wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN
Tampilkan postingan dengan label TASIK NEWS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TASIK NEWS. Tampilkan semua postingan

Untuk Matangkan Rencana KKG On Fest 2026, FK3G Kabupaten Tasikmalaya Gelar Rakor Persiapan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Bertempat di Gedung Guru PGRI Kabupaten Tasikmalaya, FK3G Tasikmalaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja Guru (KKG). (12/09/2026)

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua FK3G, Cevi Setia, S.Pd, dan dihadiri oleh para pengurus serta perwakilan KKG dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya.

Kepada sejumlah awak media yang hadir, Cevi menyampaikan, agenda utama rapat ini adalah mematangkan persiapan pelaksanaan KKG On Fest 2026 yang direncanakan digelar pada bulan Desember tahun ini.

Ia menyebut, kegiatan KKG On Fest 2026 ini bukan sekadar ajang perlombaan melainkan menjadi wadah silaturahmi, berbagi pengalaman, peningkatan kreativitas, dan penguatan solidaritas antar guru di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

"Hasil inovasi dari gebyar ini akan ditampilkan oleh perwakilan dari 39 kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya," ujarnya.

 Ada pun tiga cabang lomba yang dipertandingkan, terang Cevi, KKG terbaik, simphoni dan sayembara desain batik FK3G.

Ia berharap, seluruh persiapan berjalan lancar dan kegiatan KKG On Fest 2026 di bulan Desember nanti menjadi momen yang luar biasa dan mampu membuahkan prestasi dan kebanggaan bagi para pendidik dari 39 Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya!

"Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar, sukses KKG On Fest 2026, bersama guru pendidikan semakin maju," tegasnya. (@nwarwaluyo)

Jembatan Merah Cirahong, Ikon Sejarah Tasikmalaya-Ciamis yang Mulai Dilirik Wisatawan Mancanegara

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Jembatan Merah Cirahong di perbatasan wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis, saat ini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di kawasan Priangan Timur. Jembatan peninggalan sejarah dengan struktur besi berwarna merah tersebut, membentang di kawasan perbatasan dan menawarkan pemandangan alam hijau di sekitar aliran Sungai Ciujung.

Dengan arsitektur besi merah yang khas, Jembatan Merah Cirahong tidak hanya memiliki nilai sejarah tetapi juga menyuguhkan panorama alam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Potensi wisata Jembatan Merah Cirahong, bahkan kini mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara. Terbaru, dua wisatawan asal Belanda terlihat berjalan santai menikmati suasana dan keindahan jembatan tersebut.

Kehadiran wisatawan asal luar negeri itu, tentu menjadi salah satu indikasi bahwa daya tarik wisata sejarah di wilayah Tasikmalaya dan Ciamis memiliki potensi untuk semakin dikenal lebih luas.

Selain menjadi destinasi wisata, jembatan tersebut juga memiliki fungsi penting sebagai jalur penghubung wilayah selatan Priangan Timur karena keberadaannya turut mendukung mobilitas masyarakat di dua kabupaten.

Bagi masyarakat sekitar, Jembatan Merah Cirahong merupakan kebanggaan bersama yang merepresentasikan keterhubungan antara Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.

Salah seorang warga di sekitar jembatan menyampaikan, Jembatan Merah Cirahong merupakan milik bersama dan menjadi kebanggaan Tasikmalaya dan Ciamis.

"Tidak perlu jauh-jauh ke tempat lain, di sini pun kita punya ikon yang indah dan bersejarah," ujarnya. (11/09/2026).

Masyarakat berharap, keberadaan jembatan ini semakin terawat dan mampu menarik lebih banyak wisatawan. Dengan demikian, aktivitas wisata di kawasan tersebut diharapkan turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

"Dengan perpaduan sejarah, arsitektur dan keindahan alam, jembatan ini berpotensi menjadi salah satu ikon wisata bersama Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis," imbuhnya. (@mirsaripudin)

Satu Tujuan Dan Semangat, Ini Gaya Bupati Dan Wakil Bupati Tasikmalaya Saat Penyerahan Becak Listrik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Penyerahan bantuan becak listrik kepada para pengayuh becak di wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, menyita perhatian publik. Pasalnya kedua pemimpin daerah tampil walau dengan gaya yang berbeda, namun sama-sama hangat, membumi, dan dekat dengan rakyat.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, terlihat langsung mengayuh becak listrik sambil membawa tukang becak di kursi penumpang yang tersenyum ramah. Tentu ini menunjukkan, kedekatan yang tulus dengan rakyat kecil yang sehari-hari berjuang mengayuh becak untuk menafkahi keluarga.

Sementara itu, Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, juga tak mau kalah. Ia terlihat duduk berdampingan bersama seorang tukang becak di atas becak listrik yang baru diserahkan. Gaya yang santai dan akrab ini menunjukkan bahwa pemimpin hadir bukan hanya untuk memimpin, tapi juga untuk duduk setara dan berjalan bersama rakyatnya.

Penyerahan becak listrik ini bukan sekadar pemberian kendaraan, melainkan wujud perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para pengayuh becak. Beban fisik yang berat kini berkurang, dan harapan pendapatan yang lebih layak semakin terbuka lebar.

"Beda pemimpin beda gaya, tapi sama-sama menunjukkan hati yang tulus untuk rakyat," gumam salah Risma seorang warga Tasikmalaya, Risma yang menyaksikan momen tersebut. (@mirsaripudin)

9 KPM Desa Sarimanggu Terima BLT-DD Tahap II Tahun 2026, Utuh Tanpa Potongan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Pemerintah Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap II Tahun 2026, bertempat di aula desa Sarimanggu. (10/09/2026).

Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana, S.I.P,  Babinkamtibmas, Babinsa, Pendamping Desa, anggota BPD, Ketua MUI Desa, LPM, seluruh Kepala Diniyah, Ketua TP PKK, Kader Posyandu, dan tokoh masyarakat setempat. Selain BLT-DD, Pemdes juga menyalurkan insentif RT/RW, Kader Posyandu dan Guru Diniyah.

Penyaluran untuk bulan Juli, Agustus, dan September ini diterima  9 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan masing-masing bantuan sebesar Rp 900 ribu untuk satu keluarga. Dengan rincian Rp 300 bulan per bulan ini, diterima langsung oleh para penerima secara utuh tanpa potongan apa pun.

Di depan warganya, Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana, S.I.P, menyampaikan agar bantuan ini dimanfaatkan dengan bijak untuk kebutuhan yang mendesak. Seperti pangan, pendidikan anak, dan kesehatan keluarga.

"Saya pastikan tidak ada potongan sepeser pun. Bantuan ini diterima utuh oleh warga yang berhak," tegasnya.

Ia juga menghimbau kepada seluruh warganya agar tetap waspada dan menjaga keselamatan, serta tetap sigap menghadapi musim kemarau ini.

Sementara Ketua BPD Sarimangu, Eli Romli mengaku bersyukur karena bantuan tersalurkan tepat sasaran. Meskipun jumlah penerima terbatas, karena ini sudah disesuaikan dengan anggaran dan regulasi.

"BPD akan terus bersinergi dengan Pemdes untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sarimanggu," ucapnya. (@nwarwaluyo)

 

Sejumlah Petugas Parkir Jalur Hijau Sejuk Tasikmalaya Mengeluh, Jangan Jadikan Kami Sapi Perah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Para petugas parkir di kawasan Jalur Hijau Sejuk Kota Tasikmalaya, menyampaikan keluhan keras terkait pungutan yang dinilai memberatkan. Mereka meminta perhatian serius DPRD Kota Tasikmalaya Komisi 3 dan Pemerintah Kota Tasikmalaya, khususnya Dinas Perhubungan.

Para petugas menyatakan telah berulang kali menyampaikan keluhan ke Dinas Perhubungan, namun hingga saat ini belum ada respon yang memuaskan.

Mereka mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan ke Dinas Perhubungan, namun sampai sekarang belum ada respon yang jelas.

"Tolong, masalah parkir kembalikan lagi ke Dinas Perhubungan, sehingga persoalan kami bisa diselesaikan dengan baik," ucap salah seorang petugas parkir yang enggan menyebutkan namanya.(10/09/2026)

Seperti diketahui, keluhan ini mengemuka di tengah upaya penertiban dan pengelolaan parkir di Kota Tasikmalaya. Dan para petugas parkir berharap ada kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan mereka, bukan justru membebani dengan pungutan yang tidak wajar. (@nwarwaluyo)

 

72 Guru & Kepala Sekolah Gugus 3 Pagerageung Ikuti Pembinaan Evaluasi Kinerja & Refleksi Diri Demi Pendidikan Lebih Maju

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Sebanyak 72 orang guru dan kepala sekolah dari 9 Sekolah Dasar di Gugus 3 Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, berkumpul dalam kegiatan Pembinaan Personal yang digelar untuk memperkuat kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pengawas Pendidikan Kecamatan Pagerageung, Eli Solihat, M.Pd., didampingi Ketua PGRI PC Pagerageung Dian Sudiana, S.Pd., M.Pd, Asep Gunawan, M.Pd.

Dengan mengusung tema, "Melalui Pembinaan, Kita Tingkatkan Kompetensi dan Etos Kerja", pertemuan ini bukan sekadar rapat biasa namun momen ini juga untuk menengok ke dalam diri sendiri. Apa yang sudah baik, apa yang masih kurang, dan apa yang harus diperbaiki.

Dengan membangun kembali semangat dan dedikasi para pendidik di tengah tantangan pendidikan, menjadi refleksi diri untuk mengajak setiap guru bertanya.

Rencana perbaikan serta menyusun langkah konkret, agar kualitas pendidikan di Pagerageung terus meningkat.

Seperti disampaikan Pengawas Pendidikan, Eli Solihat, M.Pd, intinya momentum ini untuk mengevaluasi kinerja guru dan kepala sekolah.

Eli juga bharap, guru dan kepala sekolah bisa berefleksi serta memperbaiki diri untuk kemajuan selanjutnya.

"Apa yang kurang dari mereka dan kinerja mereka, semoga bisa diperbaiki sehingga pendidikan di Kecamatan Pagerageung ini bisa lebih baik lagi, bisa lebih maju lagi," ungkap Eli. (09/09/2026)

Kegiatan ini juga, kata Eli, untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik, memperkuat etos kerja dan kedisiplinan, menumbuhkan kesadaran untuk terus belajar dan berkembang dan membangun sinergi antar sekolah demi kemajuan pendidikan di Pagerageung.

"Guru yang berani mengevaluasi diri, niscaya pendidikan pun akan terus berkembang," tegasnya. (@nwarwaluyo).

Gasantana Gaet Tim Ahli Cagar Budaya, Usut Tuntas Pengrusakan Situs Lingga Yoni Gunung Payung Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Perusakan situs cagar Lingga Yoni di Gunung Payung, Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, menuai keprihatinan luas. Salah satunya Galunggung Sakti Nusantara Kencana ( Gasantana), sebuah   komunitas independen yang berfokus pada konservasi lingkungan dan pelestarian alam merespons peristiwa ini secara serius dan berkomitmen memastikan pelestarian cagar budaya tidak tergerus di masa depan.

Saat diminta tanggapannya, Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Asep Zaini, S.Pd, mengaku keprihatin dengan tindakan oknum perusakan Lingga Yoni yang diduga kuat sebagai benda cagar budaya. Dinas Kebudayaan pun segera menerjunkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), tim multidisiplin yang terdiri dari arkeolog, ahli biologi, hingga sejarawan untuk melakukan kajian lapangan secara komprehensif dan identifikasi mendalam guna penyelamatan situs tersebut.

"Kami meminta kerjasama kolektif dari seluruh masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan alam serta situs bersejarah di Gunung Payung, Karangjaya," tegas Asep. (07/09/2026).

Hal senada disampaikan Ketua Gasantana, Hadi Permana, menurutnya ia merasa juga prihatinan atas perusakan tersebut.

"Oknum pelaku yang merusak situs ini jelas bukan orang berbudaya karena tindakannya tidak beradab," tutur Hadi.

Gasantana dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen untuk mengawal proses ini hingga tuntass, kelestarian warisan leluhur adalah tanggung jawab kita bersama. Dan siapa pun yang merusaknya, harus dipertanggungjawabkan di jalur hukum.

Sementara pemerhati Budaya dan Situs, Ki Acep Aan, mengingatkan bahwa perusakan ini tidak bisa dibiarkan.

Aturan situs ini diatur undang-undang nomer 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, dan tindakan perusakan di ini diancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

"Pelaku perusakan cagar budaya diancam pidana minimal penjara 1 tahun dan denda minimal Rp500 juta," jelasnya. (@mirsaripudin).

 

Melalui Yayasan GSN, Presiden RI Prabowo Subianto Bagikan 160 Unit Becak Listrik Di Ciamis

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS — Ratusan penarik becak di Kabupaten Ciamis mendapat bantuan becak listrik dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Acara penyerahan sejumlah 160 becak listrik ini ditandai dengan pelepasan dan pemberian bendera secara simbolis, yang dihadiri oleh Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan (Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN), Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, jajaran Pemkab Ciamis, serta ratusan pengayuh becak penerima manfaat. (06/09/2026).

Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan dalam sambutannya menjelaskan, program becak listrik ini dirintis oleh Yayasan GSN untuk membantu masyarakat yang menggantungkan hidup dari tenaga fisik, dan program ini juga telah dijalankan di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Program ini bertujuan untuk meringankan beban bapak-bapak pengayuh becak, meningkatkan pendapatan dan dalam menjalankan usahanya lebih ringan," ungkapnya.

Firman menegaskan aturan yang harus dipatuhi para penerima, antara lain becak ini tidak boleh dijual, disewakan maupun dipindahtangankan.

"Rawatlah dan gunakan untuk mencari rezeki," tegas Firman.

Sementara saat mencoba langsung becak listrik tersebut, Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, mengatakan bahwa penggunaannya sangat mudah dan sangat ringan.

"Terima kasih Bapak Presiden, semoga becak ini membawa keberkahan dan kemudahan bagi para pengayuh di Ciamis," ujar Herdiat.

Selain mendapatkan becak listrik, para penerima juga mendapat paket Sembako dan uang Transportasi (Bantuan berkat dukungan Bank BJB dan Baznas)

Salah satu penerima, Elon, mengaku senang serta berterimakasih atas bantuan yang diterimanya ini.

Elon berharap, langkah nyata ini menjadi awal kesejahteraan yang lebih baik bagi para pengayuh becak di Kabupaten Ciamis.

"Semoga rezeki kami bertambah dan kehidupan pun semakin sejahtera," ucapnya. (@nwarwaluyo).

 

Sejumlah Pedagang Sayangkan, Penertiban PKL di Kompleks Dadaha Tasik Terkesan Tebang Pilih

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kebijakan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kompleks Dadaha Kota Tasikmalaya, kini menuai kritik tajam dari masyarakat. Warga mempertanyakan sikap Pemerintah Kota Tasikmalaya, yang dinilai tidak konsisten dan tebang pilih dalam menertibkan pedagang yang menempati area publik.


Seperti disampaikan salah seorang pengunjung yang enggan menyebutkan namanya, dirinya mengaku kecewa pasalnya beberapa waktu lalu PKL tersebut selalu ditertibkan. Tapi sekarang terkesan dibiarkan begitu saja, padahal di Kompleks Dadaha masih banyak yang berjualan baju dan dagangan lain baik di sepanjang jalan atau pun di bahu jalan bahkan di trotoar.

"Kalau pemerintah mau menertibkan, jangan tebang pilih tertibkan semua, trotoar dan bahu jalan itu bukan tempat berjualan tapi itu hak pejalan kaki," tegasnya. (05/09/2026)

Keluhan warga ini semakin menguat, karena terlihat jelas masih banyaknya pedagang yang menempati area yang seharusnya bebas dari aktivitas jual beli. Sementara di sisi lain, penertiban hanya difokuskan pada area jalur jogging track saja. Para pedagang lainnya pun kini menuntut kesetaraan dalam penegakan peraturan daerah, agar tidak ada kesan pilih kasih dalam penertiban.

Ia juga mempertanyakan, kenapa hanya area jogging track yang ditertibkan sementara pedagang yang di trotoar dan bahu jalan dibiarkan saja.

"Kalau tujuannya ingin menata kota, tata semua dengan rapi dan jangan tebang pilih," ucapnya.

Sayang hingga saat ini belum ada keterangan resmi disampaikan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui UPTD Dadaha, terkait keluhan masyarakat ini. (@mirsaripudin).

Warga Di Wilayah Tasik Selatan Bersyukur, Jalan Cikatomas - Cikalong Kini Telah Mulus

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Rasa syukur disampaikan warga Tasik Selatan atas terealisasinya perbaikan Jalan Lintas Cikatomas–Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Jalan penghubung dua kecamatan itu yang sebelumnya rusak dan berlubang kini telah mulus beraspal, lurus, dan nyaman dilalui.

Perubahan ini pun disambut antusias warga karena menjadi akses utama mobilitas dan perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan.

"Alhamdulillah kini jalan lintas Cikatomas sudah terealisasi, terima kasih Bapak Bupati," ujar seorang warga yang melintas di lokasi. (05/09/2026)

Warga lainnya pun menilai, perbaikan jalan ini membuktikan keseriusan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun infrastruktur hingga ke pelosok desa.

Jalan wilayah Tasik Selatan Cikatomas–Cikalong, ujarnya, sekarang sudah terwujud. Semoga pembangunan ini terus berlanjut dan semakin merata ke seluruh penjuru Kabupaten Tasikmalaya," ucap salah seorang warga.

Dengan perbaikan jalan ini, warga pun berharap dapat memperlancar arus transportasi, menekan biaya perjalanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Cikatomas dan Cikalong.

"Diharapkan jalan yang baru diperbaiki ini dapat terus dirawat dan menjadi awal dari pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya," ungkapnya. (@mirsaripudin).

Jadi Kado HUT RI Ke 81, Seorang Pengusaha Ayam Bangun Jalan Di Desa Sarimanggu

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Warga Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya menerima kado istimewa di HUT RI ke-81. Jalan penghubung sepanjang 98 meter yang menghubungkan Desa Sarimanggu dan Desa Karangmekar kini telah mulus beraspal, dilengkapi pintu gerbang dan pagar pembatas bernuansa merah putih.

Pembangunan jalan ini digagas dan didanai sepenuhnya oleh pengusaha ayam asal Kampung Rancapetir, Rohman, bukan asli warga Desa Sarimanggu.

Kepada Pangandaran News, Rohman mengatakan, sesuai keinginan masyarakat sekarang perbaikan jalan ini kini sudah terwujud.

Ia mengungkapkan, sebagai rasa terimakasih dan menitipkan diri karena ikut membuka usaha di sini.

"Semoga dengan terbangunnya jalan ini, perekonomian masyarakat Desa Sarimanggu semakin tumbuh dan berkembang," ujar Rohman. (04/09/2026)

Kepala Desa Sarimanggu, Indra, mewakili pemerintah desa dan warga menyampaikan apresiasi atas kepedulian tersebut dengan simbolis menyerahkan bingkisan sebagai tanda terima kasih kepada Rohman.

Warga pun, kata Indra, berterimakasih kepada Rohman yang telah membantu membangun jalan sepanjang 98 meter.

"Kepedulian ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dapat menumbuhkan perekonomian desa," kata Indra.

Indra pun berharap oembangunan jalan 98 meter ini bisa memperlancar akses transportasi,  mempermudah distribusi hasil pertanian dan peternakan serta meningkatkan keindahan desa.

"Langkah Pak Rohman ini juga diharapkan dapat menginspirasi pihak lain untuk turut peduli terhadap pembangunan di lingkungan sekitar," imbuhnya.

Sementara menurut salah seorang warga,
sebelumnya jalan tersebut sempit, berlubang, dan sulit dilalui terutama saat musim hujan. Namun kini kondisinya berubah total menjadi mulus dan aman untuk kendaraan, dan ini semua berkat kepedulian Rohman yang notabene bukan warga asli Sarimanggu.

Warga mengaku bersyukur serta berterima kasih kepada Rohman, karena jalan yang dulunya sempit, berlubang, dan sulit dilalui, kini mulus dan nyaman.

"Semoga usaha beliau semakin berkembang, berkah, dan diberi kesehatan," tuturnya. (@nwarwaluyo)

Pencapaian Luar Biasa, 450 Peserta Se-Kecamatan Cikatomas Ikut LT II & Gladi Terampil

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sebuah pencapaian prestasi ditorehkan Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cikatomas, dalam kegiatan Latihan Tingkat II (LT II) dan Gladi Terampil yang berlangsung di Lapang Gebang, Desa Pakemitan Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam kegiatan yang diikuti 450 peserta dari jenjang SD, MI, MTs, hingga SMP Negeri dan Swasta se-kecamatan, gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cikatomas mencatat rekor partisipasi luar biasa

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 4–6 September 2026, dan resmi dibuka Mabiran Heru Nooryosana serta dihadiri langsung oleh Ketua Harian Kwarcab Tasikmalaya, E. Koswara serta jajaran unsur pimpinan lainnya.

Dengan mengusung tema "Dengan Semangat Dasa Dharma, Kita Wujudkan Penggalang Cikatomas yang Berkarakter, Terampil, dan Berjiwa Pancasila" ini hasil kerjasama & Kemitraan antara PC PGRI Cikatomas, LJN, BPR Arta Galunggung dan bank BJB.

Dalam sambutannya, Ketua Harian Kwarcab Tasikmalaya, E. Koswara, menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas antusiasme yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Koswara juga merasa bersyukur karena dari sekian banyak kecamatan, Cikatomas kini mencatatkan rekor partisipasi tertinggi dengan 450 sekolah turut berpartisipasi.

Dan Ini, kata Koswara, membuktikan bahwa semangat Pramuka di Cikatomas benar-benar hidup dan menyatu di setiap sekolah.

"Teruslah berprestasi, jadikan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, berakhlak, dan berjiwa Pancasila," ucapnya. (04/09/2026)

Sementara Sekretaris Kwarran Cikatomas, Andi, kepada Pangandaran News menjelaskan tujuan jangka panjang kegiatan ini.

Andi mengatakan, para juara dari tingkat kecamatan ini nantinya akan dibawa untuk berlaga di tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang direncanakan akan digelar pada bulan Desember 2026.

"Semoga persiapan berjalan lancar dan Cikatomas mampu menorehkan prestasi terbaik di tingkat kabupaten," kata Andi

Masih di tempat yang sama, Ketua PGRI Kecamatan Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd,
🎙️ KATA KETUA PC PGRI CIKATOMAS — NANA SUKMANA, S.Pd, menambahkan, pihaknya sangat mendukung kegiatan Pramuka LT II ini.

Melalui kegiatan ini, imbuhnya, siswa tidak hanya belajar keterampilan tetapi juga melatih kedisiplinan, kebersamaan, dan kepemimpinan.

"Semoga sinergi antara sekolah, PGRI, dan Kwarran Cikatomas terus terjalin dengan baik demi kemajuan generasi muda kita," ungkapnya. (@mirsaripudin)

Tanggapi Dugaan Perusakan Situs Gunung Payung Karangjaya, Gasantana Berkodinasi Dengan Disdikbud Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Pelestarian situs dan jejak peradaban Sunda merupakan tanggung jawab kolektif, nilai sejarah, budaya, dan filosofis yang terkandung di dalamnya merupakan identitas yang membentuk karakter masyarakat masa kini dan masa depan.

Namun keprihatinan kini menyelimuti dunia pelestarian budaya Kabupaten Tasikmalaya, menyusul adanya dugaan perusakan situs purbakala Gunung Payung di Desa Karangjaya Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya.

Berdasarkan laporan yang diterima pada Rabu, 2 September 2026, ditemukan dugaan perusakan terhadap situs purbakala berupa Lingga-Yoni di kawasan Gunung Payung Karangjaya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Kamis, 3 September 2026, tim Gasantana yang bergerak di bidang ekspedisi penelitian dan pelestarian alam dengan dipimpin langsung oleh Ketua Gasantana Hadi Permana didampingi Bunda Sumiati, mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya untuk melakukan koordinasi resmi.

Kepada Pangandaran News,
Hadi Permana menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut sekaligus mengingatkan ketentuan hukum yang berlaku.

Tindak pidana perusakan situs di Indonesia, jelas Hadi,  diatur dalam UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dan berdasarkan KUHP, pelaku perusakan fasilitas umum dapat diancam pidana penjara 2 tahun 8 bulan dan denda. Berdasarkan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

"Pelaku perusakan sarana dan prasarana kebudayaan diancam pidana maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar," tegas Hadi.

Ia mengaku merasa sangat prihatin atas tindakan oknum yang merusak situs Lingga-Yoni di Gunung Payung, serta menyesalkan tindakan tersebut.

Sementara seorang Pemerhati Situs dan Lingkungan Alam Priangan Timur, Ki Acep Aan menegaskan pentingnya langkah konkret perlindungan situs.

Menurutnya, perawatan dan perlindungan situs/cagar budaya adalah tanggung jawab kolektif bersama pemerintah dan warga masyarakat sekitar. Artinya, perlu pengawasan yang serius oleh pihak Dinas dan Desa untuk mengawasi orang-orang yang masuk ke wilayah Gunung Payung.

"Sebaiknya dibuat petugas khusus untuk mendata identitas siapa saja yang berkunjung ke sana," ujar Ki Acep.

Saat diminta komentarnya, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya menyambut baik laporan dan koordinasi dari Gasantana.

"Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan menyusun langkah-langkah strategis berkelanjutan untuk perlindungan situs tersebut," ucap salah seorang perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tasikmalaya.

Ia mengatakan, fungsi utama Dinas Kebudayaan dalam perawatan situs dan cagar budaya adalah melaksanakan perlindungan, pemeliharaan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya bangsa.

Ia menyebut warisan leluhur ini bukan milik perorangan tapi milik seluruh bangsa, dan menjaganya adalah kewajiban kita semua.

"Merusaknya sama dengan merusak identitas kita sendiri," tandasnya. (@mirsaripudin)

Ukir Prestasi di PORSADIN ke-10 & Hazanah ke-3 Tingkat Kabupaten, Desa Sarimanggu Beri Bingkisan Pada 12 Utusan Desa

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bertepatan dengan Pengajian Bulanan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, memberikan bingkisan kepada 12 utusan desa yang telah berjuang dan menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Dasar Islam (PORSADIN) ke-10 sekaligus Hazanah ke-3 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula desa ini dihadiri para utusan perwakilan, tokoh masyarakat, dan jamaah dari berbagai kampung. Suasana penuh kebahagiaan, terasa saat bingkisan diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para utusan yang telah mengharumkan nama desa.

Saat dihubungi lewat telepon selulernys, Kepala Desa Sarimanggu, Indra, mengaku bersyukur dan bangga karena para utusan Desa Sarimanggu berhasil mengharumkan nama desa di ajang PORSADIN ke-10 dan Hazanah ke-3 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

"Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi, menjaga semangat keagamaan, dan mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga," ungkapnya. (02/09/2026)

Melalui PORSADIN ke 10 ini, kata Indra, pihaknya ingin menumbuhkan semangat berprestasi sekaligus memperkuat akhlak keagamaan.

"Olahraga dan seni yang berlandaskan iman itulah yang kami harapkan tumbuh di Desa Sarimanggu," imbuhnya.

Indra berharap depannya Pemerintah Desa Sarimanggu semakin maju dalam bidang keagamaan, olahraga, maupun seni.

"Dan semoga kebersamaan yang terjalin ini semakin kokoh dan prestasi yang diraih pun menjadi berkah bagi masyarakat," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Iin, Potret Kehidupan Keluarga Di Desa Margalaksana, Meski Rumah Tak Layak Huni Namun Semangat Hidupnya Tak Pernah Padam

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Di balik hamparan hijau pedesaan Kabupaten Tasikmalaya, tersembunyi kisah ketabahan sebuah keluarga di Kampung Sukamaju, Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya.

Lelaki tua bernama Iin (55), hidup dalam keterbatasan fasilitas. Mereka tetap teguh memegang nilai kesederhanaan, dan kebersamaan.

Saat Pangandaran News menjambangi kediamannya, kondisi rumah yang ditempati dinilai tidak layak huni. Bangunan beratap genteng tanah liat yang mulai usang, dinding semen yang belum diplester rapi dan teras yang difungsikan sebagai ruang kegiatan sehari-hari menjadi pemandangan yang terlihat.

Iin, sebagai kepala keluarga tampak tenang meski wajahnya merekam jejak panjang perjuangan. Garis keriput di wajahnya menjadi bukti, ia terus berjuang menafkahi keluarga di tengah segala keterbatasan.

Di dalam rumah, barang-barang kebutuhan tersusun seadanya. Tumpukan kayu bakar untuk memasak masih tersimpan di sudut ruangan, akses menuju rumahnya pun masih berupa jalan tanah yang belum beraspal.

"Kemewahan bukan tujuan kami, yang penting cukup makan, hidup rukun, dan bisa saling membantu," ujarnya. (02/09/2026)

I i n
Kehidupan seperti ini ternyata bukan hal baru di desa-desa Kabupaten Tasikmalaya, anak-anak tumbuh dengan kemandirian sejak dini dan gesit membantu pekerjaan rumah tangga. Sementara orang tua, bekerja keras apa adanya demi masa depan keluarga.

Kisah sederhana keluarga Iin ini menjadi cermin ketangguhan masyarakat pedesaan di Kabupaten Tasikmalaya, di tengah segala keterbatasan namun semangat untuk terus melangkah dan menjaga keutuhan keluarga tidak pernah luntur.

"Semoga perjuangan dan kesederhanaan ini membawa berkah, serta membuka jalan bagi kehidupan yang lebih layak di masa depan," ungkapnya. (@mirsaripudin)

Hadiri Majelis Taklim Fatimah Zahra, Kades Sarimanggu Berharap Pengajian Rutin Ini Membawa Keberkahan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Majelis Taklim Fatimah Zahra Desa Sarimanggu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, siang tadi menggelar kegiatan pengajian rutin. (29/08/2026)

Kegiatan yang terselenggara berkat dukungan dan kerjasama  Pemerintah Desa Sarimanggu ini berjalan lancar dan khidmat, dengan diisi tausiyah.

Menurut Kepala Desa Sarimanggu, Indra, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah antar warga serta menumbuhkan semangat keimanan dan ketakwaan.

Pengajian Majelis Taklim Fatimah Zahra ini, kata Indra, bukan sekadar tempat menuntut ilmu agama melainkan pusat silaturahmi.

"Saling mendoakan serta berbagi kebaikan antar sesama warga masyarakat Desa Sarimanggu," ungkapnya.

Ia berpesan kepada para jamaah bahwa ilmu yang bermanfaat adalah amal yang tidak terputus.

"Indra berharap, semoga saja keberkahan senantiasa menyertai setiap langkah jamaah Majelis Taklim Fatimah Zahra.

"Dengan ilmu yang semakin berkah, bermanfaat, serta menjadi inspirasi bagi penguatan keagamaan di tengah masyarakat," imbuhnya. (@nwarwaluyo)

 

Ukir Prestasi Gemilang di FTBI Tingkat Kecamatan Kadipaten, SDN Sukamulih Siap Berlaga Di Tingkat Kabupaten

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Prestasi yang membanggakan datang dari SDN Sukamulih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, pada ajang bergengsi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Kadipaten Tahun 2026 kembali membuktikan keunggulannya dengan meraih juara dalam sejumlah cabang lomba.

Seperti disampaikan Kepala Sekolah SDN Sukamulih sekaligus Ketua PGRI Kecamatan Kadipaten,
Dodi, melalui pesan WhatsApp. Yang lebih membanggakan lagi, SDN Sukamulih tercatat tidak pernah absen meraih prestasi di tingkat kecamatan dan secara konsisten mengirimkan perwakilan terbaik untuk berlomba di tingkat kabupaten.

"Semoga dengan prestasi yang didapat ini menjadi motivasi dan kebanggaan bagi siswa-siswi serta guru di SDN Sukamulih," ujarnya. (28/08/2026)

Pihaknya juga menyampaikan bangga mempunyai anak-anak hebat, dan terima kasih kepada Ibu-Bapak Guru yang telah membimbing hingga berprestasi yang siap bersaing ke tingkat Kabupaten.

Dodi mengatakan, prestasi ini bukan sekadar piala dan piagam nanun keberhasilan SDN Sukamulih membuktikan bahwa
bahasa ibu tetap hidup, generasi muda tetap mencintai dan fasih berbahasa sunda, konsistensi membawa gasil, kerja keras dan bimbingan yang berkelanjutan membuahkan prestasi.

"Kami berhara, ke depannya perwakilan kecamatan siap berlomba dan mengharumkan nama Kadipaten di tingkat kabupaten," ungkapnya.

Berikut raihan prestasi yang diperoleh SDN Sukamulih, antara lain (Bercerita) Jajaka (Putra) Juara 3, Maca Sajak (Membaca Puisi) Wanoja (Putri) Juara 3, Biantara (Pidato) Wanoja (Putri)
Juara 5, Maca & Nulis Aksara Sunda Jajaka (Putra) Juara 5 dan Nulis Carpon (Menulis Cerita Pendek) Jajaka (Putra)
*@nwarwaluyo*

Ngaguar & Ngaruat di Makam Pasir Tando, Cara Warga Sukapura Lestarikan Budaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Suasana khidmat sangat kental saat pelaksanaan tradisi ngaguar dan ngaruat di Makam Pasir Tando, Desa Sukapura, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. (27/08/2026)

Acara yang sarat nilai spiritual dihadiri langsung Camat Sukaraja, Ari Fitriadi, S.TP., M.Si beserta jajaran, Para Kepala Desa se-Kecamatan Sukaraja, Babinsa, Wakil Kapolsek Sukaraja , para kuncen, sesepuh, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

Kegiatan ziarah, pembersihan makam leluhur dan doa bersama ini digelar untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kemaslahatan bagi seluruh warga masyarakat. Kehadiran Bapak Camat tamu undangan lainnya pun menunjukkan kebersamaan yang erat antara pemerintah, para penjaga tradisi, dan masyarakat dalam menjaga warisan luhur leluhur.

Kegiatan ngaguar ini merupakan tradisi untuk membersihkan dan merawat makam leluhur sebagai bentuk penghormatan dan bakti kepada para pendahulu. Sedangkan ngaruat merupakan doa bersama yang dipimpin para tokoh agama dan kuncen untuk mendoakan para leluhur, serta memohon perlindungan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Menurut Camat Sukaraja, Ari Fitriadi, tradisi ini bukan sekadar ritual melainkan menjadi perekat kebersamaan.

"Kita belajar menghormati masa lalu, menjaga kerukunan di masa kini, dan berdoa untuk masa depan yang lebih baik," ungkapnya.

Kuncen Asep dan Kuncen Iyam pun menyambut kehadiran camat  beserta rombongan, serta berharap kebersamaan yang terjalin ini terus diperkuat sehingga kerukunan antarwarga dan hubungan antara pemerintah, para penjaga tradisi, dan masyarakat semakin harmonis.

Dan semoga, ucap mereka, tradisi luhur ini terus terjaga dari generasi ke generasi serta doa yang dipanjatkan menjadi amal jariyah yang tak terputus keberkahannya.

"Selamat untuk warga Desa Sukapura atas terselenggaranya acara yang penuh keberkahan ini," ujar neraka berdua. (@mirsaripudin)

Lewat FTBI, Siswa Di Kecamatan Kadipaten Tumbuhkan Kecintaan Pada Bahasa Ibu

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Melestarikan budaya membaca melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Kadipaten resmi digelar, dengan mengusung tema Bahasa Ibu, Jati Diri Bangsa, Kemanusan Generasi Muda.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa ibu sekaligus melestarikan bahasa daerah khususnya bahasa sunda, sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri bangsa.

Seperti disampaikan salah seorang panitia penyelenggara, Festival Tunas Bahasa Ibu adalah program pembinaan dan pengembangan kemampuan berbahasa daerah bagi peserta didik sejak usia dini. Dan melalui berbagai lomba dan penampilan, anak-anak dilatih untuk bangga berbahasa ibunya dengan baik dan benar.

"Bahasa Ibu adalah jati diri bangsa, sehingga jika bahasa hilang, maka hilanglah identitas kita sebagai bangsa yang berbudaya," ucapnya. (27/08/2026)

Menurutnya, menumbuhkan kecintaan anak terhadap bahasa ibu sejak dini adalah salah satu upaya untuk melestarikan Bahasa Sunda sebagai warisan leluhur.

Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa daerah, imbuhnya, bisa membentuk karakter anak yang bangga akan budayanya sendiri
Memperkuat identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

FTBI bukan sekadar lomba gerakan pelestarian budaya yang berkelanjutan, namun pihaknya juga berharap generasi muda tidak hanya pandai berbahasa asing tetapi tetap fasih dan bangga menggunakan bahasa ibunya sendiri.

"Ngamumule Basa Sunda, Ngajaga Jati Diri," imbuhnya. (@nwarwaluyo)

Jalan Lintas Cikalong Tasikmalaya Kini Mulus Beraspal, Pertumbuhan Ekonomi Pun Semakin Lancar

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Masyarakat di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, mengaku senang karena jalan yang dulunya rusak.kini telah berubah mulus beraspal dan nyaman dilalui.

Menurut salah seorang warga, Rusli (48), perbaikan jalan yang menghubungkan kawasan Tasik Selatan ini bukan sekadar perbaikan fisik tapi juga bisa membuka harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

"Sekarang jalan kasep mulus sudah terwujud, kami senang karena jalan di Tasik Selatan udah ngaleser dan mulus," ucapnya. (26/08/2026)

Rusli juga berharap agar perbaikan infrastruktur ini terus diiringi dengan pemeliharaan rutin, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Jalan yang mulus, ungkap Rusli, adalah jalan menuju kesejahteraan bersama ini tentu tak hanya untuk masyarakat Cikalong, Tasik Selatan tapi seluruh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
(@mirsaripudin)
 

 

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN