SELURUH PETUGAS PARKIR PEMKOT TASIK HARUS SEGERA PERPANJANG KONTRAK KERJA

TASIK NEWS-Bertempat di taman kota, 400 personil petugas parkir Kota Tasikmalaya mendapat pembinaan dari UPTD parkir Dinas Perhubungan.

Menurut Kepala UPTD, Hamzah Diningrat,  ini merupakan apel gabungan sekaligus untuk menginformasikan kepada petugas parkir yang belum memperpanjang  kontrak perjanjian dengan pemkot.

“Mereka ini para petugas yang menghasilkan PAD untuk Pemkot Tasik. “kata Hamzah.(19/11)

Dikatakan Hamzah, karena rata-rata para petugas tersebut berakhir masa kontraknya tahun 2018 ini, maka untuk laegalitas dala rangka mmenjalankan tuganya, Surat Kontrak kerjanya  harus segera diperpanjang.

“Selain perpnajangan kontrak kerja mereka pun diharuskan segera melunasi target setoran. “imbuh Hamzah.

Kepada media di runag kerjanya, Hamzah menyampaikan, batas waktu perpanjangan harus segera dilaksankan paling lambat bulan desember 2018. (ANWAR WALUYO)

UPT DISDIKPORA CIMERAK GELAR PKB UNTUK TINGKATKAN PROFESIONALISMA GURU

CIMERAK-Bertempat di SDN 1 Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran (9-10/11) kegiatan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru –guru di lingkup UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Cimerak dilaksanakan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih para pendidik agar lebih profesional.

Selain dihadiri 179 guru yang terdiri dari kelas atas 80 orang dan Kelas bawah 99 orang, kegitan ini juga dihadiri Kepala UPT Dikpora Cimerak, Hj.Onasih,SPd,MM, Pengawas TK/SD, Joko,MPd, Ketua K3S, Kasbullah,SPd.SD, dua Instruktur tingkat nasional, Isep Mustopa dan Ibu Ruswi. Kegiatan ini dibagi beberapa sesen, diantaranya, Kegiatan IN 1 untuk kelas Atas dilaksanakan tanggal 9 dan 10 Nopember dan tanggal 11 sampai 20 Nopember  ON yang dilaksanakan di tempat tugas masing masing dan tanggal 21 Nopember  IN 2 yang kembali dilaksanakan di SDN 1 Masawah.Untuk kelas Bawah IN 1 tanggal 13 sampai 14 Nopember tanggal 15 sampai 25 ON dan tanggal 26 IN 2.

Dalam sambutannya kepala UPT Dikpora Cimerak, Hj.Onasih,SPd,MM , menyampaikan beberapa hal penting yang terkait dengan kegiatan PKB, yang biasa disebut IN-ON-IN bagi guru-guru.

”Ini kegiatan wajib bagi guru agar nantinya para guru bisa lebih profesional. ”kata Onasih.

Hal senada dikatakan pengawas, Joko, PKB bagi guru menjadi penting dan bermanfaat, karena salah satunya para pendidikan diharuskan  mahir menguasai ITT yang sudah diterapkan di setiap jenjang pendidikan.

“Dengan mengikuti PKB diharapkan dapat semua guru mampu menyerap materi yang akan disampaikan istruktur untuk difanfaatkan di sekolah masing-masing. “katanya.

Akhirnya kegiatan pun ditutup hari sabtu (17/11) yang dilanjutkan penerimaan tugas dari instruktur untuk dilaksanakan dalam kegiatan ON di tempat tugas masing-masing serta hasilnya akan dilaporkan pada kegiatan IN 2 yang akan dilaksanakan kembali di SDN 1 Masawah tanggal 21 Nopember.

“kami bersukur kagiatan ini diikuti peserta dengan antusias tanpa mengurani tugas pokok  sebagai guru karena kegiatan ON dilaksanakan pada jam setelah pembelajaran anak-anak selesai. “ujarnya lagi. (RASIMUN)

INI KISAH GURU SUKWAN DI PELOSOK DESA DI KABUPATEN PANGANDARAN

CIMERAK-Sukwan yang lebih dikenal dengan sebutan honorer merupakan tenaga lepas di berbagai intansi yang berkarya dan berkerja untuk bangsa dan negara, tenaga dan pikirannya pun sepenuhnya dicurahkan demi bangsa. Tetapi sukwan tidak mendapat gaji tetap, ia hanya mendapatkan insentif secara sukarela dari tempat dimana ia bekerja, tapi walaupun begitu tapi mereka tetap eenuhi kewajibannya sambil berharap suatu saat jadi ASN.

Salahsatu intansi yang paling banyak memilki tenaga sukwannya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dalam hal ini tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik alias Guru merupakan ujung tombak maju mundurnya pendidikan, maju dan mundur pendidikan salahsatunya bermuara pada tugas seorang guru, sehingga pantas jika saat ini guru terus menerus mendapatkan pelatihan agar lebih propesional.

Begitu juga masalah kesejahteraan, saat ini sertifikasi sudah bisa dinikmati guru ASN dan sebagian guru sukwan yayasan, bahkan di sekolah negeri pun sebahagian sudah bisa menikmati. Hanya sayangnya lulusan sarjana dengan lowongan jadi ASN berbanding terbalik, artinya setiap tahun lembaga pendidikan meluluskan Sarjananya tapi tidak setiap tahun ada pengangkatan PNS akibatnya sukwan semakin menumpuk. Kasihannya lagi, sukwan usia 35 tahun ke atas tak bisa lagi mengikuti tes CPNS akibatnya tidak sedikit para  sukwan merasa asa depannya semakin suram, tapi lagi-lagi ini tentang panggilan jiwa dan rasa tanggungjawab sebagai seorang pendidik yang mulia.

Seperti  4 Sukwan, 3 guru dan 1 Penjaga di SDN 2 Mekarsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, Ani Cahyani, Yani, Fitria Dedi dan Dede Darsono. Mereka tidak terhalang berbagai rintangan untuk menuju tempat tugasnya yang berada di ujung desa dengan harus melalui jalan berliku dan berbatu terjal, terkadang penuh lumpur di saat musim serta melintas hutan.

“saat hujan jalannya licin juga banyak tanjakan, jika tidak hati-hati bisa saja kami jatuh ke sungai. “ungkap Ani.(18/11)

Ani dan rekannya tetap berharap suatu saat ada perubahan pada nasibnya walau pun entah kapan.

“Kami sudah terlalu cinta pada profesi kami. “ungkapnya lagi. (RASIMUN)

WARGA PANYUTRAN BERHARAP BANTUAN PEMDA SELESAIKAN PEMBANGUNAN MESJID

PADAHERANG-Pembangunan mesjid jami Darussalam di Desa Panyutran Kecamatan Padaherang yang dibangun murni dari swadaya masyarakat tentunya akan menjadi kebanggaan warga desa, prioses pembangunannya hingga saat ini masih dalam tahap penyelesaian.

Menurut Ketua DKM, Darsim, berharap mesjid ini bisa selesai dan digunakan sebelum idul Fitri tahun ini.

“Warga sangat antusias dan berharap mesjid ini segera selesai. “ungkapnya.(19/11)  

Dikatakan Darsim, ia sangat berterimakasih kepada seluruh warga yang sudah ikut berpartisipasi dalam tahap pembangunannya.

“Atas nama warga kami berharap Pemkab Pangandaran bisa membantu agar mesjid yang sangat didambakan warga ini bisa segera terwujud. “imbuhnya. (I KOSWARA)

DIGUYUR HUJAN TERUS MENERUS JEMBATAN DI SINDANGJAYA AMBRUK

MANGUNJAYA-Jembatan di Dusun Hegarmanah Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran yang merupakan penghubung ke Kabupaten ciamis, hari sabtu (17/11) ambruk.

Jembatan yang dibangun dari anggaran bantuan Pempvrop jabar senilai Rp. 100 juta dan swadaya masyarakat sangat vital karena merupakan akses penting bagi warga yang akan pergi ke Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis dan sebaliknya.

Menurut keterangan dari beberapa masyarakat setempat, sejak awal proses pembuatan jembatan ini sudah bermasalah, karena pengerjaannya yang terkesan asal-asalan, apalagi saat musim hujan warga khawatir jembatan tersebut amblas. 

“Mudah-mudahan pemerintah secepatnya memperbaikinya karena jembatan itu sangat penting sebagai sarana
transportasi warga disini. “ungkap salah seorang warga.(19/11)

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sindangjaya, Totong, membenarkan jembatan tersebut ambruk karena kondisi alam dan hujan yang mengguyur terus menerus di wilayahnya beberapa minggu. (Tn)

KEJUARAAN SELAM NOMOR LAUT ANTAR CLUB SELAM SE –INDONESIA, PANPEL TIDAK TRANSPARAN ?

PANGANDARAN-Simpang siur terkait ketentuan hadiah uang pembinaan yang diberikan pada jura dilaontarkan salah seorang pembina klub selam asal Jakarta, kepada PNews di kawasan pantai timur Pangandaran, tempat digelarnya Kejuaraan Selam Nomor Laut Pangandaran Open 2018 antar Club Selam se-Indonesia yang diikuti 127 peserta dari 8 provinsi ini, ia menyampaikan, panitia penyenggara sudah melakukan pembohongan publik dengan tidak menyertakan uang pembinaan pada atlit yang berhasil menjadi juara.

“Ini pembohongan publik, padahal di selebaran jelas-jelas panitia akan memberikan uang pembinaan dengan total keseluruhan Rp. 30 juta.”tegasnya. (18/11)

Sambil menunjukan poto selebaran lomba selam pada hand phonenya, ia menambahkan, salah satu motivasinya datang ke Pangandaran untuk mengikuti kejuaraan ini karena memang disitu tertera ada hadiah uang pembinaan.

“Atlit kami yang menjadi juara hanya mendapatkan selembar piagam dan medali saja. ”terangnya.

Yang sangat disayangkan, masih kata dia, panitia penyelenggara (panpel) tidak memberikan keterangan pada para tim peserta lomba terkait hadiah yang akan diterima atlit pada saat technical meeting.

Saat PNews konfirmasi ke beberapa pihak, diperoleh keterangan dari Komandan Pos TNI Angkatan Laut Pangandaran, Dayat, sebenarnya masalah ini bukan kewenangan pihaknya karena ia tidak termasuk panpel.

“Pihak penyelenggaranya PB POSSI Pengprov jabar dan POSSI Kabupaten Pangandaran. “terang Dayat.

Dayat mengatakan, hadiah uang pembinaan tersebut diberikan pada juara umum atau peraih medali terbanyak dan  sebenarnya kejelasan itu sudah ada pada poin 12, penghargaan/hadiah kejuaraan.

“Mungkin peserta tidak membaca pada selebaran atau pihak panpel lupa dimenyampaikan hal saat technical meeting tanggal 16 nopember lalu digelar. “jelan Dayat lagi. (PNews)

SUSI PUJIASTUTI:”JANGAN KOTORI LAUT DENGAN SAMPAH PLASTIK”


PANGANDARAN-Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti kembali menegaskan pentingnya menjaga kelestarian laut. Ia pun menyoroti banyaknya sampah plastik di pantai pangandaran, sehingga saat ia berenang banyak ditemukan sampah plastik dalam jumlah banyak.

Demikian disampaikan Menteri Susi, saat sambutannya dalam acara Kejuaraan Selam Nomor Laut Pangandaran Open 2018 Antar Club Selam se-Indonesia (17/11).

Menurut Susi, jika sampah ini terus dibiarkan, maka akan menjadi petaka bagi wisata pangandaran. Jadi, lanjutnya, penanganan sampah dan penataan pantai harus sejalan, karena kalau tata kelola sampah tak diurus serius akan merugikan semua.

“Saya merasa sedih saat keliling pantai melihat sampah plastik bertabaran dimana-mana, ternyata sampah tak hanya di laut tapi juga di pantai. “kata Susi.

Susi menambahkan, sampah atau limbah plastik perlu diatur dalam peraturan daerah agar tidak dibuang sembarangan ke laut dan Pemkab Pangandaran sudah saatnya mengatur pemakaian plastik atau kantong kresek.

Di daerah lain seperti Banjarmasin dan Bali, lanjutnya, sudah membuat rancangan peraturan daerah yang isinya larangan adanya sampah plastik atau kantong kresek dan lainnya.

“Kalau Pemkab Pangandaran mempunyai target wisata yang mendunia, maka sudah harus dibuat perda seperti itu, kita juga tidak akan mati kok kalau tidak pakai kantong plastik atau kantong kresek,” tegasnya.

Susi juga mengatakan, sat ini Indonesia ada pada urutan ke 2 penyumbang sampah plastik terbesar di dunia setelah China, dan jika hal ini terus berlanjut maka tahun 2030 laut Indonesia akan dipenuhi sampah plastik.

“Saya berharap Pemkab Pangandaran bisa meningkatkan lagi kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut,” katanya.

Lebih jauh Mentri asal Pangandaran ini mengingatkan kembali pada salah satu tujuan pemerintah untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa yang dimulai harus mulai cinta, mulai jaga dan rawat laut. Masyarakat dapat terus mencintai laut dengan beberapa aksi kecil tapi dapat dilakukan secara berkesinambungan, dengan  mencintai laut, masyarakat sering ke laut, bermain di air, berenang dan Jangan takut laut.

Yang kedua menjaga, kalau ada yang mau merusak laut nangkap ikan menggunakan bom, trawl, jaring cantrang,itu  harus dihentikan.

“Yang ketiga merawat, jangan buang sampah sembarangan ke laut. " imbuhnya.

Menteri Susi menghimbau agar Pemda pangandaran membuat Peraturan Daerah (Perda) mengenai tata kelola kebersihan di perairan Pangandaran, termasuk larangan menggunakan botol plastik sekali pakai. Karena jika penggunaan plastik terus dilakukan, maka seluruh saluran drainase akan tertutup sampah plastik dan akhirnya dapat menyebabkan banjir.

"Sekarang Pak Jeje tolong dibuatkan Perda, Bali sudah bikin perda dan mulai 1 Januari 2019 tidak boleh lagi ada kantong kresek atau botol plastik sekali pakai. di Pangandaran, harus bisa" pungkas Susi. (PNews)

TAHUN 2019 PEMPROP JABAR FOKUS MENATA WISATA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Pemerintahan Provinsi Jawa Barat saat ini sedang fokus untuk perioritaskan penataan pariwisata Pangandaran, termasuk penataan obyek-obyek wisata lainnya, seperti Geopark Ciletuh, Situ Ciburuy, Waduk Darma di Kab Kuningan, Gunung Padang di Cianjur, penataan Gedung Sate sampai monumen di Bandung, dan Kalimalang di Bekasi.

Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Mentri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti yang didampingi Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, di kediaman Menteri Susi di Jalan Merdeka Pangandaran.(18/11)

Gubernur yang didampingi isterinya, Atalia Praratya, juga mengatakan, saat ini Pemprov Jabar  sedang membahas untuk rencana penataan obyek wisata pantai Pangandaran yang akan dimulai tahun 2019 mendatang.

“Pokoknya  bisa ngabret sama Kang Emil mah…”ujar Ridwan Kamil dengan logat sundanya.

Sementara Menteri Susi dalam pertemuan tersebut kepada gubernur jabar menyampaikan beberapa hal, seperti, harus ada penambahan pembatas pantai atau break water yang sebelumnya sudah dibangun Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP).

Karena, jika  ditambah break water, menurut Susi, maka  pantai barat akan aman dari gelombang pasang. 

“Jadi kita buat seperti kolam, sebab  Pangandaran ini sudah jadi tinggal memoles dan menata  saja,"jelas Susi. 

Saat diminta komentar, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata membenarkan dalam dialog antara Menteri Susi dan Ridwan Kamil di rumah Ibu Menteri, ada beberapa hal yang dibahas terkait pengembangan dan penataan wisata Pangandaran. Antara lain, rencana pembangunan pembatas pantai barat untuk pelindung gelombang dan penataan pantai barat dan timur termasuk mitigasi kebencanaan Pangandaran.

“Kita berharap mudah-mudahan semuanya bisa lancar sesuai rencana. “ungkap Jeje. (PNews)

UNTUK MENGGALI POTENSI, ISSI PANGANDARAN GELAR BUPATI CUP KE 3

PANGANDARAN-Untuk mempersiapkan atlit pada cabang olahraga (cabor) balap sepeda, Ikatan Speda Sport Indonesia (ISSI) Kabupaten gelar Bupati Cup ke 3 yang diselenggarakan di kawasan Grand Pangandaran (17/11) dan disaksikan langsung Bupati pangandaran, H. Jeje Wiradinata.

Pada ajang yang diikuti sekitar 270 atlit dari berbagai daerah, seperti  Karawang, Kuningan, Garut, Sumedang, Purwakarta,  Cilacap, Semarang,  Banyumas dan tegal Jawa Tengah ini perlombakan beberapa kelas balapan, diantaranya, pra youth (12-13 tahun), youth (15-16 tahun), dan kelas elit.

Menurut Ketua Penyelenggara, Dede Koharudin, kegiatan yang diikuti pembalap mulai usia dini hingga yunior ini sudah menjadi kelender kegiatan ISSI Pangandaran yang diselenggarakan pada bulan oktober-nopember setiap tahunnya.

“Dan Alhamdulillah pada penyelenggaraan kali ini banyak peserta yang ikut berpartisipasi dari luar daerah. “ungkapnya.

Dede menambahkan, ajang Bupati Cup ini diharapkan bisa menjadi motivasi, menggali dan membina pelajar yang memiliki hobi dan bakat balap sepeda serta membiasakan terutama anak sekolah untuk menjadikan sepeda menjadi alat transportasi ramah lingkungan dan tanpa menggunakan BBM.

“Dan tentunya kegiatan ini juga diharapkan bisa menunjang dunia pariwisata yang ada di Pangandaran. “kata Dede lagi.

Sementara saat diminta tanggapannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyampaikan, kegiatan ini menjadi penting karena bisa menggali potensi khususnya para atlit balap sepeda sejak usia anak, sebab pembinaan pun akan optimal jika dimulai dari usia dini.

“Dan saya gembira ternyata masyarakat sangat antusias sekali, terutama anak usia sekolah yang tentunya ini bisa menjadi kegiatan yang positif bagi si anak. “ungkap Jeje.

Menurut Jeje, ia sangat barharap atlit-atlit Pangandaran bisa terus mengukir prestasi baik pada even nasional atau internasional, seperti yang sudah dilakukan para seniornya.

“Dan salah satu bukti, dari ajang porda tahun ini hanya dari cabor balap sepeda yang bisa menyumbangkan dua medali emas untuk kontingen Pangandaran. “tegas Jeje.

Masih di tempat yang sama, pembalap sepeda senior yang sudah malang melintang baik di tingkat nasional atau pun internasinal, Tonton Suprapto, mengatakan, di Pangandaran sangat banyak potensi pembalap yang bisa dikebangkan.
Menurut Tonton, ia yang ditugasi menjadi Pembina di Kabupaten Pangandaran oleh komda jabar untuk mempersiapkan atlit balap sepeda untuk bisa masuk pelatda dalam persiapan PON di Papua tahun 2020.

“Mudah-mudahan prestasi yang sudah dicaopai saya dan rekan-rekan yang lainnya bisa menjadi motivasi. “Tutur Tonton.

Tonton berharap, kegiatan seperti bupati cup ini bisa diselenggarakan dua kali dalam satu tahun, serta ada penambahan sarana dan prasarana yang bisa lebih memicu atlit sejak usia anak.

“Selain hal tersebut, dukungan para orang tua anak pun sangat menentukan prestasi anak dalam cabior balap sepeda. “pungkasnya. (PNews)

WASPADA PENYAKIT DIABETES

CIAMIS-Dalam rangka Hari Diabetes Internasional yang jatuh pada tanggal 14 November, RSUD Ciamis menggelar edukasi pencegahan dan perawatan penderita diabetes.

"Kami sudah mengadakan edukasi ke anak -anak remaja usia SMA agar menjaga gaya hidup sehat. Diabetes selain faktor keturunan juga akibat gaya hidup yang tidak sehat, " ujar Direktur RSUD Ciamis, dr H Aceng Solahudin, kepada Pangandarannews. com, Sabtu (17/11/20018).

Menurut Aceng, edukasi ditujukan kepada penderita agar menjaga konsumsi makanan, pola hidup, dan rajin kontrol ke dokter.

"Kami rutin merawat pasien diabetes, yang bahaya bukan penyakit tapi dampak komplikasi dari diabetes," kata Aceng.

Menurut Aceng, selain preventif juga wajib mengonsumsi obat gula. Komplikasi terjadi karena pasien tidak disiplin dalam mengonsumsi obat.

"Jaga berat badan dan diet yang rutin agar obat efektif, " tambah Aceng.

Berdasarkan catatan, penderita diabetes jumlahnya meningkat tiap tahunnya.

"Bagi yang belum terkena diabetes sebaiknya jaga diri. Ingat gaya hidup sangat menentukan, biasakanlah pola hidup sehat, " ujar Aceng. (Mukhlis)**

ANTISIPASI BENCANA BANJIR, WARGA DESA MANGUNJAYA GOTONG-ROYONG BANGUN TANGGUL SUNGAI CISEEL

MANGUNJAYA-Untuk upaya antisipasi banjir dari luapan aliran sungai, warga masyarakat Desa Mmangunjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran melakukan kerjabakti membendung tanggul yang hampir jebol terbawa arus sungai ciseel, ini dilakukan sebagai upaya prefentif sebelum terjadi bencana yang lebih besar.(17/11).

Kepala Desa Mangunjaya, Furqonudin, mengatakan, upaya ini juga dilakukan karena setelah beberapa kali diajukan ke pihak BBWS tiga tahun tidak mendapat tanggapan.

“Sehingga saya pun mengambil inisiatif mengintruksikan kepada seluruh warga untuk bergotong-royong dalam rangka persiapan dini dan antisipasi sebelum terjadi bencana yang lebih besar. “ungkapnya.

Ia menjelaskan, pihaknya sangat menyayangkan karena pihak BBWS beranggapan tanggul yang jebol ini tidak membahayakan.

Karena jika tanggung yang ada di desanya jebol, kata Furqonudin, ada sekitar 4 dusun yang akan terdampak, bahkan beberapa dusun yang ada di luar Desa Mangunjaya.

Furqonudin juga mengatakan, ia tidak mau kejadian bencana yang menimpa Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang beberapa waktu lalu langsung mendapat perhatian semua pihak setelah musibah menimpa.

Atas nama warga Desa Mangunjaya, Furqonudin juga mengucapkan terimakasih kepada Tagana BNPB yang telah membantu menyediakan karung untuk diisi pasir yang akan dijadikan tanggul.

“Kami berharap, pihak pemerintah dapat memperhatikan dan segera menanggulangi sebelum bencana terjadi menimpa kami. “pungkasnya. (Tn)

DPRD PANGANDARAN TETAPKAN DUA RAPERDA MENJADI PERDA

PARIGI - Sidang paripurna DPRD Kabupaten Pangandaran yang dilaksanakan kamis (15/11) yang dihadiri Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Sekda, pimpinan dan anggota DPRD, camat serta unsur pemerintahan di lingkup Pemkab Pangandaran, berjalan lancar walaupun pelaksanaannya agak sedikit mundur dari waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

Dua Raperda yang akan ditetapkan menjadi Perda sebagai awal pembahasan dalam sidang tersebut meliputi Raperda Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) dan Raperda  Antar Kerjasama Daerah. 

Dalam sambutannya wakil bupati Pangandaran, H. Adang hadari sangat mengapresiasi kinerja anggota legislatif, karena selain sebagai lembaga perwakilan rakyat yang resmi, juga bisa menjadi mitra kerja eksekutif dalam merumuskan rancangan pembangunan dan peraturan daerah.

Menurut Adang, tidak akan lama lagi akan segera ditetapkan dua raperda menjadi  peraturan daerah (perda) terkait BPD yang di antara lain merumuskan masa bakti 2019 - 2025 serta ketua BPD nantinya akan mendapat kenaikan gaji dari Rp 700 ribu menjadi Rp 1,5 juta.

“Hal ini bertujuan agar kinerja yang ada di tataran pemerintahan desa dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat bisa terus ditingkatkan," katanya.

Dikatakan Adang, sementara dalam penetapan raperda Kerjasama Antar Daerah, akan mengatur suatu kerangka hubungan kerja yang dilakukan oleh dua daerah atau lebih, dalam posisi yang setingkat dan seimbang untuk mencapai tujuan bersama, meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Selama ini keterbatasan kemampuan, kapasitas dan sumber daya yang berbeda-beda antar daerah menimbulkan adanya disparitas wilayah dan kemiskinan (kesenjangan sosial).

“Melalui perda ini diharapkan terjadi peningkatan kapasitas daerah dalam penggunaan sumber daya secara lebih optimal dan pengembangan ekonomi lokal, dalam rangka menekan angka kemiskinan dan mengurangi disparitas wilayah masing-masing," tandasnya. (AGE)

TEMBOK PENAHAN TANAH BENDUNGAN DI DESA JANGRAGA AMBRUK

MANGUNJAYA-Sebuah bendungan yang yang berada di Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, hari jumat kemarin (16/11) sekitar tembok penahan di sisi sebelah kanan roboh. Padahal jembatan tersebut baru saja selesai dikerjakan dari anggaran Pemprop Jabar tahun 2018 senilai Rp. 1,5 Milayar lebih.

Menurut petugas penjaga pintu air, Hendrik, kejadiannya sekitar jam 12.30 tidak lama saat masyarakat pulang dari mesjid setelah shalat jum’at.

Dari kesaksian beberapa warga, pada saat kejadian mendengar suara seperti benda yang terjatuh keras sekali sehingga warga pun langsung berdatangan melihat ke lokasi.

Salah seorang warga yang enggan ditulis namanya, menuturkan, mungkin saja ini akibat  dari kwalitas pengerjaan yang buruk.

“Pasalnya saat kejadian debet air sedang surut dan tidak sedang turun hujan. “ungkapnya. (Tn)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN