WARGA BERHARAP, DESA KEDUNGWULUH TAK MEMPERPANJANG HGB PABRIK CIPANAS

PADAHERANG-Beberapa tokoh Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran berkumpul di aula desa untuk mempertanyakan kedudukan dan status tanah yang ditempati Pabrik Cipanas.(26/3)

Pada pertemuan dengan aparat pemerintahan desa tersebut, Sekretaris Desa Kedungwuluh, Asep Setiawan, menjelaskan, tanah milik desa itu terbagi menjadi 3 bagian. Antara lain, tanah Hak Guna bangunan (HGB), tanah milik adat bersertifikat dan tanah adat yang belum bersirtifikat.

“Tanah yang ditempati pabrik Cipanas itu statusnya HGB. “terang Asep.

Dari hasil musyawarah antara tokoh masyarakat dan perangkat desa, disepakati kedudukan HGB pabrik Cipanas masih tetap akan berlanjut karena HGB tersebut masih berlaku sampai tahun 2025.

“Dan kami juga sepakat, setelah HGB pabrik Cipanas ini berakhir, tidak akan diperpanjang lagi. “terang Asep lagi. (NANA HOERUMAN)


GRUP SEPEDA ROCK AND ROLL WAJIBKAN ANGGOTANYA IKUTI PEMBINAAN ROHANI

PANGANDARAN-Olahraga bersepeda kini menjadi trend di kalangan masyarakat Pangandaran baik sepeda ontel dengan penampilannya yang antik atau speda MTB.

Salah satunya, grup sepeda Rock And Roll, dalam grup sepeda MTB sejenis sepeda gunung ini, lebih dari 30 peserta ikut bergabung di dalamnya.

Yang beda dari grup sepeda ini dibanding komunitas sepeda lainnya, seluruh anggiotanya diwajibkan mengikuti pembinaan rohani dua pekan sekali.

Menurut salah seorang pengurus dan penggagas grup, Suroto, program pembinaan rohani ini tengah berjalan beberapa kali pertemuan dan selalu aktif diikuti seluruh anggota grup.

"Kami berharap pembinaan rohani ini dapat menjadi penyemangat dan penyeimbang agar selain sehat jasmani juga sehat rohani, " tutur Suroto. (27/3)

Suroto juga mengatakan, ia juga selalu berkomunikasi dengan sesama anggota, antara lain,  berkumpul untuk berdiskusi tentang berbagai masalah.

“Bukan hanya di jalanan tetapi dalam suasana santapan rohani di tempat ibadah,dan  mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut. “ungkapnya. (HARIS F)

BERLOKASI DI JALAN UTAMA, DESA BABAKAN BANGUN PATUNG IKAN MARLIN

PANGANDARAN- Desa Babakan Kecamatan Pangandaran yang terletak dipinggir jalan utama sangat strategis karena berada pada lintasan menuju obyek wisata Pangandaran, sehingga keberadaan desa pun harus terlihat megah dan bisa mencerminkan sebuah desa di kawasan  pariwisata.

Untuk kepentingan itu, kini Desa Babakan membuat reflika ikan marlin sebagai ikon Kabupaten Pangandaran, yang akan menghiasi bagian depan desa.

Menurut sekdes Babakan, Deni M. Nurhidayat,  dari delapan desa di kecamatan Pangandaran baru dua desa yang memiliki ikon ikan marlin, Desa Pangandaran dan Desa Babakan.

“Reflika ikan marlin yang ada di Desa Pangandaran itu terbuat dari fiber, sedangkan yang dibuat di Babakan dari beton. “terang Deni. (26/3)

Deni menambahkan, patung ikan marlin ini dibuat sengaja atas inisiatif desa dalam rangka ikut serta memajukan Pangandaran hebat sekaligus sebagai tujuan wisata dunia.

Pembuatan patung ini juga, lanjutnya, untuk ikut mendukung program pemerintah, memajukan sektor pariwista.

“Apalagi kantor Desa Babakan ini berada di pinggir jalan utama menuju tempat wisata, jadi harus lebih menarik dan indah," katanya.

Disoal pendanaannya, Deni menjelaskan, dana yang dialokasikan untk pembangunan patung ikan ini diambil dari dana pemeliharaan desa, dan sampai sekarang hingga 75 persen tahap pembangunnya sudah menghabiskan biaya sekitar Rp 6 juta.

“Kami berharap pembangunan patung ikan marlin ini bisa menjadi kebanggaan dan daya tarik tersendiri, khususnya warga Desa Babakan," Pungkasnya. (HARIS F)

DESA SUKAHURIP TUNTASKAN PEMBANGUNAN RUANG PKK

PANGANDARAN-Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran baru baru ini telah merampungkan ruang PKK yang berukuran 6 x 4 m ini dibangun sejak pertengahan 2017.

Menurut Sekdes Sukahurip, Rosin, dengan anggaran Rp 50 juta berasal dari bantuan propinsi, pembangunan ruangan PKK ini selesai pada akhir 2017 yang kini sudah bisa digunakan untuk perbagai kegiatan Ibu-ibu PKK desa,

"Tentunya kami berharap pembangunan ruangan PKK ini kedepannya dapat memabantu kinerja PKK, dan program lainhya yang ada di Desa Sukahurip." tuturnya.(26/3)    (HARIS F)

PEMUDA SINDANG GAET HDCI BANGUN JALAN DAN MESJID

MANGUNJAYA-Pemuda merupakan generasi bangsa, dituntut bisa berkontribusi sekaligus menjadi penggerak pembangunan di desannya, seperti dilakukan sekelompok pemuda Dusun Sindang Desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya Kabuaten Pangandaran  yang punya akses ke donatur dari Harley Davidson Club Indonesia (HDCI).

Para pemuda bersama-sama komunitas HDCI berhasil menyelesaikan perbaikan jalan sepanjang 200 meter dan pembangunan mesjid dengan biaya yang tidak sedikit.

Seperti yang disampaikan kordinator pelaksana kegiatan, Undang, menurutnya, ia sangat senang melihat antusias pemuda Sindang yang solid dan bahu membahu melaksanakan pembangunan desanya sendiri. Para pemuda dengan dibantu sejumlah warga dan para ulama ikut andil dalam pelaksanaan pembangunan jalan dan sarana tempat ibadah tersebut.

“Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah peduli dan membantu dalam pelaksanaannya. “kata Undang. (Tn)

KEPALA DESA PURBAHAYU KELUHAN KONDISI AULA DESANYA

PANGANDARAN -Kepala desa Purbahayu Kecamatan Pangandaran, Sarotun. keluhkan aula desa yang sudah lapuk dimakan usia, ruangan yang berukuran 9,20 x 11 m persegi ini, menurutnya, sudah seharusnya diperbaiki.

“Ini dibangun sekitar tahun1982 dan hingga kini belum mendapat perbaikan sehingga kayu-kayunya pun sudah banyak yang lapuk dan keropos. “ungkap Sarotun.(26/3)

Menurut Sarotun, karena alasan tidak ada anggaran untuk pembangunannya, maka ruang aula pun dibiarkan seperti sekarang dan masih digunakan, dan diperkirakan untuk biaya perbaikannya butuh dana sekitar Rp. 400 juta.

Dan, menurut Surotun, ini sudah diajukan untuk rehab total serta masuk pada skala prioritas musrembang desa, kecamatan dan kabupaten.

“Mudah-mudahan anggarannya untuk perehaban ini segera turun tahun ini, " Pungkasnya.
(HARIS F)

KEDATANGAN HDCI KALI INI DI MANGUNJAYA UNTUK RESMIKAN MESJID DAN SALURKAN BANTUAN

PANGANDARAN-Kedatangan kembali Harley Davidson Club Indonesia ( HDCI) ke Dusun Sindang Desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran disambut hangat warga desa, pasalnya kedatangan kali ini akan meresmikan 2 masjid dan 1 mushola yang di bangun bulan yang dibiayai dari donatur anggota HDCI.

Kegiatan sosial ini sudah menjadi agenda rutin yang di laksanakan para biker HDCI, bahkan bukan hanya di Pangandaran saja, bakti sosial  para pencinta motor gede (moge) ini kerap dilakukan seperti di daerah Tangerang, Bogor hingga Kota Jakarta yang menjadi pusat program sosial HDCI.

Ketua Bidang Sosial HDCI, Hendrik, mengatakan, tujuan kunjungan yang ke 2 kalinya ke Desa  Mangunjaya ini setelah beberapa bulan ke belakang menyalurkan bantuan pembangunan mesjid dan mushala.

“Selain akan membagikan penyaluran bantuan ke pakir miskin, kedatangan kami kali ini juga sekaligus untuk peresmian masjid Al Ikhlas yang sudah selesai tahap pembaungannya. “ungkap Hendrik.(4/3)

Hendrik menambahkan, kebetulan anggota HDCI, H. Puloh ada yang berasal dari Mangunjaya tersentuh hatinya saat melihat kondisi mesjid yang ada tempat kelahirannya sudah tidal layak dipakai., sehingga club pun seakat untuk menyalurkan bantuan kesini.

“Dana ini murni hasil donator seluruh anggota HDCI. “terangnya.

Hal senada dikatakan anggota lainnya, Sunarto, dua mesjid dan 1 mushala yang sudah diperbaiki beberapa bulan lalu ini merupakan rangkaian agenda bakti sosial HDCI.

“Ini benar-benar hanya salah bentuk kepedulian kami ke Mangunjaya. “tuturnya.

Dalam acara peresmian mesjid, HDCI pun berkesempatan membagikan 120 buah bingkisan sembako untuk sejumlah anak yatim dan kaum jompo serta 171cendera mata untuk anak sekolah. 

Sementara, Kepala Desa Mangunjaya, Furqonudin, sangat mengapresiasi gerakan sosial yang dilakukan para biker di desanya.

Menurut Furqon, sapaan akrabnya, atas nama warga desa mengucapkan terimakasih atas kepedulian HDCI yang sudah membantu pembangunan mesjid dan bantuan kemanusiaan untuk anak yatim dan kaum jompo di desanya.

“Akhirnya kami hanya bisa mengembalikan pada Tuhan, mudah-mudahan ini menjadi ladang amal kebaikan kiita semua, amien. “tutur Furqon. (TN)

KADIN PANGANDARAN BUKA PUSAT OLEH-OLEH KHAS PESISISR

PANGANDARAN-Ketua Kamar dagang dan Indutri Kabupaten Pangandaran, H. Teddy Sonjaya, S.Ip meresmikan Pusat Oleh-oleh Pesisir Pangandaran yang berlokasi di Jl.Baru Bulak Laut Depan Pasar Wisata Pangandaran.(24/3).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi UMKM Dan Perdagangan, Drs. Tedi Garnida, MM, Kepala Pariwisata dan Kebudayaan, Drs.H.Undang Sohbarudin, Sekteratis Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan,  Wawan Kustaman, S.Pd.,MM, PHRI, HPI, Asosiasi travel ATAP, BRI, Kompepar, BNI, komunitas Estetika, Hipmi  dan tamuundangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua Kadin Pangandaran H. Teddy Sonjaya, menyampaikan harapannya agar para pelaku Uusaha Menengah Kecli dan Mikro (UMKM) yang ada di Pangandaran, tidak hanya menjadi penonton saja dalam perekonomian di Pangandaran, tapi harus bisa menjadi pelaku langsung agar tingkat kesejahteraan pun bisa terangkat dan lebih sejahtera.

“Tempat ini bukan tempat politik atau aliran lainnya, tapi ini murni untuk para pelaku UMKM agar bisa memasarkan produknya disini. “ungkap Teddy.

Teddy juga berharap, ke depan pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan keberadaan para pelaku UMKM, baik dalam pembinaan, pelatihan atau lainnya. 

Sementara dalam sambutannya, Kepala Pariwisata dan Kebudayaan, Drs.H.Undang Sohbarudin, mengatakan, atas nama pemerintah daerah mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi atas upaya mendirikan pusat oleh-oleh ini, dan diharapkan dengan adanya pusat oleh-oleh pesisir ini, produk yang dihasilkan para pelaku UMKM Pangandaran bisa lebih dikenal.
Tempat ini juga, kata Undang, merupakan salah satu asset yang bisa menunjang pariwisata Pangandaran, tentunya dengan daya tarik dari semua asfek.

“Dari sisi ekonomis, 5 juta wisatawan yang setiap tahunnya ke Pangandaran, tentu akan memberikakan dampak ekonomi positif bagi masyarakat. “kata Undang.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi UMKM Dan Perdagangan, Drs. Tedi Garnida, MM, menuturkan, untuk menghadapi tantangan bagaimana cara meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan pelaku UMKM, tentu tidak bisa jalan sendiri-sendiri, semua SKPD harus peduli dan ada di dalamnya, dan intinya sekarang bagaimana cara mencari solusi untuk menghadapi tantangan tersebut.

Penyerapan tenaga kerja dari 9 ribu UMKM yang ada di 86 desa, lanjut Tedi, ini juga tentunya hal yang  sangat menggembirakan.

Pemerintah Daerah melalui dinasnya, masih kata Tedi, berusaha memfasilitas serta memberikan bantuan berupa pelatihan-pelatihan yang akan menjadi bekal pelaku UMKM, baik dalam proses produksi atau pun pemasaran.

“Dan minggu ini juga ada 30 orang yang diberangkatkan untuk pelatihan kewirausahaan di Bandung. “jelasnya lagi. (hiek)

HEBAT..! PRODUK UMKM PANGANDARAN TAMPIL DI JCC

JAKARTA - Sejumlah produk unggulan dari Kabupaten Pangandaran, seperti kerajinan hata, batok kelapa dan kayak tampil di Jakarta Convention Center (JCC) pada acara Telkom Craft 2018.(22-25/3)

Ketiga produk yang dipamerkan di tingkat nasional ini tidak begitu saja bisa tampil, karena produk-produk yang akan dipamerkan harus lulus uji kurasi panitia penyelenggara. Dan setelah dinyatakan produk asal Pangandaran ini dianggap khas, punya keunikan dan beda dengan produk-produk dari daerah lainnya, maka ketiga jenis kerajinan tersebut pun bisa tampil bersama produki unggulan dari daerah lainnya.

Seperti dikatakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Pangandaran, H. Teddy Sonjaya, pihaknya mengaku senang melihat geliat dunia UMKM di Kabupaten Pangandaran berani tampil dan bersaing dengan produk dari luar daerah, walau pun diakui, para pengrajin Pangandaran harus belajar lebih keras agar bisa sejajar dengan para kompetitor yang sudah sejak lama ada dan saat ini menguasai pasar.

Dan tentunya, lanjut Teddy, ajang ini tentunya kesempatan bagi UMKM Pangandaran untuk mengukur diri untuk mencari inspirasi dari para peserta lain.

“Kita tidak boleh bangga dengan hasil yang saat ini di anggap baik di antara program pengembanga  produk lain di tingkat Nasional RKB (Rumah Kreatif BUMN-red),tetap harus belajar banyak,” ujar Teddy yang turut hadir ke Jakarta mendampingi para peserta.

Dikatakan Teddy, pihaknya sangat berterimkasih pada pihak-pihak yang telah mendukung, antara lain Bank BNI, Rumah Kreatif BUMN Pangandaran, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pangandaran dan Dinas Tenaga Kerja Industri dan Transmigrasi UMKM Kabupaten Pangandaran, sehingga bisa hadir menjadi delegasi UMKM Kabupaten Pangandaran di ajang Telkom Craft 2018.
Even ini sangat strategis sekali untuk pengembangan UMKM, seperti disampaikan Dirut PT Telkom Indonesia Tbk, Alex Sinaga, pada sambutannya. Menurut Alex, ajang Telkom Craft tahun kedua ini diikuti 400 UMKM dari seluruh Indonesia, dan dari jumlah tersebut, 200 UMKM merupakan binaan Telkom, 150 binaan BUMN lain dan sisanya mewakili asosiasi dan komunitas.

Masih kata Alex,  lebih dari 3 ribu produk dipamerkan dalam pameran ini, seperti, produk fashion, kerajinan dan makanan, dan ekspo ini memproyeksikan 25 ribu orang akan mengunjungi kegiatan ini.

“Dan UMKM yang tampil tahun ini lebih banyak jumlahnya, mreka yang hadir ini telah melewati pembinaan melalui program RKB di seluruh Indonesia,”terang Alex.

Pada even tersebut, Menteri BUMN Rini Soemarmo, berkenan membuka Pameran Telkom Craft 2018, serta dimeriahkan sejumlah artis nasional, seperti Judika dan grup musik Gigi. (P-News)

WARGA KARANGSALAM PANANJUNG RAMAI-RAMAI GALAKAN JUMAT BERSIH

PANGANDARAN-Warga Dusun Karangsalam Rw 01 Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran kembali hidupkan jum'at bersih. Seluruh warga pun turun sigap ke jalan membersihkan lingkungan, seperti halaman rumah, selokan dan tempat - tempat kotor terutama akses jalan menuju rumah-rumah warga.

Seperti dikatakan salah seorang warga, program ini sebetulnya sudah lama ada, tapi entah kenapa lama-lama semakin jarang dilakukan.
“Dan sekarang kami coba dihidupkan lagi, karena kami merasa perlu menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama dan gotong royong," tuturnya. (23/3)

Dengan komando para ketua RT di Rw setempat, seluruh warga pun mulai lagi menghidupkan gerakan jumat bersih ini, karena dengan kesadaran tentang kebersihan, warga pun menganggap merasa perlu program ini terus berjalan.
“Walau dengan kesibukan masing-masing tidak semua warga dapat ikut serta, tapi paling tidak program yang terkait lingkungan bersih dan sehat ini jelas-jelas sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. “imbuhnya.

Jum'at bersih sebetulnya sudah jauh-jauh hari dianjurkan pemerintah daerah dengan tujuan agar setiap warga memiliki rasa tanggung jawab pada lingkungan sekitar. (Tn-Haris)

PROGRAM E-WARONG UNTUK DISTRIBUSI TEPAT SASARAN PENERIMA PKH

PARIGI - Bertempat di aula Desa Karangbenda Kecamatan Parigi (21/3), Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD)Kabupaten Pangandaran menggelar sosialisasi dengan mengadakan evaluasi pendistribusian bantuan sosial beras sejahtera (rastra) triwulan 2018. Dalam acara yang dihadiri Asda II, Apip Winayadi, petugas dari bulog Ciamis, Yayan serta 93 kepala desa ini dimaksudkan agar bantuan tersebut bisa diberikan kepada warga yang benar-benar berhak menerima.

Pada kesempatan itu juga dibahas program e-warong (elektronik warung gotong royong),
yaitu sitem penyaluran bantuan sosial berbasis non tunai guna mencegah distribusi yang tak tepat kualitas dan kuantitasnya.

Seperti diungkapkan Kepala Dinas SPMD, Dani Hamdani, S.Sos, MM, program ini nantinya bisa mengganti program rastra yang biasa 10kg/ kepala keluarga (KK) diganti dengan uang non tunai sebesar R,110 ribu per bulannya.

"Setiap bulan masyarakat penerima akan mendapatkan Rp.110 ribu yang tidak bisa diuangkan, tetapi hanya bisa digunakan untuk pembelian empat kebutuhan bahan pangan, seperti beras, gula, minyak goreng dan terigu di e-warong, ", ungkapnya.

Dikatakan Dani, pada e-warong, warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan rastra, akan mendapatkan kartu sebagai bukti penerima program tersebut yang bisa digunakan berbelanja ke warung yang ditunjuk, untuk memilih barang yang ingin dibeli, dengan bermodal kartu program dan nomor pin yang dimiliki masyarakat, transaksi pun bisa langsung berjalan.

Masih kata Dani, program e-warong tersebut rencananya akan dimulai pada semester dua tahun ini, pada bulan Juli 2018, dan rencananya program e-warong ini akan bermitra dengan Bank BNI.

“Saya berharap agar BUMDes bisa ikut berperan, karena ini bisa menambah PADes di tiap-tiap desa dan memberikan pelanayan baik pada masyarakat kurang mampu. “imbuh Dani.

Dani juga menyampaikan, dana yang akan bergulir untuk program e-warong di Kabupaten Pangandaran ini per tahunnya ada sekitar Rp.42 milyar untuk 250 KK penerima PKH di masing-masing desa. (AGE)

PEMDA PANGANDARAN CABUT SKB DENGAN CIAMIS TENTANG BPR BKPD

PARIGI-Pemerintah Kabupaten Pangandaran akhirnya melayang nota pencabutan Surat Kesepakatan Bersama (SKB) dengan Pemda Kabupaten Ciamis tentang kerjasama BPR BKPD yang akan dikerjasamakan menjadi PT BPR Surya Galuh.

Menurut Kabag Hukum Setda pangandaran, Jajat Supriayadi, SH, MM, setelah dipertimbangkan akhirnya Pangandaran mencabut surat kesepakatan antara pemda pangandaran dengan Ciamis  yang dibuat beberapa tahun lalu, dengan beberapa pertimbangan yang pada intinya surat tersebut sudah tidak sesuai lagi.
“Surat tersebut sudah kami kirim ke Ciamis dengan tembusan ke bakorwil dan pemprop Jawa Barat. “terang jajat.(21/3)

Jajat lebih jauh mengatakan, untuk persoalan pemindahan asset BPR BKPD Pangandaran, Cijulang dan asset lainnya yang sampai saat ini belum pindah, berharap pemda Ciamis tidak menunda-nuda lagi, karena selain ini akan mempengaruhi penilaian BPK, karena ini juga merupakan amanat undang-undang yang harus disepakti bersama antara Pangandaran dan kabupaten induk, Ciamis. 

Jajat juga mengatakan, jika Ciamis tetap bersikukuh mempertahankan BPR BKPD dan asset lainnya yang belum diserahkan, Pemda pangandaran pun berkordinasi dengan pemerintah propinsi Jawa Barat.

“Biarlah persoalan ini langsung ditangani pemprop saja. “kata Jajat.

Perihal BPR BKP yang ada di Kecamatan Pangandaran dan Cijulang, pemda Ciamis pernah meminta agar Pemda Pangandaran membuat surat pernyataan permintaan pemindahan kedua BPR tersebut. Tapi setelah dipertimbangkan, menurut Jajat, permintaan itu tidak dipenuhi, karena pemindahan asset itu sudah diatur di undang-undang nomer 21 tahun 2012.

Tapi saat itu, lanjut Jajat, Ciamis tetap pada pendiriannya pada SKB yang sudah ditandatangani Bupati - Ketua DPRD Ciamis dan Pangandaran, hingga Ciamis pun (mungkin) mempunyai alasan, kenapa sampai saat ini kedua BPR tersebut belum diserahkan, dan memang surat itu tidak terbatas waktu berlakunya.

“Nah untuk kepentingan itulah sekarang Pemda Pangandaran membuat surat pencabutan SKB itu sehingga dengan sendirinya surat kesepakatan itu pun akan gugur karena salah satu pembuat kesepakatan telah menarik diri.”imbuh Jajat.

Disoal kapan BPR akan diserahkan, Jajat menjelaskan, pihaknya saat ini masih menunggu langkah apa yang akan diambil pemda Ciamis, apakah akan segera menyerahkan kedua BPR dan asset lainnya yang belum pindah ke Pangandaran atau tetap pada pendiriannya hingga persoalan ini akan terus berlarut-larut tanpa penyelesaian.

“dan seperti saya katakana tadi, jika memang masih belum ada jalan keluar, kami pun akan membawa urusan ini ke Pemprop atau ke pemerintah pusat, seperti apa yang pernah dikatakan Pa Bupati, “tegas Jajat. (hiek)

INI KATA ASEP NOORDIN TENTANG BPPD PANGANDARAN

Asep Noordin
PANGANDARAN-Badan Promosi Pariwisata daerah (BPPD) merupakan sebuah badan yang strategis di wilayah yang punya potensi pariwisatanya cukup besar, seperti Kabupaten Pangandaran.
Demikian disampaikan anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Fraksi PDIP, Asep Noordin, H.M.M saat diminta komentarnya tentang rencana Pemerintah Daerah membentuk BPPD.

“Pembentukan BPPD bukan hanya diamanatkan Undang-undang 10 tahun 2009, sebetulnya kita juga sudah punya perda tentang penyelenggaraan pariwisata dan di dalam perda tersebut memang tersirat ada pasal yang mengatur tentang pembentukan BPPD. “ungkap Asep.(17/3)

Asep yang ditemui di sebuah rumah makan sea food di kawasan Pasar Ikan Pantai Timur Pangandaran, lebih jauh mengatakan, terkait siapa saja nanti yang akan mengisi BPPD, disana sudah jelas formasinya, antara lain, perwakilan asosiasi kepariwisataan 4 orang, asosiasi profesi 2 orang, wakil asosiasia penerbangan 1 orang dan dari pakar/akademisi 2 orang.

“Harapannya, BPPD ini harus bisa menjadi ujung tombak dalam promosi pariwisata daerah, sehingga anggotanya harus paham apa yang harus dipromosikan, dijual dan seterusnya. “lanjut Asep.

Selain itu, masih kata Asep, BPPD juga harus memiliki rencana strategi bagaimana mengembangkan, mengemas dan menjual pariwisata, karena destinasi wisata di Pangandaran sangat banyak, tetapi pemerintah melalui BPPD harus fokus destinasi mana di tahun ini yang akan dijual atau dibenahi, sehingga seluruh SKPD dan elemen-eleman yang ada pun bisa fokus ke titik yang sama.

Disoal siapa saja yang nantinya yang menduduki BPPD, menurut Asep, itu ada mekanismenya, hanya elemen-elemennya sudah ditentukan.

Menurutnya,m ia tidak akan menyebut nama, tetapi diharapkan siapa saja yang mengisi BPPD nanti, tentunya yang memang mempunyai kemauan, visinya jelas, inovasi, karena untuk hal-hal teknis itu bisa dilakukan akademisi atau dari menggunakan jasa para pakar IT, bahkan bisa kerjasama dengan  lembaga-lembaga  yang memang punya kemampuan di bidang itu. Dan BPPD ini harus berimbang, harus betul-betul menggunakan ilmu informasi yang tinggi, harus menggunakan IT canggih, harus membuat web, menyediakan data-data kepariwisataannya yang lengkap dan seterusnya.

“Memang BPPD harus lebih mengedepankan tentang IT. “imbuh Asep lagi.

BPPD, lanjut Asep, harus mempunyai kemampuan, kemauan dan mempunyai visi pariwisata ke depan, dan yang paling penting lagi harus mempunyai inovasi yang cukup baik sehinga perlu langkah-langkah strategis bagaimana mengangkat sebuah destinasi.

Selain meningkatkan citra kepariwisataan, masih kata Asep, BPPD juga harus fokus untuk mengangkat satu destinasi sampai destinasi itu sukses, dan seterusnya tentu itu ini akan bergilir ke destinasi mana yang akan digarap BPPD selanjutnya, sehingga ukurannya jelas, keberhasilannya jelas dan sebagainya.

Ukuran keberhasilan BPPD bisa ditentukan salah satunya, meningkatkan kunjungan, salah satu valuenya itu berapa nanti mampu menjual dan menghadirkan wisatawan.

Nah itu kan tergantung dari apa yang kita lakukan. “kata Asep.

Menurutnya, potensi wisata yang dimilki Kabupaten Pangandaran sangat luar biasa , hanya ini memang perlu langkah-langkah, baik dalam pengemasan satu destinasi, display destinasi dan strategi. Itu sangat penting, jangan sampai salah jual, artinya, BPPD ini walau pun lebih ke bidang promosinya tapi harus berani masuk ke dalam, apalagi destinasi yang baru-baru sekarang ini mayoritas berada di wilayah kawasan hutan dan tentunya ini harus ada langkah-langkah untuk menyamakan sudut pandang dengan Perum Perhutani, desa atau pengelola destinasi.

“Ini kan infrastrukturnya harus dibangun dengan baik, karena saya lihat selama ini masih belum terbangun dengan baik. “pungkasnya. (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN