PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Seorang pengrajin anyaman pandan asal Kampung Kreatif Sukarauas, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, H. Intan Timur Badruzaman, mendapat kesempatan memenuhi undangan KBRI New Delhi, India, dalam rangka mengikuti rangkaian kegiatan BRICS Bazaar 2026, yang berlangsung pada 10–15 September 2026 di India.
Baginya tentu perjalanan ini bukan sekadar kunjungan ke luar negeri namun menjadi sebuah pengalaman luar biasa yang penuh kebanggaan membawa nama Indonesia, khususnya memperkenalkan kerajinan anyaman pandan ke kancah internasional.
BRICS sendiri merupakan forum kerja sama negara-negara berkembang yang menjadi wadah penting untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang ekonomi, perdagangan, kebudayaan, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat.
Dalam rangkaian BRICS Bazaar, setiap negara diberi kesempatan memamerkan budaya, kreativitas, serta produk dan kerajinan khas negaranya kepada dunia.
Di ajang tersebut, Intan tidak hanya memajang hasil karya tetapi juga melakukan demonstrasi langsung proses menganyam. Mulai dari memilih bahan, menganyam, hingga menjadi produk jadi.
"Saya memperkenalkan berbagai macam produk kerajinan anyaman pandan, seperti tas, topi, sandal, kotak, tikar, dan banyak lagi," terang Intan. (16/09/2026)
Setiap helai pandan yang dianyam, jelasnya, bukan sekadar bahan untuk menghasilkan produk. Di dalamnya tersimpan ketekunan, ketelitian, kreativitas, budaya, serta kehidupan para pengrajin yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Ia menambahkan, dari Sukarauas Rajapolah kami membawa pesan sederhana, kerajinan tangan Indonesia tidak hanya dikenal di daerah sendiri tetapi juga mampu tampil bersaing dan diakui oleh masyarakat dunia.
Intan juga berterimakasih kepada Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, yang telah memberikan kepercayaan, dukungan dan kesempatan kepadanya untuk mengikuti kegiatan berharga ini.
Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam perjalanannya membawa nama Kabupaten Tasikmalaya ke kancah internasional.
"Semoga kehadiran kerajinan anyaman pandan dari Sukarauas ini menjadi jembatan budaya untuk mempererat persahabatan antarnegara serta bisa membuka peluang kerja sama yang lebih luas," tegasnya. (@nwarwaluyo)


