PANGANDARANNEWS.COM – Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K, diwakili Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP M. Anang Tri Sodikin, S.H., menyampaikan bahwa perahu tongkang yang bermuatan batubara ditarik Tugboat Titan 33 sengaja didamparkan di kawasan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Selasa (17/06/2026) sekitar pukul 15.00WIB.
Lebih lanjut Anang mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Sat Polairud Polres Pangandaran pada Senin (16/6/2026) tongkang yang berlayar dari Palembang menuju Cilacap tersebut mengalami kerusakan pada bagian pintu lambung kanan sehingga menyebabkan air laut masuk ke dalam badan tongkang.
"Kondisi tersebut mengakibatkan tongkang menjadi miring dan tidak stabil," jelasnya. (18/06/2026)
Masih kata Anang, Kapten Tugboat Titan 33 Yang bernama Bahtiar bersama awak kapal pun kemudian melakukan berbagai pertimbangan keselamatan. Seiring kondisi tongkang yang semakin berisiko serta persediaan bahan bakar yang mulai menipis, diputuskan untuk melakukan pendamparan secara terkendali di kawasan Pantai Sukaresik pada Selasa (17/6/2026) pukul 15.00 WIB.
Seperti diketahui, kata Anang, tongkang tersebut diketahui mengangkut sekitar 80.000 ton batubara dengan dokumen pelayaran dan muatan yang lengkap serta legal. Dan menurut keterangan Kapten Bahtiar, langkah pendamparan dilakukan untuk menghindari kemungkinan tongkang tenggelam di tengah laut maupun terjadinya tumpahan muatan yang berpotensi mencemari perairan Pangandaran.
Pemilihan lokasi pendamparan di Pantai Sukaresik dipilih karena merupakan area yang relatif steril serta tidak terdapat aktivitas wisatawan yang berenang maupun nelayan yang sedang mencari ikan, sehingga proses pendamparan dapat dilakukan dengan aman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
"Saat ini Polres Pangandaran melalui Sat Polairud terus melakukan pengamanan dan pengawasan di sekitar lokasi tongkang guna mengantisipasi potensi tindak pidana, khususnya pencurian atau penjarahan muatan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," jelas Anang lagi.
Selain itu, imbuh Anang, kepolisian juga berkoordinasi dengan kapten kapal, agen pelayaran, perusahaan terkait, serta masyarakat setempat untuk menjaga status quo lokasi kejadian sambil menunggu proses evakuasi. Sebanyak 10 awak kapal, termasuk kapten kapal, dilaporkan berada dalam kondisi selamat."Hingga saat ini situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif, dan upaya evakuasi masih terus dipersiapkan dengan melibatkan pihak-pihak terkait guna memastikan keselamatan pelayaran serta mencegah terjadinya pencemaran lingkungan laut," imbuhnya. ***


