Desa Wisata Mandalamekar Tasikmalaya, Sajikan Bathtub Alami dengan Pemandangan Estetik yang Menenangkan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Desa Wisata Mandalamekar yang terletak di Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, menawarkan daya tarik wisata alam khas berupa bathtub alami yang dikelilingi air terjun dan lingkungan pegunungan yang sangat asri. 

Saat Pangandaran News yang melakukan kunjungan ke lokasi ini tampak beberapa pengunjung terlihat menikmati kesegaran air kolam alami tersebut, sementara sebagian lainnya berdiri di pinggir menyaksikan atau siap bergabung. 

Salah seorang pengunjung, Rina asal Tasikmalaya mengatakan, ia sangat mengapresiasi terhadap destinasi wisata tersebut. 

"Sangat indah, pemandangan alamnya sangat asri dan bersih," ucapnya.(10/01/25)

Menurutnya, Desa Wisata Mandalamekar telah menjadi pilihan menarik bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dan sekitarnya terutama saat liburan sekolah. 

Ia menyebut, Kabupaten Tasikmalaya memang kaya akan destinasi wisata alam mulai dari curug, pantai, hingga gunung dengan pemandangan yang tak kalah memukau. 

"Dan Desa Wisata Mandalamekar menjadi salah satu yang patut untuk dikunjungi," ungkapnya. (udirustandi-anwarwaluyo) 

Cirahong, Jembatan Legenda Penghubung Tasikmalaya-Ciamis

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Jembatan Cirahong yang telah berdiri sejak tahun 1893 kini semakin memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis, jembatan ini dibangun oleh perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen, dengan pemasangan pilar batu pada 19 Agustus tahun yang sama.

Jembatan yang pernah diperkuat pada 1934 dan mendapatkan tambahan struktur pada 1954 untuk menampung lokomotif diesel baru ini merupakan jalan pintas penghubung kedua kabupaten,, dan akses menuju jembatan pun  kini semakin nyaman setelah dilakukan perbaikan jalan dan pemasangan fasilitas baru.

"Sekarang jalan enak, papan ganti baru dan kalau lewat malam tidak perlu takut lagi karena sudah dipasang PJU sepanjang jembatan," ujar salah seorang pengguna jalan, Andi saat diwawancarai tim Pangandaran News saat sedang istirahat menunggu ke Ciamis.(09/01/26)

Sebanyak 28 lampu penerang dipasang agar penerangan cukup terang dan arus lalu lintas menggunakan sistem bergilir, baik untuk arah Tasikmalaya menuju Ciamis maupun sebaliknya.

Selain sebagai jalur transportasi penting yang mempersingkat jarak perjalanan, jembatan ini juga menjadi ikon kedua kabupaten dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Banyak masyarakat sengaja datang ke sekitar jembatan untuk menikmati segelas kopi atau surabi sambil menyaksikan keindahan alam dan kereta yang melintas, di sudut bahkan menyediakan fasilitas karaoke bagi pengunjung yang ingin bersantai sambil menikmati pemandangan.(anwarwaluyo)

Hati-Hati, Tak Bayar Pajak Hotel Di Pangandaran Dipasang Stiker Penunggak Pajak

PANGANDARANNEWS.COM—Hasil penelusuran di lapangan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran mencatat ada sekitar 30 hotel menunggak pajak kepada di tahun 2025. 

Demikian disampaikan Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran Sarlan saat ditemui Pangandaran News di ruang kerjanya.(06/01/26)

Ia mengatakan, 30an hotel yang belum bayar pajak tentu menjadi bahan evaluasi serta tindakan terhadap hotel tersebut akan dilakukan setiap bulan di tahun 2026. 

Jika ketetapan mereka di tanggal 15 tiap bulan tidak membayar, maka, kata Sarlan, akan lakukan itu penempelan stiker menunggak pajak setelah diberi waktu selama lima hari dari waktu tenggat pembayaran.

”Misalkan jatuh tempo tanggal 15, ya tanggal 20 harus dibayar,” jelasnya.

Ia menyebut, 30 hotel ini tersebar di seluruh Kabupaten Pangandaran sebagian sudah mencicil dengan membuat pernyataan dan menurut mereka ini jadi meringankan mereka. Karena hotel-hotel ini juga beralasan usaha hotel mengalami pailit dan keteteran di operasional ditambah pendapatan yang menurun bahkan ada yang sudah tidak berjalan. 

“Kami mentargetkan PAD dari sektor paja hotel ini sebesar Rp 25 Miliar di tahun 2025, sementara di tahunini naik menjadi Rp 30 Miliar.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu ada 4 hotel yang sudah ditempeli stiker menunggak pajak di wilayah Pantai Barat Pangandaran. Dan pemasangan stiker ini, menurutnya merupakan sebuah pemberitahuan terhutang pajak yang belum dibayarkan sesuai dengan ketentuan peraturan Bupati Pangandaran nomor 58 tahun 2024.

“Terutama di pasal 43 ayat 6 yang menyatakan, jika wajib pajak mempunyai piutang selama tiga kali masa pajak atau tiga bulan berturut – turut belum membayar itu bisa dipasang stiker dan merupakan pemberitahuan tunggakan pajak,” terangnya.

sementara Kabid Pajak Daerah Lainya Bapenda Pangandaran Asep Rusli menambahkan, pihaknya saat ini belum bisa membeberkan capaian pendapatan daerah dari sektor pajak tahun 2025 karena belum selesai dan masih rekon ke kas daerah.(hiek)


RSUD Pandega Pangandaran Tangani Sejumlah Wisatawan Pada Libur Nataru, 5 Orang Dilaporkan Meninggal

PANGANDARANNEWS.COM  - Saat liburan natal dan tahun baru  nataru) beberapa waktu lalu terhitung hingga hari selasa tanggal 6 januari 2026, ada 76 wisatawan yang mendapat pelayanan medis di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran. Dari jumlah pasien tersebut mayoritas merupakan korban kecelakaan dan gangguan kesehatan non-kecelakaan yang terjadi selama aktivitas wisata, dan dari jumlah pasien yang ditangani 5 orang dinyatakan meninggal dunia. 

Denagn rincian, 2 korban akibat kecelakaan laut, 2 korban kecelakaan terjun payung, dan 1 akibat ganguan kesehatan. Sementara korban dengan kondisi luka ringan tercatat sebanyak 10 orang dan luka sedang sebanyak 17 orang, sementara selain kasus kecelakaan  RSUD Pandega juga menangani 44 pasien dengan penyakit non kecelakaan lalu lintas seperti gangguan kesehatan umum yang dialami wisatawan saat berlibur. 

Untuk tindak lanjut perawatan, 1 pasien dirawat inap, 1 pasien dirujuk ke rumah sakit lain karena membutuhkan penanganan Pro PCI (Primary Percutaneous Coronary Intervention) atau tindakan jantung lanjutan. 

Selain itu, ada 60 pasien dipulangkan karena sudah dalam kondisi membaik dan 9 pasien pulang atas permintaan sendiri (APS). 

Se[erti disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Medis di RSUD Pandega Pangandaran, Dr. Liza Octa Ferostina, kesiapsiagaan untuk tenaga medis dan fasilitas selama libur Nataru sudah berjalan optimal. 

"Kami bersyukur karena seluruh pasien bisa tertangani dengan baik dan cepat," ungkapnya.(07/01/25) 

Liza mengimbau agar para wisatawan bias tetap mengutamakan keselamatan saat berlibur di Pangandaran, terutama saat melakukan aktivitas wisata berisiko tinggi.

“seperti berenang di lokasi rawan dan sangat dilarang, hendaknya wisatawan berhati-hati dan selalu kontrol kondisi kesehatan," imbuhya.(hiek)




Walau Target Tahunan Tetap Tercapai, Kompepar Sindangkerta Akui Jumlah Kunjungan Wisata Tahun 2025 Turun 50 %

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pantai Sindangkerta yang berlokasi di Desa Cipatujah, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami penurunan jumlah pengunjung hingga 50 persen dibandingkan tahun 2025 lalu. 

Meskipun demikian, target tahunan pengunjung tetap berhasil tercapai berkat upaya untuk menjadikannya pantai Sindangkerta ini menjadi destinasi  wisata favorit masyarakat Jawa Barat.

Menurut Ketua Komite Pariwisata (Kompepar) Sindangkerta, Dede Nurjaman, penurunan ini terjadi tidak hanya pada wisatawan dari luar daerah melainkan juga pada wisatawan lokal asal Kota Tasikmalaya dan daerah sekitar seperti Ciamis. 

Dede yang didampingi petugas tiket masuk pantai, Dadan, juga mengatakan, penurunan tercatat setelah hari pertama tahun baru (1 Januari 2026) yang awalnya cukup ramai namun terus menurun hingga saat ini. 

Sebenarnya, kata Dede, pantai Sindangkerta memiliki potensi menarik dengan pemandangan indah dan lingkungan yang bersih. Namun, hingga kini pantai ini belum memiliki ikon khas yang dapat menjadi ciri khas destinasi tersebut.

"Sehingga masyarakat dan pihak terkait berharap proses pengesahan regulasi serta pembangunan infrastruktur wisata dapat dilakukan secepatnya agar daya tarik pantai ini dapat kembali meningkat," katanya.(06/01/26)

Dede menambahkan, pihaknya berharap agar Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya dapat segera melakukan pembangunan untuk meningkatkan daya tarik Pantai Sindangkerta.

Menurut salah seorang warga Sindangkerta, Adi, mengaku  masyarakat setempat menyambut kepada wisatawan karena menganggap pengunjung sebagai tamu yang harus disambut dengan baik. 

Sementara salah satu wisatawan asal Kota Tasikmalaya, Rika menyebut, Pantai Sindangkerta merupakan pantai yang indah.

"Kami sekeluarga selalu berkunjung setiap tahun, terutama pada saat Hari Raya Idul Fitri dan Tahun Baru," akunya.(anwarwaluyo)

Warga Desa Sukahurip Inisiatif Perbaiki Jalan Batununggul Secara Swadaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS -  Masyarakat Desa Sukahurip menginisiasi perbaikan jalan Batununggul yang menjadi perbatasan Desa Ciandum dan Desa Sukahurip (keduanya berada di Kecamatan Cipatujah) yang sudah hampir 6 tahun tidak pernah mendapatkan perbaikan, dan pengerjaan jalan ini dilaksanakan secara swadaya.


Dalam wawancara dengan Pangandaran news saat kegiatan gotong royong salah salah seorang warga, Redi menyampaikan, kondisi jalan yang rusak telah banyak menyulitkan aktivitas warga. Misalnya ketika ada warga yang sakit dan harus dibawa ke Puskesmas, perjalanan menjadi sangat sulit karena jalan tidak layak.

Meskipun jalan tersebut masuk dalam wilayah administrasi Desa Ciandum, kata Redi, tapi masyarakat Desa Sukahurip tetap peduli dan melakukan perbaikan secara mandiri.

"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dapat memperhatikan jalan ini pada tahun 2026 sekarang," ungkap Redi. (06/01/25)

Redi menyampaikan, masyarakat Desa Sukahurip merasa kecewa karena jalan ini belum mendapatkan perhatian serius selama beberapa periode termasuk saat kepemimpinan sebelumnya Bupati Ade Sugianto.

Saat ini juga menurut Redi, kepada Bupati sekarang Cecep Nurul, warga berharap agar memprioritaskan jalan Batununggul mengingat jalur ini merupakan akses penting bagi kehidupan masyarakat Desa Ciandum dan Desa Sukahurip.

"Semoga tahun ini jalan Batununggul ini menjadi prioritas Pemkab Tasikmalaya," ucapnya.(anwarwaluyo)

Sejumlah Wisatawan Keluhkan Pengelolaan Retribusi Parkir Di Obyek Wisata Di Pangandaran

poto ilustrasi
PANGANDARANNEWS.COM –Para wisatawan yang datang sejumlah obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran mengeluhkan sitim retribusi parker yang dianggap masih semerawut, karena di beberapa lokasi wisatawan dimintai biaya parkir dengan penagih berbeda.

Seperti halnya di Pantai Batukaras,  wisatawan bukan hanya diminta membayar di pintu masuk saja tapi saat memarkirkan kendaraan pun dipungut lagi biaya untuk parkir.

Hal ini tentu menimbulkan kebingungan dan kesalahpahaman, pasalnya petugas karcis di pintu masuk memberikan penjelasan bahwa tiket masuk sudah termasuk retribusi  parkir.

Salah seorang wisatawan asal Tasikmalaya yang enggan disebut namanya mengatakan, saat di pintu masuk pantai Batukaras ia menyebut  dipungut biaya senilai 15 ribu per orang dan ia menilai hal itu merupakan hal wajar sebagai biaya retribusi untuk pemerintah.

“Saya diberitahu petugas di pintu masuk, tiket itu tanda masuk Rp 15 ribu per orang tersebut sudah  termasuk parkir,” ungkapnya. (04/01/26)

Namun saat hendak pulang  dia mengaku heran karena kembali diminta biaya parkir senilai Rp 10 ribu dengan karcis berbeda dengan yang di pintu masuk, yang lebih heran lagi karcis tersebut tidak memiliki logo dari pemerintah.

“Kata petugasnya, itu karcisnya beda lagi, walau pun saya kesel ya akhirnya saya bayar lagi  Rp 10 ribu,” imbuhnya.

Hal yang sama ia alami ketika berwisata ke Pantai Madasari harus membayar biaya parkir berbeda, namun anehnya petugas meminta biaya parkir tanpa ada bukti karcis yang terkesan pungutan ilegal. 

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran Ghanny Fahmi Basyah mengatakan, untuk penarikan retribusi parkir di Pantai Batukaras, tidak ditarik langsung di pintu masuk. Sehingga pengunjung harus mengeluarkan biaya tambahan untuk parkir.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran Ghanny Fahmi Basyah menjelaskan, untuk penarikan retribusi parkir di Pantai Batukaras tidak ditarik langsung di pintu masuk sehingga pengunjung harus mengeluarkan biaya tambahan untuk parkir.

“Kalau lahan parkir milik pemerintah di Legok Pari (Batukaras-red), tidak ditarik di depa  tapi di lokasiparkir,” katanya.

Ghany mengatakan,  tidak semua area parkir di kawasan wisata itu merupakan aset yang dikelola pemerintah karena sebagian ada yang  milik swasta sehingga pungutannya pun dilakukan pihak lain yang mengelola lahan.

“Jika melihat dari karcisnya pasti itu di lahan bukan milik pemerintah,” ucapnya.

Sementaran menurut salah seorang petugas penarik retribusi parkir Batukaras Dasep Leo, kemungkinan ada kesalahpahaman atau salah dengar soal penarikan retribusi parkir saat itu. 

“Soalnya di Batukaras tidak seperti di Pantai Pangandaran, yang langsung ditarik di pintu masuk dan hat tersebut  selalu kita sampaikan kepada wisatawan,” ujarnya.(hiek)


Lampaui Target PAD 2025, Pangandaran Sedot 2,6 Juta Wisatawan

PANGANDARANNEWS.COM - Selama tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran mencapai 2,6 juta wisatawan, dan jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya.

Seperti diketahui pada tahun 2024 lalu, jumlah kunjungan ke Kabupaten Pangandaran mencapai 1,6 juta, itu berarti lebih sedikit dibanding kunjungan tahun 2025.

Objek wisata pantai Pangandaran masih unggul yang paling banyak dikunjungi dibandingkan destinasi lain, jumlahnya mencapai 1,7 juta wisatawan lebih tinggi dibanding tahun 2024 yang hanya mencapai 1 juta wisatawan.

Dan kunjungan paling tinggi terjadi di bulan April dimana saat itu sedang momen libur lebaran, yang totalnya mencapai 626 ribu pengunjung.

Sementara Waktu terbanyak kunjungan kedua tentu saja pada bulan Desember dengan 359 ribu wisatawan datang ke Pangandaran, tentu saja dalam momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Sebaliknya, pada bulan Maret merupakan masa paceklik bagi pariwisata Kabupaten Pangandaran dengan jumlah kunjungan hanya mencapai 17 ribu wisatawan mengingat saat itu merupakan bulan Ramadhan.

Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran Sarlan menyampaikan, target Penghasilan Asli Daerah (PAD) tahun ini mencapai Rp42 miliar dan realisasinya mencapai Rp 45 Miliar lebih.

Sarlan menyebut target pendapatan dari retribusi wisata sudah tercapai 100 persen, bahkan melampaui target pada momen Nataru tahun lalu, untuk tahun 2024 hanya Rp 25 Miliar.

"Pada momen libur Nataru kemarin wisatawan tidak terlalu membeludak tetapi terus berdatangan secara berangsur karena kondisi cuaca," kata Sarlan, saat dihubungi lewat telepon selulernya.(04/01/26)

Sementara salah seorang pengusaha wisata di Pangandaran, Satimin mengaku sangatlah berbeda, saat malam pergantian tahun baru kunjungan sepi karena malam tahun baru lebih didominasi oleh warga lokal.(hiek)

Setelah Pencarian Beberapa Hari, Atlet Terjun Payung Ditemukan Tewas di Pantai Timur Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Atlet terjun payung, Widiasih (58) yang beberapa hari dinyatakan hilang, hari ini ditemukan meninggal dunia di sekitar Keramba Susi Pantai Timur Pangandaran. 

Dilansir dari berita sebuah media on line, jasad korban ditemukan oleh nelayan asal Cilacap yang sedang menangkap keong laut di sekitar Keramba Susi Pantai Timur Pangandaran pada Jumat (2/1/2026) pagi pukul 06.48 WIB. Tim SAR Gabungan Pangandaran pun segera menjuju lokasi , untuk mengevakuasi  jasad jenazah atlit terjun paying tersebut. 

Jenazah ditemukan oleh nelayan asal Cilacap yang sedang menangkap keong laut di sekitar Keramba Susi Pantai Timur Pangandaran pada Jumat (2/1/2026) pagi pukul 06.48 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi tengkurap dan masih mengenakan pakaian lengkap terjun payung.

Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto saat dihubungi lewat telepon celullernya membenarkan penemuan jenazah yang diduga penerjun payung yang tenggelam sejak Selasa lalu.

Ia mengaku  ia mendapatkan informasi dari nelayan pencari keong di sekitar Pantai Timur Pangandaran blok Keramba Susi, SAR Gabungan Pangandaran yang selama ini melakukan pencarian di sekitar Pantai Batukaras langsung meluncur ke lokasi penemuan jenazah. 

"Kami langsung cek dan evakuasi jenazah tersebut," ungkapnya.

Lebih lanjut Sakio pun menjelaskan, nelayan asal Cilacap bernama Anwar memang orang yang pertama kali menemukan korban saat melewati keramba. Lalu Anwar pun menghubungi nelayan Batukaras dan Ketua Rukun Nelayan (RN), karena kejadiannya masuk wilayah tersebut.

“Kemudian kami langsung koordinasi untuk evakuasi," imbuhnya.

Dan saat ini, terang Sakio, jenazah korban sudah dibawa ke posko evakuasi di pesisir Batukaras  sebelum nantinya dibawa ke RSUD Pandega.

"Selanjutnya jenazah akan dibawa dulu ke RSUD Pandega untuk diidentifikasi," ucapnya.(hiek)



Sempat Dibuka, Jembatan Sodongkopo Penghubungkan Bandara Nusawiru Dan Pantai Batukara Di Kabupaten Pangandaran Bakal Ditutup Lagi

PANGANDARANNEWS.COM —Setelah sempat dibuka dalam beberapa hari, Jembatan Sodongkopo yang menghubungkan Nusawiru dan Pantai Batukaras di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran  akan ditutup dalam waktu dekat ini karena  pengerjaan jembatan yang memiliki panjang 140 meter tersebut belum sepenuhnya tuntas.

Seperti disampaikan Pengawas Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUTRPRKP) Kab Pangandaran Yusup Supriadi, jembatan itu sudah diuji oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Namunterkait  hasilnya sudah keluar atau belum tahu, mungkin pihak provinsi sudah menerima hasilnya,” ucapnya saat dihubungi PNews (01/01/25).

Yusup menjelaskan, pembangunan trotoar untuk pejalan kaki di sisi kanan dan kiri jembatan tersebut sebenarnya sudah selesai 100 persen. Namun, imbuh Yusup,  pembangunan jalan penghubung masih dilakukan. 

“Jembatan Sodongkopo merupakan proyek yang sempat molor di tahun 2024 lalu, setelah peletakan batu pertama oleh mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada  akhir tahun 2023 lalu,”jelasnya lagi.

Pada pengerjaan tahap pertama, imbuh Yusup, pihak Pemprov Jawa Barat menggelontorkan anggaran sekitar Rp 72 Miliar dan di tahun 2025 sehingga total anggaran pembangunan jembatan Sodongkopo mencapai Rp 50 miliar lebih.

Sementara Bupati Pangandaran Hj Citra Pitriyami mengatakan, jembatan Sodongkopo yang sempat dibuka akan ditutup lagi sekitar dua hari kedepan. Tapi karena belum resmi dibuka juga, ia pun menyerahkan pada kebijakan yang ada. Dan  yang sekarang dibuka itu, karena permintaan dari Pemkab Pangandaran.

“Saya berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bisa meresmikan jembatan tersebut, mudah-mudahan sih secepatnya,” katanya.(hiek)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN