Situs Karangmulyan Ciamis, Legenda Ciung Wanara dan Bukti Peradaban Besar Kerajaan Galuh

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Legenda Ciung Wanara yang telah lama menjadi bagian dari khazanah budaya Sunda ternyata bukan hanya dongeng rakyat belaka. Situs Wisata Budaya Karangmulyan di Kabupaten Ciamis merupakan peninggalan nyata Kerajaan Galuh yang berdiri dari abad ke-7 hingga ke-14 Masehi, menjadi bukti keberadaan peradaban besar di tanah Pasundan.

Ciung Wanara adalah putra Prabu Permana Di Kusumah dan Dewi Naganingrum, raja dan ratu Kerajaan Galuh abad ke-7 Masehi yang ibu kotanya berada di kawasan Karangmulyan. Setelah lahir, ia dihanyutkan ke Sungai Citanduy oleh rencana jahat menteri Aria Kebonan dan Dewi Pangrenyep.

Situs Karangmulyan memiliki berbagai peninggalan sejarah berupa batu-batu bersejarah, antara lain:

- Tempat Sabung Ayam

- Sumur Panyipuhan

- Batu Pangcalikan

- Batu Panyandaan

- Batu Lambang Peribadatan

Kawasan ini tidak hanya menjadi tempat ziarah, namun juga dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya yang menyajikan nilai sejarah serta keindahan alam sekitar. (anwarwaluyo)

RSUD KH.Z. Musthafa Tasikmalaya Tingkatkan Pelayanan Kesehatan dengan Kepedulian

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - RSUD KH.Z. Musthafa Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan komitmennya dalam menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan landasan utama kepedulian terhadap setiap pasien dan masyarakat. Dengan moto "Kami percaya pelayanan terbaik dimulai dari kepedulian", RSUD KH.Z. Musthafa terus berupaya meningkatkan standar pelayanan demi mewujudkan masyarakat Tasikmalaya yang lebih sehat dan sejahtera.

Masyarakat dapat menghubungi hotline resmi RSUD KH.Z. Musthafa untuk informasi dan penanganan cepat:

- Hotline Kegawatdaruratan: 081323170253

- Hotline Informasi & Pengaduan: 081120076444


RSUD KH.Z. Musthafa juga aktif di media sosial:

📸 Instagram: @rsudkhz.musthafa

🎬 TikTok: @pkrsrsudkhz.musthafa

▶️ YouTube: RSUD KH.Z. MUSTHAFA

📘 Facebook: RSUD KH.Z. Musthafa 

*anwarwaluyo*

Untuk Kenyamanan Wisatan, Pemda Pangandaran Akan Tata Kembali Pedagang di Pantai Karapyak

PANGANDARANNEWS.COM - Para pedagang yang biasa berjualan di Objek Wisata Pantai Karapyak akan ditata kembali oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariiwsata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan tata kelola kawasan di obyek wisata agar lebih tertib dan bersih.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha, saat wawancara dengan sejumlah awak media di ruang kerjanya.(22/01/26)

Menurutnya, penataan tersebut meliputi pengaturan lokasi berjualan, penertiban bangunan semi permanen dan serta jarak lapak pedagang agar tidak mengganggu akses pengunjung dan panorama pantai. 

Ia menyebut, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah desa setempat agar proses penataan berjalan humanis tanpa merugikan para pedagang.

"Pantai Karapyak merupakan salah satu destinasi unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan," ungkapnya.

Obyek wisata pantai Karapyak juga, kata Dadan, harus memiliki kenyamanan, keindahan, keamanan dan memiliki estetika yang baik yang pada ujungnya kenyamanan wisatawan harus menjadi prioritas utama.

Ia mengatakan, penataan ini bukan untuk mematikan usaha pedagang tetapi justru untuk menciptakan kawasan wisata yang lebih rapi, nyaman, dan memiliki estetika menarik sehingga jumlah kunjungan wisatawan bisa meningkat.

Selain penataan pedagang, imbuhnya, Disparbud juga mendorong peningkatan kesadaran kebersihan lingkungan dengan mengimbau pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan pantai serta tidak membuang sampah sembarangan.

"Saya bersyukur karena ternyata pedagang di Pantai Karapyak menyambut baik langkah tersebut, meski berharap pemerintah tetap memberikan solusi agar aktivitas ekonomi mereka tetap berjalan," ujarnya.

Dadan juga berharap penataan ini dapat membawa dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan sehingga mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

Sementara Kasatpol PP Kabupaten Pangandaran, Bangi menambakan, pihaknya menemukan sedikitnya ada 8 bangunan kios baru di bagian selatan jalan wisata serta 31 kios yang menumpang di tanah warga. Dan kemunculan bangunan baru bermula dari adanya 5 pedagang yang menempati kios milik Pemerintah Pangandaran, sehingga keberadaannya memunculkan polemik pedagang.

“Keberadaan kios ternyata memicu konflik pedagang lainnya yang merasa tidak adil jika ada kios di sebelah selatan jalan," terangnya.(hiek)

Bentuk Karakter Siswa, SDN 4 Sindangkasih Siapkan Rangkaian Kegiatan Bulan Ramadhan

Iin Solihin
PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Menjelang kedatangan bulan suci Ramadhan, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Sindangkasih Kabupaten Ciamis saat ini tengah mempersiapkan serangkaian kegiatan untuk membimbing siswa-siswinya, rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang baik sesuai dengan visi dan misi sekolah.

Seperti disampaikan Kepala Sekolah, Iin Solihin, S.Pd dalam wawancara dengan Pangandarannews.com di ruang kerjanya, kegiatan yang disiapkan meliputi beberapa pembiasaan penting bagi murid-murid, antara lain,

- Melaksanakan sholat Dhuha secara berjamaah

- Menghafal dan tadarus Al-Qur'an

- Melaksanakan bakti sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat sekitar, yang juga mengedepankan nilai-nilai Pancasila

Iin menjelaskan, untuk keperluan biaya kegiatan ini sekolah juga menerima bantuan dari orang tua siswa yang berperan sebagai donatur. 

"Dan Alhamdulillah  tahun kemarin banyak siswa siswi yang meraih prestasi," ucapnya.(22/01/26)

Iin jug,  berharap di bulan Ramadhan tahun ini siswa siswi SDN 4 Singdamgkasih tidak hanya ikut tadarus Al-Qur'an tetapi juga mengikuti kuliah subuh dan kultum Ramadhan.

Dengan rangkaian kegiatan religi di bulan Ramadhan, Ia berharap agar berbagai persiapan yang dilakukan siswa-siswi SDN 4 Singdamgkasih dapat menjalani bulan Ramadhan dengan baik dan menjadi generasi yang berkualitas, berkarakter, berprestasi, serta kreatif di segala bidang.(anwarwaluyo)

Kedes Cibalong Khawatir Pemangkasan Anggaran Tahun 2016 Akan Berdampak Pada Program Pembangunan

Dedi Suryadi
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kabar pemangkasan anggaran Dana Desa tahun 2026 sebesar 60 persen termasuk pemangkasan tunjangan hari kepala desa di Kabupaten Tasikmalaya sampaknya cukup signifikan, mulai dari terganggunya upaya pengentasan kemiskinan hingga pembatalan proyek irigasi pertanian yang dinantikan masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Desa Cibalong Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Suryadi, saat ditemui awak media di ruang kerjanya. (21/01/26)

Menurutnya, hal ini datang secara tiba-tiba di akhir Desember 2025, padahal rencana program dan anggaran telah disepakati melalui musyawarah dari tingkat dusun hingga desa.

Dedi mengaku khawatir terkait pemangkasan ini akan berdampak terhambatnya pembangunan yang ada di desa meskipun desa memiliki potensi lain di sektor pertanian dan perikanan, saat ini para kepala desa harus mengalokasikan dana terbatas pada program prioritas.

"Kami berharap pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dapat menemukan solusi dan lebih memperhatikan potensi desa agar dapat berkembang optimal, sekaligus menyesuaikan dengan tuntutan untuk mandiri," ujarnya.(anwarwaluyo)

Kapolres Pangandaran Gandeng MUI Bangun Keamanan dan Kesejukan Masyarakat

PANGANDARANNEWS.COM — Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH. Harun Al Aziz, bersama seluruh Ketua MUI tingkat kecamatan se-Kabupaten Pangandaran, melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Kapolres Pangandaran dalam rangka memperkuat sinergi antara ulama dan aparat kepolisian demi menjaga keamanan, ketertiban, serta kesejukan masyarakat, dan pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis membangun kolaborasi antara Polres Pangandaran dan MUI dalam merawat stabilitas sosial serta meningkatkan kesadaran moral masyarakat melalui pendekatan keagamaan.

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., menyampaikan bahwa pendekatan religius dan sosial menjadi salah satu strategi utama kepolisian dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Kami melaksanakan Sholat Jumat, Subuh berjamaah, curhat bersama masyarakat, serta melantunkan Asmaul Husna sebagai ikhtiar mempererat hubungan batin antara polisi dan warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolres menginstruksikan seluruh jajaran Polsek di wilayah Pangandaran untuk menggiatkan program Subuh Keliling sebagai bentuk pelayanan dan pembinaan langsung kepada masyarakat. 

Ia juga menitipkan 433 personel Polres Pangandaran kepada para ulama dan tokoh masyarakat agar tidak segan berkomunikasi dan memberikan masukan. “Kami siap membantu mewujudkan Pangandaran yang lebih baik dan aman,” tegasnya.(21//01/26)

Kapolres juga meminta dukungan para kiai dan MUI agar program-program kepolisian dapat berjalan optimal. 

Menurutnya, peran ulama sangat strategis dalam membangun kesadaran hukum dan moral masyarakat secara persuasif dan menyejukkan.

Sementara itu, KH. Harun Al Aziz menyambut baik serta mendukung penuh program-program Kapolres, dan berharap program tahsinul qira’ah Al-Qur’an yang merupakan program MUI untuk para imam masjid segera direalisasikan serta masyarakat aktif melaksanakan tarawih berjamaah tanpa mempertentangkan ikhtilaf.

Di akhir pertemuan, MUI meminta Kapolres dapat meminimalisir peredaran minuman keras di wilayah Pangandaran. MUI menegaskan perannya sebatas mendorong dan memberikan nilai-nilai positif demi terwujudnya masyarakat yang aman, religius, dan sejuk.(harisfirdaus)

Dalam Kunjungan Kerjanya, YSPN Lakukan Serah Terima Tanaman Palawija Di SDN Cijulang Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN)  melalui Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah menggelar kunjungan kerja dan serah terima tanaman palawija di SDN Cijulang, Desa Mandalajaya, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. Acara ini dihadiri oleh Bupati Tasikmalaya, Wakil Bupati, dan jajaran pemerintah desa dan kecamatan Cikalong.(19/01/26)

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan pertanian usia dini dan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap sektor pertanian. 

"Melalui program ini, anak-anak menerima bibit seperti jagung, kedelai, dan kacang tanah yang akan mereka rawat sendiri," ujar Ibu Siti Nurhaliza, Koordinator Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah Yayasan Swatantra Pangan Nusantara Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala Desa Cimanuk, Anhar, menyampaikan bahwa pemerintah desa telah memberikan dukungan penuh terhadap acara ini. "Hadirnya Bupati, Wakil Bupati, perwakilan PGRI dan K3S menjadi dukungan penting dalam mengintegrasikan program ini ke dalam aktivitas pembelajaran di sekolah-sekolah di Kecamatan Cikalong," ujarnya.

Program ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan kesadaran generasi muda terhadap sektor pertanian serta meningkatkan produksi pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan nasional di masa depan. (anwarwaluyo)

MUI Pangandaran Dorong Penguatan Lokasi Observasi Hilal Yang Ada di Kecamatan Cimerak

PANGANDARANNEWS.COM - Menjelang masuk bulan suci Ramadhan 1447 H, Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Pangandaran menggelar kegiatan validasi dan verifikasi lokasi serta observasi hilal di Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.(19/01/26)

Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan penetapan awal Ramadhan sekaligus penguatan kelembagaan BHRD, dihadiri unsur MUI, Kemenag, Pemda Pangandaran, serta Tim BHR Provinsi Jawa Barat.

Usai kegiatan kepada Pangandaran News, ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH. Harun Al Aziz, mengaku sangat mengapresiasi terkait hibah tanah dari Pemerintah Daerah Pangandaran yang akan dipergunakan untuk menjadi sarana keilmuan bagi santri, pelajar, dan mahasiswa. 

"Tanah yang relatif luas ini diharapkan bisa menjadi planetarium, dan ke depan menjadi sarana wisata religi,” ujar Harun.

Menurut Harun, pihaknya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemda Pangandaran atas hibah tanah ini sehingga strategis bagi BHRD bekerja secara optimal. 

"Ke depan, kami juga berharap Pemda juga bisa membantu pembangunan fasilitas yang memadai,” ujarnya.

Hal senada disamper Ketua BHRD Kabupaten Pangandaran, KH. Mas’ud As Sa’idi, S.Ag., S.Pd., M.M., pihaknya juga berharap agar lokasi tersebut dikembangkan lebih luas. 

Ia menambahkan, pengembangan kawasan tersebut memerlukan dukungan anggaran yang tidak sedikit sehingga pihaknya berharap adanya dorongan dari Pemda agar fasilitas BHRD dapat terwujud seperti yang diharapkan.

Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pangandaran, H. Nana Sutisna, S.Kep., Ners., M.M., berharap kegiatan ini menghasilkan legalitas yang sah.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini serta berharap menghasilkan legalitas yang sah serta memberikan manfaat bagi umat, terutama dalam pelayanan keagamaan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, H. Yayan Herdiana, M.Ag, menambahkan, pentingnya rukyat hilal karena kegiatan ini semata realisasi anjuran Rasulullah SAW agar kita berpuasa berdasarkan rukyat hilal. 

Hal ini, kata Yayan, tentu bisa meningkatkan optimisme masyarakat bahwa ibadah diikhtiarkan oleh pemerintah dengan memfasilitasi sarana dan prasarana.

Sementara itu, perwakilan Tim BHR Provinsi Jawa Barat, Prof. Dr. Encup Supriatna, M.Sy, menilai lokasi tersebut sangat strategis. 

Ia mengaku bersyukur dan mengapresiasi tim BHRD Pangandaran, dan tempat seluas sekitar delapan hektare ini tentunya cukup strategis untuk dikembangkan secara nasional.

"Tidak hanya sebagai lokasi hisab dan rukyat, tetapi juga sebagai sarana wisata religi bagi Pangandaran,” ucapnya.(harisfirdaus)

Wujudkan Lingkungan Sekolah yang Bersih dan Sehat, SMP Negeri 2 Panumbangan Gelar GERMAS

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - SMP Negeri 2 Panumbangan menggelar kegiatan GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) dengan tema Kebersihan Lingkungan Sekolah,  sebagai upaya mendukung Kabupaten Ciamis meraih penghargaan Adipura. 

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, siswi, dan guru, yang secara aktif membersihkan berbagai bagian sekolah.

Seperti disampaikan Kepala SMP Negeri 2 Panumbangan, Imang Ruhiat,S.Ag. M.PdI, kegiatan ini tentunya tidak hanya bertujuan untuk membuat sekolah terlihat rapi tetapi juga untuk menanamkan karakter tanggung jawab dan kesadaran pentingnya hidup bersih dan sehat. 

Ia juga berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran siswa dan siswi untuk selalu peduli dengan lingkungan sekitar.

"Kebersihan sebagian daripada iman, dan lingkungan yang bersih akan menjadikan semua orang sehat," ujarnya.(19/01/26)

Dan melalui kegiatan ini, pihaknya pun ingin menumbuhkan kesadaran siswa dan siswi untuk selalu peduli dengan lingkungan sekitar.

Seperti diketahui, kegiatan GERMAS ini melibatkan seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Ciamis, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK, dengan pembinaan khusus untuk SMP melalui komisariat kabupaten. 

Dan semua pihak tentunya juga berharap, kebiasaan menjaga kebersihan dapat terjalin secara terus-menerus dan menjadi bagian dari karakter siswa serta warga sekolah. (anwarwaluyo)

Akibat Dirusak Gerombolan Babi Hutan, Kebun Jagung Siap Panen di Padaherang Rusak Parah

PANGANDARANNEWS.COM - Segerombolan babi hutan kembali menjadi hewan hama bagi petani di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang  Kabupaten Pangandaran, kali ini kebun jagung yang sudah berusia dua bulan dan tinggal menunggu waktu panen sekitar satu bulan ke depan milik salah seorang petani rusak parah

Hasil pantauan di lapangan, Sabtu (17/1/2026) pagi, tanaman jagung di lahan seluas kurang lebih 700 bata tampak porak-poranda. Sejumlah batang jagung tumbang, sementara buah jagung berserakan di permukaan tanah. Dan tercatat sedikitnya ada empat titik lebih di lahan tersebut yang mengalami kerusakan cukup parah, dan hampir seluruh tanaman di beberapa titik-titik itu tidak bisa diselamatkan.

Menurut perwakilan petani Desa Sindangwangi, Furkon (33), serangan babi hutan tersebut sudah terjadi selama dua hingga tiga hari terakhir dan kawanan babi hutan memang kerap datang pada malam hari.

Furkon mengaku, sebenarnya ia sudah melakukan antisipasi namun karena babi datang malam hari sementara lokasi kebun juga jauh dari pemukiman.

“Jadi kami cukup sulit untuk mengontrol,” terangnya, saat ditemui di kebun.(17/01/25)

Serangan babi hutan tersebut terangnya, terjadi di lebih dari empat titik dari total lahan yang dikelolanya. Padahal, kondisi tanaman jagung tersebut sudah cukup baik dan siap memasuki masa panen.

Ia mengatakan, berbagai upaya pencegahan sebenarnya sudah dilakukan termasuk penggunaan obat-obatan dan bahan penangkal seperti kamper yang ditaburkan di sekitar lahan namun ternyata tetap saja babi hutan masuk ke kebun. 

“Akibat keruskan kebun jagung ini kerugian diperkirakan mencapai Rp4 hingga Rp5 juta karena memang banyak tanaman jagung yang rusak parah,” ungkapnya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, imbuh Furkon, pihaknya bersama petani muda lainnya berencana berdiskusi dengan para petani senior guna mencari solusi yang lebih efektif.

“Semoga nanti mendapat solusi terbaik agar serangan babi hutan ini bisa dicegah,” ucapnya.(Tn)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN