan Langkaplancar.

Seperti dikatakan ketua aksi, Anton Rahanto (45), dalam alam demokrasi, pemilu menjadi salah satu tonggak dasar berdirinya suatu negara. Tidak hanya menjadi manifestasi dari ajang transisional pemimpin, pemilu juga merupakan perwujudan dari hak politik masyarakat, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

"Sebagai salah satu tonggak berdirinya negara demokrasi, pemilu harus betul-betul dipahami sebagai sesuatu yang mendasar dan penting bagi negara ini, kita harus mengawal terciptanya pemilu bersih, cerdas dan terintegritas", katanya.(12/4)

Ditambahkan Anton, pada hakikatnya semua pihak harus mengedepankan asas pemilu LUBERJURDIL (langsung, umum, bebas, jujur, rahasia dan adil), asas yang menjadi basis terciptanya kondusifitas pemilu di negeri ini.

Kalau hal ini dilakukan dengan etika yang baik, lanjutnya, tentu semua sangat sepakat, tapi apa jadinya bila pemilu saat ini adalah pemilu tak berintegritas?

“Tak berintegritas karena di dalamnya terdapat virus yang sungguh mematikan esensi pemilu tersebut dengan menjamurnya praktik serangan fajar atau politik uang", ujarnya.

Ditempat yang sama, salah seorang aktivis, Kunkun Herawanto (47) menambahkan, melakukan pengkhianatan politik juga berarti mengkhianati Yang Maha Kuasa, karena itu, penjahat politik bisa dipastikan merupakan orang yang rendah spiritual-keagamaannya betapapun formalitas ritual dan gelar keagamaan nya tampak meliputi dirinya.

“Menodai tugas politik sama dengan menodai spiritualitas-keagamaan, namun menodai politik memiliki dampak lebih berbahaya sebab ia juga mengkhianati kehidupan sesama; masyarakat, bangsa, atau negaranya", imbuhnya

Kunkun menambahkan, dengan demikian, kejahatan politik merupakan puncak kejahatan sebab ia bukan hanya berbuat jahat kepada Yang Maha Kuasa dan menodai nuraninya sendiri namun juga mengkhianati kehidupan manusia dengan skala yang sangat luas.

Penjahat politik, menurut Kunkun, pasti orang yang tidak memiliki spiritualitas, sangat rapuh, tidak bernurani, dan tidak memiliki rasa kasih sayang atau welas terhadap sesame.

“Kami atas nama Aliansi Masyrakat Langkaplancar Bersatu memiliki harapan supaya dalam pelaksanaan pemilikada mendatang bisa berjalan lancar sesuai apa yang diinginkan masyarakat, khususnya masyarakat Langkaplancar. “ujar Kunkun.  (AGE)

PASAR SAWOAN, “PASAR ILEGAL” WARGA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Apa yang dibayangkan saat menyebut Pasar Sawoan, mungkin yang terlintas di pikiran tempat menjual buah sawo.

Di Pangandaran, tepatnya terletak persis di seberang atau sebelah utara Pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran terdapat “pasar illegal”, asalnya pasar yang sebenarnya justru ada di seberangnya.

Disebut pasar sawoan, menurut salah seorang penduduk sekitar, Siti Hasanah (48), di lahan tersebut, sekitar 15 tahun kebelakang terdapat dua pohon sawo besar di atas lahan itu, hingga selain tempatnya teduh dan lapang, lahan itu pun sering dijadikan “pasar” para pedagang dadakan yang tidak mempunyai kios di Pasar pananjung.

Awalnya, tutur Siti, karena tempatnya luas dan rindang, warga yang pulang berbelanja dari pasar pun suka mampir kesana sekedar berteduh sambil minum jajanan es dan makanan ringan lainnya. Hingga lama kelamaan, selain penjual makanan dan minuman, pedagang lain pun coba-coba berjualan disana. 

“Sekitar tahun 70an pasar itu hanya ramai pada hari senin dan kamis saja, dimana kedua hari itu memang hari ramainya pasar Pananjung, dan di tempat itu biasanya ramai oleh penjual obat jalanan dengan akstraksi sulapnya.  “terang Siti. 11/4)

Hingga lama kelamaan, pemilik lahan, Alm. H. Karlan (Ayah Menteri KKP, Susi Pujiastuti) membuat kios-kios dari bilik bambu yang disediakan untuk para pedagang yang biasa jualan disana.

Disoal kenapa disebut pasar sawoan, menurut Siti, karena di lahan itu dulu tumbuh dua pohon sawo yang sangat besar dengan daunnya yang rindang, sehingga untuk memudahkan menyembut tempat itu, warga pun menamai pasar sawoan.

“Sekarang pohon itu sudah ditebang, tapi yang jualan disana sampai sekarang masih ramai, malah di bagian depannya sekarang bangunannya permanen dan kokoh. ”ungkap Siti.

Masih kata Siti, di tempat itu pedagang tidak pernah sepi pembeli, dari mulai tukang jualan bilik bambu, tukang cukur, toko sepeda, bengkel sepeda, pakan burung, alat-alat listrik  hingga penjual makanan sampai sekarang masih tetap bertahan.

Dan hingga sekarang, lanjut Siti, sekitar 80 kios semi permanen yang dihuni pedagang mayoritas penduduk sekitar tetap bertahan untuk berjualan disana.

“Dan sampai sekarang saya juga masih jualan disana. “imbuhnya. (HARIS F)

PELAKSANAAN UNBK SMA-SMK DI PANGANDARAN DIIKUTI 100 % SISWA

PARIGI-Untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Kombuterf (UNBK), fasilitas penunjangnya dirasakan masih sangat mimin, dan itu tentunya akan menjadinperhatian khusus pemerintah daerah.

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata kepada sejumlah media saat melakukan kunjungan pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Parigi.(10/4)

“Hari rabu besok (10/4/2018-red) akan saya undang seluruh kepala SMA-SMK untuk membicarakan masalah sarana ini. “ungkap Jeje.

Jeje menambahkan, walau minim fasilitas, tapi UNBK  tingkat SLTA di Pangandaran, diikuti seluruh siswa.
Walau secara aturan pengelolaan SMA-SMK sudah beralih ke propinisi, tapi menurut Jeje, tidak ada salahnya kalau pemkab juga ikut memikirkan sekolah yang ada di wilayah sendiri.

“Tidak haram kan jika pemkab juga ikut membantu. “jelas Jeje. (ANTON AS)

DANLANAL BANDUNG GELAR SILATURAHMI DENGAN MASYARAKAT PANGANDARAN

PANGANDARAN-Dalam pertemuan acar kuinjungannya ke Kabupaten Pangandaran (10/4), Komandan Pangkalan TNI AL (danlanal) Bandung, Kolonel Laut (P) Sunar Solehuddin, S.H, menggelar acara silaturahmi dengan sejumlkah nelayan Pangandaran sekaligus mendengarkan deklarasi anti hoax yang dibacakan para nelayan.

Dalam deklarasi tersebut, nelayan sepakat menolak segala bentuk berita bohong yang menimbulkan rasa kebencian, permusuhan berlatar belakang suku, agama, ras dan antar golongan, menyampaikan berita yang benar sesuai dengan fakta yang terjadi, tidak menyebar berita hoax dan fitnah, menggunakan media sosial secara bijak, santun dan cerdas, mendukung Polri untuk menindak tegas kepada pelaku penyebar hoax dan senantiasa menjaga situasi dan kondisi Kabupaten Pangandaran tetap aman, damai dan kondusif.

Dalam sambutannya, Danlanal Bandung Letkol Laut (P) Sunar Solehuddin, S.H. , meyampaikan, silaturahmi merupakan saran untuk meningkatkan sinergitas anatara TNI dan rakyat.

Dikatakan Sunar, dalam rangka menghadapi tahun politik, khususnya menjelkang pilkada Gubernur jaswa Barat, masyarakat dan pihak-pihak lainnya bisa cerdas menerima informasi.

“Jangan asal terima, tapi kita harus memfilter dulu, apakah berita itu benar atau jangan-jangan menyesatkan. “ungkap Sunar. (ANTON AS)

SMPN 1 PANGANDARAN MENATAP PRESTASI LEBIH TINGGI LAGI

PANGANDARAN-Sekolah berkualitas bukan hanya mampu agar siswanya mendapatkan nilai tinggi pada saat Ujian Nasional (UN), namun lebih dari itu, sekolah pun dapat dilihat dari keseharian cara belajar mengajar dan juga capaian prestasi yang mampu diraih para siswanya baik di bidang edukatif, seni atau pun olahraga.

SMPN 1 Pangandaran, mampu menunjukkan kualitasnya sebagai sekolah terbaik di Kabupaten Pangandaran dengan menorehkan banyak prestasi yang telah diraih siswanya di luar sekolah maupun di dalam sekolah.

Seperti dikatakan Kepala SMPN 1 Pangandaran, Dodi Budiana Hardjawinata, dari 18 jenis perlombaan, 16 lomba berhasil menjadi juara, antara lain, Juara 2 nasional SPI, Olimpiade Siswa nasional (OSN), juara 1 bidang Matematika a.n. Radella Reffa Herdianti, Juara 1 Desain Foster a.n Ulaya Aqila Hadnan, Juara 1 Gitar Solo a.n Steven Crist Alexis, Juara 1 kreasi Tari a.n Pingky Rastia Nurfadilla, Fitria Ollia, Titi Triwahyuni, Annisa Riskia Putri, dan Amelia Nur Fitriani, Juara 1 Story Telling a.n Intan Berliana, Juara 3 solo Vokal a.n Tintin Supriatin, Lcc juara 2 a.n . Maitsa, Silvia dan Laila, Juara 2 pidato putri a.n Meida Bella, Juara 3 Kaligrafi a.n Enggar, juara 3 Olimpiade a.n Nissa, Juara 1 rukibra, Juara harapan 2 Rukubra dan juara pada gebyar PAI.

“Sementara dari 6 mata lomba pada FLSN (Festival Lomba Seni Nasional-red), 5 lomba berhasil tampil sebagai juara, bahkan di empat nomer kami jadi juara ke 1. ”terang Dodi.(9/4)

Tidak hanya siswa, prestasi SMPN 1 Pangandaran juga, menurut Dodi, diraih para guru pengajar yang berhasil menjadi juara pada ajang Olimpiade Guru nasional (OGN), diantaranya, Juara 1 Bahasa Indonesia a.n Bu Tri Hastuti, Juara 2 Bahasa Inggris a.n Bu Sri Sudaryanti dan Juara 3 IPS a.n Bu Sri Bukani, hingga berhasil menjadi juara umum.

“Terimakasih anak-anakku, kalian memang generasi juara, terimakaih bapa-ibu guru pembimbing dan tidak lupa terimaksih juga untuk seluruh warga sekolah, kita memang team yang hebat. “ungkap Dodi.

Menciptakan anak peserta didik menjadi manusia cerdas, menurut Dodi, adalah keniscayaan, tapi bisa tampil menjadi juara pada berbagai ajang  perlombaan pun merupakan sebuah kebanggan, baik secara pribadi siswa atau pun sekolah, bahkan bisa ikut mengharumkan nama daerah.

Dengan menerapkan, mengembangkan pendidikan berbasis karakter bangsa, mewujudkan sekolah bernuansa lingkungan dan melaksanakan program pengembangan sekolah ramah sosial dan ramah lingkungan, kata Dodi, semuanya menjadi acuan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 1 Pangandaran.

Kepada 942 siswa dan 51 guru pengajar di SMPN 1 Pangandaran pun, Dodi selalu mengatakan, agar semua tidak puas sampai disini, ke depan harus bisa lebih baik dan lebih baik lagi.

“Kita harus menatap prestasi lebih tinggi lagi. “pungkasnya. (hiek)




MESJID JAMI' AL-FURQON DESA PANANJUNG SIMBOL KEMAJEMUKKAN

PANGANDARAN-Mesjid jami' Al-Furqon yang terletak di jalan Siliwangi Rt 01/03, Karangsari Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran, dapat dikatakan mesjid simbol kemajemukkan. Pasalnya, mesjid yang dibangun 1990 an berukuran 15 x 30 m ini dikelilingi kontrakan kamar yang dihuni dari berbagai profesi dan kalangan serta berada di tengah-tengah pemukiman warga  ini selalu dikunjungi jama'ah dari beragam latar belakang.

Mesjid dengan gaya bangunannya masih klasik ini berdiri di atas tanah wakaf Muhammadiyah Pangandaran, tetapi bangunannya sendiri murni hasil swadaya masyarakat sekitar, ini selain sejuk dingin juga jauh dari suara bising kendaraan walau hanya berjarak dua ratus meter dari jalan utama, sehingga wajar jika mesjid Al-Furqon juga seringkali digunakan peristirahatan para pedagang.

Jama'ah bukan saja penduduk asli saja, tapi para pendatang pun selalu menyempatkan untuk ikut shalat berjamaah disini, sehingga suasana mesjid pun semakin ramai dan makmur.
Al-Furqon para jamaah tidak akan melihat plang ormas tertentu selain plang nama masjid saja. Hal ini, menurut ketua DKM, H. Aripin, agar masyarakat yang berjamaah tidak merasa tersekat.

“Mesjid ini dibangun oleh kaum muslimin dengan berbagai latar yang berbeda, tetapi secara admistratif perwakafan merujuk ke Muhammadiyah dan sampai sekarang tetap dikelola oleh masyarakat sekitar yang kepengurusannya terdiri dari berbagai latar yang berbeda pula. “ungkap Aripin.(6/4)

Mesjid ini dapat menampung lima ratus jemaah hampir setiap hari tidak pernah sepi dari berbagai kegiatan keagamaan. Hampir tiga hingga lima kegiatan pengajian digelar dalam sepekan, dari mulai pengajian umum, khusus ibu-ibu hingga khusus para pemuda, belum lagi setiap selesai maghrib anak anak remaja ikut memakmurkan mesjid. 

“Sejatinya setiap mesjid dapat hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan karena secara tidak langsung membantu membangun sumber daya manusia dari sektor mental dan moral, terlebih lagi mesjid yang menjunjung tinggi nilai nilai-nilai keagamaan itu sendiri juga kemajemukkan sehingga bisa tercipta iklim yang kondusif. “imbuh Aripin.

Hal senada juga diutarakan imam mesjid, ustadz H. Firdaus, mesjid Al-Furqon mesjid yang multi suku namun saat berada pada shaf barisan shalat, semua sederajat, tidak ada lagi ada perbedaan dia pengusaha, pejabat,  pegawai bank, anggota TNI /polri, pedagang, penarik becak dan sebagainya.

“Kami berharap mesjid ini selain makmur dengan beragam kegiatan positif juga menjadi cermin bagi saudara yang lain bahwa pasilitas ibadah jika difungsikan sebagaimana mestinya, Insya Allah akan menumbuhkan kebersamaan, persaudaraan dan juga pertahanan. “jelasnya.

disoal hiruk pikuk saat ini masuk dalam agenda tahun politik, Firdaus, menuturkan, sejatinya mesjid harus fokus sebagai tempat ibadah, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, bukan untuk kepentingan sesaat.

“Bukan berarti anti politik, tetapi jika digunakan untuk kepentingan politik praktis akan banyak bersinggungan, karena para jemaah mungkin saja berbeda pilihan politiknya. “tegasnya.
 (HARIS F)

Peresmian Paguron SPS cabang Limusnunggal

TasikNews-Peresmian cabang Paguron Sinar Pusaka Sukapura (SPS) di Kampung Limusnunggal Desa Leuwibudah Kecamatan Sukaraja Kabupaten tsikmalaya, belum lama ini ngaguar kembali tapak lacak sejarah Sukapura (membuka kembali lembar sejarah yang hilang). Menurut sejarah, Kampung Limusnunggal sendiri merupakan salah satu patempatan bihari (dulu) yang menjadi saksi bisu Padumukan Tokoh Wanita Sukapura, R.Siti Munigar.

seperti diceritakan Kepala Desa Leuwibudah, Encang Priatna saat ditemui PNews di rumahnya, Kampung Limusnunggal yang dijadikan tempat peresmian pencak Silat SPS cabang Limusnunggal merupakan kampung tertua dalam catatan perjalanan Sejarah Sukapura bihari, dan merupakan padumukan seorang tokoh wanita pada masa Kabupatian Sukapura Pertama, R. Siti Munigar.

“Bukan hanya patilasan saja, bukti sejarah yang sampai sekarang masih bisa  dirasakan masyarakat, salah satunya solokan Leuwibitung. “ungkapnya.(6/4)

masih kata Encang, dengan peresmian padepokan pencak silat SPS yang digelar di Limusnunggal diharapkan menjadi pelopor di bidang budaya sunda, salah satunya bisa berkontribusip  prestasi di bidang seni budaya.

“Dengan buah Karya dibidang seni budaya tentunya juga akan melanjutkan kembali torehan sejarah bihari dibidang pelestarian budaya sunda," tandas ketua Paguron Pencak silat Pangsi Koneng ini.
( RUSDIANTO / HERMANSYAH )

AKIBAT PENGUNJUNG SEPI, PEMANDU WISATA BANYAK YANG TAK AKTIP

PANGANDARAN-Sejak empat tahun yang lalu pengunjung wisatawan ke Cagar Alam Pananjung Pangandaran dirasakan sepi oleh sebagian pemandu wisata, paling tidak inilah yang dirasakan salah seorang anggota Paguyuban Pemandu Wisata Pangandaran (PPWP), Yahya.

Dari sekitar  100 anggota Tour guide (pemandu wisata), menurut Yahya, karena sepinya pengunjung kini hanya setengahnya saja yang aktif.

Dikatakan Yahya, jika dulu turis yang datang berkunjung ke taman wisata Cagar Alam sangat tinggi, tapi beberapa bulan ini pengunjung drastis merosot tajam, khususnya wisatawan mancanegara.

“Kami berharap para tour guide selain mendapat payung hukum yang jelas walau kini masih dalam proses, bisa mendapat pembinaan berkesinambungan juga memiliki pasilitas kantor yang jelas. “ungkap yahya.(9/4)   ***HARIS F***

ASEP HERDIANSYAH, PROFIL GURU HONORER DI PELOSOK DESA

CIMERAK-Berbadan agak gemuk, bergodeg, bercambang dan murah senyum menbuat penampilan berwibawa. Itulah sosok Asep Herdiansyah dengan prestasi di bidang pramuka dan olahraga, dua  bidang yang menjadi paporitnya.

Dengan keahliannya, Asep pun terus berbakti menjadi seorang honorer di Madrasah Tsanawiya (MTs)  Al Kautsar, sekolah swasta dibawah naungan Yayasan Al Kautsar yang dipimpin Dadan Nasrulloh,SPd ini baru berdiri tiga tahun dan hingga saat ini masih menempati gedung  SDN2 Limusgede di Desa Limusgede Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran. beruntung ada SD yang demerger, sehingga bangunan sekolah tersebut bisa ditempati MTs  Al Kautsar.

Tapi walaupun baru tiga tahun berdiri,  Mts  Al Kautsar  telah mengantongi berbagai prestasi, dan ini berkat  jerih payah dan binaan seorang Asep Herdiansyah.

Asep yang  jebolan MA Al furqon  Cimerak  memang tergolong  siswa aktif khususnya bidang Kepramukaan. Ketika masih sekolah ia pun kerap dipercaya menjadi pelatih dan pembimbing di bidang pramuka, karena bidang pramuka memang menjadi salah satu bidang yang dimunculkan.

Dalam berbagai kursus dan pelatihan kepramukaan,  Asep pun selalu diikutkan, baik tingkat Kecamatan, Kabupaten atau pun propinsi. Sehingga tak heran jika sampai sekarang banyak jabatan yang dipegangngnya, seperti  Pembina PMR, Pramuka, penca Silat,Pengurus Saka Taruna Bumi Cimerak, Ketua Bidang  Pembinaan dan Pengembangan Dewan Kerja Cabang Kabupaten Pangandaran  dan Kordinator Saka Bahari, dan torehan prestasi pribadinya pun sudah banyak diaraih, seperti juara Tergigih HRSB Lintas Alam se-Jabar dan Jateng dan juara satu Tenis Meja Doble Putra  se-Kabupaten Ciamis.

Asep yang lahir dari pasangan Bapak Aep Saepudin dan Ibu Ida Darwati ini sejak  SD memang tergolong anak mandiri, sejak kecil ia diurus kakek dan neneknya, Adem dan Cacih yang tinggal di Dusun Mekarjaya Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak. Kakek dan neneknya sangat sayang sekali dan berharap suatu saat nanti seorang Asep Herdiansyah bisa menjadi orang yang sukses.

Sekarang Asep aktif menjadi tenaga  pelatih ekstrakulikuler husus bidang Kepramukaan, Olahraga dan Bela Diri, dan berkat keberadaaanya di Mts  Al Kautsar, terbukti banyak kejuaraan-kejuaraan yang disandangnya. (RASIMUN)

INI ASAL MULA CERITA JALAN TIWAR PANGANDARAN

PANGANDARAN-Mungkin tak banyak masyarakat yang tahu asal muasal nama “jalan Tiwar” di Desa Wonoharjo berbatasan dengan Desa Pananjung, tepatnya sebelah barat SMA Muhammadiyah dari arah terminal Pangandaran ke arah Cijulang.

Konon, jalan tersebut  dinamai jalan Tiwar diawali pada tahun 1959, saat itu di seberang jalan Tiwar berdiri sebuah warung nasi yang cukup populer.

Seperti dikisahkan warga sekitar, H. Aripin, warung nasi tersebut yang saat itu berada tepat di depan markas TNI Angkatan Darat Batalion 321, dikelola sepasang suami istri, Bapak dan Ibu Tiwar.

"Pada masa itu Warung nasi Bu Tiwar sangat terkenal karena pas di depan markas tentara, sudah tentu  banyak anggita TNI dan masyarakat sekitar yang membeli dan makan di sana," jelasnya. (7/4)

Kata H. Aripin, yang tinggal tidak jauh dari warung Tiwar, saat itu usianya baru menginjak 6 tahun, sehingga ia ingat betul dan sampai saat ini pun masih terbayangan hiruk pikuk ramainya pembeli yang datang tiap hari belanja dan makan di warung itu.

Hal senada dikatakan Bangbang, menurutnya, dahulu warung nasi Tiwar cukup terkenal karena selain berada persis di bahu jalan warung itu pun tidak pernah sepi pembeli.

“Sehingga saat itu hampir seluruh warga sekitar sangat akrab dengan nama warung Bapak-Ibu Tiwar. “ungkanya.

Dikatakan Bangbang, mungkin karena saking akrabnya nama itu sehingga warga pun jika menunjukan alamat atau lokasi daerah itu selalu menyebut nama Tiwar, dan sampai sekarang pun jika warga mengatakan “di jalan Tiwar” atau sebutan “Tiwar”, masyarakat sudah paham  daerah mana yang dimaksud.

Kini warung nasi tersebut hanya tinggal cerita demikian pula markas TNI batalion 321, walau masyarakat dapat melihat sedikit sisa-sisa tugu markas tentara tersebut.

Seiring berjalannya waktu, kini sekitar jalan Tiwar semakin ramai dan padat dengan hunian warga atau lalu lalang kendaraan bermotor, baik menuju desa Purbahayu, Dusun Kadung Rejo maupun jalan Siliwangi yang membelah antara Dusun Kadungrejo dan Dusun Karang Salam Pananjung. (HARIS F)

MA DOMINASI KEJUARAAN LTUB SE-KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Madrasah Aliyah (MA) mendominasi kemenangan pada kegiatan Lomba Tata Cara Upacara Bendera (LTUB) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran tanggal 26 Maret 2018 lalu tingkat SMA/SMK/MA sederajat tingkat kabupaten.

Dalam sambutannya Kadisdikpora, H.Surman, menyampaikan, pentingnya kegiatan ini untuk menumbuhkan kembangkan nilai-nilai karakter berbangsa serta mencetak generasi-generasi kuat dan tangguh.

"Saya ambil contoh beberapa kegiatan di dalam upacara bendera yang memiliki nilai-nilai karakter bangsa, seperti pengibaran bendera merah-putih, disana terdapat nilai luhur yang dapat ditumbuhkan di dalam kegiatan pengibaran bendera ini", ungkapnya.

Bagi petugas pengibar bendera, lanjutnya, ada nilai gotong royong dan kebersamaan yang bisa diambil saat melaksanakan tugasnya, petugas pengibar bendera harus terbiasa dan bisa mengharmoniskan posisi badan, gerakan ayunan tangan dan hentakan kaki. Diantara petugas bendera itu tidak boleh ada yang berbeda gerakan dan sikapnya, karena jika ada, maka pelaksanaan upacara benderanya bisa dinyatakan kurang baik.

“Hal ini dikarenakan pengibaran Sang Merah Putih merupakan ruh atau kegiatan inti dari pelaksanaan upacara bendera. "tambahnya.

Surman berharap, kegiatan LTUB ini dapat menumbuhkan nilai-nilai karakter kebangsaan anak didik, sehingga pada akhirnya tujuan pendidikan karakter yang dicita-citakan dapat terwujud.

Usai melaksanakan sambutan, Kadisdikpora pun langsung menyerahkan piala dan tropi penghargaan kepada para pemenang lomba.(06/04)

Sementara Kepala Kementerian Agama (kemenag) Kabupaten Pangandaran, Cece Hidayat saat ditemui di ruang kerjanya, mengatakan, pihaknya merasa bangga dengan kemenangan yang diraih para siswa menjadi juara ke dua, ke tiga dan juara harapan.

"Kemenangan ini merupakan wujud dari jargon madrasah bermartabat dalam pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan yang didanai dari program Pangandaran hebat atau sekolah gratis, maka sudah selayaknya madrasah memberikan hasil terbaik bagi warga kabupaten Pangandaran", jelasnya.

Cece menambahkan, madrasah akan selalu berpartisipasi dalam semua kegiatan yang melibatkan peserta didik pada kegiatan yang diselenggarakan Pemda Kabupaten Pangandaran.

“Ini sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah terutama pada penguatan pendidikan karakter", tandasnya. (AGE)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN