KELUHAN WARGA PASCA PEMBONGKARAN DI HARIM SUNGAI CIJULANG

CIJULANG - Seorang warga Dusun Haurseah Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Agus beserta isterinya, Iis merasa sedih saat melihat bangunan bekas miliknya di sempadan sungai Cijulang ( jalur menuju obyek wista Green Canyon). Pasalnya, setelah ia menerima 3 Surat Peringatan (SP) pebruari lalu dari Pemkab Pangandaran yang mengharuskan bangunan tersebut dibongkar, tapi saat ini masih menyisakan sebagian bangunannya yang belum dibongkar.

Menurut Iis, merasa sedih apabila kebetulan melewati bekas rumahnya tersebut  yang masih berdiri kokoh.

"Entah kenapa saya merasa sedih kalau bangunan itu dibiarkan terus berdiri, karena saya kira waktu itu mau langsung diratakan. ”ungkap Iis. (6/5).

Iis mengaku, bangunan yang menghabiskan biaya Rp 100 juta itu hasil dari menjual kebun miliknya.  Sebagai orang yang punya penghasilan pasa-pasan tentunya uang sebesar itu sangat berarti bagi keluarganya.

“Kalau bisa, sebaiknya pemda meneruskan pembongkaran rumah saya sampai rata dengan tanah agar saya tidak teringat terus karena sedih rasanya bila mengingat rumah itu. “ungkap Iis lagi.

Dikatakan Iis, memang ia sudah pasrah dan ikhlas bila memang keberadaan bangunan rumahnya menyalahi aturan karena berdiri di harim sungai, hanya ia minta agar secepatnya bangunan itu dirobohkan saja.

Iis berharap Pemkab Pangandaran bisa segera mengabulkan keinginannya agar harim sungai disekitar obyek wisata Green Canyon  benar-benar jadi Ruang Terbuka Hijau ( RTH).

“Mungkin bila sudah jadi RTH akan membuat tempat wisata green canyon semakin lebih tertata indah dan tentunya saya pun bisa segera melupakan bekas rumah saya tersebut. “kata Iis. (AGE)

H SURMAN: “TATANAN BUDAYA BERKAITAN ERAT DENGAN PENDIDIKAN BERKARAKTER”

PANGANDARAN- Sebagai masyarakat tentunya semua berkeinginan agar bisa mempunyai kebudayaan yang lebih baik. Begitu juga pendidikan, berharap bisa lebih baik dan maju. Dalam  ruang lingkup kebudayaan pun sangat luas, ia mencakup segala aspek kehidupan manusia dan pendidikan merupakan salah satu aspek di dalamnya.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemudan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Pangandaran,  Drs. H. Surman, M.Pd. menurutnya, pendidikan yang terlepas dari kebudayaan akan menyebabkan alienasi dari subjek yang dididik serta bisa menyebabkan matinya kebudayaan itu sendiri. Sebagai suatu proses yang kompleks, tentunya diperlukan sebuah sistem yang dapat mendukung tercapainya tujuan dari pendidikan itu sendiri.

“Dalam perwujudannya, sebagai satu daerah yang memiliki budaya tentunya tujuan dan sistem pendidikan di Pangandaran harus berlandaskan pada budaya sesuai dengan kurikulum", ungkapnya.(5/5).

Surman yang ditemui PNews di ruang kerjanya, menambahkan, melalui pendidikan bisa dibentuk suatu tatanan kehidupan bermasyarakat yang maju dan berkarakter berdasarkan nilai-nilai dan norma budaya.

Sejalan dengan itu, lanjutnya, dari konsep budaya pendidikan berfungsi sebagai upaya untuk melestarikan budaya satu daerah agar tetap bisa dirawat dengan baik serta menjaga dari kepunahan akibat kemajuan jaman dan tekhnologi.

"Seperti halnya kita yang berada di daerah wisata sudah pasti akan ada pengaruh budaya luar yang dibawa wisatawan baik asing maupun domestic dan dengan alasan itu pendidikan menjadi ujung tombak dalam menetralisir pengaruh budaya negatif ", imbuhnya.

Ditambahkan Surman, kalau dibandingkan dengan budaya di Bali, akan nampak ciri khas di setiap bangunan, baik itu sekolah, kantor pemerintahan dan swasta serta hotel semuanya melukiskan karakteristik pulau dewata. Dari arsitek bangunan pun orang akan mengenal, dan itu berbeda dengan daerah-daerah lainnya.

"Coba kalau kita terapkan ciri khas budaya tersebut di Pangandaran sebagai kota wisata, pastinya orang akan lebih mengenal Pangandaran lewat tatanannya yang mencerminkan karakteristik budaya masyarakat kita yang santun dan agamis", tandasnya.

Dari aspek ekonomi, masyarakat Pangandaran akan bangga dengan komoditi gula aren asal Kecamatan Langkaplancar, gula kelapa dari Cimerak, ikan laut tangkapan para nelayan Pangandaran,  Bojongsalawe, Batukaras,  Madasari dan muaragatah.

 Begitu juga aspek seni budaya,  ada tarian Ronggeng gunung,  seni Badud dan yang lainnya, yang pasti semuanya akan menjdi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Pangandaran.

“Seandainya kita semua sudah merasa memiliki Pangandaran pastinya akan bisa tercapai cita cita dan visi-misi kita menjadi kabupaten wisata yang mendunia", pungkas Surman. (AGE)

SALIMIN: ”HATI-HATI, PENGUSAHA BANDEL AKAN DISEGEL..”

PARIGI - Seperti pada tulisan berita sebelumnya, ada sekitar enam pondasi tower jaringan celuller yang tersebar dibeberapa tempat, seperti  1 tower di Kecamatan Cijulang, Parigi 2 tower,  Kalipucang 2 tower dan Kecamatan Padaherang 1 tower, yang sudah disegel Pemkab Pangandaran karenakan belum memilki ijin.

Menurut Kabid Penyelenggara Perijinan Dinas BPPTPM Kabupaten Pangandaran, Salimin saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, yang sudah memenuhi perijinan hanya baru dua tower yang berlokasi di Kecamatan Kalipucang, sedangkan sisanya masih dalam proses perijinan.

"Baru 2 tower jaringan celluler yang sudah punya ijin, pertama tower yang ada di Putrapinggan dan satu lagi di Desa Banjarharja Kecamatan Kalipucang.", terangnya. (04/05).

Disoal keberadaan tower yang sudah berdiri di belakang Pasar Parigi, Salimin menjelaskan,  meski sudah berdiri tapi tower tersebut belum mempunyai ijin, dan  itu jelas-jelas sudah  melanggar aturan.

Salimin juga mengatakan, dulu saat pemda menyegel tower tersebut, masih berupa pondasi belum berdiri seperti saat sekarang. Menurut Salimin, saat itu pun pihaknya memerintahkan agar sebelum segel itu dibuka jangan ada kegiatan dulu apalagi meneruskan bangunan.

“Makanya sekarang saya tegaskan akan menyuruh perusahaan tersebut menurunkan lagi bangunan tower itu, walau ijinnya sudah keluar,  saya akan kembali ke awal dari titik nol lagi", tegasnya.

Menurut Salimin, ia sudah bertekad apa pun resikonya harus bisa menegakan perundangan yang berlaku terutama dalam bidang perijinan usaha.

“Alhamdulillah, silahkan cek,  sampai saat ini saya belum pernah menerima satu rupiah pun suap dan walau pun ada mengiming-imingi tetap akan saya tolak",tegasnya lagi.

Salimin menghimbau untuk para pengusaha, hendaknya memenuhi aturan yang berlaku dan  jangan membandel, tempuh mekanisme perijinan sesuai prosedur sebelum usaha itu dilaksanakan.

“Karena dengan cara seperti itu, berarti anda yang akan berinvestasi bisa  memberi kontribusi untuk PAD Pemkab Pangandaran", pungkasnya.  (AGE)

MENTERI SUSI AKAN HADIRI “GEMASATUKATA” DI PANGANDARAN

CIJULANG-Untuk membangun kesadaran dan parisipasi aktif masyarakat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI melalui Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIMKHP) menyelenggarakan bulan bakti karantina ikan dan mutu hasil perikanan 2017.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kelutan dan Perikanan Kabupaten Pangandaran, Rida Nirwana Kristiana, S.Sos, M.Si dalam wawancara dengan PNews di ruang kerjanya.

“Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 20 april sampai dengan 19 mei 2017. “terang Rida.(4/5).

Dikatakan Rida, melalui tema GEMASATUKATA (Gerakan Masarakat Sadar Mutu dan Karantina Ikan), diharapkan bisa wujudkan kedaulatan keberlanjutan dan kesejahteraan masayarakat kelautan dan perikanan, dan kegiatan ini serempak dilaksanakan di seluruh Indonesia oleh Unit Kerja Pusat dan UPT Karantina Ikan yang ada di setiap daerah.

Direncanakan, puncak kegiatannya akan dilaksanakan tanggal 18 mei 2017 di Kabupaten Pangandaran yang akan dihadiri langsung Menteri KKP, Susi Pujiastuti.

“Dalam acara puncak tersebut akan diberikan beberapa penghargaan kepada mitra yang berprestasi. “lanjut Rida.

Selain pemberian penghargaan, lanjut Rida, menteri Susi Pujiastuti pun dijadwalkan akan bertemu masyarakat nelayan, pembudidayaan dan pengolahan ikan, pelepas liaran benih lobster dan kepiting di bawah ukuran, sunatan massal masyarakat nelayan, bazar kelautan dan perikanan, pembagian ikan sehat dan bermutu, penyerahan bantuan dari KKP serta penyerahan hadiah lomba poto dan drone.

“Kami juga mengundang kehadiran dan dukungan serta partisipasi UMKM binaan kelautan dan perikanan. “imbuh Rida. (Anton  AS)

TERKAIT INFRASTRUKTUR JALAN, AMB GELAR AUDENS DENGAN KOMISI III DPRD PANGANDARAN.

PARIGI –Terakait masalah lambatnya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di daerahnya, warga masyarakat Desa Campaka, Harumandala, Kertajaya dan Desa Pagerbumi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bersatu (AMB) mendatangi DPRD untuk melakukan audens. Bertempat di ruang Bamus DPRD Kabupaten Pangandaran, para peserta audien pun diterima langsung Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pangandaran, Wowo Kustiwa. (04/05).

Salah seorang perwakilan peserta audens, Asep Zam zam asal Desa Campaka mengatakan, kedatangan AMB ke DPRD  bermaksud untuk menumpahkan segala aspirasi masyarakat tentang terlambatnya pembangunan infrastruktur jalan serta jembatan di wilayahnya.

“Seperti di Desa Campaka dan Pagerbumi, ada jembatan menuju ibo kota kecamatan yang rusak parah sehingga harus segera diperbaiki, karena jembatan tersebut betul-betul sangat dibutuhkan masyarakat kami", katanya.

Ditambahkan Asep, terhambatnya lalulintas Desa pagerbumi dan Campaka sangat berpengaruh sekali bagi kelangsungan sosial dan ekonomi warga, terutama saat ada warga yang sakit dan mau melahirkan.

“Hingga kami harus menandu dengan peralatan seadanya ditambah medan yang sulit karena harus melalui  jembatan gantung, begitu  juga untuk masalah perekonomian masyarakat desa, kami terpaksa harus mengeluarkan onkos kirim yang mahal.", ungkapnya lagi.

Jadi, lanjut Asep, masayarakat sangat sulit saat ada keperluan yang sipatnya urgen karena kondisi jalan dan jembatan dengan keadaan seperti sekarang ini.

Hal senada juga disampaikan pesrta lainny asal Desa Pagerbumi, Muksin (41), selama negeri ini merdeka sampai sekarang hingga terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran, menurutnya, ia belum bisa merasakan nikmatnya jalan dan jembatan yang bagus. Akibatnya, perekonomian masyarakat pun jadi tersendat bahkan bisa rugi karena tingginya biaya transportasi.

“Jadi  bila jalan dan jembatan diperbaiki, pasti perekonomian desa kami pun akan meningkat pesat", tegasnya.

Sementara menurut Kepala Desa Kertajaya, Saepulloh,  maksud kedatangnnya ke gedung wakil rakyat ini hanya ingin mengawal dan menyampaikan aspirasi masyarakat yang menuntut infrastruktur jalan diperbaiki.

“Begitu juga dengan jembatan yang menghubungkan kedua kabupaten harus dibangun karena semua itu sangat dibutuhkan serta sesuai visi-misi Bupati Pangandaran sebagai kota wisata yang mendunia", ucapnya.

Juga kepada wakil rakyat, masih kata Saepuloh, agar bisa merealisasikan janji-janji saat kampanye dulu.

“Karena selama ini masyarakat selalu menanyakan hal tersebut pada saya sebagai kepala desa", imbuh Saepulloh.

Menanggapi peserta audens, anggota DPRD sekaligus ketua Komisi III, Wowo Kustiwa mengatakan, pihaknya siap untuk secepatnya menyampaikan semua aspirasi masyarakat yang diwakili AMB terkait imprastruktur jalan dan jembatan ke Pemkab Pangandaran.

"Sekarang saya akan perintahkan kepada dinas PU untuk secepatnya membuat perencanaan tekhnis,  juga peningkatan status jalan dari jalan desa menjadi jalan kabupaten, perihal kebijakan untuk pelebaran jalan terkait tanah biar kepala desa masing masing yang mengurus", terang Wowo.

Wowo juga mengatakan, pihaknya dari komisi III akan langsung meninjau lokasi untuk pembangunan jembatan dan pelebaran jalan secepatnya.

Insaalloh,  mungkin 1 atau 2 minggu ke depan saya akan langsung ke lapangan", pungkasnya. (AGE)

WARGA KELUHKAN KENAIKAN LISTRIK PRABAYAR

CIJULANG - Saat ini hampir setiap rumah baru dan juga pelanggan listrik yang lama diharapkan untuk  menggunakan listrik prabayar. Jenis listrik baru yang direkomendasikan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ini memang berbeda dengan listrik pasca bayar yang lebih dulu ada, listrik prabayar menggunakan skema mirip pulsa telepon celuller. Kalau mau listrik nyala, harus mengisi dulu voucher.
Listrik prabayar diklaim lebih ramah dan murah, pasalnya konsumen jadi lebih bisa mengatur pengeluaran per bulan. Namun kenyataannya saat ini banyak warga mengeluhkan listrik prabayar  lebih boros pemakaiannya ketimbang pascabayar.

Seperti dikatakan, Nunu (46), warga Dusun Kalenwadas Desa Cijulang Kecamatan Cijulang  Kabupaten Pangandaran. Ia mengatakan, lebih boros menggunakan listrik prabayar ketimbang dulu saat masih memakai pembayaran model listrik meteran yang dibayar per bulan.

Menurut Nunu, ketika masih menggunakan pasca bayar, dalam satu bulannya hanya Rp 80 ribu per bulan. Tapi setelah migrasi ke prabayar, setelelah dihitung-hitung ternyata dalam per bulannya ia harus membayar Rp 160 ribu.

"Setelah dihitung-hitung ternyata mendingan pakai listrik meteran saja karena lebih murah. “ungkapnya. (04/5).

Hal senada dikatakan Leny (36), warga Dusun Nusagede  Kecamatan Cijulang, menurutnya ia merasa dibohongi waktu awal adanya listrik prabayar yang katanya lebih murah dibanding model listrik meteran yang dulu.

“Yang dikatakan petugas PLN saat itu lebih murah ternyata bohong, sebab kenyataannya mahal. “kata Leny.

Warga lainnya, Dewi (32) juga mengatakan keluhan yang sama, listrik pulsa bikin pusing, apalagi sekarang pulsa Rp 20 ribu ternya hanya mendapatkan 1350 kwh.

“Padahal bulan kemarin pulsa Rp 20 ribu mendapat 1760 kwh, terkesan PLN dalam menetapkan harga pulsa seperti asal-asalan, jelas kami wong cilik sangat keberatan, seharusnya PLN dalam memberi kebijakan tarif bisa lebih adil.", ungkapnya. (AGE)

PEMDA PANGANDARAN AKAN KEMBANGKAN KELAPA HIBRIDA

PANGANDARAN-Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran berencana akan mengembangkan pohon kelapa hibrida yang diperuntukan para pengrajin gula kelapa salah satu komoditas andalan Pangandaran.

Ditemui usai pertemuan dengan perusahaan Unilever Indonesia di Hotel Mustika Ratu, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyampaikan, pemda akan mengirimkan 5-6 pengrajin gula untuk study banding ke Menado belajar cara pengembangan kelapa jenis hibrida serta kerja sama kontrak harga dan keperluan lainnya.

“Kita akan berangkatkan beberapa orang petani dengan biaya pemda. “kata Jeje.(3/5).

Menurut Jeje, dari kunjungan ke Menado, diharapakan petani bisa melihat langsung proses pembuatan gulanya seperti apa dan cara perawatan kelapa jenis hibrida ini bagaimana.

“Kelapa jenis ini usia sekitar 15 tahun hanya tumbuh 2-3 meter saja. “terang Jeje.

Dari hasil kunjungan nanti, para petani akan tahu apakah jumlah produksi nira kelapa sebagai bahan baku gula tersebut rendah atau tinggi. Dan setelah diketahui memang jenis kelapa hibrida ini bisa menguntungkan petani, pemda pun tinggal menyediakan lahannya.

“Ada 1000 hektar lahan eks PTP VIII di Desa Cimerak, agar tidak terbengkalai kita akan minta 200 hektar untuk proyek ini. “jelas Jeje.

Sementara menurut salah seorang pengusaha gula kelapa Pangandaran, H. Yos Rosbi, ini bisa membuka lapangan pekerjaan baru. Karena dengan tinggi pohon hanya 2-3 meter, remaja putus sekolah SLTP pun bisa menjadi penyadap nira untuk diproduksi menjadi gula kelapa.

“Ini merupakan perhatian Pemkab Pangandaran untuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin gula kelapa sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru. “katanya. (hiek)

HOREE..! 50 NELAYAN PANGANDARAN DAPAT BANTUAN PERUMAHAN

PANGANDARAN-Janji Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinta untuk bisa meningkatkan kehidupan nelayan terus diduwujudkan. Kali ini, sebanyak 50 warga Kecamatan Pangandaran yang bermata pencarian di laut ini mendapat bantuan perumahan.

Dikatakan Jeje, untuk tahap pertama tahun ini dibangun 50 unit dulu yang akan menempati lahan seluas 400 bata di Dusun Parapat Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran.

“Dengan bantuan anggaran dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, tahun ini sekitar Rp 6,25 milyar kita bangun 50 unit dulu. Ungkap Jeje.(3/5).

Dihadapan 166 nelayan yang hadir di aula Desa Pangandaran, Jeje menyampaikan, untuk tahap ke satu ini, dari jumlah 166 nelayan, sebanyak 50 nelayan bisa mendapatkan perumahan tersebut tahun ini.

Karena antara jumlah nelayan dan perumahan bantuan tersebut ada selisih, untuk menentukan siapa saja nelayan yang berhak menerima bantuan tahun ini harus diundi. Caranya, dari 166 nelayan yang mendapatkan nomer undian 1 sampai dengan 50, maka itu yang berhak menempati perumahan nelayan tersebut tahap ke satu tahun ini.

Disoal perahu nelayan yang ada di sepanjang pantai timur, Jeje mengatakan, sampai awal tahun 2018 nanti diharapkan seluruh perahu nelayan harus sudah pindah ke pelabuhan Cikidang di Desa Babakan, dan nantinya tidak ada lagi ada nelayan yang menambatkan perahunya di sepanjang pantai timur.

“Dan tadi mereka semua sepakat untuk pindah dan segera menambatkan perahunya di pelabuhan Cikidang. “imbuh Jeje.

Masih di tempat yang sama, salah seorang nelayan, Undang (49), mengakui merasa senang adanya bantuan perumahan yang diperuntukan khusus para nelayan.

Menurutnya, walau pun ia tidak mendapatkan undian tahun ini, tapi ia optimis untuk tahap tahun depan bisa memilki bantuan perumahan ini.

"Ini salah salah bukti janji bupati untuk pada kami kaum nelayan saat kampanye dulu, dan sekarang memang diwujudkan. "ungkapnya. (hiek)

S BANTAH LAKUKAN PUNGLI REKRUTMEN SUKWAN DI DISHUB PANGANDARAN S:”Itu Bukan Pungli, tapi Saya Pinjam Uang…”

PANGANDARAN–Beredarnya isu pungli yang dilakukan seorang oknum PNS berinisial S di Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran terkait rekrutmen tenaga sukwan mengundang banyak pertanyaan berbagai pihak, benarkan S sudah melakukan pungli seperti yang dituduhkan orang tua korban (AP).

Saat P-News mencoba menanyakan kebenaran beritatersebut kepada S, ia membantah semua tuduhan AP dan orang tuanya yang terkesan menyudutkan dirinya.

"Saya berani disumpah kalau saya melakukan praktek pungli kepada AP untuk bisa jadi tenaga sukwan, " terang S.(1/5).

Dikatakan S, waktu itu AP meminta tolong ingin bekerja sebagai tenaga sukwan di Dinas Perhubungan, saat itu, menurut S, ia sempat menolak karena di dishub tenaga sukwan sudah penuh.

Tapi, lanjut S lagi, waktu itu AP terus memaksa hingga akhirnya S pun meminta kebijakan pada atasan, kepada atasan dengan alasan AP itu familinya.

Masih keterangan S, waktu itu S juga sempat menjelaskan bahwa menjadi tenaga sukwan di dishub itu tidak ada honor atau gaji, tapi AP mau menerima alasan tersebut hingga akhirnya AP pun bisa diterima.

"Bahkan saat itu saya pun sempat memberikan baju, sepatu dan lainnya pada AP karena saat itu AP belum punya perlengkapan untuk memulai kerja. "terangnya lagi.

S pun mengatakan, ia dan  keluarga AP sudah seperti saudara sejak AP menjadi tenaga sukwan di dishub, hingga suatu saat, S mendapat musibah, saat itu anak dan mertuanya sakit dan harus dilakukan perawatan di rumah sakit. Karena saat itu kondisi keuangannya sedang kosong, terpaksa S pun memberanikan diri meminjam uang kepada orang tua AP dengan total Rp11juta.

“Dan Alhamdulillah dia memberi pinjaman atas dasar saling percaya.", terangnya.

Ditambahkan S, karena mungkin ia telat membayar pinjaman tersebut,  mungkin orang tua AP mengalihkan alasan tersebut pada tuduhan pungli.

“Tapi tidak apa apa, dia mau menuduhkan seperti itu pada saya, Tuhan mungkin lebih tahu mana yang salah dan mana yang benar", paparnya.

Sekarang, masih kata S, ia sedang berusaha untuk mengembalikan uang pinjaman tersebut  agar masalah ini tidak berkepanjangan.

Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Perhubungan Kabuoaten Oangandaran, Drs. Saepuloh, M.Si mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu masalah ini karena tidak ada pengaduan, baik dari korban maupun dari anak buahnya, S.

Menurut Saepuloh, ia tidak pernah tahu ada kejadian tersebut di dinasnya, karena sampai saat ini belum ada pengaduan dari kedua belah pihak.

"Setahu saya S pernah mengeluh pada saya terkait masalah utang piutang saja, "ungkap Saepuloh.

Saepuloh pun berharap, permasalahan ini bisa diselsaikan kedua belah pihak dengan jujur dan jangan terlalu dibesar-besarkan yang pada akhirnya Dinas Perhubungan yang akan tercoreng, padahal itu hanya karena ulah seorang pegawai saja.  (AGE)

SPP GERUDUK LOKASI EKS PT. CIKENCRENG SIKAPI PENGRUSAKAN TANAH GARAPAN.

CIMERAK - Ratusan orang yang mengatasnamakan Serikat Petani Pasundan ( SPP)  geruduk kawasan kontrak eks PT Cikencreng yang berada di Desa Sukajaya  Kecamatan Cimerak  Kabupaten Pangandaran. SPP menduga telah terjadi pengrusakan pada lahan masyarakat penggarap oleh pihak yang mengklaim pewaris/ pemilik hak atas tanah dari keturunan saudara H. Une Junaedi seluas 368 hektar.

Menurut salah seorang anggota SPP, Agus (50) asal Pangandaran, ia tidak terima dengan tindakan kesewenang-wenangan pihak yang mengatasnamakan pewaris hak atas tanah tersebut sebagai pemilik kontrak Hak Guna Usaha(HGU) PT. Cikencreng yang sudah lama berakhir masa kontraknya.

"Kami sebagai anggota Serikat Petani Pasundan tidak terima dengan perlakuan  sewenang wenang dengan merusak tanaman yang ditanam oleh para penggarap, “ungkap Agus. (02/5)

Ditambahkan Agus, pohon-pohon,seperti kapol, albasiah dan tanaman lainnya dibabat habis dengan menggunakan mesin pemotong rumput.

“Kami juga tidak terima adanya intimidasi terhadap para penggarap dengan mengharuskan tanah garapannya dijual pada  H.Toto, salah seorang kepercayaan PT. Cikencreng dengan harga sangat murah", imbuhnya.

Menurut Agus, SPP datang kesini karena adanya laporan dari beberapa warga penggarap perihal perusakan itu.

“Kami pun langusng datang ke lokasi karena ingin meminta keadilan buat masyarakat penggarap yang jelas-jelas tertindas", jelas Agus.

Sementara menurut Kapolsek Cimerak, Iptu. Budi Purwanto, saat berada di lokasi menyampaikan, seharusnya para penggarap tanah yang dirusak tanamannya melapor pada polri, sehingga, lanjut Budi, pihaknya bisa menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kalau kami tidak mampu mungkin bisa minta bantuan dari Polres untuk menyelasaikan konflik ini", kata Budi.

Masih kata Budi, selanjutnya Polri nantinya akan menanyakan bukti otentik kepemilikan tanah garapan ini kepada H. Toto yang mengklaim tanah garapan tersebut masih milik dari H. Une Junaedi atau keturunannya.

“Jadi nanti permasalahan ini tidak jadi polemik berkepanjangan", tambahnya.
Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi berhasil mengamankan barang bukti, 14 mesin pemotong rumput dari para pekerja suruhan H. Toto sebagai alat bukti pengrusakan.

Dan sampai tadi sore, pihak SPP masih melakukan perundingan di kantor Polsek Cimerak didampingi petugas dari Koramil serta unsur muspika kecamatan Cimerak, tapi sayang perundingan tersebut tidak dihadiri pihak H. Toto.  (AGE)

SEKTOR PARIWISATA PANGANDARAN TERUS BERBENAH

PANGANDARAN-Sejalan dengan visi-misi pemerintah daerah, kini Pangandaran terus berbenah menata kawasan pariwisata. Mulai dari pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) hingga penataan pedagang yang selama ini menempati ruang publik di sepanjang pantai.

“Untuk penataan ini kami tidak akan memberi toleransi kepada siapa pun, karena semua penataan ini pun kenyamanan dan kemajuan kita bersama. ”ungkap Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat ditemui pada sebuah acara di centra sea food kawasan pantai  Pamugaran beberapa waktu lalu.

Dikatakan Jeje, untuk penataan pedagang pantai, Pemda Pangandaran sudah menyediakan lahan tempat relokasi dengan membangun 1565 kios yang diperuntuk para pedagang yang selama ini ada di harim laut.

“Tahun ini kita sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 48 milyar dari banprop untuk pembangunanya. “jelas Jeje.

Dari 1565 kios, 1465 akan dibangun di empat titik, seperti di  lahan eks Pasar Seni, lahan eks Diskotik Meredian, lahan milik Dinas Sosial Propinsi jawa Barat dan lahan milik PJKA yang sudah dikontrak Pemkab Pangandaran.

“Sementara selisih seratus kios lagi sudah dibangun lebih awal oleh Dinas Pariwisata Pangandaran di samping taman sunset. “terang Jeje lagi.

Hasil pantauan di lapangan, nampak pembangunan di lahan eks pasar seni yang dikerjakan Savana grup sudah pada tahap pendirian bangunan dan pemadatan tanah.

“Di lokasi ini kami kebagian membangun 268 kios. “terang direktur Indah Savana grup, Agus Mulyana.(1/5).
Ditambahkan Agus, pengerjaan kios untuk relokasi yang ia kerjakan, menurutnya, tidak sekaligus dengan lahan parkir dan pembuatan tamannya.

“Mudah-mudahan nanti ke depan bisa disambung dengan pekerjaan sarana lainnya seperti mushala, Wc Umum, lahan parkir dan taman sebagi penghias kawasan  pusat pembelanjaan ini. “imbuh Agus. (hiek)

OKNUM PNS PEMKAB PANGANDARAN DIDUGA LAKUKAN PUNGLI REKRUTMEN TENAGA SUKWAN

PANGANDARAN – Seorang oknum PNS  berinisial S yang bekerja di salah satu SKPD Pemkab Pangandaran, diduga melakukan pungli terkait rekrutmen sukwan, mirisnya S juga menjanjikan SK kepada korbanm, AP, hingga akhirnya orang tua AP rela mengeluarkan uang sebesar Rp 10 juta sebagai imbalan yang dijanjikan S.

Menurut orangtua korban, Eli (60) yang beralamat di Kecamatan Padaherang saat dihubungi lewat telepon celullernya mengatakan, ia jelas-jelas merasa tertipu dengan semua janji yang diucapkan S yang hingga saat ini belum ada realisasinya.

"Saya ditipu oleh S, karena sampai saat ini janji akan mengeluarkan SK buat anak saya belum juga terbukti, dan uang Rp10 juta yang saya berikan sekitar bulan Desember 2016 lalu pun sekarang tidak kembali. “ungkap Eli.(30/4).

Padahal, lanjut Eli, uang hasil jerih payahnya tersebut ia serahkan ke S dengan harapan anaknya bisa bekerja di salah satu kantor pemerintahan. Dan saat itu juga, menurut Eli, ia pun sudah memberikan uang sebesar Rp 1 juta pada S untuk keperluan ongkos mengurus semua keperluan anaknya.

“Total uang yang sudah saya serahkan ke S sebesar Rp 11 juta, tapi saya ikhlas asal anak saya bisa bekerja layaknya seperti sukwan yang lain, “imbuh Eli.

Eli pun sangat menyesalkan kelakuan tidak terpuji S yang telah menipu dirinya.

"Saya tidak menyangka di Pangandaran masih ada oknum PNS yang melakukan perbuatan tercela seperti S. “katanya  (AGE)

LONG WEEK END, OW CITUMANG MULAI DIPADATI WISATAWAN LAGI

PARIGI - Obyek Wisata (OW) Citumang yang terletak di desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran mulai dipadati wisatawan domestik saat long weekend,  setelah beberapa bulan OW ini sepi pengunjung.

OW milik perhutani ini menyajikan wisata keindahan alam dan wisata air, sehingga banyak wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanbegara berdecak kagum saat melihat keindahan alam juga beningnya air yang mengalir dari dalam gua

Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Desy Arumsari (25), menuturkan, ia merasa kagum dengan suasana alam di obyek wisata Citumang, suasana alami terasa menyatu ke dalam jiwa, bening airnya pun sangat elok untuk dinikmati pandangan mata.

"Awalnya saya ragu dengan ucapan teman yang mengatakan Citumang Pangandaran sangat indah alam dan wisata airnya begitu menawan,  tapi waktu saya coba saat weekend  sekarang ini, benar benar membuat saya betah berlama-lama disini.", paparnya. (29/04)

Menurut Desy, seharusnya alam seperti ini jangan sampai dirusak tangan-tangan yang jahil, diperlukan pelestarian yang khusus untuk mempertahankan keasrian serta keindahannya.

Sementara menurut salah seorang petugas perhutani, Wawan merasa gembira, karena libur kali ini banyak wisatawan yang datang berkunjung jauh berbanding jika disbanding hari libur-libur sebelumya.

"Alhamdulilah, liburan kali ini banyak wisatawan yang berkunjung kesini,  semoga saja ke depannya bisa lebih banyak lagi seperti dulu sebelum terjadi penutupan oleh pemkab Pangandaran", imbuhnya. AGE

MENTERI SUSI PUDJIASTUTI RESMIKAN HANGGAR DI BANDARA NUSAWIRU. JEJE WIRADINATA: “INI KONTRIBUSI NYATA BU SUSI UNTUK PANGANDARAN..”

CIJULANG -Hanggar merupakan ruang tertutup, tempat pesawat bernaung di dalam sebuah gudang perlindungan berukuran besar. Hanggar juga berfungsi sebagai tempat pemeliharaan, perbaikan, pembuatan, perakitan dan penyimpanan pesawat di lapangan terbang.

Untuk keperluan dalam dunia penerbangan tersebut, perusahaan PT Susi Air Avantion yang melayani jasa penerbangan, hari minggu kemarin (30/4), Menteri Susi Pujiastuti meresmikan hanggar miliknya di kawasan Bandara Nusawiru Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Susi Pudjiastuti mengatakan, pembangunan hanggar  ini sudah lama menjadi impiannya dan tentunya tidak mudah dalam mewujudkannya. Menurutnya, ia harus mengumpulkan uang sedikit demi sedikit.

Dikatakan Susi, hanggar ini bukan hanya untuk Susi Air saja, karena hanggar ini juga bisa digunakan pesawat siapa saja sehingga setelah ada hanggar di Bandara Nusawiru ini tidak usah repot-repot pergi ke Singapura atau Australia.

"Dengan adanya hanggar maintenace ini,  kita tidak perlu jauh-jauh pergi ke Singapura atau Australia, cukup disini saja dengan pasilitas tenaga teknisi yang handal,"kata Susi.

Disoal penambahan rute ke bandung penerbangan maskapai miliknya, Susi pun berjanji akan mempertimbangkannya karena jalur tersebut memang sangat dibutuhkan terutama oleh masyarakat Pangandaran.

Sementara itu Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan, dengan dibangunnya hangar di Bandara Nusawiru, secara pribadi Menteri Susi sudah membawa nama harum Pangandaran.

“Kontribusi Ibu Susi sangat besar untuk pembangunan di Kabupaten Pangandaran. “ungkap Jeje.

Lebih jauh Jeje mengatakan, dalam waktu dekat ini pun segera akan ada pembangunan Marina Centrei di kawasan sekitar Pelabuhan PPI Cikidang Babakan Kecamatan Pangandaran serta pembangunan DAM di lahan PT PMB seluas 5 hektar. Dan khususnya dengan dibangunnya hangar ini di Nusawiru, paling tidak keberadaan hangar tersebut akan membuat  Desa Kondangjajar menjadi semakin ramai.

"Ini upaya yg sangat luar biasa Bu Susi dalam pengembangan wisata, mudah-mudahan Susi Air terus maju dan tentunya saya juga berharap rute Pangandaran-Bandung bisa diterbitkan ijinnya segera,"tandas Jeje. (AGE)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN