» » FTBI Panumbangan 2026, Semangat Lestarikan Bahasa Sunda

FTBI Panumbangan 2026, Semangat Lestarikan Bahasa Sunda

Penulis By on 24/08/26 | No comments

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWSNgamumule Basa Sunda, Ngajaga Warisan Luhur Nu Jadi Jati Diri Bangsa (Memelihara bahasa dunda, menjaga warisan luhur yang menjadi jati diri bangsa).

Demikian disampaikan Ketua Panitia FTBI Kecamatan Panumbangan, Mustopa Kurnia, saat diwawancarai usai membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Panumbangan Tahun 2026. Senin, 24 Agustus 2026.

Pada kegiatan ini, kata Mustofa, perwakilan Kecamatan Panumbangan berhasil meraih Juara Umum sekaligus mengamankan posisi Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 yang berhak melaju ke tingkat Kabupaten Ciamis.

"Sebuah pencapaian membanggakan yang menjadi bukti nyata keseriusan dan dedikasi para siswa serta guru dalam melestarikan budaya leluhur," ucapnya.

FTBI yang diikuti 269 siswa yang terdiri dari 99 putra dan 170 putri ini, terang Mustofa, berkompetisi di 7 cabang lomba. Diantaranya, cabang lomba ngadongen, biantara, maca sajak, nembang pupuh, maca-nulis aksara sunda, ngarang Carita pondok dan borangan (ngabodor sorangan).
 
Ia juga mengaku bersyukur, kegiatan berjalan lancar dan meriah. Angka 269 peserta membuktikan bahwa bahasa ibu kita, Bahasa Sunda, masih hidup dan dicintai oleh generasi muda. FTBI ini bukan sekadar ajang kompetisi, tapi sarana untuk semakin mengenal bahasa ibu kita.

"Ini adalah warisan yang harus kita jaga bersama agar tidak hilang ditelan zaman," tegasnya.

Mustofa menambahkan, FTBI bukan sekadar ajang kompetisi melainkan wujud komitmen bersama antara sekolah, guru, pemerintah kecamatan, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu, meningkatkan kemampuan berbahasa siswa secara baik dan benar, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri sejak dini serta untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis juga memiliki karakter dan akar budaya yang kuat

Di tengah derasnya arus globalisasi, Mustofa menyebut, keberadaan FTBI menjadi ruang penting untuk memastikan bahasa daerah tetap mendapat tempat di tengah kehidupan generasi muda. Di Panumbangan, Bahasa Sunda tidak hanya hadir sebagai materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga terus dihidupkan melalui kreativitas, keterampilan, dan kecintaan anak-anak terhadap warisan leluhur.

Bahasa menurutnya, menjadi jiwa bangsa. Artinya, hilang bahasanya hilang pula identitasnya.

"Dan kewajiban kita, mari terus jaga dan lestarikan budaya ini," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya