» » Mengenal Tuberkulosis Resisten Obat, Berikut Edukasi Dokter RSUD Pandega Pangandaran

Mengenal Tuberkulosis Resisten Obat, Berikut Edukasi Dokter RSUD Pandega Pangandaran

Penulis By on 08/07/26 | No comments

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa waktu lalu RSUD Pandega Pangandaran terus mengintensifkan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui program NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan), dan kali ini tema yang diangkat adalah 'Kenali Tuberkulosis Resisten Obat' dengan narasumber Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Pandega Pangandaran, dr. Erisanti Nurfarida.

Dalam paparannya, dr. Erisanti menjelaskan, Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) merupakan kondisi ketika bakteri penyebab tuberkulosis sudah tidak lagi mempan terhadap obat anti-TBC utama.

Kondisi tersebut, kata Erisanti, umumnya terjadi akibat pengobatan yang tidak tuntas penggunaan obat yang tidak sesuai aturan, atau penghentian terapi sebelum waktunya.

"TB resisten obat dapat dicegah apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur, sesuai anjuran tenaga kesehatan, dan tidak menghentikan obat meskipun gejala sudah membaik," jelasnya. (02/07/2026)

Ia menyebut, pengobatan TB membutuhkan kedisiplinan tinggi karena berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang. 
Namun ketidakpatuhan menjalani terapi, dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal sehingga proses penyembuhan menjadi lebih sulit dan membutuhkan pengobatan yang lebih lama.

Selain mengingatkan pentingnya kepatuhan minum obat, Erisanti juga mengajak masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala TBC. Gejala tersebut bisa batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, demam berkepanjangan, berkeringat pada malam hari, serta mudah lelah.

Feteksi dini dan pengobatan yang tepat, menurutnya, merupakan langkah penting untuk mencegah penularan sekaligus mengurangi risiko terjadinya TB resisten obat. Dan melalui kegiatan edukasi tersebut, RSUD Pandega Pangandaran berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengobatan TBC hingga tuntas serta tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada tuberkulosis.

"Program Ngobatan sendiri menjadi salah satu media edukasi RSUD Pandega Pangandaran untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui penyampaian informasi langsung dari dokter spesialis sesuai bidang keahliannya," ucapnya.(hiek)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya