DESA CIKUPA GAET LINGKUNG SENI PUSAKA MEKARWANGI GELAR PENTAS SENI SUNDA

TASIK NEWS-Baru-baru ini bertempat di halaman kantor Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal menggelar acara kegiatan pentas seni sunda yang digagas dari komunitas seniman sunda yang tergabung dalam Lingkung Seni Pusaka Mekarwangi.(31/12)

Menurut Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadhi, pihaknya sangat senang melihat antusias warga pada  kegiatan pentas seni sunda ini, karena kegiatan ini memang dilakukan oleh warga dan untuk warga.

“Ada beberapa kesenian yang ditampilkan, diantaranya, seni Degung, upacara adat dan Calung. “terang Yudha.

Dikatakan Yudha, ia bangga, kagum dan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada warga masyarakat yang tergabung dalam Lingkung Seni Pusaka Mekarwangi yang telah ikut melestarikan seni budaya sendiri.

Sementara Kabid PKBPS Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya, Rahmat.ZM yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi serta terimakasih pada seluruh warga Desa Cikupa yang sudah bersama-sama ikut melestarikan kesenian sunda yang ada di desa. 

Menurutnya, tidak sia-sia jika pemkab sudah memberikan bantuan alat kesenian sunda ke Desa Cikupa, karena kecintaan warga pada seni budaya bisa dibuktikan pada pagelaran ini.

“Karena selain untuk menjalin silaturahmi, acara ini pun bisa ikut melestarikan budaya serta kearifan lokal yang ada di Desa Cikupa. “ungkapnya.

Rahmat menambahkan, sebenarnya kunjungannya kali ini merupakan tindak lanjut dari Program KS (Keserasian Sosial) beberapa waktu lalu. (ANWAR W)

DESA LIMUSGEDE GELAR PEMILIHAN BPD

CIMERAK-Dalam pemilih ketua dan anggota BPD Limusgede Kecamatan Cimerak kabupaten Pangandaran, seluruh diambil 1 calon dari tiap-tiap dusun yang ada di desa, dengan perincian hak pilih dari 3 kelompok perempuan masing-masing kelompok diwakili 16 orang calon dengan jumlah 74 orang (yang akan mengisi 30%  anggota BPD) , 1 Kelompok PKK, 2 kelompok muslimat perempuan dan 3 Kelompok patayat.

Seperti dikataan Kepala Desa Limusgede, Koswara Nugraha, dengan cara mencoblos kartu suara yang sudah disediakan panitia, dan suara terbanyak hasil dari pemiihan ini akan menjadi anggota BPD untuk keterwakilan perempuan.

“Desa kami memiliki 4 dusun, terdiri dari Dusun Burujul dengan calon atas nama Dini, Dusun Banjarwaru atas nama Yuyum, Dusun Mekarjaya Irma Susanti dan Dusun Sinargalih atas nama calon Dede Yuyun. “jelas Koswara.(27/12)

Dikatakan Koswara, dengan pemiihan yang demokratis serta berlangsung aman, tertib, bebas dan rahasia, hasil akhir perhitungan pemilihan BPD suara terbanyak diraih atas nama Irma Susanti dari dusun Mekarjaya dengan dengan 27 suara.

Alhamdulillah sekarang Desa Limusgede punya keterwakilan perempuan yang akan menduduki kursi BPD yang rencana akan  dilantik secara kolektif oleh bupati.”imbuh Koswara. (ANTON AS)

PEMKAB PANGANDARAN BERIKA BPJS GRTAIS PADA ANGGOTA AGKP

SIDAMULIH-Dalam acara reuni yang digelar Asosiasi Gula Kelapa Priangan (AGKP) di Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kecamatan Pangandaran, ketua AGKP. H. Yos Rosbi menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota yang hadir pada helaran yang selalu digelar setahun sekali ini.

“Untuk lebih memacu produksi gula kelapa, saya siap sebagai ketua asosiasi untuk menstabilkan harga jual gula setiap saat. “tegas Yos.(26/12)

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, yang turut hadir pada acara tersebut, dalam sambutannya mengatakan, sesuai apa yang dijanjikan pada kampanye dulu, pihaknya akan membagikan kartu BPJS gratis kepada seluruh oengrajin gula kelapa yang ada di kabupaten Pangandaran.

“Saratnya bapak-bapak harus mempunyai Kartu keluarga dan KTP Pangandaran, dan biaya BPJS ini Insaalloh akan ditanggung pemda. “kata Jeje. (ANTON AS)

WARGA PUAS, REAKSI CEPAT PETUGAS SIGAP TANGGAPI KERESAHAN WARGA

PANGANDARAN-Tidak lama, hanya dalam hitungan jam, setelah mendapat informasi warga yang disampaikan media on line www.pangandarannews.com, anggota Polsek pangandaran yang dibantu anggota koramil, Sat Pol Air dan TNI AL, langsung bergerak untuk mengecek kebenaran berita tersebut.

Dalam razia yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek pangandaran, Y. Koswara di warung yang diduga menjual minuman keras di kawasan pantai barat Pamugaran Pangandaran tersebut petugas pun berhasil menyita beberapa dus minuman keras.

“Sebenarnya setiap malam kami selelu melakukan razia rutin atau tergantung situasi dan don kondisi di lapangan. “terang Koswara.(31/12)

Koswara menambahkan, tidak hanya di warung yang berlokasi di Pamugaran saja, petugas pun langsung disebar ke beberapa titik untuk memastikan masih adanya warung-warung yang menjual miras tanpa disertai ijin.
Koswara juga menyayangkan, kenapa para penjual miras ini tidak jera-jera tetap saja menjual miras walau tidak mengantingi ijin.

Saat ditanya, kenapa tidak langsung ditutup saja warung penjua miras tersebut, Koswara mengatakan, hal itu bukan kewenangannya serta belum tersedia payung hukumnya.

“lebih tepatnya untuk menutup warung itu kewenangan Sat Pol PP tapi mungkin belum ada perdanya sehingga tidak bisa gegabah bertindak. “imbuh Koswara.

Sementara saat diminta komentarnya, sejumlah warga merasa puas dengan kesigapan petugas yang segera cepat tanggap pada keresahan warga.

“Kami sangat apresiasi apa yang sudah dilakukan petugas yang sudah benar-benar mengayomi warga serta sudah memberi rasa aman pada masyarakat. “tuturnya. (PNews)

INI TINGKAT KEHADIRAN PARA WAKIL RAKYAT PADA RAPAT-RAPAT DI DPRD PANGANDARAN TAHUN 2018

PARIGI - Ketua Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Yenyen Windiyani, melaporkan terkait kehadiran para anggota dalam rapat yang digelar DPRD selama satu tahun.

“Dari 6 fraksi, ada 35 angggota DPRD Pangandaran , terdiri dari Franksi PDI Perjuangan 8 anggota, Fraksi PAN Plus 8 anggota, Fraksi Golongan Karya 5 anggota, Fraksi PKB Plus 6 anggota, Fraksi PPP 5 anggota, Fraksi PKS Plus 3 anggota,"terang Yeyen.

Sementara BK pada laporan agenda tutup tahun terkait kehadiran anggota dalam rapat yang digelar DPRD, tercatat tingkat kehadiran Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), 72 persen dari 873 kali jumlah rapat hanya dihadiri 632 rapat. Tingkat kehadiran dari para legislatif Fraksi PAN, 71 persen dari 868 jumlah rapat yang seharusnya, hanya dihadiri 614. Fraksi Golongan Karya, 54 persen dari jumlah rapat yang harusnya dihadiri 579, yang dihadiri hanya 312 rapat. Fraksi PKB Plus menunjukan 62 persen,  dari 523 hanya 417 rapat yang dihadiri. Fraksi PPP Plus menghadiri 61 persen (523 rapat) dari hanya 317 rapat yang dihadiri. Sementara Fraksi PKS menunjukan 77 persen dari 289 seluruh jumlah rapat yang harusnya dihadiri, hanya 223 rapat yang dihadiri.

“Dan selama tahun 2018 DPRD Pangandaran sudah menggelar 52 rapat paripurna. “terangnya.(28/12)

Selain rapat paripurna, kata Yeyen, ada rapat-rapat yang harus dihadiri anggota, diantaranya, rapat Badan Musyawarah (bamus), rapat Badan Anggaran (banggar), rapat Bapemperda dan rapat Komisi.

Yeyen juga menyampaikan, berdasarkan data tingkat kehadiran dari masing-masing fraksi, tercatat, Asep Noordin total kehadiran 37,84%, Erma Bastaman 67,92%, Sri Rahayu 79,87%. Iwan M Ridwan 80,15%, Deni Kusnani 84,29%, Hesti Mulyati 68,57%, Ucup Supriatna 73,73% dan Ruhanda dengan total kehadiran 84,55%.

Fraksi PAN Plus dengan total kehadiran 71%, diantaranya, Muhrodin Susilawan total kehadiran 74%, Alip Suhendi 73%, Idi Supriadi 52%, Adang Sudirman 83%, Imang Wardiman 65%, Yenyen Windiyani 80%, Nia Sumiasari 75% dan Hendra Lesmana 67%.

Fraksi Partai Golongan Karya capai total kehadiran 54% dengan rincian, Toto S Heryana total kehadiran 76%, Ade Ruminah 72%, Jajang Mustofa 73%, Muhamad Taufiq total 40% dan Tudi Hermanto dengan total kehadiran 39%.

Fraksi PKB Plus, total hadir 62% dengan rincian, Ngisom total kehadiran 52%, Anwar Solihin 81%, Uce Hasid 58%, Jalaludin 55 %,  Sutarya total kehadiran 63% dan Ruspandi 75%.

Fraksi PPP dengan jumlah total kehadiran 61 persen, rinciannya, Asikin total kehadiran 76%, Syarif Haerul Anwar 17 %, Jajang Ismail total kehadiran 65%, Wowo Kustiwa 77% dan Cicih Mintarsih total kehadiran 78%.

Sementara Fraksi PKS dengan total kehadiran 77%, berikut rincian, Endang Ahmad Hidayat total kehadiran 52%, Solihudin 60% dan Yusuf Tajiri 85%.

"Fraksi Golkar tercatat sebagai partai yang prosentase tingkat kehadiran anggotanya paling rendah, 54% dan Fraksi PKS dengan total kehadiran 77% merupakan fraksi paling rajin tingkat kehadirannya pada rapat-rapat yang digelar selama tahun 2018,"ungkap  Yenyen. (PNews)




WARGA BULAKLAUT RESAH, ADA WARUNG PENJUAL MIRAS BUKA 24 JAM

PANGANDARAN- Beberapa warga sekitar jalan Pamugaran Bulaklaut Dusun Karangsari Rt 05 Rw 06 Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran merasa resah, pasal, di sekitar tempat tinggal mereka ada warung yang menyediakan berbagai macam merk minuman keras (miras).

Menurut keterangan salah seorang warga, Erna (bukan nama sebenarnya), warung tersebut buka 24 jam dan selalu ramai dikunjungi pembeli.

'Kami terus terang sangat terganggu dengan warung ini, soalnya hampir tiap malam selalu terjadi perkelahian di depan warung itu. " jelasnya. (31/12)

Kata Erna (35), kejadian perkelahian ini biasanya terjadi pada pukul satu atau dua lewat tenga malam, saat warga sedang tenang beristirahat, dan parahnya lagi tidak ada orang yang berani melerai, mungkin takut harus berhadapan dengan orang yang sedang mabuk alkohol.

Beberapa warga pun sempat heran, karena Rt setempat selama hingga saat ini belum ada tindakan apa-apa.

Disoal kenapa tidak lapor ke polisi saja, menurut Erna, tidak seorang pun warga disini yang tahu nomor kantor polsek Pangandaran.

“Saya berharap pihak berwajib segera mendatangi warung tersebut, jika tidak ada ijinnya lebih baik razia dan tutup saja. “ungkapnya. (PNews)

AKIBAT ANGIN KENCANG, RUMAH ROBOH EMIK TERTIMPA POHON

MANGUNJAYA-Angin kencang yang terjadi hari minggu (30/12) membuat rumah Ibu Emik (60) warga Rt. 34/08 Dusun Kersaratu Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunuaya  Kabupaten Ciamis, ambruk tertimpa pohon albasia dan kelapa.

Dari beberapa warga diperoleh keterangan, kejadian naas yang menimpa keluarga Emik yang sudah lama tinggal sendiri ini terjadi sekitar jam 03.30, beruntung tidak ada korban hanya sebagian rumahnya saja yang ambruk yang perlu segera mendapat bantuan perbaikan.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pemerintahan desa, dan katanya akan segera diteruskan ke Pemkab Pangandaran melalui Dinas Sosial. “kata Kepala Dusun Kersaratu, Tandin. (Tn)

SUASANA GELAP, EKS TERMINAL CILEMBANG TASIK JADI AJANG PROSTITUSI

TASIK NEWS-Masyarakat sekitar eks terminal Cilembang Kota Tasikmalaya merasa kesal, pasalnya tempat yang tadinya menjadi salah satu pusat ekonomi sekarang sudah berubah fungsi menjadi tempat esek-esek praktek prostitusi. 

Lebih menggemaskan lagi, menurut salah seorang warga yang setiap malam berjualan di pasar Cikurubuk, padahal tidak jauh dari lokasi itu ada kantor Sat Pol PP, tapi entah kenapa terkesan tidak ada tindakan apa-apa dari para penegak peraturan daerah (gakda) ini.

“Coba saja buktikan datang kesini pada malam hari, mungkin anda juga akan ditawari para mucikari yang berkeliaran tiap mala disini. “ungkapnya.(29/12)

Ia menambahkan, sebaiknya pemkot menambah penerangan disana jangan dibiarkan gelap sehingga tempat tersebut pun terasa nyaman bagi para penjaja seks komersial ini.

“Jika malam suasananya gelap, jadi mungkin sangat cocok untuk transaksi maksiat ini. “imbuhnya. (ANWAR W)

IWAN M RIDWAN : “AMAN UNTUK DIKUNJUNGI, AYOO KE PANGANDARAN…!”

PARIGI-Tidak dipungkiri dampak kejadian tsunami selat sunda sangat berperngaruh pada tingkat kunjungan wisatawan pada libur natal tahun baru 2019, secara langsung ini berskibat pada menurunnya Pendapatan Asli daerah (PAD) khususnya dari sektor pariwisata serta pajak hotel dan restoran.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Iwan  Ridwan, S,Pd, M.Pd, usai memimpin raoat paripurna Penyampaian hasil Kinerja Pimpinan AKD di ruang rapat DPRD.(28/12)

“Jelas ini sangat berdampak sekali, karena sangat jauh berbeda wisatawan yang datang ke Pangandaran pada libur natal tahun baru lalu. “jelas Iwan.

Atas nama peerintahan, Ia pun mengajak seluruh masyarakat serta stakeholder untuk tidak menyebarkan informasi negative (hoaks) pada wiasatawan, malah sebaliknya harus ikut mempromosikan bahwa pangandaran aman untuk dikunjungi.

Masih kata Iwan, wisatawan pun sebaiknya tidak mudah percaya berita yang selama ini tersebar di medsos serta melakukan cross cek apabila ada berita yang masih belum tentu kebenarannya.

“Insaalloh sampai saat ini Pangandaran aman untuk dikunjungi dan bisa tetap menjadi tujuan wisata anda, jadi ayo ke Pangandaran. “ucap Iwan.

Menurut politisi PDIP ini, akibat banyaknya berita yang belum tentu kebenarannya beredar di medsos sangat berdampak pada menurunya PAD dari pariwisata dan pajak hotel-restoran tahun ini.

“Dan yang paling merasakan dampak tentunya masyarakat pelaku usaha wisata yang selama banyak menggantungkan dari sektor pariwisata karena seoinya pengunjung. ”tegas Iwan. (PNews)

PANGANDARAN JADI TUJUAN STUDI BANDING PPSDM KEMENDAGRI REGIONAL BANDUNG

PARIGI-Pemerintahan Kabupaten Pangandaran menjadi daerah tujuan untuk studi banding pelaksanaan jaminan mutu pelayanan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Dalam Negeri Regional Bandung. Sebanyak 50 orang dari tenaga kontrak di PPSDM tersebut langsung diteria Sekda, Mahmud, SH, MH di aula setda Pangandaran (27/12).

Kepada sejumlah awak media, Kasubag Sarpras PPSDM Kemendagri  Regional Bandung, Mamay Mulyadin, menuturkan, studi banding ini untuk melihat secara langsung pelayanan Pemkab Pangandaran kepada masyarakatnya.

“Alasan dipilihnya Kabupaten Pangandaran karena Pangandaran daerah baru berkembang tetapi sudah mendapat berbagai banyak penghargaan. “tutur Mamay.

Selain itu, kata Mamay, selain terkenal wisatanya dan kulturnya sebagai daerah yang baru berusia seuur jagung ini pun mapu mendapat menghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

“Tentunya ini menjadi acuan kami"imbuhnya.

di tepat yang sama, Sekda Kab Pangandaran, Mahmud, mengatakan, saat ini Pangandaran sedang melakukan penataan wisata untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, sesuai dengan visi Kabupaten Pangandaran, menjadi tujuan wisata kelas dunia. \

“Ada empat fokus pembangunan saat ini yang menjadi skala perioritas kami, bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan penataan kawasan wisata"jelas Mahmud.

Dalam penataan wisata, lanjut Mahmud, Pangandaran juga sedang memperluas destinasi wisata lainnya sehingga wisatawan tidak merasa jenuh pada satu titik obyek wsiata saja.

"Kami juga mengajak seluruh masyarakat dan stake holder dalam bidang dan porsinya, sehingga pembangunan wisata pun berkelanjutan. “imbuh Mahmud. (PNews)

KEPALA DESA SE-KABUPATEN TASIKMALAYA DATANGI KANTOR BPN MINTA KEJELASAN PROGRAM PTSL

TASIK NEWS-kepala dan Perangkat Desa se-Kabupaten Tasikmalaya datangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tasikmalaya untuk menanyakan masalah Pendaftaran tanah sistematis lengkap ( PTSL)  yang riskan pungutan liar serta telah menyeret salah satu kepala desa terkena jerat hukum.

Dalam aksinya di depan kantor BPN tersebut(26/12), Apdesa dan para kepala desa pun menyampaikan beberapa poin di antaranya serta meminta BPN lebih transparan serta beraharap Pemkab Tasikmalaya untuk segera menerbitkan Perbup  terkait PTSL sehingga sebelum memulai melaksanakan program tersebut sudah ada payung hukumnya.

Hal senada disampaikan salah seorang pengurrus Ingsuning Baraya Sunda (IBS), H.Galih yang turut hadir dala aksi tersebut, sebenarnya PTSL program bagus yang sangat membantu dan meringankan masyarakat terlebih dalam membantu tugas pemerintahan desa mewujudkan ketentraman, keamanan dan keabsahan bukti kepemilikan tanah agar di kemudian hari tidak terjadi sengketa.

“Dari  PTSL para kepala desa tidak berorienasi pada keuntungan materi tapi lebih cenderung untuk kepuasan kinerja ketika bisa ikut berkontribusi mensukseskan program yang di rasakan manfaatnya oleh masyarakat. “ujar Galih.

tapi sayang, kata Galih, program PTSL ini malah menjadi bencana bagi kepala dan perangkat  desa yang telah berkorban waktu, tenaga, pikiran, materi hingga harus pula pengorbanan harga diri dan martabat karena tersandung kasus hukum, dan ini semua akibat regulasi yang tidak akurat dan transparan.

“Sebainya pihak BPN dan Pemkab Tasikmalaya segera terbitkan payung hukumnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan atau terhambatnya program nasional PTSL ini. “kata Galih lagi.

Menurut beberapa sumber yang ditemui PNews, masyarakat hendaknya berhati-hati dengan oknum yang memungut biaya Pendaftaran PTSL sertifikat melalui PTSL gratis, tapi masyarakat juga harus tahu biaya yang sebenarnya untuk PTSL sebesar Rp 150.000 per bidang tanah di tingkat Desa. Dan biaya tersebut dipergunakan untuk transportasi tenaga desa, pengukuran, materai dan pemberkasan.

“jadi PTSL ini gratis dan silahkan untuk proses sertifikasi di BPN, sedangkan biaya muncul untuk pengurusan persyaratan di desa karena ini sudah sesuai dengan surat kerja tiga mentri, Kemendagri, Kementrian Desa , Mentri Agraria dan Tata Ruang. “jelasnya. (ANWAR W)

KURANG TEPAT JIKA MENURUNNYA WISATAWAN KE PANGANDARAN DAMPAK DARI SPANDUK BERBAU SARA

PANGANDARAN-Tidak seluruhnya benar jika menurunnya jumlah pengunjung ke obyek wisata Pangandaran diakibatkan beberapa hari lalu ada pemasangan spanduk yang mengatakan pelarangan merayakan natal kecuali di gereja. Karena Pemkab Pangandaran pun tidak lama langsung sigap mengklarifikasi dengan menurunkan spanduk tersebut.

Seperti dikatakan salah seorang pelaku usaha wisata permainan wahana laut Atlantic, Iwan Sofa. Menurutnya, dari keterangan sejumlah wisatawan yang menggunakan jasa usahanya di pantai timur, menurunnya arus wisatawan ke Pangandaran lebih disebabkan karena ada kekhawatiran dari kejadian bencana tsunami di selat sunda beberapa waktu lalu.
Sebatas fakta yang ditemui di lapangan, menurutnya, tsunami selat Sunda dan isu geologi lainnya merupakan faktor utama sepinya pengunjung di musim liburan akhir tahun ini, tetapi tidak menutup kemungkinan ada faktor lain yang mempengaruhi.

Sedangkan aksi pemasangan sepanduk penolakan natal yang mengatasnamakan masyarakat, lanjuttnya, mutlak sebagai kegiatan antoleransi dan sarat akan isu syara' sehingga harus ditindak secara tegas karena juga bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45.

Tapi menurut Iwan, ia lebih memilih persoalan spanduk ini sebagai arogansi mayoritas terhadap minoritas, yang paling dirugikan adalah umat kristiani yang hendak melakukan ritual dan perayaan keagamaan, padahal di dalam undang-undang mereka mempunyai hak yang sama seperti halnya umat lainnya. Sedangkan yang berlibur ke Pangandaran itu tidak hanya umat kristiani, tetapi juga umat Islam dan penganut agama lain yang memanfaatkan momentum kalender libur nasional untuk berwisata.

Jadi, kata Iwan lagi, menjeneralisasikan persoalan sepi pengunjung yang datang ke Pangandaran akibat sepanduk menurut saya kurang bijaksana. Tetapi, menjustifikasi persoalan sepanduk tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Pangandaran juga tidak benar.

“Hampir semua wisatawan baik yang datang atau yang engurungkan niatnya ke Pangandaran, mengatakan mereka khawatir kejadian tsunami yang terjadi di selat sunda berdampak ke Pangandaran. “kata Iwan. (26/12)

Jadi kalau di medsos viral, turunnya kunjungan wisatawan ke Pangandaran akibat pemasangan spanduk sebelum libur natal dan tahun baru, menurut Iwan, itu tidak fear dan tidak benar seluruhnya.

“Mungkin saja memang ada pengaruh dari spanduk itu, tapi dari seluruh wisatawan yang saya ajak bicara semuanya mengatakan memang ada kekhawatiran jika tsunami di selat sunda bisa berdampak kesini. “kata Iwan lagi.

Iwan menambahkan, wisatawan yang terpaksa memperpendek waktu kunjungan wisatanya atau wisatawan yang terpaksa mengurungkan nitanya berwisata ke Pangandaran, semuanya mengatakan karena memang ada kekhawatiran kejadian tsunami selat sunda.

“Dari seluruh tamu yang biasa menggunakan jasa wisata saya, tidak ada satu orang pun yang mengatakan karena adanya pemasangan spanduk lantas mereka mengurungkan berwisata ke Pangandaran. “tegas Iwan.

Lagi pula, kata Iwan, wisatawan yang biasa berlibur ke Pangandaran hampir semuanya sudah paham dan tahu keadaan dan situasi Pangandaran. Karena, lanjut Iwan, mereka datang berlibur bukan hanya kali ini saja, bahkan ada diantara wisatawan ada yang sudah puluhan kali ke Pangandaran.

“Jadi kalau hanya disebabkan spanduk tersebut saya kira tidak benar seluruhnya dan saya lebih memilih sepi pengunjung libur akhir tahun ini lebih diakibatkan isyu tsunami selat sunda dan isyu geologi. “imbuhnya. (hiek)

CIASMIN DESA SIMPANG BISA JADI SENTRA IKAN AIR TAWAR

TASIK NEWS-Di lingkungan Rt 02/01 Ciasmin Desa Simpang Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya sejak dulu sudah dikenal sebagai kawasan dengan hamparan kolam ikan yang berjejer rapi. Setidaknya ada 5 kolam yang berjejer dari arah utara ke barat dengan ukuran 36 m2 dengan pemilik yang berbeda. Hasil dari pertanian ikan air tawar sebagian ada yang dijual ke pasar sebagian ada yang hanya sekedar untuk konsumsi keluarga.  

Menurut warga sekitar, jika ini bisa dikelola dengan baik oleh para pemiliknya bukan tidak mungkin Ciasmin ke depan bisa menjadi sentra ikan air tawar.

“Dan itu tentunya bisa bernilai ekonomis untuk warga. “ungkapnya. (23/12)

Karena selain dekat ke lokasi pasar untuk pemasarannya, kata warga tersebut, kolam-kolam itu bisa juga menjadi arena para pemancing. (ANWAR W)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN