PANGANDARANNEWS.COM - Menjelang masuk bulan suci Ramadhan 1447 H, Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Pangandaran menggelar kegiatan validasi dan verifikasi lokasi serta observasi hilal di Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.(19/01/26)
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan penetapan awal Ramadhan sekaligus penguatan kelembagaan BHRD, dihadiri unsur MUI, Kemenag, Pemda Pangandaran, serta Tim BHR Provinsi Jawa Barat.
Usai kegiatan kepada Pangandaran News, ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH. Harun Al Aziz, mengaku sangat mengapresiasi terkait hibah tanah dari Pemerintah Daerah Pangandaran yang akan dipergunakan untuk menjadi sarana keilmuan bagi santri, pelajar, dan mahasiswa.
"Tanah yang relatif luas ini diharapkan bisa menjadi planetarium, dan ke depan menjadi sarana wisata religi,” ujar Harun.
Menurut Harun, pihaknya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemda Pangandaran atas hibah tanah ini sehingga strategis bagi BHRD bekerja secara optimal.
"Ke depan, kami juga berharap Pemda juga bisa membantu pembangunan fasilitas yang memadai,” ujarnya.
Hal senada disamper Ketua BHRD Kabupaten Pangandaran, KH. Mas’ud As Sa’idi, S.Ag., S.Pd., M.M., pihaknya juga berharap agar lokasi tersebut dikembangkan lebih luas.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan tersebut memerlukan dukungan anggaran yang tidak sedikit sehingga pihaknya berharap adanya dorongan dari Pemda agar fasilitas BHRD dapat terwujud seperti yang diharapkan.
Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pangandaran, H. Nana Sutisna, S.Kep., Ners., M.M., berharap kegiatan ini menghasilkan legalitas yang sah.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini serta berharap menghasilkan legalitas yang sah serta memberikan manfaat bagi umat, terutama dalam pelayanan keagamaan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, H. Yayan Herdiana, M.Ag, menambahkan, pentingnya rukyat hilal karena kegiatan ini semata realisasi anjuran Rasulullah SAW agar kita berpuasa berdasarkan rukyat hilal.
Hal ini, kata Yayan, tentu bisa meningkatkan optimisme masyarakat bahwa ibadah diikhtiarkan oleh pemerintah dengan memfasilitasi sarana dan prasarana.
Sementara itu, perwakilan Tim BHR Provinsi Jawa Barat, Prof. Dr. Encup Supriatna, M.Sy, menilai lokasi tersebut sangat strategis.
Ia mengaku bersyukur dan mengapresiasi tim BHRD Pangandaran, dan tempat seluas sekitar delapan hektare ini tentunya cukup strategis untuk dikembangkan secara nasional.
"Tidak hanya sebagai lokasi hisab dan rukyat, tetapi juga sebagai sarana wisata religi bagi Pangandaran,” ucapnya.(harisfirdaus)

Komentar
Posting Komentar