PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Malam Minggu, 4 April 2026, menjadi malam yang tak terlupakan bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Ribuan penonton memadati area Lanud Wiriadinata untuk merasakan sensasi "Joget Bareng" bersama legenda dangdut Indonesia, Rhoma Irama dan Soneta Group.
Kedatangan Raja Dangdut ini seolah menjadi magnet yang sangat kuat tidak hanya bagi warga Tasik, namin penonton datang dari berbagai penjuru daerah. Terlihat jelas rombongan masyarakat yang datang jauh-jauh dari Kecamatan Parungponteng, Karangnunggal, Cibalong, Singaparna, hingga Cipatujah demi menyaksikan aksi memukau sang idola raja dangdut asal Kota Tasikmalaya.
Acara istimewa ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 TNI Angkatan Udara dengan tema besar 'Pengabdian Tanpa Batas", dan panggung hiburan yang megah menjadi bukti eratnya tali silaturahmi antara dunia seni dan institusi pertahanan negara
Suasana semakin memanas dan penuh romantisme ketika alunan musik khas Soneta mulai terdengar, hingga salah satu momen paling dinanti adalah ketika Rhoma Irama membawakan lagu legendaris berjudul "Hidup Tanpa Cinta".
Lirik yang puitis dan nada yang indah seolah menyentuh hati seluruh hadirin, dan kata-kata "Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga..." terdengar lantang dinyanyikan serempak oleh ribuan suara mampu menciptakan harmoni yang luar biasa indah.
Di tengah lautan manusia terlihat jelas antusiasme yang luar biasa dari berbagai kalangan usia, dan musik dangdut khas Soneta Group benar-benar menyatukan generasi tua maupun muda dalam satu irama yang sama.Intan, salah satu pengunjung asal Karangnunggal, tampak sangat menikmati setiap detik musik. Ia mengaku, lagu "Hidup tanpa bagai taman tak berbunga merupakan lagu paforit nya.
Tidak kalah semangat, Surahman asal Nyntong juga terlihat sangat gembira. Meskipun tergolong kaum muda ia tampak begitu hafal dan menikmati lagu-lagu lawas tersebut, tentu ini membuktikan bahwa musik Rhoma Irama memang abadi dan dicintai lintas generasi.
Sementara itu, Reni yang datang khusus dari Cipatujah mengaku sangat puas.
Ia mengatakan, sengaja datang jauh-jauh ke sini memang ingin nonton langsung.
"Suaranya masih bagus dan penampilannya luar biasa," ungkapnya dengan senyum lebar.
Suasana semakin bergairah ketika nada-nada intro lagu legendaris "Keramat" dan "Gala Gala" mulai terdengar, ribuan penonton seolah kehilangan kata-kata dan langsung berteriak histeris bergoyang lebih kencang mengikuti irama gendang.
Momen nostalgia ini begitu terasa kental, lagu-lagu yang sudah puluhan tahun menemani perjalanan musik Indonesia ini masih mampu membakar semangat dan membuat seluruh hadirin tak bisa diam.
Suasana semakin magis menjelang akhir acara, Rhoma Irama dan Soneta Group membawakan lagu penutup yang sangat dinanti yaitu "Malam Terakhir".
Lagu yang penuh makna ini menjadi penutup sempurna yang menggetarkan hati ribuan penonton, suasana menjadi sangat emosional namun tetap penuh energi menandakan bahwa malam perayaan ini benar-benar menjadi malam kenangan yang tak akan terlupakan.Menurut sejumlah penonton, konser ini bukan hanya sekadar pertunjukan musik melainkan sebuah perayaan nostalgia dan kebersamaan yang tak terlupakan. Rhoma Irama dan Soneta Group kembali membuktikan bahwa mereka adalah maestro yang tak tergantikan, mampu menyatukan berbagai kalangan dalam satu irama yang sama. (@nnwarwaluyo)



























