» » Tangani Masalah Sampah, DLH Kota Tasik Terapkan Konsep 3R

Tangani Masalah Sampah, DLH Kota Tasik Terapkan Konsep 3R

Penulis By on 14/04/26 | No comments

Arif Feri Maulana
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat kini penanganan masalah sampah menjadi fokus utama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Tasikmalaya, 

Ada beberapa strategi dan konsep yang ditawarkan  nyata agar sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan menjadi barang yang bernilai ekonomi.

Seperti disampaikan Kepala Bidang Lingkungan Hidup, Arif Feri Maulana, saat wawancara dengan pangandarannews.com di ruang kerjanya.

Ia memaparkan, visi dan misi jangka panjang pengelolaan sampah di Kota Tasikmalaya kunci utama pengelolaan sampah yang efektif adalah dimulai dari sumbernya yaitu rumah tangga. 

Saat ini, terang Arif, pihaknya terus mendorong gerakan memilah sampah dengan menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Jadi menurutnya, kunci sebetulnya ada di bagaimana memilah sampah di sumber ekonomi.

Jadi masyarakat harus paham dan bisa membedakan, mana sampah organik dan anorganik dan residu (sampah yang benar-benar tidak bisa diolah lagi)

"Dengan pemilahan yang tepat, sampah tidak dibuang ke TPA, melainkan bisa dimanfaatkan kembali secara maksimal," ujar Arif.(14/04/26

Arif mengatakan, sekarang Dinas Lingkungan Hidup memiliki strategi khusus untuk mengolah sampah organik. Sampah jenis ini memiliki nilai guna yang tinggi, bisa diubah menjadi kompos, cairan EM4 (enzim) hingga menjadi pakan maggot dan pakan ternak.

Ia mengaku, pihaknya punya program GOSOK (Gerakan Olah Sampah Organik). Sampah organik ini simanfaatkan menjadi pupuk bahkan kita kirim ke peternak untuk dijadikan pakan. Ini sangat bagus dan bernilai ekonomi. 

"Sementara untuk sampah anorganik seperti plastik dan kertas, bisa didaur ulang atau dijual menjadi barang kerajinan dan barang bekas," terangnya.

Dalam pelaksanaannya, Arif menegaskan, penanganan sampah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi kuat dengan konsep 5 Helix.

"Yaitu melibatkan 5 komponen, Masyarakat, Mahasiswa, Media, Pengusaha, dan Pemerintah," imbuhnya.

Ia menambahkan, sampah itu tanggung jawab bersama. Pemerintah sebagai regulator, tapi masyarakat juga harus berperan aktif. "Kalau semua kompak dan berjamaah, insya Allah masalah sampah bisa teratasi," tegasnya.

Selain itu, Arif menyebut, pihaknya juga terus mengembangkan konsep TPS 3R di tingkat kelurahan dan RW. Tujuannya, agar pengolahan sampah bisa dilakukan lebih dekat dengan masyarakat. 

Arif berharap kesadaran masyarakat semakin tinggi, salah satu pesan terpenting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan sungai.

Ia berpesan, mohon bantuannya kepada masyarakat agar jangan membuang sampah ke sungai. Karena selain bisa mencemari, juga menjadi penyebab utama banjir. 

"Mari kita jaga lingkungan masing-masing, ubah sampah dari ancaman menjadi berkah melalui ekonomi sirkular," pungkasnya. (@nwarwaluyo)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya