Tampilkan postingan dengan label TASIK NEWS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TASIK NEWS. Tampilkan semua postingan

Lanud Wiriadinata Tasikmalaya Jadi Saksi, Semarak Konser Rhoma Irama Di Tanah Kelahiran Sang Maestro Dangdut

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Malam Minggu, 4 April 2026, menjadi malam yang tak terlupakan bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Ribuan penonton memadati area Lanud Wiriadinata untuk merasakan sensasi "Joget Bareng" bersama legenda dangdut Indonesia, Rhoma Irama dan Soneta Group.

Kedatangan Raja Dangdut ini seolah menjadi magnet yang sangat kuat tidak hanya bagi warga Tasik, namin penonton datang dari berbagai penjuru daerah. Terlihat jelas rombongan masyarakat yang datang jauh-jauh dari Kecamatan Parungponteng, Karangnunggal, Cibalong, Singaparna, hingga Cipatujah demi menyaksikan aksi memukau sang idola raja dangdut asal Kota Tasikmalaya.

Acara istimewa ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 TNI Angkatan Udara dengan tema besar 'Pengabdian Tanpa Batas", dan panggung hiburan yang megah menjadi bukti eratnya tali silaturahmi antara dunia seni dan institusi pertahanan negara

Suasana semakin memanas dan penuh romantisme ketika alunan musik khas Soneta mulai terdengar, hingga salah satu momen paling dinanti adalah ketika Rhoma Irama membawakan lagu legendaris berjudul "Hidup Tanpa Cinta".

Lirik yang puitis dan nada yang indah seolah menyentuh hati seluruh hadirin, dan kata-kata "Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga..." terdengar lantang dinyanyikan serempak oleh ribuan suara mampu menciptakan harmoni yang luar biasa indah.

Di tengah lautan manusia terlihat jelas antusiasme yang luar biasa dari berbagai kalangan usia, dan musik dangdut khas Soneta Group benar-benar menyatukan generasi tua maupun muda dalam satu irama yang sama.

Intan, salah satu pengunjung asal Karangnunggal, tampak sangat menikmati setiap detik musik. Ia mengaku, lagu "Hidup tanpa bagai taman tak berbunga merupakan lagu paforit nya.

Tidak kalah semangat, Surahman asal Nyntong juga terlihat sangat gembira. Meskipun tergolong kaum muda ia tampak begitu hafal dan menikmati lagu-lagu lawas tersebut, tentu ini membuktikan bahwa musik Rhoma Irama memang abadi dan dicintai lintas generasi.

Sementara itu, Reni yang datang khusus dari Cipatujah mengaku sangat puas. 

Ia mengatakan, sengaja datang jauh-jauh ke sini memang ingin nonton langsung. 

"Suaranya masih bagus dan penampilannya luar biasa," ungkapnya dengan senyum lebar.

Suasana semakin bergairah ketika nada-nada intro lagu legendaris "Keramat" dan "Gala Gala" mulai terdengar, ribuan penonton seolah kehilangan kata-kata dan langsung berteriak histeris bergoyang lebih kencang mengikuti irama gendang.

Momen nostalgia ini begitu terasa kental, lagu-lagu yang sudah puluhan tahun menemani perjalanan musik Indonesia ini masih mampu membakar semangat dan membuat seluruh hadirin tak bisa diam.

Suasana semakin magis menjelang akhir acara, Rhoma Irama dan Soneta Group membawakan lagu penutup yang sangat dinanti yaitu "Malam Terakhir".

Lagu yang penuh makna ini menjadi penutup sempurna yang menggetarkan hati ribuan penonton, suasana menjadi sangat emosional namun tetap penuh energi menandakan bahwa malam perayaan ini benar-benar menjadi malam kenangan yang tak akan terlupakan.

Menurut sejumlah penonton, konser ini bukan hanya sekadar pertunjukan musik melainkan sebuah perayaan nostalgia dan kebersamaan yang tak terlupakan. Rhoma Irama dan Soneta Group kembali membuktikan bahwa mereka adalah maestro yang tak tergantikan, mampu menyatukan berbagai kalangan dalam satu irama yang sama. (@nnwarwaluyo)

Warga Sesalkan, Gedung Stadion Wira Dadaha Kota Tasikmalaya Terkesan Tak Terurus

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kondisi fisik Gedung Stadion Wira Dadaha Kota Tasikmalaya kini semakin memprihatinkan, dan menjadi sorotan tajam masyarakat. 

Bangunan yang seharusnya menjadi ikon olahraga dan kebanggaan kota ini justru terlihat terbengkalai dan kumuh karena sudah makan usia.

Dari pantauan Pangandaran News di lapangan, terlihat jelas banyak bagian penutup dinding yang hilang, rusak parah, dan terkelupas. Rangka besi penyangga bangunan pun terlihat sudah berkarat dan mulai rapuh, tentu ini menimbulkan kekhawatiran serius akan keamanan dan keselamatan pengunjung terutama di area sekitar joging track yang sering dipakai warga berolahraga.

Seperti disampaikan salah satu pencinta olahraga yang sedang berolahraga di joging track Dadaha, Dedi (33), sangat disayang sekali pemandangannya jadi tidak sedap dilihat mata. 

Padahal, ungkap Dedi, area publik ini sering dilewati dan dipakai orang untuk olahraga. 

"Kalau kondisinya begini, selain terkesan tidak terawat juga bisa membahayakan juga," ujar Dedi, (04/04/26)

Dedi sangat menyangkan, jika melihat kondisi aset penting Kota Tasikmalaya ini dibiarkan rusak begitu saja tanpa ada perawatan yang maksimal.

Menurut Dedi, kondisi yang memilukan ini terasa semakin kontras mengingat Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, dikenal sangat gemar olahraga lari dan sering menggelar serta mempopulerkan event maraton di kota ini.

Ia juga mengaku heran, Walikota suka sekali olahragablari maraton tapi kenapa Stadion Wira Dadaha ini dibiarkan rusak parah, berkarat, dan tidak terurus.

"Gimana mau maju bidang olahraganya kalau fasilitas utamanya saja tidak dirawat," ungkap Dedi, mewakili keresahan warga kepada Pangandaran News.

Atas nama warga, Dedi juga berharap ada perhatian serius dan tindakan nyata dari Pemerintah Kota Tasikmalayabagar segera melakukan renovasi besar-besaran atau setidaknya perawatan rutin, sehingga Stadion Wira Dadaha bisa kembali megah, aman.

"Dan tentunya bisa menjadi kebanggaan Kota Tasik, seperti masa kejayaannya dulu," imbuhnya.(@nwarwaluyo)

 

 

Usung Tema "Transformasi Digital dan Penguatan Profesionalisme Jadi Fokus", PGRI Cikatomas Gelar Raker Selama Dua Hari

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS –  Selama dua hari (02-03 April 2026), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk Masa Bakti XXIII Tahun 2025-2030.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sinar Rahayu 1 Pangandaran serta dihadiri penuh oleh seluruh jajaran pengurus dan peserta rapat ini, mengusung tema "Transformasi Jati Diri PGRI di Era Digital: Memperkuat Solidaritas, Meningkatkan Profesionalisme, dan Mengawal Kesejahteraan Guru".

Menurut Ketua PC PGRI Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd, raker ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menyusun, membahas, dan mengesahkan program kerja dari masing-masing Seksi Bidang (Sekbid). 

"Dan hasil dari rapat ini nantinya akan menjadi pedoman dan arah kebijakan organisasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya selama lima tahun ke depan," terang Nana, usai mengikuti raker hari pertama.(02/04/26)

Pengesahan program kerja ini, sebut Nana, menandakan komitmen kuat PC PGRI Cikatomas untuk bekerja maksimal. Fokus utama tidak hanya pada peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pendidikan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan solidaritas antar sesama pendidik serta terus berjuang mengawal hak-hak dan kesejahteraan guru.

Nana juga menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman, karena transformasi di era digital bukan sekadar mengikuti tren melainkan keharusan agar organisasi tetap maju dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi anggotanya.

Tak hanya itu, ia juga ingin memastikan bahwa PGRI Cikatomas tidak hanya eksis tetapi juga memberikan kontribusi nyata. Melalui program kerja yang sudah disahkan ini.

Lebih jauh Nana memaparkan, dalam rapat kerja ini terdapat beberapa poin utama yang menjadi fokus pengembangan. Diantaranya, 1. Transformasi Digital: Mengadaptasi teknologi informasi untuk kemajuan organisasi dan dunia pendidikan.

2. Penguatan Solidaritas: Mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar guru.

3. Peningkatan Profesionalisme: Meningkatkan kualitas SDM pendidik agar semakin kompeten dan berdaya saing.

4. Kesejahteraan Guru: Terus berupaya maksimal memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan seluruh anggota.

Dengan terselenggaranya Raker ini, Nana juga berharap PGRI Kecamatan Cikatomas menjadi organisasi yang semakin solid, kompak, dan mampu membangun sinergitas pendidikan yang lebih baik.

"Dan dengan adanya dasar hukum serta arah kerja yang jelas, PGRI Cikatomas siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan demi terwujudnya guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat," ucapnya.(@nwarwaluyo)

Setiap Hujan Besar Turun, Padayungan-HZ Mustofa Kota Tasik Jadi Langganan Banjir

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Bagi warga Kota Tasikmalaya, pemandangan jalanan berubah menjadi "danau" bukanlah hal asing. Karena setiap kali hujan deras, makasih kawasan Jalan Padayungan dan Jalan HZ Mustofa tepatnya di depan Asia Plaza kembali akan terendam banjir.

Genangan air yang mencapai hampir satu meter ini memaksa pengendara motor dan para pejalan kaki harus berjuang keras untuk bisa lewat, karena tak sedikit sepeda motor yang mogok di tengah jalan karena air masuk ke ruang mesin. Sehingga akan menyebabkan kemacetan panjang, ditambah kerugian materi bagi pemilik kendaraan yang harus mengeluarkan biaya perbaikan.

Menurut salah seorang warga setempat, Andri, banjir di ruas jalan strategis ini bukan kejadian baru melainkan masalah yang sudah berlangsung lama. 

Andri mengatakan, ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab. Diantaranya, saluran drainase tersumbat tumpukan sampah plastik, styrofoam, dan limbah rumah tangga sering menghambat aliran air. Atau fenomena Back Water: Air dari saluran utama yang lebih tinggi meluap ke saluran kecil, sehingga tidak mampu menampung debit air hujan.

"Bisa juga terjadi karena akibat sedimentasi sungai, pendangkalan sungai akibat penumpukan lumpur mengurangi kapasitas penampungan air," terang Andri.(02/04/26)

Kondisi banjir yang berulang ini tentu memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat,  Andri berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan dapat lebih fokus menyelesaikan masalah infrastruktur dasar ketimbang terlalu sibuk dengan kegiatan seremonial atau event besar.

"Jangan hanya sibuk kegiatan seremonial, tolong fokus bekerja," ujar Andri.

Banjir di kawasan ini, menurut Andri, bukan sekadar masalah genangan air melainkan gangguan terhadap ekonomi, keselamatan, dan kenyamanan hidup warga. 

"Kami warga berharap tertuju agar solusi jangka panjang segera hadir sehingga warga tidak lagi harus berenang atau lari menghindari banjir setiap kali langit mendung," pungkasnya.(@nwarwaluyo)

Warga Kota Tasikmalaya Sesalkan, Pemandangan Tumpukan Sampah Masih menjadi Pemandangan Di Beberapa Jalan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kondisi sampah yang menumpuk di Jalan S.L. Tobing, Kelurahan Tugu Jaya, Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, tak kunjung diangkat petugas. Tumpukan sampah tersebut telah memenuhi sekeliling wadah sampah hingga meluber ke pinggir jalan, tanpa ada tanda-tanda akan segera diangkut oleh petugas kebersihan.

Padahal, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah gencar mengkampanyekan program "Tasik Kota Resik" sebagai komitmen untuk menjaga kebersihan kota. Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa program tersebut belum mampu menjangkau semua titik, termasuk kawasan yang berdekatan dengan fasilitas publik dan usaha sekitar lokasi tersebut.

Saat Pangandarannews.com mencoba melakukan konfirmasi terkait kondisi ini ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya pada hari kamis (26/3), sayang  tidak bertemu dengan petugas yang dapat memberikan klarifikasi dengan alasan masih suasana pasca-Hari Raya Lebaran.

Tumpukan sampah tersebut, tentu membuat masyarakat sekitar mengungkapkan keluhan yang mendalam terkait kondisi tersebut. .

Risma, salah satu warga yang sering melintas di lokasi tersebut, mengaku sudah lama menunggu sampah diangkut. Ia juga sering melihat kampanye kebersihan dari pemerintah, tapi kenapa di sini saja tidak bisa diurus dengan baik? 

"Apakah karena kekurangan armada, kurangnya petugas, atau hanya slogan belaka?," tanya Risma.(28/03/26)

Risma berharap agar program kebersihan tidak hanya sebatas acara seremonial, tapi harus disertai realisasi di lapangan.

"Tasik Kota Resik jangan cuma slogan aja, butuh bukti nyata," ucapnya.

Padahal, kata Risma, Wali Kota Tasikmalaya aktif di media sosial seperti TikTok, Facebook, dan YouTube, namun sayangnya jarang sekali melihat postingan terkait penanganan sampah.

Permasalahan ini juga mengundang pertanyaan terkait implementasi program GEMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) yang digagas Pemkot, padahal masyarakat menginginkan langkah konkret dan tindakan nyata dari pihak berwenang dan bukan hanya kampanye yang menarik tanpa diimbangi dengan aksi pada lapangan.(@nwarwaluyo)

Forum Sosonoan Alumni MTsN Rarangjani Tasikmalaya Angkatan 2003, Gelar Halal Bihalal Open House

PANGANDARAN NEWS COM/TASIKNEWS - Alumni Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Rarangjami Tasikmalaya angkatan 2003, melalui Forum Sosononoan menggelar acara halal bihalal dengan konsep open house yang penuh keakraban di rumah Neng Rika. 

Dengan tema "Mempererat Tali Silaturahmi Antar Alumni" acara ini berhasil menghadirkan sebagian besar anggota alumni, termasuk mereka yang tinggal jauh dari daerah asal.

Beberapa alumni yang datang dari luar daerah, seperti Bandung dan Sodong Hilir rela menyempatkan waktu untuk bertemu sahabat lama setelah sekian lama tidak bertemu. 

Diantara yang hadir secara langsung adalah Rina, EMI, Desi, Lastri, dan Bu Rina. Seluruh peserta pun dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada Neng Rika yang telah dengan senang hati menyediakan tempat serta menciptakan suasana kebahagiaan yang tak akan terlupakan.

Meskipun tidak dapat menghadiri acara secara langsung, sejumlah alumni lainnya juga menyampaikan ucapan serta doa untuk kelompok. 

Seperti diungkapkan salah seorang alumni, Parid Zaelani, ia menyampaikan permintaan maafnya karena memiliki kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan. 

Begitu juga dengan Ivan yang sudah mulai bekerja di LG, sama mengucapkan maaf serta berdoa "Semoga grup Forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami angkatan 2003 sing sarehat sadayana sing ageung rezeki.

Alumnus lainnya, Asep Ridwan memberikan semangat untuk kelompok agar tetap semangat dan grup Forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami Tasikmalaya angkatan 2003 terus tetap menjalin silaturahmi antar alumni.

Sementara i Aji yang berada di Tangerang, menyampaikan ucapan maaf melalui telepon dengan harapan, semoga grup Forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami angkatan 2003 kompak terus dan menjalin silaturahmi antar alumni.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Aduh, Tumpukan Sampah Kembali Menumpuk Jalan RE Martadinata Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Gundukan sampah kembali menumpuk di salah satu jalur utama Jalan RE Martadinata

 Kota Tasikmalaya, tumpukan sampah tersebut tidak hanya memenuhi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang tersedia melainkan juga membentang ke pinggir jalan bahkan sebagian menutupi trotoar dan sisi jalan raya yang digunakan untuk lalu lintas.

Dari pantauan di lapangan, jenis sampah yang menumpuk sebagian besar adalah sampah organik, plastik, dan limbah lembaran yang belum sempat terangkut oleh petugas kebersihan. 

Kondisi ini tentu tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi sarang penyakit jika tidak segera mendapatkan penanganan.

Meskipun Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya telah melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah secara berkala, namun masih ada kesenjangan antara volume sampah yang dihasilkan masyarakat dengan kapasitas pengangkutan serta manajemen limbah yang ada. 

Beberapa warga mengaku, tumpukan sampah in sering muncul kembali hanya beberapa hari setelah pembersihan dilakukan terutama menjelang akhir pekan atau setelah hari libur.

Permasalahan sampah di Kota Tasikmalaya sudah lama menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang terus diperhatikan pemerintah kota, dengan harapan dapat menemukan solusi berkelanjutan melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait.

Salah seorang masyarakat, Reni asal Kota Tasikmalaya, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kondisi sampah kota Tasikmalaya masih belum teratasi dengan baik. 

"Sejauh mana ketegasan pemerintah kota melalui Dinas Lingkungan Hidup? kebanyakan acara bersih-bersih hanya sebatas seremonial saja, itu kenyataan," ujarnya. (26/0226)

Ia juga mengatakan bahwa masalah serupa terjadi di beberapa titik lain seperti Jalan Swaka, dan hal ini diperkirakan akan semakin parah usai Lebaran Idul Fitri 1447 H.

"Tentang kebersihan, sebaiknyaPemkot Tasikmalaya jangan hanya seremonial," tegasnya.(@nwarwaluyo)

Saat Liburan Lebaran 1447 H, Wisatawan Padati Pantai Padabumi Cimanuk Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pantai Padabumi yang berdekatan dengan Pantai Karangtawulan di Desa Cimanuk Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, kembali menjadi destinasi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan Hari Raya Idul Fitri 1447 H (2026). 

Terlihat wisatawan datang dari berbagai daerah, mulai dari Tasikmalaya hingga Bandung. 

Salah satu pengunjung asal Tasikmalaya, Surahman, mengaku terpukau dengan keindahan karang yang tersebar di sepanjang bibir pantai. 

"Pantai Padabumi sangat bagus, spotnya estetik sekali dengan karang-karang yang ada. Cocok untuk bersantai dan berfoto," ujarnya.(26/03/26)

Tak hanya itu, ungkap Surahman, akses menuju area atas yang menghadap Pantai Karangtawulan kini lebih mudah berkat adanya tangga yang telah dibangun sehingga membuat wisatawan dapat menikmati pemandangan laut yang lebih luas dari ketinggian.

Hal senada disampaikan salah seorang wisatawan rombongan asal Bandung, Eno, yang datang beramai-ramai bersama teman-teman juga memberikan apresiasi positif. 

Menurut Enok, liburan di sini sangat asik karena bisa menikmati pemandangan sambil menikmati segelas kopi. 

Meskipun berbeda dengan Pantai Pangandaran, imbuhnya, keindahan Pantai Padabumi tidak kalah menarik apalagi tiket masuknya murah meriah.

Sayang saat Pengantaran News akan wawancara dengan Ketua Pokdarwis Pantai Padabumi untuk mengetahui lebih dalam tentang pengelolaan dan potensi wisata pantai ini, pihak Pokdarwis wawancara tidak dapat terlaksana sedang sibuk menangani pengunjung yang semakin padat. (@nwarwaluyo)

Tiba Musim Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan Padati Pantai Sindangkerta

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pantai Sindangkerta merupqkan salah satu destinasi wisata pantai unggulan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali menunjukkan daya tariknya dengan dikunjungi sekitar seribu wisatawan pada momen Hari Raya Idul Fitri 1447 H. 

Kondisi pantai yang aman, nyaman dan bersih, tentunya menjadi poin utama yang membuat lokasi ini diminati oleh wisatawan.

Seperti disampaikan Koordinator Wisata Pantai Sindangkerta, Dede, dukungan kolaboratif juga menjadi kekuatan utama dalam pengelolaan wisata di sini agar terus bisa meningkatkan kualitas destinasi.

Dede mengaku, pihaknya pun terus berupaya agar Pantai Sindangkerta menjadi salah satu wisata favorit di Jawa Barat. 

"Dukungan penuh dari Koramil Cipatujah dan Polsek Cipatujah juga menjamin keamanan, sehingga wisatawan yang datang ke sini merasa aman dan nyaman," kata Dede.(24/03/26)

Sementara Ketua Komite Pengembangan Pariwisata (Kompepar) Sindangkerta, Wawan menyampaikan, rasa syukur karena pantai ini terus menjadi pilihan utama wisatawan. 

Ia juga bersyukur karena Pantai Sindangkerta saat ini terus diminati masyarakat yang ingin berlibur.

Namun, Wawan berharap adanya perhatian dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya terkait pembangunan Tempat Penunjang Wisata (TPT) yang sebelumnya roboh akibat abrasi.

Wawan mengatakan, pembangunan sarana dan prasarana diharapkan akan membuat Pantai Sindangkerta semakin rapi dan menarik, bahkan mampu bersaing dengan destinasi wisata pantai ternama di Pangandaran.

"Semoga Pemkab Tasikmalaya segera melengkapi sarana dan prasarana disini," ungkapnya.

Salah satu pengunjung, Oji Koswara (37) menuturkan, Pantai Sindangkerta dengan suasana yang aman, nyaman, dan bersih sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga maupun kerabat.

"Kami sangat terkesan sekali dengan keindahan pantai Sindangkerta ini," ucapnya. (@nwarwaluyo)

 

 

 


Masyarakat Belum Sadar, Sampah Rumahan Numpuk Saat Idul Fitri Di Sebuah Sudut Kota Tasik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kondisi saluran air di salah satu kawasan Kota Tasikmalaya menjadi perhatian serius setelah ditemukan banyak sampah menumpuk dan menghambat aliran air, lokasi tersebut berada di dekat jembatan dengan tulisan iklan "Bubur Ayam Mang Aying" yang terpasang pada bagian atas struktur jembatan.

Tumpukan sampah ini berupa kantong plastik, serta berbagai jenis limbah padat lainnya yang menumpuk di permukaan dan pinggir saluran. 

Kondisi ini jelas tidak hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi menyebabkan genangan air, penyumbatan saluran irigasi atau drainase, serta menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar.

Hal ini tentu bertentangan dengan larangan tegas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sumberdaya Air Wilayah Sungai Citanduy yang tercantum dalam papan petunjuk yang dipasang di lokasi strategis, melarang mendirikan bangunan di sepadan saluran irigasi dan membuang sampah ke saluran air lainnya. 

Berdasakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum RI Nomor 08/Prtn/2015,.Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 4 Tahun 2008 dan Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 15 Tahun 2004. 

Menurut salah seorang warga yang sering melewati kawasan itu, Asep, kepada Pangandaran News menyampaikan, Dalam wawancara dengan Pangandaran News com, Asep – ia mengungkapkan kekhawatirannya yang semakin besar setelah musim liburan Idul Fitri.

Hingga saat ini, kata Asep, kenyataannya masih banyak yang membuang sampah ke aliran sungai.

"Apalagi di hari raya Idul Fitri ini sampah rumahahan semakin banyak numpuk di saluran sungai ini," kata Asep.(23/03/26)

Asep menyebut, sampai saat ini belum ada informasi resmi terkait upaya pembersihan yang akan dilakukan maupun tindakan penegakan hukum terhadap pelanggar. 

"Kondisi ini mengingatkan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengelola sampah agar tidak mencemari sumber daya air dan mengganggu kenyamanan hidup warga, terutama pasca-perayaan besar yang biasanya menghasilkan lebih banyak limbah," ujar Asep.(@nwarwaluyo)

Penghapusan Biaya Ojek Odong-Odong dan Spot Baru Dorong Minat Wisatawan Kunjungi Wisata Panjalu

PANGANDARANEWS.COM/CIAMISNEWS – Wisata Situ Lengkong di Panjalu Kabupaten Ciamis, semakin menjelma sebagai destinasi favorit wisatawan di Jawa Barat. 

Pada tahun 2026, tercatat peningkatan jumlah kunjungan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Koordinator Wisata Panjalu, Teteng Supriatna menyampaikan, tahun ini menjadi tahun peningkatan bagi wisata Situ Lengkong.

Peningkatan minat wisatawan tersebut, kata Teteng, didorong oleh dua faktor utama. Pertama, dibukanya spot wisata baru yang memperkaya pilihan aktivitas bagi pengunjung dan kedua, penghapusan biaya untuk ojek odong-odong yang sebelumnya berlaku di kawasan Nusa Pakel membuat akses ke berbagai titik wisata menjadi lebih terjangkau tanpa beban biaya tambahan.

Diakui Teteng, kenaikan jumlah kunjungan tahun ini memang signifikan dan salah satu penyebabnya adalah tidak adanya beban ongkos untuk ojek odong-odong seperti dulu.

"Jadi wisatawan merasa lebih nyaman berkunjung. Ditambah lagi dengan adanya tempat wisata baru yang menarik." jelas Teteng.(23/03/26)

Untuk kedepannya, lanjut Teteng, pihak pengelola dan Koordinator Wisata Panjalu berharap dapat terwujud sinergitas yang lebih erat dan baik antara pemerintah Kabupaten Ciamis dengan pemerintahan desa setempat. 

"Karena dengan kolaborasi yang lebih kuat diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, pengelolaan kawasan, serta daya tarik wisata Situ Lengkong agar terus berkembang dan menjadi destinasi yang lebih baik bagi wisatawan dari berbagai daerah," ujarnya.(@nwarwaluyo)

Posko Kesehatan Mudik Idul Fitri 1447 H Kabupaten Ciamis, Siap Bantu Pemudik dengan Berbagai Layanan Kesehatan

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Dalam rangka mendukung kelancaran perjalanan mudik dan balik Idul Fitri 1447 H/2026 M, Puskesmas Panjalu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis membuka Posko Kesehatan Mudik di lokasi Cihaurbeti-Panjalu.

Posko yang berada tepat di persimpangan jalan utama arah mudik ini siap memberikan dukungan kesehatan bagi seluruh pemudik serta menyediakan layanan kesehatan yang cepat dan mudah dijangkau, sekaligus mencegah penyebaran penyakit menular serta menjaga kondisi kesehatan masyarakat selama perjalanan mudik.

Posko Kesehatan Mudik Puskesmas Panjalu menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik, antara lain pemeriksaan kesehatan umum beserta pengukuran tekanan darah, suhu tubuh, dan kadar gula darah, pemberian obat dasar serta pertolongan pertama untuk kasus kecelakaan atau keluhan kesehatan akut

- Konseling kesehatan terkait pola makan sehat, istirahat cukup, dan pencegahan penyakit umum saat mudik seperti diare, flu, dan kelelahan

- Distribusi informasi edukasi kesehatan melalui brosur dan penyuluhan langsung

- Pemberian vitamin dan suplemen dasar untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Lokasinya sendiri berada di jalur strategis, Cihaurbeti-Panjalu atau persimpangan jalan utama arah mudik. Dengan waktu O

operasional, mulai tanggal 21 Maret 2026 setiap hari pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.

Menurut salah seorang petugas perwakilan Tim Kesehatan Puskesmas, pihaknya berharap posko ini bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang sedang dalam perjalanan. 

"Tim kami yang terdiri dari dokter, perawat, dan petugas kesehatan siap membantu dengan sepenuh hati agar perjalanan mudik lebih aman dan sehat," ujarnya.(23/03/26)

Selain itu, imbuhnya, posko ini juga menjalin kerja sama dengan Dinas Perhubungan dan relawan untuk mengkoordinir tanggapan cepat jika terjadi kondisi darurat kesehatan di sekitar lokasi. Sehingga masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan atau membutuhkan informasi terkait kesehatan dapat langsung mengunjungi posko tersebut. 

"Hingga saat ini, kondisi lokasi posko berjalan lancar dan kondusif bahkan menjadi tempat istirahat sekaligus mendapatkan edukasi kesehatan bagi para pemudik yang berhenti," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Dua Kegiatan Tahunan Muda-Mudi Cirengkak Meriahkan Desa Sukahurip, Atraksi Berjalan di Bambu dan Tradisi Halal Bihalal Jadi Sorotan

PANGANDARAN NEWS.COM/TASIKNEWS - Kampung Cirengkak, Desa Sukahurip, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya kembali menghadirkan kemeriahan melalui dua agenda tahunan khusus kalangan muda-mudi. 

Selain tradisi Hapal Bihalal yang telah ada sejak 1992, juga menampilkan atraksi unik berjalan di atas bambu melintasi daerah tergenang air.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat, Odong, atraksi berjalan di atas bambu ini tidak hanya menjadi ajang hiburan yang menarik tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar pemuda dan pemudi setempat. 

Selain jadi ajang hiburan, kata Odong, tujuan kegiatan ini sekaligus untuk memperkuat nilai-nilai gotong royong serta kebersamaan dalam komunitas lokal.

 "Sehingga menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan semangat dan kreativitas dalam konteks tradisi daerah," ungkapnya.(22/03/26

Sementara itu, acara tahunan Halal Bihalal yang diprakarsai oleh tokoh masyarakat Odong ini juga sukses digelar dengan suasana hangat di RW 4 RT 01. Setelah lebih dari tiga dekade berjalan. "Kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini tidak hanya fokus pada momen saling memaafkan dan berkumpul," terangnya.

Peserta juga antusias mengikuti berbagai kegiatan positif, seperti lomba kreasi, diskusi tentang perkembangan daerah serta pertukaran ide untuk mendorong kemajuan Desa Sukahurip. 

Dan seperti diketahui, Odong menyebut, Halal Bihalal ini bukan hanya sekadar berkumpul tapi juga menjadi wadah untuk membangun semangat kebersamaan dan membentuk karakter muda-mudi yang peduli dengan lingkungan sekitar.

Atas nama warga, Odong juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diterima dari seluruh masyarakat.

Ia mengaku bersyukur karena acara ini terselenggara meriah berkat dukungan sponsor dari mereka yang merantau ke Jakarta, Bandung, dan Tasikmalaya. 

"Mereka dengan senang hati kembali ke kampung halaman untuk mendukung kegiatan tahunan ini," imbuhnya.

Salah seorang warga, Encep, dari Kampung Ciranca, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah (kampung tetangga Cirengkak), memberikan apresiasi tinggi pada pelaksanaan kedua kegiatan tersebut. 

Menurutnya, hal ini menunjukkan kreativitas dan inovasi kalangan muda-mudi dalam membangun kebersamaan yang kompak sehingga mampu eratkan silaturahmi.

"Meskipun kita dari kampung yang berbeda, tapi ini bisa jadi tempat akur dan sauyunan antar masyarakat," ucap Encep.

 

Tak hanya Encep, banyak juga peserta yang ikut menyampaikan rasa bangga bisa melestarikan tradisi yang telah ada sejak tahun 90-an. Dan mereka berharap, kedua agenda tahunan ini bisa terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga keharmonisan antar warga.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Hingga Hari H -1 Lebaran 2026, Tidak Terjadi Kepadatan Di Terminal Tipe A Indihiyang Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sebagai terminal terbesar di wilayah Priangan Timur, Terminal Tipe A Indihiang Tasikmalaya, menjelang Hari Raya Lebaran 2026 telah siap siaga melayani jutaan pemudik masyarakat Jawa Barat. Saat ini terminal beroperasi dengan kondisi yang aman, lancar, dan terkendali.(19/03/26)

Berbagai fasilitas pun telah disiapkan untuk kenyamanan perjalanan, termasuk ruang tunggu ber-AC yang nyaman bagi calon penumpang yang sedang menunggu keberangkatan. 

Hingga jam 14.30 WIB, area terminal tampak masih cukup kosong dan belum terjadi lonjakan jumlah penumpang. 

Menurut salah seorang petugas dari Dinas Perhubungan, Zaenal Arifin, puncak arus mudik dan balik diperkirakan akan terjadi setelah Hari Raya, sehingga masyarakat masih memiliki kesempatan untuk melakukan perjalanan dengan lebih santai.

Zaenal mengatakan, arus lalu lintas di sekitar Terminal Tipe A Indihiang saat ini didominasi oleh kendaraan roda dua. Hingga saat ini, tidak ada laporan kecelakaan atau gangguan signifikan yang mengganggu kelancaran perjalanan.

Satu-satunya titik dengan sedikit kemacetan, jelas Zaenal, berada di kawasan Pasar Lewo Limbangan walaupun kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan tidak memerlukan tindakan pengalihan jalur. 

"Jalur utama Tasikmalaya-Gentong yang menghubungkan ke Garut juga tetap bebas hambatan, memudahkan akses bagi para pemudik yang akan menuju berbagai daerah di Priangan," terangnya.(19/03/26)

Dari data yang ada, terang Zaenal, kedatangan sebanyak 13 unit bus dengan total 26 penumpang dan keberangkatan debanyak 171 unit bus dengan total 674 penumpang.

Zaenal juga mengajak seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, untuk bersama-sama mendukung Terminal Tipe A Indihiang sebagai pusat angkutan utama Tasikmalaya dan sebaiknyanaik turun penumpang hanya di terminal resmi.

"Dan kami mohon untuk tidak menggunakan area layanan PO Budiman dan Primajasa sebagai tempat naik turun penumpang, karena lokasi tersebut hanya difungsikan untuk istirahat, perawatan, dan perbaikan kendaraan," tegasnya.(@nwarwaluyo)


Sambut Idul Fitri, Forum Alumni MTSN Rarangjami 2 Angkatan 2003 Tasik Salurkan Bantuan Kepada Sesama

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Forum Sosononoan Alumni Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Rarangjami 2 Tasikmadu angkatan 2003, kembali menunjukkan rasa kekeluargaan yang erat dengan menyelenggarakan bantuan kepada salah satu anggotanya yang mengalami musibah. 

Dalam momen penuh kehangatan yang terjadi menjelang bulan Ramadhan, anggota bernama Desi secara langsung menyerahkan bantuan rezeki kepada penerima bantuan, Epul.

Mendapatkan bantuan tersebut, Epul menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian dan dukungan dari seluruh anggota forum. 

Epul pun menyampaikan terima kasih atas kepedulian terhadapnya, semoga sahabat forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami 2 angkatan 2003 mendapatkan rezeki yang melimpah, kesehatan yang baik, serta segala kebaikan selalu menyertai semua.

"Semoga sahabat-sahabat kita dilancarkan rezeki, sehat selalu, dan berkah besar menjadi milik kita semua," ungkap Epul.(18/03/26)

Disoal terkait tujuan pemberian bantuan tersebut, salah seorang forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami 2 angkatan 2003 Desi menjelaskan, ini merupakan bentuk wujud berkah yang ingin dibagikan di bulan Ramadhan. Karena nilai saling membantu dan berbagi menjadi lebih mendalam, apalagi di bulan ramadan.

"Kita sebagai keluarga besar alumni selalu berkomitmen untuk saling support dan berbagi rezeki satu sama lain," ucapnya.

Pada kesempatan lain, seluruh alumni pun bersama-sam Sambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M. Dan segenap keluarga besar Forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami 2 angkatan 2003 mengucapkan selamat menyambut hari kemenangan, semoga seluruh umat muslim diberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah dan diberikan ampunan serta berkah dari Allah SWT.(@nwarwaluyo)

 

 V

Diharapkan Para Pemudik Bisa Lancar, Warga Dusun Sodong Kompak Perbaiki Jalan Secara Swadaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam semangat persatuan dan rasa kebersamaan, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 warga Dusun Sodong, Desa Sodong Hilir, Kecamatan Sodong, Kabupaten Tasikmalaya menggelar gotong royong untuk melakukan perbaikan jalan swadaya di Jalan Raya Sodong Hilir. 

Kegiatan yang dilakukan secara murni dari inisiatif ini, masyarakat mendapat dukungan berupa sumbangan sebesar Rp10 juta dari seorang dermawan yang hanya menyebut dirinya sebagai "hamba Allah".

Menurut salah seorang warga saat wawancara dengan Pangandaran News,  Bah Bima menyampaikan, tingkat antusiasme masyarakat sangat tinggi pada kegiatan ini. 

Bah Bima mengaku sangat bersyukur, karena ada hamba Allah yang memberikan sumbangan untuk perbaikan jalan. 

"Kami tidak menyebutkan nama penyumbangnya, namun semoga Allah SWT memberikan kelancaran rezeki yang semakin mengalir baginya," ujarnya.(17/03/26)

Menurut Bah Bima, perbaikan jalan kabupaten ini dilakukan karena menjelang lebaran pasy banyak masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik. 

"Kami ingin memastikan kondisi jalan ini baik, sehingga para pengendara dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman," tambahnya.(@nwarwaluyo)

 

 

Miris, Akibat Jalan Rusak Warga Dusun Ciranca Cipatujah Tandu Pasien Menuju Puskesmas

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kondisi jalan di Dusun Ciranca Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, terus menjadi momok mengerikan bagi masyarakat terutama ketika membutuhkan akses ke fasilitas kesehatan. 

Dua kasus menyakitkan hati terjadi secara berurutan, saat warga bernama Iyet dan Asep harus digendong oleh keluarga serta warga menggunakan tiang bambu yang dibalut sarung karena tidak ada jalan layak untuk ambulans atau kendaraan lainnya mengakses lokasi.

Jalan yang masih berupa tanah merah dengan permukaan tidak rata dan penuh retakan, membuat mobilitas sangat sulit. Jarak tempuh menuju Puskesmas Cipatujah cukup jauh, sehingga kondisi jalan yang buruk seringkali menyebabkan penundaan penanganan medis. 

Masyarakat bahkan khawatir, jika terjadi kasus darurat pasien tidak akan mendapatkan pertolongan tepat waktu hingga harus dirawat di rumah sakit.

Menurut salah seorang warga, Asep Encep, sejak masa jabatan mantan Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto, masyarakat mengaku belum pernah mendapatkan kunjungan atau perhatian terkait kondisi jalan di wilayah ini. 

Saat ini, kata Asep, harapan tertuju pada Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi agar memberikan perhatian serius. 

Kritik tajam bahkan dilontarkan oleh salah satu warga, Asep Encep, saat ditemui usai membantu evakuasi pasien,

"Gubernur Jabar Dedi Mulyadi punya slogan ngurus lembur tata kota, tapi aset kesehatan masyarakat desa Nagrog sulit dijangkau. 

Ia menuturkan, Bupati dan Wakil Bupati sering muncul di medsos TikTok, IG, dan FB, tapi kenapa postingan tentang Dusun Ciranca tidak pernah mendapat tanggapan? Apakah pura-pura buta tuli?.

"Jangan-jangan medsos hanya untuk pencitraan aja," ungkapnya. (14/03/26)

Visual yang diunggah akun TikTok @budakangon pada tanggal 28 Januari menunjukkan proses penggendongan pasien dengan menggunakan tiang bambu dan sarung, saat beberapa orang bekerja sama membawanya keluar dari rumah menuju tempat yang dapat dijangkau kendaraan atau langsung menuju fasilitas kesehatan.(@nwarwaluyo)

Wujud Kepedulian Ramadan, FORWAPI Gelar Santunan Anak Yatim di Desa Dawagung Rajapolah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Sebagai wujud memaknai bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah/2026 Masehi Forum Wartawan Priangan (FORWAPI) menggelar kegiatan santunan anak yatim, bertempat di GOR Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah. (14/03/26).

Acara yang penuh kehangatan dihadiri oleh Ketua Umum FORWAPI Halim Saepudin, Sekretaris Jenderal Ade Global, Pembina Sunaryo, para pengurus DPP FORWAPI, serta Ketua dan jajaran pengurus DPC FORWAPI dari berbagai daerah termasuk Kota Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, dan Pangandaran. 

Turut hadir juga Ketua Umum DPP FORWAPI Forum Wartawan Priangan Timur, Kepala Desa Dawagung Trio Wibowo Budi beserta perangkat desa, BPD, lembaga desa setempat, dan anak yatim yang menjadi penerima santunan.

Ketua Umum FORWAPI Halim Saepudin, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial keluarga besar FORWAPI sekaligus upaya mempererat silaturahmi antara insan pers dengan masyarakat di wilayah Priangan. 

Halim mengatakan, kegiatan ini bagian dari komitmen FORWAPI untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya melalui karya jurnalistik tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata.

Ramadan harus jadi kesempatan bagi semua untuk meningkatkan kepedulian dan berbagi kebahagiaan dengan anak yatim, dan kegiatan ini merupakan agenda rutin FORWAPI.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh DPC FORWAPI yang telah hadir dan berkontribusi pada keberhasilan acara santunan tersebut," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Trio Wibowo Budi, ia  berterimakasih serta apresiasi kepada FORWAPI yang telah memilih Desa Dawagung sebagai lokasi kegiatan. 

Ia juga berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan, karena kegiatan semacam ini membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Selain itu, kegiatan ini juga bisa mempererat hubungan antara organisasi wartawan dengan masyarakat desa," ucapnya.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan santunan yang berlangsung secara akrab dan penuh kebersamaan.(@nwarwaluyo)

 

 

Nikmati Hangat Kebersamaan, Forum Sosonoan Alumni MTsN Rarangjami 2 Tasik Angkatan 2003 Gelar Buka Bersama

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami Tasikmakaya 2 angkatan 2003, kembali menyelenggarakan acara buka bersama (bukber) yang menghadirkan puluhan alumni dari berbagai daerah.

Kegiatan yang digagas pengurus forum yaitu Parid Zaelani, Asep Ridwan, Desi, Neng Rika, Emi, dan  Rina ini mendapatkan sambutan hangat, bahkan beberapa alumni dari Sodong yang jauh juga menyempatkan diri untuk hadir setelah sekian lama tidak bertemu.

salah satu tokoh alumni dan perancang acara, Parid Zaelani,  menyampaikan bahwa bukber bukan hanya sekadar berkumpul makan bersama, namun momen berharga ini juga bertujuan untuk menyambung tali persaudaraan yang sudah ada sejak masa sekolah. 

Dalam sesi bagi hadiah yang diselenggarakan, membuat acara semakin seru dan menjadi yang terbaik.

"Mari kita jadikan momentum ini untuk menjaga silaturahmi antar seluruh alumni kami," ungkap Parid.(13/03/26).

Alumnus lainnya, Asep Ridwan menunjukkan kegembiraannya yang luar biasa saat bisa berkumpul kembali dengan teman-teman seangkatan. 

Menurutnua, acara ini sangat menyenangkan sekali bisa kumpul bareng teman alumni MTSN Rarangjami 2 angkatan 2003. 

"Setelah sekian lama tidak bertemu, acara ini benar-benar memberikan kebahagiaan yang luar biasa," ujarnya penuh semangat.

Lain lagi ungkapan Astri, ia pun menyampaikan rasa bahagianya terutama saat bertemu kembali dengan teman lamanya.

Hal senada disampaikan Viki, salah satu alumni, disini semua teman sahabat tidak ada perbedaan antara alumni satu dengan yang lain di MTSN Rarangjami 2 angkatan 2003.

Sementara itu, Desi bersama Emi dan Neng Rika melakukan siaran langsung (live) melalui akun TikTok untuk mengabadikan momen tersebut.

Ini, Desi, merupakan moment terindah sekali saat bisa kumpul bareng alumni setelah sekian lama.

Dan tentu acara pun semakin meriah, ketika salah satu alumni berdiri dan menyampaikan pantun khusus untuk seluruh peserta:

Bukber bersama alumni ini adalah saat rame-rame dengan balutan rasa persaudaraan yang erat meski jauh berbeda tempat.

"MTSN Rarangjami 2 jadi pangkal cinta, Silaturahmi kita terus terjaga sampai tua nanti," ujarnya.

Usai pantun itu disampaikan, seluruh ruangan penuh dengan tepukan dan sorakan kegembiraan. 

Sementara Emi asyik menikmati secangkir kopi hitam yang dinikmati bersama hidangan bukber yang lezat, mulai dari lauk pauk khas daerah hingga makanan penutup yang menyegarkan.

Masih di tempat yang sama, Desi sebagai anggota panitia penyelenggara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh alumni yang telah meluangkan waktu untuk hadir. 

Ia mengaku sangat mengapresiasi rekan panitia serta seluruh pihak yang mendukung kelancaran acara, diantaranya EMI, Neng Rika, Ita, Mega, Bu Rina, dan Imas.

Di akhir acara, seluruh Forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami 2 angkatan 2003 juga mengucapkan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026.

Hari Raya tiba dengan suka cita yang penuh, Alumni kita berkumpul meski dulu berbeda kelas. Minal aidzin walfaizin kita ucapkan dengan tulus, Mohon maaf lahir batin, semoga kita selalu diberkati.

"Kita sebagai alumni MTSN Rarangjami 2 angkatan 2003 adalah teman yang tidak pernah ada batasan," tandasnya. (@nwarwaluyo)

Fokuskan Ibadah Dan Pembinaan Karakter Siswa, SD Negeri Margajaya Pagerageung Gelar Rangkaian Kegiatan Ramadhan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan kedisiplinan siswa sejak usia dini, SD Negeri Margajaya Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya menggelar rangkaian kegiatan Ramadhan.

Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa dan guru ini, meliputi tadarus Al-Qur'an berkelompok, sholat Dhuha berjamaah, serta tausiyah Ramadhan.

Menurut Guru PAI di sekolah tersebut, Melinda S.Pd.I, kegiatan yang dilaksanakan di halaman sekolah ini, materi tausiyah difokuskan pada nilai-nilai kebaikan, kesabaran, dan gotong royong. 

"Kegiatan ini tidak hanya memperkuat aspek spiritual, tetapi juga mempererat silaturahmi antara siswa dan guru," terang Melinda.(12/03/26)

Kegiatan Ramadhan ini, kata Melinda, untuk mendekatkan hubungan antar siswa dan guru sekaligus mencerminkan kepribadian siswa yang berkakter berakhlak mulia.

Ia menuturkan, kegiatan ini juga mengajarkan siswa untuk menghormati orang tua, guru, dan teman, serta menjaga kebersihan lingkungan. 

Kebersihan itu bagian dari iman, untuk itu pihaknya pun memberikan edukasi agar siswa tidak hanya baik secara spiritual tetapi juga bisa mencapai prestasi.

"Kegiatan semacam ini sejalan dengan praktik Ramadhan di berbagai sekolah di Kabupaten Tasikmalaya yang juga melaksanakan program seperti pesantren kilat dan kajian agama," terangnya.(@nwarwaluyo)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN