Pangbagea Pangandaran, Alun-Alun Senilai Belasan Milyar Kini Kehilangan Fungsi

PANGANDARANNEWS.COM - Fasilitas publik yang digadang-gadang akan menjadi pusat jajanan dan ruang sosial di Alun-alun Pangbagea di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi tepatnya di depan kantor Sekreatariat Daerah Kabupaten Pangandaran, kini terbengkalai.
Alun-alun yang diresmikan Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil pada tanggal 20 Pebruari tahun 2022 lalu yang diberi nama  “Alun-alun Pangbagea, tadinya diharapkan bisa menjadi pusat keramaian baru itu, naum kini kenyataannya merana tanpa perawatan.

Nama 'Pangbagea' yang bermakna tempat berkumpulnya orang-orang bahagia pun kini tak sesuai dengan tujuan awal, pasalnya  Alun-alun ini sudah mulai ditinggalkan pengunjung sehingga kehilangan fungsinya sebagai ruang publik.

Walau pun terkesan megah namun area UMKM yang terletak di bagian bawah alun-alun tutup total, tidak ada aktivitas perdagangan di sana dan kondisinya pun tampak kumuh dan tak terurus.

Seperti diketahu, pengerjaan proyek Alun-alun Pangbagea dibangun dari anggaran Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat tahun 2021 senilai Rp18 miliar. Fasilitasnya pun meliputi lapangan upacara, area jogging, taman bermain, pusat kreatif, area hijau, hingga food court.

Namun saat ini area food court dan gerobak UMKM mati total, meski sesekali masih ada warga yang sekadar singgah di area taman.

Saat diminta komentarnya, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, membenarkan bahwa aktivitas di lokasi tersebut sudah lama terhenti.

 "Karena suasananya sepi akhirnya pedagang pun tidak ada yang mau berjualan," terang Tedi, (22/01/26)

 Tedi mengatakan, sejumlah gerobak UMKM bantuan salah satu bank daerah atas inisiatif Dinas Koperasi dengan nilai pengadaan di bawah Rp70 jut yang tak terpakai ini pun sudah diserahkan kepada pemerintah desa setempat agar tetap bisa dimanfaatkan masyarakat.

Sementara menurut salah seorang warga yang enggan ditulis namanya, Alun-alun Pangbagea memang tidak strategis untuk berjualan.

“Walaupun lokasinya depan kantor setda Pangandaran tapi jauh dari keramaian, dan warga pun jarang main ke sana," terangnya.(hiek)



Walau Anggaran Dipangkas 70 Persen, Pemdes Cipatujah Tetap Siaga Layani Masyarakat

Kades Cipatujah, Asep
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKMALAYA – Anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Tasikmalaya mengalami pemangkasan hingga 70 persen, hal ini tentu membuat pemerintahan desa menghadapi dilema akibat keterbatasan anggaran. 

Seperti disampaikan Kepala Desa Cipatujah, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Asep, saat wawancara dengan Pangandarannews.com di ruang kerjanya. (26/01/26)

Namun walau demikian, kata Asep, hal tersebut tidak mengurangi komitmen Pemerintah Desa Cipatujah untuk memprioritaskan pelayanan masyarakat. 

"Dana pangkas engga apa apa, cuma ya jadi dilema aja," ucap Asep.

Asep mengatakan, Pemdes Cipatujah juga mungkin saat ini tidak akan fokus pada pembangunan besar-besaran. Prioritas utama diberikan untuk memenuhi harapan dan kebutuhan guru diniyah, kader Posyandu, serta anggota Linmas, termasuk memperhatikan kebutuhan guru dan gaji bagi kader serta Linmas, sesuai yang telah disepakati melalui musyawarah desa.

"Apalagi Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya juga memperhatikan kelompok guru Diniyah, kader Posyandu, dan Linmas," tambah Asep.(anwarwaluyo)

 

 

Kades Sindangasih, Walau Anggaran Dipangkas Pemdes Tetap Utamakan Pelayanan Warga

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Salah satu bentuk kepedulian terhadap warga, Pemerintah Desa (Pemdes) Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya dengan menjenguk warga yang sedang sakit. 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tedi Ruslan, S.S.Pd, beserta istri yang juga menjabat sebagai kader PKK Desa Sindangasih.

Tedi mengatakan, pihaknya selalu peduli dan memberikan perhatian sosial kepada seluruh warga Desa Sindangasih meskipun tahun 2026 terdapat pemangkasan anggaran dana desa.

"Namun kami tetap mengutamakan pelayanan terbaik untuk masyarakat secara keseluruhan," kata Kepala Desa Tedi Ruslan.(25/01/26)

Ia juga berharap, kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi dengan masyarakat dan menunjukkan komitmen sebagai pelayan masyarakat.

"Komitmen kami tetap melaksanakan pelayanan terhadap warga menjadi prioritas Pemdes Sindangkasih," ungkapnya. (anwarwaluyo)

Jalur Cikatomas-Papayan-Cikalong Diperbaiki, Masyarakat Tasik Selatan Bahagia

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Perbaikan jalur Cikatomas-Papayan-Cikalong di wilayah Tasik Selatan, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi kabar gembira bagi masyarakat setelah puluhan tahun dalam kondisi rusak. Proyek ini merupakan bagian dari upaya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam pengembangan infrastruktur.

Dani, salah satu sales yang sering menggunakan jalur tersebut, sangat bersyukur dan menyampaikan, "Jalan mulus, jalan kasep, ngaleser sebentar lagi terwujud. Merdeka! Puluhan tahun menikmati jalan butut gini, udah merdeka."

Masyarakat berharap proyek segera selesai agar akses jalan menjadi lebih baik dan mendukung kemajuan wilayah Tasikmalaya. (anwarwaluyo)

MUI Pangandaran Serukan, Sinergitas Ulama dan Aparat Untuk Kondusifitas Bulan Ramadhan

PANGANDARANNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran, KH. Harun Al Aziz, mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat khususnya para ulama dan aparat kepolisian untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kenyamanan dan keamanan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Seruan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana ibadah yang khusyuk dan kondusif bagi umat Islam, khususnya di Kabupaten Pangandaran.

"Kami titip kepada semua unsur terutama MUI di tingkat kecamatan dan pihak kepolisian agar berperan aktif menciptakan kenyamanan dan keamanan bulan suci Ramadhan mendatang," ungkapnya, dalam rangkaian acara Pelantikan MUI Kecamatan Pangandaran bertempat di hotel Rahayu.(23/01/26)

Masih di tempat yang sama, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran yang baru dilantik, Kiai Subariyo, menegaskan pentingnya kebersamaan dalam membangun daerah. 

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat merupakan mitra strategis yang harus bersinergi demi kemajuan Pangandaran.

“Semua elemen masyarakat adalah mitra, sehingga perlu bersinergi dalam membangun Pangandaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan, Ustadz Dani Ramdani, S.H., mengaku merasa bersyukur dan bangganya atas suksesnya acara tersebut.

Ia menjelaskan, hampir 100 persen undangan dan peserta hadir serta mengikuti prosesi pelantikan dengan penuh kekhidmatan.

Camat Pangandaran, Mahfudz Ghozali, SIP turut mengapresiasi terhadap peran MUI sebagai pembimbing dan benteng umat.

Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar seremonial melainkan wujud nyata sinergitas antara ulama dan umara. 

“Dengan pelantikan ini saya yakin MUI ke depan akan lebih proaktif dalam membangun Kecamatan Pangandaran,” ucapnya.(harisfirdaus)

Tanggapi Aksi Warga, Kades Bungursari Langsung Berhentikan Dua Perangkatnya

PANGANDARAN NEWS.COM – Ratusan warga  siang tadi ramai-ramai mendatangi melakukan aksi ke Kantor Desa Bungur Raya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, menuntut pemberhentian dua orang perangkat desa, Kamis (22/01/26)

 Aksi tersebut dipicu adanya dugaan pernikahan siri yang dilakukan oleh dua perangkat Desa Bungursari masing-masing berinisial A.S, menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan dan A.S.R, menjabat sebagai staf desa.

Menurut keterangan, nikah siri tersebut terjadi pada tahun 2024 dan pihak laki-laki diketahui masih berstatus menikah secara resmi.

Menurut Koordinator aksi, Andri Irawan, tuntutan warga agar kedua perangkat desa tersebut langsung diberhentikan.

“Kami menuntut hari ini juga kedua agar kedua perangkat desa tersebut diberhentikan dari jabatannya,” tegas Andri.

Sementara menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Desa Bungur Raya, Halim, menyampaikan, pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan keduanya.

“Kami merespons aspirasi masyarakat, dan langsung memberhentikan kedua perangkat desa tersebut,” ujar Halim.

Halim mengakui, hasil klarifikasi menunjukkan kedua perangkatnya memang telah melakukan pernikahan sirri pada tahun 2024.

“Saat pernikahan siri itu berlangsung, A.S. masih memiliki istri sah dan saat ini sedang dalam proses perceraian,” terangnya.(hiek)


Warga Tasikmalaya Keluhkan Terkait Buruknya Pengelolaan Taman Dadaha

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kondisi area Dadaha di Kota Tasikmalaya tampak masih belum terkelola dengan baik, lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati area parkir dan trotoar membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Hal ini disampaikan salah seorang warga, Ridwan, yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengelolaan taman kebangsaan warga Tasik.

Ridwan juga menyarankan agar Pemkot Tasik mengambil contoh dari kota lain yang telah berhasil mengelola PKL dan parkir dengan tertata rapi, sehingga pengunjung pun merasa nyaman.

"Misalnya, bisa saja studi banding dilakukan ke lokasi yang jauh ke Ciamis untuk mempelajari tata kelola yang baik," ujarnya.

Ridwan juga berharap Kota Tasikmalaya dapat menjadi lebih rapih, bersih, dan teratur, serta menghindari adanya PKL yang sudah merampas hak pejalan kaki  yang sudah merubah alih fungsi trotoar.

"Dalam kan aturan sudah jelas peruntukan trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk lapak pedagang, " tegasnya. (anwarwaluyo)

Situs Karangmulyan Ciamis, Legenda Ciung Wanara dan Bukti Peradaban Besar Kerajaan Galuh

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Legenda Ciung Wanara yang telah lama menjadi bagian dari khazanah budaya Sunda ternyata bukan hanya dongeng rakyat belaka. Situs Wisata Budaya Karangmulyan di Kabupaten Ciamis merupakan peninggalan nyata Kerajaan Galuh yang berdiri dari abad ke-7 hingga ke-14 Masehi, menjadi bukti keberadaan peradaban besar di tanah Pasundan.

Ciung Wanara adalah putra Prabu Permana Di Kusumah dan Dewi Naganingrum, raja dan ratu Kerajaan Galuh abad ke-7 Masehi yang ibu kotanya berada di kawasan Karangmulyan. Setelah lahir, ia dihanyutkan ke Sungai Citanduy oleh rencana jahat menteri Aria Kebonan dan Dewi Pangrenyep.

Situs Karangmulyan memiliki berbagai peninggalan sejarah berupa batu-batu bersejarah, antara lain:

- Tempat Sabung Ayam

- Sumur Panyipuhan

- Batu Pangcalikan

- Batu Panyandaan

- Batu Lambang Peribadatan

Kawasan ini tidak hanya menjadi tempat ziarah, namun juga dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya yang menyajikan nilai sejarah serta keindahan alam sekitar. (anwarwaluyo)

RSUD KH.Z. Musthafa Tasikmalaya Tingkatkan Pelayanan Kesehatan dengan Kepedulian

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - RSUD KH.Z. Musthafa Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan komitmennya dalam menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan landasan utama kepedulian terhadap setiap pasien dan masyarakat. Dengan moto "Kami percaya pelayanan terbaik dimulai dari kepedulian", RSUD KH.Z. Musthafa terus berupaya meningkatkan standar pelayanan demi mewujudkan masyarakat Tasikmalaya yang lebih sehat dan sejahtera.

Masyarakat dapat menghubungi hotline resmi RSUD KH.Z. Musthafa untuk informasi dan penanganan cepat:

- Hotline Kegawatdaruratan: 081323170253

- Hotline Informasi & Pengaduan: 081120076444


RSUD KH.Z. Musthafa juga aktif di media sosial:

📸 Instagram: @rsudkhz.musthafa

🎬 TikTok: @pkrsrsudkhz.musthafa

▶️ YouTube: RSUD KH.Z. MUSTHAFA

📘 Facebook: RSUD KH.Z. Musthafa 

*anwarwaluyo*

Untuk Kenyamanan Wisatan, Pemda Pangandaran Akan Tata Kembali Pedagang di Pantai Karapyak

PANGANDARANNEWS.COM - Para pedagang yang biasa berjualan di Objek Wisata Pantai Karapyak akan ditata kembali oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariiwsata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan tata kelola kawasan di obyek wisata agar lebih tertib dan bersih.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha, saat wawancara dengan sejumlah awak media di ruang kerjanya.(22/01/26)

Menurutnya, penataan tersebut meliputi pengaturan lokasi berjualan, penertiban bangunan semi permanen dan serta jarak lapak pedagang agar tidak mengganggu akses pengunjung dan panorama pantai. 

Ia menyebut, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah desa setempat agar proses penataan berjalan humanis tanpa merugikan para pedagang.

"Pantai Karapyak merupakan salah satu destinasi unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan," ungkapnya.

Obyek wisata pantai Karapyak juga, kata Dadan, harus memiliki kenyamanan, keindahan, keamanan dan memiliki estetika yang baik yang pada ujungnya kenyamanan wisatawan harus menjadi prioritas utama.

Ia mengatakan, penataan ini bukan untuk mematikan usaha pedagang tetapi justru untuk menciptakan kawasan wisata yang lebih rapi, nyaman, dan memiliki estetika menarik sehingga jumlah kunjungan wisatawan bisa meningkat.

Selain penataan pedagang, imbuhnya, Disparbud juga mendorong peningkatan kesadaran kebersihan lingkungan dengan mengimbau pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan pantai serta tidak membuang sampah sembarangan.

"Saya bersyukur karena ternyata pedagang di Pantai Karapyak menyambut baik langkah tersebut, meski berharap pemerintah tetap memberikan solusi agar aktivitas ekonomi mereka tetap berjalan," ujarnya.

Dadan juga berharap penataan ini dapat membawa dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan sehingga mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

Sementara Kasatpol PP Kabupaten Pangandaran, Bangi menambakan, pihaknya menemukan sedikitnya ada 8 bangunan kios baru di bagian selatan jalan wisata serta 31 kios yang menumpang di tanah warga. Dan kemunculan bangunan baru bermula dari adanya 5 pedagang yang menempati kios milik Pemerintah Pangandaran, sehingga keberadaannya memunculkan polemik pedagang.

“Keberadaan kios ternyata memicu konflik pedagang lainnya yang merasa tidak adil jika ada kios di sebelah selatan jalan," terangnya.(hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN