GELAR SILATURAHMI BUDAYA - PASTAPA NUSANTARA, NGAGUAR UGA GALUH PAKUAN PAJAJARAN

CIJULANG - Dalam rangka mengembangkan budaya tanah leluhur tatar pasundan, beberapa tokoh budayawan mendirikan Paguyuban Spiritualis Tatar Pasundan (Pastapa) Nusantara, dengan ketua R.Hj. Sonnia Suma Dikarta ( pituin Cijulang) sebagai pupuhu agung dan Irjen.pol.Anton Charliyan ( Kapolda Jabar ), pituin Sukapura ditunjuk jadi Pembina.

Menurut Sonnia, tujuan utama dibentuk Pastapa Nusantara, untuk melestarikan budaya leluhur daerah Jawa Barat, dikarenakan selama ini dikhawatirkan kebudayaan tersebut akan terjadi pergeseran atau malah punah karena dampak dari merebaknya ideologi modernisasi dan budaya asing yang buisa mengakibatjkan masyarakat melupakan sejarah leluhurnya. Banyaknya ragam budaya khususnya di Jawa Barat ini dinilai harus bisa dikembangkan dan dirawat agar bisa mencerminkan watak dan karakter asli tatar Pasundan.

"Seiring berkembangnya kemajuan tekhnologi saat ini, kita pun harus bisa menjaga keutuhan dan melestarikan budaya sebagai ujung tombak dalam kemajuan daerah khususnya Jawa Barat atau yang biasa kita sebut Galuh Pakuan Pajajaran", jelasnya.(3/12).

Pastapa Nusantara sendiri, menueurt Sonnia,  memiliki niat untuk membangun kembali kebudayaan leluhur yang saat ini mulai terlupakan, karena mungkin saja saat ini banyak pejabat yang mengutamakan budaya politik dengan tujuan hanya untuk obsesi pribadi untuk mengejar kekuasaan. 

“Padahal budaya politik tersebut sangat kecil bila dibanding dengan budaya seni leluhur kita yang berkarakter luhur sebagai cikal bakal berdirinya suatu daerah", ungkapnya.

Ditambahkan Sonnia, untuk Dayeuh Pangandaran khususnya, sebagai kota pariwisata hendaknya lebih paham pada sejarahnya sendiri dan sekaligus harus bisa melestarikan budaya tersebut.

“Saya yakin, setiap kecamatan di pangandaran pasti memiliki budaya leluhur masing masing, dan itu jangan sampai kita lupakan, “ tambahnya.

Sonnia pun berharap, masyarakat dayeuh Pangandaran hendaknya tetap memiliki karakter budaya sendiuri.

Insyaalloh, tanggal 14, 15 Januari mendatang kami bersama rengrengan Pastapa Nusantara akan melaksanakan  silaturahmi dalam rangka ngaguar uga galuh pakuan pajajaran bertempat di padepokan Pasulukan loka Sumadikarta di Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang. ”pungkasnya ( AGE).

RATUSAN PNS PEMKAB PANGANDARN IKUTI MUTASI DAN PROMOSI JABATAN - JEJE WIRADINATA: “DISDIK, HAMPIR 90 % ADA PEROMBAKAN..”

PARIGI-Sejak dilantik Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran, tanggal 17 Pebruari 2016, untuk pertama kalinya pemerintahan dibawah pimpinan Bupati-Wakil Bupati definitif melakukan mutasi di tubuh jajaran pemerintahan Pangandaran.

Bertempat di halaman aula setda (3/1), sekitar 450 PNS mulai eselon II hingga IV mengikuti acara mutasi dan promosi yang dipimpin langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata serta disaksikan Wakil Bupati, H. Adang Hadari, ketua DPRD, Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, pimpinan dan anggota DPRD dan tamu undangan lainnya.

Usai pelantikan, kepada awak media, Jeje mengatakan, seluruh PNS yang dilantik sudah melalui pengkajian panjang. Berdasarkan keahlian, profesonalisme dan dedikasi kerja merupakan rangkaian panjang melalui sebuah proses pengkajian  yang matang.

“Mungkin ini tidak sempurna, tapi saya dan baperjakat sudah betul-betul bekerja keras serta menelaah hingga inilah hasilnya. “ungkap Jeje.

Ditambahkanj Jeje, sebenarnya ada beban moral yang harus dihadapi saat berjumpa dengan kolega, teman, saudara atau partai pendukung, tapi menurutnya, ia harus berkomitmen untuk tidak menjadikan hal-hal tersebut sebagai sebuah pertimbangan.

“Kepentingan masyarakat harus menjadi keniscayaan, sehingga pada prakteknya tidak ada pejabat pesanan, jua beli jabatan atau hal-hal yang mengarah kesitu. “imbuhnya.

Jeje juga mengatakan, jika pihaknya sekarang merombak hampir 90 % Dinas Pendidikan, karena memang ia ingin melihat di tubuh Disdik ada penyegaran.

“Sekali lagi saya katakana, jabatan itu bukan hak tapi kepercayaan pimpinan. “jelas Jeje.

Jeje menambahkan, satu bulan ke depan mungkin ada pengukuhan kembali dan 4 bulan ke depan banyak eselon IIIB yang kosong karena pensiun. (hiek).

INI AKIBAT KETELEDORAN BRI UNIT BOJONG ? DANA BSM SMK KABUPATEN PANGANDARAN RAIB

PANGANDARAN-Bantuan Siswa Miskin (BSM) sejatinya program pemerintah yang dikhususkan bagi siswa miskinagar tetap memperoleh akses pelayanan pendidikan yang layak, mencegah putus sekolah, membantu siswa memenuhi kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran dan mendukung program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (WAJAR DIKDAS).

Disayangkan, program mulia tersebut  pada beberapa SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan ) di Kabupaten Pangandaran, yang semestinya bulan Oktober 2016 tahun lalu, siswa/siswi sudah harus sudah menerima BSM tersebut, terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, uang bantuan pendidikan tersebut raib digondol oknum sukwan pegawai SMK berinisial DD.

Dengan cara memalsukan sejumlah dokumen termasuk surat kuasa dari tiap-tiap SMK sebagai syarat pencairan program tersebut, DD berhasil mengelabui petugas BRI Unit Bojong Cabang Banjar untuk menarik uang tunai di bank milik BUMN tersebut.

 Menurut salah satu Kepala SMK yang tidak mau ditulis identitasnya, diperkirakan DD berhasil membawa uang BSM hingga nilai ratusan juta. Dan diperkirakan setelah berhasil membawa uang tersebut dan hingga saat ini keberadaan DD tidak diketahui.

"Saat saya mau mencairkan BSM di BRI unit Bojong di Desa Cibenda yang ditunjuk tempat pencairan BSM tersebut, saya kaget dan merasa terpukul karena ternyata uang tersebut sudah dicairkan oknum pegawai SMK berinisial DD. “terangnya. (5/12).

Setelah ditelusuri lebih jauh, lanjutnya, ternyata SMK lain pun bernasib sama, BSM dengan nilainya Rp.500 ribu hingga Rp.1 jt per siswa, sudah diambil DD.

“Yang membuat saya heran kok pihak bank bisa semudah itu, padahal dokumen itu jelas kelihatan sekali dipalsukan baik dari tanda tangan kepala sekolah maupun photo copy KTPnya", terangnya.

Tidak berlebihan jika ia pun merasa curiga, jangan-jangan ini memang ada kerjasama antara BRI unit Bojong dengan DD atau hanya kekurang hati-hatian dan keteledoran petugas bank tersebut.

"Pokoknya kalau sampai akhir desember tahun ini tidak ada penggantian dari pihak bank, kami akan membawa persoalan ini ke ranah hukum dengan melaporkan semua kejadian yang menimpa SMK ke pihak berwajib." “tergasnya lagi.

Sementara menurut informasi terakhir, Kabid Dikmen Disdikbudpora Pangandaran, DR. H. Sobirin, S.Pd, M.Pd, pihak BRI sudah mengganti kerugian uang yang hilang tersebut secara bertahap.(AGE).

WALAU TERJEPBAK MACET LALU LINTAS TAHUN BARU PENGUNJUNG PANGANDARAN MENGAKU TETAP PUAS

PANGANDARAN-Sejumlah pengunjung obyek wisata pangandaran mengaku puas bisa merayakan malam pergantian tahun di pangandaran dengan suguhan pesta kembang api di atas langit pesisir pantai.

Seperti dikatakan pengunjung asal Banjaran, Asep Darma (29), ia dan 8 temannya dengan mengendari dua mobil, memang sudah direncanakan sejak jauh hari untuk menyambut malam tahun baru 2017 di Pangandaran. 

“Pokoknya seru, kami benar-benar bisa merasakan suasana malam pergantian tahun dengan gembira. “ujarnya pada PNews saat ia terjebak macet arus balik di depan terminal Pangandaran.(1/1).

Menurut Asep, sebenarnya ada dua tempat yang ia dan teman-temannya pilih untuk tahun baruan kali ini,  keliling Kota Bandung atau ke Pangandaran.

“Akhirnya saya dan teman-teman memilih ke pangandaran, “terangnya.

Ditambahkan Asep, bukannya tidak khawatir akan terjebak macet, tapi menurutnya, sekarang macet pasti terjadi dimana-mana, apalagi di tempat-tempat yang menjadi tujuan orang-orang merayakan tahun baru.

“Jadi walau sudah hampir 2 jam macet seperti sekarang, tetap kami merasa puas bisa merayakan tahun baru di pangandaran. “kata Asep lagi.

Sebenarnya, menurut Asep, ia dan teman-temannya tidak puas jika hanya satu malam saja mengunjungi Pangandaran, karena masih banyak obyek lain yang tidak sempat dikunjungi.

“Yah..mungkin lain waktu bisa kesini lagi sekalian mengunjungi obyek wisata lain yang ada di pangandaran. “ungkapnya. (hiek) 

YANA HENDRAYANA: “INI TANGGUNG JAWAB BERSAMA…”, JADIKAN HUTAN CAGAR ALAM PANANJUNG SEBAGAI DAERAH RESAPAN AIR,

PANGANDARAN-Mungkin tidak banyak masyarakat tahu, fungsi hutan lindung cagar Alam Pananjung begitu besar untuk kelangsungan hidup masyarakat di sekitar kawasan hutan. Dengan luas 34.321 hektar, hutan Cagar Alam Pananjung bisa menjadi sumber serapan air, sehingga sumur-sumur yang ada di rumah-rumah penduduk sekitar pesisir pantai pun bisa tawar. Cagar Alam Pananjung, sebagai kawasan hutan konservasi mempunyai fungsi sebagi pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.

Demikian dikatakan Kepala BKSDA Resort pangandaran, Yana Hendrayana saat ditemui PNews di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

“Sementara sumur-sumur yang ada di rumah penduduk pantai bojongsalawe parigi, rasanya  hambar. “terang Yana.

Hutan lindung, lanjut yana, dapat memberikan kehidupan dan menjamin kondisi pemenuhan kebutuhan lingkungan secara utuh karena pepohonan yang ada di hutan lindung mampu memproduksi oksigen dalam jumlah besar yang dibutuhkan masyarakat sekitar.

“Dengan tetap terjaganya kawasan hutan, maka jumlah dan kualitas air pun akan tetap terjaga bagi kehidupan masyarakat di sekitar kawasan. “imbuh Yana.

Sebagai tempat resapan air, menurut Yana, hutan merupakan daerah penahan air yang efektif. Banyaknya lapisan humus yang berpori-pori, banyak akar yang berfungsi menahan tanah, mengoptimalkan fungsi hutan sebagai area penahan dan resapan air. Namun  jika fungsin hutan rusak, maka bisa menyebabkan terganggunya fungsi hutan sebagai penahan air dan habitat sekitar hutan yang berakibat sewaktu-waktu bisa ditenggelamkan banjir.

“Kerusakan hutan akan membuat fungsi hutan sebagai area resapan biusa terganggu yang akan mengakibatkan  kelangkaan air  bersih dan higienis atau air siap pakai. “jelas Yana lagi.

Kawasan Cagar Alam Pananjung wilayah BKSDA Pangandaran dengan luas Cagar Alam darat sekitar 452,3 hektar dan cagar alam laut 470 hektar, menurut Yana, diharapkan bisa menjadi tanggungjawab bersama dalam kelestariannya.

“Bayangkan, Cirebon yang tidak mempunyai kawasan hutan lindung, sumur  penduduk dalam radius 2 km dari bibir pantai, air sumurya terasa hambar. “imbuhnya.

Yana menambahkan, bukan hanya kawasan hutan, Cagar Alam laut pun dengan aneka biota laut dan terumbu karang harus tetap terjaga,nkarena karang mempunyai fungsi menahan abrasi dan kelestarian biota laut. (hiek)

RIBUAN WISATAWAN RAYAKAN MALAM TAHUN BARU DI PANTAI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Kemeriahan malam tahun baru 2017 di obyek wisata Pantai Pangandaran terasa begitu semarak. Ribuan bahkan jutaan pengunjung memadati setiap sudut tempat wisatawan bersuka ria menyambut tahun baru dengan suguhan pesta kembang api dari beberapa hotel di sepanjang pantai barat dan timur.

Nampak di pintu masuk tol gate, kendaraan yang didominasi roda dua pun harus antri memasuki kawasan wisata yang lebih terkonsentrasi di pantai barat.

Menurut salah seorang pengunjung asal jalan Holis Bandung, Ardi (34), ia dan teman-temannya menggunakan speda motor sengaja datang ke Pangandaran untuk merayakan malam pergantian tahun.

“Kami dengan 8 motor berboncengan sengaja berangkat lebih awal  sekitar jam 9 pagi, takut kecegat macet. “ungkapnya. (31/12).

Menurut Ardi dan teman-temannya, Pangandaran sudah begitu akrab dikenal hampir seluruh warga Bandung. Menurutnya, kebanyakan warga Bandung lebih memilih Pangandaran ketimbang liburan atau merayakan tahun baru ke puncak atau ke tempat lainnya.

“Kalau tidak di dalam kota bandung sendiri, ya pilihannya ke pangandaran. “imbuhnya.

Menurut Ardi, jarak dan waktu tempuh Bandung-Pangandaran pun relatif pendek dan aman dilalui baik dengan roda empat atau dua.

“Kalau bisa, jalan di lintasan hutan sebelum masuk pangandaran, ditambah lampu penerangan supaya tidak terlalu gelap. “kata Ardi. (hiek)

GEDUNG PUSKESMAS CIKANGKUNG JADI KEBANGGAN WARGA PANGANDARAN

SIDAMULIH-Belum genap satu tahun usia Pemerintahan Kabupaten Pangandaran dibawah Pimpinan Bupati H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati H. Adang Hadari, seakan berpacu dengan waktu merealisasikan program sesuai janji saat kampanye beberapa waktu lalu.

Paling tidak ada 4 program unggulan sebagai perioritas rencana kerja dibawah kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Depinitif Jeje-Adang. Infrastruktur, pariwisata, pendidikan dan kesehatan, merupakan program dengan skala perioritas dalam pelaksanaannya.

“Untuk sekarang anggaran kita pun terkonsentrasi ke 4 program tersebut. “ungkap Jeje. (28/12).

Jeje yang ditemui PNews di ruang kerjanya, lebih jauh mengatakan, untuk sektor kesehatan, tahun 2016, sekitar Rp. 3 milyar pemkab sudah membangun 2 Puskesmas di Kecamatan Parigi dan Sidamulih. Selain bangunan puskesmas yang bisa dikatakan mewah, untuk biaya kesehatannya pun gratis.

“Ditambah dengan sarana lainnya dan alat kesehatan, sekitar Rp. 9 milyar. “terang Jeje.

Jeje mengungkapkan, ia tidak mau melihat warganya sakit dirawat di puskesmas kecil dan  sempit dengan alat-alat kesehatan yang alakadarnya.

“Ini bertahap, tahun 2017 empat puskesmas lagi kita bangun. “imbuh Jeje.

Seperti diketahui, pembangunan puskesmas ini banyakmendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Seperti, Eka santosa saat menghadiri milangkala ke 4 mengatakan, baru pertama kali melihat di Jawa Barat, di Kabupaten Pangandaran ada puskesmas di tingkat kecamatan yang megah sekelas hotel berbintang.

Menuurut jeje, lain lagi yang dikatakan politikus Dede Yusuf, puskesmas yang ada di Kabupaten Pangandaran sama dengan Rumah Sakit tipe A.

“Hebat, pangandaran bisa membangun puskesmas di kecamatan semegah itu. “ujar Dede Yusuf yang ditirukan Jeje.

Sementara, salah seorang pengembang yang mengerjakan puskesmas Cikangkung Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih mengungkapkan kebanggaannya sebagai putra daerah sudah bisa mempersembahkan yang terbaik  untuk pangandaran. (hiek).


PERENCANAAN YG SALAH, REKANAN YANG NAKAL ATAU FAKTOR ALAM ? PENGERJAAN BEBERAPA RUAS JALAN ASAL-ASALAN

PARIGI-Menginjak usia 4 tahun, Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran terus berbenah. Pembangunan di segala sektor baik infrastruktur ataupoun Sumber Daya Manusia (SDM).

Puluhan bahkan ratusan milyar melalui APBD, Pemkab Pangandaran mengelontorkan anggaran untuk perbaikan sarana transportasi jalan hampir di setiap pelosok di 10 kecamatan.

Tapi sangat disayangkan anggaran pemerintah, uang rakyat ini terkesan kurang optimal dalam pengelolaannya. Karena terbukti, sejumlah pengerjaan jalan hot mix baik dari APBD atau Dana Alokasi Khusus (DAK) pemprop tahun 2016 ini terkesan asal-asalan.

Tidak heran, saat acara seminar Diklat professional guru yang digelar PGRI Kabupaten Pangandaran (14/12),  beberapa orang guru mempertanyakan kredibilitas dan dan keseriusan pengerjaan beberapa ruas jalan di daerahnya.

“Masa baru beberapa hari ditinggal pemborong, jalan yang dihotmiks sudah retak-retak dan mengelupas…”kata salah seorang guru asal Kecamatan Langkaplancar. 

Malah ada ruas jalan, hasil pengerjaannya jelek dan setelah beberapa kali dilakukan perbaikan tapi hasilnya tetap jalan tersebut rusak.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat diminta tanggapannya menjelaskan, ada tiga faktor  yang menyebabkan kenapa jalan yang baru dikerjakan tersebut sudah rusak lagi. Menurut Jeje, bisa saja ini kesalahan dalam perencanaan atau memang rekanannya yang “nakal”.

“Atau faktor ketiga, karena kondisi alam di daerah tersebut. “ungkap Jeje.(28/12).

Menurut Jeje, pihaknya ke depan akan  lebih selektif dan berhati-hati, karena tahun 2017 sekitar Rp 200 milyar APBD akan disalurkan untuk melanjutkan perbaikan infrastruktur.

“Saya tidak mau uang rakyat ini  dalam penggunaannya asal-asalan. “imbuh Jeje.

Tapi apa pun alasannya, sangat disayangkan anggaran milyaran  untuk pembangunan dan perbaikan sarana transfortasi masyarakat, sebagian tidak optimal dalam pengunaannya.

Menurut data yang ada di Dishubkominfo Pangandaran, ada sekitar 332 km jalan yang dimiliki Kabupaten Pangandaran dan hingga tahun 2016 baru sekitar 66,8 % saja yang bisa dilakukan perbaikan.

“jumlah panjang jalan kabupaten tersebut tiap tahun pasti bertambah karena banyak jalan desa yang diusulkan untuk naik menjadi jalan kabupaten. “terang Kasi Jalan Dispuhubkominfo Kabupaten Pangandaran, Nanang Heryanto, ST.

Disoal buruknya pengerjaan di sejumlah ruas jalan, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan mengatakan,  ketiga-tiganya (perencanaan, rekanan yang nakal dan faktor alam-red) yang menyebabkan penggunaan uang rakyat untuk infrastruktur jalan kurang optimal.

“Memang ketiga faktor tersebut yang menyebabkan pengerjaan jalan di pangandaran buruk. “kata Iwan singkat.(30/12).   (hiek).

BAZNAS KABUPATEN PANGANDARAN SEKARANG SUDAH TERBENTUK


PARIGI-Potensi zakat yang begitu besar di  Kabupaten Pangandaran masih belum dikelola secara maksimal, sehingga dana zakat yang dihimpun saat ini masih belum menyentuh pada permasalahan umat yang mendasar yaitu kemiskinan, kesehatan dan pendidikan serta pembinaan akhlak.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pangandaran saat ini mulai merintis upaya penghimpunan dana umat melaui zakat infak dan shadaqah. Dengan terbentuknya BAZNAS melalui Surat Keputusan (SK) Bupati  Pangandara, melalui Sub seksi Zakat Wakaf pada Seksi Urusan Agama Islam (Urais), dengan dana operasionalnya didukung oleh APBD  Pangandaran serta bagian hak amil.

Keberadaan BAZNAS, sebelumnya belum mampu mengelola masalah zakat di Pangandaran karena operasionalnya bersifat insidentil yang menangani zakat fitrah, mal, infaq dan shadaqah pada saat bulan ramadhan saja setiap tahun dan pendistribusiannya pun langsung habis saat itu juga.

Untuk menunjang salah satu program pemerintah, menanggulangi kemiskinan kini Kabupaten Pangandaran, tangga 1 Desember lalu  telah melantik kepengurusan Baznas.

Dalam sambutannya, Ketua Baznas terpilih, Drs. Hendrik menyampaikan, secara potensi zakat itu sangat besar, sekitar Rp. 5 milyar  bisa terkumpul setiap tahunnya. Tapi secara tradisional potensi tersebut sulit tergali karena tidak terjadi kesadaran bersama di kalangan masyarakat luas.

“Saya byakin, ke depannya di bawah kepeminpinan Bupati Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Adang Hadari kebersamaan dalam pengelolaan zakat akan selalu sinegis. “ungkap Hendrik.(30/12).

Dan saat ini, lanjut Hendrik, baznas siap untuk melangkah membuat system yang praktis dan inopatif untuk lebih menggali lagi potensi zakat bersama-sama pemerintah.

“Insaalloh, kedepan kami akan menyusun pola pemberdayaan masyarakat, seperti baznas pangandaran sehat, baznas pangandaran cerdas, mandiri, taqwa sehingga baznas pangandaran bisa ikut peduli pada sektor kemanusiaan, dan saya yakin dengan pemkab pangandaran akan mendukung program-program ini. “pungkas Hendrik. (TONI  T)


PARIWISATA BUKAN (HANYA) PAD

Rasanya akan sempit jika pariwisata diidentikan dengan Penghasilan Asli Daerah (PAD) saja, sebaiknya PAD tersebut diletakan sebagai salah satu dampak dari pengelolaan pariwisata secara keseluruhan.

Jika dibandingkan PAD yang dihasilkan dari sektor pariwisata (sekitar RP. 6-8 milyar), maka jauh berbanding dengan belanja modal yang digelontorkan pemerintah, baik pusat, propinsi atau APBD Kabupaten untuk pengelolaan pariwisata itu sendiri.

Pada sektor pariwisata, ada yang lebih dahsat dari PAD, mobilitas dan aktivitas ekonomi serta perputaran uang yang bisa dirasakan langsung masyarakat dari sekedar PAD. Berapa juta pengunjung wisatawan setiaop tahunnya datang ke pangandaran. Estimasinya, dengan asumsi seorang wisatawan membelanjakan uangnya sekitar Rp.300 ribu. (ini tidak termasuk sewa hotel, karena pemilik hotel kebanyakan dimiliki bukan warga pangandaran). Artinya, bisa dihitung berapa uang yang dikirim para wisatawan dari berbabagi daerah lalu uang tersebut diterima langsung masyarakat dan berputar di pangandaran.

Selama ini pariwisata pangandaran masih terfokus (hanya) pada wisata pantai saja, padahal destinasi wisata varian lain masih banyak yang belum dikenal, seperti wisata goa, sungai, agro  dan wisata lainnya dan itu sangat prosfektif untuk dijual pada wisatawan.

Betul jika Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mengatakan, sekarang ia masih fokus pada penataan. Artinya, pariwisata pangandaran memang akan menjadi pekerjaan besar dalam program yang digulirkan pemerintahan Jeje-Adang. Tidak berkebihan jika pemerintahan Pemkab Pangandaran pada program sektor partiwisata menjadikan daerah wisata yang mendunia.

“Kita sekarang masih fokus dulu pada penataan seluruh kawasan pariwisata dengan membangun sarana dan prasarana yang diperlukan. “ucapnya, saat disoal Badan Promosi Pariwisata Daerah.

Sejatinya, pengembangan pariwiata dilakukan harus dengan pendekatan pengembangan ekosistem, penataan ruang dengan terpadu, terkoordinasi, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Pariwisata juga bersinergis dengan sektor lainnya untuk memberikan nilai efisiensi tinggi dan percepatan pertumbuhan ekonomi wilayah dan dalam pelaksanaannya pun harus diupayakan dapat melibatkan seluruh stakeholder.

Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengembangan pariwisata dari proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan hingga peningkatan program dengan keterlibatan berbagai sektor dalam pengembangan pariwisata merupakan keniscayaan yang harus tetap bersinergis untuk menghasilkan outcome yang diharapkan bersama.
Pengembangan pendukungan sarana-prasarana transportasi secara terpadu yang diharmonisasikan dengan struktur pengembangan wilayah, serta meningkatkan peran serta langsung masyarakat dalam pengembangan pariwisata dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi pada oprogram-program populis yang dari tahun ke tahun bisa ditingkatkan.
Pariwisata bukan (hanya) PAD, ada banyak dampak positif yang langsung bisa dirasakan rakyat. Asfek ekonomi, sosial, politiik dan budaya, biasanya akan lebih unggul jika dibanding daerah yang tidak memiliki destinasi wisata. (hiek)








2017, 9 DESA DI KABUPATEN PANGANDARAN IKUTI PILKADES SERENTAK

PARIGI - Bertempat di aula Setda Pangandaran (29/12),  BP3APK2BPMPD menggelar kegiatan sosialisasi Pilkades  serentak mulai dari persiapan sampai dengan pelaksanaan pesta demokrasi masyarakat desa yang akan dilaksanakan tanggal 2 April 2017 mendatang di 9 desa yang tersebar di 7 kecamatan se-Kabupaten Pangandaran.

Kabid Pemdes BP3APK2BPMPD Pangandaran, Tjomi Suryadi, S.Sos menjelaskan, pemkab telah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 384 juta lebih yang akan digunakan sejak tahap sosialisasi, persiapan, pelaksanaan hingga pelantikan dengan disesuaikan jumlah hak pilih di tiap desa yang melaksanakan pilkades.

" Pemkab Pangandaran memberikan dana buat sembilan desa yang akan melakukan pesta demokrasi ini dengan tujuan untuk mempermudah kepada semua calon yang akan bertanding sehingga jangan sampai ada calon yang memang berkompeten tidak bisa ikut karena alasan tidak punya dana yang cukup", kata Tjiomi.(29/12).

Pada kesempatan yang sama, Tjomi juga merinci dana yang akan diterima masing-0masing Pemerintahan Desa dalam pelaksaan pilkades serentak di Kabupaten Pangandaran tahun 2017. Di Kecamatan Cimerak, Desa Ciparanti akan menerima anggaran sebesar Rp 36.482.000 dan Desa Sukajaya Rp.41.105 000. Kecamatan Mangunjaya, Desa Mangunjaya Rp.47.760.500, Desa Sukamaju Rp. 46.293.500. Kecamatan Kalipucang, Desa Ciparakan Rp.38.229.500. Kecamatan Padaherang, Desa Bojongsari Rp.37.686.500. kecamatan angkaplancar, Desa Pangkalan Rp.43.101.500. Kecamatan Parigi, Desa Parakanmanggu Rp.42.113.000 dan untuk Kecamatan POangandaran, Desa Babakan mendapat Rp.52.043.000.  Total anggaran yang digelontorkan Pemkab Pangandaran untuk 9 desa yang akan melaksanakan pilkades serentak tahun 2017 sebesar Rp. 384.814.500.

“Adapun jika dana tersebut tidak mencukupi, maka disarankan desa bisa biusaq mengambil dari dana cadangan di APBDes. “imbuh Tjomi.

juga lebih lanjut Tjomi menjelaskan, untuk desa yang mempunyai calon lebih dari 5, pihak Pemkab bisa bekerjasama dengan Lembaga Independen Perguruan Tinggi, seperti, UNPAD dan UNPAS dalam tahapan uji psikotes,

“Jadi nanti hasil psikotes tersebut bisa menentukan mana yang layak atau tidak layak ikut nyalon, karena panitia pilkades sendiri tidak punya hak untuk mencabut atau membatalkan pencalonan seserorang  bila memang lebih dari 5 calon. “Ungkapnya.
.
Terkait pengamanan saat pelaksanaan pilkades, Tjomi juga mengatakan, Pemkab Pangandaran akan mengirim Pol PP, kepolisian dan TNI.

“kami sarankan,  linmas di desa masing masing pun harus pro aktif dalam pelaksanaannya nanti. “pungkas Tiomi. (TONI-AGE).





KERJA NYATA PENDAMPING DESA, JADI PRIORITAS UTAMA KEMAJUAN DESA.

PARIGI -Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pendampingan Desa, telah memberikan peluang bagi desa untuk lebih siap dalam mengimplementasikan Undang-Undang Desa, khususnya dalam pencairan dan penyerapan dana desa.

Persyaratan pendamping desa dibuat seketat mungkin sehingga kader desa akan benar-benar bisa membimbing perangkat desa dalam menjalankan program sesuai kebutuhan masing-masing.

Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD ) BP3APK2BPMPD Kabupaten Pangandaran, Drs.Subarnas, SH, M.S.E menjelaskan,  sesuai ketentuan Permen Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pendampingan Desa, pendamping desa terdiri dari tenaga pendamping profesional, kader pemberdayaan masyarakat desa dan atau pihak ketiga.

“Sedangkan tenaga pendamping profesional terdiri dari pendamping desa, pendamping teknis, dan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat", jelasnya.(29/12).

Ditambahkan Barnas, sementara itu kedudukan masing-masing pendamping desa teknis berkedudukan di pusat kabupaten, tenaga ahli pemberdayaan masyarakat berkedudukan di pusat, provinsi dan untuk kader pemberdayaan masyarakat desa berkedudukan di desa.

“Menurut pasal 11 Permen DPDTT tentang pendampingan Desa juga menyebutkan, tugas pendamping desa meliputi  perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan terhadap pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa dan mendampingi desa dalam melaksanakan pengelolaan pelayanan sosial dasar, pengembangan usaha ekonomi desa, pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna, pembangunan sarana prasarana desa dan pemberdayaan masyarakat Desa" tambahnya.

Selain itu, tugas pendamping desa, mendampingi desa dalam pembangunan kawasan perdesaan secara partisipatif dan melakukan koordinasi pendampingan di tingkat kecamatan dan memfasilitasi laporan pelaksanaan pendampingan camat kepada pemerintah daerah kabupaten/kota. Sedangkan tugas pendamping teknis, mendampingi desa dalam pelaksanaan program dan kegiatan sektoral, meliputi pendamping teknis membantu pemerintah daerah dalam hal sinergitas perencanaan pembangunan desa.

Alhamdulillah, kami dari pendamping desa struktural sudah bisa kompak dengan pendamping desa professional atau tenaga ahli baik dari Kemendes juga Provinsi,  ini semua kami lakukan demi terciptanya pemberdayaan juga pembangunan desa yang nyata menuju tingkat ekonomi yang lebih maju dan mandiri sesuai dengan program pemerintah saat ini", pungkasnya. (ISIS-AGE).

KACIJULANGAN, HADIR DALAM KEPAKUMAN KEGIATAN TRADISI BUDAYA

CIJULANG–Lahirnya sebuah kebudayaan biasanya tercipta atau dilatarbelakangi oleh kegiatan orang tua dahulu yang kemudian menjadi adat atau kebiasaan di daerah tersebut, dan ini akan memiliki arti tersendiri bagi masing-masing daerah. Kini dengan masuknya budaya asing ke Indonesia, perlahan ada pergeseran gaya hidup masyarakat dan pola kebiasaan yang sudah turun temurun dari pada pendahulu dengan nuansa tradisolnal masyarakat asli Indonesia.

Begitu juga yang terjadi pada tatanan kehidupan masyarakat Pangandaran, nampak kini ada sentuhan modern hingga tidak menutup kemungkinan dampak yang akan ditimbulkan lambat laun akan melupakan budaya asli Pangandaran.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, hari Selasa, (27/12) para budayawan dan kasepuhan di Kabupaten Pangandaran menggelar tradisi kuno pembacaan sejarah Kacijulangan dibawah pohon wareng di sekitar area Bandara Nusawiru Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang.

Dengan dihadiri para juru kunci dan tokoh supranatural, acara digelar dengan menyajikan sejumlah sesaji dibalut kemasan budaya tradisi kuno, namun tidak mengurangi khusuan ritual tersebut walau dalam helatan  secara sederhana melalui ritual yang sakral, sarat makna dan dalam sentuhan budaya dan tradisi.

Bahkan setelah pelaksanaan pembacaan sejarah kacijulangan tersebut, sejumlah tokoh dan para juru kunci tempat keramat, tidak sedikit yang mengambil air bunga yang sebelumnya dibacakan doa’-doa’  sebagai media untuk dijadikan campuran air mandi yang dibawa ke rumah masing-masing.

Menurut juru baca sejarah Kacijulangan, Aki Ajim (72), kegiatan ini merupakan tradisi lama yang saat ini hampir punah, namun berkat dorongan para budayawan muda dan pelaku adat dirinya kembali diundang untuk menjadi juru baca sejarah tersebut.

“Ada sarat-sarat tertentu dalam pembacaan sejarah Kacijulangan serta harus mempunyai ketentuan tersendiri, diantaranya harus berdasarkan perhitungan sunda kuno dan hanya boleh dibacakan pada bulan Mulud,” terang  Aki Ajim.

Sejarah Kacijulangan, menurut Aki Ajim, merupakan sejarah purwaningjagat atau sejarah penciptaan alam semesta dan ajaran ketauhidan juga prilaku manusia untuk mengenal para pendahulu supaya manusia bisa mengenal dirinya dan penciptanya.

“Dalam sejarah ini ada dua hal penting yang harus diperhatikan, diantaranya sejarah gede dan sejarah leutik,” tambah Aki Ajim.

Sejarah gede (besar) menerangkan proses terciptanya alam sedangkan sejarah leutik (kecil) menerangkan proses kehidupan manusia. Namun untuk melaksanakan pembacaan sejarah Kacijulangan harus dilakukan oleh orang yang sudah memiliki keimanan dan ketauhidan yang sempurna karena dikhawatirkan nantinya ada perbedaan penafsiran.

“Dalam rangkaian isi sejarah Kacijulangan dibacakan ada terkandung ajaran tauhid, disinilah banyak orang yang salah tafsir memaknai paparan tauhid tersebut, sehingga tradisi pembacaan sejarah Kacijulangan pernah mendapat pertentangan dari beberapa kalangan Kiyai,” terang Ki Ajim lagi.

Menurut seorang budayawan, Erik Krisnayudha Astrawijaya Saputra, tradisi pembacaan sejarah Kacijulangan atau sejarah purwaningjagat ini bisa dijadikan khasanah budaya sebagai salah satu destinasi wisata budaya.

“Kalau Kabupaten Ciamis memiliki tradisi nyangku di Panjalu, maka Kabupaten Pangandaran pun memiliki tradisi pembacaan sejarah Kacijulangan,” kata Erik.

Erik berharap, tradisi kuno tersebut bisa dipertahankan dan jangan sampai punah lantaran merupakan salah satu aset tradisi jatidiri warga Pangandaran.

“Tahun ini kami bisa menyelenggarakan tradisi kuno pembacaan sejarah Kacijulangan karena masih ada juru bacanya yaitu Aki Ajim, entah tahun depan bisa lagi dilaksanakan entah tidak lantaran sampai saat ini minim SDM yang memiliki talenta tersebut,” tambah Erik.

Sementara Ketua Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Pangandaran Edi Rusmiadi mengapresiasi pelaksanaan pembacaan sejarah Kacijulangan tersebut.

“Tradisi ini harus dipertahankan, kami harap kepada pelaku budaya ini memiliki agenda dan kelender kegiatan tetap dan ke deepannya diharapkan generasi muda pun bisa untukikut budaya ini. “ tamdasnya. (AGE)

WARGA HARUMANDALA PUAS, PEMBANGUNAN JALAN BETON SESUAI KEINGINAN WARGA.

CIGUGUR - Kegiatan pembangunan jalan Harumandala- Jayasari, dengan seluruh tokoh dan warga masyarakat bisa berjalan sukses. Seluruh elemen Desa Harumandala, seperti forum kjp dan pemerintahan terus berpartisipasi aktif pengerjaan yang meliputi pelebaran dan pengupasan tebing, pemasangan pelengkap, pengerjaan rigit beton dengan ketebalan lc 10cm, struktur rigit 20 cm lebar 4m dan panjang 900 meter yang menghabiskan dana dari APBD tahun 2016 sebesar Rp.2,4 milyarisa selesai dalam kelender kerja.

Nu'man abdul aziz ( 34 ), Direktur PT.Jangkar Mas Priangan, sebagai proyek pelaksana pembangunan jalan tersebut menjelaskan, pembangunan jalan ini dikerjakan dengan maksimal untuk memenuhi kebutuhan jalan kabupaten sebagai akses jalur ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran.

“Jalan yang tadinya lebar 3 meter saja kini menjadi 8 meter yang memungkinkan arus lalu lintas bisa berjalan lancar", jelasnya. (26/12).

Ditambahkan Nu'man, dengan memaksimalkan kualitas hasil kerja, pembangunan jalan ini sudah lulus PHO dari dinas PUHUBKOMINFO bidang Binamarga, juga masyarakat sekitar pun merasa puas dengan hasil pengerjaan jalan beton in.

Salah seorang warga Harumandala, Asep (31), mengungkapkan kegembiraannya saat pembangunan jalan beton tersebut selesai dibangun dan kuwalitas pengerjaan sesuai yang diharapkan masyarakat
.
"Alhamdulillah jalan beton sepanjang 900 meter sudah selesai dibangun, kalau musim hujan datang pun sedkrang kami tidak khaatir lagi karena pasti tidak akan licin bila dilewati, terutama saat mengirim hasil tani dari desa kami ke kota, semoga kedepannya bisa dibangun lagi jalan jalan lainnya di wilayah cigugur agar proses aktivitas ekonomi bisa berjalan dengan lancar", ungkapnya. (AGE)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN