DPRD Pangandaran Gelar Rapat Dengar Pendapat RPJMD Tahun 2025-2029

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk membahas dan menyerap aspirasi serta masukan terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangndaran beberapa waktu lalu mengelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) RPJMD Tahun Anggaran 2025-2029.  

Seperti diketahui, RDP ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan bahwa RPJMD mengakomodasi kepentingan berbagai pihak dan relevan dengan kondisi daerah serta untuk mendapatkan masukan dan saran dari berbagai pihak terkait penyusunan RPJMD termasuk dari unsur pemerintah daerah, DPRD, akademisi, LSM, dan organisasi masyarakat. 

RPJMD ini merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk jangka waktu 5 tahun yang memuat arah kebijakan, strategi pembangunan, kebijakan umum dan program-program pembangunan daerah, dan RPJMD juga memuat kerangka regulasi dan pendanaan yang bersifat indikatif. 

Usai acara, kepad sejumlah awak media Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin menyampaikan pentingnya perencanaan sehingga hari ini Pansus DPRD Pangandaran mengundang kepada semua stekholder agar pembangunan ke depan selaras.

"Keterbukaan dalam sesuatu halnya harus terbuka serta mengajak semua untuk bicara atau minta saran masukannya," ujar Asep. (07/07/25)

Tak hanya itu, kata Asep, dalam bahsan RPJMD mulai dalam perencanaan masyarakatnya wajib dilibatkan peran sertanya karena nanti produk ini bukan untuk bupati bukan untuk DPRD tapi untuk masyarakat.

"Masa buat programnya masyarakat yang ridak diajak, syukur-syukur ini bisa sesuai dengan rencana", imbuhnya. 

Dalam pembahasan RPJMD ini juga pokok - pokok pikiran DPRD disampaikannya berupa saran dan pendapat dalam setiap momen sehingga  RPJMD bisa selaras dari RPJMN pusat.

"Pogram Pak Prabowo - Gibran harus selaras dengan programnya Gubernur Jawa Barat, misalkan di bidang pendidikan," jelasnya.

Asep mengatakan, untuk Kabupaten Pangandaran saat ini punya program pendidikan karakter mulai dari PAUD, SD, SMP. Artinya keselarasan ini juga harus bisa satu bidang itu yaitu bidang pendidikan, selain itu juga harus selaras dengan Kabupaten-Kota tetangga baik dalam wilayah Provinsi maupun diluar Provinsi.

"RPJMD juga harus berkesinambungan agar ada konektifitas dan harus ada titik sambung antara program RPJMD sebelumnya dengan RPJMD yang akan datang," ucapnya. (hiek)

Padahal Sudah Kantongi Ijin Dari KKP Dan BKPM, Rencana Penambahan Keramba Apung di Pangandaran Ditolak Nelayan dan Tokoh Masyarakat

PANGANDARANNEWS.COM – Terkait rencana penambahan keramba jaring apung milik PT Pasifik Bumi Samudera di perairan Pantai Timur Pangandaran, hal ini menuai penolakan dari berbagai pihak. Salah satunya, penolakan datang dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, pelaku wisata water sport dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti.

Sseperti disampaikan Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata, pihaknya menyatakan keberatan karena di area yang direncanakan menjadi lokasi keramba apung tersebut merupakan alur perahu nelayan dan tempat menangkap ikan. 

“Jadi kalau dipasang keramba tentu akan mengganggu aktivitas nelayan,” tegas Jeje saat dihubungi salah satu wartawan media on line. (06/07/25)

Jeje menyebut lokasi yang ditentukan tidak layak karena dangkal, pasalnya hanya sekitar 9 meter bahkan saat surut tinggal 6 meter sedangkan yang ia tahu  budidaya keramba seharusnya dilakukan pada kedalaman 24 hingga 30 meter.

 Di lokasi tersebut merupakan daerah terumbu karang dan masuk wilayah konservasi juga, dan jika ada penolakan nelayan tentu itu menjadi perhatian HNSI.

Jeje yang pernah menjabat Bupati Pangandaran dua periode mengaku, pihaknya pun tak pernah diundang sosialisasi oleh pihak perusahaan.

 “Saya tahunya malah dari media sosial dan pagi tadi juga saya ditelepon Bu Susi, pandangan beliau sama dengan saya,” ungkapnya.

Tak hanya HNSI, rencana penambahan keramba jaring apung milik PT Pasifik Bumi Samudera ditolak keras oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus tokoh masyarakat Pangandaran Susi Pudjiastuti.

Menurutnya, proyek keramba ini akan merusak keindahan dan ekosistem laut yang menjadi andalan wisata Pangandaran.

“Saya sangat tidak setuju dengan rencana itu,” ujar Susi melalui pesan WhatsApp. (07/07/25)

Dalam kesempatan tersebut Susi juga menyinggung kunjungan Prabowo Subianto saat masih menjabat Menteri Pertahanan ke Pangandaran beberapa waktu lalu yang saat itu justru menyoroti keberadaan bagan yang dinilai merusak laut, dan sekarang malah muncul rencana penambahan keramba apung.

“Ini gila, luar biasa gila. Pangandaran itu utamanya pariwisata dan perikanan nelayan bukan keramba investasi yang merusak pemandangan dan aktivitas nelayan,” tegas Susi.

Seperti diketahui, PT Pasifik Bumi Samudera sebenarnya sudah mengantongi izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta Kementerian Investasi/BKPM untuk pemanfaatan ruang laut di Pantai Timur Pangandaran, dan proyek ini disebut sebagai tempat riset perikanan yang hasilnya untuk menopang pasokan ikan di kawasan wisata.

Namun sayang rencana tersebut menuai protes baik dari nelayan yang khawatir jalur melaut terganggu, juga dari pelaku wisata water sport karena khawatir usaha wisata mereka akan terganggu.(hiek)


Kades Cimanuk Sebut Tugasnya Harus Bisa Menjaga Silaturahmi Dengan Warga

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sebagai bentuk empati pada masyarakat, Kepala Desa Cimanuk Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, Anhar, ia mengantar pasen yang merupakan salah wargnya. Hal ini sudah merupakan kegiatan yang rutin dilakukan saat mengetahui ada masyarakat sakit dan membutuhkan perawatan.

Anhar meyakini, seorang kepala desa harus menjaga hubungan silaturahmi dengan masyarakat untuk memastikan tugas-tugas pemerintahan desa berjalan dengan baik.

Anhar juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang tidak hanya dilakukan di kantor, tetapi juga turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi masyarakat.

"Ini sudah kebiasaan saya, kalau ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan seorang kepala desa harus siap setiap saat," ungkapnya, saat dihubungi lewat telepn selulernya.(06/07/25)

Ia juga mengaku tanpa bantuan dan dukungan dari masyarakat.mustahil tugas tugas kepemerintahan didesa terselenggara dengan baik, sehingga sinergitas antara pemdes dan warga harus terjalin dengan baik.

Anhar pun menunjukkan ketulusan hati dan kepedulian terhadap masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan bantuan. Contohnya, seperti ini menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang peduli dan dekat dengan masyarakat.

“Sebagai pelayan publik, seorang kepala desa tentu tidak hanya dituntut melakukan pelayanan di kantor tapi harus turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan," kata Anhar.(anwarwaluyo)

FORWAPI Kritik Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Terkait Pernyataan, Media Sosial Lebih Penting Daripada Media Massa

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Forum Wartawan Priangan (FORWAPI) Provinsi Jawa Barat angkat bicara menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang menyebut “media sosial lebih penting daripada media massa”.

Menurut Ketua Forwapi Halim Saepudin, Halim Saepudin, pernyataan tersebut terdengar sederhana namun menyesakkan dada para jurnalis yang bekerja menjaga fungsi pers sebagai pilar demokrasi.

Halim juga mempertanyakan logika di balik ucapan gubernur tersebut, apakah sekarang kebenaran cukup diukur dari view dan like?

"Apakah demokrasi cukup dikendalikan dengan story 15 detik tanpa verifikasi?," ucap Halim. (05/07/25).

Ia juga mengingatkan tentang fungsi dan hak pers yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 pasal 3 ayat (1) yang menegaskan pers nasional berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Sementara Pasal 4 ayat (3) menyebutkan pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi.

"Apakah Gubernur ingin mengganti pasal-pasal itu dengan tombol ‘share’ dan ‘comment’?," tanya Halim.

Pihaknya mempertanyakan, apakah para wartawan harus ikut antre menyalin ulang narasi dari akun TikTok nya agar dianggap mendukung pembangunan Jawa Barat.

Hal senada disampaikan Sekjen FORWAPI Ade Global, media sosial hanyalah etalase bukan ruang kontrol dan viralitas di media sosial bukan ukuran transparansi apalagi tanggung jawab publik.

Ade menyebut, wartawan itu bukan buzzer, bukan admin konten, bukan humas kekuasaan. Tugas wartawan bukan juga untuk menambah like di medsos, tapi memastikan kebijakan yang adil untuk semua rakyat dan sesuai dengan tupoksi.

"Salah satu fungsi kami selaku kontrol sosial yang dilindungi undang-undang," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pers adalah mitra sekaligus kontrol bagi pemerintah, bukan pesaing akun media sosial pejabat publik. Kritik dari media adalah bagian dari demokrasi, bukan untuk menjatuhkan tapi memastikan rakyat mendapat keadilan informasi.

Kata Ade, FORWAPI mendesak agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bis memberikan klarifikasi resmi atas pernyataannya. 

Ade menambahkan, ini bukan hanya untuk pers tetapi untuk publik Jawa Barat, jadi tolong hormati profesi wartawan dan hormati publik.

"Karena demokrasi itu kritik bukan sekedar konten dan transparansi itu klarifikasi bukan gimmick," tutupnya.(anwarwaluyo)



Sepakat Jaga Kondusifitas Wisata Pangandaran, Konflik PT PMB dan SPP Berakhir Islah

PANGANDARANNEWS.COM - Konflik antara PT Pancajaya Makmur Bersama (PT PMB) Grand Pangandaran dengan Serikat Petani Pasundan (SPP) yang sempat memanas beberapa hari lalu, berakhir damai.

Langkah restorative justice ini dimediasi Kepolisian Resor (Polres) Pangandaran dengan menghadirkan kuasa hukum dari kedua belah pihak, perdamaian kedua belah pihak ini pun disampaikan melalui konferensi pers di Mapolres Pangandaran.(04/07/25)

Seperti disampaikan kuasa hukum pihak PT PMB Grand Pangandaran HM Hasan Suryoyudho, PT PMB dan SPP sudah menyelesaikan perselisihan yang terjadi beberapa waktu lalu secara kekeluargaan.

Dengan bantuan Polres Pangandaran dan tokoh masyarakat, kata Hasan, kini kedua belah pihak sudah  menandatangani kesepakatan tersebut.

"Ini berkat bantuan Polres Pangandaran, sekarang kesalahpahaman di antara kami sudah bisa diselesaikan dengan baik,"ungkap Hasan.

Masih di tempat yang sama, kuasa hukum dari SPP Windi Harisandi menyampaikan, perdamaian ini tentu menjadi hadiah untuk Polri yang sedang memperingati HUT Bhayangkara.

Windi mengaku bersukur, karena pasa momen Hari Bhayangkara permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik dan damai.

Windi mengatakan, pihaknya tidak ingin ada masyarakat kecil menjadi yang ditahan gara-gara masalah ini. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Pangandaran, tokoh masyarakat, dan para pihak yang telah mendukung perdamaian tersebut," ucapnya. 

Dia juga berharap permasalahan ini bisa menjadi pelajaran bagi semua agar tetap bisa menjaga kondusivitas di Kabupaten Pangandaran, karena Pangandaran merupakan daerah tujuan wisata tentu membutuhkan kondusivitas.

Ia juga tidak lupa mengajak mepada seluruh pihak untuk saling bantu dan saling dukung agar Pangandaran menjadi kota wisata yang menyenangkan bagi pengunjung, dan wisatawan pun merasa nyaman saat berwisata ke Pangandaran.

"Jadi untuk ke depannya tidak akan ada lagi tuntutan karena kami sudah islah, dan ini benar-benar karena semua pihak ingin menjaga kondusivitas dan ingin menjaga agar tidak ada warga masyarakat yang tercederai atau tersandung masalah hukum," imbuhnya. 

Sepoerti diketahui, sebelumnya telah terjadi pembongkaran sebuah bangunan milik seorang petani, Engkos Rosadi oleh sekelompok orang di lahan yang dikeloala oleh PT PMB Grand Pangandaran sebagai pemegang Hak Guna Bangunan (HGB) yang disusul terjadinya penyerangan dan perusakan kantor PT PMB Grand Pangandaran oleh sekelompok orang.(hiek)


Tinggal Satu Lagi Masih Dalam Pencarian, Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Satu Lagi Korban Laka Laut Di Perairan Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Memasuki hari keenam pencarian Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan satu dari dua nelayan korban laka laut di perairan Pangandaran Jawa Barat, kali ini korban laka laut yang berhasil ditemukan tersebut atas nama Yadi Atma (54) dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi kejadian. (03/07/25)

Seperti diketahui, Yadi merupakan ayah korban lainnya bernama Yogi Mustofa (20) yang hingga kini belum ditemukan dan masih dalam pencarian.

Saat diminta keterangan lewat sambungan telepon, Ketua SAR Barakuda Pangandaran Sakio Andrianto menjelaskan, jenazah Yadi berhasil ditemukan relawan penyelam yang tergabung dalam proses pencarian SAR gabungan.

Karena sudah 6 hari sehingga kondisi korban sudah tidak utuh lagi, dan kata Sakio, pihaknya pun harus memandu jenazah sampai selesai pemulasaraan di RSUD Pandega Pangandaran.

"Setelah pemulasaraan dan disholatkan, jenazah pun di bawa ke rumah duka untuk langsung disemayamkan," ucapnya.

Kata Sakio, saaat ini tim SAR gabungan terfokus pada proses pencarian satu nelayan yang belum berhasil ditemukan.

"Mudah mudahan, korban atas nama Yogi Mustofa bisa segera kami ditemukan," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, perahu nelayan dihantam ombak besar di perairan Blok Batu Kipas kawasan Cagar Alam, tepatnya di perbatasan Pantai Timur dan Pantai Barat Pangandaran pada hari Sabtu tanggal 28 Juni 2025 sekitar pukul 17.30 WIB.

Dalam insiden tersebut satu orang berhasil selamat sementara dua lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan, korban selamat diketahui bernama Megi Mustofa (27) warga Dusun Kamurang, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran. Sementara dua korban yang masih dalam pencarian adalah Yadi Atma (54), ayah Megi, dan Yogi Mustofa (20), adik Megi. Dan ketiga korban tersebut masih satu keluarga yang berprofesi sebagai nelayan dan saat kejaian korban sedang mencari udang karang atau lobster. (hiek)


Pasar Pananjung Pangandaran, Riwayatmu Kini..

PANGANDARANNEWS.COM - Pasar Pananjung Pangandaran, dulu merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar dan terlengkap di Kabupaten Pangandaran. Terletak sangat strategis, hanya sekitar lima menit dari kawasan wisata Pantai Pangandaran. Pasar ini sudah sejak lama menjadi tempat andalan masyarakat lokal untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi tujuan wisata belanja bagi para pelancong yang datang dari luar daerah. 

Namun sangat disayangkan, kondisi pasar yang dahulu menjadi kebanggaan kini semakin memprihatinkan. Suasana kumuh, fasilitas yang minim dan lingkungan yang tidak tertata seakan mengubur potensi besar pasar ini untuk menjadi pusat ekonomi yang unggul.

Apalagi saat musim hujan tiba, kenyamanan pengunjung benar-benar terganggu karena jalan-jalan di dalam pasar menjadi becek dan berlumpur. Genangan air bercampur sampah membuat suasana pasar tidak hanya kotor, tapi juga berbau dan tidak sehat. Di berbagai sudut terlihat bangunan lapuk dan kios-kios yang tidak tertata dengan baik tidak ada drainase yang memadai bahkan tidak ada tempat sampah yang layak dan tidak ada pengawasan dari pihak pengelola pasar secara maksimal.

Hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman, baik bagi para pembeli maupun pedagang yang sudah lama menggantungkan penghidupannya dari aktivitas di pasar tersebut.

Padahal sejak beberapa tahun lalu Pemda Kabupaten Pangandaran sudah beberapa kali menyampaikan rencana penataan dan revitalisasi Pasar Pananjung ini, bahkan sempat muncul wacana menjadikan pasar ini sebagai pasar yang terintegrasi dengan program pengembangan pariwisata Pangandaran. 

Sayangnya, wacana itu hanya menjadi janji manis tanpa realisasi. Berganti pimpinan daerah, pasar pun masih tetap kumuh dan yang jelas hingga kini tak ada perubahan yang berarti. 

Masyarakat pun mulai kehilangan harapan, merasa bahwa pasar tradisional seperti ini telah dilupakan oleh kebijakan pembangunan daerah.

Keluhan tidak hanya datang dari pedagang, tetapi juga dari para konsumen. "Sayang pasar ini becek dan sangat kumuh, padahal banyak wisatawan yang sengaja berbelanja ke sini karena barangnya lengkap dan harganya terjangkau," ujar seorang pedagang. 

Ia menyebut, para pedagang juga mengeluhkan menurunnya daya beli masyarakat hampir di semua jenis produk. 

Selain faktor ekonomi, katanya, mereka sadar bahwa kini mereka harus bersaing bukan hanya dengan sesama pedagang pasar tapi juga dengan toko-toko online yang menawarkan kemudahan dan kelengkapan tanpa harus datang langsung.

Melihat kondisi tersebut, sudah saatnya Pemda Kabupaten Pangandaran membuka mata dan bertindak lebih serius. Pasar Pananjung bukan sekadar tempat transaksi ekonomi tapi juga simbol denyut nadi masyarakat lokal dan bagian dari wajah pariwisata Pangandaran.

Ia juga berharap, perbaikan infrastruktur, peningkatan kebersihan serta pemberdayaan pedagang harus segera dilakukan. 

"Jika dikelola dengan baik, pasar ini bisa kembali menjadi kebanggaan masyarakat dan menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner dan belanja yang mendukung ekonomi daerah secara berkelanjutan," ucapnya.(harisfirdaus)

Kecelakaan Laut di Blok Batu Bodas Pangandaran, Satu Nelayan Selamat Dua Masih Dicari Tim SAR

PANGANDARANNEWS.COM - Sebuah kecelakaan laut terjadi di perairan Blok Batu Bodas, wilayah perbatasan antara Pantai Barat dan Pantai Timur kawasan wisata Pangandaran, pada Sabtu sore (28/6). Sekitar pukul 17.30 WIB, sebuah perahu nelayan yang ditumpangi tiga orang terguling akibat dihantam ombak besar. Ketiganya diketahui tengah mencari ikan dan udang karang seperti biasa saat insiden terjadi.

Menurut kesaksian warga sekitar, para nelayan sudah terbiasa melaut di kawasan tersebut. Namun cuaca hari itu tidak seperti biasanya—ombak mendadak tinggi dan menggulung perahu mereka. Satu orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Hari ini (Selasa 01/7/2025) upaya evakuasi terus dilakukan oleh warga dan petugas, Tim SAR yang tiba di lokasi sejak awal terus melakukan pencarian dengan menyisir area sekitar perairan Blok Batu Bodas. Namun, kondisi laut yang masih bergelombang dan terbatasnya pencahayaan saat malam hari menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Pemerintah daerah dan pihak berwenang mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, serta mengikuti informasi peringatan dini dari BMKG. Proses pencarian korban yang hilang akan dilanjutkan pada pagi hari, dengan memperluas area penyisiran di sepanjang perbatasan pantai barat dan timur Pangandaran.(harisfirdaus)

Hari Libur Sekolah, Namun Kunjungan Wisatawan Ke Pangandaran Masih Sepi

PANGANDARANNEWS.COM - Kawasan obyek wisata Pantai Pangandaran di masa libur sekolah hari ini terlihat mulai berangsur sepi dibandingkan dengan keramaian pada akhir pekan kemarin, hari Sabtu dan Ahad tanggal 29–30 Juni 2025.

Penurunan jumlah pengunjung ini turut dirasakan oleh berbagai pelaku usaha di sektor wisata, mulai dari pedagang kaki lima, penyewa jasa wahana ATV, hingga pengelola penginapan. Beberapa lapak dagangan terlihat tutup lebih awal, dan sebagian lainnya mengurangi stok dagangannya karena menyesuaikan dengan kondisi pengunjung yang tidak seramai sebelumnya.

Menariknya, cuaca cerah hari ini justru belum mampu mendorong lonjakan wisatawan. Setelah sehari sebelumnya kawasan Pangandaran diguyur hujan sejak pagi hingga sore, namun hari ini langit kembali bersahabat dan matahari bersinar terang. Namun, cuaca yang mendukung belum cukup memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan.

Dede, seorang pedagang makanan ringan di sekitar pantai mengatakan, meskipun wisatawan masih ada namun suasananya tidak sepadat hari sebelumnya. 

"Hari ini masih ramai, tapi tidak seramai kemarin," ujarnya, sambil membereskan dagangannya. (01/07/25)

Ia menyebut ,sebagian besar pengunjung yang datang hari ini berasal dari Bandung dan sekitarnya.

Kendati tren penurunan ini terjadi, para pelaku usaha tetap optimis dan mereka tetap berharap kunjungan wisatawan akan kembali meningkat seiring mendekatnya akhir masa liburan sekolah. 

Pangandaran dengan pesona alam dan pantainya yang memikat, masih menjadi pilihan favorit bagi wisatawan domestik terutama keluarga dari kota-kota besar di Jawa Barat.(harisfirdaus)

Polres Pangandaran Gelar HUT Bhayangkara ke-79, Polri Harus Makin Profesional dan Dekat Rakyat

PANGANDARANNEWS.COM  – Perayaan HUT Bhayangkara ke-79 di Polres Pangandaran tahun ini terasa beda, bukan cuma soal upacara yang khidmat tapi Lapangan Merdeka benar-benar jadi ajang pesta rakyat yang menyatukan polisi dengan masyarakat. 

Tidak hanya itu, di tengah kemeriahan itu muncul pesan penting dari tokoh nasional Susi Pudjiastuti yang hadir langsung di lokasi.

“Polri harus semakin profesional, dan yang terpenting harus semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Susi di sela-sela acara upacara.(01/07/25). 

Susi menyebut polisi adalah pengayom masyarakat, dan perayaan yang melibatkan langsung warga seperti ini adalah bukti nyata sinergi yang ia harapkan.

Sementara kepada sejumlah awak media Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto, momen ini merupakan apresiasi serta menjadi sorotan utama. 

Dalam kesempatan tersebut Kapolres juga berkesempatan memberikan penghargaa kepada empat personel berprestasi, salah satunya Bintang Bhayangkara Nararya untuk Kasat Intelkam AKP Agus Mulyadi. 

“Ini jadi bukti bahwa dedikasi dan loyalitas di internal kepolisian tetap jadi prioritas,’ kata Kapolres.

Kapolres juga seolah menjawab harapan Susi dalam amanatnya Polri adalah milik masyarakat dan perayaan HUT Bhayangkara ini merupakan pesta .

Ia juga menekankan, sinergi dengan semua pihak adalah kunci untuk menjaga Pangandaran tetap aman dan mendukung program pembangunan.

Usai upacara, lapangan langsung disulap menjadi pusat keramaian, tampak  puluhan stan bazar UMKM, tenda pengobatan gratis dan panggung prajurit pun pun ramai diserbu warga. Di arena tersebut, polisi, TNI dan warga larut dalam alunan musik serta ikut bernyanyi dan menari bersama tanpa sekat.

Pemandangan ini pun menjadi penutup yang manis upacara perayaan HUT Bhayangkara ke-79 di Pangandaran dengan pesan kuat, Polri terus berbenah menjadi institusi yang profesional. 

Sementara di sisi lain, Polri pun mampu membuktikan bahwa menjadi abdi negara tak berarti harus berjarak dengan rakyat yang dilayaninya.***


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN