» » » » Saat Razia Tempat Hiburan Dan Sejumlah Hotel, Satpol PP Pangandaran Amankan 11 Orang Tak Bawa KTP

Saat Razia Tempat Hiburan Dan Sejumlah Hotel, Satpol PP Pangandaran Amankan 11 Orang Tak Bawa KTP

Penulis By on 25/04/26 | No comments

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam razia di sejumlah tempat hiburan malam dan penginapan pada hari Sabtu (25 April 2026) , Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran berhasil mengamankan 11 orang yang tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Demikian disampaikan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Pangandaran, Rusnandar, kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, penertiban ini merupakan bagian dari pengawasan administrasi kependudukan sekaligus upaya menjaga ketertiban umum. 

Ia juga menegaskan, setiap warga yang bepergian wajib membawa identitas diri sesuai ketentuan Perda Nomor 4 Tahun 2017.  

"Pada perda tersebut dinyatakan bahwa setiap orang yang bepergian wajib membawa identitas diri, ini bagian dari aturan administrasi kependudukan,” ujarnya. (25/04/26)

Ia menambahkan, dalam operasi tersebut, petugas juga menyasar pengunjung kafe, pemandu lagu, serta sejumlah penginapan di beberapa titik. Dan hasilnya, 11 orang tidak dapat menunjukkan KTP saat dilakukan pemeriksaan. 

Menurutnya, berbagai alasan disampaikan oleh mereka yang terjaring, mulai dari lupa membawa hingga kehilangan identitas. Dan warga yang terjaring ini kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. 

“Setelah didata mereka diberikan pembinaan,” ungkapnya. 

Rusnandar juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara ternyata seluruhnya diketahui berasal dari luar daerah Kabupaten Pangandaran. Dan untuk memastikan identitas mereka, petugas pun melakukan verifikasi tambahan melalui panggilan video dengan keluarga serta konfirmasi ke aparat desa asal. Dan setelah proses tersebut, mereka diperbolehkan kembali dengan syarat membuat surat pernyataan agar selalu membawa identitas saat beraktivitas di luar rumah.  

Rusnandar menegaskan, operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Pangandaran. 

“Dan ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga kondusivitas wilayah,” ucap11nya.(hiek)




 


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya