Bertahun-tahun Warga Ciranca Dambakan Perbaikan Jalan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kondisi jalan di Dusun Ciranca, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, saat ini masih menjadi sorotan dan keluhan masyarakat. Jalan yang menjadi akses utama ini masih berupa tanah dan becek, sehingga sangat menyulitkan aktivitas warga sehari-hari.

Seperti foto yang diterima tim Pangandaran News, memperlihatkan kondisi jalan yang berlumpur dan berbatu, bahkan terlihat seorang warga harus berjuang mengendarai sepeda motor melewati jalan tersebut dengan susah payah.

Kondisi ini tentu sangat mengganggu mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bekerja, mengantar anak sekolah maupun mengangkut hasil bumi. 

Menurut salah seorang warga, Encep (32), ia berharap adanya perhatian khusus dari Pemda Tasikmalaya agar jalan ini segera mendapatkan perbaikan dan peningkatan kualitas.

"Semoga secepatnya ada perubahan," ungkapnya.(02/05/26)

Padahal, kata Encep, Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayubi, sering muncul di media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram. Tapi kenapa kondisi jalan di sini seolah tak dilihat sama sekali, atau beepura-pura buta dan tuli

Ia juga mengatakan, pembangunan jalan ini sudah menjadi harapan masyarakat sejak zaman Bupati sebelumnya. Sudah sekitar 5 tahun lamanya, namun hingga saat ini masyarakat Desa Nagrog belum juga merasakan manfaat dan perubahan yang nyata.

"Kami berharap Gubernur Jawa Barat atau Pemkab Tasikmalaya dapat segera turun tangan dan merealisasikan pembangunan jalan ini demi kesejahteraan bersama," ucapnya.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Yeyen Hidayat, Hardiknas Bukan Sekedar Seremonial Tapi Komitmen Kolaborasi Guru & Orang Tua Bentuk Siswa Berkarakter

Yeyen Hidayat
PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 SD Negeri 1 Panumbangan Kabupaten Ciamis, menjadi momen penting untuk kembali meneguhkan komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara bendera yang dilaksanakan bersama para siswa, yang sekaligus menjadi bukti nyata semangat untuk terus memajukan dunia pendidikan di Indonesia.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala SD Negeri 1 Panumbangan Kabupaten Ciamis, Yeyen Hidayat, S.Pd, menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal mencetak angka atau nilai akademis sematan tapi untuk membentuk karakter generasi muda yang disiplin dan berakhlak mulia.

Pendidikan itu sangatlah penting, khususnya bagi siswa. Dan seperti diketahui, berkat jasa para pahlawan pendidikan bangsa ini bisa maju. 

"Oleh karena itu, kita harus terus berupaya agar pendidikan di Indonesia semakin maju, khususnya dalam pembentukan karakter anak dan kedisiplinan," ujar Yeyen. (02/05/26).

Ia juga menekankan, ditengah arus digitalisasi dan perkembangan zaman yang semakin modern tentunya peran orang tua menjadi kunci utama. Dukungan dan pengawasan dari keluarga sangat dibutuhkan, sehingga anak-anak tidak salah arah dalam memanfaatkan teknologi.

Menurut Yeyen, di zaman digitalisasi seperti sekarang ini tantangan semakin besar. Sehingga arahan dan bimbingan dari kedua pihak, yaitu orang tua dan guru sangatlah diperlukan. 

Namun, imbuh Yeyen, tentu orang tua yang lebih berperan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian anak-anaknya.

"Selain tentunya peran kita sebagai guru dan sekolah dalam dunia pendidikan," tegasnya.

Ia juga berharap, melalui momen Hardiknas ini visi untuk membangun siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki akhlak mulia dan karakter yang kuat dapat terus terwujud.

Pesan ini, ungkap Yeyen, bisa menjadi pengingat bersama bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya tanggung jawab sekolah. 

"Tapi hasil kolaborasi yang kuat antara pendidik dan keluarga demi terciptanya generasi penerus yang unggul," pungkasnya.(@nwarwaluyo)

 

 

 


 

Dandim 0625/Pangandaran Serahkan Bantuan Truk Operasional Ke Lima KDKMP

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk memperkuat aktivitas ekonomi berbasis desa serta mendukung kelancaran distribusi usaha koperasi, Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I., menyerahkan bantuan kendaraan operasional berupa mobil truk kepada lima Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. 

Kelima koperasi penerima bantuan tersebut, antara lain di Desa Babakan, Kondangjajar, Sukaresik, Putrapinggan dan Desa Padaherang. 

Bantuan mobil operasional ini, sumbangan dari PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam keterangannya, Dandim menyampaikan, bantuan ini diharapkan dapat melengkapi sarana dan prasarana gerai koperasi yang telah dibangun sekaligus mempercepat pengembangan koperasi di wilayah tersebut.

Bantuan mobil operasional ini, kata Dandim, untuk mendukung percepatan pengembangan koperasi serta memperlancar distribusi barang.

"Sehingga dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi,” jelasnya.(02/05/26)

Ia menegaskan, bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen dalam memperkuat ekonomi desa melalui koperasi. Dan depannya dukungan sarana operasional untuk KDKMP direncanakan akan terus ditingkatkan secara bertahap, termasuk penambahan kendaraan lain seperti mobil pikap, kendaraan roda tiga, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Dandim juga mengingatkan, agar para penerima bantuan bisa memanfaatkan bantuan ini secara optimal dengan pengelolaan yang tertib dan transparan.

“Gunakan dan rawat dengan baik agar benar-benar memberikan manfaat sepenuhnya bagi masyarakat,” ucapnya.***

Dengan Motto Sauyunan Ngajaga Lembur, Leuwibudah Wujudkan Jadi Desa yang Istimewa

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan serta pertanian terus digelorakan warga di Desa Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. 

Puluhan warga dan perangkat desa, tampak bahu-membahu membersihkan dan memperbaiki saluran irigasi yang menjadi urat nadi kehidupan para petani. 

Menurut Kepala Desa Leuwibudah, Eep Udi, kegiatan Jum'at bersih (jumsih) ini dilakukan untuk mengatasi pendangkalan dan penyumbatan yang selama ini menghambat aliran air menuju lahan pertanian.

Dengan alat sederhana, kata Eep, seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga ibu-ibu—saling bahu-membahu membersihkan lingkungan di setiap RT dan RW, bekerja bersama-sama membersihkan lumpur, memotong rumput liar, dan memperlebar saluran. Karena bagi petani, kelancaran irigasi adalah kunci keberhasilan panen. 

"Oleh karena itu, inisiatif ini sangat diapresiasi karena selain menghemat biaya serta bisa menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan baik antara warga satu dengan lainnya atau pun dengan pemerintahan desa," ungkap Eep.(01/05/26)

Ia juga berharap, setelah dibersihkan air bisa sampai dengan baik ke sawah sehingga padi tumbuh subur dan panen nanti maksimal.

Eep menambahkan, dalam jumat opsih ini juga semua fasilitas umum akan dibersihkan untuk meujudkan 'Sauyunan Ngajaga Lembur'.

Tidak hanya di bidang pertanian, imbuhnya, komitmen menjaga lingkungan juga terlihat melalui program rutin "Jumat Opsih".

Eep menyebut, kegiatan ini bukan sekadar agenda biasa melainkan program unggulan yang bahkan sering dilaporkan hingga tingkat provinsi. Dan pembersihan lingkungan ini dilakukan secara menyeluruh, meliputi lingkungan perumahan, masjid, madrasah, saluran air, hingga perapian jalan desa.

Ia mengaku, pihaknya melaksanakan ini sesuai arahan dari kecamatan hingga pemerintah pusat demi memastikan lingkungan bersih dan sehat.

"Dan kegiatan ini juga sejalan dengan motto desa,  'Leuwibudah Maju, Leuwibudah Bersatu", jelas Eep.

Ia menegaskan harapannya agar semangat kebersamaan ini terus terjaga, sejalan dengan program Gubernur Jawa Barat, "Sauyunan Ngajaga Lembur" (bersama-sama menjaga desa).

Jabar Istimewa, Kabupaten juga harus istimewa, maka, menurut Eep, Desa Leuwibudah pun harus istimewa. 

"Dan kedua kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan persatuan dan kerja sama, desa bisa terus maju, sehat, dan sejahtera," pungkasnya.(@nwarwaluyo)

Koyimah Sebut Kegiatan PAI Cibalong Bukan Hanya Sekadar Cari Juara Tapi Bangun Karakter Mulia Siswa

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai pelaksanaan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang SD se-Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya.(29/04/26)

Acara yang bertema "Mewujudkan Generasi Islami yang Berprestasi" ini dilaksanakan ini, menjadi wadah strategis bagi siswa-siswi untuk menampilkan bakat, kreativitas serta pemahaman keagamaan mereka.

Di lokasi acara, tampak deretan piala dan penghargaan tampak berjejer rapi, siap diperebutkan. Namun, di balik semarak kompetisi tersebut, terdapat tujuan yang jauh lebih besar dan mulia.

Seperti disampaikan Ketua Panitia PAI tingkat Kecamatan Cibalong, Koyimah Nurhayati, S.Pd.I, visi dan misi utama kegiatan ini bukan semata-mata mencari siapa yang menjadi juara tetapi lebih kepada menumbuhkan dan membangun karakter siswa-siswi agar lebih baik. 

"Kami ingin melahirkan anak-anak yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia," tegas Koyimah.

Koyimah juga menyampaikan kesiapan pihaknya untuk melaju ke babak selanjutnya yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2026 mendatang.

"Kami optimis akan masuk ke tingkat Kabupaten Tasikmalaya, dan bisa meraih prestasi untuk mengharumkan nama Kecamatan Cibalong di kancah yang lebih luas," ungkapnya.

Menurut Koyimah, Pentas PAI ini terbukti mampu menjadi sarana yang sangat efektif dalam membentuk kepribadian anak didik agar semakin mencintai ajaran agama, berakhlak santun, dan tentunya berprestasi.

"Kami berharap semoga kegiatan positif seperti ini terus dilaksanakan sehingga bisa terus melahirkan generasi muda yang kuat imannya, mulia akhlaknya, dan kaya prestasi," kata Koyimah.(@nwarwaluyo)

 

 

Semarak FLS3N 2026 Karangnunggal, 54 Sekolah Ikuti 7 Mata Lomba

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Suasana penuh semangat dan antusiasme tinggi mewarnai pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2026 tingkat Kecamatan Karangnunggal, ajang bergengsi ini menjadi wadah luar biasa bagi para siswa untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan kemampuan terbaik mereka di bidang seni dan sastra.

Tidak kurang dari 54 sekolah turut meramaikan kegiatan ini dengan mengirimkan perwakilan siswa terbaiknya, dan ratusan siswa tampak memenuhi lokasi acara untuk menyaksikan dan mengikuti serangkaian perlombaan

Dalam wawancaranya dengan Pangandaran News, panitia pelaksana, Yuyu, S.Pd, menyampaikan kegembiraannya melihat partisipasi peserta.

Kata Yuyu, kegiatan ini dirancang untuk menggali potensi maksimal dari setiap anak didik. 

Ia menjelaskan, ada 7 mata lomba yang diperlombakan pada hari ini. Antara lain, Menyanyi Solo, Menulis Cerpen, Tari Kreasi, Pantomim, Menggambar, Bercerita dan Seni Kriya.

Yuyu mengaku bersyukur, Karena antusiasme anak-anak sangat luar biasa dan hampir 90% dari seluruh siswa yang mendaftar mengikuti kegiatan ini.

"Target kami tentu besar, kami berharap bisa melahirkan juara-juara yang mampu masuk 3 besar hingga 4 besar," ungkap Yuyu.(29/04/26)

Terpisah, Eli Romli, S.Pd, yang juga terlibat dalam kegiatan ini menyampaikan kesiapannya untuk mengantar para siswa bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

"Kami siap melaju ke tingkat Kabupaten Tasikmalaya, karena pengalaman tahun lalu pernah menjadi juara tingkat kabupaten menjadi modal dan motivasi tersendiri bagi kami untuk kembali berprestasi," tutur Eli.

Hal senada disampaikan Ketua PGRI PC Karangnunggal, Bambang, pihaknya memberikan semangat dan dukungan penuh bagi seluruh peserta.

Ia mengatakan, teruslah berjuang dan raih prestasi setinggi mungkin. Tingkatkan terus prestasi di tingkat kecamatan, dan optimis Karangnunggal akan mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah hingga tingkat kabupaten bahkan sampai tingkat provinsi.

"Semoga kegiatan positif ini terus digelar, sehingga semakin banyak bibit-bibit unggul yang ditemukan dan mampu berprestasi di kancah yang lebih luas," ucapnya. (@nwarwaluyo)

 

Seharusnya Pemkot Tasik Bangun Fasilitas Bagi Penyandang Disabilitas

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Sebuah pemandangan sangat memprihatinkan dan menyayat hati tertangkap kamera di salah satu ruas jalan utama Kota Tasikmalaya pada malam hari, dalam foto terlihat jelas seorang penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda sedang berjuang keras menyeberang jalan. (28/04/26)

Tanpa adanya fasilitas khusus yang memadai maupun bantuan dari pihak manapun, pria tersebut harus berhadapan langsung dengan arus kendaraan yang padat dan cahaya lampu kendaraan yang menyilaukan mata.

Kondisi trotoar yang rusak dan minimnya penerangan yang baik semakin menambah kesulitan baginya untuk bergerak, namun ia tampak tetap mengayuh roda dengan susah payah demi bisa sampai ke seberang jalan dengan selamat.

Kondisi ini tentu menjadi sontak jadi sorotan tajam dan perbincangan warga yang menyaksikan kejadian tersebut, bagaimana nasib saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik jika harus beraktivitas di jalan raya.

Seharusnya ada fasilitas khusus untuk para disabilitas, seperti jalur khusus yang rata, tempat penyebrangan, penerangan yang memadai dan ini semua seharusnya menjadi prioritas demi keselamatan dan kenyamanan mereka.

Semoga kondisi ini bisa menjadi perhatian khusus bagi pihak terkait agar segera melakukan perbaikan dan penyediaan infrastruktur yang layak, tidak seharusnya ada warga yang harus berjuang sendirian demi keselamatan dirinya. (@nwarwaluyo)

 


Bertugas Di Lokasi Beresiko Tinggi, Puluhan Anggota Balawista Pangandaran Ikut Sertifikasi Profesi Keselamatan Wisata Tirta

PANGANDARANNEWS.COM - Bertempat di gedung Touris Information Center (TIC), 50 anggota Balawista di Kabupaten Pangandaran mengikuti sertifikasi profesi sebagai upaya meningkatkan kompetensi dalam penyelamatan wisatawan di kawasan wisata tirta.

Para anggota Balawista yang menjalani rangkaian uji kompetensi meliputi verifikasi administrasi serta praktik langsung di lapangan, dan kegiatan ini bertujuan memastikan para petugas memiliki kemampuan standar dalam menjalankan tugas penyelamatan di destinasi wisata berisiko tinggi.

Kepada awak media, Ketua Umum Balawista Nasional, Ade Ervin mengatakan, sertifikasi profesi ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas anggota Balawista sebagai pemandu keselamatan wisata tirta.

Saat ini, katanya, Balawista melakukan sertifikasi profesi terhadap 50 anggota Balawista. 

"Mereka ini berada dalam wadah organisasi Balawista, dengan profesi sebagai pemandu keselamatan wisata tirta," terang Ade. (28/04/26).

Ade menambahkan, kegiatan ini tentunya menjadi bentuk dukungan Balawista Nasional terhadap pembangunan sektor pariwisatabkhususnya wisata tirta di Indonesia.

Dan pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata juga, menurut Ade, memberikan perhatian besar terhadap aspek keselamatan wisatawan terutama di lokasi wisata yang memiliki tingkat risiko tinggi.

"Keberadaan kami di kawasan wisata tirta ini sangat penting, karena harus bertugas di lokasi yang memiliki potensi bahaya bagi kesempatan wisatawan," imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, Dewan Pengarah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Anisa Pitri mengungkapkan, pelaksanaan sertifikasi ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata.

Anisa menyebut, proses sertifikasi mencakup tahapan peningkatan kapasitas, seperti upskilling, reskilling, dan upgrading, yang kemudian diakhiri dengan asesmen berbasis kompetensi.

"Kami ingin memastikan, mereka yang sudah mengikuti asesmen benar-benar kompeten dalam menjalankan tugasnya sebagai penyelamat wisata tirta," ungkap Anisa.

Anisa juga berharap, melalui sertifikasi ini seluruh anggota Balawista Pangandaran mampu memberikan pelayanan keselamatan yang profesional.

"Yang pada ujungnya dapat meningkatkan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung di daerahnya masing-masing," ucapnya. (hiek)








 


Ratusan Anggota P2RWP Datangi Disparbud Pangandaran, Tanyakan Pendataan Rencana Relokasi Usaha Jasa Wisata

PANGANDARANNEWS.COM - Kelompok pengusaha wisata yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Rental Wisata Pangandaran (P2RWP), tadi siang menggeruduk Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran. (27/04/26). 

Kedatangan P2RWP ini, karena mereka merasa tidak puas dengan pendataan yang dilakukan tim dari Pemda Pangandaran terkait pendataan yang bertujuan untuk rencana relokasi lapak pengusaha wisata jasa rental di Pantai Pangandaran.

Seperti disampaikan Kepala Disparbud Pangandaran, Dadan Sugistha, alasan mereka datang berhubungan dengan pendataan sewa ATV, motor, odong-odong dan lain-lain di obyek wisata Pantai Pangandaran.

Para pengusaha rental wisata ini, jelas Dadan, dengan membawa data yang mereka miliki dan membandingkan dengan data yang ada di Disparbud. 

"Mungkin ada miss komunikasi soal pendataan ini,” kata Dadan, kepada sejumlah wartawan.(27/04/26).

Dadan menyebut, tim pendataan sendiri bukan hanya dari Disparbud tapi juga dari Pemkab Pangandaran.

“Jadi dari pemerintah daerah, dari kita ada 3 orang yang dilibatkan dalam pendataan itu,” imbuhnya.

Dadan menjelaskan, hasil pendataan tersebut selalu dilaporkan kepada bupati dan pendataan itu dinamis. Mungkin saja pas pendataan kamarin, kebetulan tidak hadir di lapangan.

Namun, Dadan menjamin, pendataan tersebut nantinya akan disinkronkan dengan data yang mereka miliki. 

“Dan terkait dengan kepastian rencana penataan tersebut, baru dalam kajian,” terangnya.

Sementara itu, Ketua P2RWP Pangandaran, Dedi Heryadi yang akrab disapa Darto mengatakan, pihaknya tidak pernah menghalangi rencana penataan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran. 

Disoal kedatangan P2RWP ke kantor Disparbud, menurutnya, ingin menyampaikan bahwa keberadaan paguyuban sangat real dan tidak fiktif.

Dedi mengaku, di lapangan ada simpang-siur bahwa anggotanya sudah ada sejak beberapa tahun sebelumnya tidak bertambah dan cenderung berkurang. Namun waktu pendataan, ada yang hilang data keanggotaannya.

“Kami hanya berharap data yang ada di paguyuban jangan sampai ada yang hilang, relokasi silahkan saja yang penting jangan sampai dijauhkan kami dengan rezeki untuk kehidupan kami,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, data anggota pengusaha wisata jasa rental ATV semuanya ada 309 namun ada satu kelompok yang berjumlah 52 mencuat muncul data hanya 35 anggota.

Pihaknya berharap, dari pendataan ini bisa memberikan dampak positif terhadap kehidupan paguyuban. 

*Apalah arti sebuah pembangunan yang diberikan pemerintah kalau tidak berimbas positif pada masyarakatnya,” tegasnya. (hiek) 


 

Menyusuri Kawasan Dadaha Tasik, Antara Track Jogging Dan Penampakan Kumuh Lokasi PKL

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Sore hari di kawasan Dadaha Kota Tasikmalaya, terlihat hidup dan penuh semangat. Sejumlah warga terlihat memadati area lintasan olahraga atau jogging track untuk melakukan kegiatan lari sore dan jalan santai, menjadikan aktivitas fisik sebagai gaya hidup sehat sehari-hari.

Sejumlah warga dari berbagai kalangan ada yang berjalan santai atau berlari menyusuri lintasan, suasana sore yang sejuk dengan lingkungan yang asri membuat tempat ini selalu menjadi pilihan utama warga untuk berolahraga atau sekedar melepas penat setelah seharian beraktivitas.

Menurut salah seorang warga Reni (31), ia berharap agar kawasan Dadaha bisa dikelola dengan lebih baik lagi.

Seandainya tata kelolanya lebih rapi, ungkapnya, tentu akan semakin nyaman. Seperti ada penambahan atau perbaikan penerangan sekeliling, terutama lampu PJU (Penerangan Jalan Umum) yang lebih terang. Karena dengan adanya penerangan yang memadai, kegiatan olahraga tidak hanya bisa dilakukan di sore hari tetapi juga aman dan nyaman jika dilakukan hingga menjelang malam hari.

"Semoga Pemkot Tasik bisa memperhatikan hal ini, supaya fasilitas umum yang ada disini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan semakin layak serta nyaman digunakan," katanya.(26/04/26)

Namun sangat disayangkan, saat Pangandaran news mencoba berkeliling melihat kondisi di sekitar Dadaha ini. Tampak lokasi tempat para pedagang kaki lima (PKL) tampak terbengkalai dan tampaknya sudah tidak difungsikan lagi.

Fasilitas yang seharusnya menjadi tempat berjualan dan berkumpulnya masyarakat, terlihat terbengkalai, kumuh, dan tidak terurus.

Terlihat juga kondisi atap yang bocor hingga air menetes ke lantai, ditambah tumpukan sampah dan barang bekas yang berserakan. Beberapa gerobak dagangan terlihat tertutup debu tebal dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan jual beli yang berjalan optimal, seolah tempat ini sudah ditinggalkan.

Melihat kondisi tersebut, Rendi, salah satu warga yang sedang beraktivitas di kawasan Dadaha, menyampaikan kekecewaannya kepada Pangandaran News.

Ia menyayangkan, fasilitas umum yang seharusnya bermanfaat justru kondisinya seperti ini. Sangat mubazir dan terlihat sangat tidak terurus.

"Sayang ya, aset daerah yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik justru terbuang sia-sia," ujarnya.

Rendi berharap ada perhatian khusus dan tindakan nyata untuk memperbaiki tempat ini sehingga segera bisa difungsikan kembali, supaya kembali bersih, rapi, dan bisa beroperasi sebagaimana mestinya untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

"Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Tasik agar aset dan fasilitas publik bisa terjaga dengan baik, terawat, dan memberikan manfaat maksimal bagi warga," imbuhnya.(@nwarwaluyo)

 

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN