PANGANDARANNEWS.COM – Penyakit campak saat ini masih menjadi ancaman kesehatan terutama pada anak-anak, gejalanya sering muncul perlahan dan kerap disalahartikan sebagai penyakit biasa.
Seperti disampaikan Dokter spesialis anak RSUD Pandega Pangandaran, Dyah Rahmawanti, campak biasanya diawali dengan gejala ringan sebelum berkembang menjadi lebih serius.
Campak, jelas Dyah, sering datang diam-diam. Awalnya anak hanya mengalami demam, batuk, pilek, dan mata merah, sehingga sering dianggap flu biasa.
"Tanda khas campak baru terlihat beberapa hari kemudian, seperti munculnya ruam kemerahan yang dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh," terang Dyah.(10/04/26)
Selain itu, imbuhnya, biasanya terdapat pula bercak putih kecil di dalam mulut yang menjadi salah satu ciri spesifik penyakit ini.
Dyah mengatakan, penanganan yang terlambat dapat memicu komplikasi serius seperti infeksi paru hingga gangguan pada sistem saraf.
Jadi, menurut Dyah, jika tidak ditangani dengan baik bisa berbahaya terutama pada anak dengan daya tahan tubuh rendah.
Ia juga mengimbau kepada orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala awal tersebut, terlebih jika disertai demam tinggi dan ruam. Karena pencegahan paling efektif, dilakukan melalui imunisasi campak yang rutin diberikan pada anak.
"Imunisasi ini sangat penting untuk melindungi anak dari risiko campak dan komplikasinya," jelasnya lagi.
Ia mengingatkan, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta membatasi kontak dengan penderita guna mencegah penularan.
"Dengan mengenali gejala sejak dini, diharapkan kasus campak dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius," pungkasnya. (hiek)

