MELALAUI SELEKSI KETAT DESA SINDANGJAYA BUKA PENJARINGANI PERANGKAT

MANGUNJAYA-Pembangunan kuwalitas Sumber Daya Manusia (SDM) desa kini menjadi skala prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran. Dengan banyaknya anggaran yang di sediakan pemerintah maka perlu juga ditingkatkan kemampuan perangkat dalam pengelolaannya, ini selaras dengan Keputusan Bupati Pangandaran No.24 2018, tentang Struktur Organisasi dan Tatakerja Pemerintah Desa serta klasifikasi Desa.

Demikian dikatakan Ketua Seleksi Penjaringan Perangkat Desa Sindangjaya, Asep Roni, saat diminta tanggapannya terkait peningkatan SDM pemerintahan desa.

“Dan seleksi ini juga diperkuat dengan Surat Camat Nomer 141.3/283-kec/2018 tentang Rekomendasi Mutasi dan Pengukuhan Perangkat Desa Serta pengangkatan Staf Desa Sindangjaya. “jelasnya.

Asep yang ditemui usai penjaringan perangkat desa di aula Desa Sindangjaya (8/10), mengatakan, dalam seleksi ini dilakukan beberapa tahapan, seperti, test tulis, wawancara dan pengoprasian Komputer.

“Dengan proses ini diharapkan nantinya bisa menghasilkan kwalitas SDM yang mahir dan mumpuni di bidang pengadministrasian pemerintahan desa. “imbuhnya.

Asep menambahkan, ada 16 orang peserta dan mengundurkan diri 5 orang, yang mengikuti seleksi tanggal 8 oktober ini, langsung akan dilantik besok harinya. Dan untuk efektifitas waktu, kata Asep, peserta yang lolos seleksi langsung dilantik satu hari setelah seleksi dilaksanakan.

“Setelah diterima nantinya juga akan mendapat pelatihan khusus adiministrasi desa. “pungkasnya. (Tn)

DIDUGA LANGGAR UU ITE, GNBI DATANGI KANTOR BRI UNIT KEDUNGWULUH

MANGUNJAYA-Puluhan masa LSM GMBI Distrik Pangandaran lakukan audens dengan pihak BRI Unit  Kedungwuluh Kecamatan Mangunjaya terkait poto data nasabah yang disebar di media sosial (medsos) oleh salah seorang pegawai BRI.

Dalam audens yang mendapat pengawalan ketat personil  kepolisian ini, 5 orang perwakilan GMBI masuk ke ruangan kantor serta langsung melakukan pembicaraan dengan pihak bank.

Menurut salah seorang sumber, awal kejadian ketika seorang nasabah mempunyai tunggakan kredit, yang sudah diansur sebesar 60%. Dalam perjalanannya, nasabah tersebut nasabah tersebut mengalami kemunduran dalam usahanya sehingga walau pun ia sudah berusaha sekemampuannya untuk mencicil kreditnya pun tidak lancar lagi.

“Nasabah itu pun lalu meminta keringan pihak bank, tapi ternyata tidak mendapat respon. “ungkapnya. (8/10) 

senin 8/10/18.
Audens berlangsung di ruangan kepala BANK BRI manguncaya.
Dari pantauan di lapangan aksi mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian, 5 orang perwakilan dari pihak GMBI memasuki ruangan dan langsung melakukan audensi dengan pihak BANK.

saat nasabah itu sedang menjalani proses persidangan, lanjutnya, pihak bank malah mengekspose dirinya di whats apps.

“Jelas ini melanggar UU ITE. “imbuhnya

Sementara pihaknya BRI saat hendak dikonfirmasi pihaknya menolak untuk memberi keterangan. (Tn)

KOLABORASI DIES NATALIS DAN MILANGKALA, UNPAD GELAR PANGANDARAN RUN 5KM-10KM BERHADIAH KELILING EROPA

PANGANDARAN-Merupakan bentuk kolaborasi rangkaian Dies Natalis ke 61 Universitas Padajadjaran (Unpad) Bandung dan Milangkala Kabupaten Pangaandaran yang ke 6,  civitas Unpad akan menggelar Pangandaran Run 5 km & 10 km yang akan diselenggarakan tanggal 24 Nopember 2018.

Menurut Ketua Kegiatan, Anggi Nugraha, dengan mengambil tema, memposisikan potensi Pantai Pangandaran menuju pariwisata berkelas dunia, Pangandaran Run 5km & 10km diharapkan bisa menjadi salah satu ajang promosi wisata.

“Pada lomba ini peserta akan menempuh jarak 5-10 kilometer dengan rute melintasi kawasan pantai Pangandaran. “terang Anggi.(7/10)

Selain lomba lari, kata Anggi, dalam kegiatan yang diperuntukan atlit lari nasional, masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa asing atau pimpinan dan civitas akademika perguruan tinggi se-Jawa Barat ini juga akan diwarnai pemecahan rekor MURI sajian khas kuliner Pangandaran, pindang gunung sebanyak 2018 porsi.

Anggi menambahkan, tujuan dari kegiatan ini diharapkan bisa menanamkan semangat olahraga kepada masyarakat luas serta memperkenalkan pariwisata dan sajian pindang gunung sebagai makanan khas Kabupaten Pangandaran.

“Selain akan dimeriahkan artis nasional, panitia Pangandaran Run juga akan memberikan hadiah keliling eropa selama 14 hari serta hadiah menarik lainnya bagi pemenang peserta lomba. “terangnya lagi.

Anggi juga mengatakan, untuk pendaptaran dan info lainnya peserta bisa kunjungi web site http://www.infopangandaran.id.
(SILVI QORINA LARASATI-PNews)

KEPALA DESA RAKSAJAYA SODONGHILIR RESMIKAN MADRASAH DINIAYAH NURUL FALAH

TASIK NEWS-Untuk pengembangan pendidikan agama bagi masyarakat, Desa Raksajaya Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya pun membangun Madrasah Diniyah Nurul Fallah berlokasi di Dusun Burujul yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) tahun 2018.

Menurut Kepala Desa Raksajaya, Cecep Darmawan, pembangunan madrasah ini untuk kegiatan belajar keagamaan anak-anak karena dari sinilah asfek kehidupan manusia dalam beraqidah, berkeimanan dan ketaqwaan bisa dibentuk.

Insaalloh, dari madrasah diniyah Nurul Falah ini akan lahir anak-anak yang berbudipekerti, cerdas dan soleh. “kata Cecep, usai mmeresmikan gedung tersebut.(5/10)

Dalam peresmian yang dihadiri Forum Komunikasi Kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya, Cecep juga menyampaikan terimaksih kepada semua pihak yang sudah membantu hingga proses pembangunan madrasah pun berjalan mudah dan lancar.

“Ini juga berkat usaha dan antusias seluruh warga, mudah-mudahan madrasah ini  di kemudian hari bisa menciptakan anak-anak kita menjadi anak cerdas, takwa, soleh serta berguna bagi sesamanya.”pungkasnya. (ANWAR W)


HATI-HATI, SEKARANG LAPORAN HASIL PEKERJAAN PROYEK MENGGUNAKAN ETP4

SIDAMULIH-Pengerjaan sebuah proyek infrastruktur program pemerintah harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan bisa dipertanggungjawabkan agar disamping efektivitas penggunaan anggaran negara sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), juga masyarakat sebagai penerima manfaat pun merasa puas.

Seperti diungkapkan pihak perusahaan CV. Simpang Jaya, Arip Prayoga, rekanan yang mengerjakan perbaikan daerah irigasi Ciberem Kecaatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Menurut Arip,  pekerjaan yang sudah dipercayakan pemerintah pada perusahaannya harus bisa dipertanggungjawabkab baik secara anggaran atau kualitas hasil pengerjaan.

“Kami pun terbuka jika ada pihak-pihak yang merasa kurang puas dengan hasil pekerjaan kami. “ungkapnya.(6/10)

Arip yang ditemui di lokasi proyek, menambahkan, tentu pihaknya pun merasa khawatir jika karena pekerjaannya tidak sesuai sfesikasi akan berdampak buruk pada perusahaan, seperti dapat finalti harus mengebalikan kerugian pada negara atau bahkan hingga perusahaannya diblack list pemerintah.

“Kalau sudah begitu tentu yang rugi kami juga. ”imbuhnya.

Apalagi, lanjutnya, PHO atau pemeriksaan hasil pengerjaan menggunakan system Ektronik Team Pelaksana Pemantau Pemeriksa Pekerjaan (ETP4) dari kejaksaan negeri. (ANTON AS)

AUI BANJARSARI GELAR PENGGALANGAN DANA UNTUK KORBAN GEMPA SULTENG

BANJARSARI-Aliansi Umat Islam (AUI) Banjarsari gelar aksi solidaritas untuk korban gempa dan tsunami Palu, Donggala dan Sigi Sulawesi Tengah, dengan melakukan penggalangan dana.(7/10)

Aksi yang dilakukan di pinggir jalan utama yang juga melibatkan siswa-siswi dari SMK Muhamadiyah Banjarsari mendapat sambutan dan simpati warga lain yang kebetulan melintas disana dengan memberikan sumbangan uang.

Menurut kordinator aksi, Karso, setelah terkumpul rencananya hasil sumbangan masyarakat ini akan disumbangkan pada masyarajkat sulteng yang menjadi korban bencana beberpa minggu lalu melalui HILMI Sayap Juang Aliansi Umat Islam Kecamatan Banjarsari.

“Walau tidak besar, tapi Alhamdulillah aksi ini ternyata mendapat simpati dan respon masyarakat. “kata Karso. (Tn)

MERASA TIDAK DIPERHATIKAN, WARGA MUNCANG LAKUKAN AKSI TANAM POHON PISANG DI JALAN

TASIK NEWS-Saking kesalnya puluhan tahun menahan kesabaran, beberapa warga Dusun Cipende Desa Muncang Kecamatan Sodong Kabupaten Tasikmalaya melakukan aksi tana pohon pisang di tengah jalan.
Menurut salah seorang warga, Egi, sudah hampir 30 tahun jalan di wilayahnya rusak tanpa perbaikan.

Kepada PNews Egi mengatakan, ia dan warga lainnya sudah sering mengusulkan agar jalan yang ada di desanya tersebut tidak terus menerus dibiarkan rusak dan segera mendapat perbaikan layaknya jalkan-jalan di daerah lainnya.

“Tapi terkesan usulan kami tidak digubris pemerintah, padahal setiap tahun kai taat membayar pajak. “ungkapnya kesal.(7/10)

Egi dan warga lainnya menganggap daerahnya seolah dianaktirikan oleh  Pemda Tasikmalaya, karena sudah puluhan tahun warga hanya mendapat janji-janji saja. (ANWAR W)

SISI LAIN POTRET PINGGIRAN KOTA TASIKMALAYA

TASIK NEWS-Kehidupan di perkotaan terkadang jauh dengan apa yang dibayangkan, kerasnya persaingan usaha dan sempitnya lapangan kerja membuat sebagian masyarakat terpaksa harus bekerja ektra keras untuk bisa menyambung hidup.

Seperti yang dialami Muhamad dan Aisyah yang tinggal di Gegernoong Gobras Tasikmalaya, dengan usia yang sudah tidak muda lagi terpaksa tiap hari harus bekerja banting tulang hanya untuk keberlangsungan hidupnya. Baik Muhamad atau Aisyah dengan pekerjaan pemulung barang-barang rongsok, setiap harinya harus berjalan beberapa kilo meter untuk mengais rejeki dengan mengumpulkan kardus-kardus bekas untuk dijual pada pengepul yang siap menampungnya.

“Sehari kadang saya hanya bisa mengumpulkan 5-10 kg kardus. “ungkapnya.(7/10)

Menurut Aisyah, di tempat tinggalnya ia tidak mendapatkan kartu sejahtera, PKH, KIS atau pun BSM dari pemerintah, mungkin baginya hidup ini harus dilalui dengan kerja dan kemauan keras walau sekedar untuk kehidupan hari demi harinya. Baginya, ada atau tidak bantuan dari pemerintah, kehidupannya sudah terlanjur akrab dengan jalanan dan tempat-tempat kotor tempat orang membuang barang-barang yang sudah tidak terpakai.

“Mau apa lagi, kalau hidup ini hanya dipakai mengeluh dan berharap iba orang lain, mungkin dari dulu-dulu saya tidak bisa makan. “katanya lagi. (ANWAR W)

PENTAS SENI WARNAI KEGIATAN BINA WILAYAH KECAMATAN CIPATUJAH

TASIK NEWS-Sinergitas dan kerjasama yang baik antara warga dengan pemerintah bisa tergambar pada kegiatan-kegiatan yang selalu melibatkan masyarakat di dalamnya. Seperti pada kegiatan bina wilayah yang digagas Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, saat menampilkan kesenian-kesenian pada acara gelaran budaya.
Besarnyanya animo dan keterlibatan masyarakat dalan acara ini sungguh sangat menggembirakan semua pihak.

Demikian dikatakan Kepala Desa Nagrog,  Enji, saat ditemui PNews ditengah kemeriahan pentas seni dan budaya yang dihadiri Forum Kominkasi Kecamatan Cipatujah.(4/10)

“Saya juga berterimakasih pada tim PKK Cipatujah, Padawaras dan Tobongjaya yang sudah ikut mensukseskan acara ini. “tuturnya.

Enji menambahkan, kegiatan ini diharapkan selain mempererat hubungan warga dan pemerintah, juga akan berdampak positif pada perkembangan budaya yang ada di masyarakat.

“Even ini juga bisa jadi sarana untuk membangun karakter bangsa generasi muda. “katanya lagi. (ANWAR W)

KADES DAN WARGA MASAWAH TAGIH JANJI ANGGOTA DPRD

Kepala Desa Masawah, Ukan Suganda
CIMERAK-Tahun 2018 merupakan tahun politik yang selalau diwarnai dinamika politik yang beragam bagi para peserta pemilihan legislatif, dengan segala dinamika tersebut diharapkan calon legislatif  (caleg) dalam kampanyenya bisa memaparkan program-program, salah-satunya  yang ada di desa.

Demikian dikatakan Kepala Desa Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, Ukan Suganda saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(3/10)

“Tapi sayang, kenyataan nol besar, jangankan dari calon yang baru, dari anggota DPRD patahana pun tidak berbuat apa-apa untuk desa. “tegasnya.

Sesama kepala desa, nenurutnya, ia sering bertukar informasi dengan kepala desa lainnya, dan rata-rata mengatakan, tidak ada program yang dibawa dari anggota legislatif yang berasal dari daerah asal pemilihannya (dapil).

“Di Masawah sendiri pada pemilu lalu dimenangkan PKB dan PPP, artinya, seharusnya dua anggota dewan dari partai tersebut seharusnya bisa memberi perhatian pada konstituen mereka yang ada disini, , sewajarnya masawah dapat prioritas bankeu dari aspirasi dewan, tapi Kenyataannya nol besar.
 “imbuhnya.

Ukan juga mengatakan, pembangunan desa masawah masih banyak kekurangan disana-sini, dan jika saja  ada kontribusi dari dua anggota DPRD  yang mendapat suara besar dari Masawah, mungkin pembangunan yang ada di Desa masawah pun bisa semakin maju, tapi sayang yang terjadi terkesan kacang lupa kulitnya.

Hal senada dikatakan dua orang warga yang enggan ditulis identitasnya, sebagai orang yang ikut menjadi tim sukses dari peserta pemilu tahun lalu, menyayangkan, saat sudah duduk menjadi anggota DPRD, tidak bisa memenuhi janji-janji yang pernah terucap saat kampanye dulu.

“Saat kampanye dulu sering mengatakan akan membela kepentingan rakyat, tapi kenyataannya omong kosong saja. “kata mereka. (ANTON AS)

TUMPUKAN SAMPAH JADI PEMANDANGAN TAK SEDAP DI JL. HZ MUSTOFA TASIK

TASIK NEWS-Tumpukan sampah di beberapa titik  jalan HZ Mustofa kota Tasikmalaya menjadi pemandangan tak sedap dan terkesan dibiarkan begitu saja, padahal  jalan tersebut merupakan  jantung kota sekaligus menjadi sentra kawasan perekonomian Tasik.

Salah seorang warga Ciamis, yang kebetulan sedang berbelanja di kawasan itu, mengungkapkan, alngkah eloknya jika Pemkot Tasik sigap menangani urusan sampah yang bertebaran itu, apalagi ini ada di perkotaan yang menjadi pusat kunjungan baik warga Tasikmalaya sendiri mau pun dari luar daerah.

“Dan sudah selayaknya pemkot harus bisa memberikan rasa aman juga nyaman Pada warganya. “ungkapnya.(30/9)  *ANWAR W*

DITINGGAL ANAKNYA BEKERJA, SEORANG NENEK WARGA SUKARAJA TASIKMALAYA MENINGGAL TERCEBUR SUMUR

TASIK NEWS-Seorang nenek bernama Juju (70) tahun warga Rt 026 Rw 001 Dusun Pasanggrahan Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, meninggal dunia setelah tercebur ke dalam sumur kedalaman 10 meter dan berdiameter 1 meter sekitar pukul 15:30 wib. (01/10)

Diperoleh keterangan dari Kanit Reskim Polsek Sukaraja, Aipda Asep S dan  Brigpol. Rana M di Tempat Kejadian Perkara (TKP),  peristiwa ini ketika mau ke kamar mandi di saat anaknya tidak ada di rumah, tidak sengaja korban menginjak tutup sumur karena korban sudah tua ( pikun) dan mempunyai penyakit darah tinggi.
“Saat menginjak tutup sumur mungkin korban langsung tercebur ke dalam sumur. ”terangnya.

Masih kata Asep, saat itu anaknya, Siti mariam (38) sepulang dari tempat kerjanya di Kawalu Tasikmalaya , sesampai di rumah ia tidak melihat ibunya ada dirumahnya , kemudian mencarinya di sekitar rumahnya dan menanyakan ke tetangga siapa tahu melihatnya namun tetap nihil tidak ada. Anaknya pun lalu bergegas pulang lagi ke rumahnya dan mengecek sumur yang ada di dalam rumah dan tersentak kaget terlihat ibunya sudah mengambang dan berada dalam sumur tersebut.
Saat itu anaknya pun berteriak minta tolong, dan  tetangganya pun langsung berramai-ramai menju rumah korban bersama Kepala Desa Margalaksana melihat mendapati korban benar sudah dalam sumur sudah tak bernyawa, dan saat warga pun mengangkat tubuh korban dari dalam sumur.

“Setelah mendapat laporan warga, kami dari tim polsek Sukaraja bersama babinsa Langsung mendatangi TKP  untuk menindaklanjuti serta mencari saksi-saksi, meminta keterangan saksi-saksi, identifikasi, mendokumentasi serta membuat laporan kejadian."jelas Asep.

Selanjutnya, masih kata Asep, salah seorang anggita keluarga korban, Aisah, memberi pernyataan atas nama keluarga almarhumah Ibu Juju ia sebagai anak kandungnya telah merelakan atas meninggalnya ibu Juju dan enyatakan, ini semua semata-mata takdir dari Alloh serta pihak keluarga akan mengurus jenazah mana mestinya.

“Pihak kelurga menyatakan, kejadian ini tanpa harus ada proses penyelidikan dari pihak kepolisian karena hal ini sebagai musibah "pungkasnya. (ANWAR W)

TERKAIT PENCEMARAN SUNGAI CIWAYANG, DINAS LINGKUNGAN PROVISI JABAR AKAN UJI LAB LIMBAH CV. USM

CIGUGUR-CTerkait pencemaran yang terjadi di sungai wayang, menurut keytua Rt 01 Cikoranji Desa Cimindi Kecaatan Cigugur, Ruspandi, terkadang ia merasa bingung apabila ada masyarakat yang mengeluhkan hal tersebut, karena ia sendiri tidak pernah diberitahu aktivitas perusahaan pengelohan kelapa CV Una Surya Mandiri (USM) yang disunyalir sudah membuang limbahnya ke sungai.

“Saya sebagai kepala dusun disini sampai hari ini tidak pernah tahu atau diberitahu jika ada pabrik pengolahan kelapa. “ungkapnya.(1/10)

seperti dibertakan PNews bulan lalu, beberapa anggota Kelompk Penggerak Pariwisata (kompepar) dengan difasilitasi perangkat Desa Cimindi melakukan audens dengan pihak perusahaan. Saat itu perusahaan yang diwakili Atha dan Direktur Perusahaan berjanji dalam wakttu dua bulan ke depan akan segera memperbaiki pengelolaan limbah pabriknya. Tapi kenyataan baru sekarang, itu pun hanya sebatas pengambilan contoh air limbah dan air permukaan.

Sementara diperoleh keterangan dari Bidang Kimia Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Barat yang turun langsung ke lapangan, menurut salah seorang petugasnya, Wahyu Priatna,  engatakan, ia diperintahkan atasannya untuk segera mendatangi CV Una Surya dan hanya bertugas untuk mengambil air limbah dan sampel air permukaan saja.

“Dan sampel ini selanjutnya akan diuji dan di tes di labolatorium di Bandung. “jelasnya.

Wahyu juga mengatakan, adapun tes lab ini akan memakan waktu sekitar 14 hari kerja dan
hasil uji lab ini nanti akan  diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pangandaran.

“Dari hasil uji lab ini baik positif atau pun negatif, untuk selanjutnya kebijakannya ada di Pemkab Pangandaran, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup. “imbuhnya.

Sementara dikatakan ketua Kompepar Ciwayang, Ujang Sahri, seharusnya pihak LH  Pangandaran sudah harus memiliki peralatan untuk test uji air limbah sendiri, karena selama ini jika masarakat butuh pelayanan seperti yang terjadi di ciwayang harus menunggu hingga empat bulan, ini pun untuk hasilnya masih harus enunggu lagi.

“Di hilir sungai ciwayang  ini ratusan masyarakat menggunakan aliran sungai ini untuk cuci, mmandi dan mengkonsumsinya untuk air minum. “terang Ujang.

Dari pihak perusahaan sendiri, meinta maaf kepada kompepar dan masyarakat jika selam ini pihak CV Una Surya lalai dalam menangani limbah perusahaanya. (ANTON AS)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN