Libur Panjang, Kunjungan Wisatawan Ke Pangandaran Kembali Meningkat

PANGANDARANNEWS.COM – Objek wisata pantai Pangandaran kembali jadi daya tarik wisatawan dari berbagai daerah di libur akhir pekan, seperti saat panjang bertepatan dengan peringatan Kenaikan Isa Almasih. 

Di beberapa titik lokasi obyek wisata, seperti Pantai Pangandaran, Pantai Hiu, Pantai Batukaras, pantai Karapyak, Pantai Madasari dan Green Canyon, lonjakan wisatawan terjadi sejak Kamis hingga hari Minggu (14-17 Mei 2026). 

Ramainya pengunjung tersebut terlihat dari kendaraan, baik roda dua, roda empat, maupun bus pariwisata ber­pelat nomor luar daerah, dengan antrian panjang memasuki objek wisata di Pantai Pangandaran.  

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran Sarlan membenarkan, libur panjang akhir pekan ini ada lonjakan pengunjung ke sejumlah objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran.

"Khususnya pada hari Kami, terjadi lonjakan wisatawan,” kata Sarlan.(17/05/2026)

Sarlan mengatakan, jumlah kunjungan wisata terjadi dari hari Rabu hingga Minggu. Dengan rincian, obyek wisata Pantai Pangandaran, sebanyak 41.523 orang, Pantai Batukaras 14.467 orang, Pantai Batu Hiu 5.608 orang, Pantai Karapyak 3.263 orang, Pantai Madasari 4.691 orang dan Green Canyon 3.204 orang.

Jumlah kunjungan wisata mulai Rabu sampai Minggu ini, kata Sarlan, mencapai 72.756 wisatawan.

"Saya prediksi kunjungan wisata ke Pangandaran kembali akan terjadi pada pekan depan, bertepatan dengan libur Hari Raya Iduladha," ungkapnya. (hiek)




 


Jika Dikelola Profesional, Dadaha Kota Tasikmalaya Berotensi Jadi Pusat UMKM

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dadaha yang selama ini dikenal sebagai kawasan publik andalan Kota Tasikmalaya ternyata menyimpan potensi jauh lebih besar daripada sekadar tempat berolahraga atau jalur lari pagi, di balik keramaiannya setiap hari kawasan ini menjadi pusat perputaran uang yang berpeluang untuk menggerakkan roda perekonomian warga asal dikelola dengan sistem yang tepat dan profesional.

Demikian disampaikan salah seorang pengunjung, Burhan, saat berbincang dengan Pangandaran News di lokasi.(17/05/2026)

Dadaha itu bukan sekadar tempat olahraga atau jalur lari semata, menurutnya, Dadaha Kota sudah menjelma menjadi tempat berkumpul favorit, tempat ngopi santai dan sebuah ruang publik dari berbagai kalangan. 

Kalau tata kelolanya diperbaiki, kata Burhan, komplek Dadaha yang ditata rapi dan tertata indah ini bisa diangkat menjadi ikon kebanggaan Kota Tasikmalaya.

"Asa aktivitas ekonomi yang berputar di kawasan ini, dan sangat luar biasa besarnya," ungkapnya.

Kalau dikelola dengan benar dan profesional, ia menyebut, tempat ini bisa benar-benar menumbuhkan dan memperkuat perekonomian masyarakat Kota Tasikmalaya secara nyata dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan potensi emas tersebut, ia pun mengusulkan sejumlah langkah strategis. Diantaranya dengan menerapkan sistem pengelolaan retribusi yang lebih rapi dan terpusat, sebaiknya dikelola satu pintu langsung oleh pemerintah daerah. 

"Kalau sudah terpusat, pengawasannya jadi lebih mudah dan tidak ada tumpang tindih serta hasilnya bisa dikembalikan untuk memajukan kawasan ini sendiri,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan bagi para pelaku usaha yang menjadi tulang punggung di Dadaha, UMKM yang berjualan di sini sebaiknya dikelola dan dibina langsung oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan atau Koporindag. Dengan begitu, kualitas barang, ketertiban, hingga kenyamanan bertransaksi pun bisa terjaga dengan baik.


“Dadaha ini aset berharga milik daerah, jika dirawat, ditata rapi dan dikelola dengan sungguh-sungguh, dampaknya pun pasti akan terasa besar bagi kemajuan ekonomi dan citra kota Tasik,” pungkasnya.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Serunya Berburu Kuliner Khas Pangandaran, Berbagai Olahan Aneka Cemilan

PANGANDARANNEWS.COM - Berburu kuliner setelah puas menikmati keindahan alam pantai merupakan saat yang tak pernah dilewati, khususnya para ibu-ibu yang berwisata ke Pangandaran.

Malah, kata salah seorang wisatawan asal Bogor, Arini (38), suaminya pun memang penggemar makanan laut (sea food).

Menurutnya, terasa ada yang kurang bila pulang dari Pangandaran tidak membawa oleh-oleh aneka cemilan yang dijajakan para pedagang di tempat wisata.

"Banyak pilihannya juga, mulai dari udang tepung, cumi, ika-ikan kecil dan lainnya dengan aneka olahan," ungkapnya.(17/05/2026)

Jika ke Pangandaran, ia juga memastikan selalu mampir ke deretan kios-kios penjaja makanan ringan yang ada di sekitar TPI (Tempat Pelelangan Ikan) di kawasan pantai timur.

Ia mengaku sangat menikmati sekali makanan yang memang tidak bisa ia jumpai di tempat tinggalnya, kekhasan bahan baku dan cara pengolahannya pun sangat cocok dengan seleranya.

"Malah oleh suami saya selalu jadi cemilan saat minum kopi," ujarnya.

Pokoknya, ucap Arini, tak lengkap bila ke Pangandaran hanya berenang dan menikmati alam pantai saja. Masih banyak yang bisa dinikmati selain wisata alam, diantaranya wisata kulinernya.

"Jadi selain kita memanjakan mata, lidah juga harus dimanjakan," imbuhnya.(hiek)


Jembatan Cirahong, Kini Menjelma Jadi Ikon Kebanggaan Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Berada tepat di perbatasan dua wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis, jembatan Cirahong kini tak lagi sekadar sarana penghubung jalan biasa. Tempat ini telah menjelma menjadi ikon baru yang membanggakan sekaligus daya tarik istimewa bagi warga Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis, khususnya saat akhir pekan tiba.

Seperti terlihat jelas pada hari Sabtu ini, suasana di sekitar jembatan terasa begitu hidup, ramai, dan penuh semangat. 

Jalannya yang mulus tak pernah sepi dari lalu-lalang kendaraan yang melintas, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan penumpang yang mengantar warga datang berkunjung. 

Di sepanjang sisi jalan, berderet rapi pedagang yang menjajakan aneka makanan dan jajanan di bawah payung-payung warna-warni yang mempercantik pemandangan.

Warga tampak berjalan santai berkeliling, atau berhenti sejenak untuk menikmati suasana sambil mencicipi beragam kuliner yang tersedia. 

Salah seorang pengunjung asal Tasikmalaya, Risma, mengungkapkan, udara sejuk ditemani rindangnya pepohonan di sekitar lokasi membuat siapa pun betah berlama-lama di tempat ini. 

Menurutnya, jembatan Cirahong kini telah berubah menjadi ruang interaksi sosial yang hangat, tempat berkumpul, melepas penat, serta mempererat silaturahmi antarwarga dari dua kabupaten bertetangga ini.

"Letaknya yang sangat strategis membuat jembatan ini memiliki makna jauh lebih dalam daripada sekadar menghubungkan dua tempat," ujarnya.(16/05/2026)

Kata Risma, jembatan Cirahong sudah menjadi simbol persatuan, kedekatan dan kebersamaan antara masyarakat Tasikmalaya dan Ciamis. Sehingga tak heran jika setiap hari Sabtu dan Minggu, lokasi ini selalu dipenuhi pengunjung yang ingin merasakan suasana khasnya.

Dulu hanya jembatan biasa, sekarang jadi tempat yang sangat dicari. Warga dari mana saja rela datang ke sini, bukan cuma untuk lewat tapi untuk berwisata kuliner dan bersantai. 

"Rasanya bangga sekali punya ikon seindah ini yang dimiliki bersama,” kata Risma.

Ia menuturkan, sering kali Risma menyempatkan diri berhenti sejenak hanya untuk melepas lelah setelah beraktivitas seharian. Atau sekadar duduk sejenak, hirup udara segar, lihat keramaian sekitar, rasanya lelah dan penat langsung hilang begitu saja.

Ia juga mengatakan, semakin hari jembatan Cirahong terus berkembang menjadi wajah baru yang mempercantik citra kedua daerah.

"Ia menjadi bukti nyata bagaimana sebuah tempat sederhana dapat tumbuh menjadi pusat kegiatan masyarakat, menggerakkan perekonomian warga sekitar, serta menjadi kebanggaan bersama yang akan terus dijaga kelestarian dan kenyamanannya untuk generasi mendatang," ucapnya.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Kekhawatiran Warga Meningkat, Pinjol dan Judol Diduga Mulai Menyasar Anak Sekolah`

PANGANDARANNEWS.COM - Maraknya praktik pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang kini diduga mulai merambah di kalangan anak usia sekolah, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. .

Seperti disampaikan salah seorang warga, Ida (46), saat menghadiri rapat kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran yang digelar di Sekretariat MUI Karangsimpang Wonoharjo Pangandaran.(16/05/2026)

Menurutnya, kemudahan akses terhadap pinjol dan judol membuat anak-anak dan remaja semakin rentan terjerumus.

Sii lingkungannya sendiri, kata Ida, terdapat sejumlah kasus yang memprihatinkan akibat keterlibatan dalam pinjol dan judi online. Bahkan, ia menyebut ada orang tua yang jatuh sakit hingga meninggal dunia karena memikirkan persoalan yang dialami anaknya terkait jeratan pinjol dan judol tersebut.

Ida juga menyoroti keberadaan sejumlah rumah kontrakan di lingkungannya yang dinilai membawa pengaruh negatif terhadap masyarakat sekitar, meski tidak semuanya berdampak buruk namun ia menilai kebiasaan dan perilaku sebagian penghuni kontrakan lambat laun turut memengaruhi lingkungan. 

"Terutama anak-anak dan remaja yang ada di sekitarnya," ungkap Ida.

Sementara hingga saat ini MUI Kecamatan Pangandaran belum memberikan pernyataan resmi terkait persoalan tersebut, walaupun berbagai keluhan dan masukan dari masyarakat dalam rapat kerja itu disebut menjadi perhatian penting bagi MUI dan pihak terkait dalam upaya menjaga lingkungan sosial serta melindungi generasi muda dari pengaruh negatif pinjol dan judi online. (harisfirdaus)

MUI Kecamatan Pangandaran Soroti Terkait Menurunnya Semangat Mengaji Anak-Anak

PANGANDARANNEWS.COM - Fenomena menurunnya semangat belajar agama di kalangan anak-anak pasca lulus sekolah dasar saat ini menjadi perhatian serius dalam Rapat Kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran Pangandaran yang digelar pada hari  Sabtu 16 Mei 2026, bertempat di Dusun Karangsimpang.

Sejumlah musyawirin menyampaikan keluhan para orang tua yang merasakan perubahan perilaku anak-anak mereka, terutama dalam hal keaktifan mengaji, mengikuti madrasah, dan menghadiri kegiatan di masjid.

Dalam forum tersebut terungkap bahwa banyak anak yang sebelumnya aktif belajar agama saat masih duduk di bangku sekolah dasar mulai meninggalkan kebiasaan tersebut setelah lulus, padahal usia remaja awal ini dinilai sebagai masa yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan dan sangat membutuhkan pendampingan akhlak serta pendidikan keagamaan yang berkelanjutan. Kondisi ini tentu memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terhadap masa depan moral dan spiritual generasi muda, dan permasalahan tersebut kemudian menjadi salah satu bahan evaluasi penting dalam program kerja dakwah dan pendidikan MUI Kecamatan Pangandaran. 

Para peserta rapat juga menilai perlunya langkah nyata untuk memperkuat kembali budaya mengaji dan kecintaan anak-anak terhadap masjid, sehingga beberapa usulan pun muncul. Diantaranya, masalah penguatan madrasah diniyah, pembinaan remaja masjid, peningkatan peran keluarga, serta program dakwah yang lebih dekat dengan dunia anak dan remaja.

Seperti disampaikan Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, pentingnya sinergitas antara sekolah, alim ulama, tokoh masyarakat, dan para orang tua dalam menjaga pendidikan agama generasi muda. 

Menurutnya, pendidikan karakter dan keagamaan tidak bisa  dibebankan hanya kepada satu pihak semata. 

Sekolah memiliki peran penting dalam pendidikan formal, namun, katanya, pembinaan akhlak dan kecintaan terhadap agama harus diperkuat bersama oleh para ulama, tokoh masyarakat, keluarga, dan lingkungan sekitar. Jika semua unsur bersinergi. 

"InsyaAllah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan dekat dengan masjid,” ujarnya. (harisfirdaus).

Terseret Ombak Di Pantai Madasari Pangandaran, Wisatawan Paruh Baya Asal Garut Hilang

PANGANDARANNEWS.COM - Seorang wisatawan perempuan paruh baya asal Dayeuh Handap Desa Kota Kulon Kabupaten Garut, Siti Atika (58), meninggal dunia usai terseret ombak. 

Insiden itu terjadi tepatnya di Blok Karang Segeuh obyek wisata Pantai Madasari Desa Masawah, Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Plt Kasi Humas Polres Pangandaran Aiptu Yusdiana membenarkan, kejadian tersebut. 

Yusdiana mengatakan, wisatawan yang terseret ombak tersebut merupakan warga Garut yang sedang berlibur bersama keluarganya.

Ia menambahkan, kejadiannya itu tadi pagi saat sekeluarga wisatawan Garut mencari spot untuk berfoto dan korban diam diatas karang, namun tiba-tiba saja ombak datang menghantam karang itu.

"Yang pertamakali korban berhasil berpegangan batu karang yang didudukinya, namun saat datang ombak kedua yang sangat besar sehingga menyeret korban ke tengah,” terang Yus. (hiek)

Posisi Saldo Kas Daerah Pangandaran Hingga Awal Mei 2026 Tercatat Rp31 Miliar, Ini Paparan BKAD

Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 
PANGANDARANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Pangandaran mencatat, posisi saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) hingga awal Mei 2026 sebesar Rp31 miliar lebih.

Seperti disampaikan melalui akun Instagram resmi Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pangandaran @bkad_pangandaran, yang merilis laporan perkembangan keuangan daerah per Jumat 8 Mei 2026 pukul 07.00 WIB.

Pada laporan tersebut, saldo kas daerah tercatat mencapai Rp31.013.093.565 setelah sebelumnya berada di angka sekitar Rp10,35 miliar pada tanggal 24 April 2026.

Masih dalam paparannya, kenaikan saldo kas daerah dipengaruhi oleh realisasi pendapatan daerah selama periode 24 April hingga 7 Mei 2026 yang mencapai Rp78,94 miliar.

Sumber pendapatan terbesar berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai sekitar Rp41,91 miliar, lalu disusul Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi sebesar Rp20,32 miliar.

Selain itu dua pendapatan tersebut, Pemkab Kabupaten Pangandaran juga memperoleh pemasukan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana bagi hasil provinsi dan pusat, serta opsen pajak kendaraan.

Sementara disisi belanja daerah (pengeluaran) tercatat mencapai Rp58,28 miliar, belanja pegawai menjadi komponen terbesar dengan nilai sekitar Rp25,36 miliar.

Sementara untuk pengeluaran lainnya digunakan untuk belanja barang dan jasa, bantuan keuangan desa, belanja modal, hingga pembiayaan daerah.

Laporan ini, tentu menjadi bagian dari upaya transparansi pengelolaan keuangan daerah yang dilakukan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pangandaran kepada masyarakat.

Keterbukaan informasi keuangan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik, sekaligus mendorong pengelolaan anggaran yang lebih akuntabel dan tepat sasaran.***


SMA Negeri 1 Salopa Kembali Raih Prestasi, Juara 2 MTQ Tingkat Kabupaten Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kabar membanggakan kembali datang dari SMA Negeri 1 Salopa Kabupaten Tasikmalaya usai berhasil menorehkan prestasi gemilang lewat salah satu siswa berprestasinya, meraih peringkat ke-2 dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat SMA se-Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Wakil Kepala SMA Negeri 1 Salopa, Teri Sugiantoro, S.Pd, pencapaian ini tentu mendapat apresiasi besar dari pihak sekolah. 

Ia mengaku bersyukur karena tahun ini AMAN 1 Salopa berhasil meraih peringkat ke-2, yang sebelumnya juga pernah menempati posisi pertama. 

"Kini kami terus berjuang dan berprestasi kembali di peringkat kedua, dan harapan ke depannya kami bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak pihak,” ujar Teri. (13/05/2026)

Ia juga berharap agar ke depan jumlah siswa baru yang mendaftar terus meningkat, karena semakin banyak peserta didik yang bergabung akan semakin besar pula harapan agar keberadaan sekolah ini dapat dirasakan manfaatnya dan dimanfaatkan seluas-luasnya oleh seluruh masyarakat sekitar.

Tak hanya unggul di bidang prestasi keagamaan, imbuh Teri, SMA Negeri 1 Salopa juga aktif berperan serta dalam berbagai kegiatan pendidikan. Seperti peringatan Hari Pendidikan Nasional beberapa waktu lalu, siswa-siswi sekolah ini turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan pendidikan yang digelar di tingkat Kecamatan Salopa.

Teri mengatakan, dalam setiap kegiatan pembentukan karakter siswa selalu menjadi prioritas utama. Hal ini sejalan dengan anjuran Gubernur Jawa Barat untuk mengamalkan nilai-nilai Panca Waluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, tur singer.

Menurutnya, pendidikan karakter harus benar-benar diamalkan oleh seluruh warga sekolah. 

"Insya Allah, kami berusaha sekuat tenaga agar seluruh siswa dapat memahami, menghayati, dan menerapkan kelima nilai utama tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.(@nwarwaluyo)

Kepala Bapenda Pangandaran, Fokus Pada Inovasi² Strategis Dan Penguatan Digitalisasi

PANGANDARANNEWS.COM - Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Sarlan, S.IP., siang tadi melaksanakan agenda expose kepada Bupati Pangandaran, Hj. Citra Pitriyami, S.H., terkait langkah-langkah konkret yang mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah.

Selain bupati dan kepala Bapenda, kegiatan ini juga turut dihadiri Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pendapatan Daerah, Evan A.H Nasution, S.STP, Kepala Bidang Retribusi Daerah, Bagus Winahyu RM,  S.T. serta berkesempatan juga hadir memberikan dukungan sinergi Kepala BKAD Kabupaten Pangandaran, Bapak ldi Kurniadi, S.IP., MM.

Dalam paparannya, Sarlan menyampaikan, saat ini Bapenda sedang fokus pada rangkaian inovasi-inovasi strategis serta penguatan digitalisasi.

Sehingga akhirnya, kata Sarlan, akan tercipta tata kelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

"Inovasi ini diharapkan akan mampu membuat kinerja dalam pengelolaan PAD Pangandara semakin tertata dan strategis," ungkapnya. (hiek)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN