Tampilkan postingan dengan label TASIK NEWS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TASIK NEWS. Tampilkan semua postingan

Sejumlah Pedagang Sayangkan, Penertiban PKL di Kompleks Dadaha Tasik Terkesan Tebang Pilih

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kebijakan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kompleks Dadaha Kota Tasikmalaya, kini menuai kritik tajam dari masyarakat. Warga mempertanyakan sikap Pemerintah Kota Tasikmalaya, yang dinilai tidak konsisten dan tebang pilih dalam menertibkan pedagang yang menempati area publik.


Seperti disampaikan salah seorang pengunjung yang enggan menyebutkan namanya, dirinya mengaku kecewa pasalnya beberapa waktu lalu PKL tersebut selalu ditertibkan. Tapi sekarang terkesan dibiarkan begitu saja, padahal di Kompleks Dadaha masih banyak yang berjualan baju dan dagangan lain baik di sepanjang jalan atau pun di bahu jalan bahkan di trotoar.

"Kalau pemerintah mau menertibkan, jangan tebang pilih tertibkan semua, trotoar dan bahu jalan itu bukan tempat berjualan tapi itu hak pejalan kaki," tegasnya. (05/09/2026)

Keluhan warga ini semakin menguat, karena terlihat jelas masih banyaknya pedagang yang menempati area yang seharusnya bebas dari aktivitas jual beli. Sementara di sisi lain, penertiban hanya difokuskan pada area jalur jogging track saja. Para pedagang lainnya pun kini menuntut kesetaraan dalam penegakan peraturan daerah, agar tidak ada kesan pilih kasih dalam penertiban.

Ia juga mempertanyakan, kenapa hanya area jogging track yang ditertibkan sementara pedagang yang di trotoar dan bahu jalan dibiarkan saja.

"Kalau tujuannya ingin menata kota, tata semua dengan rapi dan jangan tebang pilih," ucapnya.

Sayang hingga saat ini belum ada keterangan resmi disampaikan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui UPTD Dadaha, terkait keluhan masyarakat ini. (@mirsaripudin).

Warga Di Wilayah Tasik Selatan Bersyukur, Jalan Cikatomas - Cikalong Kini Telah Mulus

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Rasa syukur disampaikan warga Tasik Selatan atas terealisasinya perbaikan Jalan Lintas Cikatomas–Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Jalan penghubung dua kecamatan itu yang sebelumnya rusak dan berlubang kini telah mulus beraspal, lurus, dan nyaman dilalui.

Perubahan ini pun disambut antusias warga karena menjadi akses utama mobilitas dan perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan.

"Alhamdulillah kini jalan lintas Cikatomas sudah terealisasi, terima kasih Bapak Bupati," ujar seorang warga yang melintas di lokasi. (05/09/2026)

Warga lainnya pun menilai, perbaikan jalan ini membuktikan keseriusan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun infrastruktur hingga ke pelosok desa.

Jalan wilayah Tasik Selatan Cikatomas–Cikalong, ujarnya, sekarang sudah terwujud. Semoga pembangunan ini terus berlanjut dan semakin merata ke seluruh penjuru Kabupaten Tasikmalaya," ucap salah seorang warga.

Dengan perbaikan jalan ini, warga pun berharap dapat memperlancar arus transportasi, menekan biaya perjalanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Cikatomas dan Cikalong.

"Diharapkan jalan yang baru diperbaiki ini dapat terus dirawat dan menjadi awal dari pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya," ungkapnya. (@mirsaripudin).

Jadi Kado HUT RI Ke 81, Seorang Pengusaha Ayam Bangun Jalan Di Desa Sarimanggu

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Warga Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya menerima kado istimewa di HUT RI ke-81. Jalan penghubung sepanjang 98 meter yang menghubungkan Desa Sarimanggu dan Desa Karangmekar kini telah mulus beraspal, dilengkapi pintu gerbang dan pagar pembatas bernuansa merah putih.

Pembangunan jalan ini digagas dan didanai sepenuhnya oleh pengusaha ayam asal Kampung Rancapetir, Rohman, bukan asli warga Desa Sarimanggu.

Kepada Pangandaran News, Rohman mengatakan, sesuai keinginan masyarakat sekarang perbaikan jalan ini kini sudah terwujud.

Ia mengungkapkan, sebagai rasa terimakasih dan menitipkan diri karena ikut membuka usaha di sini.

"Semoga dengan terbangunnya jalan ini, perekonomian masyarakat Desa Sarimanggu semakin tumbuh dan berkembang," ujar Rohman. (04/09/2026)

Kepala Desa Sarimanggu, Indra, mewakili pemerintah desa dan warga menyampaikan apresiasi atas kepedulian tersebut dengan simbolis menyerahkan bingkisan sebagai tanda terima kasih kepada Rohman.

Warga pun, kata Indra, berterimakasih kepada Rohman yang telah membantu membangun jalan sepanjang 98 meter.

"Kepedulian ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dapat menumbuhkan perekonomian desa," kata Indra.

Indra pun berharap oembangunan jalan 98 meter ini bisa memperlancar akses transportasi,  mempermudah distribusi hasil pertanian dan peternakan serta meningkatkan keindahan desa.

"Langkah Pak Rohman ini juga diharapkan dapat menginspirasi pihak lain untuk turut peduli terhadap pembangunan di lingkungan sekitar," imbuhnya.

Sementara menurut salah seorang warga,
sebelumnya jalan tersebut sempit, berlubang, dan sulit dilalui terutama saat musim hujan. Namun kini kondisinya berubah total menjadi mulus dan aman untuk kendaraan, dan ini semua berkat kepedulian Rohman yang notabene bukan warga asli Sarimanggu.

Warga mengaku bersyukur serta berterima kasih kepada Rohman, karena jalan yang dulunya sempit, berlubang, dan sulit dilalui, kini mulus dan nyaman.

"Semoga usaha beliau semakin berkembang, berkah, dan diberi kesehatan," tuturnya. (@nwarwaluyo)

Pencapaian Luar Biasa, 450 Peserta Se-Kecamatan Cikatomas Ikut LT II & Gladi Terampil

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sebuah pencapaian prestasi ditorehkan Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cikatomas, dalam kegiatan Latihan Tingkat II (LT II) dan Gladi Terampil yang berlangsung di Lapang Gebang, Desa Pakemitan Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam kegiatan yang diikuti 450 peserta dari jenjang SD, MI, MTs, hingga SMP Negeri dan Swasta se-kecamatan, gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cikatomas mencatat rekor partisipasi luar biasa

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 4–6 September 2026, dan resmi dibuka Mabiran Heru Nooryosana serta dihadiri langsung oleh Ketua Harian Kwarcab Tasikmalaya, E. Koswara serta jajaran unsur pimpinan lainnya.

Dengan mengusung tema "Dengan Semangat Dasa Dharma, Kita Wujudkan Penggalang Cikatomas yang Berkarakter, Terampil, dan Berjiwa Pancasila" ini hasil kerjasama & Kemitraan antara PC PGRI Cikatomas, LJN, BPR Arta Galunggung dan bank BJB.

Dalam sambutannya, Ketua Harian Kwarcab Tasikmalaya, E. Koswara, menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas antusiasme yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Koswara juga merasa bersyukur karena dari sekian banyak kecamatan, Cikatomas kini mencatatkan rekor partisipasi tertinggi dengan 450 sekolah turut berpartisipasi.

Dan Ini, kata Koswara, membuktikan bahwa semangat Pramuka di Cikatomas benar-benar hidup dan menyatu di setiap sekolah.

"Teruslah berprestasi, jadikan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, berakhlak, dan berjiwa Pancasila," ucapnya. (04/09/2026)

Sementara Sekretaris Kwarran Cikatomas, Andi, kepada Pangandaran News menjelaskan tujuan jangka panjang kegiatan ini.

Andi mengatakan, para juara dari tingkat kecamatan ini nantinya akan dibawa untuk berlaga di tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang direncanakan akan digelar pada bulan Desember 2026.

"Semoga persiapan berjalan lancar dan Cikatomas mampu menorehkan prestasi terbaik di tingkat kabupaten," kata Andi

Masih di tempat yang sama, Ketua PGRI Kecamatan Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd,
🎙️ KATA KETUA PC PGRI CIKATOMAS — NANA SUKMANA, S.Pd, menambahkan, pihaknya sangat mendukung kegiatan Pramuka LT II ini.

Melalui kegiatan ini, imbuhnya, siswa tidak hanya belajar keterampilan tetapi juga melatih kedisiplinan, kebersamaan, dan kepemimpinan.

"Semoga sinergi antara sekolah, PGRI, dan Kwarran Cikatomas terus terjalin dengan baik demi kemajuan generasi muda kita," ungkapnya. (@mirsaripudin)

Tanggapi Dugaan Perusakan Situs Gunung Payung Karangjaya, Gasantana Berkodinasi Dengan Disdikbud Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Pelestarian situs dan jejak peradaban Sunda merupakan tanggung jawab kolektif, nilai sejarah, budaya, dan filosofis yang terkandung di dalamnya merupakan identitas yang membentuk karakter masyarakat masa kini dan masa depan.

Namun keprihatinan kini menyelimuti dunia pelestarian budaya Kabupaten Tasikmalaya, menyusul adanya dugaan perusakan situs purbakala Gunung Payung di Desa Karangjaya Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya.

Berdasarkan laporan yang diterima pada Rabu, 2 September 2026, ditemukan dugaan perusakan terhadap situs purbakala berupa Lingga-Yoni di kawasan Gunung Payung Karangjaya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Kamis, 3 September 2026, tim Gasantana yang bergerak di bidang ekspedisi penelitian dan pelestarian alam dengan dipimpin langsung oleh Ketua Gasantana Hadi Permana didampingi Bunda Sumiati, mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya untuk melakukan koordinasi resmi.

Kepada Pangandaran News,
Hadi Permana menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut sekaligus mengingatkan ketentuan hukum yang berlaku.

Tindak pidana perusakan situs di Indonesia, jelas Hadi,  diatur dalam UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dan berdasarkan KUHP, pelaku perusakan fasilitas umum dapat diancam pidana penjara 2 tahun 8 bulan dan denda. Berdasarkan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

"Pelaku perusakan sarana dan prasarana kebudayaan diancam pidana maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar," tegas Hadi.

Ia mengaku merasa sangat prihatin atas tindakan oknum yang merusak situs Lingga-Yoni di Gunung Payung, serta menyesalkan tindakan tersebut.

Sementara seorang Pemerhati Situs dan Lingkungan Alam Priangan Timur, Ki Acep Aan menegaskan pentingnya langkah konkret perlindungan situs.

Menurutnya, perawatan dan perlindungan situs/cagar budaya adalah tanggung jawab kolektif bersama pemerintah dan warga masyarakat sekitar. Artinya, perlu pengawasan yang serius oleh pihak Dinas dan Desa untuk mengawasi orang-orang yang masuk ke wilayah Gunung Payung.

"Sebaiknya dibuat petugas khusus untuk mendata identitas siapa saja yang berkunjung ke sana," ujar Ki Acep.

Saat diminta komentarnya, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya menyambut baik laporan dan koordinasi dari Gasantana.

"Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan menyusun langkah-langkah strategis berkelanjutan untuk perlindungan situs tersebut," ucap salah seorang perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tasikmalaya.

Ia mengatakan, fungsi utama Dinas Kebudayaan dalam perawatan situs dan cagar budaya adalah melaksanakan perlindungan, pemeliharaan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya bangsa.

Ia menyebut warisan leluhur ini bukan milik perorangan tapi milik seluruh bangsa, dan menjaganya adalah kewajiban kita semua.

"Merusaknya sama dengan merusak identitas kita sendiri," tandasnya. (@mirsaripudin)

Ukir Prestasi di PORSADIN ke-10 & Hazanah ke-3 Tingkat Kabupaten, Desa Sarimanggu Beri Bingkisan Pada 12 Utusan Desa

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bertepatan dengan Pengajian Bulanan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, memberikan bingkisan kepada 12 utusan desa yang telah berjuang dan menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Dasar Islam (PORSADIN) ke-10 sekaligus Hazanah ke-3 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula desa ini dihadiri para utusan perwakilan, tokoh masyarakat, dan jamaah dari berbagai kampung. Suasana penuh kebahagiaan, terasa saat bingkisan diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para utusan yang telah mengharumkan nama desa.

Saat dihubungi lewat telepon selulernys, Kepala Desa Sarimanggu, Indra, mengaku bersyukur dan bangga karena para utusan Desa Sarimanggu berhasil mengharumkan nama desa di ajang PORSADIN ke-10 dan Hazanah ke-3 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

"Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi, menjaga semangat keagamaan, dan mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga," ungkapnya. (02/09/2026)

Melalui PORSADIN ke 10 ini, kata Indra, pihaknya ingin menumbuhkan semangat berprestasi sekaligus memperkuat akhlak keagamaan.

"Olahraga dan seni yang berlandaskan iman itulah yang kami harapkan tumbuh di Desa Sarimanggu," imbuhnya.

Indra berharap depannya Pemerintah Desa Sarimanggu semakin maju dalam bidang keagamaan, olahraga, maupun seni.

"Dan semoga kebersamaan yang terjalin ini semakin kokoh dan prestasi yang diraih pun menjadi berkah bagi masyarakat," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Iin, Potret Kehidupan Keluarga Di Desa Margalaksana, Meski Rumah Tak Layak Huni Namun Semangat Hidupnya Tak Pernah Padam

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Di balik hamparan hijau pedesaan Kabupaten Tasikmalaya, tersembunyi kisah ketabahan sebuah keluarga di Kampung Sukamaju, Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya.

Lelaki tua bernama Iin (55), hidup dalam keterbatasan fasilitas. Mereka tetap teguh memegang nilai kesederhanaan, dan kebersamaan.

Saat Pangandaran News menjambangi kediamannya, kondisi rumah yang ditempati dinilai tidak layak huni. Bangunan beratap genteng tanah liat yang mulai usang, dinding semen yang belum diplester rapi dan teras yang difungsikan sebagai ruang kegiatan sehari-hari menjadi pemandangan yang terlihat.

Iin, sebagai kepala keluarga tampak tenang meski wajahnya merekam jejak panjang perjuangan. Garis keriput di wajahnya menjadi bukti, ia terus berjuang menafkahi keluarga di tengah segala keterbatasan.

Di dalam rumah, barang-barang kebutuhan tersusun seadanya. Tumpukan kayu bakar untuk memasak masih tersimpan di sudut ruangan, akses menuju rumahnya pun masih berupa jalan tanah yang belum beraspal.

"Kemewahan bukan tujuan kami, yang penting cukup makan, hidup rukun, dan bisa saling membantu," ujarnya. (02/09/2026)

I i n
Kehidupan seperti ini ternyata bukan hal baru di desa-desa Kabupaten Tasikmalaya, anak-anak tumbuh dengan kemandirian sejak dini dan gesit membantu pekerjaan rumah tangga. Sementara orang tua, bekerja keras apa adanya demi masa depan keluarga.

Kisah sederhana keluarga Iin ini menjadi cermin ketangguhan masyarakat pedesaan di Kabupaten Tasikmalaya, di tengah segala keterbatasan namun semangat untuk terus melangkah dan menjaga keutuhan keluarga tidak pernah luntur.

"Semoga perjuangan dan kesederhanaan ini membawa berkah, serta membuka jalan bagi kehidupan yang lebih layak di masa depan," ungkapnya. (@mirsaripudin)

Hadiri Majelis Taklim Fatimah Zahra, Kades Sarimanggu Berharap Pengajian Rutin Ini Membawa Keberkahan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Majelis Taklim Fatimah Zahra Desa Sarimanggu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, siang tadi menggelar kegiatan pengajian rutin. (29/08/2026)

Kegiatan yang terselenggara berkat dukungan dan kerjasama  Pemerintah Desa Sarimanggu ini berjalan lancar dan khidmat, dengan diisi tausiyah.

Menurut Kepala Desa Sarimanggu, Indra, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah antar warga serta menumbuhkan semangat keimanan dan ketakwaan.

Pengajian Majelis Taklim Fatimah Zahra ini, kata Indra, bukan sekadar tempat menuntut ilmu agama melainkan pusat silaturahmi.

"Saling mendoakan serta berbagi kebaikan antar sesama warga masyarakat Desa Sarimanggu," ungkapnya.

Ia berpesan kepada para jamaah bahwa ilmu yang bermanfaat adalah amal yang tidak terputus.

"Indra berharap, semoga saja keberkahan senantiasa menyertai setiap langkah jamaah Majelis Taklim Fatimah Zahra.

"Dengan ilmu yang semakin berkah, bermanfaat, serta menjadi inspirasi bagi penguatan keagamaan di tengah masyarakat," imbuhnya. (@nwarwaluyo)

 

Ukir Prestasi Gemilang di FTBI Tingkat Kecamatan Kadipaten, SDN Sukamulih Siap Berlaga Di Tingkat Kabupaten

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Prestasi yang membanggakan datang dari SDN Sukamulih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, pada ajang bergengsi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Kadipaten Tahun 2026 kembali membuktikan keunggulannya dengan meraih juara dalam sejumlah cabang lomba.

Seperti disampaikan Kepala Sekolah SDN Sukamulih sekaligus Ketua PGRI Kecamatan Kadipaten,
Dodi, melalui pesan WhatsApp. Yang lebih membanggakan lagi, SDN Sukamulih tercatat tidak pernah absen meraih prestasi di tingkat kecamatan dan secara konsisten mengirimkan perwakilan terbaik untuk berlomba di tingkat kabupaten.

"Semoga dengan prestasi yang didapat ini menjadi motivasi dan kebanggaan bagi siswa-siswi serta guru di SDN Sukamulih," ujarnya. (28/08/2026)

Pihaknya juga menyampaikan bangga mempunyai anak-anak hebat, dan terima kasih kepada Ibu-Bapak Guru yang telah membimbing hingga berprestasi yang siap bersaing ke tingkat Kabupaten.

Dodi mengatakan, prestasi ini bukan sekadar piala dan piagam nanun keberhasilan SDN Sukamulih membuktikan bahwa
bahasa ibu tetap hidup, generasi muda tetap mencintai dan fasih berbahasa sunda, konsistensi membawa gasil, kerja keras dan bimbingan yang berkelanjutan membuahkan prestasi.

"Kami berhara, ke depannya perwakilan kecamatan siap berlomba dan mengharumkan nama Kadipaten di tingkat kabupaten," ungkapnya.

Berikut raihan prestasi yang diperoleh SDN Sukamulih, antara lain (Bercerita) Jajaka (Putra) Juara 3, Maca Sajak (Membaca Puisi) Wanoja (Putri) Juara 3, Biantara (Pidato) Wanoja (Putri)
Juara 5, Maca & Nulis Aksara Sunda Jajaka (Putra) Juara 5 dan Nulis Carpon (Menulis Cerita Pendek) Jajaka (Putra)
*@nwarwaluyo*

Ngaguar & Ngaruat di Makam Pasir Tando, Cara Warga Sukapura Lestarikan Budaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Suasana khidmat sangat kental saat pelaksanaan tradisi ngaguar dan ngaruat di Makam Pasir Tando, Desa Sukapura, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. (27/08/2026)

Acara yang sarat nilai spiritual dihadiri langsung Camat Sukaraja, Ari Fitriadi, S.TP., M.Si beserta jajaran, Para Kepala Desa se-Kecamatan Sukaraja, Babinsa, Wakil Kapolsek Sukaraja , para kuncen, sesepuh, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

Kegiatan ziarah, pembersihan makam leluhur dan doa bersama ini digelar untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kemaslahatan bagi seluruh warga masyarakat. Kehadiran Bapak Camat tamu undangan lainnya pun menunjukkan kebersamaan yang erat antara pemerintah, para penjaga tradisi, dan masyarakat dalam menjaga warisan luhur leluhur.

Kegiatan ngaguar ini merupakan tradisi untuk membersihkan dan merawat makam leluhur sebagai bentuk penghormatan dan bakti kepada para pendahulu. Sedangkan ngaruat merupakan doa bersama yang dipimpin para tokoh agama dan kuncen untuk mendoakan para leluhur, serta memohon perlindungan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Menurut Camat Sukaraja, Ari Fitriadi, tradisi ini bukan sekadar ritual melainkan menjadi perekat kebersamaan.

"Kita belajar menghormati masa lalu, menjaga kerukunan di masa kini, dan berdoa untuk masa depan yang lebih baik," ungkapnya.

Kuncen Asep dan Kuncen Iyam pun menyambut kehadiran camat  beserta rombongan, serta berharap kebersamaan yang terjalin ini terus diperkuat sehingga kerukunan antarwarga dan hubungan antara pemerintah, para penjaga tradisi, dan masyarakat semakin harmonis.

Dan semoga, ucap mereka, tradisi luhur ini terus terjaga dari generasi ke generasi serta doa yang dipanjatkan menjadi amal jariyah yang tak terputus keberkahannya.

"Selamat untuk warga Desa Sukapura atas terselenggaranya acara yang penuh keberkahan ini," ujar neraka berdua. (@mirsaripudin)

Lewat FTBI, Siswa Di Kecamatan Kadipaten Tumbuhkan Kecintaan Pada Bahasa Ibu

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Melestarikan budaya membaca melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Kadipaten resmi digelar, dengan mengusung tema Bahasa Ibu, Jati Diri Bangsa, Kemanusan Generasi Muda.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa ibu sekaligus melestarikan bahasa daerah khususnya bahasa sunda, sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri bangsa.

Seperti disampaikan salah seorang panitia penyelenggara, Festival Tunas Bahasa Ibu adalah program pembinaan dan pengembangan kemampuan berbahasa daerah bagi peserta didik sejak usia dini. Dan melalui berbagai lomba dan penampilan, anak-anak dilatih untuk bangga berbahasa ibunya dengan baik dan benar.

"Bahasa Ibu adalah jati diri bangsa, sehingga jika bahasa hilang, maka hilanglah identitas kita sebagai bangsa yang berbudaya," ucapnya. (27/08/2026)

Menurutnya, menumbuhkan kecintaan anak terhadap bahasa ibu sejak dini adalah salah satu upaya untuk melestarikan Bahasa Sunda sebagai warisan leluhur.

Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa daerah, imbuhnya, bisa membentuk karakter anak yang bangga akan budayanya sendiri
Memperkuat identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

FTBI bukan sekadar lomba gerakan pelestarian budaya yang berkelanjutan, namun pihaknya juga berharap generasi muda tidak hanya pandai berbahasa asing tetapi tetap fasih dan bangga menggunakan bahasa ibunya sendiri.

"Ngamumule Basa Sunda, Ngajaga Jati Diri," imbuhnya. (@nwarwaluyo)

Jalan Lintas Cikalong Tasikmalaya Kini Mulus Beraspal, Pertumbuhan Ekonomi Pun Semakin Lancar

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Masyarakat di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, mengaku senang karena jalan yang dulunya rusak.kini telah berubah mulus beraspal dan nyaman dilalui.

Menurut salah seorang warga, Rusli (48), perbaikan jalan yang menghubungkan kawasan Tasik Selatan ini bukan sekadar perbaikan fisik tapi juga bisa membuka harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

"Sekarang jalan kasep mulus sudah terwujud, kami senang karena jalan di Tasik Selatan udah ngaleser dan mulus," ucapnya. (26/08/2026)

Rusli juga berharap agar perbaikan infrastruktur ini terus diiringi dengan pemeliharaan rutin, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Jalan yang mulus, ungkap Rusli, adalah jalan menuju kesejahteraan bersama ini tentu tak hanya untuk masyarakat Cikalong, Tasik Selatan tapi seluruh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
(@mirsaripudin)
 

FTBI Panumbangan 2026, Semangat Lestarikan Bahasa Sunda

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWSNgamumule Basa Sunda, Ngajaga Warisan Luhur Nu Jadi Jati Diri Bangsa (Memelihara bahasa dunda, menjaga warisan luhur yang menjadi jati diri bangsa).

Demikian disampaikan Ketua Panitia FTBI Kecamatan Panumbangan, Mustopa Kurnia, saat diwawancarai usai membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Panumbangan Tahun 2026. Senin, 24 Agustus 2026.

Pada kegiatan ini, kata Mustofa, perwakilan Kecamatan Panumbangan berhasil meraih Juara Umum sekaligus mengamankan posisi Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 yang berhak melaju ke tingkat Kabupaten Ciamis.

"Sebuah pencapaian membanggakan yang menjadi bukti nyata keseriusan dan dedikasi para siswa serta guru dalam melestarikan budaya leluhur," ucapnya.

FTBI yang diikuti 269 siswa yang terdiri dari 99 putra dan 170 putri ini, terang Mustofa, berkompetisi di 7 cabang lomba. Diantaranya, cabang lomba ngadongen, biantara, maca sajak, nembang pupuh, maca-nulis aksara sunda, ngarang Carita pondok dan borangan (ngabodor sorangan).
 
Ia juga mengaku bersyukur, kegiatan berjalan lancar dan meriah. Angka 269 peserta membuktikan bahwa bahasa ibu kita, Bahasa Sunda, masih hidup dan dicintai oleh generasi muda. FTBI ini bukan sekadar ajang kompetisi, tapi sarana untuk semakin mengenal bahasa ibu kita.

"Ini adalah warisan yang harus kita jaga bersama agar tidak hilang ditelan zaman," tegasnya.

Mustofa menambahkan, FTBI bukan sekadar ajang kompetisi melainkan wujud komitmen bersama antara sekolah, guru, pemerintah kecamatan, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu, meningkatkan kemampuan berbahasa siswa secara baik dan benar, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri sejak dini serta untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis juga memiliki karakter dan akar budaya yang kuat

Di tengah derasnya arus globalisasi, Mustofa menyebut, keberadaan FTBI menjadi ruang penting untuk memastikan bahasa daerah tetap mendapat tempat di tengah kehidupan generasi muda. Di Panumbangan, Bahasa Sunda tidak hanya hadir sebagai materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga terus dihidupkan melalui kreativitas, keterampilan, dan kecintaan anak-anak terhadap warisan leluhur.

Bahasa menurutnya, menjadi jiwa bangsa. Artinya, hilang bahasanya hilang pula identitasnya.

"Dan kewajiban kita, mari terus jaga dan lestarikan budaya ini," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Seribu Obor & Api Unggun Di Super Camp Santana Curug Batu Blek, Semarakkan HUT RI ke-81 Desa Santanamekar

Reses ke-II DPRD Kabupaten Ciamis, Pipin Arif Apilin Serap Aspirasi Masyarakat Desa Cihaurbeuti

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ciamis sekaligus Anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra Dapil Ciamis 2, Pipin Arif Apilin, melaksanakan kegiatan Reses ke-II Tahun Sidang 2026 di Desa Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. (18/08/2026).

Kegiatan reses ini menjadi momen bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai permasalahan, kebutuhan pembangunan dan aspirasi lainnya yang selama ini dirasakan di lapangan. Mulai dari infrastruktur jalan, irigasi, pertanian, hingga kesejahteraan tenaga honorer dan pelayanan dasar menjadi hal-hal yang banyak disampaikan warga.

Di depan para kepala dusun, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir, Pipin Arif Apilin, menegaskan bahwa reses bukan sekadar silaturahmi melainkan wadah resmi untuk menampung dan memperjuangkan setiap usulan yang disampaikan masyarakat.

Dan kehadirannya di sini, menurut Pipin, untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan warga Desa Cihaurbeuti.

Setiap usulan yang disampaikan masyarakat, kata Pipin, akan ia catat, verifikasi, dan kemudian diperjuangkan melalui mekanisme APBD Kabupaten maupun APBD Provinsi.

"Inilah pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara perwakilan rakyat dan masyarakat," ungkapnya.

Ia mengakui bahwa selama ini banyak kebutuhan desa yang belum tersampaikan akibat minimnya interaksi, sehingga kegiatan reses ini menjadi sarana untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Ia mencatat ada sejumlah usulan yang masuk, antara lain perbaikan dan pembangunan jalan desa yang rusak, peningkatan jaringan irigasi dan pembuatan sumur pantek untuk mengatasi kekeringan di musim kemarau, serta usulan kenaikan honor tenaga PKK dan Posyandu yang dinilai masih sangat rendah.

Pipin menyebut, ia berjanji akan mengawal setiap usulan tersebut hingga ke tahap realisasi. Khusus untuk pembangunan infrastruktur, ia meminta warga menyusun proposal lengkap dengan data lokasi, ukuran, dan permasalahan agar dapat segera diproses dan dicarikan sumber anggarannya.

"Bapak-bapak, ibu-ibu jangan ragu untuk menyampaikan apa yang menjadi hak masyarakat," tegasnya. (@nwarwaluyo)

 

Replika Tikus Berdasi Bawa Uang dalam Koper Karnaval 17 Agustus Di Tasik Selatan, Tuai Pujia Warga

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Suasana meriah dan penuh makna tampak saat karnaval peringatan HUT RI ke-81 di wilayah Tasik Selatan, Kabupaten Tasikmalaya, deretan pawai yang berwarna-warni menjadi perhatian dan memicu tepuk tangan sekaligus gelak tawa masyarakat.

Salah satunya, karnaval yang mengusung patung raksasa berbentuk tikus yang mengenakan jas, dasi, dan di atasnya tertulis tulisan tegas, Hutang Duta Rakyat.

Tikus berbadan besar itu tampak seolah sedang duduk dengan memegang koper besar yang terlihat penuh dengan uang, sementara fi bawahnya warga berjalan mengarak replika bangunan menyerupai gedung pemerintahan yang diusung dengan tandu seolah menggambarkan bahwa beban dan kebijakan yang diambil justru dipikul oleh rakyat kecil.

Menurut salah seorang peserta karnaval, walaupun ini hanya seru-seruan saja tapi ada pesan di dalamnya.

Ia mengatakan, seekor tikus berdasi itu dengan jas rapi, dasi bagus dan membawa koper penuh uang adalah simbol koruptor.

"Artinya jelas, yang di atas nikmati hasil sementara yang di bawah yang pikul beban," ungkapnya. (1708/2026)

Kreativitas warga Tasik Selatan ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan bukan hanya soal upacara dan bendera, melainkan, menurutnya, juga kebebasan untuk menyuarakan aspirasi dan kritik dengan cara yang cerdas dan berbudaya. Tanpa teriakan kasar, tanpa kekerasan namun sebuah patung raksasa sudah mampu menyampaikan pesan yang jauh lebih tajam dan membekas di hati masyarakat.

Sontak, pemandangan ini pun langsung viral di media sosial serta menuai pujian warga yang memuji kecerdasan dan keberanian masyarakat Tasik Selatan dalam menyampaikan kritik sosial.

"Di momen peringatan kemerdekaan ini, rakyat mampu menunjukkan bahwa mereka tidak hanya merayakan kebebasan tetapi juga menuntut keadilan," tegasnya. (@nwarwaluyo)


 

Kades Karang Mekar Terharu, Paskibra HUT RI ke-81 Beli Seragam Sendiri

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Apresiasi mendalam sekaligus keterharuan luar biasa melihat antusias dan kebersamaan yang ditunjukkan seluruh warga dari awal saat mengikuti rangkaian kegiatan hingga puncak perayaan HUT RI ke-81, dan semuanya berjalan murni atas swadaya masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Desa Karang Mekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, H. Usup Suhad, usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Senin (17/8/2026).

Suasana haru dan semangat kebangsaan masih membara di Desa Karang Mekar, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya,

Berdiri di ruang kerjanya pasca-upacara, Kepala Desa Karang Mekar, H. Usup Suhad, menyampaikan

Usup juga mengaku terharu, saat tahu bahwa pasukan Paskibra Desa Karang Mekar yang membeli seragamnya sendiri.

"Saya bangga melihat warga bergerak kompak tanpa menunggu perintah, ini bukti nyata semangat '45 masih hidup di hati kita," ungkapnya.

H. Usup Suhad
Usup menyampaikan, pada upacara peringatan HUT RI ke 81 ini komandan upacara dipercayakan kepada Danton dari unsur Linmas, Endir.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak awal hingga puncak perayaan yang diisi berbagai lomba dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Antara lain, lomba ibu-ibu PKK, lomba Asmaul Husna, lomba marawis PKK, lomba senam, lomba cipta menu, lomba balita sehat, hingga pembuatan tumpeng di hari puncak pun tak luput dari partisipasi swadaya warga.

Usup menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat gotong royong, dan bekerja lebih keras demi kemajuan bersama. Dan di usia ke-81 tahun Indonesia, semangat perjuangan harus diwujudkan dalam pembangunan desa, pelayanan yang lebih baik, dan kesejahteraan masyarakat yang meningkat.

Ia pun berharap, kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya maupun Pemerintah Pusat agar lebih memperhatikan masyarakat di tingkat desa hingga ke tingkat RT.

Dan kemajuan Kabupaten Tasikmalaya, menurutnya, harus dilihat dari kemajuan desanya. Kalau desa maju, otomatis kabupaten maju. Kenapa desa sering dipandang sebelah mata seolah bukan bagian dari kemajuan, jangan jadikan desa sebagai pihak yang tersisih karena desa adalah fondasi utama kemajuan bangsa.

"Peringatan HUT RI kali ini terasa jauh lebih bermakna karena kebersamaan yang terjalin begitu erat, melampaui perbedaan dan menyatukan tekad untuk membangun desa tercinta," ungkap Usup. (@nwarwaluyo)

Kepala Desa Hegarwangi Sebut Upacara HUT RI Wujudkan Ekonomi Masyarakat Desa Bangkit

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 di Desa Hegarwangi, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Senin (17\/8\/2026).

Kepala Desa Hegarwangi, Muhammad Taufan Firmansyah yang akrab disapa Pan-Pan, Dengan seragam putih yang rapi dan sikap yang tegas pun tampil sebagai Pembina Upacara.

Usai upacara, kepada Pangandaran News, Muhammad Taufan Firmansyah, mengatakan,
kemerdekaan ini adalah amanah.

Ia menambahkan, dan tugas sekarang bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah melainkan bersama-sama semangat untuk memajukan desa, menyejahterakan masyarakat dan menjaga persatuan yang menjadi fondasi kekuatan bangsa.

"Mari kita wujudkan gotong royong membangun Desa Hegarwangi yang sejahtera, ekonomi masyarakat yang sehat, berdaulat, adil, dan makmur," ujarnya.

Taufan berharap, di Hari Kemerdekaan ke-81 ini masyarakat Desa Hegarwangi semakin sejahtera, membangun desa bersama-sama.

Taufan mengaku sangat mengapresiasi antusias warga yang hadir memadati lokasi upacara, mulai dari pelajar, pemuda, hingga tokoh masyarakat dan lansia.

"Semoga kebersamaan ini menjadi bukti bahwa semangat '45 masih hidup dan berkobar di hati setiap warga desa," ungkapnya. (@nwarwaluyo)

Sambut Hari Kemerdekaan, FORWAPI Ucapkan Dirgahayu HUT RI ke-81

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Forum Wartawan Priangan (FORWAPI) turut menyampaikan ucapan Dirgahayu  atas peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 yang jatuh pada Senin (17/8/2026), dengan semangat kebangsaan yang membara.

Ketua Umum FORWAPI, Halim Saepudin didampingi Sekretaris, Ade Kurnia Sudrajat, menyampaikan pesan kebangsaan yang menyentuh dan penuh harapan bagi seluruh rakyat Indonesia:

"Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Semoga Indonesia semakin Berdaulat, Adil dan Makmur di tengah kancah perjuangan bangsa yang terus berkembang," ujarnya. (16/08/2026)

Sebagai organisasi yang menaungi insan pers di wilayah Priangan, kata Halim, FORWAPI menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga dan mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih dengan tetesan darah dan air mata para pahlawan. Di usia ke-81 tahun kemerdekaan RI, peran pers semakin penting sebagai pilar keempat demokrasi yang kebebasannya dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Pers.

Halim menegaskan, kebebasan pers yang dijamin undang-undang bukan hak istimewa melainkan amanah untuk menjaga kebenaran, menyuarakan aspirasi rakyat, dan mengawal pembangunan menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

"Pers yang independen, berintegritas, dan bertanggung jawab adalah salah satu fondasi utama agar bangsa ini tetap berdiri tegak, berdaulat, dan adil bagi seluruh rakyatnya," imbuhnya.

Halim dan Ade juga berharap, semangat persatuan dan gotong royong yang menjadi fondasi kemerdekaan ini semakin menguat di tengah masyarakat.

"Melalui kerja keras, kejujuran, dan persatuan, Indonesia akan semakin kokoh berdiri sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur di kancah dunia," ucapnya. (@nwarwaluyo)

PGRI Cikatomas Ucapkan Selamat HUT RI ke-81, Semangat Kemerdekaan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Dengan mengusung tema, "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju", jajaran pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 yang jatuh pada Senin (16/8/2026).

Saat diwawancarai, Ketua PGRI Kecamatan Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd yang tampil kompak bersama seluruh jajaran menyampaikan, semangat kemerdekaan adalah semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Mari kita terus berkarya, berinovasi, dan mengabdi untuk Indonesia yang lebih maju," ujar Nana, melalui pesan WhatsAppnya.

Sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan di pelosok, menurut Nana, PGRI Kecamatan Cikatomas menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan melainkan tanggung jawab besar untuk meneruskan perjuangan para pendahulu melalui pengabdian di dunia pendidikan.

Di usia ke-81 tahun kemerdekaan RI, kata Nana, semangat mencerdaskan kehidupan bangsa harus semakin membara terutama di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Pihaknya pun berharap, di peringatan HUT RI ke-81 ini semangat persatuan dan gotong royong semakin menguat di kalangan pendidik, tenaga kependidikan, dan seluruh masyarakat.

"Dan melalui pendidikan yang berkualitas, Indonesia akan semakin kokoh berdiri, sejahtera, dan terus melangkah menuju kemajuan yang gemilang," tegasnya. (@nwarwaluyo)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG P[ANGANDARAN

WISATA BODY RAFTING CITUMANG P[ANGANDARAN