PANGANDARANNEWS.COM - Dalam rangka mengembangkan sektor peternakan sekaligus memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pemerintah Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran
menjalin kerja sama dengan Program Studi Peternakan PSDKU Universitas Padjadjaran (Unpad) Pangandaran.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) 2026, yang berorientasi pada pengembangan potensi desa berbasis agrokompleks. Dan kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Aula Desa Kertayasa.Selasa, (28/07/2026)
Dalam kegiatan tersebut tim dosen dan mahasiswa memperkenalkan teknologi Direct Fed Microbial (DFM), dan probiotik ini untuk meningkatkan produktivitas ternak ruminansia, sekaligus menyerahkan alat fermentor probiotik kepada kelompok peternak setempat.
Kepada awak media, Kepala Desa Kertayasa, Abdul Rochman, menyampaikan, pihaknya menyambut baik kerja sama tersebut.
Menurutnya, pendampingan dari Unpad ini tentu akan membuka peluang bagi desa untuk mengoptimalkan potensi peternakan, pertanian, perikanan, dan perkebunan yang dimiliki karena program ini sangat bermanfaat karena sejalan dengan potensi Desa Kertayasa.
"Kami berharap berbagai sektor unggulan desa dapat berkembang melalui pendampingan dari Unpad," ungkapnya.
Melalui kesepakatan ini, kata Abdul Rohman, kedua pihak akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat, pelatihan, serta pendampingan usaha berbasis komoditas unggulan desa.
Dan menggerakan Perekonomian Masyarakat Penguatan kapasitas BUMDes, imbuhnya, tentu menjadi salah satu fokus agar mampu berperan lebih besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Abdul Rochman mengatakan, selain mengembangkan sektor peternakan tim pengabdian turut mengidentifikasi potensi lain di Desa Kertayasa.
"Salah satunya adalah keberadaan gua yang dihuni kelelawar, dengan limbah kotorannya yang dinilai berpotensi diolah menjadi pupuk organik bernilai ekonomi," jelasnya. (hiek)

