Kades Sindangasih, Walau Anggaran Dipangkas Pemdes Tetap Utamakan Pelayanan Warga

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Salah satu bentuk kepedulian terhadap warga, Pemerintah Desa (Pemdes) Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya dengan menjenguk warga yang sedang sakit. 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tedi Ruslan, S.S.Pd, beserta istri yang juga menjabat sebagai kader PKK Desa Sindangasih.

Tedi mengatakan, pihaknya selalu peduli dan memberikan perhatian sosial kepada seluruh warga Desa Sindangasih meskipun tahun 2026 terdapat pemangkasan anggaran dana desa.

"Namun kami tetap mengutamakan pelayanan terbaik untuk masyarakat secara keseluruhan," kata Kepala Desa Tedi Ruslan.(25/01/26)

Ia juga berharap, kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi dengan masyarakat dan menunjukkan komitmen sebagai pelayan masyarakat.

"Komitmen kami tetap melaksanakan pelayanan terhadap warga menjadi prioritas Pemdes Sindangkasih," ungkapnya. (anwarwaluyo)

Jalur Cikatomas-Papayan-Cikalong Diperbaiki, Masyarakat Tasik Selatan Bahagia

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Perbaikan jalur Cikatomas-Papayan-Cikalong di wilayah Tasik Selatan, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi kabar gembira bagi masyarakat setelah puluhan tahun dalam kondisi rusak. Proyek ini merupakan bagian dari upaya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam pengembangan infrastruktur.

Dani, salah satu sales yang sering menggunakan jalur tersebut, sangat bersyukur dan menyampaikan, "Jalan mulus, jalan kasep, ngaleser sebentar lagi terwujud. Merdeka! Puluhan tahun menikmati jalan butut gini, udah merdeka."

Masyarakat berharap proyek segera selesai agar akses jalan menjadi lebih baik dan mendukung kemajuan wilayah Tasikmalaya. (anwarwaluyo)

MUI Pangandaran Serukan, Sinergitas Ulama dan Aparat Untuk Kondusifitas Bulan Ramadhan

PANGANDARANNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran, KH. Harun Al Aziz, mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat khususnya para ulama dan aparat kepolisian untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kenyamanan dan keamanan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Seruan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana ibadah yang khusyuk dan kondusif bagi umat Islam, khususnya di Kabupaten Pangandaran.

"Kami titip kepada semua unsur terutama MUI di tingkat kecamatan dan pihak kepolisian agar berperan aktif menciptakan kenyamanan dan keamanan bulan suci Ramadhan mendatang," ungkapnya, dalam rangkaian acara Pelantikan MUI Kecamatan Pangandaran bertempat di hotel Rahayu.(23/01/26)

Masih di tempat yang sama, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran yang baru dilantik, Kiai Subariyo, menegaskan pentingnya kebersamaan dalam membangun daerah. 

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat merupakan mitra strategis yang harus bersinergi demi kemajuan Pangandaran.

“Semua elemen masyarakat adalah mitra, sehingga perlu bersinergi dalam membangun Pangandaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan, Ustadz Dani Ramdani, S.H., mengaku merasa bersyukur dan bangganya atas suksesnya acara tersebut.

Ia menjelaskan, hampir 100 persen undangan dan peserta hadir serta mengikuti prosesi pelantikan dengan penuh kekhidmatan.

Camat Pangandaran, Mahfudz Ghozali, SIP turut mengapresiasi terhadap peran MUI sebagai pembimbing dan benteng umat.

Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar seremonial melainkan wujud nyata sinergitas antara ulama dan umara. 

“Dengan pelantikan ini saya yakin MUI ke depan akan lebih proaktif dalam membangun Kecamatan Pangandaran,” ucapnya.(harisfirdaus)

Tanggapi Aksi Warga, Kades Bungursari Langsung Berhentikan Dua Perangkatnya

PANGANDARAN NEWS.COM – Ratusan warga  siang tadi ramai-ramai mendatangi melakukan aksi ke Kantor Desa Bungur Raya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, menuntut pemberhentian dua orang perangkat desa, Kamis (22/01/26)

 Aksi tersebut dipicu adanya dugaan pernikahan siri yang dilakukan oleh dua perangkat Desa Bungursari masing-masing berinisial A.S, menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan dan A.S.R, menjabat sebagai staf desa.

Menurut keterangan, nikah siri tersebut terjadi pada tahun 2024 dan pihak laki-laki diketahui masih berstatus menikah secara resmi.

Menurut Koordinator aksi, Andri Irawan, tuntutan warga agar kedua perangkat desa tersebut langsung diberhentikan.

“Kami menuntut hari ini juga kedua agar kedua perangkat desa tersebut diberhentikan dari jabatannya,” tegas Andri.

Sementara menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Desa Bungur Raya, Halim, menyampaikan, pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan keduanya.

“Kami merespons aspirasi masyarakat, dan langsung memberhentikan kedua perangkat desa tersebut,” ujar Halim.

Halim mengakui, hasil klarifikasi menunjukkan kedua perangkatnya memang telah melakukan pernikahan sirri pada tahun 2024.

“Saat pernikahan siri itu berlangsung, A.S. masih memiliki istri sah dan saat ini sedang dalam proses perceraian,” terangnya.(hiek)


Warga Tasikmalaya Keluhkan Terkait Buruknya Pengelolaan Taman Dadaha

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kondisi area Dadaha di Kota Tasikmalaya tampak masih belum terkelola dengan baik, lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati area parkir dan trotoar membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Hal ini disampaikan salah seorang warga, Ridwan, yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengelolaan taman kebangsaan warga Tasik.

Ridwan juga menyarankan agar Pemkot Tasik mengambil contoh dari kota lain yang telah berhasil mengelola PKL dan parkir dengan tertata rapi, sehingga pengunjung pun merasa nyaman.

"Misalnya, bisa saja studi banding dilakukan ke lokasi yang jauh ke Ciamis untuk mempelajari tata kelola yang baik," ujarnya.

Ridwan juga berharap Kota Tasikmalaya dapat menjadi lebih rapih, bersih, dan teratur, serta menghindari adanya PKL yang sudah merampas hak pejalan kaki  yang sudah merubah alih fungsi trotoar.

"Dalam kan aturan sudah jelas peruntukan trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk lapak pedagang, " tegasnya. (anwarwaluyo)

Situs Karangmulyan Ciamis, Legenda Ciung Wanara dan Bukti Peradaban Besar Kerajaan Galuh

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Legenda Ciung Wanara yang telah lama menjadi bagian dari khazanah budaya Sunda ternyata bukan hanya dongeng rakyat belaka. Situs Wisata Budaya Karangmulyan di Kabupaten Ciamis merupakan peninggalan nyata Kerajaan Galuh yang berdiri dari abad ke-7 hingga ke-14 Masehi, menjadi bukti keberadaan peradaban besar di tanah Pasundan.

Ciung Wanara adalah putra Prabu Permana Di Kusumah dan Dewi Naganingrum, raja dan ratu Kerajaan Galuh abad ke-7 Masehi yang ibu kotanya berada di kawasan Karangmulyan. Setelah lahir, ia dihanyutkan ke Sungai Citanduy oleh rencana jahat menteri Aria Kebonan dan Dewi Pangrenyep.

Situs Karangmulyan memiliki berbagai peninggalan sejarah berupa batu-batu bersejarah, antara lain:

- Tempat Sabung Ayam

- Sumur Panyipuhan

- Batu Pangcalikan

- Batu Panyandaan

- Batu Lambang Peribadatan

Kawasan ini tidak hanya menjadi tempat ziarah, namun juga dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya yang menyajikan nilai sejarah serta keindahan alam sekitar. (anwarwaluyo)

RSUD KH.Z. Musthafa Tasikmalaya Tingkatkan Pelayanan Kesehatan dengan Kepedulian

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - RSUD KH.Z. Musthafa Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan komitmennya dalam menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan landasan utama kepedulian terhadap setiap pasien dan masyarakat. Dengan moto "Kami percaya pelayanan terbaik dimulai dari kepedulian", RSUD KH.Z. Musthafa terus berupaya meningkatkan standar pelayanan demi mewujudkan masyarakat Tasikmalaya yang lebih sehat dan sejahtera.

Masyarakat dapat menghubungi hotline resmi RSUD KH.Z. Musthafa untuk informasi dan penanganan cepat:

- Hotline Kegawatdaruratan: 081323170253

- Hotline Informasi & Pengaduan: 081120076444


RSUD KH.Z. Musthafa juga aktif di media sosial:

📸 Instagram: @rsudkhz.musthafa

🎬 TikTok: @pkrsrsudkhz.musthafa

▶️ YouTube: RSUD KH.Z. MUSTHAFA

📘 Facebook: RSUD KH.Z. Musthafa 

*anwarwaluyo*

Untuk Kenyamanan Wisatan, Pemda Pangandaran Akan Tata Kembali Pedagang di Pantai Karapyak

PANGANDARANNEWS.COM - Para pedagang yang biasa berjualan di Objek Wisata Pantai Karapyak akan ditata kembali oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariiwsata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan tata kelola kawasan di obyek wisata agar lebih tertib dan bersih.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha, saat wawancara dengan sejumlah awak media di ruang kerjanya.(22/01/26)

Menurutnya, penataan tersebut meliputi pengaturan lokasi berjualan, penertiban bangunan semi permanen dan serta jarak lapak pedagang agar tidak mengganggu akses pengunjung dan panorama pantai. 

Ia menyebut, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah desa setempat agar proses penataan berjalan humanis tanpa merugikan para pedagang.

"Pantai Karapyak merupakan salah satu destinasi unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan," ungkapnya.

Obyek wisata pantai Karapyak juga, kata Dadan, harus memiliki kenyamanan, keindahan, keamanan dan memiliki estetika yang baik yang pada ujungnya kenyamanan wisatawan harus menjadi prioritas utama.

Ia mengatakan, penataan ini bukan untuk mematikan usaha pedagang tetapi justru untuk menciptakan kawasan wisata yang lebih rapi, nyaman, dan memiliki estetika menarik sehingga jumlah kunjungan wisatawan bisa meningkat.

Selain penataan pedagang, imbuhnya, Disparbud juga mendorong peningkatan kesadaran kebersihan lingkungan dengan mengimbau pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan pantai serta tidak membuang sampah sembarangan.

"Saya bersyukur karena ternyata pedagang di Pantai Karapyak menyambut baik langkah tersebut, meski berharap pemerintah tetap memberikan solusi agar aktivitas ekonomi mereka tetap berjalan," ujarnya.

Dadan juga berharap penataan ini dapat membawa dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan sehingga mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

Sementara Kasatpol PP Kabupaten Pangandaran, Bangi menambakan, pihaknya menemukan sedikitnya ada 8 bangunan kios baru di bagian selatan jalan wisata serta 31 kios yang menumpang di tanah warga. Dan kemunculan bangunan baru bermula dari adanya 5 pedagang yang menempati kios milik Pemerintah Pangandaran, sehingga keberadaannya memunculkan polemik pedagang.

“Keberadaan kios ternyata memicu konflik pedagang lainnya yang merasa tidak adil jika ada kios di sebelah selatan jalan," terangnya.(hiek)

Bentuk Karakter Siswa, SDN 4 Sindangkasih Siapkan Rangkaian Kegiatan Bulan Ramadhan

Iin Solihin
PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Menjelang kedatangan bulan suci Ramadhan, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Sindangkasih Kabupaten Ciamis saat ini tengah mempersiapkan serangkaian kegiatan untuk membimbing siswa-siswinya, rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang baik sesuai dengan visi dan misi sekolah.

Seperti disampaikan Kepala Sekolah, Iin Solihin, S.Pd dalam wawancara dengan Pangandarannews.com di ruang kerjanya, kegiatan yang disiapkan meliputi beberapa pembiasaan penting bagi murid-murid, antara lain,

- Melaksanakan sholat Dhuha secara berjamaah

- Menghafal dan tadarus Al-Qur'an

- Melaksanakan bakti sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat sekitar, yang juga mengedepankan nilai-nilai Pancasila

Iin menjelaskan, untuk keperluan biaya kegiatan ini sekolah juga menerima bantuan dari orang tua siswa yang berperan sebagai donatur. 

"Dan Alhamdulillah  tahun kemarin banyak siswa siswi yang meraih prestasi," ucapnya.(22/01/26)

Iin jug,  berharap di bulan Ramadhan tahun ini siswa siswi SDN 4 Singdamgkasih tidak hanya ikut tadarus Al-Qur'an tetapi juga mengikuti kuliah subuh dan kultum Ramadhan.

Dengan rangkaian kegiatan religi di bulan Ramadhan, Ia berharap agar berbagai persiapan yang dilakukan siswa-siswi SDN 4 Singdamgkasih dapat menjalani bulan Ramadhan dengan baik dan menjadi generasi yang berkualitas, berkarakter, berprestasi, serta kreatif di segala bidang.(anwarwaluyo)

Kedes Cibalong Khawatir Pemangkasan Anggaran Tahun 2016 Akan Berdampak Pada Program Pembangunan

Dedi Suryadi
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kabar pemangkasan anggaran Dana Desa tahun 2026 sebesar 60 persen termasuk pemangkasan tunjangan hari kepala desa di Kabupaten Tasikmalaya sampaknya cukup signifikan, mulai dari terganggunya upaya pengentasan kemiskinan hingga pembatalan proyek irigasi pertanian yang dinantikan masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Desa Cibalong Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Suryadi, saat ditemui awak media di ruang kerjanya. (21/01/26)

Menurutnya, hal ini datang secara tiba-tiba di akhir Desember 2025, padahal rencana program dan anggaran telah disepakati melalui musyawarah dari tingkat dusun hingga desa.

Dedi mengaku khawatir terkait pemangkasan ini akan berdampak terhambatnya pembangunan yang ada di desa meskipun desa memiliki potensi lain di sektor pertanian dan perikanan, saat ini para kepala desa harus mengalokasikan dana terbatas pada program prioritas.

"Kami berharap pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dapat menemukan solusi dan lebih memperhatikan potensi desa agar dapat berkembang optimal, sekaligus menyesuaikan dengan tuntutan untuk mandiri," ujarnya.(anwarwaluyo)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN