Dadaha Kota Tasikmalaya, Mampukah Jadi Pusat Putaran Ekonomi Masyarakat ?

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Selain dikenal sebagai area dengan jalur olahraga dan jogging track serta publik, hampir setiap hari Minggu Lapang Dadaha Kota Tasikmalaya juga bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi yang ramai diikuti oleh masyarakat kota Tasikmalaya.

Di taman yang menjadi kebanggaan warga Tasik ini banyak penjual makanan ringan yang menawarkan beragam camilan khas daerah, pengamen yang menghibur pengunjung dengan suaranya, hingga tukang parkir yang membantu mengatur kendaraan agar tidak terjadi kemacetan. 

Namun sayangnya, potensi ekonomi yang besar ini belum sepenuhnya dimanfaatkan akibat kurangnya pengelolaan yang optimal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya. 

Masyarakat dan pengunjung mengharapkan pihak terkait seperti DPRD Kota dan Pemkot Tasikmalaya dapat mengelola Dadaha dengan lebih baik.

Menurut salah seorang pengunjung Dadaha, Riski, ia mengaku mendukung usulan untuk mengelola Dadaha melalui satu pintu masuk. Sehingga diharapkan tidak hanya membuat area tersebut lebih teratur dan rapi, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi dalam mengelola aktivitas ekonomi yang berjalan.

"Kami menginginkan Dadaha dikelola dengan baik agar area tersebut semakin tertata dan retribusi yang diperoleh dapat masuk ke kas daerah," ujarnya.(08/02/26)

*anwarwaluyo*

Kelompok Budak Angon Desa Nagrog Terus Pertahankan Kerajinan Boboko Dan Asepan Tradisional

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Warga Dusun Cirengrak Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, hingga saat ini terus melestarikan kerajinan tradisional khas daerah melalui produk Asepan dan Boboko yang dibuat oleh kelompok Budak Anggon.

Lokasi pembuatan kerajinan berada di lingkungan yang memiliki suasana nyaman, udara sejuk dan alam yang masih asri. Kerajinan ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang dijaga dan diteruskan dari generasi ke generasi. Dan produk kerajinan ini, biasanya digunakan untuk keperluan sehari-hari atau sebagai oleh-oleh khas daerah

Kepada Pangandaran News, salah seorang anggota kelompok Budak Anggon, Encep, berkesempatan menunjukkan proses pembuatan produk yang telah selesai.

Ia menyampaikan, kedua kerajinan tangan ini merupakan gagasan kelompok Budak Anggon dan pembuatan Boboko khususnya menjadi produk khas kerajinan tangan dari Dusun Cirengrak.

"Kami berharap kerajinan tradisional ini dapat lebih dikenal luas dan menjadi daya tarik ekonomi serta budaya bagi Desa Nagrog," ungkapnya.(07/02/26)
*anwarwaluyo*

RSUD Pandega Pangandaran Imbau, Masyarakat Tetap Waspadai Virus Nipah

PANGANDARANNEWS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman Virus Nipah, penyakit menular dari hewan ke manusia yang memiliki tingkat kematian tinggi meski kasusnya tergolong jarang.

Melalui akun instagram resmi RSUD Pandega @rsud_pangandaran, ditegaskan, Virus Nipah merupakan penyakit nyata dan bukan informasi menyesatkan. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan risiko penularannya serta memahami langkah pencegahan yang tepat.

Virus Nipah diketahui termasuk penyakit zoonosis, yang dapat menular dari hewan ke manusia. Kelelawar buah menjadi reservoir alami virus ini, sementara penularan juga dapat melibatkan hewan ternak seperti babi.

Selain itu, penularan antar manusia dapat terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh, seperti droplet pernapasan, darah, urine, maupun melalui konsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.

Pihak RSUD Pandega menjelaskan, masa inkubasi Virus Nipah umumnya berlangsung antara 4 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, serta keluhan umum lainnya. Dalam beberapa kasus, dapat disertai muntah dan sakit tenggorokan.

Jika infeksi berkembang menjadi lebih berat, virus ini dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan gangguan serius seperti penurunan kesadaran, kejang, hingga radang otak yang berisiko fatal.

Tingkat fatalitas Virus Nipah dilaporkan cukup tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen. Kondisi ini membuat virus tersebut berpotensi membahayakan semua kelompok usia, termasuk anak-anak, sehingga kewaspadaan perlu dibangun secara kolektif.

Hingga saat ini, belum tersedia obat antivirus spesifik maupun vaksin untuk Virus Nipah. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah paling efektif dalam menekan risiko penularan.

Masyarakat diimbau untuk memastikan kebersihan makanan, terutama dengan mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi serta menghindari buah yang menunjukkan bekas gigitan hewan. Konsumsi daging juga harus dipastikan dalam kondisi matang sempurna.

Selain itu, masyarakat disarankan menghindari kontak langsung dengan hewan yang berpotensi membawa virus, seperti kelelawar dan babi.

Penggunaan alat pelindung diri saat berinteraksi dengan hewan serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk mencuci tangan secara rutin, menjadi langkah pencegahan penting.

RSUD Pandega mengajak masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada dan selektif dalam menyikapi informasi terkait Virus Nipah. Edukasi yang benar, kewaspadaan bersama, dan kedisiplinan dalam menerapkan langkah pencegahan dinilai mampu meminimalkan risiko penularan.

Sebagai fasilitas layanan kesehatan, RSUD Pandega Pangandaran menegaskan komitmennya untuk terus menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif, sekaligus mendorong kesadaran publik akan pentingnya deteksi dini dalam menghadapi ancaman penyakit menular berisiko tinggi.***


Catat, Ini Edukasi Medis RSUD Pandega Pangandaran Terkait Gaya Hidup bagi Penderita Hipertensi

PANGANDARANNEWS.COM- Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi “silent killer” yang kerap diabaikan masyarakat, banyak orang maupun penderita baru menyadari penyakit ini setelah muncul keluhan serius. Padahal, hipertensi bisa dicegah dan dikendalikan sejak dini.

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding pembuluh arteri berada di atas batas normal, dan secara medis seseorang dikatakan mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya mencapai lebih dari 140/90 mmHg. Kondisi ini, tentu tergolong sangat berbahaya bila tekanan darah sudah menyentuh angka 180/120 mmHg.

Demikian disampaikan Dokter Umum RSUD Pandega Pangandaran, dr. Fikri Dian Dinu Azizah, di akun resmi RSUD Pandega. Menurutnya, hipertensi dibagi menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

“Hipertensi primer berkembang secara perlahan tanpa penyebab yang jelas. Sementara hipertensi sekunder muncul lebih cepat dan biasanya dipicu oleh kondisi medis tertentu, sehingga bisa menjadi lebih parah,” jelasnya. (03/02/26).

Ia menjelaskan, penderita hipertensi wajib tahu faktor risiko yang sering tak disadari. Menurutnya, faktor penyebab hipertensi sangat beragam., salah satu yang paling berpengaruh adalah faktor genetik atau keturunan. Risiko ini tidak dapat diubah, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi.

Selain itu, usia juga menjadi faktor penting. Seiring bertambahnya usia fungsi organ tubuh, terutama ginjal dapat menurun. Kondisi ini memengaruhi keseimbangan cairan dan garam dalam tubuh, sehingga tekanan darah cenderung meningkat. 

Namun, Fikri menegaskan, sebagian besar kasus hipertensi justru dipicu oleh faktor yang bisa dikendalikan terutama pola hidup tidak sehat.

“Seperti kebiasaan merokok, konsumsi makanan tinggi garam dan gula, kurang aktivitas fisik, serta jarang berolahraga adalah penyebab hipertensi yang paling sering ditemui,” terangnya.

Tak hanya itu, kata Fikri, beberapa kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal juga dapat memicu terjadinya hipertensi dan membuat tekanan darah sulit dikontrol.

Sementara untuk penanganannya, Fikri menyarankan pengobatan hipertensi disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan sang penderita atau pasien. Umumnya, dokter akan merekomendasikan kombinasi perubahan gaya hidup dan penggunaan obat penurun tekanan darah.

Langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi. Antara lain dengan mengurangi konsumsi garam, berhenti merokok, rutin berolahraga, mengelola stres, menghindari alkohol. Selain itu juga dengan menjaga pola makan seimbang, mempertahankan berat badan ideal, serta mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Ia juuga tidak lupa mengingatkan, pencegahan tetap menjadi kunci utama. Meski penderita hipertensi bisa tenang dengan adanya obat, namun perubahan gaya hidup sehat jauh lebih efektif untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

“Hipertensi sebaiknya dicegah sejak dini. Jika sudah terlanjur mengalami tekanan darah tinggi, segera konsultasikan ke dokter, agar kondisinya bisa dikontrol dan tidak menimbulkan komplikasi,” ucapnya.***


Dalam Apel Pagi, Forkopimcam Cihaurbeuti Sepakat Tidak Buang Sampah Sembarangan

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cihaurbeuti, menggelar Apel Pagi Siaga Korve serentak di halaman Kantor Kecamatan Cihaurbeuti yang diikutiberbagai unsur Forkopimcam dan pihak terkait.(06/02/26). 

Dalam sambutannya Camat Cihaurbeuti, Hj. Enok Kursilah, S.Sos, mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Bupati tentang Gelar Apel Siaga Korve Serentak.

"Kabupaten atau kota harus dipastikan bersih, lingkungan harus mampu mengolah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya.

Kegiatan Korve ini, menurut Enok, merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat. 

Masih di tempat yang sama, Kapolsek Cihaurbeuti, Iptu Agus Predi Muharom, S.Ip, menambahkan, sasaran prioritas kegiatan kebersihan adalah tempat umum, jalan nasional, dan tempat ibadah.

Agus juga berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan, karena kebersihan merupakan bagian dari iman.

"Dan kami juga mengajak masyarakat Cihaurbeuti agar senantiasa menjaga keamanan dan kenyamanan jelang bulan Ramadhan," ungkapnya.(anwarwaluyo)

SLBN Bungursari Tasikmalaya Gelar Tasyakur dan Peresmian Revitalisasi serta RKB

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – SLBN Bungursari Kota Tasikmalaya menggelar Tasyakur dan Peresmian Revitalisasi serta Ruang Kelas Baru (RKB) APBD Tahun Anggaran 2025 pada Kamis, 5 Februari 2026. 

Acara ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SLBN Bungursari, Endang Rubiandini, S.Pd., M.Pd., beserta guru, pejabat daerah, dan tamu undangan lainnya.

Kepada Pangandaran News, Endang mengatakan, kegiatan ini sebagai rasa syukur atas rampungnya program pembangunan.

"Alhamdulillah, SLBN Bungursari mendapatkan bantuan Revitalisasi dan RKB dari APBD Provinsi Jawa Barat," ujarnya.

Endang mengatakan, enam bangunan yang telah selesai, diantaranya Kantin, Ruang UKS, Ruang Keterampilan Basah, Perpustakaan, dan RKB. 

"Kami berharap dukungan terus berlanjut agar peserta didik SLBN Bungursari bisa berprestasi," ungkap Endang.

Sementara KCD Wilayah 12, Zhairy Andhryanto, S.Pd., M.Pd.,  menjelaskan, anggaran pembangunan berasal dari APBN dan APBD Provinsi Jawa Barat, dan ini merupakan progres pemerintah dalam pemenuhan pelayanan pendidikan.

"Semoga mutu pendidikan di SLBN Bungursari terus meningkat," ucapnya.(anwarwaluyo)

Warga Cimangprang Karangnunggal Swadaya Perbaiki Jalan Sindanglengo-Tenjosari

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Jalan penghubung antara Dusun Sindanglengo dan Tenjosari di Kampung Cimangprang Desa Cikukulu Kecamatan Karangnungal Kabupaten Tasikmalaya kini tengah diperbaiki melalui upaya swadaya masyarakat, langkah ini menjadi bukti semangat kebersamaan warga dalam membangun kampung halaman.

Dari pantauan Pangandaran News sebelumnya, jalan yang menjadi fokus pembangunan telah lama berada dalam kondisi kurang mendukung sehingga menyebabkan kesulitan dalam transportasi orang dan barang. 

Menurut salah seorang warga, Cecep Ulumudin, kondisi jalan tersebut juga menghambat perkembangan aktivitas ekonomi lokal serta akses warga terhadap pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan.

Cecep sebagai penggagas kegiatan ini mengatakan, biaya pembangunan jalan ini tidak menerima bantuan dari pemerintah namun sepenuhnya dibiayai dan dikerjakan oleh masyarakat sendiri. 

"Warga menunjukkan antusiasme tinggi, diantaranya dengan menyumbang tenaga secara sukarela serta kontribusi material," ungkapnya.(06/02/26)

Cecep menyebut anggaran perbaikan jalan tersebut 100% dari swadaya masyarakat, sehingga pengerjaannya pun dijalankan dengan penuh kesadaran bersama.

Cecep juga berharap, perbaikan jalan ini bisa memberikan dampak positif bagi warga, diantaranya untuk mempermudah mobilitas warga antara Kedusunan Sindanglengo dan Dusun Tenjosari, meningkatkan akses pasar bagi hasil usaha lokal, memudahkan akses pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan dan juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan potensi pariwisata lokal.

Cecep juga berharap agar pembangunan dapat selesai dengan lancar, serta berharap adanya kontribusi dari berbagai pihak – baik dari donatur, pemerintah desa, hingga pemerintah kabupaten Tasikmalaya maupun dinas terkait di Kecamatan Karangnungal.

Saat ditemui di lokasi pekerjaan, kepada Pangandaran News Cecep juga menyampaikan, bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan atau mengetahui perkembangan pembangunan lebih lanjut dapat menghubungi langsung dirinya yang ditunjuk sebagai pegagas pembangunan.

"Atau bisa juga datang langsung ke lokasi di Kampung Cimangprang, Kedusunan Sindanglengo," jelasnya.(anwarwaluyo)

 

Kena Sanksi Administrasi KLH, Pengelolaan Sampah di TPA Purbahayu Pangandaran Masih Open Dumping

PANGANDARANNEWS.COM - Tempat Pengelolaan sampah (TPA) Purbahayu yang ada di Kecamatan Pangandaran, hingga saat ini masih menerapkan sistem open dumping.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pangandaran Irwansyah, pengelolaan sampah di Kabupaten Pangandaran saat ini sudah sangat kritis.

Idealnya, kata Irwansyah, TPA Purbahayu itu sudah menggunakan Sanitary Landfill. 

"Jadi, ada pembuangan limbah, ada pembuangan air lindi, tapi di kita belum maksimal," katanya kepada sejumlah awak media. (05/02/26)

Ia mengatakan, Kabupaten Pangandaran dan beberapa kabupaten-kota lainya saat ini terkena sanksi administrasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) karena menggunakan sistem open dumping.

Sebenarnya TPA Purbahayu di Kabupaten Pangandaran, jelas Irwansyah, sudah harus ditutup. Tapi hanya atas izin bupati, sudah sampaikan permohonan surat perpanjangan sanksi sampai dengan Desember 2026.

"Namun perpanjangan itu tentu saja dengan syarat Kabupaten Pangandaran harus melakukan upaya-upaya untuk penataan kembali pengelolaan sampah," terangnya.

Karena saat ini masih sistem open dumping atau langsung pembuangan sampah tanpa diurus, itu yang menyebabkan pencemaran.

"Nah kita diharuskan untuk melakukan upaya-upaya perbaikan, tentu saja dengan merubah ke sistem Sanitary Landfill," jelasnya lagi.

Ia menambahkan, upaya di ahun ini pihaknya sedang melakukan pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) dan pengadaan satu alat berat baru berupa eksavator.

"Nanti ada proses pengurugan, artinya sampah itu akan diurug tidak boleh terbuka," katanya.

Seperti diketahui, TPA Purbahayu pernah mengalami kebakaran di tahun 2023 lalu. Dan saat itu, memerlukan waktu lebih dari sekitar satu bulan untuk proses pemadamannya.

Kala itu bencana tersebut tentu menjadi pukulan telak bagi Pemkab, pasalnya pengelolaan sampah yang masih menggunakan open dumping membuat upaya pemadaman jadi sulit.(hiek)

Soal Limbah di Pantai Barat, PHRI Sebut Pemda Pangandaran Belum Punya Blueprint

PANGANDARANNEWS.COM - Saat diminta komentarnya terkait limbah di Pantai Barat Pangandaran, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana ataqu yang akrab dipanggil Agus Savana  menegaskan, limbah tersebut bukan berasal dari hotel saja.

Agus mengatakan, permasalahan limbah di kawasan wisata Pantai Pangandaran merupakan masalah lama yang hingga kini belum tertangani secara menyeluruh. Dan celakanya, hotel kerap dijadikan kambing hitam meski hampir seluruh hotel sudah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Padahal kawasan wisata Pangandaran kan bercampur juga dengan rumah penduduk, WC umum, dan berbagai aktivitas lain yang juga menghasilkan limbah,” jelasnya, kepada awak media.(03/02/26).

Ia menambahkan, saat musim liburan atau hight season lonjakan  kunjungan wisatawan memang berpotensi membuat kapasitas IPAL hotel melampaui batas. Namun kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari kontribusi limbah rumah tangga dan fasilitas umum yang masuk ke saluran drainase yang sama, sehingga terkesan itu aliran dari hotel saja.

Agus menyebut, pihaknya sudah melakukan pengecekan di sejumlah saluran air di kawasan wisata Pantai Pangandaran dan ternyata sumber limbah tersebut berasal dari berbagai titik bukan hanya dari area hotel.

Intinya, kata Agus, akar persoalan justru terletak pada buruknya tata kelola drainase di kawasan wisata Pantai Barat Pangandaran.

"Hujan sebentar saja pasti banjir, Ini kan menandakan drainase tidak berjalan dengan baik,” tegasnya.

Padahal secara geografis, menurut Agus, Pangandaran memiliki karakter tanah berpasir yang harusnya mampu menyerap air dengan cepat. Dan selain itu kawasan wisata Pangandaran ini dikelilingi laut dan dilintasi sungai besar yang secara alami menjadi titik pembuangan air sehingga kalau hujan deras 30 menit sampai satu jam saja sudah tergenang itu tidak wajar. 

"Sungai dan laut adalah titik terendah, tapi air hujan tidak terdistribusi dengan baik ke sana,” jelasnya.

Agus menyebut, kondisi ini tentu menguatkan dugaan bahwa sistem drainase di kawasan wisata Pangandaran belum bagus dan tidak berfungsi optimal.

Harusnya, imbuh Agus, ada blueprint yang jelas. Saluran ke mana, titik terendah di mana dan induknya dibuang ke mana. 

"Dan itu yang sampai sekarang belum jelas,” tegasnya lagi.(hiek)

Pastikan Kondisi Di Sejumlah Lokasi Jelang Ramadhan, Sekda Pangandaran Tinjau Sejumlah Titik Strategis

PANGANDARANNEWS.COM
– Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026, Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, Dr.H. Kusdiana, M.M, pimpin langsung saat melakukan peninjauan ke sejumlah titik strategis di wilayah Pangandaran. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan pemerintah daerah dalam menciptakan suasana yang tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan selama bulan Ramadhan. 

Dalam keterangannya di akun resmi Instagram @iyang.kusdiana, ia menyampaikan, pemantauan lapangan ini bertujuan untuk memastikan serta kesiapan di berbagai sektor, mulai dari pelayanan, ketertiban hingga kebersihan lingkungan.

“Jelang bulan suci Ramadhan kami ingin memastikan kondisi di beberapa titik strategis di Kabupaten Pangandaran,” tulisnya.(03/02/26) 

Kegiatan tersebut diawali dengan peninjauan pintu tiket masuk kawasan wisata Cikembulan yang menjadi salah satu akses utama wisatawan, dan dilanjutkan dengan melakukan pemantauan di kawasan Pantai Barat Pangandaran termasuk melihat langsung aktivitas para pedagang serta kondisi lingkungan sekitar kawasan wisata.

Selain ke sejumlah titik lokasi, ia juga berkunjung ke Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memastikan kesiapan personel dalam menjaga ketertiban umum selama bulan Ramadhan. Dan kemudian dilanjutkan dengan mengecek kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Purbahayu, untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal. 

Menurutnya, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadha, sekaligus menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan. 

“Kami berharap melalui persiapan yang matang, pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan dapat berjalan dengan khusyuk serta aktivitas masyarakat dan wisatawan tetap berlangsung secara tertib dan kondusif,”ucapnya.(hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN