HENDAR SUHENDAR: “JIKA PERSYARATAN SUDAH LENGKAP, DAK BISA CAIR DALAM HITUNGAN MENIT”

CIJULANG-Menanggapi keterlambatan pencairan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke sekolah-sekolah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Pangandaran, Drs. Hendar Suhendar S., MM, mengatakan, kalau ada keterlambatan baik itu bantuan yang bersumber dari DAK atau provinsi (banprop), pertama, jika memang bantuan tersebut belum masuk ke kas daerah (kasda), tentunya tidak bisa dicairkan.

Yang kedua, kata Hendar, kalu uang ini sudah masuk ke kasda kemudian ketika melakukan pencairan terjadi kelambatan atau tidak ada pencairan, apakah sudah memenuhi persaratan belum dari instansi terkait yang mengajukan.
Karena, lanjutnya, mungkin saja itu belum memenuhi persyaratan dalam perifikasi data pengajuannya.

“Nah, kalau semuanya sudah sesuai saya memberikan jaminan 10 menit bisa cairm karena kami tidak pernah menahan pencairan bantuan tersebut jika memang persyaratannya sudah ada dan sesuai. “tegas Hendar.(30/8)

Hendar menambahkan, pihaknya membuka waktu 24 jam untuk melayani permasalahan ini, baik melalui telepon atau datang langsung ke kantor.

Karena, masih kata Hendar, pihaknya juga sudah membentuk tim untuk membantu kesulitan-kesulitan yang ada di sekolah atau di instansi lainnya. Jadi nantinya bisa bersama-sama memecahkan yang menjadi persoalan terlambat atau tidak cairnya bantuan tersebut.

“Tapi saya yakin persaratan pencairan tersebut baru masuk perifikasi, yang selanjutnya masuk pada proses pencatatan dan pembuatan SP2D, artinya, intinya ada pada persyaratan. “jelas Hendar.

Hendar juga mengatakan, pihaknya di depan para kepala sekolah, UPTD termasuk madrasah-madrasah yang ada dibawah Kemenag, menyampaikan agar menghubungi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah untuk mengetahui masalah yang menjadi terlambat atau tidak cairnya.

Tapi kalau masalahnya minta kebijakan terhadap peraturan, menurut Hendar, jelas tidak bisa karena aturannya sudah baku seperti itu.

“Dan seandainya ada petugas kami yang neko-neko, silahkan laporkan kesini dan kami akan tindak. “tegasnya. (ANTON AS)

UU RUZLUNALUL ULUM: “KITA PERTAHANKAN TASIKMALAYA SEBAGAI KOTA KERAJINAN”

TASIK NEWS-Diharapkan produksi kerjinan tangan dari Kabupaten Tasikmalaya bisa menembus opasar baik regional maupun nasional bahkan ke mancanegara. Produk kerajinan menjadi industry kreatif yang menampilkan benbtuk-bentuk kreasi serta keterampilan masyarakat merupakan modal dasar yang dimilki sebagian masyarakat Tasikmalaya.

Demikian disampaikan Bupati Tasikmalaya,  H UU Ruzlunalul Ulum, kepada para peserta lomba desain cendramata se-Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018  di pendopo lama. (31/8)

“Saya berharap kerajinan ini tidak hanya jadi materi lomba saja, tapi juga bisa menjadi penyedia lapangan pekerjaan yang bernilai ekonomis. “kata Uu, kepada 33 peserta lomba.

Uu menambahkan, melalui pengembangan kreativitas masyarakat ini, tentunya salah satu bagian untuk mempertahankan citra Tasikmalaya sebagai daerah penghasil kerajinan tangan (handycraft).

Uu juga mengatakan, tujuannya  kegiatan ini tentunya juga untuk meningkatkan rasa cinta masyarakat, khususnya para ahli bidang seni pada kampung halaman yang menjadi cikal bakal  dari pengembangan serta menciptakan nilai tambah untuk selalu berinovasi dan berkreasi sehingga bisa tercipta produk-produk berbasis lokal  yang memiliki daya saing dan menjadi komoditas pangsa pasar baik tingkat lokal.

“Saya yakin kehadiran saudara-saudara disini merupakan wujud kecintaan dan tetap berkomitmen untuk tetap menjaga nama baik Tasikmalaya. “imbuh Uu.

Dalam kesempatan yang dihadiri stap ahli, SKPD lingkungan pemerintah kabupaten Tasikmalaya pejabat BUMD, Uu, berkesempatan menyerahkan hadiah sebesar Rp 5 juta kepada Syifa, warga Kecamatan Rajapolah yang berhasil menjadi juara pertama pada lomba. (ANWAR W)

UPT PKM JATIWARAS GANDENG PERUSAHAAN SUSU GELAR PEMERIKSAAN BUMIL

TASIK NEWS-Kali pertama UPT PKM Jatiwaras mengadakan kerjasama dengan perusahaan produk susu ibu hamil (bumil) Lovamil, pemeriksaan pada ibu hamil yang digelar di halaman Poned Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya.

Dikatakan Kasubag TU Ooy Abdul Kodir,SKep.NS, membenarkan, pada kegiatan ini seluruh bidan desa dan poned plus dokter akan dilibatkan langsung dalam pemeriksaan 10 ibu hamil dari tiap desa plus dengan pemeriksaan USG nya.

"Kerjasama ini sebagai salah satu bentuk upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi", papar Ooy di ruangan kerjanya.(30/8)

Di tempat yang sama, dr.H.Tatan Rahmat Solehudin mengingatkan, bagi ibu hamil agar memeriksakan kandunganya ke dokter minimalnya 1 kali selama masa kehamilan.

"Ini penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya serta untuk pendektesian dini sebagai antisipasi bilamana diketahui ada penyakit-penyakit lainnya", terang Tantan.

Sementara menurut Koordinator bidan Jatiwaras, Sri Winarsih,SST, kegiatan pemeriksaan ibu hamil ANC ( Ante Natal Care) atau pemeriksaan selama hamil ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi badan, HB/Golongan darah, HIV -AIDS dan spillis. (RUSDIANTO)

BAKTI SOSIAL UPK DAPM JATIWARAS TASIKMALAYA AKAN SATUNI KAUM JOMPO DAN ANAK YATIM

TASIK NEWS-Menjelang peringatan  11 Tahun UPK DAPM ( Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat ) Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya, selasa 4 September nanti yang akan berlangsung di Gedung Pusda'i  Desa/Kecamatan Jatiwaras, nampak kesibukan para pengurus pun sudah nampak sejak sekarang.

Menurut salah satu relawan, Hendi, saat ini pihaknya tengah menyusun 724 paket sembako yang akan disalurkan ke panti jompo dan anak yatim yang ada di 11 Desa di Kecamatam Jatiwaras.

Dikatakan Kabag Pelayanan UPK DAPM Jatiwaras, Erwin Maya, pemberian paket sembako nantinya secara simbolis diwakili 3 Desa, antara lain Desa Jatiwaras, Ciwarak dan Desa Mandalamekar.

" Dan sisanya disalurkan ke masing-masing desa sesuai dengan penjadwalan", kata Erwin diruangan.(30/8)

Pada hari H nanti, lanjut Erwin, selain penyaluran bantuan sosial alokasi surplus TA 2017  paket sembako, juga uang pembinaan untuk guru madrasah tingkat kecamatam sebesar Rp. 5 Juta, bantuan 1 Unit Sound System untuk kelengkapan Pusda'i senilai Rp. 27 Juta dan bantuan biaya pengobatan untuk keluarga tidak mampu sebanyak 2 orang  masing- masing Rp. 1 juta dan 1.2 juta.  (RUSDIANTO)

15 TAHUN TIDAK TERSENTUH PERBAIKAN, JALAN DI DESA MARGALUYU RAWAN KECELAKAAN

TASIK NEWS-Seorang ibu warga Desa Margaluyu Kecamatan Pancatengah kabupaten Tasikmalaya alami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor matiknya hingga mengakibatkan kepalanya terluka parah. Kecelakaan tersebut disinyalir akibat kondisi jalan di Dusun Naggerang, tempat kecelakaan, sangat rusak dan bergelombang dengan batu-batu yang tajam.

Menurut warga sekitar, kejadian tersebut bukan yang kali ini saja terjadi, karena dengan kondisi jalan tersebut memang sangat rawan hingga sering terjadi kecelakaan, terutama para pemotor.

“Kondisi jalan seperti ini sudah 15 tahun dan sampai saat ini belum pernah mendapat perbaikan. “ungkap salah seorang warga.(2/9)

Menurutnya, ia merasa heran dengan sikap pemkab Tasikmalaya yang terkesan kurang perhatian dengan kondisi jalan-jalan yang ada di daerah, padahal, lanjutnya, masyarakat setiap tahun selalu membayar pajak.

“Entah kenapa, apa memang menunggu korban lebih banyak lagi yang diakibatkan jakan rusak ini..”tuturnya. (ANWAR W)

DESA KARANGNUNGGAL AJAK WARGA BERSAMA-SAMA MEBANGUN DESA

TASIK NEWS-Dengan dibangunnya jalan poros desa antara Dusun Cikadu dan Ciawitali Desa Karangnunggal Kecamatan karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, sebagian jalan desa kini sudah mendapat perbaikan.

Pembangunann jalan sepanjang 787 meter dengan lebar 2,5 meter ini menelan biaya Rp 254.98 juta yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2018.

Demikian dikatakan Kepala Desa Karangnunggal, Dana Wardana saat ditemui PNews ditengah-tengah kesibukan mengontrol pekerjaan tersebut.

”Dalam setiap kegiatan pembangunan yang ada di desa, kami selalu transparan serta sesuai aturan. “ungkapnya.(31/8)

Dana menambahkan, pada prinsipnya diharapkan dampak pembangunan ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga sebagai penerima manfaat, karena setelah infrastruktur sarana transportasi bagus warga pun bisa mudah menggunakan akses lalu-lintas baik masuk  atau pun yang akan ke luar ke Desa Karangnunggal.

“Dan untuk ini semua kami perlu dukungan seluruh elemen masarakat, jadi, mari kita bersama-sama membangun dan membesarkan desa kita. “tegasnya. (ANWAR W)

UNTUK BERTAHAN HIDUP, DI USIA TUANYA KAKEK TARLI MASIH HARUS KERJA KERAS

PARIGI – Memasuki usia tua bagi kebanyakan orang mungkin lebih banyak digunakan saat untuk beristirahat menikmati indahnya  hidup, berkumpul bersama keluarga tercinta. Namun berbeda halnya dengan kakek tua, Tarli (79) warga Dusun Babakan Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. di suai rentannya ia masih harus berjuang untuk bertahan hidup.  Setiap hari Kakek Tarli mengayuh sepedanya dengan berkeliling kampung untuk berjualan telor dadar ke sekolah-sekolah.

"Sudah hampir 10 tahun saya menekuni usaha ini untuk buisa menyambung hidup walau pun badan memang terasa kelah sekali. “ungkapnya, saat ditemui PNews ketika berteduh di bawah pohon besar di pojok lapang parigi. (30/8)

Tarli menuturkan, dari hasil berjualannya, setiap harinya ia mendapat Rp. 30 ribu dengan keuntungan sekitar Rp. 15 ribu, itu opun jika semua dagangannya laku semua.

“Tidak jarang kalau sedang sepi paling mendapat Rp.5 ribu saja. “ungkapnya lagi.

Tarli dikarunia empat orang anak yang semuanya sudah berkeluarga, dari perkawinan anak-anaknya saat ini Tarni mempunyai 7 cucu.

Tarli juga mengatakan, hingga saat ini rumahnya masih numpang di tanah milik orang lain, sehingga ia pun tidak bisa mendapatkan bantuan dari program rutilahu karenan tanahnya bukan milik sendiri.

"Walau pun rumah saya kumuh dan tidak layak huni, tetap saja tidak bisa menerima bantuan karena kata petugas yang mendata, harus rumah yang berdiri di tanah sendiri. “terangnya.

Tarli sangat berharap ada bantuan modal untuk usahanya, mungkin dengan membuka warung kecil-kecilan di rumah atau berjualan lainnya yang tidak harus berkeliling untuk menjajakannya.

"Mudah-mudahan pemerintah lebih memperhatikan nasib warga seperti saya dengan keadaan  hidup serba kekurangan", pungkasnya. (AGE)

SUDAH 6 BULAN PJU DI SIMPANG GARAWANGI TASIK PADAM

TASIK NEWS-Entah diketahui dinas terkait atau tidak, Penerangan Jalan Umum (PJU) yang ada di simpang empat Garawangi sudah lama padam.

Menurut seorang pedagang mie rebus yang biasa mangkal sekitar daerah tersebut, sudahm enam bulan ini memang PJU itu tidak nyala.

“Tidak tahu kenapa, karena hingga saat ini tidak terlihat ada petugas yang memperbaikinya. “ungkapnya.(29/8)

Ia menambahkan, tidak seharusnya PJU yang ada di jalan-jalan utama padam karena sering dilalui hilir mudik kendaraan, sehingga bisa saja nanti ada kesan Tasik bukan lagi kota bersinar.

Ia mengatakan, khawatir terjadi tindak kejahatan pada pengguna jalan karena suasana di sekitar perempatan tersebut memang gelap.

“Saya berharap mudah-mudahn pemda cepat tanggap. “imbuhnya. (ANWAR W)

AKADEMI PERSIB PANGANDARAN SIAP GEMBLENG ATLIT DARI KLUB DAN SSB YANG ADA DI DAER

PANGANDARAN-Dalam rangka persiapan menjelang Porda bulan September 2018 mendatang, tim kesebelasan U-19 Kabupaten Pangandaran yang bernaung di pusat pelatihan Akademi Persib Pangandaran, melakukan uji coba bertanding melawan kesebalsan Maung Bandung yang selama ini kerap melahirkan pemain-pemain handal Persib.

Walau berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Maung Bandung, tapi menurut salah searang pengusurus Akademi Persib Pangandaran, Ujang Hada, ia merasa puas dengan penampilan anak asuhnya yang bermain penuh semangat dan disiplin.

Lebih jauh Ujang Hada mengatakan, Pangandaran beruntung bisa bermitra dengan akademi persib, karena banyak manfaat yang bisa diperoleh baik secara teknik bermain atau pun menejmen dunia sepak bola.

“Atlit sepak bola yang ada di Pangandaran nantinya akan sangat berpeluang untuk menjadi pemain pofesional, dan tentunya ini sangat menguntungkan kita bisa bermitra dengan akademi persib. “ungkapnya.(29/8)

Diakui Ujang, selama ini potensi sepak bola yang ada di Kabupaten Pangandaran masih belum optimal, karena memang di Pangandaran masih sedikit Sumber Daya Manusia (SDM) pelatih yang bisa mengasah kemampuan atlit.

Dengan kemitraan yang dibangun bersama akademi Persib ini, kata Ujang, para pelatih yang ada di Pangandaran akan digembleng dan dilatih langsung, sehingga ketika sudah mendapatkan ilmu teknik-teknik sepak bola yang baik dengan sendirinya bisa ditularkan pada pemain yang ada di daerah. Salah satu contoh, ada 3 pemain sekarang masuk persib U-19, dan ini jelas bisa menjadi kebanggaan daerah.

“Akademi Persib ini bukan merupakan klub sepakbola, jadi siapa saja, dari klub atau SSB (sekolah sepak bola-red) mana pun bisa bergabung disini dan tentunya setelah mendapat ilmu dari akademi persib nantinya bisa dibawa ke klub atau SSB masing-masing. “jelasnya.

Ujang Hada yang ditemui di pinggir lapang saat menyaksikan pertandingan uji coba kesebelasan Pangandaran melawan Maung bandung di lapang sepakbola Desa Wonoharjo kecamatan Pangandaran, juga mengatakan, saat ini memang masih banyak kekurangan-kekurangan untuk mewujudkan sepakbola menjadi salah satu cabang olahraga andalan Pangandaran. Tapi, lanjut Ujang, ia dan pengurus lainnya mempunyai komitmen yang sama untuk bisa memajukan dunia sepakbola, khususnya di pangandaran.

“Kami butuh saran dan masukan, ini demi kemajuan persepakbolaan Pangandaran. ”pungkasnya. (hiek)

KETERLAMBATAN CETAK E-KTP PANGANDARAN AKIBAT TELAT SUPLY BLANKO DARI PUSAT ?

PANGANDARAN-Ada beberapa faktor yang terkesan terlambatnya pelayanan pemerintah daerah dalam pembuatan e-KTP. Antara lain, keterlambatan kiriman (supply) blanko dari Kementerian Dalam Negeri (kemendagri) ke daerah atau ada sebagian masyarakat yang kurang responsif untuk memilki administrasi kependudukan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas  Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangandaran, Drs. Tantan Roesnandar saat ditemui di ruang kerjanya.(27/8)

“Pembuatan blanko e-KTP merupakan kewenangan pemerintah pusat, artinya ketika kami membutuhkan, ya harus menunggu kiriman. ”terangnya.

Tantan tidak menampik jika selama ini ada anggapan masyarakat, keterlambatan pembuatan e-KTP karena kurang pelayanan pada dinasnya, kata Tantan, ini sudah konsekwensi sebagai dinas pelayan publik.

Menurutnya, sama halnya saat masyarakat mengeluhkan rusaknya jalan utama yang menjadi kewenangan pusat, tetap saja masyarakat seolah tidak mau peduli yang penting jalan rusak harus segera diperbaiki.

“Jadi ini mungkin kurang pahamnya masyarakat terkait mana kewenangan pemerintah pusat dan daerah. “jelas Tantan.

Faktor lain yang membuat lambatnya pencetakan e-KTP, lanjut Tantan, infrastruktur sarana alat cetak yang saat ini ada di disdukcapil dengan kapasitas hanya mampu mencetak sekitar 75-100 KTP per harinya, sehingga pencetakan e-KTP pun lebih mendahulukan PRR (Print Ready Record).


“Belum lagi jika ada ganguan pada server, ini juga salah satu kendala kami, karena server ini memang melayani seluruh Indonesia. “terang Tantan.

Terkait animo masyarakat untuk pencetakan e-KTP atau pembuatan adiministrasi kependudukan (adminduk) lainnya, Tantan mengatakan, ada sebagaian masyarakat yang mempunyai anggapan tidak terlalu penting dengan semua itu. Berbeda disaat ada kepentingan yang memang memerlukan data diri kependudukan, saat itu masyarakat baru menyadari pentingnya  mempunyai e-KTP atau adminduk lainnya.

“Padahal petugas sudah jemput bola untuk lebih memudahkan pelayanan pada masyarakat, baik itu di desa-desa atau sekolah. “imbuh Tantan.

Ketika disoal masih adanya “biaya” pada program pembuatan KTP adminduk lainnya secara gratis, Tantan pun tidak menutup mata hal itu memang ada. Tantan mengatakan, saat masyarakat memberikan jasa pada petugas dari desa atau siapa saja, maka itulah yang mungkin yang selama ini dikatakan masyarakat, biaya pembuatan e-KTP.

“Seperti di sekolah-sekolah yang secara kolektif membuat akta kelahiran dengan meminta biaya dari orangtua siswa, nah hal-hal semacam itu kan di luar kewenangan kami. “tegasnya.

Tantan juga mengatakan, intinya dalam melaksanakan pelayanan pada masyarakat yang membutuhkan adminduk, disdukcapil berusaha agar masyarakat bisa gembira. Karena beberapa program jemput biola, seperti jemput keliling (jempling), landak atau lainnya, itu semua untuk meringankan pelayanan pada masyarakat.

“Dan hingga saat dari jumlah 312.324 wajib KTP, 74 % sudah memilki KTP, 26 % sudah memilki surat keterangan dan yang masih menggunakan KTP Ciamis sebanyak 44.986 orang. “pungkas Tantan. (PNews)

WARGA SAMBUT GEMBIRA BANTUAN AIR BERSIH DESA MARGALAKSANA

TASIK NEWS-Pemberian air bersih dari Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, benar-benar sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Pasalnya, di saat musim kemarau saat ini hampir selurhub warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumahtangga.

Menurut salah seorang warga, ia sangat berterimakasih dengan bantuan ini karena saat ini warga sedang kesulitan mendapatkan kebutuhan air bersih.

“Pembuatan sumur bor yang menjadi sumber air bersih ini betul-betul sangat dirasakan manfaatnya oleh kami. ”ungkapnya.(26/8) *ANWAR WALUYO*

DESA SIRNAJAYA TERAPKAN TRANSPARANSI DALAM PEMBANGUNAN

TASIK NEWS-Keterbukaan dan tetap memelihara gotong-royong di tengah masyarakat menjadi landasan utama kelancaran pembangunan di daerahnya.

Demikian dikatakan ketua TPK Desa Sirnajaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, Pipin, kepada PNews saat ditemui di sela-sela kesibukannya.

"Dengan modal kepercayaan dan mengedepankan transparansi serta memelihara rasa kegotongroyongan warga, kita bangun bersama-sama Desa Sirnajaya ", ujarnya. (28/8)

Hal senada dikatakan Ketua KarangTaruna Giri Sakti, Suhada,S.Pd, pihaknya sudah berkomitmen untuk mengedepankan transparasi terkait segala bentuk kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di desanya baik yang bersumber dari APBDes, APBD maupun APBN, dan Karang Taruna juga akan terus mengawal setiap jalanya pembangunan agar berjalan lancar.

"Material yang datang di cek terlebih dulu, apakah sesuai spek dengan kebutuhan, baik dari volume pemesanan dan jenis barang. “tandasnya saat ditemui di Kantor Desa.

Seperti diketahui, lanjutnya, saat ini Desa Sirnajaya tengah melaksanakan pembangunan sarana infrastruktur jalan yang menghubungkan Dusun Gorowong - Warungbungur sepanjang 500 Meter yamg didanai APBN tahun anggaran 2018, sebesar RP. 101 juta. ( RUSDIANTO / ANWAR WALUYO )

FPUI DESAK DPRD PANGANDARAN SEGERA TERBITKAN PERDA MIRAS


PARIGI-Beberapa ormas Islam seperti Muhammadiyah, Persis, NU, SI, Hamidu, FPI dan juga ormas lainnya mendatangi Gedung DPRD kabupaten Pangandaran, untuk menyampaikan aspirasinya menuntut segera dsiterbitkan peraturan daerah (perda) tentang peredaran minuman keras (miras).(29/8)


Di bawah Forum Peduli Umat Islam (FPUI), semua utusan menyampaikan agar Pemerintahan Kabupaten Pangandaran segera menbuat regulasi yang mengatur nantinya bisa mengatur peredaran dan penjualan miras yang semakin marak.
Menurut salah seorang anggota FPUI, Aceng Misbah, ia sengaja datang ke DPRD bersama rekan-rekan lainnya ini bukan untuk unjuk rasa atau demonstrasi tetapi murni silaturahmi untuk menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait bebasnya peredaran miras di Pangandaran.

"Peredaran miras juga berbagai kemaksiatan lainnya sangat jelas akan mengundang kemurkaan pemilik alam, sehingga sangat mungkin peristiwa juli, hari Senin pukul 4 sore yang memakan ratusan jiwa terjadi lagi,"tegas Aceng.

di tempat yang sama, atas nama DPRD, ketua komuisi I, H. Jajang UIsmail, memberikan  apresiasi serta merespon positif dengan gerakan keagamaan yang dilakukan FPUI.

"Jelas kami merasa gembira karena masih ada komponen masyarakat yang berkepudulian atas kemaslahatan Kabupaten Pangandaran," ujarnya.

Menurutnya, sebetulnya DPRD sudah membuat perda yang berbasis syariah, antara lain, Zis, peraturan zakat, infaq dan shodaqoh, diniyah dan pesantren, yang kemudian disusul dengan lahirnya Peraturan Bupati (perbub) Pangandaran hebat dan yang lainnya.

Pada dasarnya, lanjutnya, DPRD selalu bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjadi drap rakerda yang kemudian ditindak lanjuti dan nantinya tentu akan langsung melibatkan masyarakat.

"Mudah-mudahan dengan doa bersama kita akan melindungi kita dari kemurkaan Allah," ujarnya lagi. 

Sementara saat diminta tanggapannya, anggota DPRD dari fraksi PKS, Solehudin, mengatakan,  perlunya melibatkan dan mendorong intitusi Polres untuk antisipasi dan mengontrol baik penjualan atau pun peredaran miras di kawasan pariwisata yang ada di Kabupaten Pangandaran.

"Karena banyaknya laporan beserta bukti bukti dari masyarakat, maka kami perlu melibatkan pihak Polres serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjamurnya kemaksiatan ini, “tegasnya singkat. (HARIS F)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN