Datangi Gedung DPRD, Tokoh Agama Pangandaran Desak Pemda Tegas Terkait Peredaran Miras

PANGANDARANNEWS.COM - Sejumlah ulama dan tokoh masyarakat Pangandaran, beramai-ramai datangi gedung DPRD untuk menanyakan terkait kontrol dan pengawasan peredaran miras di wilayah wisata Pangandaran.(25/07)

Dengan maraknya pengedar dan konsumen miras masyarakat dan para tokoh merasa prihatin, pasalnya semakin hari semakin tak terkendali. 

Seperti disampaikan koordinator aksi, Maman Nugraha, pihaknya meminta seluruh instansi terkait seperti Dinas Perizinan, Perdagangan,  Satpol PP, DPRD dan kepolisian agar bersinergi menegakkan hukum atas maraknya peredaran miras di Pangandaran. 

"Kami mendesak agar semua pihak yang terkait di pemerintahan termasuk kepolisian menindak tegas pelaku pelanggaran miras  ini," tegasnya.

Maman juga mempertanyakan mengapa begitu sulitnya menegakkan hukum atas  pelanggaran baik perizinan maupun peredarannya, karena beberapa lokasi gudang miras dan pedagang miras yang semakin marak tak terkendali. 

"Kami prihatin karena masyarakat menyaksikan ini semua dengan kasat mata, betapa hebatnya peredaran miras ini", ungkapnya.

Maman pun menyebut, pihak berwenang terkesan tak berdaya menghadapi maraknya peredaran miras ini, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya oknum tertentu yang membekingi.

Maman minta agar penegakan hukum dijalankan dan dilakukan secara transparan, karena masyarakat ingin penegakan hukum miras ini dijalankan dengan tegas.

"Jangan ada oknum yang membekingi di belakangnya," ungkapnya.

Menanggapi aksi demo yang dilakukan sejumlah tokoh agama ini, Wakil Ketua DPRD Jalaludin S.Ag menegaskan, hampir semua penjual miras di Pangandaran ini dipastikan belum berizin. 

Padahal, kata Jalal, DPRD Pangandarani telah membuat peraturan dan kontrol namun para pedagang miras ini hampir semuanya belum berizin.

"Saya juga meminta agar masukan dari masyarakat ini disikapi bersama," katanya.

Sementara menurut salah seorang peserta demo menyampaikan, para penegak hukum untuk bercermin kepada polisi dari Satlantas yang  begitu tegas tanpa pandang bulu sekedar lupa tidak pakai helm saja ditilang.

"Sementara pelanggaran terhadap aturan miras ini lebih hebat dan lebih luas," ucapnya.

Sayang aksi tersebut tidak dihadiri Bupati dan juga ketua DPRD, sehingga para audiens merasa kecewa.(harisfirdaus)

LAKI LAKI TERTUNDUK SEAKAN LAGI PERIKSA BAN DI KETAHUI SUDAH JADI MAYAT.

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Seorang pria ditemukan sudah menjadi mayat di sebelah mobil yang terparkir di area tanah kosong di lingk Parunglesang RT 06 Rw 07 kelurahan Banjar Kecamatan Banjar kota Banjar 

yang tak jauh dari lokasi Terminal Banjar Rabu (24/7/2024) sekitar pukul 8 pagi. Mayat tersebut diketahui bernama Muslimin .

 "Mayat berjenis kelamin laki-laki diketahui bernama Muslimin yang beralamat di Lingk Cikadu Rt 21 Rw 09" ujar Serka Fathur , kepada Pangandaran News , Fathur memmbetulkan mayat ditemukan oleh  seorang  wanita yang saat itu lagi bersih bersih bernama Sumiati dan Rohana kedua ibu ini saat di wawancara PNews enggan untuk memberi keterangan .

Mereka awaknya dikagetkan dengan seorang pria tertunduk dalam keadaan melengkung di pinggir mobil seakan lagi meriksa ban mobil.

"Kendaraan tersebut terpakir di jalan seputaran tanah kosong yang biasa di pakai latihan burung merpati.

Tim Inafis Polres Banjar kemudian tiba di tempat kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasil pemeriksaan awal oleh tim Inafis belum di ketahui .

Mayat korban kemudian dibawa ke RSUD kota Banjar oleh pihak Polres Banjar untuk dilakukan visum et repertum guna mengetahui penyebab pasti kematian. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini. Ungkapnya (TITO)

Segerombolan Monyet Masuk Pemukiman Gegerkan Warga Banjar kolot Kota Banjar

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Warga yang tinggal di Lingkungan Banjar kolot Rt 04 Rw 11 kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar digegerkan dengan munculnya segerombolan monyet liar di sekitar pemukiman warga, sepertinya monyet tersebut masuk ke pemukiman warga untuk mencari makan.

Menurut salah seorang warga, kemunculan monyet liar ini tentu sangat meresahkan, pasalnya hewan primata ini kadang menyerang warga yang melintas.

Sudah empat hari, kata warga,  monyet ini masuk ke pemukiman, biasanya hewan ini muncul pagi hari saat  warga bersiap beraktivitas.

Saat itu warga kaget karena hewan piaraan sudah jadi korban keganasan monyet, tak hanya itu telur yang masih dierami pun pecah di acak-acak.

Meski belum ada warga yang terluka, namun adanya gerombolan monyet ini cukup membuat warga resah dan khawatir akan menyerang dan melukai anak-anak .

"Diduga monyet-monyet ini datang dari kawasan hutan lindung Karang Kamulyan," ungkapnya.(24/07)

Setelah mendapat  laporan warga, petugas Damkar Kota Banjar langsung turun ke lokasi untuk  berupaya menghalau hewan yang telah meresahkan warga.

Menurut salah seorang petugas Damkar, Dikcy, mengaku kesulitan selain karena menggunakan peralatan seadanya ditambah keberadaan monyet-monyet ini beralih-alih tempat.

"Kami pun hanya bisa mengusir agar bisa menjauh dari pemukiman warga," ucap salah seorang petugas.(tito)

Penuhi Syarat Administrasi, Pasangan Dimyati-Alam Lolos Maju Lewat Jalur Perseorangan Di Pilkada Kota Banjar

H. Dimyati
PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar Jabar akhir mengumumkan pasangan H.Dimyati dan Alam Mbah Dukun dinyatakan lolos   persyaratan dari jalur perseorangan untuk maju menjadi calon Wali Kota dan Wakil Wali kota di Pilkada Tahun 2024 usai melewati sidang pleno yang digelar di aula Pajajaran Lt 3, kota Banjar pada hari Senin (22/7/2024) yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Dan dim 0613, Stap Ahli dan beberapa tokoh masyarakat.

Kepada sejumlah wartawan Ketua KPU Kota Banjar Muhamad Muklis mengatakan, persyaratan untuk pencalonan H Dimyati dan Alam Mbah dukun setelah melalui verifikasi faktual dan dinyatakan memenuhi syarat untuk maju dari jalur perseorangan.

"Calon tersebut secara  administratif sudah mendapatkan dukungan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku," terang Muklis.

Untuk bisa mendaftarkan diri secara perseorangan di Kota Banjar, jelas Muklis, calon harus memiliki jumlah dukungan minimal 10% persen dari jumlah penduduk atau Daftar Pemilih Tetap. Dan peryaratan dukungan ini harus mendapat sebanyak 15.393, sementara data KTP pendukung yang sudah di serahkan melebihi persyaratan yaitu sebanyak 15.677.

"Jadi sebagai sarat perseorangan pasangan H Dimyati dan Alam Mbah Dukun mendapat dukungan dari masyarakat Banjar dan dinyatakan lolos untuk maju di pilkada Kota Banjar Tahun 2024," ungkapnya. (tito)

Datangi BPN Pangandaran, FPDS Pertanyakan Polemik Tanah Tanjung Cemara


PANGANDARANNEWS.COM - Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Peduli Desa Sukaresik (FPDS), siang tadi mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Desa Cintaratu.(23/07)

Kedatangan FPDS ini untuk mempertanyakan beberapa fakta terkait polemik tanah Tanjung Cemara yang terindikasi adanya dugaan praktek kejahatan penyerobotan tanah yang dilakukan oleh mafia tanah secara teroganisir, terstruktur, sistematik dan massive serta diduga melibatkan oknum dari lintas institusi.

Dengan membawa sejumlah spanduk yang berisikan tuntutan terkait status tanah Tanjung Cemara, mereka mengklaim bahwa tanah mereka telah dikuasai oleh mafia tanah.

Seperti disampaikan kordinasi lapangan (Korlap) aksi, Jemono, warga Desa Sukaresik menyampaikan sikap bahwa polemik yang terjadi di Tanjung Cemara merupakan praktek mafia tanah penyerobot lahan, pencuri dan penjahat berkedok investor.

"Hal ini jelas harus dilawan sampai titik darah penghabisan," tegas Jemono pada sejumlah awak media.

Ia mengaku, warga Sukaresik siap melawan jika ada oknum institusi atau instansi yang membekingi mafia tanah ini karena warga merasa memiliki harga diri dan kehormatan yang siap mempertahankan warisan leluhurnya.

"Telah terjadi pergeseran peta lokasi Tanjung Cemara yang menjadi kecurigaan warga, sehingga BPN harus membeberkan kepemilikan yang jelas," ucapnya.

Status Tanjung Cemara ini, kata Jemono, merupakan tanah desa atau yang disebut pangangonan. Dan data ini berdasarkan surat dari Bupati Ciamis waktu itu, kemudian Gubernur Jawa Barat yang ditandatangani mantan Kepala Desa Cikalong, saat dulu Sukaresik ini masih wilayah Desa Cikalong.

"Tak hanya itu, saksi yang masih hidup yaitu Bapak Sahidin juga ikut menandatangani," jelasnya.

Atas nama warga, Jemono pun meminta agar kegiatan yang ada di Tanjung Cemara saat ini harus dihentikan sementara, setelah adanya audiensi dengan BPN Pangandaran.

"Tadi hal ini sudah dituangkan dalam berita acara," ucapnya.

Sementara Koordinator Substansi Penanganan Sengketa  BPN Pangandaran Wili SN menyampaikan, untuk sementara pihaknya hanya baru bisa menampung aspirasi dari masyarakat, karena hal ini harus ditelaah lagi dan belum bisa diputuskan dalam waktu dekat. Dan nanti ada pertemuan lebih lanjut, sehingga bisa clear and clean nantinya.

"Kita akan cek langsung  permasalahan ini," tegas. (hiek)





Hasil Berbagai Upaya Satlantas Polres Pangandaran, Tahun Ini Angka Kecelakaan Menurun

PANGANDARANNEWS.COM -  Selama minggu pertama pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2024 di Kabupaten Pangandaran kasus kecelakaan menurun dibanding dengan tahun 2023, hal ini berdasarkan data yang dirilis unit Pengekan Hukum (Gakum)  Sat Lantas Polres Pangandaran Polda Jabar.

Seperti disampaikan Kasat Lantas Polres Pangandaran AKP Asep Nugraha melalui Kanit Gakum Ipda Dimas Aditama, S.E, Operasi Patuh Lodaya yang di gelar sejak tanggal 15 juli hingga saat terhitung hanya ada dua kasus kecelakaan yang dilakukan pengendara roda dua, dengan rincian luka berat 1 kasus, luka ringan 2 kasus dan kerugian materi sebesar Rp 1 juta.

"Operasi lodaya ini sendiri akan dilaksakan hingga tanggal 28 Juli 2024," kata Dimas.(23/07)

Jika dibandingkan dengan tahun 2023 lalu, Dimas menyebut, lebih banyak yaitu 3 kasus dengan rincaian luka berat dua, luka ringan tiga dan kerugian materi Rp 4 juta. 

"Sementara untuk korban meninggal dunia, nihil," imbuhnya. 

Penurunan angka ini, menurut Dimas, bukan tanpa sebab tapi karena Satlantas Polres Pangandaran telah melakukan beberapa upaya, seperti pemasangan rambu-rambu himbauan daerah rawan kecelakaan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Selain itu, ucapnya, Satlantas juga telah melakukan peneguran kepada sejumlah pengendara yang melanggar dengan melakukan tilang dan lembar teguran. 

"Kami juga melakukan penindakan kepada ODOL (Over Dimensi Over Loading-red)," jelas Dimas. (isis)

Untuk Kelestarian Pantai, Kodim 0625/Pangandaran Semai 1500 Bibit Mangrove

PANGANDARANNEWS.COM - Panjang hamparan pantai yang ada di Kabupaten Pangandaran mencapai 92 kilo meter sehingga dalam perawatan di sekitar pantai ini perlu kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, salah satunya diperlukan sentra-sentra pembibitan tanaman mangrove.

Demikian disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran Letkol Inf Indra Mardianto Subroto, M.IP, saat meninjau kegiatan personil Kodim dalam kegiatan Tahap Satu Penyemaian Bibit Mangrove sebanyak 1.500 pohon, di Dusun Cipari Blok Karang Tirta, RT 005/RW 002, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.(23/07)

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program, Bersatu dengan Alam Tahun 2024," ungkap Dandim.

Dandim mengatakan, tujuan jangka panjang dari program ini untuk memastikan kelestarian mangrove di Pangandaran sehingga dapat memberikan manfaat maksimal sesuai dengan fungsinya, salah satunya untuk menetralisir segala hal yang berkaitan dengan pantai.

Ia menyebut, kegiatan ini juga merupakan program unggulan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang bertujuan untuk menjaga kelestarian alam demi NKRI.

Ia pun berharap program ini terus dilaksanakan dan dikembangkan sehingga Pangandaran dan ekosistemnya tetap lestari serta bisa terus menjaga pelestarian alam sehingga selalu dekat dengan alam, dan berharap masyarakat dapat terus menjaga kelestarian lingkungan pesisir pantai demi generasi mendatang.

Pada tahap pertama ini, terangnya, Kodim 625/Pangandaran menyemai 1.500 pohon mangrove, yang nantinya  akan dilaksanakan juga penanaman sekitar 3.000 batang mangrove dan diikuti dengan pembibitan sebanyak 5.000 bibit mangrove.

"Kerjasama antara TNI dan masyarakat ini sangat penting dalam menjaga kelestarian alam ini," katanya.***

Sekdis Pendidikan Tasikmalaya, Mengabdi Tak Hanya Dengan Pikiran Tapi Juga Harus Dari Hati

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Pelayanan merupakan bentuk pengabdian yang sangat luar biasa sehingga ia harus berorientasi pada menjadi poin pertama dalam core value Aparatur Sipil Negara (ASN, yaitu berakhlak mulia.

Hal ini disampaikan dalam sambutan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tasikmalaya Edi Ruswandi H, S.Pd., MM, saat melakukan
monitoring Pembinaan dan  Evaluasi penilaian tahun 2024 pada 169 ASN dan P3K di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, bertempat di gedung PGRI KEC Cikatomas.(23/07)

Edi juga menekankan terkait pentingnya pembinaan terhadap ASN di lingkungan Disdik Wilayah Cikatomas ini untuk memastikan kebijakan tenaga pendidik agar lebih terarah dalam proses belajar mengajar, serta perlunya motivasi bagi para tenaga pendidik agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

"Saya berharap melalui pembinaan ini, ada kesamaan target dari tenaga pendidik terhadap apa yang ingin dicapai," tegasnya.

Menurutnya, akan menjadi sulit jika tenaga pendidik tidak dapat menyampaikan materi yang seharusnya kepada peserta didik, padahal sekarang dengan teknologi para siswa sudah mulai paham terhadap situasi-situasi yang sangat berbeda dengan zaman dulu.

Karen sekarang informasi sudah terbuka, maka kata Edi, harus disesuaikan dengan program pola belajar mengajar yang tentu harus disesuaikan dengan situasi kondisi dan juga tata aturan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan.

Pendidikan juga, imbuh Edi, akan berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sehingga kemampuan tenaga pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan IPM tersebut.

Edi juga mengajak serta menyemangati agar semua tenaga pendidikan ini lebih termotivasi, lebih ikhlas, terus mengembangkan pendidikan dan kemampuan serta membuka cakrawala luas daripada informasi-informasi yang ada sekarang tentu yang positif.

"Mengabdi tidak cukup dengan otak atau pikiran saja, tetapi juga harus dari hati," tegasnya.

Edi menyebut, khususnya di sektor pendidikan harus bisa menunjukkan budaya kolaborasi serta memberikan platform untuk mengatasi tantangan bersama. Guru-guru dapat bekerja sama untuk mengidentifikasi masalah, merancang solusi dan mengukur dampaknya.

Kolaborasi semacam ini, ucap Edi, tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaran tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan dan tanggung jawab atas kesuksesan siswa. Dan dengan dibangun budaya kolaborasi yang kokoh, maka lembaga pendidikan dapat menciptakan ekosistem di mana setiap guru merasa didukung, dihargai dan memiliki peran aktif dalam perbaikan terus-menerus.

Budaya kolaborasi juga dapat membentuk fondasi untuk kesuksesan bersama serta menciptakan lingkungan yang memungkinkan inovasi dan pertumbuhan profesional terus berkembang dan peningkatan signifikan pada tahun 2024, walau diakui Edi hal ini masih perlu perjuangan.

Maka untuk itu, guru jangan pernah lelah untuk tetap bekerja keras serta tetap lillah dalam bekerja karena rezeki itu hanya efek dari kerja.

"Bukan di otaknya ada rezeki, jadi rezeki itu efek dari kerja kita yang ikhlas dari hati," tegas Edi lagi.

Ditemui terpisah, Ketua K3S wilayah Cikatomas Nana, mengaku monitoring Evaluasi Penilaian Kinerja ASN ini bertujuan untuk lebih meningkat disiplin administrasi serta memenuhi hak-hak guru.

"Kegiatan ini meningkatkan karir para guru dalam berinovasi, meningkatkan disiplin administrasi serta memenuhi hak-hak karir guru," ujarnya. (anwarwaluyo)

Tingkat Penerimaan PKB Kota Banjar Bantu Pembangunan Infrastruktur

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Tim Pembina Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Banjar menyelenggarakan acara sosialisasi mengenai diseminasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), bertempat di Aula  Samsat Lt 3.(21/07)

Acara sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat serta pemerintah daerah tentang pentingnya Opsen PKB sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.

Opsen PKB merupakan bagian dari pajak yang dikenakan atas kepemilikan dan penggunaan kendaraan bermotor, yang hasilnya digunakan untuk pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di kota Banjar

Kegiatan ini dipimpin dan dibuka secara resmi oleh PJ Wali Kota Ida Wahida yang di saksikan Sekretaris Daerah Kota Banjar Sony Harison, dan beberapak Keoala Dinas dengan tujuan utama meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak kendaraan secara tepat waktu.

"Pembayaran pajak yang tepat waktu sangat krusial untuk pengembangan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik di Kota Banjar," tegas Ida dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan kesadaran dan kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan.

"Samsat Kota Banjar berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dalam administrasi perpajakan kendaraan bermotor. Kolaborasi dengan Jasa Raharja juga memberikan perlindungan optimal bagi pemilik kendaraan," tambah Ida.

Sementara itu kepala Samsat Kota Banjar Beni Suranata ssaat di wawacara kepada media mengatakan, pemerintah sudah bekerja sama baik. Kendaraan yang digunakan untuk kepentingan kerja pajak nya sudah  teratur baik, adapun keterlambatan itu karena adanya epokusing anggaran saja ujarnya.

"Keterlambatan ini nanti akan di musyawarahkan dengan pihak terkait," ujarnya.

Sementara di tempat terpisah salah satu peserta sosialisasi keterlambatan mengatakan, ini bukan karena tidak ada uang tapi uang yang ada  belum bisa diambil.

Pelaksana Tugas Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banjar atau Samsat berharap agar acara ini dapat menjadi ajang yang efektif, khususnya dalam menyebarluaskan informasi dan kebijakan terbaru mengenai pajak kendaraan bermotor di Kota Banjar.

Karena, menurutnya, kegiatan diseminasi ini merupakan strategi rutin yang diadakan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak.

Pihaknya juga mengajak kepada seluruh pemilik kendaraan di Kota Banjar untuk mendukung kegiatan ini dengan mematuhi kewajiban perpajakan yang telah ditetapkan.

"Awal juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Penegakan (Opsen-red) PKB yang bertujuan untuk meningkatkan penerimaan pajak dan menegakkan kedisiplinan di kalangan pemilik kendaraan bermotor," jelasnya (Tito)

3 Unit Mobil Dan Warung Di Terminal Pangandaran Rusak Berat Tertimpa Dahan Pohon Kenari

PANGANDARANNEWS.COM - Sebuah pohon kenari yang tumbuh di sekitar Terminal Pangandaran tadi pagi roboh menimpa tiga unit mobil dan tiga warung, sehingga menimbulkan kerugian materi.(22/07)

Menurut salah seorang pedagang, Ali Sahidin (40), kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08 : 30 pagi sat tiga unit mobil berjenis Mobilio, Calya dan juga Agya terparkir didepan sebuah warung makan, beruntung saat kejadian tidak ada seorangpun berada di dalam mobil atau kios tersebut.

Awalnya Ali mendengar suara dentuman yang cukup keras yang kira suara tersebut berasal  dari suara tabrakan, ternyata  setelah Ali keluar warung terlihat ranting dan dahan pohon sudah menimpa tiga mobil dan juga warung disampingnya.

"Warga pun saat itu langsung melaporkan kejadian ini ke pihak pengelola terminal," ungkap Ali.

Usai menerima laporan, masih kata Ali, pihak pengelola terminal pun langsung berkoordonasi dengan pihak tagana, kepolisian, TNI dan juga PLN.

"Dahan pohon yang menimpa mobil dan warung pun langsung dievakuasi dengan cara dipotong menjadi beberapa bagian," terang Ali.

Sementara warga dan petugas gabungan, memarkirkan ketiga mobil nahas dengan kondisi kaca depan pecah tersebut pun ke tempat yang lebih aman 

Saat diwawancara, Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana mengatakan, kondisi pohon kenari tersebut memang sudah lapuk. 

Nana mengatakan, sebenarnya pohon yang sudah berusia tua di Pangandaran itu banyak, sehingga perlu ada tim khusus yang merawatnya.

Adapun pohon-pohon yang berada di taman, menurutnya, pemeliharaanya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan yang berada di pasar oleh Diskoperindag.

"Namun untuk pohon-pohon yang ada di samping jalan, belum ada yang mengurusnya," jelanya.

Padahal, kata Nana, ketinggian pohon tua itu bisa mencapai belasan hingga puluhan meter sehingga dianggap cukup berbahaya.

Sementara saat diminta tanggapannya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran Dedi Surachman mengatakan, pihaknya hanya melakukan pemeliharaan di taman saja seperti di Paamprokan, taman Parigi, Pangandaran Sunset dan taman lainya.

"Sementara untuk pemeliharaan pohon yang ada di tepi jalan umum saya kurang tahu, tapi kalau yang ada di terminal mungkin Dishub Pemprov Jawa Barat," terangnya.(hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN