Label 4

Sambut Libur Lebaran 2026, Pemkab Pangandaran Gelar Rakor Persiapan Lintas Sektoral

PANGANDARANNEWS.COM – Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami tadi pagi memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026, bertempat di aula di Kantor Setda.(12/03/26).

Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Ino Darsono, Sekretaris Daerah Kusdiana, Kapolres Pangandaran AKBP Potawari, Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra, serta para kepala SKPD, perwakilan dari PHRI, IGHMA, pelaku usaha wisata, dan perwakilan pedagang.

Di depan peserta rakor, Bupati Citra menekankan terkait pentingnya kerja sama seluruh pihak untuk menyukseskan pelayanan selama musim libur Lebaran 2026.

Ia juga tidak lupa mengingatkan agar setiap pemangku kepentingan (stakeholder) untuk memperkuat koordinasi, terutama antara pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) dalam mengatur arus lalu  lintas.

“Untuk pengaturan lalu lintas, kami memercayakan jalur arteri kepada pihak kepolisian, sementara jalur di kawasan wisata, Dishub yang akan memegang peranan penting,” kata bupati.

Bupati juga meminta seluruh SKPD agar lebih sigap dan meningkatkan kinerjanya masing-masing, dan ini  berdasarkan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya.

Momen Lebaran di Pangandaran, menurutnya, merupakan tantangan besar karena bertemunya arus mudik, wisatawan, dan aktivitas warga lokal secara bersamaan.

Pada libur Lebaran nanti,. imbuhnya, pemudik, wisatawan, dan warga lokal akan berkumpul di Pangandaran. 

"Okeh karena itu tentu segala sesuatunya harus kita siapkan dengan matang,” tegasnya.

Bupati juga menyebut, ada beberapa poin krusial yang menjadi atensinnya, diantaranya kelancaran arus mudik dan balik, ketersediaan bahan pokok, manajemen kawasan wisata, serta penanganan potensi kecelakaan. 

“Semuannya itu harus kita laksanakan secara optimal,” tegasnya lagi.

Bupati juga tidak lupa menyampaikan, adanya peningkatan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi dibandingkan tahun sebelumnya. 

“Dan di momen Lebaran ini, tentu harus menjadi peluang untuk meningkatkan lagi PAD kita dari tahun lalu,” ujarnya.(hiek)

Fokuskan Ibadah Dan Pembinaan Karakter Siswa, SD Negeri Margajaya Pagerageung Gelar Rangkaian Kegiatan Ramadhan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan kedisiplinan siswa sejak usia dini, SD Negeri Margajaya Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya menggelar rangkaian kegiatan Ramadhan.

Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa dan guru ini, meliputi tadarus Al-Qur'an berkelompok, sholat Dhuha berjamaah, serta tausiyah Ramadhan.

Menurut Guru PAI di sekolah tersebut, Melinda S.Pd.I, kegiatan yang dilaksanakan di halaman sekolah ini, materi tausiyah difokuskan pada nilai-nilai kebaikan, kesabaran, dan gotong royong. 

"Kegiatan ini tidak hanya memperkuat aspek spiritual, tetapi juga mempererat silaturahmi antara siswa dan guru," terang Melinda.(12/03/26)

Kegiatan Ramadhan ini, kata Melinda, untuk mendekatkan hubungan antar siswa dan guru sekaligus mencerminkan kepribadian siswa yang berkakter berakhlak mulia.

Ia menuturkan, kegiatan ini juga mengajarkan siswa untuk menghormati orang tua, guru, dan teman, serta menjaga kebersihan lingkungan. 

Kebersihan itu bagian dari iman, untuk itu pihaknya pun memberikan edukasi agar siswa tidak hanya baik secara spiritual tetapi juga bisa mencapai prestasi.

"Kegiatan semacam ini sejalan dengan praktik Ramadhan di berbagai sekolah di Kabupaten Tasikmalaya yang juga melaksanakan program seperti pesantren kilat dan kajian agama," terangnya.(@nwarwaluyo)

Waspada Campak pada Anak, Ini Penjelasan RSUD Pandega Pangandaran Terkait Pentingnya Imunisasi

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk meningkatnya kewaspadaan pada penyebaran penyakit menular, ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat. Salah satu penyakit yang perlu diantisipasi adalah campak, yang dikenal memiliki tingkat penularan sangat tinggi terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap penyakit campak dengan cara mengenali gejala sejak dini agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Seperti disampaikan Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah, pihaknya mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh penyakit ini.

Menurutnya, peningkatan kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, terutama di lingkungan keluarga dan anak-anak.

“Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat mudah menular, oleh karena arena itu masyarakat harus waspada terutama dengan mengenali gejala awal campak,” terang Titi. (11/03/26).

Waspada Campak dengan Kenali Gejala Sejak Dini

Ia menjelaskan bahwa campak memiliki masa inkubasi sekitar 10 hari, yakni rentang waktu sejak seseorang terpapar virus hingga mulai menunjukkan gejala.

Pada fase awal ini, kata Titi, tanda-tanda yang muncul sering kali menyerupai penyakit ringan sehingga kerap diabaikan.

Ia menambahkan, beberapa gejala awal campak yang umum terjadi di antaranya mata merah dan sensitif terhadap cahaya.

"Selain itu juga, keluhan yang menyerupai gejala pilek seperti batuk, hidung berair, dan sakit tenggorokan. Penderita juga bisa mengalami lemas dan mudah lelah, diare atau muntah-muntah, serta rasa nyeri pada tubuh," terang Titi lagi.

Titi juga Mengatakan, tanda lain yang cukup khas adalah munculnya ruam merah pada kulit yang biasanya berawal dari wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Selain itu, imbuhnya, pada beberapa kasus juga ditemukan bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bintik Koplik, serta kondisi menurunnya nafsu makan.

Menurut Titi, anak-anak yang belum atau tidak mendapatkan imunisasi Campak-Rubella (MR), memiliki risiko lebih besar terinfeksi penyakit ini. Dan resiko tersebut akan semakin tinggi apabila anak memiliki status gizi yang kurang baik, karena daya tahan tubuh mereka belum mampu mengenali dan melawan virus campak secara optimal.

Jadi, lanjutnya, imunisasi berperan penting untuk membantu tubuh mengenali virus dan membangun perlindungan.

"Dengan imunisasi, tubuh memiliki perisai untuk melawan infeksi sehingga tidak hanya mencegah penularan, tetapi juga dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit jika seseorang terinfeksi,” jelasnya.

Langkah Preventif

Titi menyebut, campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi sehingga perlu diwaspadai bahkan satu orang penderita dapat menularkan virus kepada hingga 18 orang lainnya yang belum memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut.

dr.Titi Sutiamah
Dan sebagai langkah pencegahan RSUD Pandega Pangandaran mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan masker saat sedang sakit, menerapkan etika batuk, serta rajin mencuci tangan. Selain itu, orang tua juga diminta memastikan bahwa si anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

Jika anak atau anggota keluarga mengalami gejala yang mengarah pada campak segera periksakan ke fasilitas kesehatan, hal ini agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Titi berharap melalui edukasi ini, masyarakat semakin waspada terhadap penyakit campak. Selain itu juga, memahami pentingnya imunisasi, serta mampu mengenali gejala sejak dini.

“Hal ini bertujuan untuk melindungi kesehatan anak-anak dan lingkungan di sekitarnya,” pungkasnya. (hiek)

Jaga Kestabilan Harga Bulan Selama Ramadan, Polres Pangandaran Gelar Gerakan Pangan Murah

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan suci Ramadhan 1447 H Polres Pangandaran melalui Tim Satgas Pangan Satreskrim menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bagi masyarakat, bertempat di halaman Kantor Kecamatan Cijulang.(11/03/26)

Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini dipimpin langsung Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., dan para Pejabat Utama (PJU) Polres Pangandaran.

Melalui kegiatan ini, Polres Pangandaran berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan yang berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

"Dan tentunya sekaligus untuk membantu menekan inflasi serta menjaga stabilitas pasokan bahan pokok di wilayah Kabupaten Pangandaran," ungkapnya.

Ke depan, kata Kapolres, pihaknya bersama dinas terkait akan terus melakukan koordinasi untuk memantau kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran dengan melakukan monitoring secara berkala serta melaksanakan operasi pasar guna menjaga harga tetap stabil.

Kapolres Pangandaran juga mengimbau kepada para distributor maupun pengecer, agar tidak menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Seperti diketahui, dalam kegiatan tersebut berbagai komoditas bahan pokok dijual dengan harga terjangkau. Beras SPHP dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram dengan stok 1.000 kilogram dan seluruhnya habis terjual. Gula pasir dijual Rp16.500 per kilogram dengan stok 200 kilogram dan juga habis terjual.

Minyak goreng kemasan"Minyak Kita" dijual Rp13.700 per liter dengan stok 400 liter yang habis dibeli masyarakat. Bawang merah dijual Rp35.000 per kilogram dengan stok 70 kilogram, cabai merah Rp35.000 per kilogram dengan stok 30 kilogram, serta cabai rawit Rp85.000 per kilogram dengan stok 20 kilogram yang seluruhnya habis terjual.

Sementara komoditas lainnya, seperti telur ayam Rp26.000 per kilogram dengan stok 650 kilogram yang habis terjual, daging ayam Rp40.000 per kilogram dengan stok 20 kilogram dan terjual 15 kilogram, bawang putih Rp30.000 per kilogram dengan stok 70 kilogram yang habis terjual, serta terigu Rp8.000 per kilogram dengan stok 200 kilogram yang juga habis terjual.

Masih di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Pangandaran AKP Idas Wardias, S.H., M.H., C.PHR., mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran. 

"Dan kegiatan ini juga sekaligus untuk menjaga stabilitas harga selama bulan Ramadhan," tegasnya.***

Dukung Program Di Lapangan, Bank BRI Berikan Bantuan Satu Unit Ambulance Ke Kodim 0625/Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Komando Distrik Militer (Kodim) 0625/Pangandaran menerima bantuan satu unit mobil ambulance dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pangandaran, penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Makodim 0625/Pangandaran, Jl. Raya Parigi–Cigugur, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. (11/03/26).

Bantuan yang diterima oleh Komandan Kodim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I serta disaksikan para Perwira Staf Kodim 0625/Pangandaran, langsung diserahkan oleh Ketua Cabang BRI Banjar R. Balya Taufik Hidayah, A., Kepala KCP BRI Pangandaran Mohammad Reza, J., RM Briguna Rindra dan Regina Pramesta selaku RMFT.

Usai menyerahkan bantuan, Ketua Cabang BRI Banjar R. Balya Taufik Hidayah mengatakan, penyerahan bantuan ambulance ini merupakan salah satu bentuk sinergi dan kepedulian BRI terhadap masyarakat serta dukungan kepada Kodim 0625/Pangandaran dalam menjalankan tugasnya di wilayah.

Balya berharap, bantuan satu unit mobil ambulance ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas Kodim 0625/Pangandaran, 

"Khususnya dalam membantu penanganan keadaan darurat di wilayah,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak BRI atas bantuan yang diberikan. 

Kata Dandim, kendaraan ambulance tersebut tentunya akan sangat bermanfaat untuk menunjang kegiatan satuan dalam membantu masyarakat khususnya dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat

Dengan adanya ambulance ini, kata Dandim, diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis secara cepat dan efisien.

"Selain itu juga dapat mendukung berbagai kegiatan program maupun non-program Kodim 0625/Pangandaran di wilayah,” ucap Dandim.***

Gema Ramadhan Kartika Siwi Cipeteh Cipatujah Hadirkan Dua Acara Khusus

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bulan suci Ramadhan menjadi momen penuh berkah bagi komunitas pendidikan dan Pramuka di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, dua acara bertajuk "Gema Ramadhan" dari Kwartir Ranting (Kwarcip) Gerakan Pramuka Kartika Siwi Cipeteuh dan "Karnaval Ramadhan: Renting Ciptajaksa" dari Sekolah Dasar (SD) Fajrussalam sukses digelar dengan penuh kehangatan. 

Dalam dua kegiatan ini, juga dihadirkan berbagai aktivitas yang mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai keagamaan serta karakter.

Acara ini pun mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah, yang dibuktikan dengan pembagian konten oleh Kepsek Tatang dengan tagline "Il Fajrussalam Ramadhan Tajalla".

Para peserta yang mengenakan seragam Pramuka berwarna coklat dengan syal khas beragam warna berkumpul di ruangan, suasana ini menghadirkan kehangatan dengan dekorasi sederhana namun meriah. 

Mereka duduk tertib menghadap panggung, di mana sejumlah narasumber dan pengurus Kwarcip memberikan sambutan serta membimbing kegiatan yang berlangsung.

Kegiatan yang diselenggarakan ini meliputi ceramah agama tentang pentingnya ibadah di bulan Ramadhan, dan pembagian takjil untuk mempererat hubungan antar peserta serta sesi diskusi tentang penerapan nilai-nilai Pramuka dalam kehidupan sehari-hari dan ibadah. 

Saat dihubungi lewat sambungan telepon seluler, Tatang berharap agar acara Gema Ramadhan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi semua peserta. 

"Terutama dalam mengisi bulan Ramadhan dengan amalan yang baik dan mempererat hubungan antar sesama," ujar Tatang.(11/03/26)

Sementara itu, SD Fajrussalam yang menggelar "Karnaval Ramadhan: Renting Ciptajaksa" yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi. 

Pada acara yang berlangsung di aula sekolah ini, menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengemas nilai-nilai Islami dan budaya lokal dalam berbagai bentuk kreativitas.

Dari cuplikan aktivitas yang diunggah Tatang salam akunnya tagline "Il, terlihat puluhan siswa mengenakan seragam Pramuka yang dipadukan dengan aksesori khas Ramadhan sehingga menghadiri acara dengan penuh khidmat. 

Beberapa kelompok siswa mempersembahkan pertunjukan yang dinanti-nantikan oleh teman sekelasnya, dengan suasana keakraban yang terasa kental di antara mereka.

"Kegiatan ini, ujar Tatang, tidak hanya bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar siswa dan guru tetapi juga untuk mengajarkan pentingnya mengisi bulan Ramadhan dengan amal shaleh serta mengembangkan kreativitas melalui konsep 'renting ciptajaksa'.

"Tujuannya ini untuk mengajak setiap individu untuk menjadi agen kreatif dalam menyebarkan kebaikan," jelas Tatang.

Menurutnya, Ramadhan yang penuh hikmah menjadi momentum tepat untuk menguatkan karakter siswa-siswi.

Pendidikan karakter ini sangat penting, pasalnya,. menurut Tatang, tidak hanya mengajarkan materi pembelajaran tetapi juga nilai-nilai dasar seperti menghormati orang tua dan guru, belajar tatakrama, disiplin, tanggung jawab terhadap lingkungan

"Bahakan menjaga kebersihan dan kesehatan, aebab kebersihan itu bagian dari iman," imbuhnya.

Tatang juga berharap, acara yang berlangsung meriah ini dapat menjadi tradisi tahunan yang semakin memperkaya pengalaman belajar siswa selama bulan suci.

"Sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap agama dan budaya lokal," pungkasnya. (@nwarwaluyo)

Sumringah, Anggota KUD Minasari Pangandaran Terima Cengcelengan THR Nelayan

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari Pangandaran membagikan simpanan khusus yang dikenal dengan sebutan Cengcelengan (celengan) kepada para nelayan yang menjadi anggotanya, sekaligus menyalurkan bingkisan lebaran sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi para nelayan.

Di depan sejumlah nelayan anggota koperasi, Ketua KUD Minasari, Jeje Wiradinata, menyampaikan bahwa tradisi pembagian tabungan ini merupakan bentuk perlindungan ekonomi sekaligus motivasi bagi para nelayan agar terus aktif berkoperasi. 

"Total dana yang dikelola dan dibagikan pada tahun ini mencapai Rp1 miliar," terang Jeje.(11/03/26)

Mengapa disebut cengcelengan, menurut Jeje, jika di bank ini disebut tabungan maka di KUD tabungan ini melekat langsung pada setiap transaksi nelayan. 

Jadi, terang Jeje, setiap kali anggota koperasi menjual ikan, sebagian dari hasilnya otomatis disisihkan untuk ditabung,” jelasnya.

Jeje mengatakan, sistem Cengcelengan ini dirancang agar tidak memberatkan anggota. Dan tabungan tersebut terus akan terakumulasi secara otomatis melalui potongan kecil dari hasil tangkapan yang dijual nelayan melalui KUD. Sehingga, dengan sistem tersebut, para nelayan dapat menerima dana segar saat kebutuhan pokok meningkat menjelang hari raya.

"Jumlah cengcelengan yang diterima anggota l pun bervariasi, tergantung pada intensitas transaksi mereka selama satu tahun," terangnya lagi.

Jeje menyebut, ada yang menerima Rp2 juta, Rp3 juta, bahkan lebih. Dana ini tentu sangat membantu apalagi sebelumnya pada awal Ramadan mereka juga telah menerima pembagian serupa, dan untuk para nelayan tentu bantuan ini hadir pada waktu yang sangat tepat. 

Ia menuturkan, peran KUD Minasari ini tidak hanya sebagai tempat menabung bagi para nelayan. Karena di saat fluktuasi harga komoditas laut seperti ikan kue yang melonjak dari sekitar Rp4.000 menjadi hampir Rp14.000 akibat kelangkaan menjelang Lebaran, makasih KUD mampu berperan menjaga stabilitas ekonomi anggotanya.

Meskipun simpanannya mungkin hanya sekitar Rp100.000, namun kata Jeje, jika anggota meninggal dunia bisa mendapat santunan hingga Rp10 juta. 

Tak sampai disitu, jika anaknya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi KUD juga menyediakan bantuan beasiswa sebesar Rp5 juta. Inilah kekuatan dana yang kita kelola bersama secara sehat tanpa utang,” tegas Jeje.

Jeje yang telah memimpin KUD Minasari selama 14 tahun, berharap model pengelolaan ekonomi kerakyatan ini dapat menjadi contoh bagi komunitas koperasi lainnya di Indonesia. 

"Karena koperasi bisa menjadi benteng pertahanan ekonomi bagi masyarakat kecil, khususnya nelayan yang memiliki risiko kerja tinggi," tegasnya.

Salah satu anggota KUD Minasari warga Perum Nelayan Parapat, Sunarsih, mengungkapkan kebahagian dan rasa syukurnya karena ada bekal untuk berlebaran.

Sunarsih mengaku senang, karena selain menerima uang tunai dari tabungan ia juga mendapatkan paket bingkisan berisi kebutuhan pokok. 

Alhamdulillah pembagian cengcelengan ini sangat membantu, pasalnya setahun ini hasil tangkapan ikan sedang sedikit atau paceklik," ungkapnya.(hiek)



Seorang Oknum Anggota DPRD Pangandaran Dilaporkan Atas Dugaan Investasi Bodong

PANGANDARANNEWS.COM - Massa yang tergabung dalam Rakyat Pangandaran Bergerak (RPB) mendatangi gedung DPRD melaporkan seorang anggotannya ke Badan Kehormatan (BK) DPRD, terkait dugaan keterlibatan oknum anggota dewan dalam promosi investasi bodong melalui aplikasi MBA.

Seperti disampaikan Koordinator RPB, Tian Kadarisman, dugaan tersebut tentu sangat mencederai integritas lembaga legislatif dan sebagai pelanggaran etika dan penyalahgunaan jabatan.

“Kami menemukan ada tiga indikasi peran oknum anggota DPRD tersebut yang mengkhianati mandat rakyat untuk keuntungan pribadinya,” tegasTian, di Gedung DPRD Pangandaran.(20/02/26)

Menurutnya, peran pertama adalah sebagai promotor (affiliator) yang secara terbuka mempromosikan investasi MBA di ruang publik. Tindakan ini, melanggar Pasal 4 ayat (12) dan Pasal 14 Kode Etik DPRD.

“Jabatan itu instrumen pelayanan, bukan untuk mencari keuntungan pribadi dengan memasarkan investasi yang merugikan masyarakat,” ujar Tian.

Peran kedua, jelas Tian, sebagai pemberi legitimasi. Oknum tersebut diduga telah menggunakan statusnya sebagai anggota dewan untuk meyakinkan masyarakat bahwa investasi tersebut aman, ini bertentangan dengan prinsip integritas dan kejujuran sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Kode Etik.

Ketiga, adanya indikasi perekrutan anggota baru secara masif termasuk dari lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar, untuk mengejar bonus komisi.

"Tindakan tersebut tentu bisa memperparah dampak kerugian di tengah masyarakat," imbuhnya.

Tian mengaku, RPB juga mengacu pada Pasal 5 Peraturan DPRD Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kode Etik yang mewajibkan anggota dewan bersikap responsif terhadap penderitaan rakyat. Dan mereka menilai sikap diam dan dugaan keterlibatan tersebut, sebagai bentuk pelanggaran moral.

Pihaknya juga meminta BK DPRD Pangandaran segera memeriksa bukti yang telah disampaikan dan memanggil oknum terkait tanpa menunggu proses pidana berjalan.

“Jika tidak ada itikad baik untuk mundur, BK wajib merekomendasikan sanksi berat sesuai Pasal 17 Peraturan Nomor 2 Tahun 2020,” tegasnya lagi.(hiek)

Masih Terus Lakukan Penataan Wisata, Pemkab Pangandaran Relokasi 40 Perahu Nelayan Batukaras

PANGANDARANNEWS.COM – Masih dalam penataan pariwisata menyambut libur Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Pangandaran berencana merelokasi sekitar 40 perahu nelayan yang selama ini berada di kawasan Pantai Batukaras ke lokasi baru di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sanghyang Kalang.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, langkah ini dilakukan sebagai upaya menciptakan kawasan wisata yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi wisatawan, tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha masyarakat lokal.

Relokasi tersebut, ungkap bupati, merupakan bagian dari penataan kawasan wisata Batukaras yang selama ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Pangandaran.

"Mungkin ada sekitar 37 hingga 40 perahu nelayan yang saat ini berada di area pantai akan dipindahkan ke lokasi yang telah disiapkan di sekitar TPI Sanghyang Kalang," terangnya.(09/03/26)

Dan rencana relokasidi dekat TPI yang sawah-sawah itu, imbuhnya, nanti akan diurug dulu agar bisa digunakan untuk tempat perahu nelayan.

Dalam relokasi ini, menurut bupati, Pemkab Pangandaran menargetkan proses relokasi tersebut dapat selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah sehingga seluruh perahu nelayan sudah berada di lokasi baru.

Selain perahu nelayan, kata bupati, Pemerintah Daerah Pangandaran juga berencana melakukan penataan para pedagang yang berada di kawasan Pantai Batukaras. Namun, untuk relokasi pedagang masih menunggu kesiapan tempat yang akan dijadikan kawasan berjualan.

“Untuk pedagang kita masih menunggu kesiapan tempatnya,” ujarnya.

Bupati juga berharap penataan kawasan ini dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus tetap menjaga aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha di sekitar Pantai Batukaras. (hiek)


Dorong kaum Perempuan Jadi Penggerak Perubahan, RSUD Pandega Pangandaran Peringati Hari Perempuan Internasional 2026

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2026, RSUD Pandega Pangandaran mengajak seluruh masyarakat untuk menghargai dan mendukung peran perempuan sebagai penggerak perubahan menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.2026

Peringatan Hari Perempuan Internasional tahun ini mengusung semangat, “Memimpin Perubahan: Perempuan Membentuk Masa Depan yang Berkelanjutan".

Tema tersebut menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga, dunia kerja, hingga pembangunan masyarakat.

Seperti ditulis di akun resmi RSUD Pandega Pangandaran, perempuan merupakan pilar utama dalam keluarga sekaligus sumber inspirasi bagi generasi masa depan. Dengan ketangguhan, keberanian, dan dedikasi yang dimiliki, perempuan mampu memberikan kontribusi besar dalam menciptakan perubahan positif di berbagai bidang.

“Perempuan adalah penggerak perubahan. Melalui peringatan ini, kami ingin mengajak semua pihak untuk terus mendukung kesetaraan, kesempatan, serta penghargaan bagi setiap perempuan,” demikian dalam pesan yang disampaikan pada momentum peringatan tersebut.

Momentum Hari Perempuan Internasional juga menjadi pengingat pentingnya menciptakan lingkungan yang adil dan setara bagi perempuan, termasuk dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. 

Dukungan dari seluruh elemen masyarakat dinilai sangat penting agar perempuan dapat terus berkembang dan berkontribusi secara optimal, dan RSUD Pandega Pangandaran berharap peringatan ini dapat menjadi inspirasi untuk terus memperkuat peran perempuan dalam membangun masa depan yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan.

Di akhir pesan peringatannya, RSUD Pandega Pangandaran juga menyampaikan ucapan kepada seluruh perempuan agar terus berkarya dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.***


Menilik Kondisi Sekolah Di Pedesaan, SDN Datar Cipatujah Berharap Tahun Ini Ada Perbaikan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Datar yang terletak di Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, berada dalam kondisi fisik yang memprihatinkan dan dinilai tidak layak untuk proses belajar mengajar. 

Bangunan yang berusia sekitar 76 tahun tersebut memiliki berbagai kerusakan, seperti langit-langit yang retak dan berlubang.serta beberapa jendela kaca yang pecah.

Meskipun pemerintah kabupaten melalui Dinas Pendidikan telah memberikan bantuan revitalisasi sekolah pada tahun 2025 lalu, ternyata bantuan tersebut hanya menyentuh sebagian kecil dari SDN Datar. 

Menurut seorang guru SDN Datar, Tirta Ganda, S.Pd, secara keseluruhan mungkin kondisi sekolah ini masih jauh dari ideal. Walaupun sejak tahun 2013 masyarakat sudah mengeluhkan kurangnya bantuan pembangunan dan kekurangan meja belajar untuk anak-anak, namun siswa selayaknya berhak mendapatkan fasilitas belajar yang aman dan nyaman. 

"Saya hanya bisa memperbaiki yang ringan-ringan saja, dan tidak bisa melakukan banyak hal," ujar Tirta.(09/03/26)

Tirta juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi sekolah-sekolah yang ada di pedesaan lainnya, yang juga membutuhkan perhatian pemerintah daerah, 

Selain itu, ia juga mengaku heran mengapa sekolah yang sudah hampir 30 tahun tidak mendapatkan perbaikan signifikan dan hanya mendapatkan sedikit bantuan revitalisasi tahun lalu. 

Pihaknya pun berharap, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beserta Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin serta Asep Sopari Al-Ayubi bisa langsung melihat kondisi sekolah tersebut dan mengambil langkah nyata untuk memberikan revitalisasi yang merata.

"Sehingga kembali menjadi tempat belajar yang nyaman kondusif bagi seluruh peserta didiknya," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Ini Beberapa Panduan Agar Tetap Bugar di Bulan Ramadan Ala RSUD Pandega Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM-Saat menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan, bukan berarti produktivitas dan stamina harus menurun. Karena meski terjadi perubahan pola makan dan waktu tidur, menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar di bulan Ramadan adalah sebuah keharusan supaya ibadah dapat dijalankan secara maksimal.

Untuk mendukung kesehatan masyarakat selama bulan suci,  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran membagikan panduan mengenai strategi menjaga kebugaran tubuh di media sosial Instagram resminya.

Rahasianya terletak pada manajemen asupan nutrisi, hidrasi yang tepat, dan pengaturan pola istirahat yang disiplin.

Selain nutrisi, pola tidur untuk tubuh tetap bugar menjadi tantangan tersendiri selama di bulan Ramadan kurang tidur secara signifikan pun dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Bugar di Bulan Ramadan, Nutrisi Bijak Saat Sahur dan Berbuka

Langkah awal untuk tetap bugar dimulai dari meja makan,  RSUD Pandega Pangandaran menekankan pentingnya tidak melewatkan waktu sahur.

Masyarakat disarankan untuk memilih karbohidrat kompleks, seperti nasi merah atau oatmeal yang memberikan energi lebih lama. Asupan protein dari telur, ayam, atau tempe, serta sayur dan buah yang tinggi serat, menjadi pondasi utama agar tubuh tidak cepat merasa lapar.

Sebaliknya, saat berbuka puasa, godaan untuk menyantap hidangan berlemak harus diredam. Prinsip “jangan kalap” menjadi kunci, saat mengawali berbuka dengan air putih, kurma, atau sup hangat jauh lebih dianjurkan daripada langsung mengonsumsi makanan berat atau gorengan dan hidangan yang terlalu manis.

Sementara itu, untuk dehidrasi memang sering kali menjadi penyebab utama rasa pusing dan lemas saat berpuasa.

Nah untuk menyiasatinya, RSUD Pandega Pangandaran merekomendasikan pola hidrasi 2-4-2, seperti 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas pada malam hari hingga menjelang tidur, dan 2 gelas saat sahur. Sehingga dengan total 8 gelas air per hari, tubuh akan tetap terhidrasi dengan baik dan metabolisme berjalan optimal meski sedang berpuasa.

Selain nutrisi, pola tidur untuk tubuh tetap bugar menjadi tantangan tersendiri selama di bulan Ramadan. Kurang tidur secara signifikan dapat menurunkan daya tahan tubuh (drop), dan disarankan untuk tetap menjaga durasi tidur malam antara 6 hingga 8 jam.

Jika memungkinkan, lakukan power nap atau tidur singkat selama 20 hingga 30 menit di siang hari. Istirahat sejenak ini terbukti ampuh mengembalikan fokus dan energi, untuk melanjutkan aktivitas hingga waktu berbuka tiba.

Ramadan bukanlah alasan untuk bermalas-malasan, dengan pola hidup yang teratur, badan tetap bugar, dan ibadah di bulan ramadan pun menjadi lebih lancar.

Semangat berpuasa, Sahabat Pandega! ***

Jadi Lokasi Ngabuburit, Sejumlah Ruas Di Kota Tasikmalaya Macet

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sejumlah ruas jalan utama di Kota Tasikmalaya mengalami kemacetan menjelang waktu ngabuburit, kondisi kemacetan yang terjadi setiap hari ini terjadi menjelang waktu berbuka puasa dan diperparah oleh aktivitas jualan yang menyebar hingga ke bahu dan pinggir jalan.

Seperti yang terjadi di ruas jalan Lanud, biasanya dapat dilalui dengan lancar menjadi sesak total pada sore hari ini. 

Berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda motor hingga mobil pribadi terpaksa bergerak dengan kecepatan sangat lambat, bahkan beberapa titik mengalami hentian total. Banyak pengendara yang terpaksa turun dari kendaraannya untuk berjalan kaki karena kondisi jalan yang semakin padat.

Selain aliran kendaraan yang banyak menjelang waktu ngabuburit, adanya pedagang yang menjajakan barang dagangannya di pinggir jalan menjadi faktor pendorong terjadinya kemacetan dengan mengurangi ruang gerak kendaraan.

Tenda dan kios sementara yang dipasang pedagang menghalangi sebagian lajur jalan, membuat kendaraan sulit untuk bergerak. Dan kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi menyebabkan insiden kecelakaan karena ruang gerak terbatas dan pandangan pengemudi terganggu.

Seorang pengendara sepeda motor, Risna, menyampaikan keluhannya, boleh saja cari rezeki di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini tapi jangan mengambil bahu jalan. 

"Jalan ini kan untuk kendaraan, bukan untuk jualan," ucap Risna yang mengaku melihat kemacetan serupa setiap sore hari menjelang ngabuburit.(08/03/26)

Risna mengaku khawatir akan terlambat menyambut waktu berbuka puasa serta berharap agar pihak berwenang segera mengambil langkah penanganan yang tepat untuk mengatur lalu lintas dan membatasi aktivitas jualan di area jalan raya terutama pada jam sibuk jelang ibadah puasa.(@nwarwaluyo)

 

Advertisert

Cube Test