PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Eforia kemenangan Persib Bandung kembali mewarnai suasana malam di Kota Tasikmalaya, namun disayangkan semangat dan kegembiraan yang meluap-luap itu justru berubah menjadi gangguan parah di jalanan sekaligus memicu gelombang protes keras dari warga sekitar.
Tampak konvoi besar-besaran ribuan kendaraan pun memadati sejumlah ruas jalan utama kota, mulai dari Jalan Nagawangi, Padayungan, Jalan Swaka, hingga HZ Mustofa, membuat arus lalu lintas lumpuh total berjam-jam, bahkan berlanjut hingga larut malam.
Berdasarkan pantauan langsung tim Pangandarannews, di sejumlah titik lokasi ratusan sepeda motor bergerak beriringan dan sepenuhnya menguasai badan jalan dan tak menyisakan ruang sedikit pun bagi kendaraan lain untuk melintas.
Tak hanya itu, bising suara knalpot modifikasi yang melengking keras bergema ke segala penjuru memecah keheningan malam dan sangat mengganggu ketenangan warga yang sedang beristirahat atau beraktivitas. Suasana makin ricuh dan mencekam saat terlihat asap warna-warni serta kembang api yang dinyalakan tepat di tengah jalan membahayakan keselamatan semua pengguna jalan. Jalur yang biasanya lancar dan bebas hambatan kini mendadak tersendat parah, banyak kendaraan menumpuk panjang dari ujung ke ujung dan sejumlah pengendara pun terpaksa terjebak diam berjam-jam di tengah kemacetan yang sangat padat.
Salah satu pengguna jalan yang ditemui di lokasi, Risna (27), mengungkapkan kekesalannya harus menunggu lama akibat terjebak macet.
Menurutnya, pemandangan seperti ini sudah menjadi hal rutin dan tentu sangat merugikan masyarakat luas.
Setiap kali Persib juara, kata Rina, kelompok pendukung atau atau bobotoh Persib ini selalu bertindak ugal-ugalan. Mereka seolah merasa punya jalan sendiri, sama sekali tak peduli ada orang lain yang lewat.
"Jelas sekali tindakan ini mengganggu dan merugikan kami yang menggunakan fasilitas umum," Ungkap Risna dengan nada kesal.(10/05/2026) malam.
Dampak langsung yang dirasakannya, ia harus rela berjam-jam terjebak macet saat pulang dari kerjanya.
"Padahal kondisi tubuh saya sudah sangat lelah setelah bekerja seharian penuh," ujarnya.
Kata Rina, fenomena seperti ini memang terus berulang setiap kali Persib mengalahhkan lawannya. Namun di sisi lain, cara berekspresi yang tidak tertib dan ugal-ugalan serta mengabaikan aturan lalu lintas justru menimbulkan polusi suara, kemacetan parah, ketidaknyamanan, hingga risiko kecelakaan yang nyata bagi warga yang sama sekali tidak terlibat.
Ia pun berharap, ke depannya semangat dukungan ini bisa disalurkan lewat cara yang lebih tertib, aman, dan tetap menghargai ketertiban umum serta hak orang lain.
"Sehingga kemenangan tim kesayangan tetap menjadi kebahagiaan yang dirasakan bersama, tanpa ada satu pun pihak yang merasa dirugikan atau haknya terganggu," imbuhnya. (@nwarwaluyo)













